KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua Umum Asosiasi Karoseri Indonesia (Askarindo) Jimmy Tenacious menyayangkan kebijakan pemerintah yang membuka keran impor truk bekas ke Indonesia melalui Permendag Nomor 8 Tahun 2024.
Asal tahu saja, Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 8 Tahun 2024 mengizinkan impor truk bekas untuk kebutuhan khusus, seperti untuk keperluan tambang. Permendag ini merupakan revisi dari Permendag No. 36 Tahun 2023 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor.
Menurut Jimmy, kebijakan ini ibarat jatuh tertimpa tangga bagi industri otomotif nasional yang saat ini sedang mengalami tekanan besar. Kehadiran truk bekas impor dianggap tidak hanya merebut pangsa pasar penjualan truk di dalam negeri, tetapi juga menggerus lapangan pekerjaan bagi perusahaan karoseri nasional.
“Dibukanya keran impor truk bekas sangatlah disayangkan karena industri otomotif kita sedang terpuruk. Truk bekas impor tidak hanya memakan porsi penjualan truk di dalam negeri, tetapi juga menggerus lahan kerja perusahaan karoseri lokal yang selama ini sudah mampu memasok kebutuhan pasar,” ujar Jimmy kepada Kontan.co.id, Minggu (9/11).
Ketika ditanya mengenai dampak impor truk bekas terhadap penjualan truk baru, Jimmy menegaskan bahwa kebijakan ini hanya memberikan dampak negatif bagi industri dalam negeri. Menurutnya, kebijakan tersebut akan menggerus pasar penjualan truk baru yang diproduksi oleh industri nasional serta memengaruhi daya beli masyarakat akibat berkurangnya lapangan pekerjaan.
"Sama sekali tidak ada alasan untuk membuka impor truk bekas. Industri otomotif dan karoseri kita mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri. Kebijakan buruk ini bisa berdampak panjang pada menurunnya daya beli masyarakat karena banyak lapangan pekerjaan yang hilang," tegas Jimmy.
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi industri karoseri dengan adanya truk bekas impor adalah standar kualitas dan keselamatan yang tidak sesuai dengan regulasi di Indonesia. Jimmy mengungkapkan bahwa banyak truk bekas impor tidak memenuhi aturan keselamatan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan, sehingga membahayakan pengguna jalan.
“Truk bekas impor sama sekali tidak mengikuti aturan keselamatan yang telah ditetapkan di dalam negeri. Ini sangat merugikan dan membahayakan industri karoseri kita, dan dalam jangka panjang bisa mengancam keselamatan pengguna jalan,” ungkapnya.
Askarindo melihat jangka panjang dari kebijakan ini sebagai ancaman serius bagi daya saing industri otomotif nasional. Jimmy secara tegas menyatakan agar pemerintah menghentikan kebijakan impor truk bekas yang dianggap hanya akan melemahkan industri dalam negeri.
“Satu kata yang bisa saya sampaikan adalah stop keran impor truk bekas. Ini akan membunuh industri nasional kita,” pungkasnya.
Lesunya penjualan kendaraan komersial di Indonesia bisa berdampak buruk pada industri otomotif. Soalnya saat permintaan truk menurun, maka bisa berimbas pada produksi truk, yang bisa berdampak fatal pada pengurngan karyawan. Terlebih saat ini banyak impor truk bekas yang masuk ke Indonesia, tanpa harus memikirkan aftersales atau komponen, apalagi membangun pabrik yang bisa berdampak positif bagi industri otomotif.
Setidaknya itu yang menjadi kekhawatiran para pelaku kendaraan komersial di Indonesia saat ini. Seperti yang tengah dikhawatirkan General Manager Business Communication PT KTB, Sudaryanto. Menurut dirinya pemerintah harus lebih memikirkan nasib industri kendaraan komersial, karena telah melakukan investasi di tanah air.
"Tanggapan impor truk bekas? Kalau itu kan sebenarnya regulasi pemerintah, mau nggak mau kita tetap harus berani bersaing kan. Yang kemarin sempat diprotes oleh hampir semuanya, soal kebijakan impor truk bekas itu lho. Gaikindo yang menyuarakan hal ini," ucap lelaki yang disapa Toto.
"Karena itu kan impor truk bekas dan mereka tidak menyiapkan fasilitas-fasilitas lain. Kalau kita kan Agen Pemegang Merek (APM) harus menyiapkan aftersales-nya juga, sedangkan mereka banyak yang mengkanibalkan dengan part atau komponen yang ada," Toto menambahkan.
