#30 tag 24jam
Kini Bisa Beli Asuransi Kesehatan di Aplikasi GoPay, Premi Mulai Rp 60 Ribu
GoPay Asuransi merupakan platform penyediaan produk asuransi yang bekerjasama dengan Prodigi (PT Perdana Wahana Sentosa) sebagai broker asuransi. [698] url asal
#prodigi #premi-mulai-rp-60-ribu #kesehatan #gojek #tbk #manfaat #manfaat-asuransi #pt-asuransi #pemerintah-indonesia #goto-gojek-tokopedia #perdana-wahana-sentosa #keunggulan-gopay-asuransi #icu #rawat #perawatan
(detikFinance - Ekonomi dan Bisnis) 30/10/24 17:59
v/17214067/
Jakarta - PT GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) melalui GoPay memperkenalkan GoPay Asuransi. Produk asuransi kesehatan tersebut bisa dibeli langsung oleh pengguna melalui aplikasi GoPay dengan registrasi dan klaim mudah harga terjangkau.
GoPay Asuransi merupakan platform penyediaan produk asuransi yang bekerjasama dengan Prodigi (PT Perdana Wahana Sentosa) sebagai broker asuransi. Saat ini, GoPay Asuransi dan Prodigi menyediakan produk asuransi dari Oona Insurance (PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk) yang menawarkan produk perlindungan kesehatan lengkap seperti penggantian biaya rumah sakit apabila peserta di rawat inap, perawatan intensif di ICU yang dikarenakan sakit ataupun kecelakaan, serta rawat jalan dan rawat gigi sesuai plan yang dipilih.
"Diharapkan produk ini mendukung pengguna ketika menghadapi hal-hal tak terduga berisiko termasuk gangguan kesehatan yang dapat mengganggu stabilitas keuangan," kata Head of Marketing Money Management GoPay Kiki Apriyani dalam keterangan tertulis, Rabu (30/10/2024).
Dibandingkan dengan produk lain, dia menjelaskan ada berbagai keunggulan dari GoPay Asuransi. Berikut adalah keunggulan GoPay Asuransi.
1. Harga Lebih Terjangkau dengan Manfaat Lengkap
Produk asuransi kesehatan di aplikasi GoPay memiliki harga premi mulai dari harga Rp 60.000 per bulan. Melalui harga terjangkau, pengguna bisa mendapatkan manfaat asuransi dengan perlindungan kesehatan lengkap yang diterima oleh lebih dari 1.300 rumah sakit dan klinik di seluruh Indonesia.
2. Proses Mendaftar Kurang dari 30 Detik
Semua bisa dilakukan melalui satu aplikasi GoPay, mulai dari memilih paket asuransi yang sesuai, hingga mudahnya proses pengajuan klaim.
3. Berobat Tanpa Tunai dengan E-Card
Tidak perlu bayar lagi dengan uang tunai, pengguna cukup menunjukkan e-card asuransi praktis lewat aplikasi GoPay untuk mendapatkan pelayanan yang maksimal.
4. Pembayaran Mudah dan Fleksibel
Pengguna bisa fleksibel berlangganan bulanan serta berhenti berlangganan kapan saja. Hal ini tentu memberikan kemudahan kepada mereka dalam mendapatkan akses layanan kesehatan.
Dia mengatakan hadirnya produk asuransi di dalam aplikasi GoPay merupakan upaya memberikan akses yang lebih mudah bagi pengguna. Terutama bagi mereka yang belum memiliki rekening bank, ke layanan keuangan yang lebih lengkap. Diketahui, per tahun 2023, masih ada setidaknya 27,8 persen penduduk Indonesia yang belum memiliki jaminan kesehatan, baik jaminan kesehatan melalui program pemerintah maupun swasta.
"GoPay memperluas layanan untuk menyediakan rangkaian solusi keuangan yang lengkap bagi seluruh masyarakat Indonesia. Sebagai perusahaan karya anak bangsa, GoPay berkomitmen untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh masyarakat, terutama dalam memberikan akses yang setara terhadap layanan keuangan guna mendukung pertumbuhan ekonomi kelas menengah," jelasnya.
Dia mengatakan kehadiran produk asuransi kesehatan pertama di aplikasi GoPay ini selaras dengan fokus pemerintah Indonesia. Di mana pemerintah tengah membangun dan memfasilitasi layanan keuangan bagi kelas menengah yang berkembang dan masyarakat belum memiliki akses ke layanan perbankan.
Dia mengatakan GoPay Asuransi dapat membantu melindungi keuangan pengguna, memberikan ketenangan dalam menghadapi masa depan dari risiko kesehatan tidak terduga. Melalui kemitraan strategis, GoPay menyediakan akses terhadap produk asuransi mitra yang telah disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Lebih lanjut Kiki menjelaskan GoPay Asuransi dapat diakses oleh seluruh pengguna aplikasi GoPay.
"Asuransi kesehatan yang mudah diakses merupakan bentuk komitmen untuk menjaga ketahanan finansial pengguna kami agar mereka dan keluarga memiliki perlindungan apabila terjadi risiko," tutupnya.
Nah berikut adalah berikut cara membeli asuransi kesehatan lewat aplikasi GoPay:
1. Buka aplikasi GoPay dan pilih GoPay Asuransi di halaman utama
2. Pilih paket perlindungan GoPay sesuai dengan kebutuhan
3. Lanjut isi data diri
4. Paket asuransi berhasil dibeli dan kamu akan segera menerima polis.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk GoPay Asuransi, bisa dicekdi sini.
(prf/ega)
GOTO Cetak Adjusted EBITDA Rp 137 M di Q3-2024, Tertinggi dalam Sejarah
Jika dihitung dalam 9 bulan per September, rugi EBITDA grup yang disesuaikan GoTo tinggal tersisa Rp 72 miliar saja. [621] url asal
#pt-goto-gojek-tokopedia-tbk #cetak #npl #goto-cetak #patrick-walujo #gtf #goto-financial #rugi-ebitda #rugi #goto-gojek-tokopedia #group-adjusted-ebitda #affluent #adjusted #nilai-pinjaman #adjusted-ebitda #goto-cet
(detikFinance - Ekonomi dan Bisnis) 30/10/24 17:11
v/17210832/
Jakarta - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan perbaikan kinerja signifikan pada periode kuartal III-2024 (Q3) dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu atau year on year (YoY).
