#30 tag 24jam
Komitmen Terhadap Keberlanjutan, Chandra Asri Group Raih Peningkatan ESG Rating dari MSCI dan Morningstar Sustainalytics
Chandra Asri Group memperoleh peningkatan skor ESG MSCI yang semakin memperkuat posisi Perusaaan di peringkat BBB. - Halaman all [441] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #chandra-asri-group #msci #peningkatan-esg-rating #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 18/10/24 11:37
v/16651291/
JAKARTA, investor.id – PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group), penyedia solusi energi, kimia, dan infrastruktur di kawasan Asia Tenggara, mengumumkan peningkatan peringkat signifikan Environment, Social, dan Governance (ESG) Rating dari dua lembaga internasional Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan Morningstar Sustainalytics terhadap komitmen perusahaan dalam mengimplementasikan standar ESG, serta penghargaan atas pelaporan kinerja, komitmen, dan strategi keberlanjutan perusahaaan.
Chandra Asri Group memperoleh peningkatan skor ESG MSCI yang semakin memperkuat posisi Perusaaan di peringkat BBB. Selain itu, ESG Risk Rating Chandra Asri Group dari Morningstar Sustainalytics juga menunjukkan perbaikan dengan penurunan resiko dari 16,6 menjadi 16,3 di mana nilai yang lebih rendah menunjukkan kinerja ESG yang lebih baik. Hasil ini juga sekaligus mempertahankan posisi Chandra Asri Group pada kategori Perusahaan Top Rated ESG secara global pada industri komoditas kimia.
“Kami bangga dapat mempertahankan dan meningkatkan kinerja keberlanjutan kami, yang dibuktikan dengan peningkatan Rating ESG baik dari MSCI maupun Sustainalytics,” kata Head of ESG & Sustanability Chandra Asri Group, Andang Pungkase.
Lebih lanjut, Andang mengungkapkan peningkatan ini merupakan hasil dari upaya berkelanjutan Chandra Asri Group dalam mengelola dampak lingkungan dan sosial secara proaktif serta menerapkan tata kelola yang transparan dan akuntabel.
“Melalui pencapaian ini, kami juga melihat peluang yang lebih besar untuk mendapatkan akses ke berbagai pembiayaan berkelanjutan, termasuk Sustainability-Linked Loans (SLL), dan memperluas kontribusi kami terhadap agenda ekonomi sirkular serta pencapaian target iklim nasional,” ujarnya.
MSCI sendiri merupakan lembaga pemeringkat ESG terkemuka global yang diakui oleh lembaga investasi di seluruh dunia. Penilaian ESG MSCI mengukur pengelolaan risiko dan peluang ESG ribuan perusahaan dari berbagai industri di seluruh dunia. Sementara, Morningstar Sustainalytics adalah salah satu lembaga terkemuka pemeringkatan ESG yang berpengalaman untuk memberikan solusi inovatif yang memungkinkan lembaga-lembaga investor terkemuka di dunia untuk mengidentifikasi, memahami, dan mengelola risiko dan peluang yang didorong oleh ESG.
“Kedepan, kami terus berupaya mencari peluang untuk berinovasi dalam penggunaan energi yang lebih efisien, mendorong praktik ekonomi sirkular untuk meningkatkan pengelolaan sumber daya dan pengelolaan limbah, serta memperkuat rantai pasokan yang berkelanjutan. Kami juga berkomitmen terhadap pengembangan karyawan, keterlibatan masyarakat, serta menjaga standar kepatuhan tertinggi di semua aspek operasional perusahaan,” tutur Andang.
Selain pencapaian ESG tersebut, Chandra Asri Group juga berhasil mempertahankan sertifikasi International Sustainability & Carbon Certification (ISCC) untuk tahun kedua berturut-turut. Sertifikasi ini mengakui fasilitas kami yang telah memenuhi standar global untuk memproduksi produk ramah lingkungan dari bio-feedstock, termasuk Bio-Propylene, Bio-Ethylene, Bio-Crude C4, dan Bio-Pygas. Sertifikasi ISCC ini membuka pintu dalam upaya transisi Chandra Asri Group menuju pemanfaatan bahan baku alternatif yang lebih berkelanjutan.
Editor: Gesa Vitara (gesa@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
Wujudkan Indonesia Asri, Chandra Asri Group Hadirkan Edukasi Pengelolaan Sampah di Jakarta Running Festival 2024
Chandra Asri Group kembali meramaikan ajang lari bertaraf internasional, Jakarta Running Festival 2024 di Istora Senayan. - Halaman all [419] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #chandra-asri-group #indonesia-asri #jakarta-running-festival-2024 #aksi-asri-operasi-semut #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 14/10/24 14:47
v/16451028/
JAKARTA, investor.id - PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group), kembali meramaikan ajang lari bertaraf internasional, Jakarta Running Festival (JRF) 2024 di Expo Jakarta Running Festival 2024, Istora Senayan, Jakarta (12/10). Penyedia solusi energi, kimia, dan infrastruktur terkemuka di Asia Tenggara ini turut menghadirkan edukasi pemilahan dan pengelolaan sampah, khususnya sampah plastik, sepanjang acara berlangsung 10 – 13 Oktober 2024.
Head of Corporate Communication Chandra Asri Group, Chrysanthi Tarigan, mengungkapkan, sebagai mitra pertumbuhan, Chandra Asri Group terus mendukung inisiatif-inisiatif yang mendorong perubahan positif di masyarakat, termasuk dalam upaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan. Melalui edukasi pengelolaan sampah pada event Jakarta Running Festival 2024, Chandra Asri Group berharap ini menjadi langkah bersama masyarakat dalam membangun masa depan yang lebih hijau dan sehat sehingga dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya.
“Dengan semangat Indonesia Asri, kami mengajak runners dan pengunjung di JRF 2024 untuk aktif memilah sampah sebagai bagian penting dalam proses pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, selaras dengan semangat sportivitas dan keberlanjutan selama acara ini berlangsung,” ujar Chrysanthi.
Selama gelaran Expo Jakarta Running Festival 2024 berlangsung, Chandra Asri Group telah memasang sepuluh tempat sampah terpilah di area F&B, yang terdiri dari empat kategori: plastik, kertas, organik, dan lainnya. Hal ini selaras dengan konsep eco-friendly festival yang ingin memberikan pengalaman bagi peserta untuk belajar memilah sampah dengan benar.
Aksi Asri Operasi Semut
Sebagai bagian agenda festival, pada hari Sabtu dan Minggu, 12 - 13 Oktober 2024, Chandra Asri Group turut menggelar Aksi Asri Operasi Semut yang melibatkan sekitar 35 relawan dari masyarakat umum (Warga Asri) dan karyawan Chandra Asri Group. Aksi ini berfokus pada edukasi langsung kepada para peserta festival mengenai pentingnya memilah sampah. Selain edukasi, relawan juga akan melakukan pembersihan sampah di area expo, membantu menciptakan pengalaman Jakarta Running Festival 2024 yang lebih bersih selama berlangsungnya acara.
