#30 tag 24jam
Sido Muncul Salurkan Bantuan Rp 350 Juta untuk Korban Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat kepada Romo Fransiskus dari Keuskupan Larantuka. Halaman all [645] url asal
#erupsi #sido-muncul #bantuan #irwan-hidayat #gunung-lewotobi
(Kompas.com) 08/11/24 09:49
v/17766169/
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) menyalurkan bantuan senilai Rp 350 juta kepada warga terdampak bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan itu diserahkan secara simbolis oleh Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat kepada Romo Fransiskus dari Keuskupan Larantuka via daring di Kantor Sido Muncul, Cipete, Jakarta Selatan, Kamis (7/11/2024).
Seperti diketahui, erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur telah memporak-porandakan sejumlah wilayah di Flores Timur. Bencana ini mengakibatkan banyak kerusakan dan menimbulkan korban jiwa.
Pada Kamis (7/11/2024) pukul 10.48 Waktu Indonesia Tengah (WITA), gunung tersebut kembali mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai lebih dari 5 kilometer (km).
Kejadian itu pun kembali membuat masyarakat di sekitar lokasi bencana menjadi lebih waspada.
Irwan Hidayat mengaku turut prihatin atas musibah yang menimpa masyarakat di Flores Timur.
"Atas nama keluarga besar Sido Muncul, saya mengucapkan rasa prihatin dan belasungkawa, termasuk untuk korban yang meninggal,” ujar Irwan saat menyerahkan bantuan.
Dok. Kompas.com/Erlangga Satya Irwan berharap, bantuan dari Sido Muncuk untuk warga terdampak bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki dapat bermanfaat.Irwan berharap, bantuan yang diberikan oleh Sido Muncul dapat bermanfaat sekaligus meringankan penderitaan warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
Bantuan itu juga diharapkan bisa membantu masyarakat di Flores Timur dalam menata kembali masa depannya.
“Warga yang terdampak mudah-mudahan bisa menata masa depannya dengan lebih baik. Pokoknya, saya mendoakan yang terbaik bagi semua saudara-saudara kita di sana. Bantuan ini merupakan bentuk solidaritas kami yang berada di Pulau Jawa,” ucap Irwan.
Apresiasi untuk Sido Muncul
Menanggapi bantuan dari Sido Muncul, Romo Fransiskus menyampaikan rasa terima kasih kepada perusahaan jamu yang telah berdiri sejak 1940 itu.
Fransiskus yakin bahwa bantuan yang diberikan Sido Muncul akan dapat meringankan beban penderitaan warga yang terdampak bencana.
“Bantuan dari Sido Muncul akan disalurkan melalui Keuskupan Larantuka. Kami akan memastikan (bantuan) tepat sasaran dalam pendistribusiannya sehingga bisa dirasakan warga yang membutuhkan,” terang Fransiskus.
Pada kesempatan itu, Fransiskus juga sedikit menggambarkan situasi yang terjadi sekitar wilayah bencana.
Menurut pengakuannya, saat ini, ada sekitar lebih dari 4.000 warga yang telah mengungsi. Mereka mengungsi di tiga titik pengungsian yang telah disiapkan pemerintah.
Namun, mengingat adanya erupsi susulan yang terjadi hari ini, Fransiskus pun memprediksikan jumlah pengungsi akan terus bertambah.
Akibat erupsi yang terjadi, aktivitas di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki saat ini menjadi lumpuh total.
Selain itu, sejumlah aktivitas, seperti sekolah dan kegiatan lainnya, juga diliburkan demi keamanan masyarakat.
Beberapa warga juga mengalami luka-luka akibat terkena pecahan dan serpihan bebatuan yang jatuh saat terjadi erupsi.
Meski begitu, sebagian situasi kini juga telah ditangani oleh banyak demi membantu meringankan beban penderitaan pengungsi.
“Kemarin sore hingga pagi ini sudah ada semburan juga yang terjadi berkali-kali. Ini menyebabkan orang-orang ketakutan. Masyarakat yang ada di sekitar dan yang masih ada di tempat diperintahkan mengungsi oleh pihak pemerintah, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk menyelamatkan diri,” jelas Fransiskus.
Saat ini, tambah Fransiskus, banyak warga yang juga mengungsi ke arah wilayah Larantuka di Kecamatan Titehena dan juga di daerah-wilayah Kabupaten Sikka.
Selain itu, ada juga keluarga-keluarga yang membuat pengungsian mandiri. Mereka memilih tidak bergabung dengan saudara-saudara di titik pengungsian yang disiapkan pemerintah.
“Caritas Keuskupan Larantuka juga telah membuka pos layanan kemanusiaan untuk korban erupsi Gunung Lewotobi di Desa Konga, di Jalan Trans Larantuka, Momere. Kami bersama dengan teman-teman coba membantu saudara-saudari yang kesulitan. Kami juga fokus membantu mereka yang mengungsi secara mandiri," kata Fransiskus.
Terkait kondisi di berbagai wilayah di dekat lokasi erupsi, Fransiskus menyebutkan bahwa saat ini sudah tidak ada lagi aktivitas.
"Syukur kepada Allah, hari ini, sebagian besar warga yang ada di wilayah desa yang paling terdampak, yakni desa Duri Pali, desa Kelantan Low, Garanggola Riang, dan Hoking Jaya, itu sudah langsung diungsikan. Jadi, sudah kosong dan tidak ada lagi orang yang tinggal di sana," ujarnya.
Sido Muncul Salurkan Bantuan Rp 350 Juta untuk Korban Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat kepada Romo Fransiskus dari Keuskupan Larantuka. Halaman all [645] url asal
#erupsi #sido-muncul #bantuan #irwan-hidayat #gunung-lewotobi
(Kompas.com - Money) 08/11/24 09:49
v/17752880/
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) menyalurkan bantuan senilai Rp 350 juta kepada warga terdampak bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan itu diserahkan secara simbolis oleh Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat kepada Romo Fransiskus dari Keuskupan Larantuka via daring di Kantor Sido Muncul, Cipete, Jakarta Selatan, Kamis (7/11/2024).
Seperti diketahui, erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur telah memporak-porandakan sejumlah wilayah di Flores Timur. Bencana ini mengakibatkan banyak kerusakan dan menimbulkan korban jiwa.
Pada Kamis (7/11/2024) pukul 10.48 Waktu Indonesia Tengah (WITA), gunung tersebut kembali mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai lebih dari 5 kilometer (km).
Kejadian itu pun kembali membuat masyarakat di sekitar lokasi bencana menjadi lebih waspada.
Irwan Hidayat mengaku turut prihatin atas musibah yang menimpa masyarakat di Flores Timur.
"Atas nama keluarga besar Sido Muncul, saya mengucapkan rasa prihatin dan belasungkawa, termasuk untuk korban yang meninggal,” ujar Irwan saat menyerahkan bantuan.
Dok. Kompas.com/Erlangga Satya Irwan berharap, bantuan dari Sido Muncuk untuk warga terdampak bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki dapat bermanfaat.Irwan berharap, bantuan yang diberikan oleh Sido Muncul dapat bermanfaat sekaligus meringankan penderitaan warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
Bantuan itu juga diharapkan bisa membantu masyarakat di Flores Timur dalam menata kembali masa depannya.
“Warga yang terdampak mudah-mudahan bisa menata masa depannya dengan lebih baik. Pokoknya, saya mendoakan yang terbaik bagi semua saudara-saudara kita di sana. Bantuan ini merupakan bentuk solidaritas kami yang berada di Pulau Jawa,” ucap Irwan.
Apresiasi untuk Sido Muncul
Menanggapi bantuan dari Sido Muncul, Romo Fransiskus menyampaikan rasa terima kasih kepada perusahaan jamu yang telah berdiri sejak 1940 itu.
Fransiskus yakin bahwa bantuan yang diberikan Sido Muncul akan dapat meringankan beban penderitaan warga yang terdampak bencana.
“Bantuan dari Sido Muncul akan disalurkan melalui Keuskupan Larantuka. Kami akan memastikan (bantuan) tepat sasaran dalam pendistribusiannya sehingga bisa dirasakan warga yang membutuhkan,” terang Fransiskus.
Pada kesempatan itu, Fransiskus juga sedikit menggambarkan situasi yang terjadi sekitar wilayah bencana.
Menurut pengakuannya, saat ini, ada sekitar lebih dari 4.000 warga yang telah mengungsi. Mereka mengungsi di tiga titik pengungsian yang telah disiapkan pemerintah.
Namun, mengingat adanya erupsi susulan yang terjadi hari ini, Fransiskus pun memprediksikan jumlah pengungsi akan terus bertambah.
Akibat erupsi yang terjadi, aktivitas di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki saat ini menjadi lumpuh total.
Selain itu, sejumlah aktivitas, seperti sekolah dan kegiatan lainnya, juga diliburkan demi keamanan masyarakat.
