#30 tag 24jam
RI-Jepang Kembangkan Bioavtur untuk Bahan Bakar Pesawat dari Kelapa
Indonesia Japan Business Network (IJBNet) menginisiasi kerja sama pengembangan industri bahan baku crude coconut oil (CCO) untuk bioavtur. [378] url asal
#bioavtur #kelapa #ijbnet #jepang
(Bisnis.Com - Ekonomi) 08/08/24 18:45
v/13812002/
Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia dan Jepang melalui inisiasi Indonesia Japan Business Network (IJBNet) tengah bekerja sama mengembangkan industri bahan baku crude coconut oil (CCO) untuk suistanable aviation fuel (SAF) atau bioavtur.
Pada tahun ini, IJBNet telah berhasil menginisiasi masuknya bahan baku kelapa nonstandar sebagai bahan baku yang diakui dan masuk positive list Internasional Civil Aviation Organization (ICAO) sehingga boleh diolah untuk menjadi bioavtur.
Ketua Umum IJBNet Suyoto Rais mengatakan, feasibility study (FS) yang sudah dimulai sejak 2020, serta dimatangkan dalam 3 tahun terakhir ini menunjukkan bahwa Indonesia layak menjawab tantangan dunia akan kebutuhan energi terbarukan, serta potensi Indonesia menjadi raja bioavtur dunia.
Menuju langkah sebagai raja bioavtur dunia dimulai dengan pendirian pabrik CCO di lahan seluas 13 hektare di Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan yang akan dilakukan tahap groundbreaking pada November mendatang.
Sebelumnya, telah ditandatangani komitmen bersama mengembangkan industri bahan baku CCO untuk bioavtur pada 20 Juli 2024 di Palembang antara pemerintah Indonesia melalui Deputi Bidang Pangan dan Agribisnis Kementerian Perekonomian RI, pemerintah daerah Provinsi Sumatra Selatan melalui PJ gubernur Sumatra Selatan, Green Power Development Corp of Japan (GPDJ) sebagai perwakilan Jepang, dan IJBNet sebagai inisiator.
Potensi industri kelapa ini ke depannya akan melahirkan tujuh pabrik turunan dari kelapa. Selain produksi CCO dari kopra kelapa non-standar, unsur kelapa lainnya seperti tempurung, sabut, kulit ari, dan air kelapa juga bisa diolah menjadi potensi bisnis yang cukup menggiurkan.
"Dalam pengembangan turunan kelapa ini beberapa mitra Jepang tertarik pada bidang ini, tinggal dicarikan mitra lokalnya agar secepatnya bisa terwujud pengembangan industri lainnya di luar CCO," kata Suyoto melalui siaran pers, Kamis (8/8/2024).
Untuk itu, pada 7 Agustus 2024, tepat 1 hari menjelang hari jadinya yang ke-6, IJBNet menginisiasi penandatanganan perjanjian kerja sama antara PT ABE Indonesia Berjaya dan PT Titis Sampurna dalam proyek pembangunan pabrik penghasil arang briket kayu.
Selain itu, dukungan pemerintah, seperti terpublikasi dalam kegiatan 51st Internasional Cocotech Confrence & Exhibition yang berlangsung 22-25 Juli 2024 di Surabaya dan diikuti oleh peserta dari 150 negara, di mana Presiden Joko Widodo mendorong agar kelapa dijadikan sebagai bahan baku biovatur mengingat potensinya yang sangat besar.
"Indonesia memiliki luas lahan kelapa 3,8 juta hektare dengan produksi 2,8 juta ton per tahun. Ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan produksi tertinggi ke-2 di dunia, setelah Filipina," tutur Suyoto.
6 Tahun IJBNET, Terus Tingkatkan Kerja Sama Bisnis Indonesia-Jepang
IJBNet merayakan 6 tahun eksistensi dalam berkontribusi untuk bangsa di dunia internasional, melalui kolaborasi bisnis antara Indonesia-Jepang. [1,011] url asal
(WE Finance) 08/08/24 16:00
v/13799035/
Warta Ekonomi, Jakarta -Hari ini tepat pada tanggal 8 Agustus 2024, IJBNet (Indonesia Japan Business Network) merayakan 6 (enam) tahun eksistensi mereka dalam berkontribusi untuk bangsa di dunia internasional, melalui kolaborasi bisnis antara Indonesia dan Jepang. Kini, di setahun terakhir ini, benih-benih itu sudah mulai bermunculan. Secercah harapan agar misi IJBNet ikut serta dalam mengembalikan Indonesia sebagai potensi investasi utama Jepang mulai terlihat. Langkah pasti menuju terwujudnya peningkatan kerja sama kedua negara Asia itu kian nampak.
