#30 tag 24jam
Pejuang Palestina Terus Melawan, Empat Tentara Israel Tewas
Pejuang Palestina tak berhasil dimusnahkan Israel di Jalur Gaza. [645] url asal
#idf-tewas #tentara-israel-tewas #tentara-israel-disergap #kematian-tentara-israel #pejuang-palestina #perlawanan-palestina
(Republika - News) 25/08/24 05:18
v/14676628/
REPUBLIKA.CO.ID, GAZA – Pejuang Palestina kembali menjebak sejumlah tentara pasukan penjajahan Israel (IDF) di Jalur Gaza. Serangan pada Sabtu (24/8/2024) tersebut menewaskan tiga tentara Israel sementara serangan lain menewaskan seorang tentara IDF.
Times of Israel melaporkan, tiga tentara cadangan tewas dalam pertempuran melawan pejuang Palestina di Jalur Gaza tengah, Pasukan Pertahanan Israel mengumumkan pada hari Sabtu. Dengan kematian itu, jumlah korban tentara yang terbunuh selama akhir pekan menjadi empat orang.
Dua tentara yang kematiannya diumumkan pada Sabtu malam tewas dalam ledakan di lingkungan Zeitoun di Kota Gaza. Ledakan itu yang merenggut nyawa tentara cadangan lainnya yang kematiannya diumumkan pada hari Jumat. Tentara keempat tewas dalam bentrokan terpisah dengan pria bersenjata Palestina di daerah terdekat.
Pasukan yang tewas dalam ledakan di Kota Gaza berdua bertugas di Batalyon 6310 Brigade Yerusalem. Prajurit yang tewas dalam bentrokan terpisah berasal dari Batalyon 8119 Brigade Yerusalem.
Dalam insiden pada Jumat pagi, beberapa tentara terkena alat peledak yang dipasang di luar gedung yang mereka cari, di lingkungan Zeitoun, Kota Gaza. Secara keseluruhan, tiga tentara tewas, empat orang luka berat, dan tiga lainnya luka sedang dalam insiden tersebut. Dalam insiden lain, sel yang terdiri dari empat pejuang Palestina Hamas menyerang perkemahan IDF di Koridor Netzarim yang membelah utara dan selatan Jalur Gaza..
Dengan kematian kemarin, jumlah tentara Israel yang tewas sejak awal perang pada 7 Oktober menjadi 699. Sementara yang tewas setelah serangan darat ke Gaza mencapai 337 orang. Pihak pejuang Palestina mengeklaim korban tewas si kalangan IDF jauh lebih banyak dari yang diumumkan.
Situs web Israel sebelumnya melaporkan bahwa tentara telah mengevakuasi sejumlah korban luka yang gugur dalam pertempuran di Jalur Gaza tengah dan selatan. Di sisi lain, tentara pendudukan mengatakan bahwa pasukannya melanjutkan “kampanye terfokus” di Jalur Gaza, dan melakukan 98 serangan di Rafah di Jalur Gaza selatan yang menargetkan militan.
Sementara, Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, mengatakan dalam postingan di Telegram pada Sabtu, bahwa para pejuangnya “terlibat dalam bentrokan sengit dengan pasukan musuh yang telah menembus wilayah Al-Jafrawi di sebelah timur kota Deir al-Balah di Jalur Gaza tengah. "
Batalyon tersebut mengkonfirmasi bahwa ada kematian dan cedera di antara pasukan pendudukan, dan mengatakan bahwa mereka telah memantau pendaratan helikopter Israel untuk mengangkut mereka.
Sementara itu, koresponden Aljazirah melaporkan bahwa tank-tank Israel menembakkan peluru selama serangan mereka ke daerah Hakr al-Jami' di Deir al-Balah, di tengah bentrokan dengan perlawanan Palestina. Tentara Israel memulai serangan baru ke Jalur Gaza tengah dan selatan setelah memaksa penduduk dan pengungsi untuk kembali mengungsi, dan mengurangi wilayah yang disebutnya sebagai wilayah aman.
Brigade al-Qassam mengumumkan bahwa mereka mampu memikat pasukan Israel dari unit teknik ke salah satu terowongan yang sebelumnya dijadikan jebakan di area lokasi militer di timur Deir al-Balah, dan "segera setelah mereka tiba di dalam terowongan, terowongan itu diledakkan, membunuh dan melukai mereka."
Batalyon tersebut melaporkan pagi ini bahwa pejuang mereka mampu meledakkan ladang ranjau yang telah disiapkan sebelumnya di sejumlah kendaraan pendudukan dan peralatan teknik di area yang sama, dan mengatakan bahwa mereka telah memantau pendaratan helikopter Israel setelah operasi tersebut. Selama bentrokan di poros yang sama, Al-Qassam mengatakan bahwa pasukan mereka menargetkan tank Merkava dan pengangkut personel lapis baja dengan dua peluru Al-Yassin 105.
Israel dengan dukungan Amerika Serikat telah membombardir Gaza selama lebih dari 10 bulan. Pakar internasional menggambarkan hal ini sebagai genosida, karena puluhan ribu orang telah terbunuh, terluka dan hilang, kebanyakan dari mereka adalah anak-anak dan perempuan. Seluruh keluarga telah dihapus dari catatan sipil, dan hampir 70 persen infrastruktur sipil, termasuk rumah, sekolah dan rumah sakit, telah hancur.