Aksi Asri Operasi Semut sebelumnya telah berjalan sebanyak 5 kali di beberapa lokasi seperti Kawasan Car Free Day FX Jakarta, Kota Tua Jakarta, dan Jakarta Marathon tahun 2023. Dari seluruh giat bersih ini setidaknya lebih dari 130 kg sampah terkelola dan tidak menumpuk di TPA.
“Melalui partisipasi Chandra Asri Group dan Indonesia Asri, kami berharap masyarakat yang hadir dapat menjadi agen perubahan dalam menjaga kebersihan lingkungan, sejalan dengan salah satu dari lima pilar yang diusung JRF 2024, yaitu keberlanjutan. Dengan semangat #LangkahBersama saat berlari di Jakarta Running Festival 2024, mari kita turut berkolaborasi mewujudkan Indonesia Asri,” tutup Chrysanthi.
Editor: Gesa Vitara (gesa@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
Chandra Asri Group Dorong Efisiensi Energi dan Air
Chandra Asri Group ingin menyiapkan langkah strategis dalam mendorong efisiensi penggunaan energi dan air. - Halaman all [381] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #chandra-asri-group #bni-investor-daily-summit-2024 #efisiensi-energi #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 10/10/24 18:17
v/16346454/
JAKARTA, investor.id - PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) ingin menyiapkan langkah strategis dalam mendorong efisiensi penggunaan energi dan air dalam meningkatkan sumber daya yang berkelanjutan.
“Kedepan ini yang kita (Chandra Asri Group) lakukan adalah bagaimana efisiensi daripada esensi dari energi, penggunaan energi dapat berkurang,” kata Edi kepada Beritasatu.com dalam acara BNI Investor Daily Summit 2024 di JCC Senayan, Selasa (8/10).
Dari sisi sumber daya, Perseroan berkomitmen mengurangi intensitas pemakaian air sebesar 9% dari baseline 2023 hingga 2030. Perusahaan menargetkan pengurangan emisi sebesar 31,89% dari puncak emisi pada 2030 melalui berbagai aksi strategis, seperti peningkatan efisiensi energi, pengembangan bisnis hijau, dan solusi berbasis alam sebagai bagian dari komitmen mereka terhadap keberlanjutan dan mitigasi perubahan iklim.
Legal, External Affairs & Circular Economy Director Chandra Asri Group, Edi Riva’i menjelaskan salah satu pengelolaan efisiensi energi yang telah dilakukan adalah pemanfaatan melalui energi panel surya. Pengubahan energi matahari menjadi energi listrik melalui pengumpulan sel surya telah memiliki berdampak yang positif.
“Upaya yang kita lakukan ini telah memberikan dampak positif, baik efisiensi maupun dampak keberlanjutan,” imbuh Edi.
Sementara itu, Chandra Asri Group juga memiliki produk unggulan berupa pembuatan aspal dengan campuran sampah plastik kresek untuk mendorong sirkuler ekonomi di Indonesia. Perusahaan mengadopsi penelitian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada tahun 2017 dengan menggunakan cacahan plastik kresek berbahan HDPE sebagai campuran aspal. Hasil uji coba menunjukkan bahwa formulasi ini mampu meningkatkan kualitas jalan.
“Unggulan kita adalah pembuatan aspal plastik yang saat ini sudah 120 km kita lakukan di banyak tempat dan itu mengelola setidaknya 1.000 ton sampah plastik bernilai rendah,” ujarnya.
Chandra Asri Group berupaya untuk mengelola sampah plastik bernilai rendah seperti kantong kresek supaya dapat memberikan dampak positif terhadap lingkungan. Melalui aspal plastik, ekonomi dan penciptaan lapangan kerja dapat ditingkatkan.
Selain itu, Edi juga menjelaskan program lain dari Chandra Asri Group bernama “SAGARA”, yakni mengumpulkan sampah dari pesisir laut. Sampah yang mempunyai nilai rendah itu akan bahan bakar yang setara minyak tanah dan bensin bernama PLUSRI.
Pengelolaan sampah pesisir laut itu telah dilakukan selama tiga tahun oleh Chandra Asri Group dan mampu memberikan dampak yang positif. Setidaknya sudah ada 1.000 Liter PLUSRI yang diproduksi.
Editor: Gesa Vitara (gesa@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
Akuisisi SECP, Chandra Asri (TPIA) Menuju Pemain Global
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menargetkan akuisisi aset kilang minyak SECP dari Shell Singapore Pte. Ltd. rampung pada akhir tahun ini. - Halaman all [644] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #tpia-saham #chandra-asri-group #chandra-asri-pacific #emiten-prajogo-pangestu #chandra-asri-akuisisi #shell-energy-and-chemical-park-secp #glencore-plc #shell-singap
(InvestorID) 04/10/24 21:56
v/15979033/
JAKARTA, investor.id – PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menargetkan akuisisi aset kilang minyak Shell Energy and Chemicals Park (SECP) dari Shell Singapore Pte. Ltd. brampung pada akhir tahun ini. Aksi TPIA bersama mitranya, Glencore Plc, itu diyakini berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus upaya TPIA menuju pemain global.
Direktur Utama & CEO Chandra Asri Group Erwin Ciputra menyampaikan, Chandra Asri dalam mengambil setiap keputusan bisnis selalu bertujuan untuk memberikan manfaat bagi Indonesia.
"Chandra Asri Group berkomitmen menjadi mitra pertumbuhan bagi Indonesia. Langkah strategis untuk mengakuisisi aset SECP merupakan salah satu kontribusi kami terhadap pengembangan industri lokal dan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Erwin dalam keterangan resminya, Jumat (4/10/2024).
Selain itu, Erwin menambahkan, akuisisi tersebut juga sejalan dengan strategi pertumbuhan Chandra Asri Group untuk menjadi pemain global, sekaligus memperluas bisnis perseroan di sektor energi, kimia, dan infrastruktur bukan hanya di Indonesia tetapi juga di luar negeri.
Karena itu, aksi korporasi ini bertujuan untuk mendukung Indonesia dalam meningkatkan ketahanan energi dan memenuhi permintaan yang terus meningkat untuk produk kimia. Melalui SECP, Erwin bilang, Chandra Asri Group akan menyediakan produk petroleum, termasuk bensin, bahan bakar jet, gas oil, dan bitumen untuk mendukung berbagai industri di Indonesia.
Emiten konglomerat Prajogo Pangestu ini juga akan membantu mengisi kekurangan pasokan produk kimia, seperti MEG, polyol, serta ethylene, propylene, dan styrene monomers, untuk mendukung proses manufaktur di negara ini. Erwin meyakini, hal tersebut akan memastikan pasokan energi Indonesia tetap terjamin serta mengurangi ketergantungan pada entitas asing.
