Dek jembatan digantung pada kabel-kabel yang digantung pada penyangga vertikal. Selanjutnya penyangga tersebut ditopang oleh kabel-kabel utama yang lebih besar yang dipasang di antara menara-menara jembatan.
Jembatan suspensi mempunyai menara tinggi dan kabel utama yang menopang seluruh panjang dek jembatan.
Kemudian sering digunakan untuk bentang yang lebih panjang, biasanya berkisar antara 500 meter hingga lebih dari 2.000 meter.
Jenis jembatan ini dikenal karena fleksibilitasnya dan kemampuannya untuk menjangkau jarak Jauh, sehingga ideal untuk melintasi perairan besar atau lembah yang dalam.
Salah satu contoh jembatan suspensi ialah infrastruktur jembatan gantung di berbagai wilayah Indonesia.