Berdasarkan keterangan resminya, GoTo berhasil mencetak EBITDA grup yang disesuaikan (Group Adjusted EBITDA) sebesar Rp 137 M di Q3-2024 atau Juli-September, tertinggi dalam sejarah. Pada periode 3 bulan tahun lalu, GoTo masih mencatatkan rugi EBITDA grup yang disesuaikan sebesar Rp 942 miliar.
Sementara itu, jika dihitung dalam 9 bulan per September, rugi EBITDA grup yang disesuaikan GoTo tinggal tersisa Rp 72 miliar saja, membaik 98% dari periode yang sama tahun sebelumnya rugi EBITDA grup yang disesuaikan mencapai Rp 3,75 triliun.
Manajemen GoTo menegaskan bahwa kinerja perusahaan yang kuat ini ditopang oleh pertumbuhan pengguna bulanan (Monthly Transacting Users/MTTU) yang tumbuh mencapai 21% YoY di seluruh ekosistem GoTo.
"Hal ini menegaskan bahwa perseroan berada di jalur yang tepat untuk memenuhi pedoman kinerja EBITDA yang disesuaikan impas (breakeven) untuk keseluruhan tahun buku 2024," tulis manajemen GoTo, dalam keterangan tertulis, Rabu (30/10/2024).
Dari sisi unit bisnis, saat ini GoTo didukung dua unit bisnis yakni Financial Technology (Fintech) lewat bisnis GoTo Financial (GTF) dan On-Demand Services (ODS) melalui Gojek. Dalam 3 bulan di September, bisnis fintech Goto memang masih mencatatkan rugi EBITDA yang disesuaikan yakni Rp 65 miliar, tetapi membaik signifikan 83% dari periode yang sama tahun lalu rugi EBITDA yang disesuaikan Rp 388 miliar.
Adapun dalam 9 bulan, rugi EBITDA yang disesuaikan bisnis fintech sebesar Rp 481 miliar, membaik 66% dari sebelumnya rugi EBITDA yang disesuaikan Rp 1,41 triliun. Manajemen GoTo menegaskan bisnis fintech menunjukkan kemajuan signifikan dan menjadi pendorong pertumbuhan bisnis dan profitabilitas perseroan.
Penggerak utama profitabilitas adalah bisnis pinjaman seiring dengan nilai pinjaman konsumen yang disalurkan (outstanding loans) naik tiga kali lipat YoY di kuartal ketiga 2024 dengan tingkat kredit bermasalah (NPL) yang stabil.
"Hal ini menunjukkan bahwa ekosistem berjalan dengan baik, dengan berbagai produk dan penggunaan layanan di Grup, yang mendorong pertumbuhan pengguna, sekaligus memperdalam penetrasi pinjaman secara bertanggung jawab dan akuntabel," tulis manajemen GoTo.
Direktur Utama Grup GoTo Patrick Walujo, mengatakan dengan perkembangan positif tersebut pihaknyai juga memperkirakan segmen fintech akan mencapai EBITDA yang disesuaikan positif di kuartal selanjutnya, satu tahun lebih cepat dari pedoman sebelumnya.
4. Kuartal Positif
Di sisi lain, segmen ODS melalui Gojek mencatatkan pertumbuhan yang signifikan sejalan dengan perbaikan marjin dan mencapai EBITDA yang disesuaikan positif empat kuartal berturut-turut sejak kuartal IV-2023.
Gojek mencatat EBITDA yang disesuaikan positif sebesar Rp 156 miliar di Q3-2024, membalikkan posisi dari rugi EBITDA yang disesuaikan Rp 48 miliar. Sedangkan dalam 9 bulan, Gojek juga mencatatkan EBITDA yang disesuaikan positif Rp 412 miliar, dari sebelumnya yang rugi EBITDA disesuaikan Rp458 miliar.
"Basis pengguna terus berkembang seiring dengan meningkatnya penggunaan produk yang menyasar mass-market, sementara pertumbuhan segmen premium juga menghasilkan wallet share tambahan di antara para pengguna affluent," pungkasnya.
(prf/ega)
GOTO Raih Pendapatan Rp 11,66 T di Kuartal III-2024
PT GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) laporkan pendapatan bersih Rp 11,66 triliun di Q3 2024, naik 11%. [382] url asal
#fee #goto-raih-pendapatan-rp-11 #66-t #bisnis-goto #strategi #tbk #manfaat #laporan-keuangan #emiten-teknologi #grup-goto #goto-gojek-tokopedia #patrick-walujo #impas #pt-goto-gojek-tokopedia-tbk #direktur-keuangan
(detikFinance - Sosok) 30/10/24 14:00
v/17214065/
Jakarta - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengumumkan kinerja keuangan untuk kuartal III-2024. Periode Januari-September 2024, emiten teknologi ini mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp 11,66 triliun, naik sebesar 11% dari periode yang sama dibandingkan dengan tahun lalu.
Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis, GOTO juga konsisten memangkas rugi berjalan menjadi Rp 4,539 triliun hingga September 2024, membaik sebesar 53% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 9,6 triliun. Sementara, pada kuartal-III 2024, rugi periode berjalan menyusut 29% sebesar Rp 1,69 triliun secara tahunan.
Capaian tersebut tak lepas dari pertumbuhan pendapatan di beberapa anak usaha. Pendapatan tertinggi disumbang oleh pendapatan jasa pinjaman yang meroket hingga 593% jadi Rp 1,231 triliun periode Januari-September 2024 dari tahun sebelumnya hanya Rp 178 miliar. Perusahaan juga menerima pendapatan bersih dari e-commerce service fee yang berasal dari Tokopedia sebesar Rp 439 miliar dari sebelumnya tidak ada.
Selain itu, jasa layanan atau on demand services juga mencatatkan pertumbuhan positif selama tiga kuartal beruntun. Pendapatan bruto naik 17%, menjadi Rp 10,3 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Utama Grup GOTO, Patrick Walujo mengatakan capaian tersebut menandakan semua lini usaha bergerak secara optimal. Dia menilai strategi bisnisnya berhasil karena setiap bagian ekosistem dapat memberikan nilai tambah kepada unit bisnis lainnya.
