#30 tag 24jam
Israel Diguncang Gempa di Tengah Ancaman Serangan Besar-besaran Iran
Gempa berkekuatan 5,2 M mengguncang Israel tengah dan utara. [620] url asal
#gempa-bumi #gempa-guncang-israel #iran-ancam-israel #iran-ancam-serang-israel #serangan-iran-ke-israel #serangan-iran-atas-israel #gempa-di-israel #iran-bidik-israel #goncangan-gempa-di-israel #israel
(Republika - Khazanah) 13/08/24 16:28
v/14369016/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gempa bumi berkekuatan 5,2 M mengguncang Israel tengah dan utara, serta negara-negara sekitarnya, pada Senin (12/8/2024) malam waktu setempat yang dilaporkan media dan organisasi ilmiah Israel, tulis The Jerusalem Post (JP) Selasa.
Mengutip laporan Walla, JP mengungkapkan, gempa di Israel berkekuatan 5,2 skala Richter. Gempa itu terjadi pada kedalaman 10 km (6,21 mil), kata GFZ.
Di Salamiya, Suriah, sebuah kota sekitar 30 km (18,5 mil) sebelah timur kota Hama, warga bergegas keluar ke jalan-jalan yang gelap karena takut, kata Nasser Duyub, seorang pegawai negeri yang tinggal di sana. “Anak saya sedang tidur, saya tidak tahu bagaimana saya menariknya dan keluar rumah,” kata Duyub kepada Reuters.
Warga mengatakan mereka melihat balkon runtuh dan ambulans merawat orang-orang yang pingsan. Warga Suriah lainnya mengatakan bahwa mereka teringat kembali pada tahun 2023, ketika gempa bumi berkekuatan 7,8 skala Richter menewaskan lebih dari 50.000 orang – sebagian besar di Turki tetapi ribuan orang juga tewas di Suriah utara. Gempa tersebut juga menyebabkan kerusakan luas di kedua negara.
Setidaknya 25 orang menderita luka ringan hingga sedang akibat terinjak-injak setelah gempa bumi, kata Direktur Kesehatan kota Hama di Suriah, Maher Younis, pada Selasa pagi. “Suaranya sama, seolah-olah keluar dari dalam bumi,” kata Umm Hamzah, seorang warga ibu kota Suriah, Damaskus. “Saya pusing seperti terakhir kali, tapi ketakutan saya lebih parah karena saya tahu apa yang terjadi pada gempa sebelumnya.”
Pertahanan sipil Suriah yang beroperasi di wilayah utara yang dikuasai oposisi di negara yang dilanda perang tersebut mengatakan bahwa mereka telah dikerahkan ke beberapa wilayah untuk menanggapi kemungkinan keadaan darurat, namun sejauh ini belum menerima laporan mengenai kerusakan apa pun.
Kantor berita Yordania melaporkan gempa susulan berkekuatan 3,9 kurang dari satu jam setelah gempa awal. Gempa bumi dirasakan tiga pekan lalu di kawasan Laut Mati dan Yerusalem. Sebelumnya, gempa bumi sebesar 3,8 M terjadi pada Maret.
Gempa ini terjadi di tengah ketegangan kawasan timur tengah karena ancaman Iran untuk menyerang Israel. Ancaman tersebut merupakan sebuah rencana pembalasan atas syahidnya mantan perdana menteri Palestina Ismail Haniyeh dan penasihat utama Pimpinan Hizbullah Hasan Nasrallah pada akhir Juli lalu.
Gedung Putih prediksi serangan akan terjadi pekan ini..
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan pejabat senior politik dan militer Iran lainnya mengatakan Iran akan membalas pembunuhan Ismail Haniyeh oleh Israel di Teheran bulan lalu. Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah juga berjanji untuk menanggapi serangan udara Israel di Beirut yang menewaskan penasihat militer utamanya.
Gedung Putih pada Senin (12/8/2024), mengatakan, intelijen Amerika Serikat memprediksi Iran kemungkinan besar akan menyerang Israel pada pekan ini. Perkiraan tersebut berdasarkan penilaian intelijen Israel terbaru, dilansir dari Axios yang dikutip Republika di Jakarta.
Laporan intelijen terbaru menunjukkan, serangan bisa terjadi sebelum upaya perundingan gencatan senjata dalam upaya pembebasan sandera yang direncanakan pada Kamis. Serangan besar Iran dinilai akan membahayakan perundingan tidak langsung antara Israel dan Hamas.
