#30 tag 24jam
Pelatihan Ekspor BRI Peduli Bantu UMKM Binaan Jangkau Pasar Internasional
BRI Peduli selenggarakan Pelatihan Ekspor untuk UMKM, membantu pelaku usaha lokal seperti Sambal Mak Kocai dan brand fesyen bisa jangkau pasar internasional. [574] url asal
#bririns #kehadiran-program-pelatihan-ekspor #binaan #kocai #eksportir #catur-budi-harto #pemilik-umkm-sambal-mak-kocai #usaha-sambal-mak-kocai #strategi #pusat-pelatihan-sumber-daya-manusia-ekspor-dan-jasa-per
(detikFinance - Ekonomi dan Bisnis) 08/11/24 19:22
v/17796795/
Jakarta - BRI melalui BRI Peduli menyelenggarakan program Pelatihan Ekspor bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UMKM). Kegiatan ini merupakan kerja sama BRI, dengan BRI Research Institute (BRIRIns) dan Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP).
Kehadiran program Pelatihan Ekspor disambut baik pelaku usaha lokal. Ade Ariyanti salah satunya, nasabah dan sekaligus pemilik UMKM Sambal Mak Kocai. Ade mengaku bersyukur bisa mendapatkan ilmu sekaligus pendampingan langsung dari BRI agar usahanya bisa menjangkau pasar yang lebih luas.
Lebih lanjut Ade menceritakan usahanya berawal sejak pandemi COVID-19. Kala itu, Ade yang terkena PHK memberanikan diri untuk membuka bisnis kecil-kecilan agar bisa menyambung kehidupannya dan keluarga. Berawal dari tekad tersebut, munculah sebuah ide untuk membuka usaha sambal yang dibuat secara tradisional.
"Pada saat era pandemi COVID-19, ada banyak orang yang membutuhkan makanan dengan sumber vitamin C untuk menjaga imunitas. Cabai sendiri memiliki kandungan vitamin C yang tinggi, sehingga saya memulai inisiasi untuk membuat sambal sebagai produk bisnis saya. Alhamdulillah pada waktu itu Sambal Mak Kocai sangat diterima oleh masyarakat sekitar. Mereka sangat terbantu dengan adanya Sambal Mak Kocai sebagai kebutuhan makanan pokok dalam kondisi lockdown dan produk ini pun bisa terus bertahan sampai saat ini," cerita Ade dalam keterangan tertulis, Jumat (11/8/2024).
Ia pun berharap lewat program ini, usaha Sambal Mak Kocai yang dibangun dari nol tersebut dapat terus berkembang dan mendapatkan omzet yang semakin besar.
Hal senada sampaikan Teuku Akmal. Pria berusia 38 tahun tersebut diketahui memulai brand fesyen miliknya sejak tahun 2019 silam. Berawal dari kecintaannya pada dunia fesyen dan juga wujud cinta terhadap keindahan Indonesia, Teuku pun menghadirkan produk yang mengedepankan unsur kearifan lokal di dalamnya.
"Usaha kami menghadirkan produk pelengkap penampilan, yaitu scarf dan juga outer scarf yang bernuansa keindahan Indonesia. Produk ini bisa diandalkan sebagai pelengkap penampilan yang memberikan kesan formal, namun tetap fashionable," ucapnya.
Selama menjalani program Pelatihan Ekspor dari BRI, Teuku menyebut dirinya banyak belajar tentang hal-hal yang diperlukan dalam mendorong ekspansi bisnis, agar tak hanya menjangkau pasar lokal saja, melainkan juga internasional.
"Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi saya yang baru mulai mempelajari dan mengenal dunia ekspor, baik dari pengenalan terhadap mencari negara tujuan ekspor hingga perhitungan biaya yang dibutuhkan. Dengan mengikuti pelatihan ini, saya berharap agar bisnis yang saya miliki bisa terus bertumbuh dan berkembang sesuai harapan dan pastinya bisa melakukan ekspor ke berbagai negara luar," imbuhnya.
Sekadar informasi, program Pelatihan Ekspor berlangsung mulai tanggal 29-31 Oktober di PPEJP Jakarta. Kegiatan ini diikuti oleh 30 calon eksportir yang juga merupakan UMKM binaan BRI dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam kegiatan pelatihan tersebut peserta diperkenalkan tentang dasar-dasar ekspor, teknik analisis pasar dan SWOT (Strength, Weaknesses, Opportunities, Treaths), pengembangan produk untuk kebutuhan internasional, hingga strategi mencari pembeli di pasar global. Harapannya, dengan pengetahuan yang diperoleh, para peserta dapat memulai langkah sukses sebagai eksportir baru.
Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto mengungkapkan pelatihan ekspor ini bertujuan untuk membekali para peserta dengan keterampilan dasar dalam ekspor guna mengembangkan jangkauan bisnis mereka dari yang sebelumnya lokal menjadi berorientasi pasar nasional maupun go internasional.
"Harapannya UMKM bisa terus menjaga kualitas dari produknya, pasarnya semakin terbuka, sehingga mereka bisa naik kelas dan bisa mengakses pasar lebih besar lagi," kata Catur.
Ia menambahkan, kegiatan ekspor merupakan kesempatan emas bagi UMKM untuk mengakses pasar global dan mengembangkan usaha agar bisa naik kelas. Melalui program ini, BRI berharap dapat membantu pelaku usaha untuk bisa lebih percaya diri dan siap memasarkan produk mereka hingga ke pasar internasional.
(anl/ega)
Dorong Pengusaha Go Global, BRI Peduli Gelar Pelatihan Ekspor UMKM Binaan
BRI Peduli selenggarakan Pelatihan Ekspor untuk UMKM, membantu 30 peserta mengembangkan keterampilan ekspor dan akses pasar global. [618] url asal
#pusat-pelatihan-sumber-daya-manusia-ekspor #binaan #pelengkap #institute #bri-research-institute #catur-budi-harto #jawab-sosial-dan-lingkungan #pengenalan #dunia-ekspor #indonesia #bri-peduli #opportunities
(detikFinance - Ekonomi dan Bisnis) 08/11/24 17:49
v/17787697/
Jakarta - BRI terus menunjukkan komitmen untuk memberikan pemberdayaan terhadap pengusaha lokal agar mampu go global dan bersaing di pasar internasional. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli, perseroan menyelenggarakan program Pelatihan Ekspor bagi Pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) hasil kolaborasi antara BRI dengan BRI Research Institute (BRIRIns) dan PPEJP.
Kegiatan ini berlangsung di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP) Jakarta, pada 29 - 31 Oktober 2024 lalu dan diikuti oleh 30 calon eksportir yang juga merupakan UMKM binaan BRI dari berbagai daerah di Indonesia.
Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto mengungkapkan pelatihan ekspor ini bertujuan untuk membekali para peserta dengan keterampilan dasar dalam ekspor guna mengembangkan jangkauan bisnis mereka dari yang sebelumnya lokal menjadi berorientasi pasar nasional maupun go internasional.
"Harapannya UMKM bisa terus menjaga kualitas dari produknya, pasarnya semakin terbuka, sehingga mereka bisa naik kelas dan bisa mengakses pasar lebih besar lagi," ujar Catur dalam keterangan tertulis, Jumat (8/11/2024).
Ia menambahkan, kegiatan ekspor merupakan kesempatan emas bagi UMKM untuk mengakses pasar global dan mengembangkan usaha agar bisa naik kelas. Melalui program ini, BRI berharap dapat membantu pelaku usaha untuk bisa lebih percaya diri dan siap memasarkan produk mereka hingga ke pasar internasional.
Dalam kegiatan pelatihan tersebut peserta diperkenalkan tentang dasar-dasar ekspor, teknik analisis pasar dan SWOT (Strength, Weaknesses, Opportunities, Treaths), pengembangan produk untuk kebutuhan internasional, hingga strategi mencari pembeli di pasar global. Harapannya, dengan pengetahuan yang diperoleh, para peserta dapat memulai langkah sukses sebagai eksportir baru.
Kehadiran program pelatihan ekspor yang dilaksanakan oleh BRI Peduli memberikan banyak manfaat bagi sejumlah pelaku usaha lokal. Ade Ariyanti misalnya, nasabah dan sekaligus pemilik UMKM Sambal Mak Kocai.
Sejak dirinya terkena imbas PHK pada waktu pandemi COVID-19, Ade memberanikan diri untuk membuka usaha kecil-kecilan agar bisa menyambung kehidupannya dan keluarga. Berawal dari tekad tersebut, munculah sebuah ide untuk membuka usaha sambal yang dibuat secara tradisional.
