#30 tag 24jam
Kuasi Reorganisasi Bakrie & Brothers (BNBR) Rampung, What's Next?
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mengumumkan bahwa proses Kuasi Reorganisasi telah berhasil dengan mengikuti tata cara dan prosedur yang berlaku. [423] url asal
#bakrie-brothers #emiten-bnbr #kuasi-reorganisasi #update-me
(Katadata - FINANSIAL) 26/08/24 15:59
v/14751662/
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mengumumkan bahwa proses Kuasi Reorganisasi telah berhasil dengan mengikuti tata cara dan prosedur yang berlaku,. Langkan BNBR ini juga telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Menkumham).
Persetujuan ini dikeluarkan berdasarkan keputusan Menkumham No. AHU-0052501.AH.01.02.TAHUN 2024 tanggal 22 Agustus 2024 tentang perubahan anggaran dasar PT Bakrie & Brothers Tbk. Dengan diperolehnya persetujuan tersebut, pengurangan modal perusahaan dalam rangka Kuasi Reorganisasi menjadi efektif.
Roy merinci, terdapat lima tujuan dari Kuasi Reorganisasi yang dilaksanakan oleh Perseroan.
Pertama, dengan aksi korporasi ini Perseroan dapat memulai awal yang baru dengan neraca keuangan yang menunjukkan saldo laba tanpa dibebani defisit masa lampau.
Kedua, memperbaiki struktur ekuitas Perseroan dengan mengeliminasi akumulasi rugi dengan menggunakan komponen ekuitas lain seperti agio saham, selisih transaksi dengan pihak non pengendali dan penurunan modal saham.
Ketiga, dengan kondisi neraca keuangan yang menunjukkan nilai sekarang tanpa dibebani defisit masa lalu. Perseroan diharapkan akan lebih mudah memperoleh pendanaan, jika diperlukan, dalam rangka pengembangan usaha.
Keempat, dengan tidak adanya saldo defisit, maka akan dapat memberikan dampak positif bagi para pemegang saham karena Perseroan dapat membagi dividen sesuai dengan peraturan yang berlaku, termasuk Undang-undang Perseroan Terbatas (UUPT).
“Kelima, meningkatkan minat dan daya tarik investor untuk memiliki saham Perseroan, sehingga diharapkan juga akan meningkatkan likuiditas perdagangan saham Perseroan,” kata Roy dalam keterangan resmi, Senin (26/8).
Sebelumnya, Roy mengungkap, pemegang saham perseroan telah memberikan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang berlangsung pada Jumat (21/6) lalu. Selain itu, sampai dengan batas waktu pemberitahuan kepada kreditur pada 21 Agustus 2024, tidak ada kreditur yang mengajukan sanggahan atau keberatan terhadap rencana Kuasi tersebut.
Roy juga menambahkan bahwa proses Kuasi Reorganisasi memerlukan waktu dan energi yang cukup besar. Proses ini melibatkan pekerjaan yang kompleks dan rinci, bertujuan untuk menyehatkan neraca perusahaan.
Dengan komitmen, kerja keras, serta dukungan dari investor dan para pemangku kepentingan, BNBR berhasil menyelesaikan proses Kuasi secara lancar dan tepat waktu.
“Apresiasi yang tinggi kami sampaikan atas dukungan dari para pemangku kepentingan terhadap suksesnya pelaksanaan Kuasi Reorganisasi BNBR ini,” kata Roy.
Roy menyatakan optimisme bahwa kinerja Perseroan di masa mendatang akan semakin membaik, dan ia berharap bahwa dengan perbaikan kinerja tersebut, Perseroan dapat memberikan nilai tambah kepada para stakeholder.
"Diharapkan Perseroan dapat memberikan nilai tambah kepada para stakeholder dengan membagikan dividen bagi pemegang saham Perseroan sebagai salah satu wujud nyata komitmen kami tersebut,” kata Roy.
Melalui Kuasi ini, BNBR berhasil menghapus defisit senilai Rp 19,5 triliun. Defisit itu diantaranya berasal dari nilai akumulasi laba rugi (defisit) Perseroan pada periode 2011-2023.