Pemantau Hak Asasi Manusia Euro-Mediterania memperingatkan keseriusan perintah evakuasi ilegal yang baru-baru ini dikeluarkan oleh tentara Israel di Deir al-Balah di Jalur Gaza tengah, dan Mawasi al-Qarara di sebelah barat Khan Yunis di Jalur Gaza selatan. Evakuasi itu berarti memaksakan lebih banyak pengungsian dan mempersempit wilayah yang menampung hampir dua juta orang
Komandan Unit IDF Tewas Dibom Pesawat Israel Sendiri
Puluhan kematian tentara IDF disebabkan tembakan teman sendiri. [417] url asal
#idf-tewas #komandan-idf-tewas #idf-bom-komandan-sendiri #perang-gaza #genosida-di-gaza #agresi-israel
(Republika - News) 20/08/24 05:59
v/14516857/
REPUBLIKA.CO.ID, GAZA – Seorang komandan unit Israel dilaporkan tewas akibat serangan udara pasukan penjajahan sendiri yang gagal di Jalur Gaza selatan, Senin (19/8/3024). Insiden itu menambah daftar panjang kematian tentara Israel di tangan rekan mereka.
Media Israel melansir, yang tewas adalah Letnan Shahar Ben Nun (21). Ia adalah seorang komandan Unit Pengintaian Pasukan Terjun Payung dan pembunuhannya membuat jumlah korban tewas militer Israel sejak 7 Oktober menjadi 694 orang.
Channel 12 milik pendudukan Israel melaporkan bahwa petugas dari Brigade Pasukan Terjun Payung itu tewas ketika sebuah bom Angkatan Udara Israel menghantam gedung tempat mereka ditempatkan di Gaza selatan di tengah genosida yang sedang mereka lakukan. Pasukan pendudukan Israel, setelah membunuh tentara mereka, menjelaskan bahwa "insiden" tersebut disebabkan oleh kerusakan amunisi yang "meleset dari sasaran yang diinginkan". Sebuah platform media Israel juga melaporkan bahwa 3 tentara terluka parah dan 3 lainnya luka ringan, selain seorang perwira yang tewas akibat kegagalan militer tersebut.
Menurut penyelidikan awal IDF, sekitar pukul 06.30, jet tempur F-15 Angkatan Udara Israel menyerang dua sasaran di daerah Khan Younis. Salah satu rudal berhasil mencapai sasarannya. Rudal kedua, karena masalah teknis, tidak meluncur dengan benar ke sasaran yang dituju dan malah menghantam gedung bertingkat tempat pasukan terjun payung ditempatkan.
Bangunan itu berjarak sekitar 300 meter dari target yang dituju, demikian temuan penyelidikan. Rudal tersebut menghantam salah satu apartemen di lantai atas gedung tersebut. Para tentara di apartemen yang berdekatan terluka setelah sebagian bangunan runtuh menimpa mereka.
Ini bukan pertama kalinya kejadian seperti ini terjadi sejak perang Israel di Gaza dimulai. Menurut Aljazirah, pada Januari, militer Israel menerbitkan sebuah laporan yang mengakui bahwa beberapa tentaranya tewas dalam serangan udara dan pecahan peluru dari bahan peledak mereka sendiri. Beberapa di antaranya tertabrak kendaraan lapis baja Israel atau salah diidentifikasi dan terkena tembakan tank, penembakan, dan senjata api, menurut laporan itu.
Menurut situs militer, 53 tentara IDF tewas di Gaza akibat apa yang mereka sebut sebagai “kecelakaan operasional”. Dua puluh delapan orang di antara mereka tewas akibat “tembakan teman sendiri”, lima orang tewas karena “penembakan yang tidak teratur”, dan 20 orang akibat “kecelakaan”, termasuk yang melibatkan persenjataan dan terinjak-injak oleh kendaraan militer.
Pada bulan Mei, lima tentara Israel tewas akibat “tembakan teman sendiri” di kamp pengungsi Jabalia di mana sebuah tank menembakkan dua peluru ke sebuah bangunan tempat mereka berkumpul.
Selain itu, di perbatasan utara Palestina yang diduduki dengan Lebanon selatan, pasukan pendudukan Israel melaporkan kematian seorang sersan dan cedera serius pada seorang perwira "dalam serangan pesawat tak berawak Hizbullah di Galilea Barat."
Terungkap, Tentara IDF yang Tewas dan Terluka di Gaza Lampaui 10 Ribu Personel
Angka yang diungkapkan media Israel jauh melebihi yang resmi diumumkan. [342] url asal
#idf-tewas #tentara-israel-tewas #israel-diserang #pejuang-palestina #perlawanan-palestina #agresi-di-gaza #genosida-di-gaza
(Republika - News) 05/08/24 18:58
v/13404275/
REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV – Media Israel melaporkan sedikitnya 10 ribu tentara pasukan penjajahan Israel (IDF) tewas atau terluka akibat perlawanan pejuang Palestina di Jalur Gaza. Angka itu jauh melampaui angka yang dilansir markas besar IDF.
Media Israel Yedioth Ahronoth menuliskan, mereka memeroleh nama-nama sekitar 10 ribu ribu tentara Israel termasuk di antara korban tewas atau terluka dalam agresi yang sedang berlangsung di Jalur Gaza. Hal itu termuat dalam laporan yang diterbitkan pada Ahad.
Surat kabar tersebut menyoroti bahwa sekitar seribu tentara ditambahkan ke dalam barisan mereka yang terluka secara fisik dan mental di departemen rehabilitasi militer Israel setiap bulannya, menurut data departemen.
