#30 tag 24jam
Ini Janji Ari Fahrial Syam Bila Jadi Rektor Universitas Indonesia
Ari Fahrial Syam berjanji, jika menjadi rektor UI, maka bahwa UI juga bisa masuk menjadi 5 kampus berkualitas di Asean. [281] url asal
#ari-fahrial-syam #rektor-ui #calon-rektor #ui #universitas-indonesia
(Bisnis.Com) 20/09/24 20:40
v/15302358/
Bisnis.com, JAKARTA - Ari Fahrial Syam mencalonkan diri sebagai rektor Universitas Indonesia periode 2024-2029.
Nama Ari Fahrial masuk dalam tiga nama calon rektor Universitas Indonesia periode 2024–2029 lolos seleksi tahap penyaringan.
Adapun ketiga nama itu yakni Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, FACG (Fakultas Kedokteran UI); Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU (Fakultas Teknik UI); dan Teguh Dartanto, Ph.D. (Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI).
Ari berjanji, bila dia menjadi rektor UI, maka UI bisa maju dengan mengedepankan keunggulan, kemandirian, kepedulian. Dia berjanji bahwa UI juga bisa masuk menjadi 5 kampus berkualitas di Asean.
"Saya yakin UI bisa mempertahankan prestasinya menjadi universitas terbaik dan tembus 5 besar di Asean, dan bisa masuk 200 universitas di dunia," ungkapnya dalam video yang diterima Bisnis, Jumat (20/9/2024).
Menurutnya, untuk mengimplementasikan ini, maka seluruh jajaran kampus harus punya mindset, perilaku, dan program sebagai entepreteur.
Ari Fahrial Syam lahir di Jakarta 19 Juni 1966. Dia adalah guru besar pada Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Sebelumnya, Prof. Ari menjabat menjadi Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) periode 2017-2021.
Ari, Heri, dan Teguh adalah tiga nama yang lolos dari seleksi 7 calon rektor sebelumnya yang telah mempresentasikan program mereka di hadapan para panelis antara lain anggota MWA UI dan dua panelis eksternal yaitu Anggota VII Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Slamet Edy Purnomo dan Menteri Perdagangan (Mendag) 2011-2014 Gita Irawan Wirjawan.
Ketiga calon yang lolos dalam tahap ini akan melaksanakan debat publik pada Senin, 23 September 2024, pukul 09.00 WIB di Balai Sidang, Kampus UI Depok, dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Universitas Indonesia dan UI Teve.
Pendaftaran Bakal Calon Rektor UI 2024-2029 Ditutup, Ini Tahapan Selanjutnya
Pemilihan rektor selanjutnya akan memasuki Pengecekan Berkas Administrasi yang akan dilaksanakan pada 11–13 Agustus 2024. [440] url asal
#pilrek-ui #pemilihan-rektor #bakal-calon-rektor #calon-rektor-ui #rektor-ui #rektor #universitas-indonesia
(MedCom) 10/08/24 18:41
v/14075278/
Jakarta: Masa pendaftaran Bakal Calon Rektor Universitas Indonesia (UI) Periode 2024–2029 ditutup hari ini, Sabtu, 10 Agustus 2024. Pemilihan rektor selanjutnya akan memasuki Pengecekan Berkas Administrasi yang akan dilaksanakan pada 11–13 Agustus 2024.?Tahapan dilanjutkan dengan Penyampaian Nama Pendaftar Bakal Calon Rektor pada 14 Agustus, Pengumuman Calon Rektor Terjaring pada 15 Agustus, serta Proses Penyaringan 20 Calon Rektor oleh Tim P3CR pada 17–21 Agustus 2024. Setelah melalui proses penyaringan, nama 20 Calon Rektor akan diumumkan pada 22 Agustus 2024.
Tim Panitia Penjaringan dan Penyaringan Calon Rektor (P3CR) Universitas Indonesia (UI) mengajak sivitas akademika yang ada di FK, Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG), dan Sekolah Ilmu Lingkungan (SIL) untuk turut serta dalam perhelatan Pilrek UI.
“Kami mengajak seluruh sivitas akademika UI untuk terlibat dan mengawal proses Pilrek UI. Kami juga bertanggung jawab mencatat seluruh harapan dari masing-masing fakultas agar UI menjadi kampus yang lebih baik lagi ke depannya,” ujar Ketua P3CR UI, Sigit Pranowo Hadiwardoyo dalam sosisalisasi Pemilihan Rektor (Pilrek) UI Periode 2024-2029 di Kampus Salemba, Sabtu, 10 Agustus 2024.