Sepanjang tahun 2024 ini, dari berbagai kegiatan yang telah dilakukan maka mengerucut untuk fokus pada 2 (dua) program kegiatan, yaitu ekspor impor dan pengembangan sumber daya manusia (SDM). Di bidang ekspor impor, IJBNet telah berhasil menginisiasi masuknya bahan baku kelapa nonstandar sebagai bahan baku yang diakui dan masuk positive list ICAO (Internasional Civil Aviation Organization) sehingga boleh diolah untuk menjadi bioavtur.
Feasibility Study (FS) yang sudah dimulai sejak 2020, serta dimatangkan dalam 3 tahun terakhir ini menunjukkan bahwa Indonesia layak menjawab tantangan dunia akan kebutuhan energi terbarukan, serta potensi Indonesia menjadi raja bioavtur dunia. Menuju langkah sebagai raja bioavtur dunia dimulai dengan pendirian Pabrik CCO yang dibangun di lahan seluas 13 hektar di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan ini akan melakukan tahap ground breaking November mendatang.
Sebelumnya, telah ditandatangani Komitmen Bersama mengembangkan industri bahan baku Crude Coconut Oil (CCO) untuk Suistanable Aviation Fuel (SAF) atau bioavtur pada tanggal 20 Juli 2024 di Palembang antara pemerintah Indonesia melalui Deputi Bidang Pangan dan Agribisnis Kementerian Perekonomian RI, pemerintah daerah provinsi Sumatera Selatan melalui PJ Gubernur Sumatera Selatan, Green Power Development Corp of Japan (GPDJ) sebagai perwakilan Jepang, dan IJBNet (Indonesia Japan Business Network) sebagai inisiator.
Potensi industri kelapa ini ke depannya akan melahirkan 7 pabrik turunan dari kelapa, selain produksi CCO dari kopra kelapa nonstandar, unsur kelapa lainnya seperti tempurung, sabut, kulit ari, dan air kelapa juga bisa diolah menjadi potensi bisnis yang cukup menggiurkan.

Dalam pengembangan turunan kelapa ini beberapa mitra Jepang tertarik pada bidang ini, tinggal dicarikan mitra lokalnya agar secepatnya bisa terwujud pengembangan indusri lainnya diluar CCO. Untuk itu, pada tanggal 7 Agustus 2024, tepat 1 hari menjelang hari jadinya yang ke-6, IJBNet menginisiasi penandatanganan perjanjian kerja sama antara PT ABE Indonesia Berjaya dan PT Titis Sampurna dalam proyek pembangunan pabrik penghasil arang briket kayu.
Selain itu dukungan pemerintah, seperti terpublikasi dalam kegiatan 51st Internasional Cocotech Confrence & Exhibition yang berlangsung 22-25 Juli 2024 di Surabaya dan diikuti oleh peserta dari 150 negara, di mana Presiden Joko Widodo mendorong agar kelapa dijadikan sebagai bahan baku biovatur mengingat potensinya yang sangat besar. Indonesia memiliki luas lahan kelapa 3,8 juta hektar dengan produksi 2,8 juta ton per tahun. Ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan produksi tertinggi ke-2 di dunia, setelah Filipina.
Adapun bidang SDM, IJBNet telah menggandeng sejumlah pihak dalam program pengiriman tenaga kerja ke Jepang. Ketua Umum IJBNet Dr. Suyoto Rais menyatakan, kolaborasi antara pemerintah daerah yang berkomitmen meningkatkan kesejahteraan serta mengurangi angka pengangguran warganya, lembaga pendidikan dan pelatihan sebagai institusi yang menyiapkan calon tenaga kerja, serta mitra-mitra lain yang dihimpun oleh IJBNet sebagai perwakilan pemilik Job Order akan memudahkan kita untuk bisa mengirimkan tenaga kerja ke Jepang.
“Sejumlah mitra Jepang dari berbagai bidang pekerjaan telah menjalin kerja sama dan mempercayakan rekrutmen calon tenaga kerja kepada IJBNet” ujar Suyoto.
