#30 tag 24jam
3 item, 1 hal
5 Band Punk Jepang Terbaik, Bikin Semangat Jalani Hari Kalian
5 Band Punk Jepang Terbaik, Bikin Semangat Jalani Hari Kalian [609] url asal
#band-punk-jepang #punk-jepang #band-punk #punk #musik-punk
(MedCom) 28/09/24 10:00
v/15665988/
Jakarta: Genre musik punk sejatinya berasal dan tumbuh luas di negara asalnya Inggris dan Amerika Serikat. Mengutip dari Rolling Stone, punk rock bermula pada tahun 1976 di Bowery, New York.Punk rock dimulai sebagai semacam gerakan penolakan dan panggilan untuk kesederhanaan yang mencolok dan brutal. Kalau kata Kurt Cobain, punk rock seharusnya berarti kebebasan.
Mungkin, bagi kalian pecinta musik bergenre punk sudah tidak asing lagi dengan nama band seperti Ramones, Sex Pistol, Misfits, The Clash, Fugazi dan Descendents. Namun jangan salah, genre dan kultur punk ini juga tumbuh dan berkembang luas di Jepang yang biasanya hanya dikenal oleh kebanyakan orang dengan anime dan idol grupnya.
| baca juga: Sum 41 Umumkan Segera Bubar |
Kalau kalian lagi cari referensi band punk untuk didengarkan di platform musik digital, Medcom.id akan kasih kalian rekomendasi 5 band punk Jepang terbaik yang bisa bikin kalian kembali semangat dalam menjalani hari.
Berikut 5 band punk Jepang terbaik
1. Hi-Standard
Pada urutan pertama ada band jepang bernama Hi-Standard. Band ini beranggotakan tiga orang yang diisi oleh Akihiro Namba sebagai (vokalis dan Bassis), Ken Yokoyama pada posisi (Gitaris dan Backing Vokal), dan mendiang Akira Tsuneoka (Drummer) yang meninggal pada usia 51 tahun pada Februari 2023, tahun lalu.Hi-Standard sudah terbentuk sejak tahun 1991. Walaupun berasal dari Jepang, mayoritas lagu mereka menggunakan lirik berbahasa Inggris. Album bertajuk Angry Fist dan Album Making The Road berhasil meledak di pasaran yang berhasil membawa mereka tur di Eropa dan Amerika, bersama band punk terkenal NOFX. Mereka juga pernah satu panggung bersama band Punk terkenal lain seperti Green Day dan Rancid.
2. Ken Yokoyama
Selanjutnya ada Ken Yokoyama, ia merupakan gitaris sekaligus backing vokal dari grup Hi-Standard. Ken berhasil mendirikan label rekamannya sendiri di Tokyo, Jepang pada tahun 1994 yang bernama Pizza of Death Records.Ketika Hi-Standard sempat vakum pada tahun 2000 hingga kembali reuni pada tahun 2015, Ken menuangkan kemampuannya yang berhasil menjadi sembilan karya album dan aktif berkarya hingga saat ini. Salah satu lagu yang populer dari Ken Yokoyama adalah lagu “Believer” dari album The Cost of My Freedom.
3. Dustbox
Di posisi ketiga ada band asal Saitama, Jepang bernama Dustbox. Band ini pertama kali dibentuk oleh Suga yang berperan sebagai vokalis dan pemain gitar yang disusul oleh Joji sebagai (Bassis dan Backing Vokal), dan Reiji sebagai penabuh (Drum). Dustbox berhasil booming di kalangan anak muda Jepang di periode tahun awal 2000’an bahkan hingga saat ini.Gaya bermusik mereka dikenal dengan subgenre punk yaitu skate punk yang bermuatan nuansa lirik-lirik positif yang mengingatkan kita untuk selalu bersikap positif dalam menjalani dan menghadapi kisah kehidupan kita sehari-hari. Karena keunikan itulah, Dustbox digemari oleh muda-mudi di Jepang bahkan juga merambah secara global.
4. Kemuri
Kemuri merupakan band punk yang memadukan unsur genre SKA dalam karya musiknya yang jadi dikenal sebagai band SKA-punk. Band ini berdiri pada tahun 1996, gaya bermusik mereka terkenal identik membawa keceriaan dengan lirik berbahasa Inggris bermuatan positif.Kemuri juga dikenal dengan slogan bermusik mereka yaitu PMA (Positive Mental Attitude). Band ini sempat memutuskan bubar pada tahun Desember 2006. Namun, mereka kembali berkarya pada tahun 2017 dan menghasilkan tiga album dari periode waktu 2017 sampai 2020.