Kuasi Reorganisasi Bakrie & Brothers (BNBR) Rampung, Apa Target Selanjutnya?
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mengumumkan bahwa proses Kuasi Reorganisasi telah berhasil dengan mengikuti tata cara dan prosedur yang berlaku. [423] url asal
#bakrie-brothers #emiten-bnbr #kuasi-reorganisasi #update-me
(Katadata - FINANSIAL) 26/08/24 15:59
v/14751661/
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mengumumkan bahwa proses Kuasi Reorganisasi telah berhasil dengan mengikuti tata cara dan prosedur yang berlaku,. Langkan BNBR ini juga telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Menkumham).
Persetujuan ini dikeluarkan berdasarkan keputusan Menkumham No. AHU-0052501.AH.01.02.TAHUN 2024 tanggal 22 Agustus 2024 tentang perubahan anggaran dasar PT Bakrie & Brothers Tbk. Dengan diperolehnya persetujuan tersebut, pengurangan modal perusahaan dalam rangka Kuasi Reorganisasi menjadi efektif.
Roy merinci, terdapat lima tujuan dari Kuasi Reorganisasi yang dilaksanakan oleh Perseroan.
Pertama, dengan aksi korporasi ini Perseroan dapat memulai awal yang baru dengan neraca keuangan yang menunjukkan saldo laba tanpa dibebani defisit masa lampau.
Kedua, memperbaiki struktur ekuitas Perseroan dengan mengeliminasi akumulasi rugi dengan menggunakan komponen ekuitas lain seperti agio saham, selisih transaksi dengan pihak non pengendali dan penurunan modal saham.
Ketiga, dengan kondisi neraca keuangan yang menunjukkan nilai sekarang tanpa dibebani defisit masa lalu. Perseroan diharapkan akan lebih mudah memperoleh pendanaan, jika diperlukan, dalam rangka pengembangan usaha.
Keempat, dengan tidak adanya saldo defisit, maka akan dapat memberikan dampak positif bagi para pemegang saham karena Perseroan dapat membagi dividen sesuai dengan peraturan yang berlaku, termasuk Undang-undang Perseroan Terbatas (UUPT).
“Kelima, meningkatkan minat dan daya tarik investor untuk memiliki saham Perseroan, sehingga diharapkan juga akan meningkatkan likuiditas perdagangan saham Perseroan,” kata Roy dalam keterangan resmi, Senin (26/8).
Sebelumnya, Roy mengungkap, pemegang saham perseroan telah memberikan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang berlangsung pada Jumat (21/6) lalu. Selain itu, sampai dengan batas waktu pemberitahuan kepada kreditur pada 21 Agustus 2024, tidak ada kreditur yang mengajukan sanggahan atau keberatan terhadap rencana Kuasi tersebut.
Roy juga menambahkan bahwa proses Kuasi Reorganisasi memerlukan waktu dan energi yang cukup besar. Proses ini melibatkan pekerjaan yang kompleks dan rinci, bertujuan untuk menyehatkan neraca perusahaan.
Dengan komitmen, kerja keras, serta dukungan dari investor dan para pemangku kepentingan, BNBR berhasil menyelesaikan proses Kuasi secara lancar dan tepat waktu.
“Apresiasi yang tinggi kami sampaikan atas dukungan dari para pemangku kepentingan terhadap suksesnya pelaksanaan Kuasi Reorganisasi BNBR ini,” kata Roy.
Roy menyatakan optimisme bahwa kinerja Perseroan di masa mendatang akan semakin membaik, dan ia berharap bahwa dengan perbaikan kinerja tersebut, Perseroan dapat memberikan nilai tambah kepada para stakeholder.
"Diharapkan Perseroan dapat memberikan nilai tambah kepada para stakeholder dengan membagikan dividen bagi pemegang saham Perseroan sebagai salah satu wujud nyata komitmen kami tersebut,” kata Roy.
Melalui Kuasi ini, BNBR berhasil menghapus defisit senilai Rp 19,5 triliun. Defisit itu diantaranya berasal dari nilai akumulasi laba rugi (defisit) Perseroan pada periode 2011-2023.
