#30 tag 24jam
Biaya Perang Gaza Mulai Membebani Rancangan Anggaran Israel
Biaya perang Gaza hingga Agustus 2024 mencapai 100 miliar shekel, sementara Bank of Israel memprediksi peningkatan 250 miliar di akhir 2025. - Halaman all [89] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #biaya-perang-membebani-israel #perang-gaza #rancangan-anggaran-israel #biaya-pinjaman-perang #serbuan-israel-ke-lebanon #hutang-israel #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 08/10/24 10:30
v/16146624/
LONDON, investor.id – Rancangan anggaran Israel dilaporkan mulai terbebani oleh biaya pinjaman untuk perang Gaza yang meletus sejak Oktober tahun lalu, setelah sebelumnya berhasil mengatasi kekacauan perang yang berisiko melebar menjadi konflik regional.
Menurut Kementerian Keuangan Israel, biaya langsung untuk mendanai perang di Gaza hingga bulan Agustus 2024 mencapai 100 miliar shekel (US$ 26,3 miliar). Sementara Bank of Israel memperkirakan jumlah tersebut dapat meningkat menjadi 250 miliar shekel di akhir 2025. Tetapi, proyeksi angka tersebut belum mencakup serbuan Israel ke Lebanon untuk memerangi Hizbullah, yang diklaim bakal bertambah.
Israel yang Haus Darah Dijamin akan Mendapat Balasan, Ini Janji Alquran
Alquran sudah mengingatkan, orang Yahudi yang kini berwujud zionis gemar berperang. [364] url asal
#genosida-israel #pembalasan-israel-di-dalam-alquran #israel-akan-dibalas #janji-alquran-untuk-bani-israel #watak-kaum-yahudi #israel-haus-darah #janji-alquran-untuk-bangsa-yahudi #janji-alquran-untuk
(Republika - Iqra) 23/09/24 14:00
v/15505042/
REPUBLIKA.CO.ID, Israel kembali membuat ulah dengan melakukan serangan teror melalui pager dan walky talky di Lebanon pada pekan lalu. Tidak cukup disitu, zionis juga melakukan serangan udara yang menyebabkan kematian pada puluhan warga termasuk komandan Hizbullah.
Alquran sudah memperingatkan bahwa orang-orang Yahudi yang saat ini berwujud Zionis Israel gemar menyalakan api peperangan dan berusaha menimbulkan kerusakan di bumi.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman
وَقَالَتِالْيَهُوْدُيَدُاللّٰهِمَغْلُوْلَةٌۗغُلَّتْاَيْدِيْهِمْوَلُعِنُوْابِمَاقَالُوْاۘبَلْيَدٰهُمَبْسُوْطَتٰنِۙيُنْفِقُكَيْفَيَشَاۤءُۗوَلَيَزِيْدَنَّكَثِيْرًامِّنْهُمْمَّآاُنْزِلَاِلَيْكَمِنْرَّبِّكَطُغْيَانًاوَّكُفْرًاۗوَاَلْقَيْنَابَيْنَهُمُالْعَدَاوَةَوَالْبَغْضَاۤءَاِلٰىيَوْمِالْقِيٰمَةِۗكُلَّمَآاَوْقَدُوْانَارًالِّلْحَرْبِاَطْفَاَهَااللّٰهُۙوَيَسْعَوْنَفِىالْاَرْضِفَسَادًاۗوَاللّٰهُلَايُحِبُّالْمُفْسِدِيْنَ
. . . . . (Alquran) yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu pasti akan menambah kedurhakaan dan kekufuran bagi kebanyakan mereka (Yahudi). Kami timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari Kiamat. Setiap kali mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya. Mereka berusaha (menimbulkan) kerusakan di bumi. Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS Al-Maidah Ayat 64)
Alquran juga dalam Surat Al-Isra Ayat 4 sampai 8 mengisyaratkan kehancuran bangsa Yahudi yang gemar berbuat kejahatan dan durhaka kepada Allah SWT.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَقَضَيْنَآاِلٰىبَنِيْٓاِسْرَاۤءِيْلَفِىالْكِتٰبِلَتُفْسِدُنَّفِىالْاَرْضِمَرَّتَيْنِوَلَتَعْلُنَّعُلُوًّاكَبِيْرًا
"Kami wahyukan kepada Bani Israil di dalam Kitab (Taurat) itu, “Kamu benar-benar akan berbuat kerusakan di bumi ini dua kali dan benar-benar akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.” (QS Al-Isra Ayat 4)
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
فَاِذَاجَاۤءَوَعْدُاُوْلٰىهُمَابَعَثْنَاعَلَيْكُمْعِبَادًالَّنَآاُولِيْبَأْسٍشَدِيْدٍفَجَاسُوْاخِلٰلَالدِّيَارِۗوَكَانَوَعْدًامَّفْعُوْلًا
"Apabila datang saat (kerusakan) yang pertama dari keduanya, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang perkasa, lalu mereka merajalela di kampung-kampung. Itulah janji yang pasti terlaksana." (QS Al-Isra Ayat 5)
Janji Allah untuk bangsa Yahudi..
