#30 tag 24jam
Argumen Bitcoin Sebagai Aset Cadangan Bank Sentral
Matthew Ferranti, ekonom di US Intelligence Community, menawarkan argumen kuat Bitcoin sebagai aset cadangan bank sentral sejumlah negara. [765] url asal
#aset-cadangan #bank-sentral #bitcoin #el-salvador #investasi #the-fed
(BlockChain-Media) 26/10/24 13:00
v/17014266/
Matthew Ferranti, ekonom di US Intelligence Community, menawarkan argumen kuat Bitcoin sebagai aset cadangan bank sentral sejumlah negara. El Salvador, secara parsial, dapat dijadikan sebagai contoh, karena memiliki program pembelian BTC setiap hari sejak 27 September 2024, selain menjadikan kripto itu sebagai legal tender sejak 2021.
Dalam beberapa tahun terakhir, Bitcoin semakin diperhitungkan dalam dunia keuangan global. Sebagai aset digital yang paling dikenal, Bitcoin telah menarik perhatian tidak hanya dari investor ritel tetapi juga dari lembaga keuangan besar, termasuk bank sentral. Meskipun Bitcoin menawarkan potensi diversifikasi yang menarik sebagai aset cadangan bank sentral, ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi jika bank sentral memutuskan untuk menjadikannya sebagai aset cadangan pilihan.
Matthew Ferranti, seorang ekonom di US Intelligence Community menulis makalah menarik di Bitcoin Policy Institute (BPI) beberapa waktu lalu, yang membahas potensi Bitcoin sebagai aset cadangan bank sentral, mencatat bahwa Bitcoin dapat memberikan manfaat diversifikasi yang signifikan.
“Bitcoin dapat membantu bank sentral mendiversifikasi risiko yang terkait dengan inflasi, ketegangan geopolitik, dan sanksi finansial,” tulisnya.

Namun, Ferranti juga mengakui bahwa ada tantangan yang signifikan yang dihadapi dalam penerapan Bitcoin sebagai aset cadangan bank sentral.
Argumen Kuat untuk Bitcoin sebagai Aset Cadangan Bank SentralSalah satu argumen utama Ferranti adalah bahwa Bitcoin dapat berfungsi sebagai alat diversifikasi portofolio bagi bank sentral. Dalam analisis yang dilakukan oleh para peneliti di Federal Reserve Bank of New York, kutipnya, ditemukan bahwa harga Bitcoin tidak terpengaruh oleh banyak berita makroekonomi, kecuali yang berkaitan dengan inflasi.
Hal ini menunjukkan bahwa Bitcoin sebagai aset cadangan bank sentral dapat berfungsi sebagai aset yang tidak berkorelasi dengan aset lainnya, memberikan peluang bagi bank sentral untuk mengurangi risiko portofolio mereka.
“Bitcoin tidak memiliki risiko default, karena tidak mewakili klaim pada aliran kas di masa depan. Ini adalah aset yang terdesentralisasi dan dilindungi oleh proses penambangan yang cryptographically secure,” tambah Ferranti.
Hal ini menjadikan Bitcoin sebagai alternatif menarik dibandingkan aset tradisional seperti obligasi atau saham, yang memiliki risiko yang lebih jelas dan dapat diprediksi.
Bitcoin juga menunjukkan ketahanan terhadap sanksi finansial. Ferranti mencatat bahwa meskipun sanksi dapat mencegah entitas dari menerima aliran kas yang berasal dari aset yang disanksi, Bitcoin tetap dapat diperdagangkan sebagai aset cadangan bank sentral.
“Jika sekelompok penambang menolak untuk memproses transaksi ke atau dari dompet tertentu, pemilik dompet tersebut dapat menawarkan biaya transaksi yang lebih tinggi untuk memotivasi penambang lain,” jelasnya.
Ini menunjukkan bahwa Bitcoin dapat berfungsi sebagai alat untuk menghindari sanksi yang sering kali menghambat arus keuangan internasional.
Lebih lanjut, Ferranti menyoroti kemampuan Bitcoin untuk berfungsi sebagai lindung nilai terhadap risiko geopolitik. Dalam riset yang dilakukan, ia menemukan bahwa risiko geopolitik dapat memprediksi baik imbal hasil maupun volatilitas Bitcoin.
“Hanya lonjakan harga Bitcoin yang tergantung pada lonjakan dalam indeks risiko geopolitik,” katanya, menunjukkan bahwa Bitcoin memiliki posisi unik di antara aset-aset kripto lainnya, menjadikannya pilihan yang menarik untuk bank sentral.
Program El Salvador membeli Bitcoin setiap hari sejak 27 September 2024. Sumber: Kantor Bitcoin El Salvador.Presiden El Salvador, Nayib Bukele, mengklaim bahwa penggunaan Bitcoin akan membawa manfaat ekonomi yang signifikan bagi negaranya, termasuk pengurangan biaya pengiriman uang bagi warga negara yang bekerja di luar negeri. Namun, kebijakan ini juga mendapat kritik karena risiko volatilitas harga yang tinggi dan dampak lingkungan dari proses penambangan Bitcoin.
“Keberanian El Salvador untuk mengadopsi Bitcoin sebagai alat pembayaran dan sebagai aset cadangan bank sentral menunjukkan bahwa ada potensi bagi negara-negara lain untuk mengeksplorasi penggunaan Bitcoin sebagai bagian dari strategi cadangan mereka,” kata Ferranti. Namun, ia juga menekankan pentingnya kebijakan yang hati-hati dalam pengelolaan risiko yang terkait dengan aset digital.
Berdasarkan pantauan redaksi Blockchainmedia.id dari laman resmi Kantor Bitcoin El Salvador, per Sabtu (26/10/2024) negeri itu memiliki sebanyak 5.914,76 BTC yang setara dengan US$394.745.487 atau Rp6,2 triliun!
Bagi Ferranti, Bitcoin menunjukkan potensi sebagai aset cadangan bank sentral yang dapat membantu bank sentral mendiversifikasi risiko yang dihadapi dalam dunia keuangan yang semakin kompleks.
Dengan sifatnya yang unik (jumlah terbatas, hanya akan ada 21 juta BTC dan diterbitkan secara periodik melalaui mekanisme Halvingdan pasti), Bitcoin dapat memberikan perlindungan terhadap inflasi, risiko geopolitik, dan sanksi finansial. Namun, tantangan yang terkait dengan volatilitas harga, pengakuan global, dan kebutuhan untuk infrastruktur yang tepat harus diperhitungkan dengan cermat.
Seiring dengan contoh yang ditunjukkan oleh El Salvador, adopsi Bitcoin sebagai aset cadangan bank sentral dapat memberikan wawasan berharga bagi negara-negara lain yang mempertimbangkan langkah serupa.
Namun, kesuksesan jangka panjang akan bergantung pada kebijakan yang bijaksana dan pemahaman yang mendalam tentang risiko dan manfaat yang terlibat.