Beberapa warga juga mengalami luka-luka akibat terkena pecahan dan serpihan bebatuan yang jatuh saat terjadi erupsi.
Meski begitu, sebagian situasi kini juga telah ditangani oleh banyak demi membantu meringankan beban penderitaan pengungsi.
“Kemarin sore hingga pagi ini sudah ada semburan juga yang terjadi berkali-kali. Ini menyebabkan orang-orang ketakutan. Masyarakat yang ada di sekitar dan yang masih ada di tempat diperintahkan mengungsi oleh pihak pemerintah, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk menyelamatkan diri,” jelas Fransiskus.
Saat ini, tambah Fransiskus, banyak warga yang juga mengungsi ke arah wilayah Larantuka di Kecamatan Titehena dan juga di daerah-wilayah Kabupaten Sikka.
Selain itu, ada juga keluarga-keluarga yang membuat pengungsian mandiri. Mereka memilih tidak bergabung dengan saudara-saudara di titik pengungsian yang disiapkan pemerintah.
“Caritas Keuskupan Larantuka juga telah membuka pos layanan kemanusiaan untuk korban erupsi Gunung Lewotobi di Desa Konga, di Jalan Trans Larantuka, Momere. Kami bersama dengan teman-teman coba membantu saudara-saudari yang kesulitan. Kami juga fokus membantu mereka yang mengungsi secara mandiri," kata Fransiskus.
Terkait kondisi di berbagai wilayah di dekat lokasi erupsi, Fransiskus menyebutkan bahwa saat ini sudah tidak ada lagi aktivitas.
"Syukur kepada Allah, hari ini, sebagian besar warga yang ada di wilayah desa yang paling terdampak, yakni desa Duri Pali, desa Kelantan Low, Garanggola Riang, dan Hoking Jaya, itu sudah langsung diungsikan. Jadi, sudah kosong dan tidak ada lagi orang yang tinggal di sana," ujarnya.
Gandeng Catherine Pandjaitan, Sido Muncul Serukan Pesan Memaafkan pada Iklan Terbaru Tolak Linu
Melalui iklan itu, Sido Muncul ingin menyampaikan pesan moral dan inspiratif kepada banyak orang lewat salah satu produk unggulannya. Halaman all [989] url asal
#iklan #sido-muncul #irwan-hidayat #tolak-linu
(Kompas.com) 18/10/24 10:15
v/16649222/
TANGSEL, KOMPAS.com - "Saya memilih memaafkan karena saya mau hidup dengan damai. Saya juga lebih memilih untuk banyak bersyukur dan berdoa”.
Begitu ucap Catherine Pandjaitan, putri dari Pahlawan Revolusi Mayor Jenderal TNI (Anm.) Donald Izacus (DI) Pandjaitan yang jadi salah satu korban pembunuhan dalam peristiwa G30S/PKI.
Kalimat tersebut Catherine ucapkan saat dirinya menjadi salah satu narasumber pada siniar atau podcast yang tayang di kanal Youtube.
Dalam podcast itu, Catherine mengaku sudah memaafkan para pelaku pembunuh ayahnya agar rasa dendam tak menguasai hidupnya.
Dengan memaafkan, Catherine mengaku dapat menemukan kedamaian yang sebelumnya tak pernah ia rasakan.
Sikap kesatria yang ditunjukkan oleh Catherine itu pun turut mengundang atensi dari banyak pihak. Salah satunya, dari Direktur PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) Irwan Hidayat.
Irwan merasa sangat tersentuh sekaligus terinspirasi atas sikap besar hati yang diperlihatkan oleh Catherine.
Bagi dirinya, pengampunan yang ditunjukkan oleh puteri sulung DI Pandjaitan itu adalah nilai kuat yang perlu menjadi contoh bagi setiap orang.
Ajakan kerja sama
Atas dasar kekaguman terhadap sikap yang dicontohkan oleh Catherine, Irwan memutuskan untuk mengajak perempuan berusia 77 tahun itu untuk terlibat dalam iklan Tolak Linu yang baru sebagai bintang utama.
Melalui iklan itu, Irwan mengaku ingin menyampaikan pesan moral dan inspiratif kepada banyak orang lewat salah satu produk unggulannya.
Sebenarnya, dirinya sudah pernah membuat iklan yang mengangkat tema pengampunan sekitar 10 tahun lalu.
“Namun, ketika melihat Catherine dalam podcast tersebut, saya merasa bahwa ini jadi saat yang tepat untuk kembali mengusung pesan yang sama. Utamanya, di masa seperti sekarang, di mana banyak orang bertikai, baik di dalam keluarga, perusahaan, maupun antar masyarakat," ujar Irwan saat wawancara dengan awak media di sela jeda syuting iklan terbaru Tolak Linu di Rumah Kucing Cirendeu, Tangerang Selatan, Senin (14/10/2024).
Dok. Kompas.com/Erlangga Satya Irwan dan Catherine di sela persiapan iklan terbaru Tolak Linu.Irwan menambahkan, selain memaafkan, Catherine juga bisa menjalin hubungan baik dengan keluarga para pelaku pembunuhan ayahnya saat mereka datang untuk minta maaf.
Terkait tindakan itu, Irwan memuji Catherine karena mampu menjadi pribadi dengan hati yang lapang.
Irwan juga menyebutkan bahwa nilai pengampunan jauh lebih mendalam dibandingkan dengan sekadar mencintai.
"Mengampuni itu lebih sulit dan lebih dalam dari mencintai. Sebab, dalam cinta, kita memberikan kasih sayang kepada mereka yang memang layak untuk dicintai. Namun, dalam pengampunan, kita memberikan ruang bagi mereka yang mungkin telah menyakiti. Itu adalah sesuatu yang sangat besar," kata Irwan.
Musibah yang menimpa Catherine, tambah Irwan, juga mengingatkannya pada peristiwa pembunuhan terhadap Ade Sara Angelina, seorang mahasiswi berusia 19 tahun dari salah satu perguruan tinggi di Indonesia.
Pada 2014, Ade Sara dibunuh oleh pacarnya, Ahmad Imam Al Hafid, dan temannya, Asyifa Ramadhani.
Meski korban adalah anak tunggal dari pasangan Suroto dan Elisabeth Diana, tapi kedua orangtua Ade Sara juga memaafkan perbuatan para pelaku.
“Bahkan, ibu korban menyatakan telah beberapa kali mengunjungi Hafid di rumah tahanan dan bertemu dengannya. Sementara, Syifa baru bertemu satu kali karena ia beberapa kali menolak saat dikunjungi," terang Irwan.
Irwan berharap, iklan terbaru Tolak Linu yang melibatkan Catherine dapat memberikan inspirasi kepada masyarakat untuk saling memaafkan.
"Saya harap, (iklan ini) bisa menginspirasi banyak orang. Jika ada satu keluarga saja yang sebelumnya bertikai, lalu saling memaafkan setelah melihat iklan ini, maka saya merasa kampanye ini sudah berhasil," tutur Irwan.
Proses panjang
Meski ia dipuji karena memiliki sikap lapang dada, Catherine mengaku bahwa untuk sampai ke titik tersebut bukanlah perkara mudah.
Baginya, peristiwa G30S/PKI yang merenggut nyawa ayahnya adalah tragedi kelam yang terus menghantui ia dan keluarganya. Apalagi, Chaterine menyaksikan secara langsung peristiwa penculikan ayahnya.
Ia yang saat itu baru berusia 17 tahun mengaku bahwa kejadian tersebut selalu jadi mimpi buruk yang terus mengikutinya.
Namun, seiring waktu, Catherine menemukan bahwa jalan menuju kedamaian adalah melalui pengampunan, bukan dendam.
“Setiap kali tanggal 1 Oktober tiba, saya selalu merenung tentang apa yang terjadi pada keluarga saya. Saat itulah saya benar-benar belajar bahwa kebencian hanya akan menambah penderitaan. Saya harus melewati perjalanan spiritual dan emosional yang panjang,” ucap Catherine.
Awalnya, tambah Catherine, dirinya terus merasa marah, kecewa, dan sulit menerima kenyataan karena ayahnya harus meninggal dalam keadaan tragis.
Namun, Catherine menemukan kekuatan dalam keyakinan agamanya yang membantunya untuk melepaskan hal tersebut.
"Saya adalah orang yang taat beribadah. Dalam agama, saya diajarkan bahwa berdamai itu penting. Saya memohon kepada Tuhan untuk memberi saya kekuatan untuk tidak hidup dalam dendam. Seiring waktu, saya melihat Tuhan menggunakan saya untuk menyebarkan pesan kedamaian," ujarnya lagi.
Catherine menambahkan, ia tak ingin terus mendendam karena hal itu dapat membebani orang di sekitarnya, khususnya anak-anak yang ia cintai.
"Saya tidak ingin anak-anak, cucu, atau generasi berikutnya hidup dengan membawa beban kebencian. Jika saya tidak memaafkan, saya hanya akan mengajarkan mereka untuk menyimpan dendam. Saya tidak ingin itu terjadi," ucap Catherine.
