#30 tag 24jam
Ini Dia 10 Negara Termiskin di Dunia Tahun 2024
Dilanda konflik berkepanjangan hingga korupsi yang merajalela, berikut adalah 10 negara termiskin di dunia tahun 2024. [636] url asal
#ethiopia #sudan-selatan #negara-termiskin-di-dunia #negara-paling-miskin-di-dunia #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #features
(Kontan - Terbaru) 06/10/24 14:00
v/16058229/
Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo
KONTAN.CO.ID - Dilanda konflik berkepanjangan hingga korupsi yang merajalela, berikut adalah 10 negara termiskin di dunia tahun 2024.
Daftar negara termiskin tahun 2024 ini masih didominasi negara Afrika.
Angka Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita sering menjadi tolok ukur paling umum dalam mengukur kekuatan ekonomi sebuah negara.
Pada dasarnya, PDB per kapita adalah besaran pendapatan rata-rata penduduk di suatu negara. Semakin kecil angkanya, maka akan semakin miskin pula negara tersebut.
Menurut data Dana Moneter Internasional (IMF), berikut adalah 10 negara termiskin di dunia tahun 2024:
10. Yaman - US$ 1.996
Konflik yang tiada henti membuat negara kaya minyak ini jadi salah satu negara paling miskin di dunia saat ini. Perang yang pecah sejak 2014 telah merenggut nyawa lebih dari 150.000 orang dan sukses meruntuhkan perekonomian.
Saat ini lebih dari 80% penduduk Yaman hidup dalam kemiskinan.
9. Madagaskar - US$ 1.979
Negara Afrika yang satu ini memiliki tingkat kemiskinan sekitar 75%. Pertumbuhan ekonominya terbilang lambat, angka inflasi pun hampir mencapai 8%.
Selain tekanan akibat pandemi Covid-19, Madagaskar juga merasakan lonjakan harga pangan ekstrem sejak perang di Ukraina bergejolak.
8. Liberia - US$ 1.882
Masih dari Afrika, Liberia juga jadi salah satu negara termiskin di dunia saat ini. Negara yang sempat dimpimpin legenda sepak bola George Weah ini diwarnai inflasi yang tinggi, pengangguran yang menjamur, serta pertumbuhan ekonomi yang negatif.
Pertumbuhan mulai menunjukkan hasil di bawah kepemimpinan Josep Boakai. Ekonomi Liberia diperkirakan akan tumbuh sekitar 5,3% pada tahun 2024 dan tetap di atas 6% pada tahun-tahun mendatang.
7. Malawi - US$ 1.712
Negara Afrika yang satu ini sekarang sedang berusaha melawan krisis ekonomi yang menyebabkan kekurangan bahan bakar, lonjakan harga pangan, dan devaluasi mata uang yang tajam.
Menurut Bank Dunia, lebih dari 70% penduduk Malawi pada tahun 2023 hidup di bahwa standar garis kemiskinan internasional.
6. Niger - US$ 1.675
Negara yang dikelilingi oleh Gurun Sahara ini sangat bergantung pada pertanian. Sayangnya, sektor itu terancam fenomena penggurunan.
Kerawanan pangan kini mulai terjadi menyusul menyempitnya lahan pertanian dan kacaunya iklim di gurun. Tidak hanya itu, ekonomi Niger juga diganggu aksi kelompok Boko Haram yang terafiliasi dengan ISIS.
5. Mozambik - US$ 1.649
Mozambik sebenarnya mampu mencatat tingkat pertumbuhan PDB rata-rata lebih dari 7% dalam satu dekade terakhir. Namun, gejolak politik secara signifikan membuat Mozambik selalu masuk daftar negara termiskin setiap tahunnya.
Di tengah kondisi yang tak menentu, IMF memprediksi ekonomi Mozambik akan tumbuh sekitar 5% pada tahun 2024 dan 2025, bahkan menyentuh dua digit akhir dekade ini.