"Israel berpendapat ada kemungkinan yang semakin besar bahwa Iran dan proksinya akan melakukan serangan dalam beberapa hari mendatang. Kami mempunyai kekhawatiran yang sama dan oleh karena itu kami berkoordinasi dengan Israel dan mitra lainnya di kawasan ini," juru bicara Gedung Putih John Kirby mengatakan dalam sebuah konferensi pers dengan wartawan, seraya menambahkan bahwa AS memperkirakan serangan bisa terjadi pekan ini.
Kirby mengatakan, Presiden Biden berbicara melalui telepon pada Senin dengan rekan-rekannya dari Inggris, Jerman, Perancis dan Italia untuk membahas situasi di Timur Tengah. Dia mengatakan, mereka membahas cara-cara untuk melindungi Israel, memajukan kesepakatan untuk pembebasan sandera dan gencatan senjata di Gaza serta mencegah serangan Iran.
Para pejabat Israel dan Amerika Serikat mengatakan kepada Axios, Iran telah melakukan beberapa langkah signifikan untuk menyiapkan unit rudal dan drone-nya. Persiapan ini dinilai serupa dengan perencanaan sebelum serangan terhadap Israel pada April lalu.
Pemimpin Barat Kelimpungan Cegah Iran Serang Israel
Serangan Iran diperkirakan akan dalam sekala besar. [765] url asal
#iran-serang-israel #iran-ancam-israel #iran-latihan-militer #iran-ancam-serang-israel #latihan-militer-iran #kapan-iran-serang-israel #barat-cegah-iran
(Republika - News) 12/08/24 18:53
v/14315074/
REPUBLIKA.CO.ID, LONDON – Para pemimpin Inggris, Perancis dan Jerman pada hari Senin secara serentak meminta Iran dan sekutunya untuk menahan diri melancarkan serangan terhadap Israel. Hal ini menguatkan kecurigaan bahwa Israel tak akan mampu membendung serangan tersebut.
Dalam pernyataan bersama, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Kanselir Jerman Olaf Scholz menekankan bahwa serangan Iran akan meningkatkan ketegangan, memperluas cakupan perang di kawasan, dan membahayakan peluang mencapai gencatan senjata dan pembebasan tahanan.
Aljazirah melansir, pernyataan tersebut menyambut baik upaya “mitra” di Qatar, Mesir dan Amerika Serikat untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata di Gaza. Mereka menekankan perlunya menghentikan agresi Israel segera, dan menyerukan pembebasan semua sandera yang ditahan oleh Hamas) Pernyataan tersebut menekankan bahwa masyarakat Jalur Gaza sangat membutuhkan pengiriman dan distribusi bantuan yang mendesak dan tanpa hambatan.
Vatikan juga ikut mencoba mencegah Iran melakukan serangan ke Israel. Selama panggilan telepon dengan presiden baru Iran, Masoud Pezeshkian, Menteri Luar Negeri Vatikan, Kardinal Pietro Parolin, mengimbau Teheran untuk melakukan “dialog, negosiasi, dan perdamaian”.
Menurut pernyataan Vatikan, Parolin mengungkapkan “keprihatinan serius Paus Fransiskus terhadap apa yang terjadi di Timur Tengah, menegaskan kembali perlunya menghindari perluasan konflik sangat serius yang sedang terjadi dan lebih memilih dialog, negosiasi, dan perdamaian”.
Vatikan telah mencoba untuk mempertahankan posisi seimbang dalam perang Israel di Gaza tetapi telah menegaskan kembali perlunya gencatan senjata, meningkatkan bantuan kemanusiaan ke wilayah kantong tersebut dan mengakhiri perang.
Dalam perkembangan terkait, Departemen Pertahanan AS (Pentagon) mengungkapkan bahwa Menteri Pertahanan Lloyd Austin memerintahkan pengiriman kapal selam berpeluru kendali ke Timur Tengah, dan percepatan kedatangan kelompok penyerang kapal induk ke wilayah tersebut.
Hal ini terjadi sebagai bagian dari upaya AS untuk menghalangi Iran dan sekutunya, di tengah meningkatnya ketegangan regional.
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Sekretaris Pers Pentagon Mayor Jenderal Patrick Ryder, Austin menegaskan melalui panggilan telepon dengan timpalannya dari Israel Yoav Galant tentang komitmen Amerika Serikat untuk mengambil "setiap langkah yang diperlukan" untuk membela Israel.
Austin juga mencatat penguatan postur dan kemampuan militer AS di Timur Tengah karena meningkatnya ketegangan, dengan dikeluarkannya perintah untuk mempercepat transfer kelompok kapal induk USS Abraham Lincoln yang dilengkapi dengan pesawat tempur F-35C ke Komando Pusat AS (CENTCOM ) wilayah tanggung jawab.