Seperti yang disimpulkan oleh Ferranti, “Bitcoin dapat memberikan manfaat diversifikasi sebagai aset cadangan bank sentral, tetapi pengelolaan yang hati-hati sangat penting untuk mencapai hasil yang positif.” [ps]
Semakin Pelik, Adopsi Bitcoin oleh Rakyat El Salvador Ternyata Minim
El Salvador menghadapi tantangan serius dalam adopsi Bitcoin dengan hasil survei rendah. Nayib Bukele akan terus pertahankan? [463] url asal
#bantuan-sosial #bitcoin #cryptocurrency #ekonomi #el-salvador #imf #nayib-bukele #survei
(BlockChain-Media) 16/10/24 12:42
v/16554519/
Hasil survei terbaru dari Universitas Francisco Gavidia, El Salvador, menunjukkan bahwa hanya 7,5 persen penduduk yang menggunakan cryptocurrency untuk transaksi. Meskipun Presiden Nayib Bukele telah berinvestasi besar-besaran dalam Bitcoin, banyak kritik muncul dari politisi AS dan lembaga internasional. Survei ini juga mencatat bahwa hanya 1,3 persen responden percaya Bitcoin seharusnya menjadi pilihan utama negara untuk menentukan masa depan bangsa.
Survei yang dilakukan oleh Universitas Francisco Gavidia menunjukkan bahwa penggunaan cryptocurrency di El Salvador sangat rendah, dengan hanya 7,5 persen responden yang mengaku mereka menggunakan mata uang digital untuk transaksi sehari-hari.
Sebaliknya, 92 persen mengaku tidak terlibat dalam transaksi tersebut. Hal ini mencerminkan tantangan signifikan yang dihadapi pemerintah dalam mempromosikan adopsi cryptocurrency di kalangan masyarakat.

Pemerintahan Bukele sebelumnya mengklaim bahwa langkah untuk mengadopsi Bitcoin sebagai mata uang resmi akan membawa manfaat ekonomi, terutama untuk meningkatkan inklusi keuangan di negara yang memiliki populasi besar yang tidak memiliki akses ke layanan perbankan. Namun, survei menunjukkan bahwa hanya 1,3 persen dari mereka yang diwawancarai meyakini bahwa Bitcoin harus menjadi fokus utama negara di masa depan.
Pada hari Kamis (3/10/2024), IMF telah sekali lagi mendesak El Salvador untuk meninjau kembali kebijakan Bitcoin-nya. IMF menyarankan agar negara tersebut mempersempit cakupan undang-undang terkait Bitcoin, memperkuat kerangka regulasi, serta mengawasi ekosistem Bitcoin secara lebih ketat.
“Apa yang kami rekomendasikan adalah penyempitan cakupan undang-undang Bitcoin, penguatan kerangka regulasi dan pengawasan ekosistem Bitcoin, serta pembatasan paparan sektor publik terhadap Bitcoin,” ujar juru bicara IMF Julie Kozack, dilansir dari Reuters.
Sebelumnya, kritik terhadap langkah pemerintah ini semakin menguat setelah munculnya permintaan dari para ekonom lokal yang menyerukan agar Presiden Bukele mendonasikan Bitcoin yang telah dibeli untuk membantu masyarakat miskin.
“Kita perlu memanfaatkan aset ini dengan bijaksana, dan mendermakannya kepada orang-orang yang membutuhkan bisa menjadi langkah positif,” ujar Profesor Rafael Lemus dari Universitas UCA El Salvador.
Meskipun Bukele telah berkomitmen untuk mempromosikan Bitcoin, tantangan untuk mencapai adopsi yang lebih luas tetap ada. Banyak warga negara yang masih ragu untuk menggunakan mata uang digital ini, dan survei menunjukkan bahwa banyak yang lebih memilih untuk tetap menggunakan dolar AS dalam transaksi mereka.
“Hukum Bitcoin tidak seharusnya dipaksakan, tetapi saat ini masyarakat masih merasa kurang nyaman dengan penggunaannya,” jelas seorang warga setempat beberapa waktu lalu.
Presiden El Salvador: Penggunaan Bitcoin Bukanlah Paksaan
El Salvador mencatat sejarah dengan menjadi negara pertama di dunia yang mengakui Bitcoin sebagai alat pembayaran resmi. Namun, dengan hasil survei yang mengecewakan dan kritik dari berbagai pihak, masa depan adopsi cryptocurrency di negara ini tampak semakin tidak pasti.
Bukele menghadapi tekanan untuk mengubah kebijakannya dan mungkin mempertimbangkan kembali pendekatan yang lebih hati-hati dalam mengintegrasikan Bitcoin ke dalam ekonomi lokal.
Kebijakan pemerintah terhadap Bitcoin tampaknya semakin tertekan, dan langkah-langkah berikutnya akan menentukan apakah El Salvador akan berhasil mengatasi tantangan ini atau tidak. [ps]
IMF Minta El Salvador Kaji Ulang Kebijakan Bitcoin Demi Stabilitas
IMF kembali desak El Salvador untuk mempersempit undang-undang Bitcoin, perkuat regulasi dan batasi eksposur sektor publik. [509] url asal
#bitcoin #btc #el-salvador #imf
(BlockChain-Media) 04/10/24 11:30
v/15958884/
Pada hari Kamis (3/10/2024), IMF telah sekali lagi mendesak El Salvador untuk meninjau kembali kebijakan Bitcoin-nya. IMF merekomendasikan agar negara tersebut mempersempit cakupan undang-undang terkait Bitcoin, memperkuat kerangka regulasi, serta mengawasi ekosistem Bitcoin secara lebih ketat.
Selain itu, IMF juga menyarankan agar negara itu membatasi eksposur sektor publik terhadap Bitcoin. Desakan ini mencerminkan kekhawatiran internasional mengenai dampak BTC terhadap stabilitas ekonomi mereka.
“Apa yang kami rekomendasikan adalah penyempitan cakupan undang-undang Bitcoin, penguatan kerangka regulasi dan pengawasan ekosistem Bitcoin, serta pembatasan paparan sektor publik terhadap Bitcoin,” ujar juru bicara IMF Julie Kozack, dilansir dari Reuters.
Latar Belakang Kebijakan Bitcoin El SalvadorPada tahun 2021, El Salvador menjadi negara pertama di dunia yang mengadopsi Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah. Langkah ini sempat menarik perhatian global, dengan banyak pihak mengagumi keberanian Presiden Nayib Bukele.
Namun, di sisi lain, banyak juga yang khawatir akan risiko yang mungkin timbul dari penggunaan Bitcoin secara masif dalam perekonomian suatu negara.
Sejak awal, IMF telah menyoroti beberapa potensi masalah terkait adopsi Bitcoin, termasuk dampak negatif terhadap stabilitas keuangan, integritas sistem keuangan, serta perlindungan konsumen.
Hingga kini, risiko-risiko tersebut belum sepenuhnya terwujud, namun IMF tetap menekankan bahwa risiko fiskal dan stabilitas keuangan masih harus diwaspadai.
Kekhawatiran IMF tentang Risiko EkonomiDalam laporan terbaru, IMF menyoroti risiko fiskal yang berpotensi timbul akibat penggunaan Bitcoin di El Salvador. IMF khawatir bahwa volatilitas harga Bitcoin dapat mengganggu stabilitas ekonomi dan memperbesar risiko keuangan bagi pemerintah.