"Sebuah model yang semakin membuahkan hasil seiring dengan upaya kami secara agresif mendapatkan pengguna baru dan meningkatkan profitabilitas di seluruh bisnis kami yang berkembang pesat," kata Patrick dalam keterangannya, Rabu (30/10/2024).
Dia menjelaskan pihaknya menginginkan agar pengguna dapat menikmati semua manfaat dari produk pembayaran dan layanan on-demand. Dengan perkembangan positif tersebut, pihaknya juga memperkirakan segmen fintech akan mencapai EBITDA yang disesuaikan positif di kuartal selanjutnya. Hal ini menjadi satu tahun lebih cepat dari pedoman sebelumnya.
Sementara itu, Direktur Keuangan Grup GOTO, Simon Ho mengatakan bisnis GOTO berkembang pesat terutama untuk segmen fintech.
"Kami terus berhati-hati dalam mengelola beban. Hal ini tercermin nyata dalam pertumbuhan top-line dan perbaikan bottom-line, baik di level unit bisnis maupun di Grup. Kami berharap dapat terus mendorong pertumbuhan bisnis dalam beberapa bulan mendatang, sambil melakukan penghematan biaya lebih lanjut dan memperkuat upaya perbaikan bottom-line. Kami berada di jalur yang tepat untuk mencapai target EBITDA Grup yang disesuaikan impas untuk keseluruhan tahun," katanya.
(rrd/rrd)
Masuk Daftar 45 Saham Pre-opening, Saham GOTO Makin Likuid?
GOTO berpotensi mencatatkan pertumbuhan EBITDA di kuartal III-2024 yang didorong oleh segmen On-Demand Services (ODS) dan segmen Financial Technology (FinTech). [1,068] url asal
#saham #goto #saham-goto #vale-indonesia #semen-indonesia #gold #bbca #goto-gojek-tokopedia-tbk #likuiditas #daftar-saham #pandemi #xl-axiata #admr #total-saham #aneka-tambang #essa-industries-indonesia #indah-kiat-pu
(detikFinance - Bursa Valas) 29/10/24 08:30
v/17143410/
Jakarta - Manajemen PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akan mengumumkan kinerja keuangan Q3-2024 pada Rabu 30 Oktober pekan ini. Jelang rilis kinerja ini, saham GOTO kembali masuk dalam daftar saham yang bisa diperdagangkan melalui sesi pra-pembukaan (pre-opening) di Pasar Reguler.
Saham GOTO bersanding dengan 44 saham lainnya yang dimasukkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam daftar saham paling likuid ini. Sesi pre-opening ini pertama kali dibuka lagi oleh BEI sejak 7 September 2020 setelah sempat ditiadakan akibat dampak pandemi.
Adapun daftar total 45 saham ini terungkap dalam pengumuman BEI yang diteken Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, Pande Made Kusuma Ari dan PH Kepala Divisi Riset BEI, Heidy Ruswita Sari pada 25 Oktober 2024.
Pra-pembukaan adalah sesi awal waktu perdagangan di Pasar Reguler di setiap Hari Bursa yang bisa digunakan Anggota Bursa (sekuritas) untuk memasukkan penawaran jual-beli saham, sehingga memungkinkan pembentukan harga pembukaan atas saham itu berdasarkan harga terbaik dan volume terbanyak (call auction). Jam pre-opening antara 08.45-08.59 dan pre-closing 15.50-16.00 WIB.
"Dengan merujuk pada Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas dan berdasarkan hasil evaluasi atas daftar saham yang digunakan dalam penghitungan Indeks LQ45, berikut daftar saham yang dapat diperdagangkan di sesi pra-pembukaan mulai 1 November 2024 sampai 31 Januari 2025," tulis pengumuman BEI.
Mengacu data BEI, sepekan terakhir (21-25 Oktober), saham GOTO berada di urutan pertama saham dengan volume perdagangan terbanyak di BEI yakni 23,46 miliar saham atau porsinya mencapai 17,18% dari total saham yang di-trading-kan di bursa.
Selanjutnya, urutan kedua ada saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebanyak 10,81 miliar saham atau 7,91% dari total saham yang diperdagangkan. Sementara itu, dari sisi nilai transaksi, saham GOTO masuk urutan ke-8 terbesar yakni Rp1,66 triliun, teratas ditempati saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp4,69 triliun.
Dalam keterangan resminya, manajemen GOTO menyatakan akan merilis laporan keuangan per September 2024 atau periode 9 bulan (Q3) pada 30 Oktober mendatang.
Menurut Analis BRI Danareksa Sekuritas, Niko Margaronis, GOTO berpotensi mencatatkan pertumbuhan EBITDA di kuartal III-2024 yang didorong oleh segmen On-Demand Services (ODS) dan segmen Financial Technology (FinTech) lewat GoTo Financial.
Selanjutnya, menurut Niko, tingkat penerimaan (take rate) ODS tetap solid, dan penyaluran pinjaman naik 20% secara kuartalan, dengan take rate meningkat sebesar 10-15 basis poin (bps).
"Biaya variabel yang stabil akan mendorong pertumbuhan marjin kontribusi yang tinggi hingga belasan persen dan memposisikan GOTO untuk mencapai EBITDA yang positif di kuartal III-2024 dan pemulihan yang kuat dari kerugian semester I-2024 di tengah recurring costs yang flat," tulis Niko dalam laporan riset yang dirilis pada Selasa 15 Oktober 2024.
Indeks LQ45
Selain itu, BEI juga melakukan evaluasi mayor untuk Indeks LQ45. Indeks LQ45 adalah indeks acuan yang berisi 45 saham dengan kriteria, salah satunya masuk dalam 60 perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI dalam 12 bulan terakhir. Kriteria lain yakni likuiditas perdagangan yang tinggi, kondisi fundamental perusahaan, dan prospek pertumbuhan bisnis.
Ada dua saham yang baru masuk yakni Adaro Minerals Indonesia (ADMR) dan Summarecon Agung (SMRA) menggantikan dua saham yang dicoret yakni Gudang Garam (GGRM) dan Harum Energy (HRUM).