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
ثُمَّرَدَدْنَالَكُمُالْكَرَّةَعَلَيْهِمْوَاَمْدَدْنٰكُمْبِاَمْوَالٍوَّبَنِيْنَوَجَعَلْنٰكُمْاَكْثَرَنَفِيْرًا
Kemudian, Kami memberikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka, membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak, dan menjadikanmu kelompok yang lebih besar. (QS Al-Isra Ayat 6)
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
اِنْاَحْسَنْتُمْاَحْسَنْتُمْلِاَنْفُسِكُمْۗوَاِنْاَسَأْتُمْفَلَهَاۗفَاِذَاجَاۤءَوَعْدُالْاٰخِرَةِلِيَسٗۤـُٔوْاوُجُوْهَكُمْوَلِيَدْخُلُواالْمَسْجِدَكَمَادَخَلُوْهُاَوَّلَمَرَّةٍوَّلِيُتَبِّرُوْامَاعَلَوْاتَتْبِيْرًا
Jika berbuat baik, (berarti) kamu telah berbuat baik untuk dirimu sendiri. Jika kamu berbuat jahat, (kerugian dari kejahatan) itu kembali kepada dirimu sendiri. Apabila datang saat (kerusakan) yang kedua, (Kami bangkitkan musuhmu) untuk menyuramkan wajahmu, untuk memasuki masjid (Baitul Maqdis) sebagaimana memasukinya ketika pertama kali, dan untuk membinasakan apa saja yang mereka kuasai. (QS Al-Isra Ayat 7)
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
عَسٰىرَبُّكُمْاَنْيَّرْحَمَكُمْۚوَاِنْعُدْتُّمْعُدْنَاۘوَجَعَلْنَاجَهَنَّمَلِلْكٰفِرِيْنَحَصِيْرًا
Mudah-mudahan Tuhanmu melimpahkan rahmat kepadamu. Akan tetapi, jika kamu kembali (melakukan kejahatan), niscaya Kami kembali (mengazabmu). Kami jadikan (neraka) Jahanam sebagai penjara bagi orang-orang kafir. (QS Al-Isra Ayat 8)
Membaca Tujuh Tanda Kedatangan Al-Masih Si Pendusta, Mesiah yang Dinantikan Bangsa Yahudi
Al-Masih yang mereka tunggu bukanlah kedatangan Nabi Isa al-Masih. [867] url asal
#bani-israel #bangsa-yahudi #almasih-yang-ditunggu-yahudi #tujuh-tanda-almasih-si-pendusta #bangsa-yahudi-tunggu-mesiah #hadits-tentang-yahudi #dajjal #dajjal-si-pendusta #almasih-dajjal #israel-tunggu
(Republika - Khazanah) 30/07/24 05:10
v/12603811/
REPUBLIKA.CO.ID, Israel memang bukan ‘negara’ biasa. Dia merupakan sebuah pertanda, terutama bagi penganut Islam, Kristen, dan Yahudi. Seperti ditulis pakar eskatologi Islam, Imran Hosein, dalam bukunya, Jerusalem in the Qur’an, Yahudi meyakini restorasi Israel —setelah dua ribu tahun Kerajaan Israel dihancurkan— merupakan satu dari tujuh tanda kehadiran Mahsiah, atau Moshiah, atau Mashiach, atau Moshiach.
Itu adalah bahasa Ibrani dari al-Masih atau Messiah. Tapi, al-Masih yang mereka tunggu bukanlah kedatangan Nabi Isa al-Masih, sebagaimana keyakinan Islam dan Kristen. Mereka menunggu Messiah yang lain.