Dekan FKUI, Ari Fahrial Syam mengatakan, peringkat UI di tingkat internasional yang terus naik menjadi pertanda bahwa UI siap menghadapi tantangan yang semakin kompleks. "Oleh karena itu, Rektor terpilih haruslah berpengalaman dalam berjejaring secara global guna mewujudkan world class university yang dicita-citakan oleh UI," kata Ari.
Selain dengan mitra global, Rektor UI terpilih juga diharapkan dapat membuka jejaring dengan mitra strategis. Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura, dan Administrasi Umum FKG UI, Kartini Sally menyampaikan, saat ini potensi UI belum digali secara maksimal. Padahal, UI memiliki sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni di segala bidang, sehingga memungkinkan untuk berkolaborasi dengan mitra industri dalam penciptaan produk inovasi yang bermanfaat secara luas.
Harapan tersebut menuntut Rektor UI terpilih agar memiliki prestasi akademik dan kemampuan manajerial yang baik. Namun, bagi Dekan FKUI periode 2004–2008, Menaldi Rasmin, dua kemampuan itu saja belum cukup. Untuk membangun reputasi UI, rektor UI terpilih juga harus memiliki reputasi yang baik.
“Kepopuleran calon menjadi poin plus yang akan mempermudah kerja sama dengan para pemangku kepentingan ke depannya. Untuk itu, Rektor UI terpilih harus memiliki rekam jejak yang jelas dan dikenal oleh publik,” kata Menaldi.
Seluruh kecakapan yang dimiliki Rektor UI terpilih tentunya harus didukung oleh tim yang solid. Anggota P3CR Unsur Alumni/Masyarakat Arief Budhy Hardono, S.T., mengatakan, Rektor UI terpilih bukanlah Superman, melainkan seseorang yang perlu didukung oleh super team untuk bekerja demi kemajuan bersama.
“Untuk itu, dalam mewujudkan harapan ke depan, perlu ada konektivitas dan kolaborasi antara pimpinan dan sivitas akademika UI,” ujarnya.
| Baca juga: Masa Pendaftaran Pemilihan Rektor UI Diperpanjang, Cek Jadwal Terbarunya |
(CEU)
Pilrek UI, Rektor Universitas Indonesia Boleh Berasal dari Luar Kampus
Selama seseorang memiliki pengalaman dan kapasitas yang mumpuni, siapa saja dapat mencalonkan diri sebagai Rektor UI, termasuk dari pihak eksternal. [904] url asal
#pilrek-ui #rektor-ui #pemilihan-rektor #pilrek #universitas-indonesia #calon-rektor #pemilihan-rektor-ui
(MedCom) 24/07/24 18:20
v/11957604/
Jakarta: Rektor Universitas Indonesia (UI) yang akan memimpin dalam lima tahun ke depan, boleh dipilih dari pihak eksternal kampus. Saat ini proses pemilihan rektor Universitas Indonesia sudah memasuki tahap penetapan 13 anggota Panitia Penjaringan dan Penyaringan Calon Rektor (P3CR).Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Panitia Penjaringan dan Penyaringan Calon Rektor (P3CR) UI, Sigit Pranowo Hadiwardoyo dalam acara Sosialisasi Pemilihan Rektor (Pilrek) UI kepada para mitra strategis. Menurut Sigit, sebagaimana yang telah ditetapkan dalam ketentuan, salah satu persyaratan Bakal Calon Rektor UI adalah pendidikan minimal doktoral dengan usia maksimal 60 tahun pada saat pelantikan rektor (4 Desember 2024).
Artinya, selama seseorang memiliki pengalaman dan kapasitas yang mumpuni, siapa saja dapat mencalonkan diri sebagai Rektor UI, termasuk dari pihak eksternal. “Siapa pun yang nantinya terpilih sebagai Rektor UI, itu adalah rektor pilihan kita. Oleh sebab itu, seluruh warga UI harus terlibat dalam proses ini, dan pihak di luar UI juga turut mengawal,” ujarnya.
P3CR merupakan tim adhoc yang dibentuk oleh Panitia Khusus Pemilihan Rektor (Pansus Pilrek) Majelis Wali Amanat (MWA) UI. Tim ini bertugas menjaring dan menyaring bakal calon (Balon) rektor sampai mendapatkan minimal 20 bakal calon untuk kemudian diusulkan kepada Pansus.