4. Republik Demokratik Kongo - US$ 1.552
Negara termiskin di dunia berikutnya adalah Republik Demokratik Kongo, sebuah negara yang bergerak di bawah kendali diktator.
Sekitar 65% dari populasinya hidup dengan pendapatan kurang dari US$ 2,15 per hari. Di saat yang sama, Bank Dunia cukup yakin negara ini memiliki potensi untuk menjadi salah satu negara terkaya di Afrika berkat sumber daya yang dimiliki.
3. Republik Afrika Tengah - US$ 1.123
Meski kaya emas, minyak, uranium, dan berlian, Republik Afrika Tengah tetap jadi salah satu negara paling miskin di dunia. Saat ini sebagian besar wilayahnya masih dikuasai oleh kelompok anti-pemerintah dan milisi.
Beberapa tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Republik Afrika Tengah meningkat secara moderat, didorong oleh industri kayu, kebangkitan sektor pertanian, dan kembalinya sebagian penjualan berlian.
2. Burundi - US$ 916
Perang panjang yang berlangsung pada 1993 hingga 2005 masih meninggalkan bekas yang sangat mencolok, yaitu membuat Burundi jadi salah satu negara termiskin di dunia.
Sekitar 80% populasi Burundi bergantung pada pertanian subsisten. Kerawanan pangan hampir dua kali lebih tinggi dibandingkan rata-rata negara-negara Afrika sub-Sahara.
1. Sudan Selatan - US$ 455
Sudan Selatan ada di puncak daftar negara termiskin di dunia saat ini. Negara yang baru berdiri pada tahun 2011 ini masih dilanda kekerasan di seluruh wilayah.
Melimpahnya cadangan minyak justru memicu perpecahan politik dan sosial, kesenjangan, korupsi dan peperangan. Kekerasan dan gangguan iklim yang ekstrem menghalangi petani untuk menanam atau memanen.
Ekonomi India Berkembang Pesat, tapi Generasi Muda Ingin Jadi Pegawai Negeri
Para pemuda di India mengejar pekerjaan di pemerintahan India. [767] url asal
#india #pegawai-negeri-sipil-pns #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #features
(Kontan) 21/07/24 12:35
v/11538552/
Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID -MUMBAI. Sunil Kumar, 30 tahun, menghabiskan 9 tahun terakhir hidupnya untuk mengejar pekerjaan di pemerintahan India.
Mengutip Reuters, Minggu (21/7), berkumpul bersama sejumlah siswa lainnya di ruang kelas darurat di bawah atap seng dengan penerangan dan udara yang minim, Kumar menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mengikuti berbagai ujian, termasuk ujian pegawai negeri sipil bergengsi yang diperlukan untuk mendapatkan pekerjaan sebagai birokrat pemerintah federal.
Ia juga pernah mencoba untuk menduduki jabatan pegawai negeri sipil provinsi dan dua tes lainnya untuk posisi pemerintahan di tingkat yang lebih rendah.
Dia telah gagal 13 kali dalam upaya untuk mendapatkan pekerjaan.
Kumar, penduduk Uttar Pradesh, negara bagian terpadat di India mengatakan dia akan terus mencoba mendapatkan pekerjaan di pemerintahan sampai dia berusia 32 tahun, tiga tahun sebelum batas waktu baginya untuk mengikuti ujian pegawai negeri.
“Ada lebih banyak keamanan dalam pekerjaan pemerintah,” kata Kumar.
“Jika itu terjadi dalam 2-3 tahun, perjuangan 10 tahun tidak akan sia-sia.”
Menurut angka pemerintah, 220 juta orang melamar pekerjaan federal antara tahun 2014-2022, dan 722.000 di antaranya terpilih.
Banyak dari upaya tersebut merupakan upaya yang berulang, namun tetap saja, puluhan juta anak muda India mengejar pekerjaan di pemerintahan setiap tahun meskipun perekonomian sedang berkembang pesat dan sektor swasta berkembang.