Dalam pemberitaan detikOto sebelumnya, Menteri Perindustrian atau Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita tak menyangka ribuan truk tambang yang beroperasi di Indonesia ternyata masih impor. Padahal, kata dia, kendaraan tersebut semestinya bisa diproduksi di dalam negeri.
"Saya dapat brief dari teman-teman Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor), banyak truk yang digunakan operasional maupun rekanan di pertambangan Indonesia didapat dari truk impor, dan datanya kalau nggak salah hampir 6.000 unit. Truk yang digunakan di tambang impor, padahal industri dalam negeri bisa supply ke tambang," ujar Agus di JCC Senayan, Jakarta Pusat waktu itu.
Kantong parkir truk tambang di Parung Panjang Foto: ANTARA FOTO/SULTHONY HASANUDDIN
Waktu itu Agus memastikan, truk tambang yang masuk ke Indonesia itu tak memenuhi standar emisi yang berlaku di dalam negeri. Padahal, kata dia, standar tersebut umumnya telah dipenuhi produsen-produsen yang menjalankan roda bisnisnya di Tanah Air.
"Kalau diperdalam dengan audit, truk yang diimpor dipergunakan tidak memenuhi standar KLHK, sebagian besar di bawah Euro 4, padahal KLHK dan kemenperin telah menetapkan dan mendorong at least Euro 4 dan industri dalam negeri mampu memproduksi Euro 4," ungkapnya.
Agus memastikan, pemerintah akan mengambil langkah untuk menghentikan praktik illegal tersebut. Pihaknya tengah menyiapkan aturan yang membatasi impor truk tambang. Namun, dia belum bisa memastikan, kapan aturan tersebut diterbitkan dan bagaimana rinciannya.
"Dengan masuknya impor yang tidak sesuai standar, bagi kami itu jadi opportunity lost bagi industri dalam negeri. Karena itu Dirjen teman-teman kantor akan liat aturan apa yang akan bisa diterbitkan untuk bisa membantu penyerapan industri truk dalam negeri," tuturnya.
Dia menegaskan, upaya tersebut dijalankan untuk mendorong industri otomotif Indonesia, terutama di sektor komersial pertambangan, agar berjalan lebih ekspansif.
"Challenge ke depan akan berat, tapi kita memberi kesempatan produksi di luar masuk Indonesia, ini aneh juga. Nggak boleh terjadi di Indonesia," kata Menperin.
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) mengalami pelemahan penjualan truk yang sejalan dengan kondisi pasar kendaraan niaga nasional.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales (pabrik ke dealer) truk nasional tercatat mengalami penurunan 23% year on year (YoY) menjadi 31.089 unit pada Januari-Juni 2024.
Penjualan wholesales Isuzu juga turun 13,1% yoy menjadi 14.033 unit pada semester I-2024.
Attias Asril, Business Operation & Strategy Division Head IAMI mengatakan, kendati terjadi penurunan penjualan, pangsa pasar Isuzu sebenarnya mampu tumbuh 4,8% menjadi 31,7% hingga akhir semester I-2024.
Isuzu percaya diri dapat mengangkat kembali kinerja penjualannya. Sektor logistik masih menjadi target utama Isuzu memasuki semester kedua, mengingat permintaan truk di sektor ini cukup tinggi.
"Perbaikan harga komoditas dan maraknya proyek infrastruktur juga dapat membantu kinerja bisnis truk," ujar Attias, Senin (5/8).
Dia menambahkan, kehadiran truk-truk impor dari China di sektor pertambangan terus dipantau perkembangannya oleh Isuzu. Selain itu, Isuzu juga menerapkan triple action strategy berupa sales, spare part, dan service untuk mengantisipasi tantangan kebijakan relaksasi impor truk bekas.
Dengan strategi tadi, Isuzu berfokus pada produk yang fit, suku cadang yang selalu sedia melalui penambahan part depo, serta peningkatan layanan dengan mengurangi lead time breakdown unit.
Lagi pula, salah satu tantangan truk bekas adalah sulitnya mencari suku cadang dan jasa servis.
"Dengan ini Isuzu terus memperkuat layanan purna jual seperti Bengkel Mitra Isuzu (BMI), Bengkel Isuzu Berjalan (BIB), Mechanic On Site, dan partshop," pungkas dia.