Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bojonegoro minta maaf buntut dihentikannya debat publik perdana bagi calon wakil bupati (cawabup) di Pilkada Bojonegoro, Sabtu (19/10).
Debat publik itu terpaksa dihentikan lantaran Calon Bupati Bojonegoro nomor urut 01, Teguh Haryono, memaksa naik ke panggung.
"Memang sangat disayangkan. Sebelumnya saya mohon maaf kepada masyarakat Bojonegoro atas dihentikannya debat pertama Pilkada serentak ini," ujar Ketua KPU Bojonegoro, Robby Adi Perwira, Rabu (23/10).
"Jadi kemarin teman-teman media sama-sama mengetahui bahwa dihentikannya debat publik pertama calon wakil bupati karena situasi dan kondisi tidak memungkinkan untuk dilanjutkan. Jadi saya mohon maaf terjadinya seperti itu," lanjutnya.
Terkait dengan pemberhentian itu, kata Robby, pihaknya akan memanggil tim dari masing-masing pasangan calon cabup dan cawabup Bojonegoro. Nantinya, akan dikoordinasikan kembali terkait dengan teknis dan format debat Pilbup Bojonegoro 2024.
"Rencana kami sangat amat berharap akan kami koordinasikan kepada kedua belah pihak dengan adanya mungkin dengan format baru yang sama-sama disetujui, sama-sama menerima untuk tetap menjalankan debat selanjutnya," jelasnya.
Ia mengungkapkan bahwa memang saat rapat koordinasi sebelum pelaksanaan debat publik perdana itu sempat deadlock atau tidak menemui kesepakatan dari kedua belah pihak paslon.
"Proses (deadlock) itu memang terjadi. Akan tetapi memang kita sudah beberapa kali mengkomunikasikan sehingga tidak terjadi kesepakatan. Semoga selanjutnya demi masyarakat Bojonegoro, demi keamanan dan ketertiban, semoga debat berikutnya saya juga akan mengkoordinasikan, saya harap kedua belah pihak bisa saling memahami dan kita akan melaksanakan debat dengan format baru yang sama-sama yang saling bisa menyetujui," ungkapnya.
Debat publik perdana antara cawabup nomor urut 01 Farida Hidayati dan cawabup nomor urut 02 Nurul Azizah, Pilkada Bojonegoro 2024 terpaksa dihentikan pada Sabtu (19/10) lalu.
Awalnya, moderator acara meminta kedua cawabup naik ke atas panggung, dan mempersilakan cawabup nomor urut 01, Farida Hidayati untuk menyampaikan visi dan misinya.
Namun sebelum menyampaikan visi dan misi, Cawabup Farida Hidayati malah meminta Cabup Teguh Haryono untuk naik ke atas panggung.
"Karena ini merupakan pasangan calon, maka saya meminta Mas Teguh Haryono untuk naik ke atas panggung," kata Farida Hidayati.
Permintaan cawabup Farida ini sontak mendapat sorakan riuh dari pendukung cawabup nomor urut 02 Nurul Azizah.
"Ini debat cawabup, bukan debat pasangan calon bupati, bilang saja gak berani," ujar salah satu pendukung cawabup 02 Nurul Azizah.
Alasan cawabup nomor Farida Hidayati mengajak Teguh Haryono naik ke atas panggung untuk ikut debat perdana karena Farida Hidayati mengacu pada Peraturan KPU (PKPU) nomor 13 dan Kepoutusan KPU (KKPU) nomor 1363.