Terlepas dari angka-angka yang mengejutkan ini, baik Knesset maupun pemerintah telah melanjutkan penyusunan ulang dan pengesahan undang-undang untuk memperluas wajib militer, sehingga membuat tentara reguler berada dalam keadaan frustasi yang signifikan, menurut media Israel.
Yedioth Ahronoth mengutip ayah seorang tentara dari brigade elit Israel Nahal, yang saat ini menjadi bagian dari pasukan yang menyerang Rafah di Jalur Gaza selatan, yang menyatakan keprihatinan mendalam tentang kondisi tentara tersebut. “Situasi seperti ini belum pernah terjadi dalam sejarah perang Israel, bahkan pada tahun 1948,” katanya. “Tentara bertempur dalam kondisi yang tidak menguntungkan selama sepuluh bulan berturut-turut.”
Dalam perkembangan terkait, surat kabar tersebut melaporkan bahwa tentara wanita yang ditempatkan di Dataran Tinggi Golan bagian utara “secara sewenang-wenang” diberitahu dalam beberapa hari terakhir bahwa tugas mereka akan diperpanjang empat bulan tambahan, meskipun mereka dijadwalkan diberhentikan pada September.
Pada 12 Juli, Kabinet Israel menyetujui keputusan untuk memperpanjang wajib militer menjadi tiga tahun, dengan alasan kekurangan tenaga kerja. Keputusan tersebut akan diajukan kepada pemerintah untuk disetujui dan kemudian disahkan dalam sidang penuh Knesset.
Menurut data Israel, berdasarkan sensor militer, lebih dari 690 perwira dan tentara telah terbunuh sejak 7 Oktober. Selain itu, mereka mengumumkan sekitar 2.500 tentara terluka. Atas angka-angka itu, militer Israel saat ini menghadapi tuduhan internal karena menyembunyikan jumlah korban jiwa yang sebenarnya, yang dilaporkan jauh lebih tinggi. Kelompok pejuang Palestina berulang kali mengeklaim bahwa yang mereka habisi di Gaza jauh lebih banyak yang diumumkan pemerintah Israel.
Komando Elite Israel Ditewaskan Penembak Runduk di Gaza
Tentara penjajah juga mengakui 11 tentara terluka dalam satu hari. [476] url asal
#idf-tewas #komando-elite-idf-tewas #tentara-israel-tewas #pejuang-palestina #perlawanan-palestina
(Republika - News) 10/07/24 16:43
v/10319847/
REPUBLIKA.CO.ID, GAZA – Pasukan penjajahan Israel (IDF) mengumumkan pada Rabu (10/7/2024), seorang tentaranya tewas dalam pertempuran di Kota Gaza. Tentara kesekian yang tewas tersebut merupakan anggota komando elite IDF.
Tentara berusia 21 itu berasal dari unit Komando Maglan yang tewas pada Selasa sore, dalam serangan penembak jitu yang diklaim Hamas di lingkungan Tel al-Hawa di Kota Gaza. Kematian itu menambah jumlah korban Israel dalam serangan darat terhadap kelompok teror Hamas dan operasi militer di sepanjang perbatasan dengan Jalur Gaza menjadi 327 orang.
The Times of Israel melansir, pasukan penjajahan Israel dalam laporan paginya mengatakan pasukan, termasuk Maglan, sebelumnya menggerebek markas UNRWA di Kota Gaza – yang terletak di dekat lingkungan Rimal dan Tel al-Hawa. Menurut IDF, lokasi itu digunakan oleh Hamas dan Jihad Islam Palestina untuk melakukan serangan melawan pasukan penjajah.
Penggerebekan tersebut dilakukan oleh Brigade Komando dan Unit Multi-Domain elit, yang pada Selasa bergabung dengan Divisi ke-99 IDF dalam operasi baru di wilayah selatan dan barat Kota Gaza.
Komando Maglan adalah salah satu unit paling elite di militer Israel. Mereka biasa ditugaskan menembus jauh ke garis pertahanan lawan. Unit itu sempat dirahasiakan keberadaannya hingga kemudian diungkapkan pada 2006 lalu.
Brigade Izzuddin al-Qassam, sayap militer Hamas pada Selasa mengumumkan seorang tentara Israel ditembak di kawasan Tal al-Hawa di Kota Gaza. Brigade al-Qassam sebelumnya mengatakan bahwa mereka menargetkan pasukan Israel yang bermarkas di dalam sebuah rumah di lingkungan Tel al-Hawa dengan peluru TPG, membenarkan bahwa serangan tersebut membunuh dan melukai tentara penjajah.
Serangan ini juga menargetkan pasukan Israel yang bermarkas di dalam sebuah rumah dengan peluru TPG dan bentrok dengan mereka dengan senapan mesin di lingkungan Shujaiya di timur Gaza. Mereka menambahkan bahwa sementara beberapa anggota pasukan sedang menarik diri dan para tentara ditarik setelah melakukan pembunuhan dan melukai mereka, ia menargetkan mereka lagi dengan mortir.
Pasukan Israel yang berlindung di dalam sebuah rumah juga menjadi sasaran dua rudal tandem di sekitar Masjid Al-Hawashi di lingkungan Shujaiya, sebelah timur Gaza.
Pers Israel mengkonfirmasi bahwa insiden keamanan terjadi di Gaza yang mengakibatkan 3 tentara terluka, dua di antaranya berada dalam kondisi kritis, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Tentara penjajah juga mengakui 11 tentara terluka dalam satu hari, termasuk 8 tentara dalam pertempuran di Jalur Gaza. Dengan demikian, jumlah korban luka sejak 7 Oktober meningkat menjadi 4.125, termasuk 2.105 sejak dimulainya operasi darat pada tanggal 27 bulan yang sama.