5. Hawaiian 6
Terakhir ada band bernama Hawaiian 6 yang bekerja sama dengan label milik musisi punk kawakan asal Jepang, Ken Yokoyama di label miliknya, Pizza Of Death Records. Hawaiian 6 pertama kali dibentuk pada tahun 1997 dan masih aktif hingga saat ini.Band ini mengusung genre punk rock dan melodic hardcore yang memiliki ciri khas pada melodi yang cukup intens dengan nuansa sedih dan menusuk membahas kehidupan dan kenyataan pada proses menjajaki fase menuju dewasa.
(Basuki Rachmat)
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(ELG)
8 Rekomendasi Band Pop Punk
8 Rekomendasi Band Pop Punk [828] url asal
#rekomendasi-band-pop-punk #rekomendasi-band #rekomendasi-band-punk #band-punk #band-punk-terbaik
(MedCom) 28/09/24 08:00
v/15661309/
Jakarta: Pop Punk merupakan subgenre dari musik Punk. Genre musik ini merupakan perpaduan dari dua genre musik pop dan punk rock yang identik dengan permainan riff gitar dengan tempo cepat yang dibalut dengan sentuhan melodi pop.Biasanya, mayoritas band beraliran pop punk hanya menyuguhkan musik mereka dengan durasi terbilang singkat yaitu dengan durasi dua sampai dua setengah menit.
Mengutip dari Billboard, aliran musik Pop Punk ini lahir pada era 70-an yang dipelopori oleh band punk rock asal Amerika, Ramones dan band asal Inggris, Buzzcocks. Genre ini semakin eksis dan booming berkat kehadiran band asal Amerika, Green Day dan Blink-182 pada era 90-an hingga awal 2000-an yang sukses menjadikan tren dan bahkan lifestyle bagi kaula muda pada era tersebut.
| baca juga: Proses Panjang Ajak Green Day Konser di Indonesia |
Lirik-lirik pada band pop punk dirasa dekat dan lekat dengan kehidupan anak muda pada era itu dan bahkan masih digandrungi oleh sebagian anak muda hingga saat ini. Musik dengan aliran pop punk identik dengan menceritakan tentang romansa percintaan, masa sekolah, dan kedekatan dalam hubungan pertemanan.
Rekomendasi band pop punk
Buzzcocks
Pertama ada band asal Bolton, Britania Raya yang bernama Buzzcocks. Band ini merupakan salah satu pelopor subgenre pop punk yang melawan arus pakem genre punk yang identik dengan gaya rebelnya dalam menentang isu kehidupan sosial maupun politik. Buzzcocks justru menghindari politik dan dikenal dengan karya mereka yang menceritakan kisah lucu dan sedihnya romansa cinta dalam masa remaja.Buzzcocks awalnya berdiri pada tahun 1976 yang dikenal lewat album perdana mereka Another Music In A Different Kitchen dan Album Love Bites. Band ini dikenal dengan formasi awal mereka yaitu dengan Pete Shelley sebagai (Gitaris sekaligus vokalis), Steve Garvey (bass), dan John Maher (drum). Salah satu lagu hits mereka adalah “Ever Fallen In Love”.
Descendents
Selanjutnya ada band Descendents, band ini cukup eksis pada era 80-an dan masih aktif tampil di festival-festival musik hingga sekarang. Descendents merupakan band asal Manhattan Beach, California, Amerika Serikat yang didirikan pada tahun 1977.Selama masa berkariernya, Descendents sempat beberapa kali ganti personel. Formasi personel yang aktif saat ini adalah Milo Aukerman (vokalis), Bill Stevenson (drummer), Karl Alvarez (bassis), Stephen Egerton (gitaris). Mereka dikenal dengan lagu berjudul “Hope”.
Blink-182
Band ini pastinya sudah tidak asing lagi bagi sebagian para pembaca, Blink-182 kerap dilabeli sebagai band bergenre pop punk tersukses yang berhasil memperkenalkan genre pop punk ke khalayak luas. Band yang divokali oleh Tom DeLonge ini berhasil menjual sebanyak 50 juta album di seluruh dunia.Blink-182 terdiri dari Tom DeLonge sebagai (vokalis dan gitaris), Mark Hoppus (bassis dan vokal), dan Travis Barker selaku (drummer). Mereka dikenal lewat album Enema of The State yang masih sering diputar di berbagai platform musik hingga saat ini. Salah satu lagu Blink-182 yang terkenal adalah “All The Small Things”.
Green Day
Green Day dikenal lewat album Dookie yang merupakan album terbaik dan terpopuler mereka yang pertama kali dirilis pada tahun 1994. Band asal Amerika Serikat ini juga merupakan band bergenre Pop Punk tersukses seperti Blink-182.Green Day berformasikan Billie Joe Armstrong sebagai (Vokal dan Gitar), Mike Dirnt (Bass), dan Tre Cool (Drum). Mereka juga dikabarkan akan segera tampil perfom secara live di Jakarta pada, 15 Februari 2025 mendatang, membawakan setlist spesial perayaan 30 tahun album Dookie untuk para Idiot Nation–sebutan bagi fans Green Day.