Meski sedang berlangsung, restorasi Israel tersebut belumlah sempurna. Yang dimaksud restorasi Israel bukanlah sekadar pendirian negara Israel, tapi juga negara dengan luas seperti pada era Nabi Daud, yang merupakan era keemasan Bani Israil. Bahkan, gerakan Zionis saat ini menambahkannya dengan gagasan Israel Raya (Eretz Yisrael), yang membentang dari Delta Nil (yang kini masih dikuasai Mesir) hingga ke Sungai Eufrat (yang kini masih dikuasai oleh Irak), seperti yang tertulis di Kitab Genesis, bahkan lebih luas lagi.
Tanda kedua, dari kehadiran Messiah versi Yahudi, ini, adalah kembalinya orang-orang Ya hudi yang semula terpencar (diaspora) ke Tanah Suci (Yerusalem). Tanda kedua ini telah lama ber langsung, dan masih berlangsung sampai saat ini. Terus mengalirnya orang-orang Yahudi dari berbagai penjuru dunia ke Israel, membu tuh kan tem pat tinggal. Dan, persoalan inilah yang sampai saat ini terus menerus memicu persoalan, karena Israel te rus mem bangun pemukiman baru, dan mengusir orang Arab.
Tanda ketiga, adalah pembebasan Tanah Suci (Yeru salem) dari tangan goyim (sebutan untuk semua orang non-Yahudi). Tanda ketiga ini pun sudah terjadi, tapi juga belum sepenuhnya sempurna.
Pada 1948, saat Israel diproklamasikan, mereka telah me nguasai Yerusalem Barat. Setahun kemudian, Israel menobatkan Yerusalem sebagai ibu kota. Bahkan, saat itu, parlemen Israel (Knesset) yang semula di Tel Aviv, telah diboyong ke sana. Namun, saat itu, Yerusalem Timur —yang meru pakan lokasi Kota Tua Yerusalem, dan merupakan tempat berdirinya situs penting tiga agama, termasuk Masjid al-Aqsa— masih dikuasai bangsa Arab (Yordania). Yerusalem Timur dicaplok Israel, setelah Perang Enam Hari pada 1967.
Meski Israel secara sempurna telah menguasai Yerusalem, dan mengklaim Yerusalem sebagai ibu kota abadi Israel, namun sampai saat ini prosesnya masih tarik-ulur. Pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel itu kerap muncul dalam kampanye presiden Amerika Serikat, terutama Donald Trump.
Tanda keempat, adalah kembali dibangunnya Kuil Sulaiman (Haykal Sulaiman atau Masjid Sulaiman). Tanda ini pun belum terpenuhi. Kendati Kota Tua Yerusalem telah berada di bawah pendudukan Israel, namun Masjid al-Aqsa dan Masjid Kubah Batu (the Dome of Rock) masih berdiri. Kompleks Haram al-Sharif ini, berdiri di atas reruntuhan Haikal Sulaiman yang dihancurkan Romawi. Kompleks ini, sampai saat ini masih dikelola Yayasan Wakaf di bawah pemerintahan Palestina dan Yordania.
Tapi, skenario penghancuran Masjid al-Aqsa itu, hanyalah menunggu waktu. Di atas kompleks itulah di rencanakan akan dibangun Kuil Sulaiman. Ini me rupakan kuil ketiga. Kuil pertama dibangun Nabi Sulaiman, sebelum akhirnya dihancurkan Nebukadnezar. Kuil kedua dibangun Cyrus Agung, dan kemudian dihancur kan Romawi. Sedangkan kuil ketiga, menurut keyakinan Yahudi, akan dibangun di masa mendatang, yang menjadi pertanda era messiah (the messianic age).
Tanda kelima, Israel suatu saat akan menjadi negara superpower, seperti halnya Kerajaan Nabi Daud dan Nabi Sulaiman. Ini pun hanya perkara waktu. Israel an ta ra lain sudah memiliki sen jata nuklir, yang meru pakan sa lah satu prasyarat negara superpower. Saat ini, yang menguasai percaturan po litik dan perekonomian du nia pun orang-orang Yahudi.
Tanda keenam, super power Israel itu akan dipimpin oleh Messiah. Dia akan memerintah dari atas tahta Nabi Daud atau dari Yerusalem.Tanda ketujuh, kekuasaan itu akan abadi, hingga kiamat tiba.
Messiah yang dinantikan Israel..