Jumlah tentara Israel yang tewas sejak awal perang telah mencapai 683 orang, termasuk 327 orang sejak awal operasi darat. Media dan rumah sakit Israel mengkonfirmasi bahwa jumlah tentara Israel yang tewas dan terluka lebih besar dari yang diumumkan.
Channel 7 Israel hari ini melaporkan dari Kementerian Pertahanan Israel bahwa departemen rehabilitasi telah menerima 9.250 tentara yang terluka sejak awal perang, sebagian besar dari mereka adalah tentara cadangan. Sebanyak 37 persen tentara yang terluka menderita gangguan psikologis.
Komandan Israel Kembali Tewas di Rafah | Republika Online
Terjadi peningkatan kinerja pejuang perlawanan dalam pertempuran Shujaiya. [499] url asal
#komandan-idf-tewas #komandan-israel-tewas #pejuang-palestina #perlawanan-palestina #perang-israel-di-gaza #perang-hamas-israel
(Republika - News) 08/07/24 19:36
v/10105145/
REPUBLIKA.CO.ID, GAZA – Militer Israel mengumumkan pada Ahad bahwa seorang perwira pasukan penjajahan Israel (IDF) tewas dalam pertempuran di Rafah, Gaza selatan. Ini adaah komandan IDF kesekian yang tewas di Jalur Gaza.
IDF mengumumkan kematian Mayor Jalaa Ibrahim, 25, seorang komandan kompi di Batalyon 601 Korps Teknik Tempur, dari kota Sajur di Druze. Kematiannya terjadi selama pertempuran sengit bahkan ketika para pejabat Israel memberi isyarat bahwa operasi militer di kota paling selatan Jalur Gaza akan segera berakhir.
The Times of Israel melansir kematian Ibrahim menambah jumlah korban Israel dalam serangan darat terhadap Hamas di Gaza dan dalam operasi militer di sepanjang perbatasan dengan Jalur Gaza menjadi 326 orang.
Juga pada hari Ahad, komandan Batalyon 52 Brigade Lapis Baja 401, Letkol Daniel Ella, terluka ringan dalam pertempuran di lingkungan Tel Sultan di Rafah, di tengah bentrokan dengan orang-orang bersenjata, kata militer.
Pakar militer dan strategis, Mayor Jenderal Fayez Al-Duwairi, mengatakan bahwa pertempuran yang terjadi antara perlawanan Palestina dan pasukan pendudukan Israel di lingkungan Shujaiya di timur Kota Gaza, di utara Jalur Gaza, mencerminkan kinerja operasional dan taktis para pejuang perlawanan, yang merupakan kinerja yang sangat bagus.
Dia menambahkan bahwa Abu Ubaidah, juru bicara Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, dalam pidatonya menunjukkan peningkatan kinerja pejuang perlawanan dalam pertempuran Shujaiya.
Di Rafah, di Jalur Gaza bagian selatan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara tentang “kemenangan mutlak.” Namun, menurut Al-Duwairi saat ini ia tenggelam di pasir Rafah, dan tentaranya harus membayar mahal. Al-Duwairi mengatakan, dalam analisis situasi militer di Gaza, bahwa militer di Israel memberikan pendekatan yang berbeda dibandingkan para politisi, karena mereka telah menyatakan kesiapan mereka untuk menerima situasi saat ini dan kesepakatan apa pun dengan perlawanan Palestina untuk menghentikan perang di Jalur Gaza.
The New York Times mengutip para pemimpin militer Israel yang mengatakan bahwa beberapa pemimpin ingin memulai gencatan senjata di Gaza, meskipun itu berarti Hamas akan tetap berkuasa untuk sementara.
Pakar militer dan strategis tersebut mengatakan, kenyataan saat ini diwujudkan oleh Abu Ubaidah dalam pidatonya yang disiarkan di Aljazirah. Dia menunjukkan bahwa pejuang perlawanan telah melawan pasukan pendudukan selama 9 bulan tanpa pasokan eksternal. Sementara tentara pendudukan terus menerima dukungan eksternal, namun mengatakan bahwa mereka kekurangan amunisi.
Abu Ubaidah menekankan bahwa kemampuan para pejuang al-Qassam untuk melawan dan berkonfrontasi menjadi lebih kuat dalam menghadapi kejahatan penjajahan dan pemusnahannya. “Kami telah memperkuat kemampuan pertahanan untuk menghadapi pendudukan di setiap tempat di tanah kami,” dan bahwa “ada ribuan pejuang yang siap menghadapi musuh kapanpun diperlukan.”
Al-Duwairi juga menjelaskan bahwa fokus Abu Ubaidah dalam pidatonya tentang poros Netzarim di Gaza tengah disebabkan oleh fakta bahwa poros ini memiliki tujuan politik yang jauh, menekankan bahwa tentara pendudukan Israel bermaksud untuk tetap berada di tiga wilayah di Gaza: poros Netzarim, poros Philadelphia, dan kawasan pertanian, Belakangan mereka terkena serangan para pejuang perlawanan yang akan memaksanya mundur dari kawasan tersebut.
Dalam pidatonya, Abu Ubaidah mengancam pasukan pendudukan, dengan mengatakan bahwa poros Netzarim akan menjadi "poros teror dan pembunuhan, dan musuh yang muncul dari poros tersebut akan dikalahkan."