Sum 41
Di posisi kelima ada Sum 41 yang berasal dari Ajax, Kanada. Band ini pernah masuk dalam nominasi penghargaan musik bergengsi Grammy Awards dan sempat masuk dalam top chart Billboard 100 di posisi ke-66. Salah satu lagu yang membuat Sum 41 terkenal adalah “Fat Lip” dari album All Killer No Filler.The Story So Far
The Story So Far identik dengan gaya pop punk yang dipadukan dengan genre post-hardcore dan emo. Band ini bahkan disebut sebagai band pop punk terbaik penerus kesuksesan Green Day dan Blink-182 di era 2010-an hingga saat ini.Dalam sesi tour dunia setelah Tom DeLonge memutuskan reuni bersama Blink-182, The Story So Far ditunjuk sebagai pembuka acara sesi tour dunia mereka. Band yang divokali oleh Parker Cannon ini sukses lewat album Under Soil and Dirt (2011) dan What You Don’t See (2013).
No Pressure
No Pressure merupakan side project dari Parker Cannon yang merupakan vokalis dari band The Story So Far. Proyek sampingan dari Parker Cannon ini juga masih merupakan band yang mengusung genre pop punk. No Pressure cukup populer setelah mereka merilis album berjudul No Pressure dengan hits yang populer yaitu “Too Far” dengan 5,1 juta pendengar di platform musik spotify.Unit pop punk asal California ini sebelumnya juga pernah manggung di Studio Palem, Kemang, Jakarta pada, 25 Januari 2023 tahun lalu.
Belmont
Terakhir ada band pop punk asal Chicago, Amerika Serikat bernama Belmont. Dalam karya musiknya mereka memadukan berbagai genre seperti. pop punk, metal dan math rock. Belmont dikenal lewat EP mereka berjudul Between You and Me. Salah satu lagu dengan pendengar terbanyak adalah lagu “Overstepping”.(Basuki Rachmat)
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(ELG)
Band Indonesia Prison of Blues Curi Perhatian di Eropa
Band Indonesia Prison of Blues Curi Perhatian di Eropa [320] url asal
#prison-of-blues #band-prison-of-blues #konser-prison-of-blues #band-punk #psychobilly #musik-psychobilly
(MedCom) 11/07/24 08:00
v/10392808/
Jakarta: Band Prison of Blues sukses menggemparkan panggung konser Psychobilly Meeting yang digelar di Santa Suzana, Barcelona, Spanyol pekan kemarin. Band asal Temanggung, Jawa Tengah itu mencuri perhatian penggila musik psychobilly di Eropa.Psychobilly merupakan genre musik yang memadukan unsur rockabilly dan punk rock. Prison of Blues mengawali penampilan mereka lewat lagu "Indonesia Psycho" yang menceritakan kejadian horor di Indonesia.
Endy drummer memainkan alat musik tiup tradisi dari Minang yakni Serunai yang kemudian disambut sound synth dan hammond dari gitaris Bayu Randu. Momen ini tentu menjadi hal baru bagi penggemar psychobilly karena menggabungkan instrumen tradisi dan juga modern.
"Setelah turun panggung saya sendiri kaget dan tidak percaya band ini mendapat antusiasme yang di luar ekspektasi saya, banyak sekali yang ke backstage untuk foto dan mengajak ngobrol dengan kami. Kebanyakan menanyakan alat musik yang kita mainkan karena ini unik," kata Bayu Randu.
Prison of Blues diundang dalam sebuah konser psychobilly terbesar dunia. Event ini juga sekaligus merayakan ulang tahun ke-30 Psychobilly Meeting tersebut.
| baca juga: Pesona Yuni Shara di Usia 52 Tahun, Masih Lincah Bergoyang |
Band yang terdiri dari Bowo (vokal/gitar), Aldino (contra bass), Bayu Randu (gitar) dan Endy (drum) itu berbagi panggung dengan band psychobilly legendaris seperti Mad Sin, Nek Romantix, Demented Are Go, The Rumjack, King Kurt dan lain lain. Prison of Blues menjadi band pertama dari Asia Tenggara yang diundang tampil dalam acara berskala internasional tersebut.
"Ini moment yang sangat ditunggu penggemar kami di sini, banyak yang datang khusus buat kami, mungkin karena tahun lalu kami gagal berangkat ke festival ini," kata Bowo.
Selain diundang manggung di Psychobilly Meeting di Santa Susanna, Spanyol, Prison of Blues juga diundang tampil di Storfaktor Festival dan Crazy Dayz Festival. Crazy Dayz Festival diselenggarakan di kota Cham, Jerman pada tanggal 12 dan 13 Juli 2024.
Prison of Blues dijadwalkan berada di Eropa selama tiga minggu dan 15 gigs. bersyukur tur mereka kali ini mendapat dukungan dari Kemendikbud dan Kemenparekraf.
(ELG)