Pada tahun 2024 ini, beberapa pemerintah daerah telah beraudiensi dengan IJBNet dan menunjukkan komitmennya untuk menyukseskan program ini, antara lain Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Mojokerto, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Magelang, Kabupaten Sumenep, Kota Pagaralam, Kabupaten Pangandaran, dan berbagai daerah lainnya.
Implementasi dari program ini adalah dibukanya kelas pelatihan secara serentak setiap kota/kabupaten yang akan ditentukan bidang pekerjaan berdasarkan kultur masyarakat daerah tersebut. IJBNet bersama pemerintah daerah, mitra lokal dan mitra Jepang akan melakukan sosialisasi, rekrutmen, pelatihan dan pemberangkatan calon tenaga kerja.
Sementara itu Solihin, Direktur Eksekutif IJBNet, menjelaskan mengapa melibatkan Pemerintah Daerah dalam program pengiriman tenaga kerja berketerampilan khusus atau Specified Skill Worker (SSW). “Minimal ada 3 (tiga) hal mengapa melibatkan Pemda dalam program ini, Yaitu: Pertama; keselarasan dengan program pemerintah. Kegiatan IJBNet ini merupakan alternatif untuk pengurangan pengangguran, penurunan angka kemiskinan dan peningkatan pendapatan daerah. Kedua; sebagai solusi perlindungan tenaga kerja yang efektif, karena sejak perekrutan hingga penempatan melibatkan stakeholder yang jelas mulai dari Pemda, Mitra Lokal (P3MI, LPK, Kampus dan lembaga pendidikan lainnya) IJBNet dan Mitra Penerima di Jepang."
"Sehingga kejelasan pekerjaan, lokasi kerja, penerima kerja, monitoring dan lainnya setelah di Jepang sangat mudah ditelusuri. Ketiga hal ini juga syarat atau permintaan mitra Jepang untuk membedakan dengan program lain yang selama ini sudah berjalan, sehingga pihak Jepang juga menggunakan dukungan Pemda beserta fasilitasnya agar dapat mengirimkan SDM Indonesia ke Jepang secara masif dan terjamin." lanjut Solihin.
Terbaru, pada tanggal 7 Agustus 2024, IJBNet melakukan audiensi dengan ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto. Sebagaimana diketahui, Kota Bogor merupakan daerah yang memiliki tingkat pengangguran tertinggi di Jawa Barat, yaitu mencapai 10,78%. Untuk itu diperlukan terobosan dan langkah yang tepat mengatasi permasalahan tersebut.
Atang mengatakan program IJBNet dalam bidang SDM ini dinilai menjadi solusi yang tepat untuk mengatasi pengangguran di Kota Bogor. Untuk itu beliau berjanji akan membawa hasil pertemuan ini dalam pembahasan anggaran pemerintah kota Bogor tahun 2025 yang rampung 19 Agustus 2024.
“DPRD berkomitmen mendukung 3 hal, yaitu tempat sosialisasi di aula DPRD Kota Bogor dengan kapasitas 200 orang, biaya pelatihan, dan memfasilitasi dana talangan melalui Bank BJB dan Bank Kota Bogor”, ujarnya. Diharapkan dengan program iniu tingkat pengangguran dan kemiskinan akan menurun, kesejahteraan juga meningkat dan seiring itu pula akan adanya penuingkatan pendapatan perkapita Kota Bogor.
Sementara itu, pada puncak hari jadi IJBNet yang ke-6, IJBNet melaksanakan Munas I yang menekankan kepada konsolidasi dan penguatan internal. Hadir pada acara tersebut, pengurus DPP IJBNet, beserta pengurus Dewan Pengurus Daerah (DPD) dari 14 provinsi seluruh Indonesia, antara lain Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, D.I. Yogyakarta, Bali, D.I. Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Riau, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Nusa Tenggara Barat.
Munas juga membahas tentang AD/ART organisasi, serta menetapkan kembali Dr. Suyoto Rais sebagai ketua umum IJBNet periode 2024-2029. Kepengurusan akan disusun sampai akhir Agustus 2024 dan dirilis terpisah.