Selain itu, eksposur sektor publik terhadap Bitcoin juga dianggap sebagai faktor yang dapat meningkatkan risiko fiskal secara signifikan.
IMF juga menekankan pentingnya transparansi dalam penggunaan Bitcoin dan aset kripto lainnya di El Salvador. Menurut IMF, kurangnya regulasi yang jelas dan pengawasan yang kuat terhadap ekosistem Bitcoin dapat membuka celah bagi kegiatan ilegal, seperti pencucian uang dan pendanaan terorisme.
IMF Sarankan Perubahan KebijakanIMF menyarankan El Salvador untuk mempersempit undang-undang terkait Bitcoin dan mengurangi eksposur sektor publik terhadap aset digital tersebut. Ini termasuk merevisi kebijakan yang memungkinkan Bitcoin digunakan dalam transaksi sehari-hari dan mengurangi peran sektor publik dalam mendukung mata uang kripto ini.
Selain itu, IMF juga menyarankan agar El Salvador memperkuat regulasi dan pengawasan terhadap ekosistem Bitcoin. Kerangka regulasi yang kuat diharapkan dapat membantu mengurangi risiko keuangan dan memastikan penggunaan Bitcoin tetap berada dalam koridor hukum yang tepat.
El Salvador dan Masa Depan BitcoinTerlepas dari peringatan IMF, Presiden Nayib Bukele tetap optimis terhadap masa depan Bitcoin di negaranya. Bukele berpendapat bahwa Bitcoin dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah ekonomi El Salvador, terutama dalam hal inklusi keuangan dan pengurangan ketergantungan terhadap dolar AS.
Namun, desakan IMF menunjukkan bahwa komunitas internasional masih sangat berhati-hati terhadap eksperimen ekonomi ini.
Pembicaraan antara IMF dan El Salvador saat ini berfokus pada bagaimana negara tersebut dapat melanjutkan reformasi ekonomi sambil mengatasi risiko yang timbul dari penggunaan Bitcoin.
IMF juga mencatat bahwa kebijakan El Salvador terhadap Bitcoin dapat berdampak pada adopsi kripto lainnya di masa depan.
Negara-negara lain yang mempertimbangkan adopsi kripto sebagai bagian dari kebijakan moneter mereka kemungkinan besar akan mengamati dengan seksama bagaimana eksperimen Bitcoin di El Salvador berlangsung. [st]
Peringkat Negara Pemilik Bitcoin Terbesar: AS Unggul, Bhutan Ketiga
AS kuasai Bitcoin senilai US$12,16 milyar, diikuti Inggris, Bhutan dan El Salvador dengan strategi berbeda. [577] url asal
#bhutan #bitcoin #btc #el-salvador
(BlockChain-Media) 20/09/24 10:30
v/15280940/
Berdasarkan data terbaru dari Arkham Intelligence, AS tercatat sebagai negara dengan kepemilikan Bitcoin (BTC) terbesar di dunia, dengan total nilai US$12,16 milyar. Daftar ini juga menempatkan Inggris, Bhutan dan El Salvador di posisi teratas.
Namun, masing-masing negara memiliki strategi berbeda dalam mengelola aset digital ini, mulai dari pendekatan pasif hingga aktif melakukan transaksi.
AS: Penguasa Bitcoin DuniaAS saat ini menjadi pemimpin dalam hal kepemilikan Bitcoin, dengan nilai US$12,16 milyar atau setara dengan 203.239 BTC. Mayoritas dari koin ini diperoleh melalui penyitaan oleh lembaga penegak hukum, salah satunya dari kasus Silk Road yang terkenal.
Selain BTC, pemerintah AS juga memegang sejumlah aset digital lainnya, termasuk Ethereum, dan stablecoin seperti USDT dan USDC.
Pendekatan AS terhadap Bitcoin tidak hanya sebagai penyitaan aset ilegal, tetapi juga sebagai strategi diversifikasi investasi. Mereka secara aktif mengelola aset digital ini melalui transaksi rutin yang berasal dari hasil penyitaan hukum.
Dengan adanya potensi undang-undang yang akan menjadikan BTC sebagai aset cadangan strategis, AS memperlihatkan ambisi besar untuk terus meningkatkan dominasinya di pasar kripto.
Inggris: Pendekatan Pasif dalam Memegang BTCBerada di posisi kedua, Inggris memiliki US$3,67 milyar dalam bentuk Bitcoin, yang setara dengan 61.245 BTC. Berbeda dengan AS, Inggris cenderung mengambil pendekatan pasif terhadap kepemilikan Bitcoin mereka.
Pemerintah Inggris belum melakukan transaksi besar dalam beberapa tahun terakhir, menunjukkan bahwa mereka lebih memilih untuk menyimpan aset tersebut sebagai investasi jangka panjang tanpa melakukan perdagangan aktif atau diversifikasi ke aset digital lainnya.
Bhutan: Negara Kecil dengan Strategi BesarMeskipun merupakan negara kecil di Asia Selatan, Bhutan menempati posisi ketiga dalam daftar ini, dengan kepemilikan Bitcoin senilai US$782,46 juta atau setara dengan 13.047 BTC. Bhutan telah mengembangkan strategi unik dalam mengelola Bitcoin, yaitu dengan terlibat langsung dalam aktivitas penambangan BTC.
Negara ini mendapatkan keuntungan dari kolaborasi dengan beberapa pool penambangan, seperti Foundry USA Pool dan Ant Pool, yang memberikan pemasukan rutin dalam bentuk Bitcoin.
Selain itu, Bhutan juga memegang aset digital lain, meski dalam jumlah yang lebih kecil, seperti Ethereum dan altcoin lainnya.
Aktivitas penambangan dan pengelolaan aset digital ini menunjukkan bahwa Bhutan tidak hanya melihat BTC sebagai simpanan nilai, tetapi juga sebagai sumber pendapatan yang berkelanjutan.
El Salvador: Negara yang Bertaruh Besar pada BitcoinEl Salvador, yang terkenal sebagai negara pertama di dunia yang menjadikan Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah, menduduki peringkat keempat dalam daftar ini dengan kepemilikan senilai US$351,75 juta atau 5.877 BTC.
Pemerintah El Salvador secara aktif mengelola portofolio Bitcoin mereka melalui transaksi harian, sejalan dengan kebijakan nasional yang sepenuhnya bertaruh pada Bitcoin meskipun ada fluktuasi harga yang signifikan.
Portofolio Bitcoin El Salvador sempat mengalami fluktuasi besar dalam setahun terakhir, tetapi telah stabil di sekitar nilai US$350 juta dalam beberapa bulan terakhir.
Dengan fokus eksklusif pada Bitcoin, El Salvador memperlihatkan komitmennya untuk terus mendukung penggunaan aset digital ini dalam ekonomi mereka, meskipun dihadapkan pada risiko volatilitas yang tinggi.
Perbedaan Strategi Antar NegaraSetiap negara di daftar teratas ini menunjukkan pendekatan yang berbeda dalam mengelola aset Bitcoin mereka. AS dan Bhutan mengambil pendekatan yang lebih dinamis, dengan keterlibatan aktif dalam transaksi dan diversifikasi aset digital.