Persoalannya adalah, siapa Messiah yang ditung gu-tunggu oleh orang Yahudi itu? Lebih dari dua ribu tahun lalu, kaum Yahudi telah menolak Nabi Isa sebagai al-Masih. Mereka bahkan berkonspirasi dengan penguasa Romawi untuk menya libnya. Sampai saat ini, orang Yahudi menanggap Nabi Isa sebagai al-Masih palsu (the false messiah), karena menurut anggapan mereka Nabi Isa telah terbunuh, dan selama hidupnya tidak memenuhi nubuatan sebagai al- Masih, seperti merestorasi Israel, membangun kembali haikal Sulaiman, mengembalikan bani Israil ke tanah Suci, menjadi raja , dan seterusnya.
Bahkan, orang Yahudi menyampaikan tuduhan-tuduhan keji kepada Nabi Isa dan ibunya, Maryam. Bahwa Nabi Isa adalah anak zina, dan melakukan sihir. Sedangkan ibunya, Maryam, adalah seorang pezina.
Setelah peristiwa penolakan Nabi Isa —yang merupakan keturunan Nabi Daud— sebagai al-Masih tersebut, Tuhan tidak lagi menurunkan nabi kepada Bani Israil. Dan beratus-ratus tahun, persoalan ini menjadi perdebatan antara kaum Yahudi yang menolak Nabi Isa dengan Yahudi pengikut Nabi Isa, yang menjadi cikal bakal Nasrani.
Sampai Nabi Muhammad SAW diutus, yang membenarkan Nabi Isa adalah al-Masih yang sebenarnya. Dan, al-Masih akan turun kembali di akhir zaman, menjadi hakimun adl, atau penguasa adil.
Lalu, siapa Messiah yang ditunggu oleh kaum Yahudi? Nabi Muhammad telah memperingatkan tentang kedatangan al-Masih Dajjal, yang secara harfiah berarti al-Masih Pendusta. Orang Kristen menyebutnya sebagai antikristus.
“Setelah kaum Yahudi menolak mengakui al-Masih yang asli, yaitu Nabi Isa Putra Maryam, sebuah divine punishment yang paling buruk pun menanti. Ya’juj dan Ma’juj kini membawa orang-orang Yahudi kepada al-Masih palsu, yang akan memimpin mereka dalam petualangan menuju kehancuran,” kata Imran Hosein.
Tiga Ayat Alquran Kisahkan Betapa Gemar Kaum Yahudi Membunuh Manusia
Kejahatan mereka yang terbukti dalam sejarah, menyebabkan mereka mendapat celaan. [886] url asal
#israel #israel-bunuh-warga-sipil #genosida-israel-di-gaza #konflik-hamas-israel #pertempuran-hamas-israel #ayat-alquran-tentang-bani-israel #ayat-alquran-tentang-yahudi #ayat-alquran-tentang-kekejaman
(Republika - Iqra) 12/07/24 18:41
v/10548412/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Alquran merupakan kalamullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara malaikat Jibril. Dalam Alquran telah diungkapkan juga kegemaran membunuh kaum Yahudi.
Tidak hanya itu, kaum Yahudi bahkan disebut kerap membuh para nabi yang mengajak manusia untuk baik dan berlaku adil. Setidaknya ada tiga ayat Alquran yang mengungkapkan kegemaran kaum Yahudi membunuh:
1. Surat Ali Imran ayat 21
Dalam ayat ini, Allah menggambarkan kedurhakaan kaum Yahudi dan kegemaran mereka membunuh para nabi. Mereka terbiasa membunuh mereka hanya karena ajarannya dianghap tidak sesuai dengan tradisinya.
Allah SWT berfirman:
إِنَّالَّذِينَيَكْفُرُونَبِآيَاتِاللَّهِوَيَقْتُلُونَالنَّبِيِّينَبِغَيْرِحَقٍّوَيَقْتُلُونَالَّذِينَيَأْمُرُونَبِالْقِسْطِمِنَالنَّاسِفَبَشِّرْهُمْبِعَذَابٍأَلِيمٍأُولَٰئِكَالَّذِينَحَبِطَتْأَعْمَالُهُمْفِيالدُّنْيَاوَالْآخِرَةِوَمَالَهُمْمِنْنَاصِرِينَ
Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Allah, membunuh para nabi tanpa hak (alasan yang benar), dan membunuh manusia yang memerintahkan keadilan, sampaikanlah kepada mereka kabar ‘gembira’ tentang azab yang pedih." (QS Ali Imran [3]:21)
Dalam Tafsir Tahlili Kemenag dijelaskan, dalam ayat ini Allah mencela sikap orang Yahudi di zaman para rasul sebelum Nabi Muhammad, yang dengan taklid buta mengikuti perbuatan nenek moyang mereka. Padahal sesungguhnya mereka sudah mengetahui kesalahan dan kejahatan nenek moyang mereka.