Bakrie (BNBR) Rampungkan Kuasi Reorganisasi Usai Dapat Restu Menkumham
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mengumumkan bahwa proses kuasi reorganisasi telah berhasil diselesaikan. [621] url asal
#bakrie #emiten-bnbr #bakrie-brothers #update-me
(Katadata - FINANSIAL) 26/08/24 15:38
v/14751663/
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mengumumkan proses Kuasi Reorganisasi telah berhasil diselesaikan. Seluruh rangkaian proses tersebut telah mengikuti tata cara dan prosedur yang berlaku, dan BNBR telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Menkumham).
Persetujuan ini dikeluarkan berdasarkan keputusan Menkumham No. AHU-0052501.AH.01.02.TAHUN 2024 tanggal 22 Agustus 2024 tentang perubahan anggaran dasar PT Bakrie & Brothers Tbk. Dengan diperolehnya persetujuan tersebut, pengurangan modal perusahaan dalam rangka Kuasi Reorganisasi menjadi efektif.
“Alhamdulillah, kami bersyukur bahwa seluruh prosedur akuntansi dan hukum untuk pelaksanaan Kuasi telah tuntas. Sekarang, kami dapat fokus pada pengembangan bisnis dengan catatan buku yang bersih dan melangkah lebih baik ke depan. BNBR berkomitmen untuk terus memberikan nilai tambah yang optimal bagi para investor kami,” ujar Direktur BNBR, Roy Hendrajanto M. Sakti dalam keterangan resmi yang diterima Senin (26/8/2024).
Roy mengungkap, pemegang saham perseroan telah memberikan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang berlangsung pada Jumat (21/6) lalu. Selain itu, sampai dengan batas waktu pemberitahuan kepada kreditur pada 21 Agustus 2024, tidak ada kreditur yang mengajukan sanggahan atau keberatan terhadap rencana Kuasi tersebut.
Roy juga menambahkan bahwa proses Kuasi Reorganisasi memerlukan waktu dan energi yang cukup besar. Proses ini melibatkan pekerjaan yang kompleks dan rinci, bertujuan untuk menyehatkan neraca perusahaan.
Dengan komitmen, kerja keras, serta dukungan dari investor dan para pemangku kepentingan, BNBR berhasil menyelesaikan proses Kuasi secara lancar dan tepat waktu.
“Apresiasi yang tinggi kami sampaikan atas dukungan dari para pemangku kepentingan terhadap suksesnya pelaksanaan Kuasi Reorganisasi BNBR ini,” kata Roy.
Roy menyatakan optimisme bahwa kinerja Perseroan di masa mendatang akan semakin membaik, dan ia berharap bahwa dengan perbaikan kinerja tersebut, Perseroan dapat memberikan nilai tambah kepada para stakeholder.
"Diharapkan Perseroan dapat memberikan nilai tambah kepada para stakeholder dengan membagikan dividen bagi pemegang saham Perseroan sebagai salah satu wujud nyata komitmen kami tersebut,” kata Roy.
Melalui Kuasi ini, BNBR berhasil menghapus defisit senilai Rp 19,5 triliun. Defisit itu diantaranya berasal dari nilai akumulasi laba rugi alias defisit Perseroan pada periode 2011-2023.
Performa Keuangan Membaik
Lebih lanjut Roy Hendrajanto mengatakan, dari tahun ke tahun Perseroan secara konsisten menunjukkan tren performa keuangan yang membaik. Hal ini terlihat dari peningkatan pendapatan sebesar 16,24% CAGR selama periode tahun 2021 hingga 2023 .
“Peningkatan pendapatan Perseroan ini sebagian besar disebabkan perkembangan bisnis Perseroan melalui entitas anak PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR) yang bergerak di bidang penjualan kendaraan listrik, PT Bakrie Metal Industries (BMI) dan entitas anak Perseroan yang bergerak di bidang fabrikasi baja bergelombang, fabrikasi pipa baja dan konstruksi baja dan PT Bakrie Indo-Infrastructure (BIIN) yang bergerak di bidang pembangunan dan jasa infrastruktur termasuk infrastruktur telekomunikasi,” ungkap Roy.