Sementara itu, El Salvador dan Inggris lebih fokus pada BTC sebagai simpanan nilai, meskipun El Salvador jauh lebih aktif dalam manajemen portofolionya dibandingkan Inggris.
Yang menarik, Jerman, yang sebelumnya memiliki US$3,56 milyar dalam Bitcoin, kini tidak lagi memegang Bitcoin dan disebutkan dengan saldo nol dalam laporan Arkham terbaru.
Hal itu menunjukkan adanya perubahan kebijakan atau strategi dari negara tersebut dalam menangani aset kripto. [st]
El Salvador Hentikan Utang Luar Negeri, Bitcoin Jadi Senjata Andalan
El Salvador resmi berhenti berutang luar negeri dan konsisten membeli 1 Bitcoin setiap hari, terus beli BTC dalam 665 hari. [480] url asal
(BlockChain-Media) 17/09/24 11:30
v/15131089/
El Salvador terus membuat langkah besar dalam upayanya menuju kemandirian finansial. Setelah mengumumkan bahwa mereka tidak lagi akan meminjam utang eksternal untuk mendanai anggaran negara.
Langkah ini mencerminkan komitmen Presiden Nayib Bukele untuk mengurangi ketergantungan pada sumber dana luar negeri dan akan memperkuat perekonomian negara melalui adopsi teknologi baru, khususnya kripto.
Mengakhiri Ketergantungan pada Utang Luar NegeriAkun Twitter resmi pemerintahan El Salvador telah membagikan salah satu berita terbesar, yakni pengumuman dari Presidennya, Nayib Bukele, yang menyatakan bahwa negara tersebut tidak akan lagi meminjam utang eksternal atau luar negeri.
Mulai 2025, negara itu akan membiayai anggarannya sepenuhnya dari sumber daya internal, sebuah langkah yang jarang dilakukan oleh negara-negara berkembang yang biasanya bergantung pada pinjaman internasional untuk mendanai proyek-proyek besar dan operasional pemerintah.
Penghapusan utang eksternal ini dilakukan dengan harapan untuk menghindari ketergantungan pada lembaga keuangan internasional yang sering kali memberikan syarat ketat dalam pinjaman mereka.
Dengan cara ini, negara di Amerika Tengah ini berharap untuk membangun fondasi ekonomi yang lebih mandiri dan berkelanjutan, tanpa beban bunga dan pembayaran utang yang terus meningkat setiap tahun.
“Ini adalah momen bersejarah bagi El Salvador. Kami tidak akan lagi menghabiskan lebih banyak uang daripada yang kami hasilkan setiap tahunnya. Manfaat dari pendekatan ini akan langsung terasa dan akan terus bertambah setiap tahunnya, yang akan berkontribusi pada perekonomian yang lebih kuat dan negara yang mandiri secara finansial,” ujar Presiden Bukele, dilansir dari El Salvador English.
Konsistensi El Salvador dalam Investasi BitcoinSelain mengakhiri ketergantungan pada utang luar negeri, pemerintah El Salvador terus berinvestasi dalam Bitcoin, yang kini menjadi bagian integral dari kebijakan ekonomi negara.
Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, selama 665 hari berturut-turut, El Salvador membeli satu Bitcoin setiap hari, yang kini menambah total cadangan negara sebanyak 3.046 BTC.
Langkah ini dimulai sejak November 2022 dan menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk mengintegrasikan Bitcoin ke dalam sistem keuangan nasional.
Keputusan untuk membeli Bitcoin setiap hari dianggap sebagai strategi jangka panjang untuk meningkatkan cadangan mata uang negara, yang diharapkan akan memberikan keuntungan besar di masa depan ketika harga Bitcoin kembali naik.
Selain itu, adopsi Bitcoin juga telah meningkatkan profil internasional El Salvador sebagai pionir dalam ekonomi digital.
Tantangan dan HarapanMeski langkah-langkah ini dinilai inovatif dan berani, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi oleh pemerintah El Salvador.
Pertama, penghapusan utang eksternal berarti pemerintah harus mengelola anggaran dengan sangat ketat dan memastikan pendapatan dari pajak serta sektor lain seperti pariwisata dan pertanian cukup untuk mendanai semua kebutuhan.
Tantangan lain adalah menjaga kestabilan ekonomi di tengah fluktuasi harga BTC, yang secara alami dapat mempengaruhi cadangan nasional jika tidak dikelola dengan hati-hati.
Namun, meskipun menghadapi risiko, Presiden Bukele tetap optimis bahwa strategi ini akan membawa El Salvador ke era baru dalam hal kemandirian finansial.
Langkah untuk tidak lagi meminjam dari luar negeri dan terus berinvestasi dalam Bitcoin dianggap sebagai strategi jangka panjang untuk memperkuat ekonomi nasional, mengurangi kemiskinan dan menarik lebih banyak investor internasional. [st]
El Salvador Tambah 1 Bitcoin Setiap Hari Selama 665 Hari
El Salvador telah membeli 1 Bitcoin per hari selama 665 hari. Bagaimana rencana negara ini dalam mengadopsi kripto di masa depan? [486] url asal
(BlockChain-Media) 13/09/24 11:30
v/14988955/
Selama 665 hari terakhir, El Salvador telah konsisten membeli 1 Bitcoin per hari, terlepas dari fluktuasi harga pasar.
Ini adalah langkah ambisius yang menunjukkan komitmen kuat negara tersebut dalam mengadopsi Bitcoin sebagai bagian dari strategi ekonominya.
Pemerintah El Salvador, yang dipimpin oleh Presiden Nayib Bukele, kini memegang 5.871 BTC, yang setara dengan nilai lebih dari US$342 juta.
Langkah ini tidak hanya memperkuat posisi El Salvador sebagai pelopor dalam adopsi kripto di tingkat nasional, tetapi juga mencerminkan kepercayaan jangka panjang terhadap potensi Bitcoin di pasar global.
Strategi Pembelian Bitcoin Jangka PanjangMenurut data yang dibagikan oleh SpotOnChain, 3.046 BTC dari total kepemilikan El Salvador diketahui dibeli dengan harga rata-rata hanya US$43.888 per koin. Strategi pembelian harian ini telah dimulai sejak lebih dari satu tahun yang lalu, dan El Salvador tampaknya tidak terpengaruh oleh volatilitas pasar.
Terlepas dari penurunan dan kenaikan harga Bitcoin, negara ini tetap konsisten dengan rencana mereka untuk mengakumulasi lebih banyak BTC.
Dalam konteks pasar kripto, langkah ini adalah strategi yang tidak biasa dan berani, terutama bagi negara berkembang. Biasanya, negara-negara cenderung memilih pendekatan yang lebih konservatif dalam hal kebijakan moneter.
Namun, El Salvador menunjukkan bahwa mereka siap mengambil risiko yang lebih besar demi potensi keuntungan di masa depan. Dengan menyimpan Bitcoin dalam jumlah yang terus bertambah, negara ini juga melindungi diri dari risiko inflasi yang sering mempengaruhi mata uang fiat, seperti dolar AS.