Dengan keterangan ayat ini, bertambah jelaslah keburukan orang Yahudi. Sukar bagi mereka mencari alasan untuk membersihkan diri dengan menyatakan beriman. Kejahatan mereka yang terbukti dalam sejarah, menyebabkan mereka mendapat celaan dan kutukan.
Orang Yahudi di zaman Rasulullah SAW dianggap ikut bersalah, karena mereka tidak menunjukkan sikap tidak setuju terhadap kejahatan nenek moyang mereka. Di samping membunuh para nabi, orang Yahudi zaman dahulu juga telah membunuh para hukama (orang-orang bijaksana), yaitu yang disebut dalam ayat ini sebagai “orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil”. Mereka terdiri dari cerdik pandai, yang menjadikan keadilan itu sebagai tiang keutamaan.
Martabat para hukama′di dalam memberikan petunjuk di bawah martabat para nabi dan demikian pula pengaruh mereka. Membunuh hukama′berarti membunuh akal dan menghancurkan keadilan. Hal ini merupakan dosa besar dan sangat merugikan. Karena itu Allah memberikan peringatan kepada orang Yahudi bahwa mereka akan menerima azab yang pedih di dunia dan di akhirat.
Siapakah yang lebih berhak menerima azab yang pedih itu kalau bukan mereka yang kejam lagi melampaui batas dalam berbuat kejahatan, seperti membunuh para nabi dan para cerdik pandai?
2. Surat Ali Imran Ayat 112
Dalam ayat ini, Allah kembali mengungkapkan keburukan kaum Yahudi yang gemar membunuh. Tercatat dalam sejarah, nabi yang dibunuh oleh kaum Yahudi antara lain adalah Nabi Zakaria dan Nabi Yahya. Bahkan, mereka pun mengejar-ngejar Nabi Isa untuk dibunuh meskipun kemudian Nabi Isa diselamatkan dan diangkat oleh Allah SWT ke langit.
Allah SWT berfirman:
ضُرِبَتْعَلَيْهِمُالذِّلَّةُأَيْنَمَاثُقِفُواإِلَّابِحَبْلٍمِنَاللَّهِوَحَبْلٍمِنَالنَّاسِوَبَاءُوابِغَضَبٍمِنَاللَّهِوَضُرِبَتْعَلَيْهِمُالْمَسْكَنَةُۚذَٰلِكَبِأَنَّهُمْكَانُوايَكْفُرُونَبِآيَاتِاللَّهِوَيَقْتُلُونَالْأَنْبِيَاءَبِغَيْرِحَقٍّۚذَٰلِكَبِمَاعَصَوْاوَكَانُوايَعْتَدُونَ
Artinya: “Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. Yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas." (QS Ali Imran: 112).
3. Surat Al Maidah Ayat 70
Dalam ayat ini, Allah juga mengungkapkan Bani Israil atau kaum Yahudi yang suka membunuh. Walaupun, menurut Prof M Quraish Shihab, ada perbedaan antara Bani Israil dan Yahudi. Menurut dia, Bani Israil masih ada yang baik. Tapi, kalau Alquran menyebut Yahudi pasti menunjukkan celaan.
Allah SWT berfirman:
لَقَدْاَخَذْنَامِيْثَاقَبَنِيْٓاِسْرَاۤءِيْلَوَاَرْسَلْنَآاِلَيْهِمْرُسُلًاۗكُلَّمَاجَاۤءَهُمْرَسُوْلٌۢبِمَالَاتَهْوٰٓىاَنْفُسُهُمْۙفَرِيْقًاكَذَّبُوْاوَفَرِيْقًايَّقْتُلُوْنَ
Artinya: "Sungguh, Kami benar-benar telah mengambil perjanjian dari Bani Israil dan telah mengutus rasul-rasul kepada mereka. Setiap kali rasul datang kepada mereka dengan membawa apa yang tidak sesuai dengan hawa nafsu mereka, sebagian (dari rasul itu) mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh." (QS Al-Ma'idah [5]:70)
Ayat ini menerangkan bahwa Allah mengambil janji dari Bani Israil yaitu berupa ikrar mereka untuk beriman kepada Allah dan mengamalkan isi Taurat selaku syariah yang diturunkan Allah kepada mereka. Untuk memberikan penjelasan isi kitab tersebut Allah mengutus rasul-rasul-Nya kepada mereka. Tetapi setiap kali datang kepada mereka seorang rasul yang membawa petunjuk yang tidak sesuai dengan keinginan mereka, mereka perlakukan rasul itu dengan perlakuan yang sangat keji.