Dok. Kompas.com/Erlangga Satya Catherine saat syuting iklan Tolak Linu.Baginya, memaafkan adalah cara untuk menghentikan siklus kebencian yang sering kali diwariskan dari generasi ke generasi.
Catherine menekankan bahwa memaafkan adalah tanggung jawabnya sebagai seorang ibu dan manusia. Terlebih, ia kerap diajarkan hal itu saat beribadah.
Ia juga menyadari bahwa pesan pengampunan yang telah ia jalani selama bertahun-tahun dapat menjadi sesuatu yang lebih besar daripada sekadar pengalaman pribadi.
Itulah yang membuat Catherine bersedia ambil bagian pada iklan Tolak Linu yang dinilai berpotensi untuk memengaruhi banyak orang, terutama masyarakat Indonesia yang masih sering terpecah oleh konflik sosial, politik, dan personal.
"Selama ini, saya berbicara tentang memaafkan di lingkungan kecil, seperti di keluarga dan gereja. Namun, dengan proyek ini, saya merasa diberi kesempatan untuk menyampaikan pesan tersebut kepada masyarakat yang lebih luas. Ini adalah kesempatan yang sangat saya syukuri," tambahnya.
Catherine berharap, iklan Tolak Linu yang ia kerjakan bersama Sido Muncul bisa menyentuh hati banyak orang agar mereka mau saling memaafkan.
“Kita sudah terlalu sering melihat perselisihan, baik di keluarga, di sekolah, maupun media. Oleh karena itu, iklan ini diharapkan dapat menginspirasi banyak orang,” terang Catherine.
Sebagai informasi, Tolak Linu merupakan obat yang mengandung ekstrak herbal dan madu yang digunakan untuk membantu meredakan pegal linu dan nyeri sendi.
Gandeng Catherine Pandjaitan, Sido Muncul Serukan Pesan Memaafkan pada Iklan Terbaru Tolak Linu
Melalui iklan itu, Sido Muncul ingin menyampaikan pesan moral dan inspiratif kepada banyak orang lewat salah satu produk unggulannya. [989] url asal
#iklan #sido-muncul #irwan-hidayat #tolak-linu
(Kompas.com) 18/10/24 10:15
v/16641690/
TANGSEL, KOMPAS.com - "Saya memilih memaafkan karena saya mau hidup dengan damai. Saya juga lebih memilih untuk banyak bersyukur dan berdoa”.
Begitu ucap Catherine Pandjaitan, putri dari Pahlawan Revolusi Mayor Jenderal TNI (Anm.) Donald Izacus (DI) Pandjaitan yang jadi salah satu korban pembunuhan dalam peristiwa G30S/PKI.
Kalimat tersebut Catherine ucapkan saat dirinya menjadi salah satu narasumber pada siniar atau podcast yang tayang di kanal Youtube.
Dalam podcast itu, Catherine mengaku sudah memaafkan para pelaku pembunuh ayahnya agar rasa dendam tak menguasai hidupnya.
Dengan memaafkan, Catherine mengaku dapat menemukan kedamaian yang sebelumnya tak pernah ia rasakan.
Sikap kesatria yang ditunjukkan oleh Catherine itu pun turut mengundang atensi dari banyak pihak. Salah satunya, dari Direktur PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) Irwan Hidayat.
Irwan merasa sangat tersentuh sekaligus terinspirasi atas sikap besar hati yang diperlihatkan oleh Catherine.
Bagi dirinya, pengampunan yang ditunjukkan oleh puteri sulung DI Pandjaitan itu adalah nilai kuat yang perlu menjadi contoh bagi setiap orang.
Ajakan kerja sama
Atas dasar kekaguman terhadap sikap yang dicontohkan oleh Catherine, Irwan memutuskan untuk mengajak perempuan berusia 77 tahun itu untuk terlibat dalam iklan Tolak Linu yang baru sebagai bintang utama.
Melalui iklan itu, Irwan mengaku ingin menyampaikan pesan moral dan inspiratif kepada banyak orang lewat salah satu produk unggulannya.
Sebenarnya, dirinya sudah pernah membuat iklan yang mengangkat tema pengampunan sekitar 10 tahun lalu.
“Namun, ketika melihat Catherine dalam podcast tersebut, saya merasa bahwa ini jadi saat yang tepat untuk kembali mengusung pesan yang sama. Utamanya, di masa seperti sekarang, di mana banyak orang bertikai, baik di dalam keluarga, perusahaan, maupun antar masyarakat," ujar Irwan saat wawancara dengan awak media di sela jeda syuting iklan terbaru Tolak Linu di Rumah Kucing Cirendeu, Tangerang Selatan, Senin (14/10/2024).
Dok. Kompas.com/Erlangga Satya Irwan dan Catherine di sela persiapan iklan terbaru Tolak Linu.Irwan menambahkan, selain memaafkan, Catherine juga bisa menjalin hubungan baik dengan keluarga para pelaku pembunuhan ayahnya saat mereka datang untuk minta maaf.
Terkait tindakan itu, Irwan memuji Catherine karena mampu menjadi pribadi dengan hati yang lapang.
Irwan juga menyebutkan bahwa nilai pengampunan jauh lebih mendalam dibandingkan dengan sekadar mencintai.
"Mengampuni itu lebih sulit dan lebih dalam dari mencintai. Sebab, dalam cinta, kita memberikan kasih sayang kepada mereka yang memang layak untuk dicintai. Namun, dalam pengampunan, kita memberikan ruang bagi mereka yang mungkin telah menyakiti. Itu adalah sesuatu yang sangat besar," kata Irwan.
Musibah yang menimpa Catherine, tambah Irwan, juga mengingatkannya pada peristiwa pembunuhan terhadap Ade Sara Angelina, seorang mahasiswi berusia 19 tahun dari salah satu perguruan tinggi di Indonesia.
Pada 2014, Ade Sara dibunuh oleh pacarnya, Ahmad Imam Al Hafid, dan temannya, Asyifa Ramadhani.
Meski korban adalah anak tunggal dari pasangan Suroto dan Elisabeth Diana, tapi kedua orangtua Ade Sara juga memaafkan perbuatan para pelaku.
“Bahkan, ibu korban menyatakan telah beberapa kali mengunjungi Hafid di rumah tahanan dan bertemu dengannya. Sementara, Syifa baru bertemu satu kali karena ia beberapa kali menolak saat dikunjungi," terang Irwan.
Irwan berharap, iklan terbaru Tolak Linu yang melibatkan Catherine dapat memberikan inspirasi kepada masyarakat untuk saling memaafkan.
"Saya harap, (iklan ini) bisa menginspirasi banyak orang. Jika ada satu keluarga saja yang sebelumnya bertikai, lalu saling memaafkan setelah melihat iklan ini, maka saya merasa kampanye ini sudah berhasil," tutur Irwan.
Proses panjang
Meski ia dipuji karena memiliki sikap lapang dada, Catherine mengaku bahwa untuk sampai ke titik tersebut bukanlah perkara mudah.
Baginya, peristiwa G30S/PKI yang merenggut nyawa ayahnya adalah tragedi kelam yang terus menghantui ia dan keluarganya. Apalagi, Chaterine menyaksikan secara langsung peristiwa penculikan ayahnya.
Ia yang saat itu baru berusia 17 tahun mengaku bahwa kejadian tersebut selalu jadi mimpi buruk yang terus mengikutinya.
Namun, seiring waktu, Catherine menemukan bahwa jalan menuju kedamaian adalah melalui pengampunan, bukan dendam.
“Setiap kali tanggal 1 Oktober tiba, saya selalu merenung tentang apa yang terjadi pada keluarga saya. Saat itulah saya benar-benar belajar bahwa kebencian hanya akan menambah penderitaan. Saya harus melewati perjalanan spiritual dan emosional yang panjang,” ucap Catherine.
Awalnya, tambah Catherine, dirinya terus merasa marah, kecewa, dan sulit menerima kenyataan karena ayahnya harus meninggal dalam keadaan tragis.
Namun, Catherine menemukan kekuatan dalam keyakinan agamanya yang membantunya untuk melepaskan hal tersebut.
"Saya adalah orang yang taat beribadah. Dalam agama, saya diajarkan bahwa berdamai itu penting. Saya memohon kepada Tuhan untuk memberi saya kekuatan untuk tidak hidup dalam dendam. Seiring waktu, saya melihat Tuhan menggunakan saya untuk menyebarkan pesan kedamaian," ujarnya lagi.
Catherine menambahkan, ia tak ingin terus mendendam karena hal itu dapat membebani orang di sekitarnya, khususnya anak-anak yang ia cintai.
"Saya tidak ingin anak-anak, cucu, atau generasi berikutnya hidup dengan membawa beban kebencian. Jika saya tidak memaafkan, saya hanya akan mengajarkan mereka untuk menyimpan dendam. Saya tidak ingin itu terjadi," ucap Catherine.