“Akuisisi ini diharapkan dapat berdampak positif bagi perekonomian Indonesia. Hasil usaha yang didapatkan dari SECP akan direpatriasi dan diinvestasikan kembali untuk pembangunan industri dalam negeri, yang akan berkontribusi signifikan terhadap pendapatan pajak nasional, baik dari pajak perusahaan maupun pajak individu,” imbuh Erwin.
Perusahaan Baru
Tidak berhenti di situ, ekspansi tersebut juga diharapkan dapat menciptakan peluang kerja baru di Indonesia. Sebab, perusahaan baru akan didirikan untuk mengelola operasional pendukung SECP. Operasional ini akan menyederhanakan proses, meningkatkan efisiensi, dan menciptakan lapangan kerja di berbagai sektor.
Dengan fokus pada keunggulan operasional dan inovasi, menurut Erwin, perusahaan baru tersebut akan memperkuat rantai nilai, berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia, dan memastikan bahwa manfaatnya dirasakan masyarakat.
Di sisi lain, ekspansi Chandra Asri Group di kawasan ASEAN juga penting untuk meningkatkan efisiensi ekonomi. Dengan proyeksi Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 4,5% pada 2024 dan PDB Gabungan yang diperkirakan mencapai sekitar US$ 4,5 triliun pada 2030, ASEAN menawarkan peluang signifikan bagi bisnis Indonesia.
Tingkat pertumbuhan tersebut menunjukkan pasar yang kuat dan dinamis di mana perusahaan Indonesia dapat membangun kehadiran yang lebih kuat. Dengan memanfaatkan kemitraan strategis, berinvestasi dalam praktik inovatif, dan meningkatkan kemampuan operasional, Chandra Asri Group dapat secara efektif memanfaatkan pasar yang beragam di dalam ASEAN.
Ekspansi ini akan berkontribusi pada pengembangan ekonomi Indonesia secara keseluruhan, memungkinkan Chandra Asri Group bersaing lebih efektif di pasar global. Di luar aspek ekonomi, kemitraan tersebut juga diharapkan dapat mendorong kolaborasi dan berbagi pengetahuan melalui pertukaran praktik terbaik.
SECP memiliki teknologi dan inovasi canggih, yang dikelola profesional berpengalaman, yang akan memfasilitasi transfer pengetahuan dan teknologi. Sebaliknya, Chandra Asri Group, dengan pengalaman manufaktur lebih dari 32 tahun, dapat memberikan wawasan berharga dan keahlian operasional untuk memperkuat kedua belah pihak.
Pertukaran praktik terbaik antara SECP dan Chandra Asri Group akan memungkinkan kedua perusahaan untuk mengoptimalkan proses dan kemampuan mereka. Selain itu, kolaborasi dengan Glencore, salah satu perusahaan sumber daya alam terkemuka di dunia, juga akan lebih mendorong inovasi, untuk memastikan kemitraan ini tetap kompetitif di pasar global. “Sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan posisi Indonesia di panggung global, menunjukkan kemampuan negara kita dalam memimpin praktik industri terkini,” tutup Erwin.
Editor: Muawwan Daelami (muawwandaelami@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
Chandra Asri Group Perkuat Dukungan bagi Indonesia Melalui Akuisisi Shell Energy and Chemicals Park
Chandra Asri Group memetakan potensi kontribusi untuk kepentingan nasional, melalui akuisisi Shell Energy and Chemicals Park (SECP). - Halaman all [628] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #chandra-asri-group #secp #sektor-energi-indonesia #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 04/10/24 15:08
v/15969335/
JAKARTA, investor.id – PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group), penyedia solusi energi, kimia, dan infrastruktur terkemuka di Indonesia, memetakan potensi kontribusi untuk kepentingan nasional melalui kemitraannya dengan Glencore plc melalui akuisisi Shell Energy and Chemicals Park (SECP) di Singapura. Chandra Asri Group dan Glencore telah menandatangani Perjanjian Jual Beli dengan Shell Singapore Pte. Ltd. untuk mengakuisisi seluruh kepemilikannya di SECP, yang masih menunggu persetujuan regulasi yang diharapkan selesai pada akhir tahun 2024.
Direktur Utama & CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra menyatakan bahwa setiap keputusan bisnis yang diambil oleh Perusahaan bertujuan untuk memberikan manfaat bagi Indonesia.
"Chandra Asri Group berkomitmen untuk menjadi mitra pertumbuhan bagi Indonesia. Langkah strategis untuk mengakuisisi aset SECP merupakan salah satu kontribusi kami terhadap pengembangan industri lokal dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Selain itu, akuisisi ini sejalan dengan strategi pertumbuhan Chandra Asri Group untuk menuju global, memperluas bisnis kami di sektor energi, kimia, dan infrastruktur tidak hanya di Indonesia tetapi juga di luar negeri," ujarnya.
Aksi korporasi ini bertujuan untuk mendukung Indonesia dalam meningkatkan ketahanan energi dan memenuhi permintaan yang terus meningkat untuk produk kimia. Melalui SECP, yang merupakan salah satu kilang minyak dan pusat perdagangan terbesar di dunia, Chandra Asri Group akan menyediakan produk petroleum, termasuk bensin, bahan bakar jet, gas oil, dan bitumen untuk mendukung berbagai industri di Indonesia. Selain itu, Chandra Asri Group akan membantu mengisi kekurangan pasokan produk kimia, seperti MEG, polyol, serta ethylene, propylene, dan styrene monomers, untuk mendukung proses manufaktur di negara ini. Hal ini akan memastikan bahwa pasokan energi negara tetap terjamin serta mengurangi ketergantungan pada entitas asing.
“Akuisisi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Hasil usaha yang didapatkan dari SECP akan direpatriasi dan diinvestasikan kembali untuk pembangunan industri dalam negeri, yang akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan pajak nasional, baik dari pajak perusahaan maupun pajak individu,” jelas Erwin.
Erwin lebih lanjut menjelaskan, selain itu, ekspansi ini akan menciptakan peluang kerja baru di dalam negeri karena sebuah perusahaan baru akan didirikan untuk mengelola operasional pendukung SECP.
“Operasional ini akan menyederhanakan proses, meningkatkan efisiensi, dan menciptakan lapangan kerja di berbagai sektor. Dengan fokus pada keunggulan operasional dan inovasi, perusahaan baru ini akan memperkuat rantai nilai, berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia, dan memastikan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat,” ungkapnya.
Ekspansi Chandra Asri Group di kawasan ASEAN juga sangat penting untuk meningkatkan efisiensi ekonomi. Dengan proyeksi Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 4,5% pada tahun 2024 dan PDB Gabungan yang diperkirakan mencapai sekitar USD4,5 triliun pada tahun 2030, ASEAN menawarkan peluang signifikan bagi bisnis Indonesia. Tingkat pertumbuhan ini menunjukkan pasar yang kuat dan dinamis di mana perusahaan Indonesia dapat membangun kehadiran yang lebih kuat. Dengan memanfaatkan kemitraan strategis, berinvestasi dalam praktik inovatif, dan meningkatkan kemampuan operasional, Chandra Asri Group dapat secara efektif memanfaatkan pasar yang beragam di dalam ASEAN. Ekspansi ini akan berkontribusi pada pengembangan ekonomi Indonesia secara keseluruhan, memungkinkan Chandra Asri Group untuk bersaing lebih efektif di pasar global.
