#30 tag 24jam
Sido Muncul Gelar Operasi Katarak Gratis untuk 150 Masyarakat di Banjarnegara
Operasi katarak gratis merupakan wujud komitmen Sido Muncul untuk membantu mengurangi jumlah angka penderita katarak di Indonesia. Halaman all [786] url asal
#sido-muncul #pt-sido-muncul #irwan-hidayat #operasi-katarak #pt-industri-jamu-dan-farmasi-sido-muncul
(Kompas.com) 13/10/24 17:45
v/16407260/
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk atau Sido Muncul konsisten melawan kebutaan akibat katarak di Indonesia.
Berdasarkan hasil Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB 2014-2016) oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) di 15 provinsi, 1,6 juta orang dari 262 juta jiwa penduduk di Tanah Air mengalami kebutaan.
Merespons permasalahan tersebut, Sido Muncul giat menyelenggarakan operasi katarak gratis bagi masyarakat kurang mampu sejak 2011.
Teranyar, Sido Muncul menggelar bakti sosial (baksos) operasi katarak gratis bagi 150 penderita katarak di wilayah Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (12/10/2024).
Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama Sido Muncul dengan Seksi Penanggulangan Buta Katarak (SPBK) Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Pusat dan Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara.
Bantuan diserahkan secara virtual oleh Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat kepada Direktur RSI Banjarnegara dr Arif Fadlullah Chonar.
Irwan mengatakan, pelaksanaan operasi katarak gratis merupakan wujud komitmen Sido Muncul untuk membantu mengurangi jumlah angka penderita katarak di Indonesia yang terus bertambah setiap tahun
“Kami ingin menggunakan dana yang kami miliki dari iklan dan promosi untuk melakukan hal yang bermanfaat bagi masyarakat. Pertama kali kami mengadakan operasi katarak gratis pada 2011 bekerja sama dengan Yayasan Mata Hati,” ujar Irwan kepada Kompas.com, Sabtu.
Untuk diketahui, operasi katarak gratis tersebut dihadiri sejumlah stakeholder, antara lain Bupati Banjarnegara Muhamad Masrofi, Ketua DPRD Banjarnegara Anas Hidayat, Kapolres Banjarnegara AKBP Erick Budi Santoso, serta Komandan Kodim 0704/Banjarnegara Letkol Czi Teguh Prasetyanto.
Selain itu, ada pula Kepala Kejaksaan Negeri Banjarnegara Fadhila Maya Sari, Ketua Pengadilan Negeri Banjarnegara Anteng Supriyo, Sekretariat Daerah (Sekda) Banjarnegara Indarto, Ketua Yayasan RSI Banjarnegara Supriyo, serta Pembina Yayasan RSI Banjarnegara Moh Chamzah Hasan.
Irwan melanjutkan, terhitung sejak 2011 hingga saat ini, Sido Muncul telah mengoperasi lebih dari 57.000 mata di seluruh Indonesia.
Ia berharap, lewat aksi sosial yang digagas Sido Muncul, jumlah penderita katarak di Tanah Air semakin kecil sehingga dapat memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
“Orang itu kalau kehilangan penglihatan, 50 persen kualitas hidupnya hilang. Apalagi, masalah katarak terus bertambah setiap tahun. Untuk itu, kehadiran kami bukan hanya membantu, tetapi juga memberitahu kepada masyarakat luas bahwa katarak dapat disembuhkan hanya dengan operasi,” terang Irwan.
Dok. KOMPAS.com/ Yakob Arfin TS Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat.Program TCSR Sido Muncul
Selain operasi katarak gratis, Sido Muncul juga mengadakan operasi bibir sumbing gratis di berbagai wilayah di Indonesia.
Tidak hanya itu, Sido Muncul turut memberikan bantuan kepada anak-anak penderita stunting sebagai bentuk komitmen untuk meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat.
Irwan melanjutkan, aksi sosial serta pemberdayaan masyarakat yang digagas selama ini merupakan bagian dari program Total Corporate Social Responsibility (TCSR) Sido Muncul.
“Aksi TCSR Sido Muncul bersumber dari penggabungan dana iklan serta dana CSR yang dialokasikan perusahaan. Dengan cara ini (penggabungan dana), kami dapat membantu masyarakat sekaligus beriklan sehingga lebih efektif. Kalau hanya menggunakan alokasi CSR berdasarkan keuntungan sebesar 2 persen tidak akan memadai,” jelas Irwan.
