JAKARTA, investor.id – PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) atau Alfamart telah memperkuat posisinya dengan terus meraih pangsa pasar dan melihat kedekatan sebagai faktor penting dalam menarik konsumen. Penjualan Alfamart pada Juli-Agustus 2024 tetap solid, meskipun kuartal III biasanya cenderung lebih lemah karena faktor musiman.
“Alfamart (AMRT) tidak mengubah target pertumbuhan penjualan toko sejenis (samestoresalesgrowth/SSSG) di angka satu digit menengah dan pertumbuhan pendapatan sekitar 10-11% pada tahun ini,” tulis analis RHB Sekuritas, Vanessa Karmajaya dalam risetnya.
Alfamart berencana membuka 1.500 toko baru, dengan 1.000 di antaranya Alfamart, dan 1.200 toko tahun ini. Tingkat keberhasilan pembukaan toko baru mencapai 98%. Pertumbuhan penjualan tertinggi terlihat di luar Jawa, sedangkan Jawa Tengah merupakan wilayah paling menguntungkan.
Emiten berkode saham AMRT tersebut memperkirakan jumlah toko di luar Jawa dapat mencapai sekitar 37-38% dari total toko dalam jangka panjang. Adapun toko perawatan diri AMRT, yaitu Dan+Dan, dengan 318 toko hingga Juni 2024 sudah mulai menghasilkan keuntungan.
Meskipun AMRT melihat potensi keuntungan Dan+Dan menjanjikan, saat ini belum ada rencana ekspansi secara agresif. Namun, perseroan mempertimbangkan beberapa strategi untuk mengembangkan segmen bisnis tersebut, karena pendekatannya berbeda dari operasional ritel lainnya.
Di sisi lain, perusahaan ritel milik konglomerat Djoko Susanto itu menyoroti bahwa kenaikan sewa dan gaji menjadi perhatian dalam menjaga profitabilitas di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Karena itu, perseroan menerapkan sejumlah strategi seperti penjualan produk dengan margin tinggi dan pemilihan produk.
“Selama setahun terakhir, AMRT telah mengoptimalkan jumlah staf melalui analisis beban kerja, yang meningkatkan produktivitas,” jelas Vanessa.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Tahun ini, perseroan optimistis terhadap dampak pemilihan kepala daerah (pilkada) pada November. Begitu juga efek dari program makan bergizi gratis, yang dapat meningkatkan kinerja perusahaan.
Dalam jangka panjang, bakal ada pergeseran preferensi konsumen dari perdagangan umum (GT) ke perdagangan modern (MT). Saat ini, penjualan secara online menyumbang 6% terhadap total penjualan hingga Juni 2024. AMRT mengoperasikan 3.100 toko sebagai titik pengiriman untuk mendukung penjualan online. Perseroan juga memiliki aplikasi Aksesmu untuk melayani toko kelontong, namun kontribusi dari segmen ini masih di bawah 4%.
RHB menggeser dasar valuasi ke tahun 2025 sambil mempertahankan perkiraan secara keseluruhan untuk Alfamart atau AMRT ini. RHB tetap optimistis mengingat model bisnis serta posisi AMRT yang kuat di Indonesia.
Sebab itu, RHB mempertahankan rekomendasi buy saham AMRT dengan target harga baru Rp 3.800 dari sebelumnya Rp 3.400. Potensi kenaikan harga saham mencapai 20%.
RHB tidak menerapkan premi atau diskon pada target harga baru tersebut karena nilai ESG-nya sama dengan rata-rata negara. Risiko utamanya jika daya beli lebih lemah dari perkiraan.
Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News