Segolongan mereka mendustakan rasul dan sebagian mereka menganiaya dan membunuh rasul. Hal itu menunjukkan betapa jahatnya tingkah laku mereka sehingga petunjuk yang dibawa oleh rasul tidak sedikit pun berkesan di hati mereka, malahan kekufuran dan kezaliman mereka yang semakin bertambah-tambah.
Itulah tiga ayat Alquran yang mengungkapkan keburukan kaum Yahudi yang suka gemar membunuh. Namun, tidak bisa menutup mata juga terhadap ayat-ayat lain yang juga memuji orang Yahudi. Pembacaan Alquran yang tepat dan menyeluruh menunjukkan bahwa Alquran tidak bersifat anti-Semit.
Menurut Alquran, tidak ada ras dan tidak ada orang yang secara ontologis lebih unggul dari yang lain. Bahkan, Alquran memperingatkan orang-orang beriman agar tidak meremehkan kelompok orang lain.
Allah SWT berfirman:
يٰٓاَيُّهَاالَّذِيْنَاٰمَنُوْالَايَسْخَرْقَوْمٌمِّنْقَوْمٍعَسٰٓىاَنْيَّكُوْنُوْاخَيْرًامِّنْهُمْ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan itu) lebih baik daripada mereka (yang mengolok-olok)."
Jadi ketika orang Yahudi dikritik atau dipuji dalam Alquran, itu sepenuhnya didasarkan pada tindakan mereka, bukan ras atau agama mereka, seperti halnya dengan Muslim. Misalnya, di dalam Alquran Muslim juga dikritik karena percaya pada hoaks, Allah SWT berfirman:
لَوْلَآاِذْسَمِعْتُمُوْهُظَنَّالْمُؤْمِنُوْنَوَالْمُؤْمِنٰتُبِاَنْفُسِهِمْخَيْرًاۙوَّقَالُوْاهٰذَآاِفْكٌمُّبِيْنٌ
Artinya: "Mengapa orang-orang mukmin dan mukminat tidak berbaik sangka terhadap kelompok mereka sendiri, ketika kamu mendengar berita bohong itu, dan berkata, “Ini adalah (berita) bohong yang nyata?”(QS An-Nur [24]:12)
Umat Islam juga dikritik karena meninggalkan Alquran sebagai panduan. Allah SWT berfirman:
وَقَالَالرَّسُوْلُيٰرَبِّاِنَّقَوْمِىاتَّخَذُوْاهٰذَاالْقُرْاٰنَمَهْجُوْرًا
Artinya: "Rasul (Nabi Muhammad) berkata, “Wahai Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Alquran ini (sebagai) sesuatu yang diabaikan.”
(QS Al-Furqan [25]:30)
Tiga Ayat Alquran Kisahkan Betapa Gemarnya Kaum Yahudi Membunuh Manusia
Kejahatan mereka yang terbukti dalam sejarah, menyebabkan mereka mendapat celaan. [886] url asal
#israel #israel-bunuh-warga-sipil #genosida-israel-di-gaza #konflik-hamas-israel #pertempuran-hamas-israel #ayat-alquran-tentang-bani-israel #ayat-alquran-tentang-yahudi #ayat-alquran-tentang-kekejaman
(Republika - Iqra) 12/07/24 18:40
v/10548413/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Alquran merupakan kalamullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara malaikat Jibril. Dalam Alquran telah diungkapkan juga kegemaran membunuh kaum Yahudi.
Tidak hanya itu, kaum Yahudi bahkan disebut kerap membuh para nabi yang mengajak manusia untuk baik dan berlaku adil. Setidaknya ada tiga ayat Alquran yang mengungkapkan kegemaran kaum Yahudi membunuh:
1. Surat Ali Imran ayat 21
Dalam ayat ini, Allah menggambarkan kedurhakaan kaum Yahudi dan kegemaran mereka membunuh para nabi. Mereka terbiasa membunuh mereka hanya karena ajarannya dianghap tidak sesuai dengan tradisinya.