Selain aspek ekonomi, kemitraan ini diharapkan dapat mendorong kolaborasi dan berbagi pengetahuan melalui pertukaran praktik terbaik. SECP memiliki teknologi dan inovasi canggih, yang dikelola oleh profesional berpengalaman, yang akan memfasilitasi transfer pengetahuan dan teknologi. Sebaliknya, Chandra Asri Group, dengan pengalaman manufaktur lebih dari 32 tahun, dapat memberikan wawasan berharga dan keahlian operasional untuk memperkuat kedua belah pihak. Pertukaran praktik terbaik antara SECP dan Chandra Asri Group akan memungkinkan kedua perusahaan untuk mengoptimalkan proses dan kemampuan mereka. Selain itu, kolaborasi dengan Glencore, salah satu perusahaan sumber daya alam terkemuka di dunia, akan lebih mendorong inovasi, memastikan bahwa kemitraan ini tetap kompetitif di pasar global. Sinergi ini juga diharapkan dapat meningkatkan posisi Indonesia di panggung global, menunjukkan kemampuan negara kita dalam memimpin praktik industri terkini.
Editor: Gesa Vitara (gesa@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
Transformasi Bisnis Topang Pertumbuhan Kuat Chandra Asri Group
PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group), dengan kode saham TPIA, agresif berekspansi ke berbagai sektor usaha sejak akhir 2022. - Halaman all [2,256] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #chandra-asri-group #chandra-pelabuhan-nusantara #transpormasi-bisnis #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 16/09/24 20:03
v/15123841/
JAKARTA, investor.id – PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group), dengan kode saham TPIA, agresif berekspansi ke berbagai sektor usaha sejak akhir 2022. Perseroan kini telah bertransformasi menjadi holding di sektor kimia dan infrastruktur, dimana bisnis infrastruktur mencakup lini pengolahan energi, air serta Jetty & Tank Farm. Perkembangan bisnis infrastruktur ini melengkapi bisnis petrokimia yang sudah lebih dahulu digeluti.
Memasuki usia ke-32 tahun, Chandra Asri Group bukan sekadar perusahaan petrokimia terbesar nasional, melainkan korporasi yang memiliki berbagai portofolio bisnis. Diharapkan, hal ini akan menopang pertumbuhan kuat perseroan dalam melayani Indonesia di masa depan.
Transformasi bisnis Chandra Asri Group ditegaskan dengan perubahan nama dari PT Chandra Asri Petrochemical Tbk menjadi PT Chandra Asri Pacific Tbk. Perubahan ini telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Hukum dan HAM pada tanggal 3 Januari 2024 dan telah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 29 Desember 2023.
Perubahan nama menjadi PT Chandra Asri Pacific Tbk menjadi langkah strategis perseroan untuk mengakomodasi perubahan fokus bisnis yang lebih luas dan semakin terdiversifikasi, serta memperkuat reputasi perseroan sebagai mitra pertumbuhan (Your Growth Partner) yang berperan menjadi tulang punggung bagi sektor-sektor strategis di Tanah Air.
Perjalanan transformasi bisnis Perseroan diawali dengan pembelian 70% saham PT Krakatau Daya Listrik (yang kemudian berganti nama menjadi PT Krakatau Chandra Energi / KCE ) dan 49% saham PT Krakatau Tirta Industri (KTI) senilai total Rp 3,24 triliun dari PT Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI), anak usaha PT Krakatau Steel Tbk (KRAS). Pada Februari 2023, KSI telah resmi melakukan penutupan transaksi atas conditional shares and purchase agreement (CSPA) dengan Chandra Asri Group.
Presiden Direktur Chandra Asri Group, Erwin Ciputra, menyampaikan, Chandra Asri Group sangat antusias untuk mengeksekusi strategi programmatic M&A untuk memposisikan Chandra Asri Group pada pertumbuhan bisnis yang menguntungkan dan berkelanjutan. Akuisisi bolt-on ini didukung dengan arus kas yang stabil dan tangguh.
“Strategi ini semakin meningkatkan fundamental bisnis kami dan membuka banyak sinergi menarik, antara lain untuk diversifikasi pendapatan dalam utilitas pendukung serta selaras dengan rencana ekspansi kompleks petrokimia kedua dan industri hilir berskala dunia,” ujar Erwin kala itu.
Erwin Ciputra mengatakan, sinergi ini diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi bagi pemangku kepentingan serta meningkatkan layanan publik seperti, penyediaan listrik dan air bersih untuk industri di wilayah Cilegon serta dapat membuka lapangan kerja seiring dengan pengembangan bisnis.
Proyek Kimia Dasar
Tak berhenti di situ, pada April 2023, Chandra Asri Group kembali membuat terobosan baru. Pada saat itu, Chandra Asri Group dan Indonesia Investment Authority (INA), sovereign wealth fund Indonesia, menandatangani nota kesepahaman untuk bekerja sama mengembangkan pabrik Chlor-Alkali dan Ethylene Dichloride (Pabrik CA-EDC) berskala dunia di Indonesia.
INA, bersama dengan calon investor internasional lainnya, akan menjajaki rencana pembelian saham PT Chandra Asri Alkali (CAA), anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Chandra Asri Group yang telah didirikan sebagai special purpose vehicle untuk berinvestasi dalam pembangunan pabrik itu.
Pabrik itu akan memproduksi lebih dari 400 ribu metrik ton per tahun caustic soda (sodium hydroxide) dan 500 ribu metrik ton per tahun Ethylene Dichloride (EDC). Sebagai bagian dari akselerasi pembangunan pabrik ini, Chandra Asri Group telah menandatangani perjanjian basic engineering and licensing dengan Asahi Kasei Corporation (AKC) dari Jepang, pemegang lisensi terkemuka kelas dunia dengan kekayaan intelektual canggih untuk pembangunan pabrik chlor-alkali berskala dunia.
Erwin menegaskan, Pabrik CA-EDC ini akan membantu memenuhi kebutuhan Indonesia dan Asia Tenggara yang terus meningkat akan Caustic Soda dan EDC.
Caustic Soda merupakan bahan baku penting bagi industri hilir yang terus bertumbuh di Indonesia, seperti ekstraksi alumina, ekstraksi nikel, pengolahan air, produksi tekstil, produksi pulp dan kertas, serta produksi sabun dan deterjen. Adapun ethylene dichloride adalah bahan baku utama dari bahan kimia perantara untuk produksi Polyvinyl Chloride (PVC), yang banyak digunakan dalam berbagai aplikasi produk akhir termasuk konstruksi dan pengemasan.