Ketua Dewan Guru Besar (DGB) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UI, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro menyampaikan, tantangan utama yang dihadapi universitas, terutama perguruan tinggi negeri, saat ini adalah kemandirian. Konteks kemandirian ini meliputi kemandirian dalam menyediakan pendidikan yang berkualitas hingga fund raising.
“Jika kita melihat pengalaman universitas top dunia, sumber keuangan mereka dua, yakni dana abadi dan hasil dana penelitian. Oleh karena itu, Rektor UI harus mempunyai kemampuan akademik yang kuat dan pengetahuan entrepreneurship,” ujarnya.
Kemampuan di bidang entrepreneurship tentunya membuka peluang bagi para praktisi industri atau profesional untuk turut mencalonkan diri menjadi Rektor UI. Menurut Direktur Medis dan Hubungan Kelembagaan Biofarma Group, Sri Harsi Teteki mengatakan, calon dari eksternal memiliki kemampuan entrepreneurship yang lebih dominan, sehingga bisnis dapat dikembangkan sebagai sumber keuangan universitas.
Akan tetapi, ia menekankan bahwa kondisi tersebut harus dijalankan dengan tetap berpegang pada Tridarma Perguruan Tinggi. “Jangan sampai ketika kemampuan entrepreneurial menjadi dominan, fungsi pendidikan justru terabaikan. Ini perlu diperhatikan,” kata Sri.
Pada kesempatan itu, Sri Harsi juga menyinggung relasi yang terjalin antara UI dan Biofarma. Keduanya telah bekerja sama di bidang penelitian dan inovasi untuk uji klinis vaksin dan antibodi.
Menurutnya, yang menjadi fokus bersama adalah bagaimana transformasi kesehatan menciptakan ketahanan kesehatan di Indonesia. Hilirisasi produk kesehatan dalam upaya menggantikan impor merupakan tantangan besar.
“Kami berharap regulasi terkait UI sebagai institusi akademik yang menjadi mitra dari kementerian akan bisa menjadi partner-nya, karena kajian-kajian dari UI seharusnya sejajar dengan mitra strategis lainnya," katanya.
Sementara itu, dari PT Pertamina Patra Niaga, Harsono Budi menyebutkan, prestasi UI yang berada di peringkat 206 dunia versi QS World University Rankings (QS WUR) 2025 harus ditingkatkan. Untuk menaikkan posisi tersebut, UI dapat menjalin kerja sama pendidikan dan penelitian dengan berbagai mitra.
“Saya rasa dari BUMN tidak memiliki cukup waktu untuk riset, padahal itu harus dikerjakan secara continue dan universitas mampu untuk melakukan itu," ujarnya.
Artinya, ini merupakan area untuk bekerja sama sehingga korporasi mendapatkan benefit, begitu juga universitas. "Dalam hal ini, Rektor UI harus bekerja tidak hanya dari sisi Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga dengan unlocked value UI, dengan potensi dan history yang luar biasa,” kata Harsono.
Sejak 2020, ada 14 kerja sama yang terjalin antara UI dan PT Pertamina. Kerja sama di bidang sains, keteknikan, administrasi, hingga kesehatan dijalankan dalam lingkup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. UI bahkan menerima bantuan pendanaan senilai 10 miliar rupiah dari PT Pertamina untuk pembangunan gedung Integrated Creative Engineering Learning Laboratory dan 13 miliar rupiah untuk Pertamina Biofuel Laboratory pada gedung InterDisciplinary Engineering yang terletak di Fakultas Teknik UI.
Kedua gedung laboratorium dengan teknologi smart and green building tersebut dimanfaatkan untuk penelitian dan pendidikan yang terintegrasi. Pada sosialisasi tersebut, mitra media juga turut memberikan aspirasi terkait Pilrek UI.
Dian dari Metro TV mengatakan, sebagai center of excellence, UI menjadi rujukan atas masalah yang terjadi di masyarakat. Untuk itu, Rektor UI terpilih harus mampu menciptakan tenaga ahli yang keilmuannya bermanfaat secara luas.
MetroTV pernah menyumbang laboratorium stasiun televisi yang berlokasi di Program Pendidikan Vokasi kepada UI. Gaib MS dari MNC Trijaya FM juga berharap Rektor terpilih harus independent, berjarak dengan kekuasaan, dan memiliki idealisme.
Sementara, Stefanus Pramono dari Tempo berharap UI bisa menjadi voice of voiceless yang responsif dan berani atas situasi yang terjadi di masyarakat.