Faksi-Faksi Palestina Kian Padu, Lancarkan Serangan Balik | Republika Online
Brigade al-Qassam mengumumkan penyerangan yang tewaskan 10 tentara IDF. [820] url asal
#faksi-palestina #gencatan-senjata #perlawanan-palestina #pejuang-palestina #idf-tewas #tentara-idf-tewas
(Republika - News) 06/07/24 09:11
v/9836565/
REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Faksi-faksi perlawanan bersenjata Palestina kian padu dan mulai melancarkan strategi menyerang terhadap pasukan penjajahan Israel (IDF). Hal itu menjelaskan tingginya kerugian di pasukan penjajahan belakangan.
Aljaziran Arabia melansir, pakar militer dan strategis, Kolonel Hatem Al-Falahi, mengatakan hal ini terkait pelaksanaan serangan besar-besaran yang dilakukan Brigade al-Qassam, terhadap markas komando operasi pendudukan di wilayah Tel Al-Sultan di kota Rafah di selatan Jalur Gaza. Menurutnya, serangan itu mencerminkan perkembangan kualitatif yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Al-Falahi menjelaskan, dalam analisis situasi militer di Jalur Gaza, bahwa Brigade al-Qassam mampu beralih dari bertahan ke menyerang, yang mencerminkan perkembangan penting dalam strategi serangan balik.
Al-Falahi menunjukkan bahwa mereka melakukan operasi kualitatif selama tiga hari terakhir, termasuk bentrokan langsung setelah menghancurkan rumah-rumah. Sekarang mereka telah beralih ke serangan langsung terhadap pasukan Israel di wilayah tersebut. Perkembangan ini merupakan operasi ini yang menunjukkan kemampuan dan kapasitas perlawanan tingkat tinggi.
Al-Falahi menambahkan, penggerebekan yang dilakukan oleh Brigade Qassam mengakibatkan tewas dan luka-luka di kalangan pasukan pendudukan. Serangan itu diawali dengan pemboman intensif terhadap lokasi komando dan kendali. Kemudian kelompok besar pejuang perlawanan menyerang dari berbagai arah untuk membubarkan pertahanan pasukan Israel dan diikuti dengan pemboman lain untuk menutupi penarikan pasukan.
Dia menunjukkan bahwa koordinasi antara faksi-faksi perlawanan berlangsung secara efektif, karena daerah tersebut didistribusikan untuk dijadikan sasaran mortir. Serangan dilakukan dengan akurasi tinggi menggunakan drone untuk fotografi udara dan memantau daerah tersebut.
Al-Falahi menekankan bahwa perkembangan kualitatif yang terjadi menunjukkan kemampuan sistem komando dan kontrol perlawanan untuk mengelola operasi di berbagai bidang, dan ini menunjukkan bahwa Brigade al-Qassam telah membangun kembali diri mereka secara efektif dan kuat.
Brigade Izzuddin al- Qassam, sayap militer Hamas, mengumumkan dua operasi baru, kemarin. Salah satunya, para pejuangnya menyerbu markas besar operasi tentara pendudukan di lingkungan Tel al-Sultan, dan yang kedua, mereka membunuh 10 tentara Israel dalam operasi kompleks di lingkungan Shujaiya di Kota Gaza.
Batalyon tersebut mengatakan dalam sebuah pengarahan bahwa sejumlah besar pejuangnya mampu “menyerbu markas operasi musuh yang dibentengi di tenggara lingkungan Tel al-Sultan di kota Rafah dengan peluru anti-benteng, peluru anti-personil, operasi penembak jitu, dan senapan mesin sedang." Mereka mengeklaim bahwa selama operasi tersebut, sejumlah tentara pendudukan tewas dan terluka.
Aljazirah Arabia melaporkan, dalam operasi lainnya, Al-Qassam mengatakan bahwa pejuangnya membunuh 10 tentara Zionis, Kamis, dalam operasi kompleks di lingkungan Shujaiya.
Al-Qassam menambahkan dalam sebuah pernyataan bahwa anggotanya menargetkan sebuah bangunan di mana pasukan Israel dikurung dengan peluru anti-benteng TPG, kemudian maju menuju bangunan yang ditargetkan dan membunuh anggota pasukan lainnya dari jarak dekat.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pasukan Qassam meledakkan alat peledak di gedung tersebut selama penarikannya, setelah itu helikopter turun tangan untuk mengevakuasi tentara yang tewas dan terluka.
Dalam pernyataan terpisah, Al-Qassam mengumumkan bahwa mereka telah menargetkan dua tank Merkava Israel hari ini, Jumat, dengan peluru "Al-Yassin 105" di lingkungan Shujaiya.
Hampir bersamaan dengan pengumuman Brigade Qassam tentang penyergapan ini, situs-situs Israel berbicara tentang "peristiwa sulit" yang dialami tentara Israel di Jalur Gaza. Di Rafah, Brigade Qassam mengumumkan bahwa para pejuangnya mampu menembak seorang tentara Israel di sebelah barat kota.
Sebaliknya, Brigade Al-Quds dari Jihad Islam Palestina mengumumkan bahwa mereka telah menembaki tentara dan kendaraan Israel dengan mortir berat yang menembus lingkungan Shujaiya di timur Kota Gaza. Di tengah Jalur Gaza, Brigade Al-Quds menyatakan telah menembaki dengan mortir posisi tentara dan kendaraan Israel di poros "Netzarim".