Pada Mei 2023, Chandra Asri Group melalui PT Chandra Asri Alkali (CAA) menandatangani Perjanjian Lisensi, Rekayasa Dasar dan Layanan Teknis dengan lisensor teknologi vinil terkemuka asal Amerika Serikat untuk mendirikan pabrik EDC.
Chandra Asri Group juga tak mau ketinggalan dalam menggarap peluang bisnis ekosistem kendaraan listrik. Melalui CAA Perseroan telah melakukan penandatanganan letter of intent (LoI) pada Oktober 2023 bersama dengan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dalam rangka mendukung pengembangan hilirisasi aluminium sekaligus mewujudkan percepatan ekosistem kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) dalam negeri yang berkelanjutan.
Kerja sama yang disepakati melalui penandatanganan LoI ini meliputi potensi penyediaan pasokan kaustik soda basah oleh CAA kepada Inalum dengan volume hingga 120 ribu metrik ton per tahun dan potensi penyertaan ekuitas oleh Inalum di CAA hingga 10%.
Kaustik soda basah akan digunakan Inalum sebagai salah satu bahan baku utama dalam proses produksi aluminium di fasilitas smelter, termasuk sebagai komponen battery pack untuk EV.
Maret 2024, Chandra Asri Group dan BCI Minerals Limited (BCI) mengumumkan penandatanganan Perjanjian Offtake. Chandra Asri Group akan menggunakan garam yang diproduksi di Proyek Mardie untuk Pabrik Chlor-Alkali skala global yang sedang dikembangkan di Indonesia.
Volume kontrak garam mencapai 300 ribu ton per tahun pada tahun pertama, kemudian meningkat menjadi 600 ribu ton per tahun pada tahun kedua dan ketiga sesuai dengan progresi proyek. Perjanjian Offtake ini akan berkontribusi terhadap pemenuhan persyaratan offtake yang diperlukan sebagai prasyarat pencairan fasilitas utang BCI.
Saat ini, Pembangunan Pabrik CA-EDC ini masih dalam tahap menunggu proses AMDAL sebagai bagian dari kepatuhan Perusahaan terhadap regulasi dan perundang-undangan di Indonesia.
Infrastruktur Energi
Juni 2023, Chandra Asri Group kembali melakukan aksi korporasi. Kali ini, Perseroan memperluas usaha ke sektor infrastruktur energi dengan investasi hingga US$ 200 juta di PT Krakatau Posco Energy.
Aksi itu dilakukan oleh anak usahanya KCE dan dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama, KCE akan meningkatkan kepemilikannya di KPE, perusahaan patungan (JV) dengan Posco, pembuat baja terkemuka dunia, menjadi 45%. Kedua, KCE akan melakukan investasi bersama sesuai dengan kepemilikan saham untuk mendukung rencana ekspansi KPE dalam membangun pembangkit listrik baru berkapasitas 200 megawatt (MW) setelah final investment decision (FID) diambil.
Dengan jalur pertumbuhan normal, total kapasitas pembangkit listrik KCE akan meningkat menjadi 300 MW, yang terdiri atas 120MW pembangkit listrik gabungan yang sudah dimiliki sebelumnya ditambah dengan 180 MW dari kepemilikian sahamnya di KPE setelah perluasan investasi yang direncanakan, yaitu 45% dari 400MW.
Kala transaksi itu dilakukan, KPE memiliki pembangkit listrik dan utilitas infrastruktur pendukung dengan kapasitas sebesar 200 MW yang beroperasi dengan menggunakan gas buang dari Krakatau Posco dan didukung oleh kontrak perjanjian offtake penuh jangka panjang yang berlaku hingga tahun 2038.
“Langkah ini memperkuat komitmen kami untuk memperdalam kemitraan strategis dan memperkuat posisi kami sebagai investor utama di sektor energi. Kami senang dapat membuka sinergi yang jelas yang terefleksi dengan keberhasilan akuisisi KCE oleh anak PT Chandra Daya Investasi (CDI) pada Februari 2023,” papar Erwin Ciputra.
Pada Desember 2023, KCE berhasil mengembangkan usaha pembangunan pembangkit panel surya dengan empat mekanisme yang berbeda sebagai salah satu upaya menyediakan solusi energi baru terbarukan (EBT). Perusahaan telah berhasil memasang panel surya di berbagai proyek, termasuk industri dan ritel, dengan total kapasitas listrik energi baru terbarukan mencapai 958 kWp dan ditargetkan proyek PLTS (pembangkit listrik tenaga surya) yang akan dikerjakan mencapai 3 MWp di tahun 2023.
Keberhasilan pembangunan panel surya ini, baik untuk pelanggan maupun di wilayah usaha sendiri, dapat menghemat pemakaian listrik hingga 40%/tahun, serta mengurangi emisi karbon mencapai 561 ton CO2/tahun. Inovasi ini merupakan salah satu upaya KCE untuk memberikan kontribusi terhadap upaya pemerintah dalam mencapai target energi baru terbarukan sesuai dengan Peraturan Presiden (PERPRES) Nomor 112 Tahun 2022.
Inovasi dan Kemitraan Strategis untuk Pertambahan Nilai Bisnis Petrokimia
Pada Agustus 2023, Chandra Asri Group perusahaan dan Bank Rakyat Indonesia (BRI), menandatangani nota kesepahaman untuk fasilitas pembiayaan bagi pelanggan polimer domestik Chandra Asri Group. Kolaborasi pemberian fasilitas pembiayaan ini menjadi skema pembiayaan pertama yang dirancang khusus oleh BRI untuk industri petrokimia.
Pemberian fasilitas pembiayaan dilakukan untuk meningkatkan volume transaksi wholesale sekaligus mendukung fokus Indonesia dalam memperkuat hilirisasi industri dengan mengoptimalkan pengolahan bahan baku di dalam negeri. Kerja sama ini juga diharapkan dapat menunjang daya saing rantai nilai industri, mendorong stabilitas rantai pasok, dan memberikan nilai tambah pada produk petrokimia nasional.
“Kolaborasi antara Chandra Asri Group dengan BRI merupakan apresiasi bagi pelanggan kami yang telah memilih kandungan produk dalam negeri untuk mendukung bisnis mereka,” kata Polymer Sales Director Chandra Asri Group Raymond Budhin.
Oktober 2023, Chandra Asri Group berhasil mengantongi International Sustainability and Carbon Certification (ISCC), yaitu sebuah sistem sertifikasi keberlanjutan yang berlaku secara global untuk memproduksi produk yang ramah lingkungan. Dengan diraihnya ISCC, fasilitas pabrik petrokimia Chandra Asri Group kini telah tersertifikasi memenuhi standar untuk mengolah bio-feedstock menjadi produk berbasis bio, seperti bio-propylene, bio-ethylene, bio-crude C4, dan bio-oygas.