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Prita Laura, juga turut memberikan pandangannya terkait Balon Rektor UI. Menurutnya, Rektor yang dibutuhkan adalah yang memiliki kemampuan komunikasi. Hal ini karena kepercayaan publik adalah hal yang penting mengingat UI merupakan rujukan bagi pendidikan nasional, artinya sesuatu yang direkomendasikan oleh UI dan alumninya menjadi sebuah standar.
“Untuk itu, penting sekali memilih seseorang yang mampu berkomunikasi serta memiliki citra publik yang baik, independensi, integritas, dan kepercayaan, karena Rektor akan menjadi branding publik dari UI,” ujarnya.
Di sisi lain, ada tantangan luar biasa yang dihadapi oleh alumni yang harus menjadi fokus Rektor UI ke depan. Ketua ILUNI UI, Didit Ratam, menyampaikan bahwa hanya sedikit lulusan universitas yang bekerja sesuai dengan bidang keilmuannya. Oleh karena itu, kurikulum yang diterapkan UI harus mampu menghasilkan lulusan yang siap kerja.
UI harus menjalin kemitraan dengan industri untuk melihat kebutuhan yang ada di lapangan. Selain itu, yang harus ditingkatkan adalah kemampuan belajar (adaptiveness). “Begitu cepatnya teknologi berkembang, kemampuan belajar atau konteks lebih penting daripada konten belajar, kata Didit.
| Baca juga: Profil P3CR UI 2024, Ada Profesor hingga Staf Khusus Presiden |
(CEU)
Profil P3CR UI 2024, Ada Profesor hingga Staf Khusus Presiden
P3CR ini mewakili unsur dosen, tenaga kependidikan (tendik), masyarakat/alumni, dan mahasiswa. [813] url asal
#universitas-indonesia #calon-rektor-ui #calon-rektor #rektor-ui #rektor #guru-besar #profesor #staf-khusus-presiden #presiden
(MedCom) 22/07/24 21:27
v/11707150/
Depok: Panitia Khusus Pemilihan Rektor (Pansus Pilrek) Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Indonesia (UI) periode 2024-2029 menetapkan 13 anggota Panitia Penjaringan dan Penyaringan Calon Rektor (P3CR). Kepanitiaan ini mewakili unsur dosen, tenaga kependidikan (tendik), masyarakat/alumni, dan mahasiswa. 13 Anggota P3CR UI:
- Prof. Dr. Ir. Sigit Pranowo Hadiwardoyo, DEA., (Ketua P3CR)
- Albert Patrick Roring, S.S., M.Hum.
- Dr. Freddy Harris, S.H., LL.M, ACCS.
- Hening Pujasari, SKp, MBiomed, MANP, Ph.D.
- Prof. Dr. Rizal E. Halim
- Prof. Dr. drg. Wahyu Sulistiadi, MARS.
- dr. Yogi Prawira, Sp.A (K).
- Drs. Abidin Eko Priyono.
- Rintis Dosie Swastika, S.H., M.Kn.
- Arief Budhy Hardono, S.T.
- Dr. Ir. Harris Susanto, S.Si, M.Hum.
- Muhammad Ali Mahdi, S.Hum.
- Alivanza Firdaus Rhufyano
Apa saja tugas P3CR UI?
Tugas utama P3CR adalah menjaring dan menyaring bakal calon rektor UI periode berikutnya. Anggota P3CR dibagi menjadi Tim Sosialisasi dan Tim Pendaftaran.Profil Anggota P3CR UI
Prof. Dr. Ir. Sigit Pranowo merupakan pengajar senior aktif sejak tahun 1985 dan Guru Besar Fakultas Teknik (FT) UI. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Laboratorium, Kepala Perpustakaan, Kepala Pusat Administrasi Fakultas, Wakil Dekan Bidang Administrasi dan Keuangan, Sekretaris Eksekutif di FTUI, hingga Direktur Program Pendidikan Vokasi.“P3CR merupakan komposisi yang lengkap, karena semua ada, ada yang ahli hukum, ekonomi, kesehatan dan lain-lain. Semua anggota P3CR adalah orang-orang yang aktif dan sangat sibuk, namun karena komitmen untuk kemajuan UI kita mau melakukan ini (menjadi anggota P3CR). Kita bekerja total bahkan di akhir pekan sudah sejak 3 minggu yang lalu, melakukan sosialisasi dan persiapan pendaftaran,” ujar Sigit.
