'Saya sendiri enggak terlalu masalah juga dengan komentar beliau ya, karena lebih banyak komentar jelek mengenai saya, saya sudah terima,” kata Menkes Halaman all [468] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengaku tidak punya masalah dengan mantan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) Budi Santoso yang baru-baru ini dipecat.
Budi Gunadi mengaku tidak masalah meski ia merasa Budi Santoso kerap melempar komentar yang jelek kepada dirinya.
“Terus terang saya sendiri enggak terlalu masalah juga dengan komentar beliau ya, karena lebih banyak komentar jelek mengenai saya, saya sudah terima,” kata Budi Gunadi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (8/7/2024).
Budi Gunadi pun mengaku tidak tahu-menahu mengenai alasan di balik pencopotan Budi Santoso dari jabatan dekan FK Unair.
“Kami juga tidak tahu pertimbangannya apa, mengapa diberhentikan. Saya juga tidak ada komunikasi sama rektor,” ujar Budi Gunadi.
Ia menekankan, Kementerian Kesehatan tidak punya kewenangan untuk mencopot seorang dekan.
“Kalau mengenai pemberhentian dekan FK (Unair) itu wewenangnya rektor, enggak ada wewenangnya Kemenkes bisa sampai sana,” kata Budi Gunadi.
Budi Gunadi pun angkat bicara soal pernyataaan Budi Santoso yang mengkritik kebijakan pemeirntah memperbolehkan dokter asing berpraktik di Indonesia
Menurut dia, persoalan itu semestinya tidak lagi menjadi perdebatan karena sudah aturan mengenai kebijakan itu sudah tertuang dalam undang-undang.
“Jadi harusnya ya diskusi itu udah enggak ada lagi, karena secara hukum formal rakyat Indonesia, baik wakil-wakil rakyat, ataupun pemerintah sudah setuju,” kata Budi Gunadi.
Sementara itu, Budi Santoso menduga, pencopotannya sebagai dekan FK Unair berkaitan dengan pernyataannya yang menolak dokter asing masuk Indonesia.
Budi sempat dipanggil oleh Rektorat Unair pada Senin (1/7/2024) untuk mengklarifikasi pernyataannya tersebut.
Menurutnya, terjadi perbedaan pendapat antara ia dengan pimpinan Unair mengenai rencana Budi Gunadi mendatangkan dokter asing.
“Karena rektor pimpinan saya dan saya ada perbedaan pendapat, dan dinyatakan berbeda, ya, keputusan beliau ya saya terima meski bertolak belakang dengan hati nurani saya,” ujar Budi dikutip dari Kompas.id, Kamis (4/7/2024).
Menurut Budi, andaikata semua dokter ditanya apakah rela jika dokter asing masuk Indonesia, ia yakin mereka akan menolak.
Budi yang sudah menjabat sebagai Dekan FK Unair sejak 2020 menyatakan, penolakannya terhadap rencana Menkes mendatangkan dokter asing merupakan pernyataan selaku pribadi dan institusi.
Ia meyakini, 92 fakultas kedokteran di Indonesia mampu melahirkan dokter berkualitas, bahkan kualitasnya tak kalah dengan dokter dari luar negeri.