Dok. Kompas.com/Erlangga Satya Catherine saat syuting iklan Tolak Linu.Baginya, memaafkan adalah cara untuk menghentikan siklus kebencian yang sering kali diwariskan dari generasi ke generasi.
Catherine menekankan bahwa memaafkan adalah tanggung jawabnya sebagai seorang ibu dan manusia. Terlebih, ia kerap diajarkan hal itu saat beribadah.
Ia juga menyadari bahwa pesan pengampunan yang telah ia jalani selama bertahun-tahun dapat menjadi sesuatu yang lebih besar daripada sekadar pengalaman pribadi.
Itulah yang membuat Catherine bersedia ambil bagian pada iklan Tolak Linu yang dinilai berpotensi untuk memengaruhi banyak orang, terutama masyarakat Indonesia yang masih sering terpecah oleh konflik sosial, politik, dan personal.
"Selama ini, saya berbicara tentang memaafkan di lingkungan kecil, seperti di keluarga dan gereja. Namun, dengan proyek ini, saya merasa diberi kesempatan untuk menyampaikan pesan tersebut kepada masyarakat yang lebih luas. Ini adalah kesempatan yang sangat saya syukuri," tambahnya.
Catherine berharap, iklan Tolak Linu yang ia kerjakan bersama Sido Muncul bisa menyentuh hati banyak orang agar mereka mau saling memaafkan.
“Kita sudah terlalu sering melihat perselisihan, baik di keluarga, di sekolah, maupun media. Oleh karena itu, iklan ini diharapkan dapat menginspirasi banyak orang,” terang Catherine.
Sebagai informasi, Tolak Linu merupakan obat yang mengandung ekstrak herbal dan madu yang digunakan untuk membantu meredakan pegal linu dan nyeri sendi.
Sido Muncul Gelar Operasi Katarak Gratis untuk 150 Masyarakat di Banjarnegara
Operasi katarak gratis merupakan wujud komitmen Sido Muncul untuk membantu mengurangi jumlah angka penderita katarak di Indonesia. Halaman all [786] url asal
#sido-muncul #pt-sido-muncul #irwan-hidayat #operasi-katarak #pt-industri-jamu-dan-farmasi-sido-muncul
(Kompas.com) 13/10/24 17:45
v/16407260/
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk atau Sido Muncul konsisten melawan kebutaan akibat katarak di Indonesia.
Berdasarkan hasil Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB 2014-2016) oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) di 15 provinsi, 1,6 juta orang dari 262 juta jiwa penduduk di Tanah Air mengalami kebutaan.
Merespons permasalahan tersebut, Sido Muncul giat menyelenggarakan operasi katarak gratis bagi masyarakat kurang mampu sejak 2011.
Teranyar, Sido Muncul menggelar bakti sosial (baksos) operasi katarak gratis bagi 150 penderita katarak di wilayah Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (12/10/2024).
Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama Sido Muncul dengan Seksi Penanggulangan Buta Katarak (SPBK) Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Pusat dan Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara.
Bantuan diserahkan secara virtual oleh Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat kepada Direktur RSI Banjarnegara dr Arif Fadlullah Chonar.
Irwan mengatakan, pelaksanaan operasi katarak gratis merupakan wujud komitmen Sido Muncul untuk membantu mengurangi jumlah angka penderita katarak di Indonesia yang terus bertambah setiap tahun
“Kami ingin menggunakan dana yang kami miliki dari iklan dan promosi untuk melakukan hal yang bermanfaat bagi masyarakat. Pertama kali kami mengadakan operasi katarak gratis pada 2011 bekerja sama dengan Yayasan Mata Hati,” ujar Irwan kepada Kompas.com, Sabtu.
Untuk diketahui, operasi katarak gratis tersebut dihadiri sejumlah stakeholder, antara lain Bupati Banjarnegara Muhamad Masrofi, Ketua DPRD Banjarnegara Anas Hidayat, Kapolres Banjarnegara AKBP Erick Budi Santoso, serta Komandan Kodim 0704/Banjarnegara Letkol Czi Teguh Prasetyanto.
Selain itu, ada pula Kepala Kejaksaan Negeri Banjarnegara Fadhila Maya Sari, Ketua Pengadilan Negeri Banjarnegara Anteng Supriyo, Sekretariat Daerah (Sekda) Banjarnegara Indarto, Ketua Yayasan RSI Banjarnegara Supriyo, serta Pembina Yayasan RSI Banjarnegara Moh Chamzah Hasan.
Irwan melanjutkan, terhitung sejak 2011 hingga saat ini, Sido Muncul telah mengoperasi lebih dari 57.000 mata di seluruh Indonesia.
Ia berharap, lewat aksi sosial yang digagas Sido Muncul, jumlah penderita katarak di Tanah Air semakin kecil sehingga dapat memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
“Orang itu kalau kehilangan penglihatan, 50 persen kualitas hidupnya hilang. Apalagi, masalah katarak terus bertambah setiap tahun. Untuk itu, kehadiran kami bukan hanya membantu, tetapi juga memberitahu kepada masyarakat luas bahwa katarak dapat disembuhkan hanya dengan operasi,” terang Irwan.
Dok. KOMPAS.com/ Yakob Arfin TS Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat.Program TCSR Sido Muncul
Selain operasi katarak gratis, Sido Muncul juga mengadakan operasi bibir sumbing gratis di berbagai wilayah di Indonesia.
Tidak hanya itu, Sido Muncul turut memberikan bantuan kepada anak-anak penderita stunting sebagai bentuk komitmen untuk meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat.
Irwan melanjutkan, aksi sosial serta pemberdayaan masyarakat yang digagas selama ini merupakan bagian dari program Total Corporate Social Responsibility (TCSR) Sido Muncul.
“Aksi TCSR Sido Muncul bersumber dari penggabungan dana iklan serta dana CSR yang dialokasikan perusahaan. Dengan cara ini (penggabungan dana), kami dapat membantu masyarakat sekaligus beriklan sehingga lebih efektif. Kalau hanya menggunakan alokasi CSR berdasarkan keuntungan sebesar 2 persen tidak akan memadai,” jelas Irwan.
Irwan menambahkan, dana CSR yang dialokasikan Sido Muncul saat ini sebesar 3-4 persen. Jumlah ini lebih besar dari ketentuan Undang-Undang Perseroan Terbatas dan Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2012. Dalam beleid itu, besaran dana CSR yang harus dianggarkan perusahaan minimal 2 persen.
Dok. Sido Muncul Direktur RSI Banjarnegara dr Arif Fadlullah Chonar mengapresiasi inisiatif Sido Muncul menggelar operasi katarak gratis bagi masyarakat di wilayah Banjarnegara.Berkat penggabungan dana tersebut, imbuh Irwan, berbagai aksi sosial serta pemberdayaan dapat menjangkau masyarakat lebih luas. Tidak hanya di ranah kesehatan masyarakat, tetapi juga kesadaran terhadap potensi wisata di Indonesia.
“Pada 2011, kami membuat iklan tentang Labuan Bajo. Di sisi lain, kunjungan wisatawan asing ke Labuan Bajo pada 2010 hanya 18.000 wisatawan mancanegara dan 1.000 orang wisatawan lokal. Kini, kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo mencapai 900.000 kunjungan wisatawan. Sebanyak 60 persen di antaranya merupakan wisatawan lokal,” kata Irwan.
Berkat upaya tersebut, Sido Muncul diganjar penghargaan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat di Labuan Bajo Waterfront Marina Area, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (10/8/2024).
Sido Muncul dinilai turut andil dalam memperkenalkan pariwisata Labuan Bajo melalui publikasi elektronik berupa iklan "Ayo ke Labuan Bajo" yang dipublikasikan di stasiun TV nasional pada rentang waktu tahun 2010, 2011, dan 2024.
“Jadi, (aksi sosial dan pemberdayaan harus dilakukan) secara total lewat TCSR. Apa saja dapat digunakan untuk kebermanfaatan bagi masyarakat,” ujar Irwan.
Pada kesempatan sama, Direktur RSI Banjarnegara dr Arif Fadlullah Chonar mengapresiasi inisiatif Sido Muncul menggelar operasi katarak gratis bagi masyarakat di wilayah Banjarnegara.
Ia menilai, katarak perlu ditangani secara tepat karena dapat menyebabkan kebutaan sehingga memengaruhi kualitas hidup masyarakat.
“Saya mengapresiasi kerja sama antara Sido Muncul bersama Perdami dan Yayasan Mata Hati menggelar operasi katarak gratis. Ini merupakan tanggung jawab kepedulian sosial seluruh pihak serta rasa kemanusiaan untuk mewujudkan Banjarnegara yang sejahtera,” kata Arif.