Lebih dari itu, lanjut Roy, tren performa positif ini juga bisa terlihat dari meningkatnya laba usaha Perseroan selama tiga tahun berturut-turut, masing-masing sebesar Rp20,69 miliar, Rp231,91 miliar dan Rp348,31 miliar, dengan rata-rata margin laba usaha sebesar 5,51%.
Roy mengatakan, pada Desember 2023, Perseroan telah melakukan penyelesaian restrukturisasi sebagian besar kewajiban Perseroan terhadap kreditur. Dengan restrukturisasi ini, kinerja Perseroan di tahun berikutnya menjadi lebih baik.
Pada periode tahun 2021 hingga 2023, Perseroan memiliki laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk masing-masing sebesar Rp63,67 miliar di tahun 2021, Rp266,13 miliar di tahun 2022 dan Rp237,46 miliar di tahun 2023. “Rata-rata tiga tahun atas laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk adalah sebesar Rp189,09 miliar,” jelas Roy.
Selanjutnya, Perseroan memiliki prospek yang baik, terbukti dengan adanya laba tahun berjalan yang positif dalam laporan keuangan konsolidasian tahunan yang diaudit selama 3 tahun berturut-turut, masing-masing sebesar Rp86,78 miliar di tahun 2021, Rp306,15 miliar di tahun 2022, dan Rp264,46 miliar di tahun 2023.
Emiten Grup Bakrie Tuntaskan Kuasi Reorganisasi, Ungkit soal Dividen
Dengan kinerja yang lebih baik, diharapkan perseroan dapat memberikan nilai tambah dengan membagikan dividen. - Halaman all [855] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #grup-bakrie #bakrie-brothers #saham-bnbr #kuasi-reorganisasi #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 26/08/24 12:49
v/14751471/
JAKARTA, investor.id - Emiten Grup Bakrie, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mengumumkan bahwa proses kuasi reorganisasi telah selesai dilakukan. Seluruh rangkaian proses kuasi telah dilewati dengan baik dan diselesaikan sesuai tata cara dan prosedur yang berlaku.
Pemegang saham BNBR telah menyatakan persetujuannya dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 21 Juni 2024 lalu. Sampai berakhirnya jangka waktu pemberitahuan kepada kreditur perseroan pada tanggal 21 Agustus 2024, tidak terdapat kreditur perseroan yang melakukan sanggahan atau menyatakan keberatan terhadap rencana perseoran terkait kuasi tersebut.
Pada tanggal 22 Agustus 2024, BNBR juga telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Menkumham) terkait aksi korporasi ini. Persetujuan tersebut berdasarkan keputusan Menkumham No. AHU-0052501.AH.01.02. TAHUN 2024 tanggal 22 Agustus 2024 tentang Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas PT Bakrie & Brothers Tbk. Dengan diperolehnya persetujuan Menkumham tersebut maka pengurangan modal perseroan sehubungan dengan kuasi reorganisasi perseroan menjadi efektif.
“Alhamdulillah, kami bersyukur bahwa seluruh prosedur akuntansi dan peraturan dari segi hukum untuk melakukan kuasi telah tuntas. Kini kami dapat fokus untuk menjalankan bisnis dengan catatan buku yang bersih untuk melangkah lebih baik ke depannya. BNBR terus berkomitmen memberikan nilai tambah yang optimal kepada para investor kami,” kata Direktur BNBR, Roy Hendrajanto M Sakti dalam keterangan resmi, Senin (26/8/2024).
Roy menambahkan, proses kuasi reorganisasi yang dilakukan BNBR membutuhkan energi dan waktu yang panjang. Sebab, untuk melakukan kuasi, BNBR harus melakukan pekerjaan yang kompleks dan sangat rinci yang berujung pada penyehatan neraca perseroan. Dengan komitmen, kerja keras, dan dukungan dari investor dan para stakeholders, proses kuasi bisa berjalan lancar dan selesai tepat waktu.
“Apresiasi yang tinggi kami sampaikan atas dukungan dari para pemangku kepentingan terhadap suksesnya pelaksanaan kuasi reorganisasi BNBR ini,” kata Roy.