Tim Sosialisasi P3CR diketuai oleh Arief Budhy Hardono, S.T., yang berasal dari unsur alumni/masyarakat. Arief merupakan lulusan FTUI yang saat ini menjabat sebagai Staf Khusus di Kantor Staf Presiden sejak 2020.
Sampai dengan saat ini ia masih menjabat sebagai Presiden Komisaris di PT Citra Marga Surabaya Tol Road sejak 2019 dan Direktur PT Pionir Beton Industri. Adapun Ketua Tim Pendaftaran adalah Prof. Dr. Rizal Edy Halim yang merupakan Guru Besar Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UI.
Sebelumnya, Rizal pernah menjabat sebagai Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) dan sebagai Ketua Komite Manufaktur dan pengembangan jaminan Halal, Masyarakat Ekonomi Syariah periode 2021-2023.
Untuk melaksanakan kegiatan sosialiasasi, lima anggota P3CR antara lain turun dari fakultas ke fakultas dan melakukan webinar untuk publik. Mereka adalah Prof. Dr. drg. Wahyu Sulistiadi, MARS., dari unsur dosen. Prof. Wahyu merupakan Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI.
Saat ini ia menjabat sebagai Ketua Dewan Kehormatan Etik dan Profesi, Konsultan Hukum Kesehatan dan Advokasi Rumah Sakit Seluruh Indonesia.
Anggota selanjutnya adalah Albert Patrick Roring, S.S., M.Hum., yang juga dari unsur dosen. Ia adalah seorang pengajar di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) UI sejak 1988. Albert banyak melakukan pengabdian masyarakat di area kebencanaan. Ia memiliki latar belakang pendidikan dalam studi Cina, serta memiliki keterampilan sebagai penerjemah dan interpreter.
Kemudian, Hening Pujasari, SKp, MBiomed, MANP, Ph.D., salah seorang dosen di Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) UI yang juga menjabat sebagai Ketua Departemen Dasar Keperawatan & Keperawatan Dasar dan juga Ketua Program Studi Magister Ilmu Keperawatan. Hening pernah menjabat sebagai penanggung jawab Humas dan Kepala Pusat Administrasi Fakultas.
Berikutnya, Drs. Abidin Eko Priyono yang merupakan anggota dari unsur tendik dan saat ini menjabat sebagai Kapala Bagian Administrasi Sekolah, Sekolah Ilmu Lingkungan (SIL)–Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) UI. Terakhir, anggota Tim Sosialisasi lainnya, yaitu Muhammad Ali Mahdi, S.Hum., yang mewakili unsur mahasiswa dari Magister Ilmu Komunikasi. Saat ini, ia bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI.
Untuk Tim Pendaftaran terdiri dari Dr. Freddy Harris, S.H., LL.M, ACCS., yang saat ini mengajar di Fakultas Hukum (FH) UI. Pada 2018-2022, Freddy pernah menjabat sebagai Dewan Komisaris PT KAI dan pada 2020-2022 ia menjabat sebagai Ketua Komite Pemantau Manajemen Risiko PT KAI, dan Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan HAM RI pada 2016-2017.
Lalu, Dr. Ir. Harris Susanto, S.Si, M.Hum., berasal dari unsur alumni/Masyarakat. Pada 2003 hingga 2022, Harris menjabat sebagai Direktur Utama sekaligus pemilik PT Luas Birus Utama dan di tahun 2022, ia menjabat sebagai Ketua Bidang Hubungan Eksternal, ILUNI Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia (ILUNI SIL) UI.
Kemudian, dr. Yogi Prawira, Sp.A (K)., Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Anak dan saat ini menjabat sebagai Kepala Divisi Emergensi dan Rawat Intensif Anak di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo/ Fakultas Kedokteran (FK) UI.
Adapun dari unsur tendik adalah Rintis Dosie Swastika, S.H., M.Kn., yang merupakan Koordinator Kantor Internasional, Ventura, dan Kerja Sama di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UI sejak 2023. Ia pernah menjadi Kepala Bagian Humas dan Legal dan Kepala Bagian Akademik Program Pascasarjana Ilmu Manajemen.
Terakhir, Alivanza Firdaus Rhufyano yang merupakan mahasiswa Program Sarjana FTUI dan penerima beasiswa program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) 2023.
| Baca juga: Ini Sosok yang Dicari pada Pemilihan Rektor UI Peridoe 2024-2029 |
(CEU)