Proposal Perdagangan Berbasis KriptoLangkah berikutnya dari El Salvador tampaknya akan lebih ambisius. Negara ini sedang mempersiapkan proposal untuk memperkenalkan sistem perdagangan berbasis kripto, yang dirancang untuk memfasilitasi transaksi antara El Salvador dan Rusia.
Menurut Alexander Ilyukhin, Sekretaris Pertama Kedutaan Besar Rusia di Nikaragua, El Salvador telah menyusul kebijakan Rusia dalam hal penggunaan kripto, khususnya untuk perdagangan antarnegara.
Dengan adopsi ini, kedua negara berharap dapat mengurangi ketergantungan pada dolar AS dan mempercepat transaksi lintas batas.
Proposal ini menunjukkan bahwa El Salvador melihat peluang besar dalam penggunaan kripto untuk perdagangan internasional. Jika diterapkan dengan baik, ini dapat menciptakan jalur baru untuk menyelesaikan transaksi perdagangan yang lebih efisien, aman dan terdesentralisasi.
Selain itu, kebijakan ini dapat membuka pintu bagi negara-negara lain untuk mempertimbangkan penggunaan kripto dalam perdagangan internasional mereka, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global dan peningkatan sanksi terhadap negara-negara tertentu.
Tantangan dan Potensi KeuntunganMeskipun El Salvador telah mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam adopsi Bitcoin, langkah ini bukan tanpa tantangan.
Sementara sebagian masyarakat dan komunitas internasional merespons positif, ada juga kritik yang menyatakan bahwa ketergantungan pada kripto dapat berisiko, terutama mengingat volatilitas Bitcoin yang terkenal.
Namun, pemerintahan Bukele tampaknya yakin bahwa jangka panjang akan lebih menguntungkan, dan keuntungan dari adopsi ini akan lebih besar daripada risikonya.
Selain itu, El Salvador juga harus memperhatikan regulasi internasional dan dampak dari kebijakan ini terhadap hubungannya dengan negara-negara lain, termasuk AS.
Langkah untuk menjalin kerjasama dengan Rusia dalam hal perdagangan berbasis kripto mungkin akan mengundang perhatian dari berbagai pihak yang khawatir terhadap pengaruh Rusia di kawasan Amerika Latin. [st]
El Salvador Rayakan 3 Tahun Adopsi Bitcoin, Dampak dan Langkah Selanjutnya
El Salvador merayakan tiga tahun adopsi Bitcoin. Apakah keputusan ini membawa keuntungan besar atau justru tantangan baru? [547] url asal
(BlockChain-Media) 08/09/24 10:30
v/14934362/
El Salvador menandai tiga tahun sejak negara tersebut mengambil langkah kontroversial dengan mengadopsi Bitcoin sebagai mata uang resmi, menjadikannya negara pertama di dunia yang melakukannya.
Langkah ini memicu berbagai reaksi dari berbagai pihak, termasuk skeptis dan pendukung Bitcoin. Namun, setelah tiga tahun, apakah adopsi Bitcoin telah membawa dampak yang signifikan bagi ekonomi dan rakyat El Salvador?
Rencana Ambisius untuk Semua Warga El SalvadorSalah satu tokoh kunci di balik kebijakan Bitcoin di El Salvador adalah Max Keiser, Penasihat Senior Bitcoin untuk Presiden Nayib Bukele. Dalam sebuah tweet terbaru, Keiser mengungkapkan rencana ambisius pemerintah untuk memperluas akses Bitcoin kepada seluruh warga El Salvador.
“Rencana kami adalah untuk menyediakan perangkat cold storage Bitcoin untuk setiap orang di El Salvador, sehingga bahkan simpanan kecil seperti US$0,50 ke dalam Bitcoin dapat menjadi dana pendidikan, pensiun dan warisan,” ujar Keiser.
Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menggunakan Bitcoin sebagai alat yang lebih dari sekadar mata uang, tetapi juga sebagai sarana investasi jangka panjang bagi warganya.
Pemerintah berencana mengedukasi masyarakat tentang manfaat menyimpan Bitcoin sebagai investasi yang bisa diwariskan dari generasi ke generasi.
Bitcoin Membawa Untung dan InvestasiSejak adopsi Bitcoin, El Salvador telah berhasil mengumpulkan 5.866 BTC dalam dompet Bitcoin nasional. Menurut laporan terbaru, jumlah ini telah menghasilkan lebih dari US$31 juta dalam keuntungan yang belum terealisasi.

Meskipun keuntungan itu terlihat kecil jika dibandingkan dengan volatilitas harga Bitcoin, dampak jangka panjangnya tampak jelas. Negara ini kini dikenal secara global sebagai pelopor adopsi Bitcoin, yang pada gilirannya menarik lebih banyak investasi asing.
Banyak investor global yang melihat El Salvador sebagai tempat yang menarik untuk menanamkan modal karena regulasi yang ramah terhadap kripto.
Selain itu, kebijakan ini juga memberikan negara tersebut perhatian internasional, yang akhirnya berkontribusi pada peningkatan investasi sektor pariwisata, teknologi dan keuangan.
El Salvador Sebagai Suaka untuk KebebasanPresiden Nayib Bukele, yang merupakan penggerak utama di balik adopsi Bitcoin, juga terus menegaskan pandangannya tentang masa depan negara yang ia pimpin dalam lanskap global.
“Kami adalah suaka baru bagi ide-ide, kebebasan berbicara dan keyakinan. Saat dunia terperosok dalam kekacauan dan pengetatan pemerintah semakin intensif, kami akan berdiri sebagai mercusuar harapan baru untuk masa depan,” ungkap Bukele dalam sebuah tweet.
Pandangan Bukele ini menekankan posisi El Salvador sebagai negara yang ingin menjauh dari pendekatan tradisional terhadap kebijakan ekonomi dan hak asasi manusia. El Salvador, menurut Bukele, adalah simbol dari kebebasan berekspresi dan inovasi di saat negara lain mungkin memberlakukan pembatasan yang lebih ketat.
Keputusan untuk mengadopsi Bitcoin tidak hanya sekadar langkah ekonomi, tetapi juga pernyataan politik.
Di tengah meningkatnya kontrol pemerintah di berbagai belahan dunia, Bukele berusaha untuk menjadikan El Salvador sebagai tempat yang aman bagi kebebasan individu dan ide-ide baru.
Tantangan yang Masih DihadapiNamun, meskipun ada banyak keuntungan, adopsi Bitcoin tidak datang tanpa tantangan. Fluktuasi harga yang signifikan membuat banyak pihak skeptis terhadap stabilitas Bitcoin sebagai mata uang sehari-hari.
Banyak warga El Salvador juga masih belum terbiasa dengan teknologi kripto, yang membuat proses edukasi menjadi lebih mendesak. Dalam beberapa kasus, penggunaan Bitcoin belum menyentuh seluruh populasi, terutama di daerah-daerah pedesaan yang kurang terjangkau teknologi.
Lebih jauh lagi, Bank Dunia dan IMF telah menyuarakan keprihatinan mereka terkait dampak adopsi Bitcoin terhadap stabilitas ekonomi makro negara tersebut.