BRIN Gandeng Jepang Kembangkan Bahan Bakar Pesawat Ramah Lingkungan dari Kelapa
BRIN meneken MoU dengan perusahaan asal Jepang GPDJ dan PT ABE Indonesia untuk mengembangkan Bioavtur terbuat dari kelapa. Kerja sama diinisiasi oleh IJBNet [493] url asal
#brin #ijbnet #bioavtur #perusahaan-jepang #bahan-bakar-pesawat #bahan-bakar-pesawat-ramah-lingkungan
(Bisnis.Com - Teknologi) 19/07/24 11:00
v/11289329/
Bisnis.com, JAKARTA - Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Green Power Development Corporation of Japan (GPDJ) dan PT ABE Indonesia Berjaya terkait proyek pengembangan industri Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bioavtur. Proyek tersebut saat ini masuk pada tahap pembangunan pabrik di Banyuasin, Sumatera Selatan.
Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengungkapkan ingin kerja sama ini ditindaklanjuti dengan baik pada implementasinya sehingga dapat memberikan manfaat bagi kedua negara di dalam pengembangan bio energi.
“Kerja sama juga diharapkan tidak berhenti pada pengembangan kelapa sebagai bahan baku bioavtur juga diperluas kolaborasi pada bidang-bidang lainnya seperti transfer teknologi, pengetahuan dan lain-lain bagi kedua negara,” kata Handoko, dikutip Jumat (19/7/2024).
Proyek yang berawal dari riset bersama antara Indonesia Japan Business Network (IJBNet), GPDJ, dan BRIN ini sudah memasuki tahun ke-3. Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bioavtur merupakan solusi bahan bakar pesawat yang lebih ramah lingkungan.
Bahan baku bersumber dari kelapa non-standar, yang mana bahan baku ini sudah diakui dan telah masuk ke dalam positive list dari Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO).
Masuknya Kelapa Non-Standar ke dalam Positive List menandakan keberhasilan dari upaya bersama melakukan inovasi sumber bahan baku SAF di luar pilihan yang sudah ada, sehingga akan membuka peluang bagi negara-negara penghasil kelapa, termasuk Indonesia sebagai salah negara penghasil kelapa terbesar di dunia untuk berkontribusi pada pengurangan emisi karbon di sektor penerbangan.
Hal ini sejalan dengan kesepakatan global untuk pembangunan yang berkelanjutan dan terwujudnya karbon netral, serta menekankan pentingnya solusi inovatif dalam mitigasi pemanasan global.
Kebijakan ICAO yang memberikan opsi pemanfaatan energi terbarukan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, akan memberikan dampak yang signifikan dalam industri penerbangan.
Perkembangan ini akan mendorong komitmen para pemangku kepentingan untuk menindak lanjuti dengan implementasi penggunaan bioavtur ini.
Dalam proses produksinya, bahan baku kelapa non-standar tersebut kemudian diolah menjadi minyak kelapa mentah atau Crude Coconut Oil (CCO). Keberadaan bahan baku kelapa non-standar ini sangat penting mengingat kelapa adalah komoditi yang dibutuhkan industri pangan.
Kelapa non-standar diambil dari kelapa yang terlalu tua, kelapa yang berukuran sangat kecil, kelapa yang sudah bertunas, kelapa yang mulai membusuk atau berjamur serta kelapa yang pecah. GPDJ memilih Indonesia sebagai tempat industri pembuatan CCO, karena potensi kelapa di Indonesia yang sangat melimpah.
Hasil riset menunjukkan bahwa jumlah kelapa non-standar di Indonesia itu mencapai 30% dari total kelapa yang dihasilkan.
Adapun PT ABE Indonesia Berjaya adalah perusahaan lokal akan bertindak sebagai pelaksana proyek yang ditargetkan mampu menghasilkan 100 ton Crude Coconut Oil (CCO) per hari dari bahan baku kelapa non standar. Dalam proses produksinya, PT ABE akan menggunakan teknologi mesin traceability system buatan anak bangsa.
IJBNet sebagai inisiator sangat bersyukur perjuangan panjang IJBNet dan tim dengan dukungan pemerintah dan instansi terkait akhirnya membuahkan hasil, dengan masuknya kelapa non-standar sebagai salah satu bahan baku bioavtur yang dibolehkan oleh ICAO.
Proyek ini akan menjadi hal positif bagi seluruh stakeholder kelapa di Indonesia, yang berujung bagi peningkatan pendapatan para petani dan juga devisa negara.