JAKARTA, investor.id – Frekuensi kebakaran terus meningkat dalam beberapa tahun berlakangan. Sejalan dengan fenomena itu, klaim asuransi harta benda (asuransi properti) yang menanggung risiko kebakaran juga ikut menanjak.
“Sampai dengan Agustus 2024, total klaim dari lini Asuransi harta benda, termasuk kebakaran, mencapai Rp 5,07 triliun, tumbuh 17% year on year (yoy),” ungkap Ogi dalam keterangan tertulis kepada wartawan, dikutip Jumat (4/10/2024).
Dia mengatakan, OJK terus memonitor perkembangan ini dan mendorong Perusahaan Asuransi untuk mitigasi risiko yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat pengguna. “Hal ini diharapkan dapat meminimalkan korban dan juga biaya perbaikan,” imbuh Ogi.
Sebagai gambaran, kasus kebakaran di Jakarta merujuk Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021-2023 menunjukkan bahwa frekuensi kebakaran terus meningkat, masing-masing sebanyak 322 kasus, 382 kasus, dan 467 kasus. Adapun tiga besar faktor penyebab kebakaran pada tahun 2023 lalu yakni listrik, membakar sampah, dan lainnya.
Khusus pada tahun 2023, terdapat sebanyak 129 objek perumahan yang terbakar atau meningkat dari 120 objek pada tahun sebelumnya. Jumlah objek berupa industri juga bertambah dari 4 menjadi 9 objek.
Di sisi lain, sebanyak 558 keluarga tercatat sebagai pihak terdampak kebakaran, berikut 2.069 jiwa adalah penghuni dari objek kebakaran tersebut.
Secara materil, BPS melaporkan taksiran kerugian akibat kebakaran pada 2023 mencapai Rp 74,33 miliar. Angka itu relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan posisi tahun sebelumnya yang mencapai Rp 76,90 miliar.
Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News