Pada akhir 2023, Chandra Asri Group menyediakan material baku pelampung (floaters) sistem panel surya untuk proyek strategis nasional PLTS Terapung Cirata dalam upaya pemenuhan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN). Pelampung pada proyek PLTS Terapung Cirata dirancang khusus untuk menahan beban panel surya, komponen listrik, dan peralatan terkait lainnya guna memastikan operasional yang aman dan andal. Pelampung tersebut memanfaatkan resin HD Blow UB5206H milik Chandra Asri Group.
Floaters menyediakan daya apung yang diperlukan agar panel surya dapat mengapung di atas permukaan air. Pelampung juga membantu menjaga panel surya agar tidak tenggelam, beradaptasi pada perubahan tingkat air, serta memberikan stabilitas sehingga panel surya tidak terguling atau terbalik.
PLTS Terapung yang menempati area waduk lebih dari 200 ha ini merupakan skala utilitas pertama di Indonesia dan terbesar di Asia Tenggara yang memiliki kapasitas 192 MWp. Proyek PLTS Terapung Cirata juga masuk sebagai upaya Indonesia untuk meningkatkan porsi energi baru terbarukan.
Pada periode yang sama, Chandra Asri Group meraih investasi sebesar US$194 juta dari Electric Generating Public Company Limited atau EGCO Group, produsen energi independen di Thailand. Setelah menyelesaikan proses transaksi, EGCO akan memiliki 30% saham di anak perusahaan Chandra Asri Group, PT Chandra Daya Investasi (CDI), yang didedikasikan untuk solusi infrastruktur.
Chandra Asri Group akan terus mempertahankan mayoritas saham sebesar 70% di CDI. Dana bersih yang diperoleh akan digunakan untuk pengembangan bisnis infrastruktur Chandra Asri Group dan EGCO, yang meliputi energi, air, dan fasilitas pelabuhan. EGCO Group terseleksi sebagai mitra pilihan Chandra Asri Group untuk mendukung pertumbuhan eksponensial bisnis infrastruktur Chandra Asri Group, setelah melalui proses seleksi investor strategis yang kuat dan komprehensif.
Kolaborasi ini menandai tonggak sejarah penting bagi kedua perusahaan, menggabungkan keahlian Chandra Asri Group di sektor kimia dan infrastruktur dengan kemahiran EGCO di bidang solusi ketenagalistrikan dan energi.
"Kami sangat senang dapat bergabung dengan EGCO sebagai mitra pertumbuhan baru untuk menciptakan sinergi yang tidak hanya akan meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga berkontribusi pada masa depan yang lebih berkelanjutan,” kata Erwin Ciputra.
Kiprah 2024
Perseroan memulai 2024 dengan resmi mengganti nama menjadi PT Chandra Asri Pacific Tbk. Direktur SDM dan Urusan Korporat Chandra Asri Group Suryandi menegaskan, perubahan nama ini menjadi mempertegas seluruh langkah bisnis yang dilakukan guna memberikan dampak positif yang signifikan bagi para pemangku kepentingan.
“Nama baru ini sekaligus mendukung visi perusahaan untuk menjadi perusahaan solusi kimia dan infrastruktur terkemuka di Indonesia,” ujar Suryandi.
Mei 2024, Chandra Asri Group menandatangani perjanjian jual beli dengan Shell Singapore Pte Ltd (SSPL) untuk mengakuisisi seluruh kepemilikannya di Shell Energy and Chemicals Park Singapore (SECP). Setelah melalui proses lelang yang kompetitif, CAPGC Pte. Ltd. (CAPGC), perusahaan patungan yang mayoritas dimiliki dan dioperasikan oleh Chandra Asri Group dan minoritas oleh Glencore melalui anak perusahaannya masing-masing, sepakat untuk mengakuisisi SECP yang terdiri atas kilang minyak mentah dengan kapasitas pemrosesan sebesar 237.000 barel per hari, ethylene cracker berkapasitas 1,1 juta metrik ton per tahun di Pulau Bukom dan aset kimia hilir di Pulau Jurong.
“Akuisisi ini merupakan keberhasilan dari strategi M&A terprogram kami untuk menjadi pemain kimia dan infrastruktur terkemuka di kawasan ini dan akan semakin memperkuat ketahanan bisnis kami,” kata Erwin Ciputra.
Transaksi ini masih menunggu persetujuan regulator dan diharapkan selesai pada akhir tahun 2024.
Pada bulan yang sama, saham TPIA masuk Indeks Standar Global Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk Emerging Markets, berdasarkan publikasi triwulanan yang diterbitkan di London. Masuknya saham TPIA akan diimplementasikan pada penutupan pasar pada 31 Mei 2024.
MSCI mengakui kapitalisasi pasar Chandra Asri Group yang mengesankan dan kapitalisasi pasar yang disesuaikan dengan free float, yang memenuhi ambang batas indeks. Inklusi ini menegaskan posisi Chandra Asri Group sebagai pemain utama dalam industri kimia dan infrastruktur global.
Juni 2024, perseroan memperkuat bisnis petrokimia dengan mengoperasikan Pabrik Bag Film Roll (BFR) yang memproduksi heavy duty Sacks. Pabrik BFR memanfaatkan produk Polyethylene perseroan, yaitu Metallocene dan HDPE yang umum digunakan sebagai bahan baku kantong plastik. Produksi BFR direncanakan akan memanfaatkan material recycle sebesar 30% yang mengutilisasi karung bekas konsumen atau postconsumer recycle (PCR).
Keberadaan Pabrik BFR diharapkan dapat meningkatkan efektivitas supply chain di internal Perseroan serta melayani kebutuhan pelanggan lebih baik lagi. Dalam satu tahun terakhir, Pabrik BFR telah memproduksi kemasan untuk produk-produk resin Chandra Asri Group yaitu Asrene® dan Trilene®. Produk BFR cocok untuk pengemasan produk polimer berupa pellet plastik, serta aman digunakan untuk produk pangan.
Juli 2024, Chandra Asri Group menyelesaikan proses spin-off untuk mengoperasikan solusi terintegrasi berupa pelayanan kepelabuhan laut (jasa bongkar muat dan jasa tambat) dan penyimpanan curah cair (penyewaan tangki) bagi berbagai industri di Cilegon dan sekitarnya melalui anak usahanya, yakni PT Chandra Pelabuhan Nusantara (CPN). CPN kini sedang dalam proses pengajuan konsesi agar dapat melayani pelanggan eksternal dan diharapkan selesai pada tahun 2025.
CPN mengoperasikan tiga dermaga strategis di Selat Sunda dengan total kapasitas 96.000 DWT untuk berbagai produk dan fasilitas tangki sebesar 518.000 kubik meter untuk naphtha, ethylene, propylene, pyrolysis gasoline (PyGas) dan lainnya. Kehadiran CPN diharapkan dapat mengoptimalkan efisiensi operasional berbagai industri dan memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan.