"Pada saat era pandemi COVID-19, ada banyak orang yang membutuhkan makanan dengan sumber vitamin C untuk menjaga imunitas. Cabai sendiri memiliki kandungan vitamin C yang tinggi, sehingga saya memulai inisiasi untuk membuat sambal sebagai produk bisnis saya. Alhamdulillah pada waktu itu Sambal Mak Kocai sangat diterima oleh masyarakat sekitar. Mereka sangat terbantu dengan adanya Sambal Mak Kocai sebagai kebutuhan makanan pokok dalam kondisi lockdown dan produk ini pun bisa terus bertahan sampai saat ini," cerita Ade.
Sebagai salah satu UMKM peserta program Pelatihan Ekspor, Ade merasa bersyukur bisa mendapatkan ilmu sekaligus pendampingan langsung dari BRI agar usahanya bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Ia pun berharap bahwa lewat program ini, usaha Sambal Mak Kocai yang dibangun dari nol tersebut dapat terus berkembang dan mendapatkan omset yang semakin besar.
Selain Ade, Teuku Akmal juga menjadi pelaku UMKM lainnya yang mendapatkan manfaat dari program pelatihan ini. Pria berusia 38 tahun tersebut diketahui memulai brand fesyen miliknya sejak tahun 2019 silam. Berawal dari kecintaannya pada dunia fesyen dan juga wujud cinta terhadap keindahan Indonesia, Teuku pun menghadirkan produk yang mengedepankan unsur kearifan lokal di dalamnya.
"Usaha kami menghadirkan produk pelengkap penampilan, yaitu scarf dan juga outer scarf yang bernuansa keindahan Indonesia. Produk ini bisa diandalkan sebagai pelengkap penampilan yang memberikan kesan formal, namun tetap fashionable," ucapnya.
Selama menjalani program Pelatihan Ekspor dari BRI, Teuku bercerita bahwa dirinya banyak belajar tentang hal-hal yang diperlukan untuk mengekspansi usaha miliknya, agar tak hanya menjangkau pasar lokal saja, melainkan juga internasional.
"Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi saya yang baru mulai mempelajari dan mengenal dunia ekspor, baik dari pengenalan terhadap mencari negara tujuan ekspor hingga perhitungan biaya yang dibutuhkan. Dengan mengikuti pelatihan ini, saya berharap agar bisnis yang saya miliki bisa terus bertumbuh dan berkembang sesuai harapan dan pastinya bisa melakukan ekspor ke berbagai negara luar," imbuhnya.
(anl/ega)
Panduan Dasar Permainan Catur untuk Pemula
Permainan catur dimainkan oleh dua pemain, masing-masing mengendalikan 16 bidak yang ditempatkan pada papan berkotak 8x8 [352] url asal
#catur #olahraga #cara-bermain-catur #aturan-catur #pengertian-catur
(MedCom) 07/11/24 21:18
v/17704155/
Jakarta:Catur merupakan permainan strategi yang telah memikat jutaan orang di seluruh dunia. Bagi para pemula, memahami aturan dasar dan susunan bidak merupakan langkah awal untuk menjelajahi dunia catur yang menawarkan tantangan intelektual tak terbatas.Susunan Awal
Permainan catur dimainkan oleh dua pemain, masing-masing mengendalikan 16 bidak yang ditempatkan pada papan berkotak 8x8. Susunan awal bidak adalah sebagai berikut:
*Baris Pertama (Baris Belakang):
Benteng: Di pojok kiri dan kanan papan.
Kuda: Di sebelah benteng.
Gajah: Di sebelah kuda.
Ratu: Di tengah papan.
Raja: Di sebelah ratu.
Gajah: Di sebelah raja.
Kuda: Di sebelah gajah.
Benteng: Di pojok kiri dan kanan papan.
* Baris Kedua (Baris Pion):
Delapan pion ditempatkan di depan bidak-bidak baris pertama.
Pergerakan Bidak
* Pion: Pion dapat bergerak maju satu kotak, kecuali pada langkah pertama di mana mereka dapat bergerak maju satu atau dua kotak. Pion dapat menyerang secara diagonal ke depan satu kotak.
* Benteng: Benteng dapat bergerak lurus ke depan, belakang, kiri, atau kanan, melewati kotak-kotak lain tanpa batasan.
* Kuda: Kuda bergerak dalam bentuk "L" - dua kotak dalam satu arah (horizontal atau vertikal) dan kemudian satu kotak ke arah yang tegak lurus. Kuda adalah satu-satunya bidak yang dapat melompati bidak lain.