Tren ini menggarisbawahi kegelisahan budaya dan ekonomi yang dihadapi banyak orang India. Meskipun hidup di negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia, banyak orang yang bergulat dengan pasar kerja yang tidak menentu di mana peluang kerja, apalagi keamanan kerja, sulit didapat.
Banyak yang melihat pekerjaan di pemerintahan lebih aman dibandingkan pekerjaan di sektor swasta di negara dengan populasi terbesar di dunia.
“Jika salah satu anggota keluarga mendapatkan pekerjaan di pemerintahan, maka keluarga tersebut yakin bahwa mereka akan mendapat pekerjaan seumur hidup,” kata Zafar Baksh, yang menjalankan lembaga pelatihan bagi mereka yang mengikuti tes untuk pekerjaan tersebut.
Di negara tetangga Bangladesh, protes mahasiswa terhadap kuota pekerjaan pemerintah menewaskan lebih dari 100 orang minggu lalu.
Sejak tahun 2014, PDB India telah tumbuh dari $ 2 triliun menjadi mendekati $ 3,5 triliun pada tahun fiskal 2023-24 (April-Maret) dan diperkirakan akan meningkat sebesar 7,2% pada tahun berjalan.
Para calon pekerja migran mengatakan pemerintah menawarkan jaminan seumur hidup, tunjangan kesehatan, dana pensiun dan perumahan, yang mungkin tidak mereka dapatkan jika bekerja di sektor swasta. Hanya sedikit orang yang mengakuinya, namun banyak pekerjaan di pemerintahan juga menawarkan prospek mendapatkan uang.
Meningkatnya permintaan akan kelas sekolah yang menjejali telah menarik pemain besar dan pembelajaran juga telah beralih ke online, kata Baksh, yang melihatnya sebagai bisnis yang menguntungkan dan abadi.
“Akan selalu ada permintaan.”
Pekerjaan yang Baik Tidak Cukup
Para analis mengatakan, ketidakpuasan terhadap peluang kerja menjadi alasan utama mengapa partai Perdana Menteri Narendra Modi gagal memenangkan mayoritas pada pemilu April-Mei, dan kembali berkuasa hanya dengan dukungan sekutu.
Data pemerintah yang dirilis bulan ini menunjukkan 20 juta peluang kerja baru tercipta di India setiap tahunnya sejak 2017/2018. Namun para ekonom swasta mengatakan sebagian besar dari peluang kerja tersebut adalah wirausaha dan pekerja sementara di sektor pertanian, bukan posisi formal dengan upah tetap.
Pemerintah, yang mengajukan anggaran pertama sejak pemilu minggu depan, kemungkinan akan mendorong penciptaan lapangan kerja dengan memberikan insentif pajak untuk fasilitas manufaktur baru serta dengan mendorong pengadaan lokal di berbagai sektor seperti pertahanan, kata Nomura dalam sebuah catatan bulan ini. Namun hal ini memerlukan waktu untuk menghasilkan lapangan kerja.
“Bukan hanya karena kurangnya lapangan pekerjaan di luar sana, namun juga karena tidak adanya lapangan pekerjaan yang memberikan gaji yang baik dan memberikan jaminan kepemilikan serta tunjangan lainnya,” kata Rosa Abraham, asisten profesor di Pusat Ketenagakerjaan Berkelanjutan di Azim. Universitas Premji di kota Bengaluru.
Bagi Pradeep Gupta, 22 tahun, yang berharap mendapatkan pekerjaan di pemerintahan, bekerja di sektor swasta adalah pilihan terakhir.
“Ada kehormatan, keamanan kerja, dan lebih sedikit tekanan” dalam pekerjaan di pemerintahan, katanya, berbicara di kota Prayagraj, Uttar Pradesh, yang merupakan pusat sekolah asrama yang berkembang pesat.