Daftar 45 Saham Terbaru Indeks LQ45 dan Bisa Diperdagangkan di Sesi Pra-Opening
1. ACES, Aspirasi Hidup Indonesia Tbk.
2. ADMR, Adaro Minerals Indonesia Tbk. (Baru)
3. ADRO, Adaro Energy Indonesia Tbk.
4. AKRA, AKR Corporindo Tbk.
5. AMMN, Amman Mineral Internasional Tbk.
6. AMRT, Sumber Alfaria Trijaya Tbk.
7. ANTM, Aneka Tambang Tbk.
8. ARTO, Bank Jago Tbk.
9. ASII, Astra International Tbk.
10. BBCA, Bank Central Asia Tbk.
11. BBNI, Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
12. BBRI, Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
13. BBTN, Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.
14. BMRI, Bank Mandiri (Persero) Tbk.
15. BRIS, Bank Syariah Indonesia Tbk.
16. BRPT, Barito Pacific Tbk.
17. BUKA, Bukalapak.com Tbk.
18. CPIN, Charoen Pokphand Indonesia Tbk
19. ESSA, ESSA Industries Indonesia Tbk.
20. EXCL, XL Axiata Tbk.
21. GOTO, GoTo Gojek Tokopedia Tbk.
22. ICBP, Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.
23. INCO, Vale Indonesia Tbk.
24. INDF, Indofood Sukses Makmur Tbk.
25. INKP, Indah Kiat Pulp & Paper Tbk.
26. INTP, Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.
27. ISAT, Indosat Tbk.
28. ITMG, Indo Tambangraya Megah Tbk.
29. JSMR, Jasa Marga (Persero) Tbk.
30. KLBF, Kalbe Farma Tbk.
31. MAPI, Mitra Adiperkasa Tbk.
32. MBMA, Merdeka Battery Materials Tbk.
33. MDKA, Merdeka Copper Gold Tbk.
34. MEDC, Medco Energi Internasional Tbk.
35. MTEL, Dayamitra Telekomunikasi Tbk.
36. PGAS, Perusahaan Gas Negara Tbk.
37. PGEO, Pertamina Geothermal Energy Tbk.
38. PTBA, Bukit Asam Tbk.
39. SIDO, Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk.
40. SMGR, Semen Indonesia (Persero) Tbk.
41. SMRA Summarecon Agung Tbk. (Baru)
42. TLKM, Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
43. TOWR, Sarana Menara Nusantara Tbk.
44. UNTR, United Tractors Tbk.
45. UNVR, Unilever Indonesia Tbk.
Lebih lanjut, daftar Indeks LQ45 ini juga akan efektif berlaku pada 1 November hingga 31 Januari 2025. Dari indeks ini, ada beberapa saham dengan bobot cukup besar terhadap indeks setelah dilakukan evaluasi di antaranya saham Bank Central Asia (BBCA) 15%, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) 15%, Bank Mandiri (BMRI) 13,01%, Telkom (TLKM) 6,98%, Astra International (ASII) 4,29%, GoTo Gojek (GOTO) 3,51%, dan Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) 3,18%.
Menurut ulasan MNC Sekuritas salah satu faktor penting bagi trader dalam menentukan saham incaran adalah likuiditas saham.
"Saham yang likuid artinya saham yang aktif diperdagangkan, ditandai dengan selalu adanya antrian order. Minat pasar terhadap suatu saham akan tercermin dari frekuensi dan volume perdagangan," tulis MNC Sekuritas dalam situs resminya.
(prf/ega)
S&P Global Ratings: Skor ESG GoTo Lampaui Induk Facebook-WhatsApp
Skor ESG ini untuk mengukur sejauh mana kinerja dan pengelolaan risiko perusahaan, peluang, serta dampak ESG yang material bagi lingkungan dan sosial. [712] url asal
#esg #goto #lingkungan #moodys-ratings #sea-ltd #meta-platform #permodelan #google #facebook #csa #faktor-esg #s-amp-p #global #goto-gojek #fitch-ratings #indonesia #morningstar-sustainalytics #esg-goto #alibaba #s-am
(detikFinance) 22/10/24 17:49
v/16840334/
Jakarta - Lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings, bagian dari divisi rating S&P Global, memberikan skor peringkat lingkungan, sosial, dan tata kelola atau Environment, Social, Governance (ESG) cukup tinggi untuk emiten teknologi Indonesia PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).
Berdasarkan keterangan resmi yang diperbaharui per 8 Oktober 2024, S&P Global memberikan skor GoTo yakni 44 dari 100 (44/100). Skor ini adalah sistem penilaian yang dikembangkan S&P Global untuk menilai kinerja ESG perusahaan dunia.
Sebagai perbandingan, skor ESG GoTo mendekati skor perusahaan global lainnya seperti Alphabet Inc, perusahaan induk Google yakni 47/100. Kompetitor terdekat GoTo, Grab Holdings Limited mendapatkan nilai 28/100 dan induk Shopee, Sea Limited 21/100. Perusahaan induk WhatsApp, Facebook, dan Instagram yakni Meta Platform juga mendapatkan skor 30/100.
S&P mengungkapkan skor ESG ini untuk mengukur sejauh mana kinerja dan pengelolaan risiko perusahaan, peluang, serta dampak ESG yang material bagi lingkungan dan sosial.
"Penilaian ini berdasarkan kombinasi pengungkapan perusahaan, analisis media dan pemangku kepentingan, pendekatan pemodelan, serta keterlibatan perusahaan secara mendalam melalui penilaian keberlanjutan perusahaan atau Corporate Sustainability Assessment (CSA)," tulis S&P, dalam keterangannya, dikutip Selasa (22/10).
S&P menyatakan GoTo merupakan responden survei CSA sehingga skor ESG GoTo didasarkan pada jawaban terhadap penilaian kuesioner dan metodologi dalam CSA, ditambah informasi publik, dan pendekatan pemodelan.
Menurut lembaga rating yang masuk 'Big Three' bersama Moody's Ratings dan Fitch Ratings ini, semua perusahaan dinilai menggunakan CSA yang terbagi dalam dua kategori, pertama, perusahaan yang berpartisipasi menjawab penilaian CSA di mana skor ESG didasarkan respons atas CSA, informasi publik, dan pendekatan permodelan. Contoh GoTo, Grab, Alibaba, dan Alphabet.
Kedua, perusahaan yang tidak berpartisipasi dalam CSA sehingga skor ESG didasarkan pada informasi publik dan pendekatan pemodelan, karena tidak ada partisipasi aktif dalam menjawab CSA, contohnya Sea Ltd.
Apa yang Dinilai?