Gandeng Petenis Prancis Alize Lim, Tolak Angin Tingkatkan Popularitas di Kancah Internasional
Tolak Angin gandeng petenis Prancis Alize Lim dalam iklan terbaru untuk memperkuat popularitas global dan mendukung perkembangan tenis di Indonesia. Halaman all [687] url asal
#sido-muncul #irwan-hidayat #produk-herbal #tolak-angin #tenis
(Kompas.com) 26/09/24 07:57
v/15580368/
JAKARTA, KOMPAS.com – PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk menggarap iklan baru untuk Tolak Angin bersama petenis asal Prancis, Alize Lim.
Penggarapan iklan dilaksanakan di bilangan Cipete, Jakarta Selatan. Sejak pagi, puluhan orang yang terdiri dari kru syuting, awak media, dan tim internal Sido Muncul telah berkumpul di lokasi.
Suasana hangat begitu terasa sepanjang pengambilan gambar. Langit pagi Jakarta yang cerah turut mendukung lancarnya kegiatan tersebut.
Alize pun tampil memukau dalam balutan seragam tenis berwarna putih dan riasan natural. Kepiawaiannya dalam memainkan pukulan-pukulan tenis berhasil memikat seluruh hadirin.
Lahir di Paris pada 13 Juli 1990, Alize meniti karier sebagai petenis profesional. Peringkat tertingginya mencapai 135 dunia pada kategori tunggal dan 148 pada kategori ganda. Sukses memetik gelar di berbagai turnamen Internasional Tennis Federation (ITF), ia membuktikan bakat dan dedikasinya pada olahraga tersebut.
Sayangnya, Alize terpaksa menepi dari kompetisi besar akibat cedera pada 2020. Tak patah semangat, ia beralih profesi menjadi komentator dan pembawa acara pertandingan tenis. Kemampuannya dalam menyiarkan pertandingan tenis pun kian berkembang hingga mengantarkannya pada kesuksesan di bidang tersebut.
“Sekarang Alize berperan sebagai host karena pernah mengalami cedera. Karena kecintaannya pada dunia tenis, dia tetap ingin menggeluti bidang ini. Sekarang dia menjadi host di pertandingan-pertandingan tenis,” jelas Wakil Direktur Marketing Sido Muncul Maria Reviani Hidayat saat ditemui di sela-sela syuting iklan.
Kendati demikian, kecintaan Alize pada tenis tak pernah padam. Ia masih aktif mengikuti beberapa kompetisi kecil dan tekun berlatih.
KOMPAS.com/HOTRIA MARIANA Suasana syuting iklan terbaru Tolak Angin.Mencintai tenis sejak lama
Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat menjelaskan bahwa pemilihan tema olahraga tenis dalam iklan Tolak Angin kali ini bukan tanpa alasan. Selain menyukai tenis, ia juga berkeinginan untuk memajukan olahraga tersebut di Indonesia.
"Saya dan keluarga sudah menjadi pencinta tenis selama 55 tahun dan tidak pernah beralih ke olahraga lain," ujarnya saat ditemui di sela-sela syuting iklan.
Maria pun tak menampik hal tersebut. Ia berujar, keluarganya memang mencintai tenis. Dipilihnya Alize sebagai bintang iklan diharapkan bisa meningkatkan kecintaan masyarakat pada olahraga tersebut.
“Seperti yang ayah saya katakan, kami ingin dunia tenis di Indonesia maju. Semoga dengan iklan ini, kami dapat meningkatkan gairah untuk bermain tenis. Kami juga berharap semua orang terinspirasi untuk berolahraga demi kesehatan. Di Indonesia banyak sekali jenis olahraga, tetapi tenis adalah salah satu yang keluarga kami sukai,” ujarnya.
Cinta Irwan pada tenis pun sudah dibuktikan lewat pembangunan lapangan tenis di Semarang dan Jakarta.
"Banyak fasilitas baru yang sedang dibangun. Dengan fasilitas yang semakin memadai, minat masyarakat terhadap tenis diharapkan bisa meningkat,” imbuhnya.
Terkait pemilihan Alize sebagai bintang iklan Tolak Angin, Irwan bercerita bahwa ada fakta menarik soal ini. Timnya menemukan bahwa Alize juga gemar mengonsumsi produk herbal tersebut. Kesamaan garis keturunan kian memantapkan Irwan untuk bekerja sama dengannya.
“Selain itu, ia memiliki garis keturunan (marga) yang sama dengan saya, yaitu dari sang ayah yang berdarah Vietnam,” jelas Irwan.
Irwan menekankan, pemilihan bintang iklan internasional tidak mengurangi rasa nasionalisme. Ia tetap berkomitmen pada kemajuan Indonesia, baik dalam bidang kesehatan maupun olahraga.
Lagi pula, keputusan tersebut bukan pertama kalinya bagi Sido Muncul. Sebelumnya, perusahaan ini pernah bekerja sama dengan putri Senator Filipina Benigno Aquino Jr Kris Aquino dan petinju profesional Filipina Manny Pacquiao.
“Saya tetap nasionalis, lebih dari nasionalis. Namun, saya ingin ada orang Eropa yang mengiklankan Tolak Angin, bukan hanya mengonsumsi,” ujarnya.
Irwan berharap dengan menunjuk Alize sebagai bintang iklan, popularitas Tolak Angin dapat meningkat tidak hanya di Indonesia tetapi juga secara global.
“Iya, semoga dengan bintang iklan ini, kami dapat mempopulerkan olahraga tenis dan membuat Tolak Angin diterima tidak hanya di Indonesia, tetapi juga secara global,” ujar Maria menambahkan.
Produk Tolak Angin sendiri sudah banyak tersedia di toko-toko Asia di seluruh dunia, dengan penjualan tertinggi masih dipegang oleh negara-negara Asia.
“Pasar Tolak Angin di Eropa terus berkembang, meskipun masih menghadapi berbagai tantangan. Produk kami diterima dengan baik di luar negeri. Jika pergi ke toko-toko oriental, pasti akan menemukannya," ujar Irwan.
Selain syuting iklan, Sido Muncul juga mengadakan pertandingan tenis antara Alize melawan petenis Indonesia Janice Tjen di Lapangan Tenis Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Selasa (9/7/2024). Acara ini diharapkan dapat memberikan semangat baru bagi para penggemar tenis di Indonesia.
Gandeng Petenis Prancis Alize Lim, Tolak Angin Tingkatkan Popularitas di Kancah Internasional
Tolak Angin gandeng petenis Prancis Alize Lim dalam iklan terbaru untuk memperkuat popularitas global dan mendukung perkembangan tenis di Indonesia. Halaman all [687] url asal
#sido-muncul #irwan-hidayat #produk-herbal #tolak-angin #tenis
(Kompas.com) 26/09/24 07:57
v/15572531/
JAKARTA, KOMPAS.com – PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk menggarap iklan baru untuk Tolak Angin bersama petenis asal Prancis, Alize Lim.
Penggarapan iklan dilaksanakan di bilangan Cipete, Jakarta Selatan. Sejak pagi, puluhan orang yang terdiri dari kru syuting, awak media, dan tim internal Sido Muncul telah berkumpul di lokasi.
Suasana hangat begitu terasa sepanjang pengambilan gambar. Langit pagi Jakarta yang cerah turut mendukung lancarnya kegiatan tersebut.
Alize pun tampil memukau dalam balutan seragam tenis berwarna putih dan riasan natural. Kepiawaiannya dalam memainkan pukulan-pukulan tenis berhasil memikat seluruh hadirin.
Lahir di Paris pada 13 Juli 1990, Alize meniti karier sebagai petenis profesional. Peringkat tertingginya mencapai 135 dunia pada kategori tunggal dan 148 pada kategori ganda. Sukses memetik gelar di berbagai turnamen Internasional Tennis Federation (ITF), ia membuktikan bakat dan dedikasinya pada olahraga tersebut.
Sayangnya, Alize terpaksa menepi dari kompetisi besar akibat cedera pada 2020. Tak patah semangat, ia beralih profesi menjadi komentator dan pembawa acara pertandingan tenis. Kemampuannya dalam menyiarkan pertandingan tenis pun kian berkembang hingga mengantarkannya pada kesuksesan di bidang tersebut.
“Sekarang Alize berperan sebagai host karena pernah mengalami cedera. Karena kecintaannya pada dunia tenis, dia tetap ingin menggeluti bidang ini. Sekarang dia menjadi host di pertandingan-pertandingan tenis,” jelas Wakil Direktur Marketing Sido Muncul Maria Reviani Hidayat saat ditemui di sela-sela syuting iklan.
Kendati demikian, kecintaan Alize pada tenis tak pernah padam. Ia masih aktif mengikuti beberapa kompetisi kecil dan tekun berlatih.
KOMPAS.com/HOTRIA MARIANA Suasana syuting iklan terbaru Tolak Angin.Mencintai tenis sejak lama
Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat menjelaskan bahwa pemilihan tema olahraga tenis dalam iklan Tolak Angin kali ini bukan tanpa alasan. Selain menyukai tenis, ia juga berkeinginan untuk memajukan olahraga tersebut di Indonesia.
