KOMPAS.com – Tekanan udara di kabin pesawat menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan oleh pihak maskapai penerbangan sebelum memulai perjalanan.
Gangguan pada sistem ini tidak bisa dianggap sepele karena dapat berakibat serius, mulai dari mimisan hingga kondisi fatal seperti hipoksia (kekurangan oksigen di tubuh).
Insiden yang baru-baru ini terjadi pada penerbangan Delta Air Lines pada Minggu (15/9/2024) merupakan salah satu kasus permasalahan sistem tekanan kabin pesawat yang tidak stabil.
Hal ini mengingatkan maskapai penerbangan akan pentingnya menjaga kestabilan tekanan udara di pesawat untuk melindungi penumpang selama penerbangan di ketinggian.
Dilansir dari CNN Travel, tekanan udara di kabin pesawat dipertahankan agar penumpang merasa nyaman dan aman selama penerbangan.
Graham Braithwaite, seorang profesor keselamatan penerbangan, menjelaskan bahwa di ketinggian lebih dari 10.000 meter, udara luar menjadi sangat tipis. Tanpa sistem tekanan, manusia akan kesulitan bernapas.
Kabin pesawat biasanya diatur pada tekanan setara dengan ketinggian sekitar 2.400 meter untuk memastikan penumpang dapat bernapas dengan baik.
Jika tekanan ini gagal dipertahankan, efeknya bisa berbahaya, terutama pada saat pesawat sedang terbang tinggi.
Ketika terjadi dekompresi cepat, seperti yang dialami pada beberapa insiden, masker oksigen akan otomatis turun untuk membantu penumpang bernapas dan pesawat akan segera turun ke ketinggian lebih rendah untuk menghindari risiko hipoksia.
Dampak sistem tekanan udara kabin pesawat yang bermasalah
Ketika sistem tekanan udara di kabin bermasalah, efeknya bisa sangat fatal. Sejumlah kecelakaan besar di dunia penerbangan disebabkan oleh dekompresi mendadak.
Dikutip dari laman CNN Travel, insiden paling mematikan dalam sejarah penerbangan akibat dekompresi terjadi pada tahun 1985 saat Japan Airlines Penerbangan 123 mengalami kegagalan struktural yang menyebabkan pesawat jatuh.
UNSPLASH/Steven Thompson Ilustrasi kabin pesawat dengan lampu yang dimatikan.Pada 2018, seorang penumpang Southwest Airlines tewas setelah sebagian tubuhnya tersedot keluar dari jendela yang rusak akibat ledakan mesin.
Melansir dari laman Kompas.com, baru-baru ini, pada Minggu (15/9/2024) Delta Air Lines mengalami permasalahan tekanan udara di kabin pesawatnya yang menyebabkan beberapa penumpang mengalami pendarahan di kuping dan hidung.
Dilansir dari laman Flight Radar 24, dampak lain dekompresi tekanan udara di kabin pesawat adalah hipoksia, barotrauma, dan kebingungan akut yang dapat membuat penumpang dan awak pesawat kehilangan kesadaran.