S&P Global memilih kriteria yang paling relevan dalam setiap dimensi keberlanjutan berdasarkan bobot dalam penilaian dan signifikansinya saat ini atau yang diharapkan bagi industri.
Hasil riset S&P Foto: dok. S&P |
Secara detail, pemberian skor ini merupakan bagian dari evaluasi yang lebih luas tentang seberapa baik perusahaan mengelola risiko dan peluang terkait isu keberlanjutan, seperti perubahan iklim, praktik ketenagakerjaan, tata kelola perusahaan, dan lainnya.
Ada beberapa kriteria, dan dengan rating penilaian paling tinggi GoTo yakni sampah dan polusi dengan skor 69/95, melebihi nilai rata-rata (mean) industri 24/100. Kriteria lain dengan nilai tinggi yakni manajemen SDM 49/100, melebihi rata-rata industri 30/100.
Lainnya yakni strategi perubahan iklim 89/100, packaging 54/99, dan manajemen risiko dan krisis 51/100. Berikutnya ada praktik pekerja 35/100 dan hubungan pelanggan 30/100.
S&P menilai skor ESG memungkinkan investor untuk membandingkan perusahaan dalam sektor yang sama. Skor ini sering digunakan oleh investor yang menggabungkan faktor ESG dalam keputusan investasi mereka untuk mengidentifikasi perusahaan yang menjadi pemimpin dalam keberlanjutan dan yang mungkin menghadapi risiko ESG yang lebih tinggi.
Sebelumnya, berdasarkan riset Morningstar Sustainalytics, lembaga riset yang fokus pada pemeringkatan perusahaan dalam hal isu keberlanjutan, peringkat risiko ESG atau ESG Risk Rating GOTO berada di kategori low risk dengan skor 17. Sementara, Grab dan Sea berada di kategori medium risk dengan skor masing-masing 23,9 dan 22,9.
Morningstar Sustainalytics mengategorikan peringkat risiko ESG ke dalam lima tingkat risiko, mulai dari tingkat negligible atau bisa diabaikan (0-10), low (10-20), medium (20-30), high (30-40), hingga tingkat severe atau parah (lebih dari 40).
(prf/ega)
Komitmen Kerek Nilai Pemegang Saham, GOTO Buyback 9,6 Miliar Saham
PT GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) melaksanakan buyback saham 9,6 miliar hingga September 2024, meningkatkan nilai pemegang saham dengan arus kas kuat. [394] url asal
#goto #buyback-saham #bursa-efek-indonesia #bei #gocap #harga-saham-goto #aksi-korporasi-buyback-goto #tbk #jp-morgan #goto-gojek-tokopedia #dokumen-keterbukaan-informasi #realisasi-buyback #goto-buyback #amerika-s
(detikFinance - Bursa Valas) 10/10/24 14:00
v/16261302/
Jakarta - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) merealisasikan program pembelian kembali (buyback) saham sebanyak 9,6 miliar di September 2024. Realisasi buyback hingga akhir September 2024 disebut sebagai komitmen untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham.
Jumlah saham treasuri GOTO mencapai 24,4 miliar hingga 30 September 2024 mengacu pada dokumen Keterbukaan Informasi (KI) yang diunggah di website Bursa Efek Indonesia (BEI). Kini, porsi saham treasuri GOTO pun meningkat menjadi 2,03% dari total saham beredar perseroan.
Dalam riset terbarunya, JP Morgan juga menyebut aksi korporasi buyback GOTO ini terkait dengan strategi alokasi modal perseroan. GOTO memiliki arus kas yang kuat dengan kas neto lebih dari US$ 1 miliar atau setara Rp 16 triliun (kurs Rp15.500/US$). Laporan keuangan per Juni 2024 mencatat kas dan setara kas GOTO tercatat sebesar Rp 23 triliun.
JP Morgan menilai pembelian kembali saham senilai US$ 200 juta sebagai suatu hal yang positif. Selain itu, pembatalan beberapa saham treasuri juga dapat membantu mengimbangi tekanan jual dari investor pra-IPO.
Sebagai informasi, setelah mengantongi restu dari pemegang saham dalam RUPS pada 11 Juni 2024, GOTO tercatat telah melakukan buyback saham sebanyak tiga kali yakni di Juni, Agustus dan September 2024.
Di Juni, GOTO membeli sebanyak 3,8 miliar saham yang dilanjutkan dengan pembelian sebanyak 700 juta saham di Agustus serta paling besar di September lalu. Total saham GOTO yang telah dibeli kembali perseroan mencapai 14,1 miliar.
"Program buyback sudah dijalankan menunjukkan komitmen perseroan untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham. Realisasi buyback diestimasikan mencapai Rp 700-800 miliar jika mengacu pada pergerakan harga saham dalam 3 bulan terakhir. Artinya realisasi baru 25% dan GOTO masih memiliki ruang untuk buyback dari alokasi dana yang telah disetujui RUPS sebesar Rp 2,4 triliun yang masih ample," kata analis NH Korindo Sekuritas, Richard Jonathan Halim dalam keterangan tertulis, Kamis (10/10/2024).
Meski realisasinya diestimasikan baru seperempat dari anggaran yang disetujui, tetapi analis menilai bahwa program buyback ini efektif meningkatkan kepercayaan investor dan nilai pemegang saham.
"Realisasi awal masih di bawah 50% tetapi kita melihat harga saham GOTO sudah bergerak menjauhi level gocap dan sekarang bertahan kuat di atas Gocap, ini menjadi preseden yang positif terkait buyback," kata Richard.
JP Morgan memberikan rekomendasi beli saham GOTO dengan target harga Rp 75 per saham. Broker asal Amerika Serikat (AS) tersebut juga menjadikan saham GOTO sebagai top pick untuk sektor Internet di Indonesia.
(anl/ega)
Umumkan Kinerja Kuartal II-2024, GoTo Cetak Nilai Transaksi Bruto Rp 63 T
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengumumkan kinerja keuangan untuk kuartal II-2024. [1,344] url asal
(detikFinance - Sosok) 30/07/24 18:26
v/12673527/
Jakarta - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengumumkan kinerja keuangan untuk kuartal II-2024. Nilai transaksi bruto (gross to value/GTV) inti Grup, yang mengecualikan merchant payment gateway, tumbuh 54% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (YoY) mencapai Rp 63,2 triliun, sementara GTV Grup pada kuartal ini tumbuh 26% mencapai Rp121,5 triliun.