"Saya dan keluarga sudah menjadi pencinta tenis selama 55 tahun dan tidak pernah beralih ke olahraga lain," ujarnya saat ditemui di sela-sela syuting iklan.
Maria pun tak menampik hal tersebut. Ia berujar, keluarganya memang mencintai tenis. Dipilihnya Alize sebagai bintang iklan diharapkan bisa meningkatkan kecintaan masyarakat pada olahraga tersebut.
“Seperti yang ayah saya katakan, kami ingin dunia tenis di Indonesia maju. Semoga dengan iklan ini, kami dapat meningkatkan gairah untuk bermain tenis. Kami juga berharap semua orang terinspirasi untuk berolahraga demi kesehatan. Di Indonesia banyak sekali jenis olahraga, tetapi tenis adalah salah satu yang keluarga kami sukai,” ujarnya.
Cinta Irwan pada tenis pun sudah dibuktikan lewat pembangunan lapangan tenis di Semarang dan Jakarta.
"Banyak fasilitas baru yang sedang dibangun. Dengan fasilitas yang semakin memadai, minat masyarakat terhadap tenis diharapkan bisa meningkat,” imbuhnya.
Terkait pemilihan Alize sebagai bintang iklan Tolak Angin, Irwan bercerita bahwa ada fakta menarik soal ini. Timnya menemukan bahwa Alize juga gemar mengonsumsi produk herbal tersebut. Kesamaan garis keturunan kian memantapkan Irwan untuk bekerja sama dengannya.
“Selain itu, ia memiliki garis keturunan (marga) yang sama dengan saya, yaitu dari sang ayah yang berdarah Vietnam,” jelas Irwan.
Irwan menekankan, pemilihan bintang iklan internasional tidak mengurangi rasa nasionalisme. Ia tetap berkomitmen pada kemajuan Indonesia, baik dalam bidang kesehatan maupun olahraga.
Lagi pula, keputusan tersebut bukan pertama kalinya bagi Sido Muncul. Sebelumnya, perusahaan ini pernah bekerja sama dengan putri Senator Filipina Benigno Aquino Jr Kris Aquino dan petinju profesional Filipina Manny Pacquiao.
“Saya tetap nasionalis, lebih dari nasionalis. Namun, saya ingin ada orang Eropa yang mengiklankan Tolak Angin, bukan hanya mengonsumsi,” ujarnya.
Irwan berharap dengan menunjuk Alize sebagai bintang iklan, popularitas Tolak Angin dapat meningkat tidak hanya di Indonesia tetapi juga secara global.
“Iya, semoga dengan bintang iklan ini, kami dapat mempopulerkan olahraga tenis dan membuat Tolak Angin diterima tidak hanya di Indonesia, tetapi juga secara global,” ujar Maria menambahkan.
Produk Tolak Angin sendiri sudah banyak tersedia di toko-toko Asia di seluruh dunia, dengan penjualan tertinggi masih dipegang oleh negara-negara Asia.
“Pasar Tolak Angin di Eropa terus berkembang, meskipun masih menghadapi berbagai tantangan. Produk kami diterima dengan baik di luar negeri. Jika pergi ke toko-toko oriental, pasti akan menemukannya," ujar Irwan.
Selain syuting iklan, Sido Muncul juga mengadakan pertandingan tenis antara Alize melawan petenis Indonesia Janice Tjen di Lapangan Tenis Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Selasa (9/7/2024). Acara ini diharapkan dapat memberikan semangat baru bagi para penggemar tenis di Indonesia.
Terapkan Standar Lingkungan Hidup, Agrowisata Sido Muncul Semarang Raih Penghargaan Adi Niti dari Kementerian LHK
Lembaga Konservasi (LK) Agrowisata Sido Muncul Semarang dinilai sukses terapkan standar terkait lingkungan hidup. Halaman all [1,048] url asal
#penghargaan #lingkungan #sido-muncul #irwan-hidayat #jamu #sdg13-penanganan-perubahan-iklim #sdg15-ekosistem-daratan
(Kompas.com - Money) 11/09/24 18:10
v/14963002/
JAKARTA, KOMPAS.com – Lembaga Konservasi (LK) Agrowisata Sido Muncul Semarang meraih penghargaan Adi Niti untuk kategori Pelaku Usaha Penerap Standar.
Penghargaan tersebut diberikan oleh Badan Standardisasi Instrumen Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BSILHK) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya kepada Direktur PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk Irwan Hidayat pada acara Pekan Standar Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PeSTA 2024) yang diadakan di Auditorium Manggala Wanabakti, Jakarta, Selasa (10/9/2024).
Sebagai informasi, LK Agrowisata Sido Muncul Semarang berfokus pada konservasi sumber daya hayati, baik flora maupun fauna.
Agrowisata itu memiliki visi untuk memberikan kontribusi nyata dalam konservasi sumber daya hayati bagi masyarakat dan lingkungan. Misinya mencakup tiga aspek utama, yaitu edukasi, sosial, dan ekonomi.
Saat ini, LK Agrowisata Sido Muncul Semarang memiliki 154 ekor dari 52 jenis satwa, baik yang dilindungi maupun yang tidak dilindungi.
Selain itu, agrowisata tersebut juga memiliki 400 spesies tanaman rempah dan obat. Hal ini menjadikan LK Agrowisata Sido Muncul sebagai salah satu contoh nyata peran sektor swasta dalam pelestarian keanekaragaman hayati.
Irwan mengatakan, penghargaan yang diraih LK Agrowisata Sido Muncul Semarang merupakan bentuk pengakuan atas komitmen Sido Muncul dalam menerapkan standar lingkungan yang tinggi.
Menurutnya, penerapan standar lingkungan di agrowisata tersebut sudah dilakukan perusahaan, bahkan jauh sebelum BSILHK mengeluarkan standarnya.
“Kami sudah mengikuti standar pengelolaan lembaga konservasi jauh sebelum standar BSILHK ada. Jadi, kami sudah menjaga lingkungan itu sudah sejak lama,” ujar Irwan kepada awak media.
Dok. Sido Muncul Irwan saat menerima penghargaan dari Menteri LHK Siti Nurbaya.Irwan menambahkan, penghargaan dari BSILHK tidak diraih secara instan. Pasalnya, Sido Muncul harus melewati sejumlah tahapan dan seleksi ketat.
Tahapan itu dimulai oleh BSILHK pada 7-8 Mei 2024 dengan melakukan pengumpulan data dan verifikasi lapangan terhadap seluruh aktivitas di LK Agrowisata Sido Muncul Semarang.
Aktivitas tersebut meliputi aspek legal, administrasi, laporan, sarana dan prasarana, sumber daya manusia, hingga manajemen pengelolaan satwa.
Setelah melalui proses seleksi yang ketat, LK Agrowisata Sido Muncul dinyatakan lolos dan berhasil dinominasikan sebagai calon penerima penghargaan pada Selasa (3/9/2024).
Diharapkan memotivasi banyak pihak
Irwan berharap, penerapan standar lingkungan hidup dari BSILHK dapat memudahkan semua pihak, khususnya para pelaku usaha, dalam mengikuti aturan yang berlaku.
"Dengan adanya standar, kita tidak lagi berada dalam kebingungan atau tafsir yang berbeda-beda. Standar ini memudahkan semua pihak untuk mengikuti aturan dan menjaga keseimbangan antara kegiatan ekonomi dan perlindungan lingkungan,” kata Irwan.
Tak hanya itu, Irwan juga menekankan pentingnya keberlanjutan penerapan standar ini dalam kegiatan bisnis.
Menurutnya, menjaga lingkungan dan mengikuti aturan yang berlaku sama pentingnya dengan menjalankan bisnis.
“Kami ingin berbisnis dengan mendapatkan keuntungan, tetapi tidak merusak lingkungan. Bahkan, kami ingin memberikan kontribusi nyata. Untuk BSILHK, semoga penghargaan Adi Niti juga dapat menjadi motivasi bagi para pelaku usaha lain agar lebih peduli terhadap lingkungan. Dengan penerapan standar lingkungan yang baik, keberlanjutan bisnis kelestarian alam dapat terjaga,” ucapnya.
Konsisten sejak dulu
Kepala Balai Penerapan Standar Instrumen Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPSILHK) Solo sekaligus Dewan Juri Adi Niti Yoyok Sigit Haryotomo mengungkapkan alasan di balik terpilihnya LK Agrowisata Sido Muncul Semarang sebagai penerima penghargaan.
Menurutnya, agrowisata yang dioperasikan Sido Muncul itu mampu menunjukkan konsistensi luar biasa dalam melakukan pengelolaan.
Saat melakukan verifikasi, tim penilai menemukan bahwa Sido Muncul telah mengimplementasikan standar operasional prosedur (SOP) yang komprehensif. Hal ini meliputi pengelolaan laboratorium udara, tanah, dan air.