Keduanya telah memperingatkan bahwa adopsi Bitcoin dapat meningkatkan risiko keuangan bagi negara, terutama dalam hal utang luar negeri dan fluktuasi nilai tukar. [st]
Harga Bitcoin Naik ke Level US$ 60 Ribu Ditopang Proyek Ambisius El Salvador
Harga Bitcoin naik ke level US$ 60 ribu. Hal itu ditopang oleh proyek ambisius negara LE Salvador mengembangkan 'Bitcoin City'. - Halaman all [539] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #harga-bitcoin #bitcoin #btc #pasar-kripto #bitcoin-city #proyek-el-salvador #ethereum #eth #binance #bnb #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 14/08/24 06:31
v/14394059/
JAKARTA, investor.id - Pasar kripto melesat dalam 24 jam terakhir. Harga Bitcoin naik ke level US$ 60 ribu. Hal itu ditopang oleh proyek ambisius negara LE Salvador mengembangkan 'Bitcoin City'.
Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Rabu (14/8/2024) pukul 06.20 WIB, kapitalisasi pasar kripto global naik 2,13% menjadi US$ 2,13 triliun dalam 24 jam. Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) menguat 1,63% dalam 24 jam terakhir. Saat ini, harga Bitcoin di level US$ 60.583 per koin atau setara Rp 954,54 juta (kurs, Rp 15.756).
Hal serupa terjadi pada Binance (BNB) terkerek 1,03% dalam 24 jam. Sehingga BNB dibanderol dengan harga US$ 524 per koin. Sedangkan Ethereum (ETH) malah turun 1,3% menjadi US$ 2.710 per koin.
Dikutip dari Cryptonews, aksi harga Bitcoin baru-baru ini telah memicu minat di kalangan investor, terutama karena investasi ambisius El Salvador yang mengumumkan investasi bersejarah senilai US$ 1,6 miliar untuk mengembangkan ‘Bitcoin City’ dalam kemitraan dengan Yilport Holdings.
Proyek ambisius ini bertujuan untuk mengubah pelabuhan Acajutla dan La Union menjadi pusat ekonomi utama, dengan kota tersebut berfokus pada mata uang kripto dan menawarkan manfaat pajak untuk menarik investor global.
Investasi ini akan memodernisasi infrastruktur pelabuhan, meningkatkan perdagangan, dan menciptakan kawasan perumahan, komersial, dan industri, bersama dengan fasilitas pendidikan untuk teknologi blockchain. Meskipun ini dipandang sebagai langkah maju yang besar dalam penggunaan teknologi finansial, beberapa pakar mengkhawatirkan risikonya.
Mereka khawatir akan terlalu bergantung pada mata uang kripto seperti Bitcoin, yang bisa sangat fluktuatif dan menghadapi tantangan regulasi.
Proyek ini merupakan hal besar bagi El Salvador dan mungkin menginspirasi negara lain untuk mengeksplorasi proyek serupa yang berfokus pada kripto.
Dukungan Institusional
Oleh karena itu, ini dapat meningkatkan harga BTC dengan menandakan dukungan institusional yang kuat dan potensi adopsi jangka panjang, meskipun kekhawatiran tentang volatilitas dan regulasi dapat menyebabkan fluktuasi.
Perkembangan ini dapat berdampak signifikan pada sentimen pasar Bitcoin dan adopsi jangka panjang. Proyek yang sedang berlangsung ini bertujuan untuk mengintegrasikan mata uang kripto ke dalam kerangka ekonomi negara tersebut, yang berpotensi meningkatkan harga Bitcoin dalam prosesnya.
Bitcoin (BTC/USD) saat ini diperdagangkan pada kisaran US$ 60 ribu, menunjukkan tanda-tanda ketahanan karena berada tepat di atas Exponential Moving Average (EMA) 50 hari di US$ 59.763 pada grafik 4 jam. Level ini berfungsi sebagai titik pivot kritis, dengan resistensi langsung diamati di US$ 61.869.
Jika Bitcoin menembus resistance ini, Bitcoin berpotensi menargetkan level berikutnya di US$ 64.643 dan US$ 67.008. Namun, jika harga gagal bertahan di atas level support US$ 59.763, kita mungkin melihat pullback menuju US$ 57.706 atau bahkan US$ 54.641.
Relative Strength Index (RSI) saat ini berada di 57,30, menunjukkan momentum positif tanpa memasuki wilayah overbought, yang menunjukkan kemungkinan masih ada ruang lebih lanjut untuk pergerakan naik.
Secara keseluruhan, Bitcoin berada di titik krusial, bertahan di atas EMA 50 dapat menarik lebih banyak pembeli, mendorong harga lebih tinggi. Sementara penurunan di bawah level ini mungkin menandakan periode konsolidasi atau penurunan lebih lanjut. Pantau terus level-level penting ini dan RSI untuk tanda-tanda kekuatan yang berkelanjutan atau potensi kelemahan di sesi mendatang.
Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
Ikut Rusia, El Salvador Akan Adopsi Kripto untuk Perdagangan Internasional
El Salvador tengah mempersiapkan proposal terbaru, yang meniru Rusia, untuk transaksi perdagangan berbasis kripto. [560] url asal
#dolar #el-salvador #fiat #kripto #rusia #tether #usdt
(BlockChain-Media) 06/08/24 16:46
v/13528974/
El Salvador tengah mempersiapkan proposal terbaru yang meniru Rusia untuk adopsi transaksi perdagangan berbasis kripto. Demikian laporan dari News Bitcoin.
Menurut Sekretaris Pertama Kedutaan Besar Rusia di Nikaragua, Alexander Ilyukhin, El Salvador telah menyusul kebijakan negeri Beruang Merah dalam penggunaan kripto. Dengan tujuan, mempermudah penyelesaian perdagangan antara kedua negara.
Proposal El Salvador untuk memanfaatkan use case kripto relevan lainnya yang belum berkembang mungkin akan mengundang perhatian para regulator internasional dan konglomerat di seluruh dunia.
Ini mungkin pertama kalinya sebuah negara secara resmi mengusulkan penggunaan kripto sebagai alat tukar dalam perdagangan internasional dan menyoroti manfaat menggunakannya sebagai alat yang terlepas dari konflik geopolitik dan sanksi terkait.
Mengapa El Salvador Masih Suka pada Bitcoin?
Bitcoin, dan jenis kripto lainnya dianggap dapat menyederhanakan proses perdagangan antar negara yang memungkinkan mereka melakukan pembayaran tanpa menggunakan saluran pembayaran berbasis dolar tradisional seperti SWIFT yang digunakan antar bank komersil.
Perdagangan berbasis kripto diharapkan dapat menghindari penerapan sanksi dan sanksi sekunder oleh negara-negara Barat yang mengawasi sistem ini.
Rusia Adopsi Kripto Siasat Sanksi BaratPemerintah Rusia juga berencana melakukan adopsi kripto untuk perdagangan Internasional, sebagai siasat untuk mengatasi sanksi Barat yang tak lagi mengizinkan Rusia menggunakan sistem SWIFT untuk pembayaran.

Seperti diketahui, Rusia telah menghadapi penundaan yang signifikan dalam pembayaran internasional dengan mitra dagang utama seperti Tiongkok, India, dan Uni Emirat Arab gegara bank-bank di negara tersebut mendapat tekanan dari regulator Barat.