* Gajah: Gajah dapat bergerak secara diagonal, melewati kotak-kotak lain tanpa batasan. Gajah hanya dapat bergerak pada kotak dengan warna yang sama dengan kotak awal.
* Ratu: Ratu dapat bergerak lurus atau diagonal, melewati kotak-kotak lain tanpa batasan.
* Raja: Raja dapat bergerak satu kotak ke segala arah (horizontal, vertikal, atau diagonal).
Tujuan Permainan
Tujuan permainan catur adalah untuk melakukan skakmat terhadap raja lawan. Skakmat terjadi ketika raja lawan berada dalam posisi terancam dan tidak dapat menghindar dari ancaman tersebut.
Tips untuk Pemula
* Pelajari langkah dasar setiap bidak dengan baik.
* Berlatih dengan lawan yang lebih berpengalaman atau dengan program catur komputer.
* Amati permainan catur profesional untuk mempelajari strategi dan taktik yang efektif.
* Jangan takut untuk membuat kesalahan, karena kesalahan adalah bagian penting dari proses belajar.
Catur adalah permainan yang menantang dan memuaskan. Dengan kesabaran dan latihan, Anda dapat menguasai dasar-dasarnya dan menikmati permainan strategi yang memikat ini. (Laura Oktaviani)
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(KAH)
Turnamen Catur, Momentum Silaturahmi TNI dengan Aktivis
Turnamen berjalan dengan lancar dan mendapat respons serta antusiasme yang besar dari peserta. [671] url asal
(MedCom) 13/10/24 13:44
v/16403298/
Jakarta: Ketua Dewan Penasihat Forum Aktivis Nasional (FAN) M. Qodari mengapresiasi acara Turnamen Catur Piala Panglima TNI dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 TNI. Turnamen itu berjalan dengan lancar dan mendapat respons serta antusiasme yang besar dari peserta.Menurut Qodari, hal itu berkat kolaborasi yang apik dengan Mabes TNI dan Komunitas Pencinta Catur Indonesia (KPCI) dalam mensukseskan acata tersebut.
“FAN itu atau Forum Aktivis Nasional itu melakukan komunikasi dengan berbagai macam kelompok dan elemen di masyarakat termasuk dalam momentum hari ulang tahun TNI ini bekerja sama untuk menyelenggarakan turnamen catur piala panglima TNI,” ujar Qodari dalam keterangannya, Minggu,13 Oktober 2024.
Dikatakan Qodari, kegiatan turnamen ini sengaja digelar dikarenakan banyak dari kalangan aktivis maupun masyarakat menggemari olahraga catur. Selain itu juga memiliki makna yang dalam dan nilai sosial yang tinggi.
“Catur itu selain memang banyak digemari oleh aktivis juga digemari oleh berbagai macam kalangan dan slogan dari catur itu ‘Gens Una Sumus’ yang memiliki arti kita satu keluarga,” sambungnya.
Qodari menambahkan, berangkat dari filosofi catur yang penuh kekeluargaan tersebut, momentum HUT ke79 TNI ini dimanfaatkan untuk membangun silaturahmi dan kebersamaan antara sesama aktivis dengan TNI.
“Kebersamaan atau kita satu keluarga ya itu yang coba kita bangun sebagai sesama aktivis maupun juga bersama dengan TNI,” sambungnya.
Qodari juga bersyukur turnamen ini disambut baik oleh para aktivis yang penuh dengan semangat berbondong-bondong datang ke Mabes TNI meramaikan acara dengan mengikuti kegiatan tersebut.
“Dan alhamdulillah pada hari ini teman-teman dari aktivis banyak yang datang ke Cilangkap, saya baca beritanya tadi bahwa ada serbuan dari aktivis ke markas TNI, tapi serbuannya rupanya karena mau ikut pertandingan catur,” ungkapnya.
Qodari mengaku terharu mengikuti kegiatan turnamen catur ini. Pasalnya, ikatan kekeluargaan pada turnamen ini begitu terasa, tidak ada jarak antara aktivis, masyarakat dan TNI, semuanya membaur dengan hangat dan penuh keakraban.
“Jadi kita melihat keakraban antara teman-teman dari TNI karena ada yang main catur dengan teman-teman aktivis dengan kelompok masyarakat umum maupun dengan kalangan pecatur junior,” katanya.