Editor: Gesa Vitara (gesa@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
Asa Emiten Prajogo Pangestu Chandra Asri (TPIA) Bawa Anak Usaha IPO
Emiten Prajogo Pangestu Chandra Asri (TPIA) bakal membawa anak usahanya, CDI IPO. Anak usaha itu disebut menjadi salah satu motor pertumbuhan Chandra Asri Group [75] url asal
#emiten-prajogo-pangestu #tpia #chandra-asri #chandra-asri-group #ipo-anak-usaha-tpia #ipo-chandra-daya-investasi #kinerja-chandra-asri
(Bisnis.Com) 21/08/24 19:40
v/14520643/
Bisnis.com, JAKARTA -- Emiten milik taipan Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) blak-blakan menyebut bakal membawa anak usahanya, PT Chandra Daya Investasi (CDI) untuk melakukan initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). TPIA mengaku sedang mematangkan rencana untuk membawa CDI melantai di bursa.
Adapun, CDI merupakan anak usaha yang 100% dimiliki oleh TPIA. CDI bergerak di bidang investasi khususnya infrastruktur dan diklaim sebagai salah satu motor pertumbuhan Chandra Asri Group.
Chandra Asri Group Raih Pinjaman Sindikasi Berkelanjutan Sebesar US$ 800 Juta yang Mengalami Kelebihan Permintaan
Chandra Asri Group secara resmi telah menggunakan opsi Greenshoe dalam fasilitas pinjaman sindikasi berjangka. - Halaman all [416] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #chandra-asri-group #ocbc #proyek-ekonomi-berkelanjutan #pinjaman-berkelanjutan #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 30/07/24 11:40
v/12637650/
JAKARTA, investor.id – PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) secara resmi telah menggunakan opsi Greenshoe dalam fasilitas pinjaman sindikasi berjangka terkait keberlanjutan (“Fasilitas”) setara US$ 600 juta, yang ditandatangani pada Mei 2024, dengan meningkatkan Fasilitas tersebut menjadi setara dengan US$ 800 juta setelah mendapat respons positif dan permintaan tinggi atas Fasilitas tersebut dari pasar perbankan.
Fasilitas ini disediakan oleh sejumlah mitra perbankan dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Singapura, dan Thailand. Kesepakatan ini menandai dukungan yang lebih besar dan solid dari industri perbankan, mengukuhkan komitmen Chandra Asri Group terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab dan pengelolaan lingkungan yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja Perusahaan secara keseluruhan.
Chandra Asri Group bermitra dengan Oversea-Chinese Banking Corporation Limited (“OCBC”) sebagai bank penasihat dan Mandated Lead Arranger, Underwriter, dan Bookrunner (“MLAUB”) untuk fasilitas pinjaman sindikasi senilai setara US$ 800 juta.
Fasilitas itu didukung oleh lembaga keuangan terkemuka seperti: PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Danamon Indonesia Tbk, KASIKORNBANK PUBLIC COMPANY LIMITED, PT Bank Permata Tbk., PT BANK HSBC INDONESIA, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dan Bank ICBC Indonesia. Ada pun, OCBC juga bertindak sebagai Koordinator Keberlanjutan tunggal dalam Fasilitas tersebut.
Chief Financial Officer Chandra Asri Group, Andre Khor, menyatakan, Chandra Asri Group sangat senang dapat berkolaborasi dengan lembaga keuangan terkemuka dari berbagai wilayah.
“Kami berharap dapat memanfaatkan dana ini untuk mendorong proyek-proyek ekonomi berkelanjutan. Selain itu, kami juga berterima kasih kepada OCBC atas peran luar biasa mereka sebagai bank penasihat dan MLAUB. Keahlian dan dukungan mereka telah sangat berharga dalam membantu kami mencapai pencapaian ini dan memungkinkan Chandra Asri Group untuk maju secara bertanggung jawab,” kata Andre.
Sementara itu, Head of Global Wholesale Banking of OCBC, Tan Teck Long, mengatakan, OCBC sangat senang dapat mendukung Chandra Asri Group dalam fasilitas terdepan.
“Dalam hal ini, pasar yang akan memungkinkan Grup untuk mendorong pertumbuhannya dengan cara yang ramah lingkungan. Kemitraan ini mencerminkan komitmen OCBC untuk memanfaatkan keahlian dan solusi keuangan inovatif kami guna membantu klien kami mencapai ambisi mereka dan mendukung mereka dalam transisi menuju dunia dengan emisi karbon rendah,” ungkapnya.
Di sisi lain, pinjaman ini ditujukan untuk mendukung proyek-proyek ekonomi yang berkelanjutan secara lingkungan dan sosial guna mendukung pertumbuhan Perusahaan, yang akan memperkuat kepemimpinan Chandra Asri Group di sektor kimia dan infrastruktur. Melalui integrasi strategi keuangan dengan tujuan keberlanjutan, Chandra Asri Group, sebagai mitra pertumbuhan yang berdedikasi, yakin dapat memimpin praktik bisnis yang berkelanjutan.
Editor: Gesa Vitara (gesa@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
Berdayakan Masyarakat lewat Ekonomi Sirkular, Chandra Asri Group Raih Penghargaan Peningkatan Kesejahteraan Sosial
Chandra Asri Group menyabet penghargaan kategori Peningkatan Kesejahteraan Sosial dalam acara Malam Apresiasi Satu Inspirasi 2024. - Halaman all [497] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #chandra-asri #chandra-asri-group #satu-inspirasi-2024 #ekonomi-sirkular #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 26/07/24 17:33
v/12201783/
JAKARTA, investor.id - Chandra Asri Group berhasil meraih penghargaan dalam acara Malam Apresiasi Satu Inspirasi 2024 persembahan Beritasatu.com di Hotel JS Luwansa, Rabu (25/7/2024). Chandra Asri Group menyabet penghargaan kategori Peningkatan Kesejahteraan Sosial.
Circular Economy and Partnership Manager Chandra Asri Group Nicko Setyabudi mengatakan, penghargaan ini merupakan bentuk komitmen Chandra Asri Group untuk memberdayakan masyarakat melalui konsep ekonomi sirkular. Konsep tersebut menekankan prinsip guna mengurangi sampah dan memaksimalkan sumber daya yang ada.
Salah satu upaya yang dilakukan perusahaan solusi kimia dan infrastruktur itu adalah meningkatkan pengelolaan sampah di daerah yang terpusat di Cilegon dan Serang. Nicko mengatakan, di wilayah tersebut, Chandra Asri Group berkolaborasi dengan masyarakat untuk menjalankan fasilitas binaan melalui Industri Pengelolaan Sampah Terpadu-Atasi Sampah, Kelola Mandiri (IPST Asari).
Inisiatif ini merupakan upaya untuk membantu Pemerintah Indonesia mengurangi penumpukan sampah di TPA dan sampah terbuang ke lautan hingga 70% pada 2025 melalui pendekatan ekonomi sirkular.