Pendapatan bruto tumbuh 39% YoY mencapai Rp4,3 triliun. Rugi EBITDA Grup yang disesuaikan membaik sebesar 95% YoY dan 53% dibandingkan kuartal sebelumnya (QoQ) mencapai Rp48 miliar. Catatan kinerja yang baik tersebut ditopang oleh pertumbuhan pengguna pada segmen layanan hemat dari On-Demand Services, peningkatan penggunaan aplikasi GoPay, pertumbuhan pemberian pinjaman serta pengelolaan beban usaha secara disiplin.
Direktur Utama Grup GoTo, Patrick Walujo menjelaskan, percepatan pertumbuhan di kuartal II kembali menegaskan tepatnya strategi untuk fokus pada konsumen mass market.
"Kami akan terus memberikan solusi bagi seluruh konsumen kami, baik yang membutuhkan kenyamanan maupun mementingkan harga. Langkah ini akan terus menjadi landasan pertumbuhan Perseroan, seiring dengan upaya kami meningkatkan topline serta terus berkomitmen mencapai EBITDA Grup yang disesuaikan breakeven untuk keseluruhan tahun buku 2024." Kata dia dalam keterangannya, Selasa (30/7/2024).
"Di akhir tahun pertama jabatan saya sebagai Direktur Utama, perseroan telah mencatatkan fundamental terkuat hingga saat ini, dan saya bangga dapat berperan dalam peningkatan tersebut. Saya bergabung dengan tim yang kuat, dan didukung talenta baru yang telah mendorong pertumbuhan lebih lanjut," tambah dia.
Direktur Keuangan Grup GoTo, Jacky Lo, mengatakan pada kuartal II-2024, GoTo mencatatkan akselerasi pertumbuhan yang pesat dengan GTV inti Grup mencapai Rp 63,2 triliun, tumbuh 54% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara pendapatan bruto Grup meningkat 39% YoY.
Sejak awal tahun, jumlah pelanggan Gojek Plus tumbuh dua kali lipat, di saat yang sama adopsi aplikasi GoPay dan produk. pinjaman perseroan juga terus meluas. Hal tersebut, disertai dengan langkah strategis menyasar mass market, mendorong peningkatan jumlah pengguna bertransaksi bulanan (monthly transacting user Grup GoTo sebesar 20% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya pada kuartal II-2024.
"Pertumbuhan ini tercapai, seiring pengurangan beban usaha dan perbaikan EBITDA yang disesuaikan yang dilaporkan secara year-on-year untuk delapan kuartal secara berturut-turut. Dengan situasi tersebut, kami meyakini bahwa Perseroan berada pada jalur yang tepat untuk terus tumbuh sekaligus terus berkomitmen mencapai target profitabilitas," ucapnya.
Beban kas rutin tetap Grup menurun 5% YoY, dengan biaya korporasi rutin yang dilaporkan turun 44% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. GoTo juga terus mencatatkan kas dan posisi keuangan yang kuat. Pada 30 Juni 2024, Perseroan memiliki Rp 22,0 triliun (setara US$1,34 miliar) kas, setara kas, dan deposito jangka pendek.
GOTO mencatatkan akselerasi pertumbuhan topline yang sehat, GTV inti Grup pada kuartal II Rp 63,2 triliun, tumbuh 54% YoY. GTV Grup mencapai Rp 121,5 triliun, meningkat 26% YOY, sementara pendapatan bruto mencapai Rp 4,3 triliun, meningkat 39% YoY, bersamaan dengan take rate sebesar 3,51%, meningkat 32 basis poin YoY. Pendapatan bersih pada 202024 mencapai Rp 3,5 triliun, meningkat 115% YOY.
Beban kas rutin tetap berkurang 5% YoY menjadi Rp 1,3 triliun. Biaya korporasi rutin yang dilaporkan, yang dapat dialokasikan kepada masing-masing segmen bisnis sesuai dengan atribusinya. turun 44% YOY mencapai Rp 201 miliar.
Rugi EBITDA Grup yang disesuaikan pada kuartal kedua 2024 menurun sebesar 95% YoY atau 53% QoQ menjadi Rp 48 miliar. Hal ini menegaskan bahwa Perseroan berada dalam jalur yang tepat untuk memenuhi pedoman kinerja EBITDA yang disesuaikan impas (breakeven) untuk keseluruhan tahun buku 2024.
Grup GoTo membukukan rugi periode berjalan sebesar Rp 954 miliar pada kuartal II-2024, yang merupakan penurunan rugi sebesar 63% YOY, Hal tersebut ditopang oleh peningkatan pendapatan dan pengelolaan beban operasional yang semakin efisien.
Sebagai bagian dari kemitraan strategis dengan TikTok, GoTo mendapatkan e-commerce service fee secara kuartalan dari Tokopedia selaras dengan skala dan pertumbuhan entitas tersebut. Pada kuartal kedua, GoTo membukukan e-commerce service fee senilai Rp171 miliar atau senilai Rp157 miliar bersih, apabila mengesampingkan PPN.
Sebagaimana dilaporkan pada kuartal I-2024, GoTo telah melakukan divestasi kepemilikan dari layanan pengiriman dan pemenuhan yang dilaksanakan oleh GoTo Logistics, untuk mendukung Tokopedia. GoTo Logistics didekonsolidasikan dari pencatatan keuangan Grup sejak Mel 2024. Hal ini tidak berdampak pada GoSend, layanan pengiriman konsumen-ke-konsumen yang pada saat ini tersedia melalui aplikasi Gojek yang merupakan bagian dari segmen bisnis On-Demand Services Grup GoTo.
Perseroan baru-baru ini mengumumkan rencana untuk meminta persetujuan penarikan kembali saham treasuri terkait dengan inisiatif pembelian kembali saham yang dilakukan pada tahun 2021 dan 2022, pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan Agustus mendatang.
Bergantung pada persetujuan pemegang saham, Perseroan akan mengurangi modal dengan menarik kembali 10.264.665.616 saham Seri A, yang semuanya dibeli kembali oleh perseroan pada 2021 dan 2022 melalui pembelian kembali saham pra-IPO, serta program greenshoe yang dilaksanakan. terkait dengan IPO Perseroan. Langkah tersebut diharapkan akan menambah nilai bagi pemegang saham dengan mengurangi jumlah saham yang beredar.