Awal bulan ini, Pentagon mengumumkan pengerahan aset militer tambahan ke Timur Tengah untuk mengantisipasi kemungkinan tanggapan Iran terhadap Israel, di tengah meningkatnya ketegangan menyusul pembunuhan kepala biro politik Hamas Ismail Haniyeh dan pemimpin senior Hizbullah Fouad Shukr.
Pada Senin, Israel telah memberitahu Amerika Serikat bahwa Iran sedang mempersiapkan serangan besar-besaran terhadap Iran, sementara Washington telah mempercepat pengerahan kapal perang, termasuk kapal induk dan kapal selam, ke wilayah tersebut.
Situs berita Axios mengatakan bahwa Menteri Pertahanan Israel Yoav Galant berbicara dengan mitranya dari Amerika, Lloyd Austin, dan memberitahunya bahwa persiapan militer Iran menunjukkan bahwa Teheran sedang mempersiapkan serangan skala besar.
Situs web Israel Walla juga mengatakan bahwa Galant memberi tahu Austin bahwa Iran telah memantau persiapan militer, yang memperkuat perkiraan niatnya untuk melancarkan serangan dalam beberapa hari mendatang.
Situs web tersebut mengutip para pejabat Israel yang mengatakan bahwa perkiraan menunjukkan bahwa Iran telah memutuskan untuk melancarkan serangan langsung terhadap Israel, sebagai tanggapan atas pembunuhan kepala biro politik Gerakan Perlawanan Islam (Hamas), Ismail Haniyeh, di Teheran.
Teheran telah berulang kali menekankan bahwa mereka akan menanggapi pembunuhan Haniyeh pada waktu yang tepat, dan mencatat bahwa pembunuhan tersebut merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatannya. Hizbullah di Lebanon juga berjanji untuk menanggapi pembunuhan pemimpin terkemuka Israel Fouad Shukr dalam serangan di pinggiran selatan Beirut.
Israel tiba-tiba meminta tentara dan perwiranya di Georgia dan Azerbaijan untuk segera pergi dan tidak melakukan perjalanan ke kedua negara tersebut. Hal ini terkait ketakutan soal serangan dari Iran yang berbatasan dengan negara-negara tersebut.
Otoritas Penyiaran Israel mengatakan bahwa tentara sedang melakukan penilaian berkelanjutan terhadap situasi keamanan dan memperbarui daftar negara-negara yang dilarang dikunjungi oleh warga Israel mengingat situasi keamanan saat ini.
Keputusan Israel ini diambil sebagai bagian dari langkah keamanan dan tindakan pencegahan yang diambil Israel dalam mengantisipasi serangan Iran sebagai respons terhadap pembunuhan kepala biro politik Hamas, Ismail Haniyeh, di Teheran, dan sebagai tanggapan Hizbullah atas pembunuhan pemimpin partai, Fouad Shukr, di Beirut.
Sebaliknya, Layanan Media Azerbaijan membantah “kehadiran unit militer negara asing mana pun” di wilayahnya. “Beberapa negara menerbitkan informasi yang salah di media, dan kami mengutuk keras manipulasi ini,” tanpa menyebutkan nama-nama negara-negara tersebut.
Sebelumnya, surat kabar Yedioth Ahronoth mengutip seorang diplomat senior yang mengatakan bahwa Israel memiliki kekhawatiran tentang kemungkinan Iran dan Hizbullah menargetkan warga Israel di luar negeri atau diplomat dan kedutaan besar di Tel Aviv. “Situasi kami sangat serius mengenai utusan di luar negeri, dan banyak dari mereka merasa terancam,” surat kabar itu mengutip sumber tersebut.
Iran Latihan Militer, Serang Israel Pekan Ini?
Dewan Syura Iran sudah memutuskan akan melakukan serangan. [593] url asal
#iran-latihan-militer #serangan-iran #cina-dukung-iran #iran-serang-israel #iran-ancam-serang-israel #latihan-militer-iran #kapan-iran-serang-israel
(Republika - News) 12/08/24 08:06
v/14266883/
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Pengawal Revolusi elit Iran mengadakan latihan militer yang meliputi peluncuran misil di bagian barat negara itu yang akan berlanjut hingga Selasa. Sementara sumber-sumber di kalangan militer menyatakan bahwa serangan Iran ke Israel sebagai balasan pembunuhan kepala biro politik Hamas kemungkinan akan berlangsung pekan ini.
CNN melaporkan bahwa intelijen Israel yakin Hizbullah Lebanon akan melancarkan serangan pada 12 Agustus ini. Dan beberapa jam kemudian, Iran akan melancarkan serangan terhadap Israel.