Hampir 5 juta siswa melamar 60.000 lowongan di kepolisian Uttar Pradesh awal tahun ini dan ujian untuk jabatan polisi di badan keamanan pemerintah pusat menghasilkan 4,7 juta pelamar untuk 26.000 posisi.
Program lain yang memberikan kesempatan kepada pelamar untuk menduduki berbagai posisi seperti office boy dan supir di departemen pemerintah, menarik hampir 2,6 juta pelamar pada tahun 2023 untuk sekitar 7.500 pekerjaan.
Di semua tingkat pemerintahan, termasuk angkatan bersenjata, sekolah, layanan kesehatan dan militer, hampir 6 juta lapangan pekerjaan masih belum terisi, demikian perkiraan partai oposisi utama India, Kongres Nasional India.
Email ke pemerintah federal yang meminta data tentang pekerjaan dan lowongan pemerintah tidak dijawab.
Dukungan Bergulir Usai Trump Tertembak
Banyak miliarder bersuara dan menyatakan dukungan bagi Trump. [347] url asal
#joe-biden #donald-trump #pemilu-presiden-as #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #features
(Kontan) 14/07/24 23:48
v/10786557/
Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - Insiden penembakan pada kampanye calon presiden Amerika Serikat Donald Trump dinilai menguntungkan baginya. Banyak miliarder bersuara dan menyatakan dukungan bagi Trump. Sebelumnya, pesaingnya Joe Biden tampak lemah saat debat calon presiden.
Penembakan mantan Presiden AS Donald Trump pada Sabtu meningkatkan peluangnya memenangi pemilihan presiden. Kendati terkena tembak di telinga sehingga wajahnya berlumuran darah, Trump masih sempat mengepalkan tinju setelah serangan itu. Tim kampanyenya mengatakan dia baik-baik saja saat ini.
Pasar merespons peristiwa tersebut dengan penguatan kurs dollar AS dan kurva yield US Treasury jadi lebih curam. Menurut Rong Ren Goh, Manajer Portofolio Fixed Income Eastspring Investments Singapura, pola perdagangan minggu mendatang akan sama.
Trump menjadi calon presiden kedua yang ditembak saat kampanye. Kejadian sama pernah terjadi pada presiden AS dari Partai Republik Ronald Reagan di 1981. "Seingat saya, Reagan naik 22 poin pada jajak pendapat setelah upaya pembunuhan," kata Nick Ferres, Kepala Investasi Vantage Point Asset Management. Para pemimpin dunia, politisi AS hingga eksekutif perusahaan besar mengutuk penembakan tersebut.
CEO Tesla Elon Musk dan pakar investasi Bill Ackman menyatakan dukungan terhadap Trump. Pengembang duit kripto Tron, Justin Sun, juga mendukung Trump. "Dia adalah pilihan terbaik untuk industri kripto dan dapat memastikan perlakuan yang lebih adil," kata Sun.
Sementara, Joe Biden menghadapi keraguan dari pendonor, pendukung dan sesama anggota Partai Demokrat setelah debat calon presiden pada dua minggu lalu. Salah satu yang mulai ragu adalah Mark Cuban, investor dan pemilik minoritas Dallas Mavericks.
Cuban mengaku ingin melihat hasil jajak pendapat terlebih dahulu untuk mencari pengganti yang bisa mengungguli Trump. Reid Hoffman juga mengungkap keraguan serupa. Padahal, ia telah menyumbang US$ 17,7 juta untuk dukung Biden.
Menurut jajak pendapat Reuters/Ipsos, Trump dinilai lebih baik dalam hal ekonomi, kendati di masa kepemimpinan Biden perekonomian lebih solid. Ini terlihat dari melambatnya inflasi dan rendahnya pengangguran.
Bila Trump terpilih lagi, para analis memperkirakan kebijakan perdagangan akan lebih hawkish dan regulasi perubahan iklim akan jadi lebih longgar. Selain itu, akan ada perpanjangan pemotongan pajak dan pribadi yang seharusnya berakhir pada tahun depan.