Di selatan, Brigade mengumumkan bahwa para pejuangnya telah menembaki tentara Israel yang ditempatkan di gerbang penyeberangan Rafah dengan mortir.
Sebelumnya, Brigade Martir al-Aqsa, sayap militer gerakan Fatah, mengatakan bahwa mereka telah menembaki pasukan pendudukan di lingkungan Shujaiya dengan mortir, dan juga menerbitkan klip video pasukan yang menargetkan pasukan penjajah di Rafah dengan roket dan mortir. Sedangkan Brigade Mujahidin mengumumkan bahwa mereka telah membombardir pasukan pendudukan di poros Netzarim dengan dua rudal 107.
Radio Tentara Israel mengatakan bahwa 13 tentara Israel tewas selama sepekan terakhir, menambahkan bahwa tentara menghadapi tantangan di Shujaiya. Selama delapan hari berturut-turut, lingkungan Shujaiya di Gaza telah menyaksikan pertempuran antara perlawanan Palestina dan pasukan pendudukan Israel, yang telah menyebabkan kematian dan cedera di wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir.
The Times Israel melansir, IDF mengumumkan bahwa seorang tentara IDF kembali tewas dalam pertempuran pada Kamis di Shujaiya. Militer mengatakan pasukannya terus beroperasi melawan Hamas dalam pertempuran jarak dekat.
IDF mengatakan pasukannya terlibat dalam memerangi kelompok bersenjata Hamas di utara, selatan dan tengah Jalur Gaza, sementara penduduk Gaza mengatakan mereka masih mencari tempat yang aman untuk berlindung menyusul perintah evakuasi yang dibagikan di Khan Younis awal pekan ini. IDF mengidentifikasi tentara yang terbunuh pada hari Kamis sebagai Sersan Staf Eyal Mimran dari Batalyon 101 Brigade Pasukan Terjun Payung.
Kematiannya menambah jumlah korban Israel dalam serangan darat terhadap Hamas di Gaza dan dalam operasi militer di sepanjang perbatasan dengan Jalur Gaza menjadi 325 orang. Secara terpisah, seorang anggota cadangan Brigade Alexandroni terluka parah di Gaza tengah, tambah IDF.
Israel Kewalahan di Gaza jadi Alasan Gencatan Senjata? | Republika Online
Perlawanan Palestina terus merepotkan penjajahan Israel di Gaza. [703] url asal
#israel-kewalahan-di-gaza #idf-tewas #tentara-idf-tewas #pejuang-palestina #gencatan-senjata #perundingan-gencatan-senjata
(Republika - News) 06/07/24 06:27
v/9823157/
REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV – Perundingan gencatan senjata yang terbaru dinilai punya potensi untuk mewujud dalam waktu dekat. Kesulitan pasukan penjajahan Israel (IDF) di medan perang dilaporkan jadi sebab mengapa Israel terbuka menerima proposal yang diajukan kelompok Hamas tersebut.
Pembicaraan mengenai suasana positif seputar perundingan gencatan senjata dan kesepakatan pertukaran tawanan di Jalur Gaza, yang didorong oleh masukan baru-baru ini yang disampaikan oleh Hamas kepada para mediator, telah menjadi pusat perhatian dalam diskusi mengenai perang Israel yang sedang berlangsung di Gaza.
Namun, merujuk the Wall Street Journal (WSJ), masukan positif dari Hamas bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi kebangkitan perundingan gencatan senjata. Gerakan tersebut sebelumnya bersikap positif dan fleksibel selama proses negosiasi yang dimediasi.
Menurut WSJ, kesalahan dalam perhitungan medan perang oleh Israel telah membuat para analis menyimpulkan bahwa militer dan lembaga keamanan Israel mendorong pemerintah Israel yang dipimpin Benjamin Netanyahu untuk menyelesaikan kesepakatan dengan Perlawanan Palestina.
“Waktu terus berjalan dan semua pihak menyadari bahwa waktu tidak menguntungkan mereka, terutama pihak Israel,” kata Ofer Shelah, mantan anggota parlemen Israel dan analis militer di Institut Israel untuk Studi Keamanan Nasiona” (INSS), sebagai dikutip oleh WSJ.
Pasukan penjajah sebelumnya mulai melakukan transisi ke operasi tahap ketiga di Rafah, seperti yang terjadi di seluruh wilayah lain di Jalur Gaza. Tahap ini menyebabkan berkurangnya jumlah pasukan Israel yang dikerahkan di sekitar kota dan serangan yang lebih kecil ke lingkungan tertentu di kota paling selatan di Jalur Gaza.
Ketika pasukan penjajah melakukan transisi ke fase operasi baru ini, dan dengan pejuang Perlawanan Palestina yang mempertahankan kendali di Rafah dan kota-kota lain di Jalur Gaza, harapan Israel untuk melenyapkan Hamas tampak semakin tidak realistis. Dampak dari transisi komando militer Israel ke operasi tahap ketiga di Shujaiya dan Jabalia di Kota Gaza adalah bukti nyata kegagalan strategi Israel untuk mencapai tujuan perang yang dinyatakan.
WSJ melaporkan bahwa pemerintah dan militer Israel selalu dapat menunjukkan perlunya terus melawan Perlawanan Palestina, selama serangan terhadap Rafah masih berlangsung. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa para pejabat Israel telah menggambarkan Rafah sebagai benteng terakhir Perlawanan Palestina yang tersisa dan bahwa invasi tersebut akan sangat memudahkan tercapainya tujuan-tujuan perang, seperti pembebasan tawanan Israel atau penghancuran kelompok Perlawanan. kemampuan.