"Tak hanya itu, yang lebih mengesankan, mereka memiliki SOP khusus untuk penanganan satwa, termasuk pencegahan penyakit dan manajemen reproduksi melalui dukungan dokter hewan profesional," ucap Yoyok.
Selain memenuhi standar, Sido Muncul juga dinilai telah menciptakan model ekonomi sirkular yang berdampak besar pada lingkungan sekitar.
"Mereka berhasil mengintegrasikan aspek konservasi dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ini menempatkan mereka dalam kategori kelas satu menurut Undang-Undang Cipta Kerja. Pencapaian LK Agrowisata Sido Muncul Semarang ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lain untuk berkontribusi positif,” ujar Yoyok.
Dok. Kompas.com/Erlangga Satya Kepala LK Agrowisata Sido Muncul Semarang Bambang Supartoko (kiri) serta Kepala BSILHK Ary Sudijanto (tengah) dan Kepala BPSILHK Solo Yoyok Sigit Haryotomo (kanan).Sementara itu, Kepala BSILHK Ary Sudijanto menjelaskan bahwa kesuksesan LK Agrowisata Sido Muncul Semarang juga tak lepas berkat inisiatif dalam menjaga lingkungan, termasuk sebelum diberlakukannya standardisasi.
"Kami memberikan penghargaan Adi Niti untuk kategori Pelaku Usaha Penerap Standar kepada Sido Muncul karena mereka sebagai pelaku usaha telah menerapkan standar tanaman satwa liar (TSL), bahkan sebelum kami meresmikannya. Penerapan standar oleh Sido Muncul sejalan dengan standar yang kami kembangkan dan itulah yang kami apresiasi," jelas Ary.
Ary menambahkan, keberhasilan Sido Muncul dalam meraih penghargaan Adi Niti pun membuktikan bahwa standar lingkungan yang tinggi bukan halangan, melainkan peluang untuk inovasi dan pertumbuhan berkelanjutan.
"Dengan standar yang jelas, pelaku usaha justru dimudahkan dalam menjalankan praktik bisnis yang bertanggung jawab," terang Ary.
Kepala LK Agrowisata Sido Muncul Semarang Bambang Supartoko menjelaskan bahwa penerapan standar lingkungan hidup yang dilakukan oleh pihaknya merupakan sebuah keharusan.
Oleh karena itu, hal itu mereka lakukan jauh sebelum ada imbauan dari pemerintah.
Menurutnya, penerapan standar lingkungan hidup di LK Agrowisata Sido Muncul Semarang penting untuk menjaga kelestarian.
Pada LK Agrowisata Sido Muncul Semarang, pihaknya mengaku menerapkan sejumlah standar yang cukup banyak terkait linkungan hidup.
“Standar yang kami terapkan dalam mengelola sumber daya genetik, flora, dan fauna di LK Agrowisata Sido Muncul Semarang dilakukan dengan prinsip-prinsip yang sesuai dengan aturan administrasi, legal, dan tata kelola yang baik. Kami secara konsiten terus menerapkan hal ini,” ujar Bambang.
Tentukan standar
Mengenani BSILHK, Siti menerangkan bahwa badan ini berfungsi untuk menentukan standar, mengikuti implementasi, serta mengaplikasikan berbagai inovasi untuk dapat mencapai standar yang dikeluarkan oleh kementerian LHK.
Selain itu, BSILHK juga jadi bentuk dukungan nyata KLHK dalam mengawal transformasi menuju titik keseimbangan dalam pengelolaan sumber daya alam dengan fondasi asas keberlanjutan dengan memperhatikan aspek environmental, social, and governance (ESG).
“Saya yakin, ke depan, standar-standar LHK akan semakin memudahkan sistem kerja sehingga pemanfaatan lingkungan hidup dan kehutanan di Indonesia dapat terjaga dengan ukuran yang jelas dan bisa bermanfaat bagi seluruh anak bangsa,” ujar Siti.
Terkait PeSTA 2024, Siti berharap agar capaian kinerja standar LHK dapat tersampaikan secara luas kepada publik.
“Ini sangat tepat karena esensi keberadaan standar bagi instrumen yang ada adalah menyediakan ukuran yang pasti dalam pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan beserta pemanfaatannya di Indonesia. KLHK bersama para pihak lain telah dan akan terus melakukan berbagai inovasi menuju paradigma dan keseimbangan baru. Penguatan standar menjadi bagian pentingnya,” kata Siti.
Raih Trophy Keris Kehormatan Nusantara CSR Awards 2024, Irwan Hidayat: Jadi Motivasi untuk Lebih Berdampak
Irwan disebutkan memiliki keberanian dalam menghadapi risiko yang dijalankan bisnisnya, terutama isu sosial dan keberlanjutan. Halaman all [852] url asal
#penghargaan #award #sido-muncul #irwan-hidayat #jamu
(Kompas.com) 18/07/24 11:50
v/11177304/
JAKARTA, KOMPAS.com – Direktur PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk Irwan Hidayat mendapatkan penghargaan Trophy Keris Kehormatan Nusantara CSR Awards 2024 sebagai Pemimpin Transformasi Bisnis Berkelanjutan.
Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Chairman The La Tofi School of Social Responsibility, La Tofi, pada ajang Nusantara CSR Award 2024 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Rabu (17/7/2024).
Nusantara CSR Awards diselenggarakan oleh La Tofi School of Social Responsibility. Penghargaan di ajang ini diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang dianggap mempunyai komitmen dan kontribusi bagi masyarakat dan lingkungan demi mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih baik.
Selain perusahaan, Nusantara CSR Awards juga memberikan apresiasi kepada pemimpin perusahaan yang dinilai berkomitmen dalam kehidupan sosial.
Irwan mengatakan, ia bangga bisa mendapatkan penghargaan individu pada ajang Nusantara CSR Award 2024.
Menurutnya, setiap perusahaan perlu mengimplementasikan program corporate social responsibility (CSR).
Usai ajang penghargaan, Irwan pun menyempatkan diri bercerita terkait perjalanannya dalam menyelami isu sosial dan keberlanjutan kepada awak media, termasuk Kompas.com.
“Saya mengenal CSR sekitar 1980-1990. Ketentuannya itu (adalah) perusahaan perlu membagikan sekitar 2 persen profitnya. Kami (Sido Muncul) dulu masih kecil. Namun, saya tertarik dengan program CSR karena ini bertujuan untuk membantu banyak orang. Secara tidak langsung juga membantu pemerintah,” ujar Irwan.
Untuk menjalankan program tersebut, tambah Irwan, ia berinisiatif menggunakan dana dari keuntungan iklan yang didapat oleh Sido Muncul.
Dari situ, Sido Muncul pun mulai melakukan berbagai program kemanusiaan untuk membantu masyarakat agar mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
Meski begitu, Irwan mengakui bahwa dana sebesar 2 persen dari profit yang diberikan untuk program CSR perusahaan belum sepenuhnya bisa membantu banyak orang secara optimal.
Oleh karena itu, ia pun memutuskan untuk menambah alokasinya agar kehadiran Sido Muncul bisa bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami terus beriklan, lalu keuntungannya dialokasikan untuk mengadakan berbagai program penting. Salah satu program tersebut adalah operasi untuk penderita katarak. Kemudian, ada program operasi bibir sumbing dan mengatasi tengkes atau stunting. Ketiganya masuk dalam program sosial yang dijalankan perusahaan,” tuturnya.
Selain program sosial, Sido Muncul juga memiliki program pengembangan masyarakat dan penciptaan nilai sosial yang masuk dalam program CSR serta keberlanjutan.
Menurut Irwan, semua program tersebut sangat penting karena menjadi penanda kehadiran perusahaan di tengah masyarakat.
“Ke depan, kami akan terus menjalankan program tersebut. Upaya ini juga membuat Sido Muncul dikenal oleh banyak orang,” ucapnya.
Sebelum bergegas, Irwan secara khusus berterima kepada La Tofi yang telah memberikan dirinya penghargaan.
Penghargaan yang diberikan oleh La Tofi semakin memotivasinya dan pemimpin perusahaan lain agar mereka bisa lebih berdampak positif di masa depan.
“Terima kasih La Tofi. Anda itu lebih hebat dari semua perusahaan karena terus memberikan arahan dalam membantu masyarakat melalui edukasi terkait CSR. Dia itu sangat menginspirasi lewat apa yang telah ia berikan,” terang Irwan.
Pemimpin yang berani
Terkait penghargaan untuk Irwan, La Tofi menjelaskan bahwa Direktur Sido Muncul tersebut pantas diapresiasi. Irwan memiliki keberanian dalam menghadapi risiko yang dijalankan bisnisnya, terutama isu sosial dan keberlanjutan.