Roy optimistis, kinerja perseroan di masa mendatang akan semakin membaik. “Dengan kinerja yang lebih baik, diharapkan perseroan dapat memberikan nilai tambah kepada para stakeholder-nya dengan membagikan dividen bagi pemegang saham perseroan sebagai salah satu wujud nyata komitmen kami tersebut,” kata Roy.
Melalui Kuasi ini, BNBR berhasil menghapus defisit senilai Rp 19,5 triliun. Defisit itu di antaranya berasal dari nilai akumulasi laba rugi (defisit) perseroan pada periode 2011-2023.
Tujuan Kuasi Reorganisasi
Roy merinci, terdapat lima tujuan dari kuasi reorganisasi yang dilaksanakan oleh perseroan. Pertama, dengan aksi korporasi ini BNBR dapat memulai awal yang baru (fresh start) dengan neraca keuangan yang menunjukkan saldo laba tanpa dibebani defisit masa lampau.
Kedua, memperbaiki struktur ekuitas perseroan dengan mengeliminasi akumulasi rugi (defisit) dengan menggunakan komponen ekuitas lain seperti agio saham, selisih transaksi dengan pihak non pengendali dan penurunan modal saham.
Ketiga, dengan kondisi neraca keuangan yang menunjukkan nilai sekarang tanpa dibebani defisit masa lampau, perseroan diharapkan akan lebih mudah memperoleh pendanaan, jika diperlukan, dalam rangka pengembangan usaha.
Keempat, dengan tidak adanya saldo defisit, maka akan dapat memberikan dampak positif bagi para pemegang saham karena perseroan dapat membagi dividen sesuai dengan peraturan yang berlaku, termasuk Undang-undang Perseroan Terbatas (UUPT).
“Kelima, meningkatkan minat dan daya tarik investor untuk memiliki saham perseroan, sehingga diharapkan juga akan meningkatkan likuiditas perdagangan saham perseroan,” terang Roy.
Performa Keuangan Membaik
Roy Hendrajanto mengatakan, dari tahun ke tahun BNBR secara konsisten menunjukkan tren performa keuangan yang membaik. Hal ini terlihat dari peningkatan pendapatan sebesar 16,24% CAGR selama periode tahun 2021 hingga 2023 .
“Peningkatan pendapatan perseroan ini sebagian besar disebabkan perkembangan bisnis perseroan melalui entitas anak PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) yang bergerak di bidang penjualan kendaraan listrik, PT Bakrie Metal Industries (BMI) dan entitas anak perseroan yang bergerak di bidang fabrikasi baja bergelombang, fabrikasi pipa baja dan konstruksi baja dan PT Bakrie Indo-Infrastructure (BIIN) yang bergerak di bidang pembangunan dan jasa infrastruktur termasuk infrastuktur telekomunikasi,” ungkap Roy.
Lebih dari itu, lanjut Roy, tren performa positif ini juga bisa terlihat dari meningkatnya laba usaha perseroan selama tiga tahun berturut-turut, masing-masing sebesar Rp 20,69 miliar, Rp 231,91 miliar dan Rp 348,31 miliar, dengan rata-rata margin laba usaha sebesar 5,51%.
Roy mengatakan, pada Desember 2023, perseroan telah melakukan penyelesaian restrukturisasi sebagian besar kewajiban perseroan terhadap kreditur. Dengan restrukturisasi ini, kinerja perseroan di tahun berikutnya menjadi lebih baik.
Pada periode tahun 2021 hingga 2023, perseroan memiliki laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk masing-masing sebesar Rp 63,67 miliar di tahun 2021, Rp 266,13 miliar di tahun 2022 dan Rp 237,46 miliar di tahun 2023. “Rata-rata tiga tahun atas laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk adalah sebesar Rp 189,09 miliar,” jelas Roy.
Selanjutnya, perseroan memiliki prospek yang baik, terbukti dengan adanya laba tahun berjalan yang positif dalam laporan keuangan konsolidasian tahunan yang diaudit selama 3 (tiga) tahun berturut-turut, masing-masing sebesar Rp 86,78 miliar di tahun 2021, Rp 306,15 miliar di tahun 2022, dan Rp 264,46 miliar di tahun 2023.
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News