Ketika invasi beralih ke fase intensitas yang lebih rendah, tanpa kemajuan signifikan dalam mencapai tujuan perang Israel, maka pembenaran atas serangan dan pendudukan yang berkelanjutan di Jalur Gaza menjadi semakin sulit.
“Meskipun ada banyak keberanian, lembaga keamanan Israel mulai memahami… bahwa kemungkinan keberhasilan dari pertempuran yang berkelanjutan di Gaza sangatlah kecil, bahkan mungkin negatif,” jelas Shelah.
Kesulitan menjadi lebih nyata ketika mengkaji situasi Front Utara antara Israel dan Lebanon. WSJ mengklaim bahwa konflik yang membara dengan Hizbullah berarti bahwa saatnya sudah matang untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata.
Terkait perundingan gencatan senjata yang sedang berlangsung di Doha, anggota Biro Politik Hamas, Osama Hamdan, berbicara kepada Agence France-Presse (AFP), mengungkapkan bahwa gerakan tersebut mengharapkan tanggapan cepat dari Israel, “kemungkinan besar hari ini atau besok pagi. "
Hamdan menegaskan kembali bahwa Gerakan Perlawanan Islam hanya menyampaikan tanggapannya terhadap proposal sebelumnya kepada mediator Mesir dan Qatar, dan bukan tanggapan resmi, seperti yang diberitakan secara salah oleh media Barat.
Delegasi Israel, yang dipimpin oleh kepala badan intelijen Mossad David Barnea, tiba di Doha pada hari Jumat untuk memajukan proses tersebut.
“Jika responnya positif, maka ide-ide tersebut akan kita bahas secara detail karena kita akan masuk ke dalam pembahasan implementasi ide-ide tersebut, yang… tidak akan memakan waktu lama,” kata Hamdan menanggapi pembicaraan yang sedang berlangsung di Doha.
“Pihak Israel telah melakukan segala upaya untuk memperumit masalah dan menghambat kemajuan,” tambah pejabat Hamas itu. Jika perundingan berakhir dengan kegagalan, Hamdan menekankan bahwa Perlawanan akan terus memerangi pendudukan, dan menekankan bahwa "kemampuan Perlawanan tetap dalam kondisi baik."
Sedangkan WSJ mengutip seorang pejabat yang akrab dengan pembicaraan penyanderaan tersebut yang mengatakan bahwa para pejabat Mossad telah mengatakan kepada mediator bahwa mereka optimis kabinet Israel akan menerima proposal gencatan senjata yang saat ini sedang dibahas.
Meskipun menteri sayap kanan Bezalel Smotrich dan Itamar Ben Gvir telah menentang ketentuan yang saat ini sedang dibahas, mereka mungkin kalah jumlah dengan menteri Haredi dan Likud. Namun, tidak jelas apakah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu akan mengabaikan sayap kanannya, karena Ben Gvir dan Smotrich mengancam akan menggulingkan pemerintah jika mereka meneruskan proposal yang diajukan Israel pada Mei.
Perlawanan Palestina Menyala, Belasan Tentara Israel Tewas
Israel melakukan empat pembantaian yang mengakibatkan 58 warga sipil syahid. [884] url asal
#idf-tewas #tentara-idf-tewas #tentara-israel-tewas #pejuang-palestina #perlawanan-palestina #perang-israel-gaza
(Republika - News) 05/07/24 05:46
v/9712676/
REPUBLIKA.CO.ID, GAZA – Pejuang kemerdekaan Palestina terus melakukan berbagai serangan terhadap pasukan penjajah di seantero Gaza pada Kamis (4/7/2024). Sedikitnya 13 tentara dan perwira Israel tewas dalam serangan-serangan sejak akhir pekan lalu.
Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, mengumumkan bahwa mereka telah menyergap dua pasukan Israel di Rafah dan lingkungan Shujaiya di Gaza pada Kamis. Sementara pasukan penjajahan terus melakukan pembantaian baru terhadap warga sipil.
Dalam perkembangan terakhir, Brigade Al-Qassam mengatakan pada Kamis bahwa mereka memancing pasukan Israel ke dalam terowongan dan meledakkannya, menewaskan semua anggota pasukan di lingkungan Tel al-Sultan, sebelah barat Rafah. Di lingkungan yang sama, Brigade Qassam menargetkan tank Merkava 4 Israel dengan rudal 105 Al-Yassin.
Aljazirah melansir, Pada hari yang sama al-Qassam mengumumkan bahwa pejuangnya telah menyergap pasukan Israel di lingkungan Shujaiya sebelah timur Kota Gaza dan bentrok dengan anggotanya, membunuh dan melukai mereka. Mereka mengatakan telah memantau helikopter Israel yang mendarat untuk mengevakuasi korban tewas dan terluka di lingkungan Shujaiya. Hampir bersamaan dengan pengumuman Brigade Qassam tentang penyergapan ini, situs-situs Israel berbicara tentang "peristiwa sulit" yang dialami tentara Israel di Jalur Gaza.
Sementara itu, Radio Tentara Israel mengatakan bahwa 13 tentara Israel tewas selama seminggu terakhir, menambahkan bahwa tentara menghadapi tantangan di Shujaiya. Selama delapan hari berturut-turut, lingkungan Shujaiya di Gaza telah menyaksikan pertempuran antara perlawanan Palestina dan pasukan pendudukan Israel, yang telah menyebabkan kematian dan cedera di wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir.