Lebih lanjut Qodari mengatakan, acara ini semakin menarik dengan kehadiran Grandmaster Utut Adianto. Bahkan, dia menyaksikan sendiri Urut unjuk kehebatannya dengan berpartisipasi melawan 5 pecatur dengan skor tertinggi secara simultan saat penutupan turnamen.
“Pada hari ini beruntung sekali di acara penutupan ada Pak Utut atlet catur kita paling berprestasi sekaligus ketua umum Percasi juga tadi datang,” urainya.
Kehadiran Utut, kata Qodari, juga memberikan inspirasi dan pelajaran bagi para atlet catur bagaimana bermain catur yang baik dan benar.
“Bukan hanya menutup acara tetapi juga main catur simultan, memberikan pelajaran kepada para peserta catur bagaimana melakukan langkah-langkah yang benar dan juga membagikan kado berupa papan catur kenang-kenangan dari Pak Utut," jelas Qodari.
"Jadi acara pada hari ini sangat meriah dan suasana kekeluargaan itu betul-betul terbangun,” bebernya.
Tidak lupa, Qodari juga mengapresiasi kepedulian Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto yang telah memberikan perhatian dan ruang terhadap olahraga catur.
Menurutnya, perhatian Panglima TNI terhadap kegiatan sosial kemasyarakatan sangat besar. Qodari bahkan membaca buku biografinya sejak menjabat Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) Kota Solo, bahwa Agus Subiyanto dikenal sebagai sosok tentara yang dekat dengan masyarakat.
“Karena memang pak Agus ini kan tentara yang berangkat dari betul-betul dari bawah dan saya membaca biografi beliau, beliau ketika menjalankan tugas mulai dulu dari Dandim di Solo memang salah satu pendekatan yang utama adalah banyak-banyak bergaul dengan masyarakat dan saya kira suasana kemasyarakatan dari Pak Agus Subiyanto ini memang dibawa terus sampai dengan beliau menjadi Panglima TNI,” jelasnya.
TNI di bawah kepemimpinan Agus, kata Qodari, berhasil menjaga kepercayaan yang tinggi dari masyarakat, terbukti dari kondisi dan situasi politik yang tetap kondusif meskipun memasuki tahun politik.
“Dan kita lihat bahwa di bawah kepemimpinan Pak Agus situasi dan kondisi keamanan kita kondusif termasuk di era pemilu dan tingkat penilaian positif dari masyarakat kepada TNI itu tetap membuat TNI menjadi yang tertinggi di antara berbagai lembaga yang ada di Indonesia," terang Qodari
"Saya kira hari ini adalah contoh bagaimana tingkat kepercayaan yang tinggi itu bisa diperoleh karena memang interaksinya dengan masyarakat bersifat langsung,” tukasnya.
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(ALB)
Gelar Turnamen Catur, TNI Komitmen Majukan Olahraga Nasional
TNI berkomitmen untuk terus berkontribusi dan berperan aktif mendukung kemajuan olahraga nasional dan atlet berprestasi melalui berbagai kegiatan olahraga [707] url asal
(MedCom) 12/10/24 16:53
v/16364861/
Jakarta: Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke-79, Markas Besar TNI menggelar berbagai macam pertandingan olahraga, salah satunya Turnamen Catur Piala Panglima TNI yang diadakan di GOR Ahmad Yani, Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu, 12 Oktober 2024.Kegiatan kerja sama antara TNI, Forum Aktivis Nasional (FAN), dan Komunitas Pencinta Catur Indonesia (PKCI).
Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo dalam sambutannya membacakan amanat Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto yang tidak bisa hadir sekaligus mewakili Panglima TNI membuka acara dengan memukul gong tanda acara resmi dimulai.
Dalam amanatnya, Panglima TNI menegaskan, TNI berkomitmen untuk terus berkontribusi dan berperan aktif mendukung kemajuan olahraga nasional dan atlet berprestasi melalui berbagai kegiatan olahraga, salah satunya lewat turnamen catur ini.
"Sesuai dengan amanat Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, TNI akan selalu berkomitmen, berkontribusi, dan berperan aktif dalam meningkatkan prestasi olahraga nasional melalui berbagai event olahraga, salah satunya kegiatan turnamen catur kali ini," ujar Panglima TNI seperti yang dibacakan Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo.
