BALI, KOMPAS.com - Belum banyak yang tahu bahwa Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno lahir dari dua sejoli yang saling jatuh hati di Pulau Bali. Mereka ialah Nyoman Rai Srimben dengan Raden Soekemi Sosrodihardjo.
Kisah Nyoman Rai Srimben semasa hidup hingga akhirnya bertemu dan menikah dengan Raden Soekemi dapat diketahui ketika berkunjung ke Rumah Asal Nyoman Rai Srimben di Kabupaten Buleleng, yang saat ini sudah dinobatkan sebagai cagar budaya.
Pada kegiatan Press Tour bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) ke Bali Utara pada Sabtu (10/8/2024) Kompas.com berkesempatan berkunjung ke tempat itu.
Lokasinya di Jalan Gunung Batur Nomor 24, Paket Agung, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali Utara
Rumah asal Nyoman Rai Srimben ini terpusat dalam satu area, dibatasi pagar tembok dan di dalamnya terdapat deretan rumah yang masih mempertahankan gaya kuno.
Kompas.com/ Suci Wulandari Putri Rumah Asal Nyoman Rai Srimben, Ibunda Bung Karno, di Buleleng, Sabtu (10/8/2024).Berdasarkan pemaparan pemandu di kawasan rumah asal Nyoman Rai Srimben, Made, orang-orang yang tinggal di daerah tersebut pada zaman dahulu menganut doktrin harus menikah dengan sesama keluarga yang masih tinggal di dalam satu daerah.
Konon, lanjut Made, Nyoman Rai Srimben semasa muda ialah seorang penari rejang, tarian sakral yang ditampilkan saat upacara agama.
Sementara itu, Raden Soekemi ialah laki-laki asal Blitar, Jawa Timur, yang ditugaskan sebagai guru di Buleleng oleh pemerintah Belanda pada 10 Oktober 1891.
"Nyoman Rai sering menari di pura, dan beberapa kali dilihat dari jauh oleh Raden Soekemi. Dari situ sepertinya Raden Soekemi jatuh cinta dan ingin menyampaikan maksud hati ingin menikahi Nyoman Rai Srimben," jelas Made, Sabtu (10/8/2024).
Di dalam kawasan ini juga terdapat rumah panggung yang menyimpan ranji keluarga Nyoman Rai, hingga lahirnya Soekarno. Lengkap dengan patung Nyoman Rai Srimben yang tengah duduk di atas kursi.
Kompas.com/ Suci Wulandari Putri Potret pemandu wisata saat menjelaskan kehidupan Nyoman Rai Sarimben, Ibunda Bung Karno, Sabtu (10/8/2024).Menambahkan dari laman resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Nyoman Rai Srimben lahir dari keluarga rohaniawan yang mengurus masalah keagamaan dan adat istiadat di Pura Bale Agung.
Kisah pernikahan Nyoman Rai dan Raden Soekemi pada saat itu ditolak, lantaran ada tradisi di Bale Agung bahwa perempuan di daerah tersebut tidak boleh dipersunting pihak luar.
Singkat cerita, pernikahan kedua sejoli ini menyebabkan Raden Soekemi harus menjalani persidangan pada masa pemerintahan Hindia Belanda.
Soekemi dianggap menyebabkan kegaduhan pada sistem tatanan adat di Bale Agung. Alhasil, Soekemi dijatuhi sanksi denda sebesar 40 ringgit.
Rumah yang ditinggali Soekemi dan Srimben di Buleleng sempat roboh karena usianya yang sudah terlampau tua. Namun, rumah tersebut kembali dibangun dengan bentuk yang serupa.
Kawasan rumah asal Nyoman Rai Srimben ini terbuka untuk kunjungan wisatawan. Tidak ada tiket masuk yang perlu dibayar, alias gratis.
Wisatawan yang hendak datang ke kawasan ini bisa datang setiap hari, namun disarankan datang selain hari libur atau pada hari upacara adat di Bali.