Dok. Kompas.com/Erlangga Satya Irwan Hidayat bersama jajaran staff Sido Muncul usai menerima penghargaan.“Saya mengenal Pak Irwan lebih dari 10 tahun lalu. Untuk berdampak bagi masyarakat, beliau justru malah membenahi internal perusahaannya dulu agar tidak mencemari lingkungan. Makin ke sini, saya melihat Pak Irwan justru semakin berani mengambil tanggung jawab dari risiko bisnis yang lebih besar,” jelas La Tofi.
Selain berani, La Tofi menilai Irwan sebagai sosok yang hebat karena mau merangkul berbagai kalangan masyarakat saat menjalankan berbagai upaya keberlanjutan Sido Muncul.
Secara tidak langsung, hal tersebut membuat masyarakat menjadi dekat dan masuk sebagai bagian penting dalam entitas bisnis perusahaan.
“Upaya ini membuat Sido Muncul diapresiasi masyarakat. Pak Irwan juga dikagumi karena merupakan sosok pemimpin yang tidak konvensional dan tidak sekadar cari untung. Keuntungan dari Sido Muncul malah dibagikan kembali untuk membantu kesejahteraan masyarakat. Itu alasan Pak Irwan pantas diganjar penghargaan,” ucap La Tofi.
La Tofi menambahkan, keberanian dan kehebatan Irwan dalam menanggung risiko tersebut juga membuat Sido Muncul menjadi perusahaan yang berkelanjutan.
“Penilaian terkait pemberian penghargaan Pemimpin Transformasi Bisnis Berkelanjutan itu sangat lama prosesnya. Lebih dari dua tahun. Pak Irwan sendiri pantas dihargai karena jadi teladan sebagai pemimpin yang bertanggung jawab,” jelas La Tofi.
Terkait CSR Sido Muncul, tambah La Tofi, semua program yang dihadirkan sudah sangat baik. Semua program milik Sido Muncul mampu menjawab semua tantangan sosial di tengah masyarakat Indonesia.
“Dalam kehidupan sosial, ketika masyarakat terganggu, itu kan jadi berpengaruh ke banyak hal, termasuk ekonomi. Nah, Sido Muncul berhasil di sini. Dengan menangani isu sosial, perusahaan juga secara tak langsung bisa menangani masalahnya sendiri. Saat kondisi masyarakat membaik, mereka juga jadi lebih sering mengonsumsi produk Sido Muncul,” ujarnya.
Raih Trophy Keris Kehormatan Nusantara CSR Awards 2024, Irwan Hidayat: Jadi Motivasi untuk Lebih Berdampak
Irwan disebutkan memiliki keberanian dalam menghadapi risiko yang dijalankan bisnisnya, terutama isu sosial dan keberlanjutan. Halaman all [852] url asal
#penghargaan #award #sido-muncul #irwan-hidayat #jamu
(Kompas.com) 18/07/24 11:50
v/11174122/
JAKARTA, KOMPAS.com – Direktur PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk Irwan Hidayat mendapatkan penghargaan Trophy Keris Kehormatan Nusantara CSR Awards 2024 sebagai Pemimpin Transformasi Bisnis Berkelanjutan.
Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Chairman The La Tofi School of Social Responsibility, La Tofi, pada ajang Nusantara CSR Award 2024 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Rabu (17/7/2024).
Nusantara CSR Awards diselenggarakan oleh La Tofi School of Social Responsibility. Penghargaan di ajang ini diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang dianggap mempunyai komitmen dan kontribusi bagi masyarakat dan lingkungan demi mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih baik.
Selain perusahaan, Nusantara CSR Awards juga memberikan apresiasi kepada pemimpin perusahaan yang dinilai berkomitmen dalam kehidupan sosial.
Irwan mengatakan, ia bangga bisa mendapatkan penghargaan individu pada ajang Nusantara CSR Award 2024.
Menurutnya, setiap perusahaan perlu mengimplementasikan program corporate social responsibility (CSR).
Usai ajang penghargaan, Irwan pun menyempatkan diri bercerita terkait perjalanannya dalam menyelami isu sosial dan keberlanjutan kepada awak media, termasuk Kompas.com.
“Saya mengenal CSR sekitar 1980-1990. Ketentuannya itu (adalah) perusahaan perlu membagikan sekitar 2 persen profitnya. Kami (Sido Muncul) dulu masih kecil. Namun, saya tertarik dengan program CSR karena ini bertujuan untuk membantu banyak orang. Secara tidak langsung juga membantu pemerintah,” ujar Irwan.
Untuk menjalankan program tersebut, tambah Irwan, ia berinisiatif menggunakan dana dari keuntungan iklan yang didapat oleh Sido Muncul.
Dari situ, Sido Muncul pun mulai melakukan berbagai program kemanusiaan untuk membantu masyarakat agar mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
Meski begitu, Irwan mengakui bahwa dana sebesar 2 persen dari profit yang diberikan untuk program CSR perusahaan belum sepenuhnya bisa membantu banyak orang secara optimal.
Oleh karena itu, ia pun memutuskan untuk menambah alokasinya agar kehadiran Sido Muncul bisa bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami terus beriklan, lalu keuntungannya dialokasikan untuk mengadakan berbagai program penting. Salah satu program tersebut adalah operasi untuk penderita katarak. Kemudian, ada program operasi bibir sumbing dan mengatasi tengkes atau stunting. Ketiganya masuk dalam program sosial yang dijalankan perusahaan,” tuturnya.
Selain program sosial, Sido Muncul juga memiliki program pengembangan masyarakat dan penciptaan nilai sosial yang masuk dalam program CSR serta keberlanjutan.
Menurut Irwan, semua program tersebut sangat penting karena menjadi penanda kehadiran perusahaan di tengah masyarakat.
“Ke depan, kami akan terus menjalankan program tersebut. Upaya ini juga membuat Sido Muncul dikenal oleh banyak orang,” ucapnya.
Sebelum bergegas, Irwan secara khusus berterima kepada La Tofi yang telah memberikan dirinya penghargaan.
Penghargaan yang diberikan oleh La Tofi semakin memotivasinya dan pemimpin perusahaan lain agar mereka bisa lebih berdampak positif di masa depan.
“Terima kasih La Tofi. Anda itu lebih hebat dari semua perusahaan karena terus memberikan arahan dalam membantu masyarakat melalui edukasi terkait CSR. Dia itu sangat menginspirasi lewat apa yang telah ia berikan,” terang Irwan.
Pemimpin yang berani
Terkait penghargaan untuk Irwan, La Tofi menjelaskan bahwa Direktur Sido Muncul tersebut pantas diapresiasi. Irwan memiliki keberanian dalam menghadapi risiko yang dijalankan bisnisnya, terutama isu sosial dan keberlanjutan.
Dok. Kompas.com/Erlangga Satya Irwan Hidayat bersama jajaran staff Sido Muncul usai menerima penghargaan.“Saya mengenal Pak Irwan lebih dari 10 tahun lalu. Untuk berdampak bagi masyarakat, beliau justru malah membenahi internal perusahaannya dulu agar tidak mencemari lingkungan. Makin ke sini, saya melihat Pak Irwan justru semakin berani mengambil tanggung jawab dari risiko bisnis yang lebih besar,” jelas La Tofi.
Selain berani, La Tofi menilai Irwan sebagai sosok yang hebat karena mau merangkul berbagai kalangan masyarakat saat menjalankan berbagai upaya keberlanjutan Sido Muncul.
Secara tidak langsung, hal tersebut membuat masyarakat menjadi dekat dan masuk sebagai bagian penting dalam entitas bisnis perusahaan.
“Upaya ini membuat Sido Muncul diapresiasi masyarakat. Pak Irwan juga dikagumi karena merupakan sosok pemimpin yang tidak konvensional dan tidak sekadar cari untung. Keuntungan dari Sido Muncul malah dibagikan kembali untuk membantu kesejahteraan masyarakat. Itu alasan Pak Irwan pantas diganjar penghargaan,” ucap La Tofi.
La Tofi menambahkan, keberanian dan kehebatan Irwan dalam menanggung risiko tersebut juga membuat Sido Muncul menjadi perusahaan yang berkelanjutan.
“Penilaian terkait pemberian penghargaan Pemimpin Transformasi Bisnis Berkelanjutan itu sangat lama prosesnya. Lebih dari dua tahun. Pak Irwan sendiri pantas dihargai karena jadi teladan sebagai pemimpin yang bertanggung jawab,” jelas La Tofi.
Terkait CSR Sido Muncul, tambah La Tofi, semua program yang dihadirkan sudah sangat baik. Semua program milik Sido Muncul mampu menjawab semua tantangan sosial di tengah masyarakat Indonesia.
“Dalam kehidupan sosial, ketika masyarakat terganggu, itu kan jadi berpengaruh ke banyak hal, termasuk ekonomi. Nah, Sido Muncul berhasil di sini. Dengan menangani isu sosial, perusahaan juga secara tak langsung bisa menangani masalahnya sendiri. Saat kondisi masyarakat membaik, mereka juga jadi lebih sering mengonsumsi produk Sido Muncul,” ujarnya.