On-Demand Services terus mencatatkan pertumbuhan didorong peningkatan penggunaan opsi layanan transportasi dan pengantaran yang lebih terjangkau. Hal Ini merupakan kunci strategi mass market yang menjadi fokus Perseroan.
GTV dan jumlah pesanan yang diselesaikan (completed order) di Indonesia mencapai level tertinggi sejak Perseroan mengambil langkah menuju profitabilitas, seiring dengan penurunan beban yang terus berlangsung. Meningkatnya adopsi layanan untuk mass market serta layanan berlangganan, diharapkan turut mendorong pertumbuhan bisnis Perseroan ke depan.
Perseroan menegaskan kepemimpinan pasar di Indonesia, dengan pertumbuhan GTV dan pesanan yang diselesaikan, masing-masing sejumlah 18% dan 24% YoY, yang merupakan capaian tertinggi. On-Demand Services GTV tumbuh 14% YoY menjadi Rp15,5 trillun.
Pendapatan bruto tumbuh 17% YoY menjadi Rp3,4 triliun. Dengan basis perhitungan akuntansi sebanding, dan dengan memperhitungkan perubahan model bisnis yang dilakukan pada kuartal sebelumnya, pendapatan bruto meningkat sebesar 5%. Biaya kas rutin tetap berkurang 14% YoY menjadi Rp624 miliar.
Layanan transportasi roda dua yang terjangkau diluncurkan, bersamaan dengan peningkatan layanan pengiriman makanan terjangkau dari Perseroan. Cara ini lebih mementingkan inovasi layanan dan mengesampingkan insentif, sehingga mendorong pertumbuhan yang menguntungkan bagi pengguna baru, serta pengguna yang sebelumnya tidak aktif. Seperempat dari pengguna baru dan yang diaktifkan kembali, dalam beberapa bulan terakhir, adalah pengguna produk mass market.
Gojek PLUS kini mencakup seluruh layanan On-Demand Services, yang mendorong pertumbuhan jumlah pelanggan hingga dua kali lipat sejak awal tahun, Pengguna layanan berlangganan menghabiskan sekitar tiga kali lebih banyak secara GTV dibandingkan dengan pengguna yang tidak berlangganan, serta menggunakan lebih banyak jenis layanan, dan memiliki tingkat retensi yang lebih tinggi.
EBITDA yang disesuaikan untuk On-Demand Services meningkat sejumlah Rp 254 miliar YoY menjadi Rp 90 miliar atau 0,6% dari GTV On-Demand Services. Dengan capaian ini, unit bisnis tersebut mencatatkan EBITDA yang disesuaikan positif selama tiga kuartal berturut-turut. Perseroan memperkirakan bahwa pangsa pasar On-Demand Services di Singapura tumbuh 3 poin persentase pada kuartal kedua.
Hal ini dipengaruhi oleh kemitraan dengan ComfortDelGro yang diluncurkan pada akhir April. Langkah ini dinilai mampu membantu mengatasi tantangan ketersediaan pengemudi.
Selaras dengan strategi mass market, GoTo akan terus berinvestasi pada unit bisnis On Demand Services untuk memperluas basis pengguna, khususnya melalui produk yang terjangkau. Peningkatan jumlah pengguna layanan berlangganan, juga akan mendukung upaya memperdalam wallet share seiring semakin banyaknya produk yang digunakan konsumen dalam ekosistem GoTo.
Pendapatan bruto Financial Technology tumbuh 97% YoY sebesar Rp788 miliar, didorong oleh peningkatan pinjaman serta pembayaran melalui adopsi aplikasi GoPay. Take rate tumbuh sebesar 24 basis poin YOY.
Biaya kas rutin tetap berkurang 7% YoY menjadi Rp437 miliar, seiring pengurangan biaya Infrastruktur IT. Rugi EBITDA yang disesuaikan untuk unit bisnis Financial Technology berkurang sebesar 67% YoY menjadi Rp168 miliar, atau 0.1% dari GTV unit bisnis ini.
Tingkat pemberian pinjaman dari bisnis pinjaman konsumen GoTo, yang mencakup produk buy now pay later (BNPL) dan pinjaman tunai, tumbuh sekitar 3,5x YoY menjadi Rp3,5 triliun. Pertumbuhan tersebut diiringi dengan tingkat kredit bermasalah (NPL) yang stabil dibandingkan kuartal sebelumnya.
Perseroan telah meluncurkan produk buy now pay later-nya sebagai metode pembayaran berbentuk cicilan untuk pengguna yang berbelanja di Shop Tokopedia di platform Tiktok. Aplikasi GoPay telah diunduh lebih dari 30 juta kali sampai dengan 30 Juni 2024, dan biaya per instalasi terus berkurang.
(ara/ara)
GOTO Mau Hapus Sebagian Saham Treasury Hasil Buyback, EPS Bisa Naik!
Perseroan berencana mengurangi modal ditempatkan dan disetor perseroan dengan menarik kembali sebanyak 10.264.665.616 saham Seri A perseroan. [633] url asal
#goto #saham #treasury #goto-gojek-tokopedia
(detikFinance - Bursa Valas) 24/07/24 18:50
v/11955273/
Jakarta - Emiten teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengumumkan rencana penarikan kembali saham treasury perseroan yang diharapkan bisa meningkatkan nilai pemegang saham perusahaan.
Berdasarkan siaran pers, Rabu (24/7), GOTO menyatakan saham yang akan ditarik kembali ini merupakan saham yang dibeli kembali perseroan (buyback) di tahun 2021 dan 2022.
Rencana tersebut diajukan untuk mendapatkan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), yang rencananya akan diselenggarakan pada 30 Agustus 2024.
Perseroan berencana mengurangi modal ditempatkan dan disetor perseroan dengan menarik kembali sebanyak 10.264.665.616 saham Seri A perseroan, yang merupakan saham yang dibeli kembali di masa sebelum IPO dan saham yang diperoleh oleh perseroan dari pelaksanaan program stabilisasi harga saham Perseroan pasca-IPO (greenshoe).
Rencana penarikan kembali saham treasury perseroan sejalan dengan kewajiban pengalihan saham hasil pembelian kembali yang diatur di dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) 29/2023 tentang Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Perusahaan Terbuka.