Duma, majelis rendah Parlemen Rusia, baru-baru ini telah memberikan persetujuan awal untuk RUU yang memungkinkan bisnis menggunakan kripto untuk pembayaran internasional.
Di bawah undang-undang baru ini, bank sentral akan menciptakan infrastruktur uji coba untuk pembayaran cryptocurrency. Kendati demikian, rincian tentang infrastruktur ini belum diumumkan.
Rusia Kebut Sistem Alternatif SWIFT, Demi Hempaskan Dolar AS?
“Kami mengambil keputusan bersejarah di bidang keuangan,” kata kepala Duma, Anatoly Aksakov, kepada anggota parlemen seperti dikutip Reuters belum lama ini.
Inisiatif pembayaran kripto internasional ini bertujuan untuk mengatasi kesulitan yang disebabkan oleh sanksi Barat, yang telah mengganggu transaksi internasional dengan mitra dagang utama.
Akibat sanksi ini, bank lokal menjadi lebih berhati-hati dalam berurusan dengan rekanan Rusia, menyebabkan penundaan pembayaran yang signifikan.
Gubernur Bank Sentral Rusia, Elvira Sakhipzadovna Nabiullina menekankan bahwa diskusi yang sedang berlangsung dengan berbagai kementerian, lembaga, dan bisnis sedang membentuk kondisi eksperimen ini, dengan pembayaran pertama diharapkan terjadi pada akhir tahun.
Meskipun kripto saat ini dilarang untuk pembayaran di dalam Rusia, undang-undang baru ini bertujuan untuk mengubah hal tersebut. Pihaknya menyatakan kesiapan regulator untuk menunjukkan fleksibilitas.
“Kami sudah membahas kondisi eksperimen ini dengan kementerian, lembaga, dan bisnis, dan kami berharap bahwa pembayaran pertama akan terjadi pada akhir tahun ini,” kata Nabiullina.
Bank sentral mengakui bahwa penundaan pembayaran telah menjadi tantangan signifikan bagi ekonomi Rusia.
Negara-negara lain, seperti Rusia, berencana menambahkan pembayaran kripto ke dalam portofolio mereka untuk terus berdagang dengan negara-negara sahabat di luar sistem keuangan yang dikendalikan oleh Barat.
Stablecoin mungkin berguna dalam hal ini, seperti yang dilakukan PDVSA, perusahaan minyak milik negara Venezuela, yang sudah menyelesaikan kontrak dalam USDT, stablecoin terbesar di pasar kripto.
Namun, Tether, penerbit USDT, telah menyatakan bahwa mereka akan mematuhi sanksi yang diusulkan oleh pemerintah AS melalui Office of Foreign Asset Control (OFAC).
Kendati demikian, Bitcoin dan aset terdesentralisasi lainnya seperti Ether (ETH/Ethereum), tidak dapat diblokir secara langsung, dan lebih cocok untuk konteks penggunaan ini.
Jika ini meluas, mungkin ini akan menjadi kebangkitan kripto sebagai alat tukar internasional, sebuah penerapan yang belum banyak dipraktikkan. [ab]
El Savador Rajin Koleksi Bitcoin, Begini Prospeknya ke Depan
Program pembelian bitcoin rutin oleh El Savador dinilai tak berdampak signfikan pada bitcoin. [364] url asal
#bitcoin #el-salvador #bitcoin-el-salvador #el-salvador-bitcoin #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #aset-kripto
(Kontan-Investasi) 11/07/24 21:50
v/10456497/
Reporter: Nadya Zahira | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. El Salvador, salah satu negara pelopor adopsi kripto, terus melanjutkan program "1 Bitcoin (BTC) per hari" dengan konsisten membeli kripto meskipun kondisi pasar sedang lesu.
Namun, hal tersebut dinilai tidak berdampak signifikan terhadap pertumbuhan harga BTC dalam jangka pendek.
Co-founder CryptoWatch dan Pengelola Channel Duit Pintar, Christopher Tahir menuturkan bahwa program tersebut tidak akan terlalu berdampak signifikan terhadap kenaikan harga Bitcoin ke depannya.
“Pasalnya, pembelian 1 BTC per hari tidak berdampak signifikan dibandingkan dengan transaksi harian keseluruhannya, jadi saya rasa tidak begitu berdampak pada kenaikan harga BTC,” kata Christopher kepada Kontan.co.id, Kamis (11/7).
Meski begitu, Christopher memprediksi bahwa ke depannya, prospek Bitcoin akan kembali cerah dikarenakan adanya tambahan likuiditas ke BTC yang masih berlangsung, hal ini terlihat dari pembelian ETF oleh investor awam dan pembelian Bitcoin spot oleh trader.
“Memang untuk saat ini belum ada katalis pendorong kenaikan Bitcoin, namun kekhawatiran akan potensi penjualan investor penerima bitcoin distribusi dari Mt. Gox menjadi faktor penekan harga BTC,” kata dia.
Sementara itu, berdasarkan CoinmarketCap, harga Bitcoin menguat 1,35% ke level US$ 58.604 pada perdagangan Kamis (11/7) pukul 21.00 WIB.
Dia menilai, salah satu faktor yang dapat mendorong harga Bitcoin kembali ke level US$ 60.000 yakni, perkembangan signifikan terkait ETF Ethereum dan dampaknya terhadap BTC.
Tak hanya itu, dia mengatakan adanya peluang The Fed memangkas suku bunga pada rapat mendatang di bulan September 2024, akan melonggarkan likuiditas yang dapat mengalir ke pasar aset kropto sebesar 5% -10% dari likuiditas yang ada.
Secara teknikal, Christopher memperkirakan dengan kembalinya harga Bitcoin ke atas US$ 55.000, maka harganya berpotensi kembali ke US$ 60.000 dalam jangka waktu dekat ini. Dia memproyeksi hingga akhir tahun, harga Bitcoin berpotensi menuju ke kisaran US$ 80.000 - US$ 85.000 per kepingnya.
Lebih lanjut, dia menyebutkan bahwa Ethereum juga sudah kembali ke US$ 3.000, maka diperkirakan harganya masih berpotensi ke US$ 3.300 dan US$ 3.500.
Sementara untuk Solana telah kembali ke US$ 138,69, sehingga diperkirakan mampu kembali ke US$ 150.
“Untuk saat ini, selain Bitcoin, Ethereum dan Solona menjadi aset yang menarik untuk dilirik, dikarenakan hangatnya aktivitas di dalam jaringannya,” tandasnya.
Program Pembelian Bitcoin El Salvador Dinilai Tak Berdampak Signifikan
Program pembelian 1 BTC per hari tidak terlihat dalam jangka pendek. [538] url asal
#bitcoin-el-salvador #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #aset-kripto
(Kontan) 11/07/24 20:58
v/10457687/
Reporter: Nadya Zahira | Editor: Putri Werdiningsih
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. El Salvador, salah satu negara pelopor adopsi kripto, terus melanjutkan program "1 Bitcoin (BTC) per hari" dengan konsisten membeli kripto meskipun kondisi pasar sedang lesu. Namun, sejumlah analis mengatakan hal ini tidak berdampak signifikan terhadap pertumbuhan harga BTC dalam jangka pendek.
Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur mengatakan program pembelian "1 BTC per hari" oleh El Salvador memang bisa memiliki dampak terhadap harga Bitcoin, meskipun dampaknya tidak signifikan dan tak langsung terlihat dalam jangka pendek. Menurutnya, pembelian secara harian oleh El Salvador menambah permintaan stabil di pasar Bitcoin.
“Meskipun 1 BTC per hari tampak kecil dibandingkan total volume perdagangan harian Bitcoin, konsistensi pembelian ini bisa membantu menjaga permintaan,” kata Fyqieh kepada Kontan.co.id, Kamis (11/7).
Fyqieh mengatakan, dengan pasokan Bitcoin yang terbatas yaitu, maksimal 21 juta BTC, maka peningkatan permintaan dari pembelian rutin bisa berpotensi mengurangi pasokan yang tersedia di pasar, yang pada akhirnya bisa meningkatkan harga.
Selain itu, dia menilai bahwa program ini dapat meningkatkan kepercayaan investor lain terhadap Bitcoin. Melihat bahwa sebuah negara secara konsisten membeli Bitcoin, bisa mendorong persepsi bahwa Bitcoin adalah aset yang stabil dan aman untuk diinvestasikan.
“Negara lain atau institusi besar mungkin akan terinspirasi oleh langkah El Salvador dan mulai melakukan pembelian serupa, yang dapat lebih lanjut mendorong harga naik,” imbuhnya.
Kendati begitu, Fyqieh mengatakan bahwa Bitcoin dikenal sangat volatil dan dipengaruhi oleh banyak faktor lain seperti regulasi, adopsi teknologi, dan berita ekonomi global. Meskipun pembelian El Salvador dapat memberikan dukungan harga, fluktuasi pasar lainnya tetap bisa mendominasi.
Selain pembelian, Fyqieh bilang, penting juga untuk melihat bagaimana Bitcoin digunakan dalam ekonomi El Salvador. Penggunaan nyata Bitcoin dalam transaksi sehari-hari dan integrasi dengan sektor ekonomi bisa memberi dampak lebih signifikan dalam jangka panjang.
Lebih lanjut, dia menyebutkan bahwa Bitcoin telah menunjukkan volatilitas harga yang tinggi akhir-akhir ini. Penurunan tekanan jual menyebabkan BTC jatuh di bawah zona support utama di US$ 60.000, menyentuh level sekitar US$ 57.000 atau sekitar Rp 927 juta.
Penurunan ini dipicu oleh berbagai sentimen negatif, termasuk penjualan BTC oleh pemerintah Jerman dan Amerika Serikat, serta distribusi Bitcoin dari MTGox. Dan peristiwa positif mendatang seperti distribusi uang tunai FTX dapat meningkatkan harga.
Sementara itu, berdasarkan CoinmarketCap, harga Bitcoin menguat 0,66% ke level US$ 58.537 pada perdagangan Kamis (11/7) pukul 20.15 WIB.
Menurut Fyqieh, salah satu faktor yang bisa mendorong harga Bitcoin kembali ke level US$ 60.000 atau sekitar Rp972 juta adalah perkembangan signifikan terkait ETF Ethereum dan dampaknya terhadap BTC.
“Menurut laporan terbaru, enam perusahaan manajemen aset sedang bersaing untuk mendapatkan izin perdagangan ETF Ethereum dan telah menyerahkan formulir S-1 yang diperbarui, menunjukkan persetujuan SEC mungkin akan segera terjadi,” katanya.
Menurut Fyqieh, Bitcoin saat ini berada dalam kondisi oversold, dengan dua katalis potensial yang bisa mendongkrak harga, diantaranya yaitu, data CPI AS dan kemungkinan persetujuan SEC terhadap ETF Ethereum pada 18 Juli mendatang.
Peristiwa ini dapat memicu short-covering dan reli singkat, memberikan kelegaan sementara dari tren penurunan saat ini dan memberikan indikasi arah masa depan Bitcoin.
Fyqieh memprediksi, tren saat ini menunjukkan bahwa adanya reli kenaikan harga baru pada kuartal ketiga tahun 2024. Potensi kenaikan suku bunga dapat mendorong Bitcoin mendekati US$ 60.000, meskipun mempertahankan level ini mungkin terbukti sulit.
El Salvador Lanjutkan Pembelian Bitcoin, Sinyal Aset Digital Jangka Panjang
Menurut data dari BitInfoCharts, dompet kripto El Salvador aktif membeli 1 Bitcoin (BTC) setiap hari sejak Maret. [273] url asal
#cara-analisa-kripto #el-salvador #apa-itu-kripto #bursa-kripto #bitcoin-el-salvador #el-salvador-bitcoin #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #aset-kripto
(Kontan-Investasi) 10/07/24 21:16
v/10342614/
Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. El Salvador, salah satu negara pelopor adopsi kripto, terus melanjutkan program "1 BTC per hari" dengan konsisten membeli kripto meskipun kondisi pasar sedang lesu.
Menurut data dari BitInfoCharts, dompet kripto negara tersebut aktif membeli 1 Bitcoin (BTC) setiap hari sejak Maret.
Program ini dimulai setelah Presiden Nayib Bukele mengumumkannya pada November 2022 dan kembali ditegaskan pada Maret lalu. El Salvador akan terus membeli 1 BTC per hari hingga pembelian ini tidak lagi memungkinkan dengan mata uang fiat.
Selain itu, pada Februari lalu, Presiden Bukele mengkonfirmasi bahwa negaranya tidak berencana menjual cadangan BTC-nya, dan El Salvador telah menambang 474 BTC dalam tiga tahun terakhir.
Bulan lalu, El Salvador mengumumkan rencana mempercepat integrasi Bitcoin ke dalam sistem perbankan dengan proposal reformasi yang memungkinkan bank beroperasi dalam BTC dan dolar AS.
CEO Indodax, Oscar Darmawan, menyatakan bahwa langkah ini tidak hanya berani tetapi juga membuka peluang inklusi keuangan baru.
“Integrasi Bitcoin ke dalam sistem perbankan dapat mempermudah akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang lebih modern dan efisien. Langkah ini bisa menjadi contoh bagi negara lain dan menunjukkan keyakinan terhadap potensi jangka panjang Bitcoin sebagai aset digital," ujar Oscar dalam keterangannya, Rabu (10/7).
Strategi akumulasi Bitcoin ini juga berfungsi sebagai cadangan nilai yang tangguh bagi negara, terutama dalam konteks ketidakpastian ekonomi global.
Keputusan El Salvador untuk terus membeli Bitcoin saat pasar lesu menunjukkan komitmen kuat terhadap strategi jangka panjang dalam mengadopsi teknologi blockchain.
Berinvestasi dengan metode Dollar Cost Averaging (DCA) dapat mengurangi risiko volatilitas pasar. Teknik ini melibatkan pembelian aset secara berkala tanpa mempedulikan harga pasar saat itu, yang pada akhirnya menurunkan harga rata-rata pembelian.