Allah SWT berfirman:
إِنَّالَّذِينَيَكْفُرُونَبِآيَاتِاللَّهِوَيَقْتُلُونَالنَّبِيِّينَبِغَيْرِحَقٍّوَيَقْتُلُونَالَّذِينَيَأْمُرُونَبِالْقِسْطِمِنَالنَّاسِفَبَشِّرْهُمْبِعَذَابٍأَلِيمٍأُولَٰئِكَالَّذِينَحَبِطَتْأَعْمَالُهُمْفِيالدُّنْيَاوَالْآخِرَةِوَمَالَهُمْمِنْنَاصِرِينَ
Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Allah, membunuh para nabi tanpa hak (alasan yang benar), dan membunuh manusia yang memerintahkan keadilan, sampaikanlah kepada mereka kabar ‘gembira’ tentang azab yang pedih." (QS Ali Imran [3]:21)
Dalam Tafsir Tahlili Kemenag dijelaskan, dalam ayat ini Allah mencela sikap orang Yahudi di zaman para rasul sebelum Nabi Muhammad, yang dengan taklid buta mengikuti perbuatan nenek moyang mereka. Padahal sesungguhnya mereka sudah mengetahui kesalahan dan kejahatan nenek moyang mereka.
Dengan keterangan ayat ini, bertambah jelaslah keburukan orang Yahudi. Sukar bagi mereka mencari alasan untuk membersihkan diri dengan menyatakan beriman. Kejahatan mereka yang terbukti dalam sejarah, menyebabkan mereka mendapat celaan dan kutukan.
Orang Yahudi di zaman Rasulullah SAW dianggap ikut bersalah, karena mereka tidak menunjukkan sikap tidak setuju terhadap kejahatan nenek moyang mereka. Di samping membunuh para nabi, orang Yahudi zaman dahulu juga telah membunuh para hukama (orang-orang bijaksana), yaitu yang disebut dalam ayat ini sebagai “orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil”. Mereka terdiri dari cerdik pandai, yang menjadikan keadilan itu sebagai tiang keutamaan.
Martabat para hukama′di dalam memberikan petunjuk di bawah martabat para nabi dan demikian pula pengaruh mereka. Membunuh hukama′berarti membunuh akal dan menghancurkan keadilan. Hal ini merupakan dosa besar dan sangat merugikan. Karena itu Allah memberikan peringatan kepada orang Yahudi bahwa mereka akan menerima azab yang pedih di dunia dan di akhirat.
Siapakah yang lebih berhak menerima azab yang pedih itu kalau bukan mereka yang kejam lagi melampaui batas dalam berbuat kejahatan, seperti membunuh para nabi dan para cerdik pandai?
2. Surat Ali Imran Ayat 112
Dalam ayat ini, Allah kembali mengungkapkan keburukan kaum Yahudi yang gemar membunuh. Tercatat dalam sejarah, nabi yang dibunuh oleh kaum Yahudi antara lain adalah Nabi Zakaria dan Nabi Yahya. Bahkan, mereka pun mengejar-ngejar Nabi Isa untuk dibunuh meskipun kemudian Nabi Isa diselamatkan dan diangkat oleh Allah SWT ke langit.
Allah SWT berfirman:
ضُرِبَتْعَلَيْهِمُالذِّلَّةُأَيْنَمَاثُقِفُواإِلَّابِحَبْلٍمِنَاللَّهِوَحَبْلٍمِنَالنَّاسِوَبَاءُوابِغَضَبٍمِنَاللَّهِوَضُرِبَتْعَلَيْهِمُالْمَسْكَنَةُۚذَٰلِكَبِأَنَّهُمْكَانُوايَكْفُرُونَبِآيَاتِاللَّهِوَيَقْتُلُونَالْأَنْبِيَاءَبِغَيْرِحَقٍّۚذَٰلِكَبِمَاعَصَوْاوَكَانُوايَعْتَدُونَ
Artinya: “Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. Yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas." (QS Ali Imran: 112).