Ketika pertempuran berlanjut di lingkungan Shujaiya, Brigade al-Qassam mengumumkan bahwa para pejuangnya hari ini menargetkan dua tank Merkava 4 dengan peluru Al-Yassin, dan bekerja sama dengan Brigade Al-Quds, sayap militer gerakan Jihad Islam. Mereka juga menargetkan tank dengan model yang sama dengan bom Shawaz di lingkungan Shujaiya juga.
Al-Qassam mengatakan bahwa para pejuangnya, bekerja sama dengan Brigade Martir Abdul Qader Al-Husseini, menembakkan rudal "SAM 7" ke helikopter "Apache" Israel di wilayah udara Shujaiya . Sementara itu, Brigade al-Quds dari Jihad Islam mengumumkan bahwa para pejuangnya meledakkan bom barel Thaqib di sebuah kendaraan militer Israel di sekitar area pusat, dan bekerja sama dengan para pejuang Qassam, mereka meledakkan sebuah tank Merkava 4 menggunakan bom barel yang sangat eksplosif.
Brigade tersebut juga mengumumkan bahwa para pejuangnya telah menembaki posisi tentara Israel dengan mortir. Di poros lain, Al-Qassam mengumumkan penargetan markas komando operasi tentara Israel di dekat situs Nahal Oz di wilayah Gaza dengan rudal Rajum.
Sementara itu, Brigade Martir al-Aqsa, sayap militer gerakan Fatah, mengatakan bahwa mereka telah menembaki pasukan pendudukan di lingkungan Shujaiya dengan mortir, dan juga menerbitkan klip video pasukan yang menargetkan pasukan penyerang. barat Rafah dengan roket dan mortir. Sedangkan Brigade Mujahidin mengumumkan bahwa mereka telah membombardir pasukan pendudukan di poros Netzarim dengan dua rudal 107.
Sementara itu, tentara Israel kemarin kembali mengumumkan kematian seorang prajurit dari Brigade Pasukan Terjun Payung dalam pertempuran di Jalur Gaza utara, dan juga mengumumkan cederanya 17 tentara dalam pertempuran selama 24 jam terakhir.
Media Israel mengutip tentara Israel yang mengatakan bahwa seorang tentara terluka parah dalam pertempuran di Jalur Gaza tengah. Tentara penjajah mengumumkan pada Kamis dini hari tentang terbunuhnya seorang perwira dan seorang tentara serta terlukanya 3 tentara lainnya dalam dua serangan di Jalur Gaza utara.
Mereka mengumumkan beberapa jam sebelumnya bahwa pembunuhan seorang perwira dari Batalyon ke-75 dan melukai 3 orang lainnya juga terjadi dalam pertempuran di Jalur Gaza utara. Tentara Israel juga mengatakan bahwa pasukan Divisi 98 terus berperang di lingkungan Shujaiya, dan mengklaim bahwa selama 24 jam terakhir mereka membunuh sejumlah pejuang dan menemukan berbagai peralatan tempur.
Sumber medis mengatakan kepada Aljazirah bahwa 22 warga Palestina syahid kemarin ini akibat serangan Israel di Jalur Gaza sejak fajar. Pengeboman intensif Israel terhadap lingkungan Shujaiya dan lingkungan lainnya di Kota Gaza terus berlanjut, meninggalkan korban syahid dan kehancuran.
Di lingkungan Al-Rimal di pusat Kota Gaza, warga Palestina terluka dalam pemboman yang menargetkan sekolah yang menampung pengungsi, dan di lingkungan Al-Tuffah, pemboman serupa mengakibatkan kematian jurnalis TV Al-Quds, Mohammed Al -Sakani, menurut TV Al-Aqsa Palestina.
Koresponden mengatakan bahwa serangan Israel terhadap sebuah rumah di pasar emas kuno di Kota Gaza mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka. Koresponden melaporkan bahwa seorang warga Palestina syahid dan 3 lainnya terluka dalam pemboman artileri Israel di Jalan Al-Shaaf di sebelah timur kota.
Pasukan Israel juga menyerbu kamp Al-Shati, membunuh seorang warga Palestina dan melukai lainnya.
Aljazirah juga melaporkan bahwa tiga warga Palestina syahid dalam pemboman yang menargetkan sebuah rumah di sebelah barat kamp Nuseirat di Jalur Gaza tengah. Saat ini, angkatan udara pendudukan menargetkan atap sebuah rumah milik keluarga Ghaben di Beit Lahia di Jalur Gaza utara, menurut sumber-sumber Palestina.
Di Jalur Gaza selatan, koresponden Ajazirah melaporkan dua warga Palestina syahid dalam serangan pesawat tak berawak Israel di kawasan Al Mawasi, sebelah barat Rafah.
Kementerian Kesehatan Jalur Gaza menyatakan pasukan pendudukan Israel melakukan empat pembantaian yang mengakibatkan 58 orang syahid dan 179 orang luka-luka tiba di rumah sakit dalam waktu 24 jam.
Kementerian menambahkan bahwa jumlah korban agresi Israel telah meningkat menjadi 38.000 orang yang mati syahid dan 87.445 orang terluka sejak 7 Oktober. Sementara itu, kru ambulans pada hari kedua melanjutkan pengambilan jenazah para syuhada dari berbagai daerah di lingkungan Tel al-Sultan dan lingkungan Saudi di sebelah barat kota Rafah, dan sejak kemarin pagi mereka telah berhasil mengambil jenazah 24 syuhada.