"Salah satu model yang kami coba lakukan adalah membuat pilot project, end to end plastic waste management, yang mana ini berpusat di Cilegon dan Serang," ujar Nicko.
Melalui IPST Asari, kata Nicko, plastic waste management dilakukan oleh Chandra Asri Group dan masyarakat lewat beberapa tahapan. Pertama, sampah dikumpulkan untuk kemudian dibawa ke IPST Asari guna dipilah lebih lanjut.
Kedua, sampah yang memiliki nilai jual akan diproses untuk didaur ulang. Kemudian sampah bernilai rendah diolah langsung melalui proses pirolisis. Lewat proses ini, sampah akan diolah menjadi minyak pirolisis yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
"Itu dapat digunakan oleh masyarakat dan termasuk dikembalikan ke rantai operasionalnya untuk Chandra Asri Group, untuk keperluan sehari-hari," ucap Nicko.
Inisiatif end-to-end plastic waste management Chandra Asri Group juga ditunjukkan melalui Program SAGARA yang terintegrasi dengan IPST Asari. Nicko menyebut, Chandra Asri Group menggandeng masyarakat pesisir untuk menjalankan program SAGARA, dengan mengumpulkan sampah plastik dari lautan untuk diolah."Sehingga pada akhirnya bisa mengurangi sampah-sampah yang ada di sana," tuturnya.
Nicko menjelaskan, program-program Chandra Asri Group tersebut berdampak luas bagi masyarakat sekitar, dengan penerima manfaatnya lebih dari 10.000 orang di sekitar Cilegon dan Serang. Selain individu, dia menuturkan bahwa UMKM dan pelaku juga merasakan manfaat.
"Termasuk juga tentunya dari Cilegon dan Serang terbantu dari sisi lingkungannya sehingga pada akhirnya kita bisa membantu pemerintah berkolaborasi untuk bisa mengelola sampah dan pada akhirnya kita bisa mengurangi pencemaran sampah ke lingkungan," terangnya.
Chandra Asri Group terus berkomitmen untuk menyeimbangkan kepentingan ekonomi, lingkungan, dan sosial agar berjalan secara berdampingan. Terutama, dengan berkontribusi mengatasi permasalahan sampah plastik yang saat ini tengah menjadi perhatian dunia.
Harapannya, lanjut Nicko, Chandra Asri Group dapat menjadi role model yang membuat stakeholder lainnya dapat mereplikasi program serupa demi kepentingan masyarakat dan kelestarian lingkungan di seluruh penjuru Indonesia.
"Tentunya kita perlu berkolaborasi untuk semakin banyak stakeholder dan tentu harapannya ini bisa direplikasi, diduplikasi di tempat-tempat lainnya sehingga pada akhirnya kita punya satu model yang kita bisa jalankan bersama," pungkasnya.
Editor: Yurike Metriani (yurikemetriani@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
Chandra Asri Group Layani Kepelabuhan dan Penyimpanan Curah Cair Terpadu melalui PT Chandra Pelabuhan Nusantara
Kehadiran CPN diharapkan dapat mengoptimalkan efisiensi operasional berbagai industri dan memberikan nilai tambah bagi pemangku kepentingan. - Halaman all [431] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #chandra-asri-group #chandra-pelabuhan-nusantara #pertumbuhan-industri #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 19/07/24 16:37
v/11322287/
JAKARTA, investor.id – PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group), perusahaan solusi kimia dan infrastruktur terkemuka di Indonesia, saat ini tengah mengoperasikan solusi terintegrasi berupa pelayanan kepelabuhan laut (jasa bongkar muat dan jasa tambat) dan penyimpanan curah cair (penyewaan tangki) bagi berbagai industri di Cilegon dan sekitarnya melalui anak usahanya, yakni PT Chandra Pelabuhan Nusantara (CPN).
CPN mengoperasikan tiga dermaga strategis di Selat Sunda dengan total kapasitas 96.000 DWT untuk berbagai produk dan fasilitas tangki sebesar 518.000 kubik meter untuk naphtha, ethylene, propylene, pyrolysis gasoline (Py-Gas) dan lainnya. Kehadiran CPN diharapkan dapat mengoptimalkan efisiensi operasional berbagai industri dan memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan.
Dalam hal ini, CPN telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dengan diterbitkannya surat Pemenuhan Kewajiban izin Badan Usaha Pelabuhan (BUP) pada (20/2). Selanjutnya, pada (1/7), Chandra Asri Group secara efektif melakukan pemisahan aset pelabuhan, dermaga, fasilitas penyimpanan, dan fasilitas pendukungnya kepada CPN. Layanan yang diberikan CPN ini akan mendukung kemajuan industri di wilayah Cilegon dan sekitarnya serta menjadikan CPN sebagai salah satu fasilitas kepelabuhan dan tangki penyimpanan curah cair terbesar di Cilegon. Saat ini, CPN sedang dalam proses pengajuan konsesi agar dapat melayani pelanggan eksternal yang diharapkan selesai pada tahun 2025.
Direktur HR & Corporate Affairs Chandra Asri Group, Suryandi, menjelaskan, sebagai Mitra Pertumbuhan, Chandra Asri Group memahami peran strategis infrastruktur pelabuhan dalam mendukung pertumbuhan industri dan ekonomi nasional.
“CPN, dengan lokasi strategisnya yang menghubungkan antara Laut Jawa, Laut Cina Selatan, dan Samudra Hindia, akan memainkan peran penting dalam akselerasi dan diversifikasi pengembangan usaha Perseroan,” ujar Suryandi.
Lebih lanjut, Suryandi menambahkan CPN diharapkan dapat memberikan pelayanan kepada lebih banyak pemangku kepentingan.
“Dengan perkembangan bisnis yang pesat di Cilegon dan sekitarnya, permintaan atas pelayanan kepelabuhan laut serta pelayanan penyimpanan diprediksi akan meningkat. CPN siap mengelola layanan fasilitas kepelabuhan dan tangki penyimpanan curah cair dengan fokus dan kompetitif serta membuka lebih banyak peluang kerja sama strategis yang akan memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan,” pungkasnya.
Industri-industri di Cilegon dalam waktu dekat dapat memanfaatkan layanan CPN untuk mendistribusikan bahan kimia cair, petrokimia, dan produk kilang minyak, yang akan meningkatkan efisiensi mobilitas. Didukung dengan tenaga kerja yang ahli dan berpengalaman, CPN juga menyediakan fasilitas tangki yang dapat disewa sehingga memungkinkan penyimpanan produk dengan efektif. Dengan kemampuan ini, CPN siap untuk menanggapi permintaan yang semakin berkembang dan memberikan kontribusi sebagai simpul penting dalam perekonomian Indonesia, serta memberikan nilai tambah signifikan bagi para pemangku kepentingan termasuk pelanggan, investor, dan masyarakat.
Editor: Gesa Vitara (gesa@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News