3. Surat Al Maidah Ayat 70
Dalam ayat ini, Allah juga mengungkapkan Bani Israil atau kaum Yahudi yang suka membunuh. Walaupun, menurut Prof M Quraish Shihab, ada perbedaan antara Bani Israil dan Yahudi. Menurut dia, Bani Israil masih ada yang baik. Tapi, kalau Alquran menyebut Yahudi pasti menunjukkan celaan.
Allah SWT berfirman:
لَقَدْاَخَذْنَامِيْثَاقَبَنِيْٓاِسْرَاۤءِيْلَوَاَرْسَلْنَآاِلَيْهِمْرُسُلًاۗكُلَّمَاجَاۤءَهُمْرَسُوْلٌۢبِمَالَاتَهْوٰٓىاَنْفُسُهُمْۙفَرِيْقًاكَذَّبُوْاوَفَرِيْقًايَّقْتُلُوْنَ
Artinya: "Sungguh, Kami benar-benar telah mengambil perjanjian dari Bani Israil dan telah mengutus rasul-rasul kepada mereka. Setiap kali rasul datang kepada mereka dengan membawa apa yang tidak sesuai dengan hawa nafsu mereka, sebagian (dari rasul itu) mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh." (QS Al-Ma'idah [5]:70)
Ayat ini menerangkan bahwa Allah mengambil janji dari Bani Israil yaitu berupa ikrar mereka untuk beriman kepada Allah dan mengamalkan isi Taurat selaku syariah yang diturunkan Allah kepada mereka. Untuk memberikan penjelasan isi kitab tersebut Allah mengutus rasul-rasul-Nya kepada mereka. Tetapi setiap kali datang kepada mereka seorang rasul yang membawa petunjuk yang tidak sesuai dengan keinginan mereka, mereka perlakukan rasul itu dengan perlakuan yang sangat keji.
Segolongan mereka mendustakan rasul dan sebagian mereka menganiaya dan membunuh rasul. Hal itu menunjukkan betapa jahatnya tingkah laku mereka sehingga petunjuk yang dibawa oleh rasul tidak sedikit pun berkesan di hati mereka, malahan kekufuran dan kezaliman mereka yang semakin bertambah-tambah.
Itulah tiga ayat Alquran yang mengungkapkan keburukan kaum Yahudi yang suka gemar membunuh. Namun, tidak bisa menutup mata juga terhadap ayat-ayat lain yang juga memuji orang Yahudi. Pembacaan Alquran yang tepat dan menyeluruh menunjukkan bahwa Alquran tidak bersifat anti-Semit.
Menurut Alquran, tidak ada ras dan tidak ada orang yang secara ontologis lebih unggul dari yang lain. Bahkan, Alquran memperingatkan orang-orang beriman agar tidak meremehkan kelompok orang lain.
Allah SWT berfirman:
يٰٓاَيُّهَاالَّذِيْنَاٰمَنُوْالَايَسْخَرْقَوْمٌمِّنْقَوْمٍعَسٰٓىاَنْيَّكُوْنُوْاخَيْرًامِّنْهُمْ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan itu) lebih baik daripada mereka (yang mengolok-olok)."
Jadi ketika orang Yahudi dikritik atau dipuji dalam Alquran, itu sepenuhnya didasarkan pada tindakan mereka, bukan ras atau agama mereka, seperti halnya dengan Muslim. Misalnya, di dalam Alquran Muslim juga dikritik karena percaya pada hoaks, Allah SWT berfirman:
لَوْلَآاِذْسَمِعْتُمُوْهُظَنَّالْمُؤْمِنُوْنَوَالْمُؤْمِنٰتُبِاَنْفُسِهِمْخَيْرًاۙوَّقَالُوْاهٰذَآاِفْكٌمُّبِيْنٌ
Artinya: "Mengapa orang-orang mukmin dan mukminat tidak berbaik sangka terhadap kelompok mereka sendiri, ketika kamu mendengar berita bohong itu, dan berkata, “Ini adalah (berita) bohong yang nyata?”(QS An-Nur [24]:12)
Umat Islam juga dikritik karena meninggalkan Alquran sebagai panduan. Allah SWT berfirman:
وَقَالَالرَّسُوْلُيٰرَبِّاِنَّقَوْمِىاتَّخَذُوْاهٰذَاالْقُرْاٰنَمَهْجُوْرًا
Artinya: "Rasul (Nabi Muhammad) berkata, “Wahai Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Alquran ini (sebagai) sesuatu yang diabaikan.”
(QS Al-Furqan [25]:30)