Pihak perusahaan Telegram akhirnya mengirimkan pernyataan resminya terkait penahanan Pendiri dan CEO, Pavel Durov, di Prancis. Telegram mengatakan mematuhi hukum di Uni Eropa dan Pavel Durov tak bermaksud menyembunyikan apapun.
Hal itu disampaikan Telegram melalui kanal resmi mereka di Telegram, yakni “Telegram News” pada pukul 02.03 WIB dini hari tadi.
Telegram: Pavel Durov Tidak Bertanggung Jawab atas Penyalahgunaan Platform oleh PenggunaSecara resmi Telegram mematuhi hukum dan undang-undang yang berlaku di Uni Eropa termasuk Prancis. Bahkan tersirat pesan bahwa pemilik platform tidak dapat dianggap bertanggung jawab atas penyalahgunaan oleh pengguna di dalam platform itu.
“Telegram mematuhi hukum Uni Eropa, termasuk Digital Services Act perihal moderasi pesan di platform kami sesuai dengan standar industri dan terus disesuaikan. CEO Telegram Pavel Durov pun tidak memiliki apa pun yang disembunyikan dan memang sering bepergian ke Eropa. Mengklaim bahwa sebuah platform atau pemiliknya bertanggung jawab atas penyalahgunaan platform tersebut adalah hal yang absurd. Hampir satu miliar pengguna di seluruh dunia menggunakan Telegram sebagai sarana komunikasi dan sumber informasi penting. Kami menantikan penyelesaian situasi ini dengan segera. Telegram selalu bersama kalian semua,” sebut Telegram.

Pembelian TON oleh Grachev memang tidak datang pada waktu yang lebih baik, mengingat kinerja TON dalam 24 jam terakhir. Data dari CoinmarketCap menunjukkan bahwa TON turun lebih dari 20 persen, mencapai titik terendah US$5,249 setelah berita penangkapan tersebut tersebar. [ps]