Penarikan kembali saham treasury ini tidak akan berdampak pada pelaksanaan rencana pembelian kembali saham perseroan yang telah sebelumnya disetujui oleh pemegang saham Perseroan pada bulan Juni 2024.
Corporate Secretary GoTo Koesoemohadiani menjelaskan langkah perseroan melakukan penarikan kembali saham treasury ini berkaitan dengan sejumlah inisiatif pembelian kembali saham yang telah dilakukan oleh perseroan sebelum IPO, serta terkait dengan program greenshoe sebagaimana dijelaskan pada Prospektus IPO Perseroan.
"Penarikan kembali saham treasuri akan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham seiring berkurangnya jumlah saham Perseroan yang beredar, dan pada saat yang bersamaan memastikan kepatuhan pada ketentuan yang berlaku," katanya dalam siaran pers.
Sebagai catatan, dengan penghapusan saham treasuri, laba bersih per saham (earnings per share/EPS) sebuah perusahaan akan menjadi lebih besar karena saham yang ditempatkan dan disetor jumlahnya kian menyusut.
Opsi Private Placement
Pada kesempatan yang sama, perseroan juga mengumumkan akan mengajukan rencana penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement untuk mendapatkan persetujuan pemegang saham.
Rencana tersebut diajukan kepada pemegang saham setiap tahun untuk mendapatkan persetujuan agar Perseroan memiliki fleksibilitas untuk menghimpun pendanaan sejalan dengan kebutuhan perseroan, apabila penghimpunan dana memang diperlukan.
"Langkah ini akan menempatkan perseroan sejajar dengan berbagai perusahaan publik global yang tidak harus menjalani proses yang serupa seperti GoTo," kata Koesoemohadiani.
Koesoemohadiani mengatakan pengajuan rencana PMTHMETD untuk mendapat persetujuan pemegang saham bukan berarti perseroan akan segera melaksanakan PMTHMETD apabila hal ini disetujui oleh pemegang saham. Lebih lanjut perseroan pada saat ini belum memiliki rencana yang dapat menyebabkan dibutuhkannya penghimpunan dana tambahan oleh Perseroan.
"Rencana tersebut diajukan agar perseroan memiliki fleksibilitas apabila terdapat kebutuhan penghimpunan pendanaan untuk mendukung peluang pertumbuhan perseroan atau dalam menghadapi ketidakpastian kondisi makroekonomi," katanya.
"Perseroan akan mengajukan rencana ini secara tahunan, walau belum tentu perseroan akan melaksanakan rencana PMTMHMETD tersebut agar Perseroan memiliki fleksibilitas yang akan dilaksanakan secara bijak dan penuh kehati-hatian," lanjutnya.
Per 31 Maret 2024, Perseroan memiliki Rp23,0 triliun (setara sekitar US$1,5 miliar) kas, setara kas, dan deposito jangka pendek. Perseroan tetap berkomitmen mencapai EBITDA Grup yang disesuaikan impas untuk keseluruhan tahun 2024.
(akd/akd)
GOTO Bakal Hapus 10 Miliar Saham Treasury, Ini Alasannya
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengumumkan rencana penarikan kembali saham treasuri Perseroan yang dibeli pada 2021 dan 2022. [373] url asal
#goto #goto-gojek-tokopedia #saham
(detikFinance - Bursa Valas) 24/07/24 18:00
v/11949931/
Jakarta - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengumumkan rencana penarikan kembali saham treasury Perseroan yang dibeli pada 2021 dan 2022. Rencana itu diajukan untuk mendapatkan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), rencananya akan diselenggarakan 30 Agustus 2024.
Rencananya jumlah saham treasury yang ditarik kembali sebanyak 10.264.665.616 saham Seri A Perseroan. Saham treasury tersebut dibeli kembali atau buyback di masa sebelum IPO dan saham yang diperoleh oleh Perseroan dari pelaksanaan program stabilisasi harga saham Perseroan pasca-IPO (greenshoe).
Corporate Secretary GoTo, Koesoemohadiani mengatakan langkah Perseroan melakukan penarikan kembali saham treasury ini berkaitan dengan sejumlah inisiatif pembelian kembali saham yang telah dilakukan Perseroan sebelum IPO, serta terkait dengan program greenshoe sebagaimana dijelaskan pada Prospektus IPO Perseroan.
"Penarikan kembali saham treasury akan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham seiring berkurangnya jumlah saham Perseroan yang beredar dan pada saat yang bersamaan memastikan kepatuhan pada ketentuan yang berlaku," kata Koesoemohadiani dalam keterangan tertulis, Rabu (24/7/2024).
Rencana penarikan kembali saham treasury Perseroan disebut sejalan dengan kewajiban pengalihan saham hasil pembelian kembali yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 29 Tahun 2023 tentang Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Perusahaan Terbuka.
"Penarikan kembali saham treasury ini tidak akan berdampak pada pelaksanaan rencana pembelian kembali saham Perseroan yang telah sebelumnya disetujui oleh pemegang saham Perseroan pada Juni 2024," terang Koesoemohadiani.
Pada kesempatan yang sama, Perseroan juga mengumumkan akan mengajukan rencana penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) untuk mendapatkan persetujuan pemegang saham. Langkah ini disebut akan menempatkan Perseroan sejajar dengan berbagai perusahaan publik global yang tidak harus menjalani proses serupa seperti GoTo.
Pengajuan rencana PMTHMETD untuk mendapat persetujuan pemegang saham, katanya, bukan berarti Perseroan akan segera melaksanakan PMTHMETD. Saat ini Perseroan disebut belum memiliki rencana yang dapat menyebabkan dibutuhkannya penghimpunan dana tambahan oleh Perseroan.
"Rencana tersebut diajukan agar Perseroan memiliki fleksibilitas apabila terdapat kebutuhan penghimpunan pendanaan untuk mendukung peluang pertumbuhan Perseroan atau dalam menghadapi ketidakpastian kondisi makroekonomi. Perseroan akan mengajukan rencana ini secara tahunan, walau belum tentu Perseroan akan melaksanakan rencana PMTHMETD tersebut," imbuhnya.
Per 31 Maret 2024, Perseroan memiliki Rp 23 triliun kas, setara kas dan deposito jangka pendek. Perseroan disebut tetap berkomitmen mencapai EBITDA Grup yang disesuaikan impas untuk keseluruhan tahun 2024.
(das/das)