Agus mengatakan, turnamen ini juga sengaja digelar dalam rangka mempererat tali silaturahmi antara TNI dan masyarakat, serta menemukan bibit-bibit atlet berprestasi khususnya cabang olahraga catur.
"Tujuan kegiatan ini adalah untuk mempererat tali silaturahmi, kebersamaan, dan meningkatkan prestasi para atlet prajurit TNI, Polri, dan masyarakat sekaligus mencari atlet-atlet baru berprestasi dalam cabang olahraga catur," ungkapnya.
Agus menuturkan, turnamen catur ini bukan pertama kali diadakan. Sebelumnya, turnamen yang sama juga telah terlaksana di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, berskala internasional.
"Tepat satu minggu yang lalu, kita baru saja mengadakan turnamen catur kategori master dan berskala internasional di Tarakan sebagai bagian dari menyemarakkan HUT TNI, dan pada hari ini kembali kita gelar event yang sama untuk zona Jakarta dan sekitarnya," ucapnya.
Agus juga menyampaikan bahwa turnamen ini senafas dengan tema HUT TNI ke-79 yang mengusung tema "TNI Modern Bersama Rakyat Siap Mengawal Suksesi Kepemimpinan Nasional untuk Indonesia Maju."
"Ini mengandung makna bahwa melalui turnamen catur ini akan terbangun kolaborasi antara prajurit TNI dan berbagai elemen masyarakat untuk mewujudkan Indonesia maju melalui olah fisik, mental, pikiran, dan emosional yang terkandung di dalam olahraga, seperti jiwa sportivitas, semangat pejuang, kehormatan, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan percaya pada kekuatan diri sendiri," bebernya.
Agus berharap besar para pengurus olahraga dan para prajurit TNI bisa mendukung semua kegiatan cabang olahraga yang diwadahi oleh Piala Panglima TNI ini.
"Oleh karena itu, saya sangat menghargai dan menaruh harapan yang besar kepada seluruh pengurus olahraga dan satuan di jajaran TNI untuk dapat mengembangkan cabang-cabang olahraga melalui open turnamen Piala Panglima TNI," sambungnya.
Selain itu, Agus juga mengapresiasi dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada para atlet dan panitia yang telah bekerja keras menyukseskan turnamen ini.
"Pada kesempatan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada panitia penyelenggara yang telah bekerja keras mempersiapkan dan mewujudkan terlaksananya acara open turnamen ini," ungkapnya.
Agus juga tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada pengurus Komunitas Pencinta Catur Indonesia (PKCI) dan juga pengurus Forum Aktivis Nasional (FAN) yang telah berkolaborasi hingga turnamen ini dapat terlaksana dengan lancar.
"Pengurus PKCI dan pengurus FAN, saya juga ucapkan terima kasih atas kerja samanya sehingga open turnamen catur Piala Panglima TNI tahun anggaran 2024 ini dapat terlaksana. Tidak lupa apresiasi yang tinggi atas partisipasi para atlet dan semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini," tambahnya.
Agus juga berharap kepada para peserta turnamen untuk senantiasa menjunjung tinggi sportivitas saat bertanding.
"Sesuai dengan jiwa dan semangat juang, motivasi, dan sportivitas, jadikan event pertandingan ini sebagai wahana untuk menguji kemampuan, keterampilan, dan menempa diri untuk membangun integritas dan soliditas para peserta," katanya.
"Saya ucapkan selamat bertanding, raihlah prestasi yang terbaik, hindari segala tindakan yang tidak terpuji yang dapat mengganggu kelancaran jalannya pertandingan serta utamakan semangat persatuan dan kesatuan," sambungnya.
Lebih jauh, Agus menyatakan bahwa sikap sportif tidak hanya bagi atlet, melainkan juga kepada para juri dan wasit yang memantau jalannya pertandingan.
"Kepada para juri dan wasit, saya berharap dapat menampilkan kepemimpinan yang jujur dan bijak dengan tetap memperhatikan ketentuan pertandingan karena sikap jujur dan bijak juga merupakan esensi dari setiap cabang olahraga," tuntasnya.
Diketahui, kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua Panitia Turnamen Catur Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, penasihat Forum Aktivis Nasional (FAN) M. Qodari dan Presiden Komunitas Pencinta Catur Indonesia (KPCI) Hatta Taliwang dan Aktivis Nasional Theo Cosner Tambunan.
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(ALB)