Situs web Israel Walla juga mengutip para pejabat Israel yang mengatakan bahwa perkiraan menunjukkan bahwa Iran telah memutuskan untuk melancarkan serangan langsung terhadap Israel. Situs web tersebut menambahkan bahwa intelijen militer dan angkatan udara menaikkan tingkat kewaspadaan mengingat perkiraan respons Iran yang akan segera terjadi.
Radio Tentara Israel mengutip para pejabat keamanan yang mengatakan bahwa Iran hampir mengambil keputusan mengenai serangan langsung dari wilayahnya terhadap Israel, namun perkiraan di Israel menunjukkan bahwa tanggapan Iran akan terbatas dan tidak akan mengarah pada perang yang komprehensif.
Merujuk Aljazirah Arabia, koresponden Axios Barak Ravid melaporkan pada Ahad, mengutip dua sumber, bahwa intelijen Israel yakin Iran telah memutuskan untuk menyerang Israel secara langsung, dan mungkin melakukannya dalam beberapa hari, sebagai tanggapan atas pembunuhan Haniyeh.
Sementara, kantor berita resmi Iran mengumumkan pada Ahad, latihan tersebut berlangsung ketika Iran berjanji akan melakukan pembalasan terhadap Israel setelah pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh pada 31 Juli di Teheran. Iran dan kelompok Islam Palestina Hamas menuduh Israel melakukan pembunuhan terhadap Haniyeh pada 31 Juli.
Israel belum mengaku atau menyangkal tanggung jawab atas pembunuhan tersebut, yang telah memicu kekhawatiran lebih lanjut bahwa perang antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza akan berubah menjadi konflik yang lebih luas. perang timur.
Dikutip oleh media Iran, wakil komandan Garda Revolusi Ali Fadavi mengatakan pada hari Jumat bahwa perintah pemimpin tertinggi Iran mengenai hukuman keras terhadap Israel dan balas dendam terhadap Haniyeh sudah jelas dan akan dilaksanakan dengan "cara terbaik".
Sedangkan Almayadeen melaporkan, dalam sesi publik parlemen pada Ahad pagi, ketua Dewan Syura Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan kembali komitmen Iran untuk membalas kematian Ismail Haniyeh, dan menganggapnya sebagai tugas nasional dan agama.
Ghalibaf memperingatkan bahwa “entitas Zionis harus bersiap menghadapi pembalasan hebat dari rakyat Iran.” Menyikapi pembantaian Israel di Gaza, khususnya pembantaian mengerikan di sekolah Al-Tabi'in di Kota Gaza, Ghalibaf mengutuk hal tersebut sebagai bukti ketidakmanusiawian entitas Zionis, dengan menyatakan bahwa "Zionis hanya memahami bahasa kekuasaan."
Dia menggambarkan tindakan Israel sebagai kejahatan perang terhadap kemanusiaan. Di tempat lain dalam sambutannya, Ghalibaf meminta negara-negara Islam untuk memberikan dukungan nyata kepada Perlawanan Palestina dalam melawan kejahatan ini.
Misi Iran untuk PBB menegaskan kembali pada hari Jumat bahwa prioritas Iran adalah mencapai gencatan senjata yang langgeng di Gaza, menekankan bahwa setiap perjanjian yang diterima oleh Hamas akan diakui oleh Teheran.
Ketika ditanya oleh Al-Monitor apakah Iran akan menunda pembalasannya sampai perundingan gencatan senjata yang dijadwalkan diadakan minggu depan selesai, misi Iran menyatakan bahwa "rezim Israel telah melanggar keamanan dan kedaulatan nasional kami melalui tindakan terorisme baru-baru ini." Mereka juga menjawab, Republik Islam mempunyai "hak untuk membela diri—hal yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan gencatan senjata di Gaza".
Namun, misi tersebut menyatakan harapan bahwa tanggapannya terhadap agresi Israel akan terukur dan tepat waktu agar tidak merusak potensi gencatan senjata di Gaza. Mereka mengakui adanya saluran komunikasi langsung dan perantara dengan Amerika Serikat, “yang rinciannya tidak diungkapkan oleh kedua belah pihak”.
Pekan lalu, “Israel” membunuh kepala Biro politik Hamas Ismail Haniyeh ketika dia berada di Teheran dalam kunjungan resmi. Republik Islam Iran berjanji untuk menanggapi agresi tersebut di tengah peningkatan persiapan militer yang dilakukan oleh “Israel”, Amerika Serikat, dan sekutunya.