Irwan menambahkan, dana CSR yang dialokasikan Sido Muncul saat ini sebesar 3-4 persen. Jumlah ini lebih besar dari ketentuan Undang-Undang Perseroan Terbatas dan Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2012. Dalam beleid itu, besaran dana CSR yang harus dianggarkan perusahaan minimal 2 persen.
Dok. Sido Muncul Direktur RSI Banjarnegara dr Arif Fadlullah Chonar mengapresiasi inisiatif Sido Muncul menggelar operasi katarak gratis bagi masyarakat di wilayah Banjarnegara.Berkat penggabungan dana tersebut, imbuh Irwan, berbagai aksi sosial serta pemberdayaan dapat menjangkau masyarakat lebih luas. Tidak hanya di ranah kesehatan masyarakat, tetapi juga kesadaran terhadap potensi wisata di Indonesia.
“Pada 2011, kami membuat iklan tentang Labuan Bajo. Di sisi lain, kunjungan wisatawan asing ke Labuan Bajo pada 2010 hanya 18.000 wisatawan mancanegara dan 1.000 orang wisatawan lokal. Kini, kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo mencapai 900.000 kunjungan wisatawan. Sebanyak 60 persen di antaranya merupakan wisatawan lokal,” kata Irwan.
Berkat upaya tersebut, Sido Muncul diganjar penghargaan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat di Labuan Bajo Waterfront Marina Area, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (10/8/2024).
Sido Muncul dinilai turut andil dalam memperkenalkan pariwisata Labuan Bajo melalui publikasi elektronik berupa iklan "Ayo ke Labuan Bajo" yang dipublikasikan di stasiun TV nasional pada rentang waktu tahun 2010, 2011, dan 2024.
“Jadi, (aksi sosial dan pemberdayaan harus dilakukan) secara total lewat TCSR. Apa saja dapat digunakan untuk kebermanfaatan bagi masyarakat,” ujar Irwan.
Pada kesempatan sama, Direktur RSI Banjarnegara dr Arif Fadlullah Chonar mengapresiasi inisiatif Sido Muncul menggelar operasi katarak gratis bagi masyarakat di wilayah Banjarnegara.
Ia menilai, katarak perlu ditangani secara tepat karena dapat menyebabkan kebutaan sehingga memengaruhi kualitas hidup masyarakat.
“Saya mengapresiasi kerja sama antara Sido Muncul bersama Perdami dan Yayasan Mata Hati menggelar operasi katarak gratis. Ini merupakan tanggung jawab kepedulian sosial seluruh pihak serta rasa kemanusiaan untuk mewujudkan Banjarnegara yang sejahtera,” kata Arif.
Selaraskan Misi, Arutmin Gelar Operasi Katarak Gratis Bagi Warga di Lingkar Tambang
Sejak 2006 hingga 2024 tercatat 2.694 mata masyarakat penderita telah dioperasi. [470] url asal
#katarak #operasi-katarak #operasi-gratis
(Republika - News) 16/07/24 23:02
v/11003618/
REPUBLIKA.CO.ID, TANAH LAUT -- Aspek kesehatan menjadi perhatian utama Arutmin Indonesia (Arutmin), tidak hanya kesehatan karyawan namun juga masyarakat di sekitar lokasi operasi tambang.
Melalui Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM), Arutmin berkomitmen meningkatkan kualitas hidup masyarakat di lingkar tambang pada delapan bidang, yaitu pendidikan, kesehatan, tingkat pendapatan rill, kemandirian ekonomi, sosial dan budaya, pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, pembentukan kelembagaan komunitas dan pembangunan infrastruktur.
Berbagai kegiatan mendukung kesehatan masyarakat dilakukan oleh Arutmin, unit usaha PT Bumi Resources TbK. (BUMI), emiten batubara terbesar di Indonesia, salah satunya adalah kepedulian terhadap kesehatan mata.
Sejak 2006 hingga 2024 tercatat 2.694 mata masyarakat penderita katarak maupun pterygium telah dioperasi Arutmin secara gratis.
Katarak umumnya terjadi pada lansia, di mana mata akan mengalami keburaman seiring bertambahnya usia. Jika tidak ditangani dengan tepat dan rutin, dapat mengakibatkan kebutaan.
Program operasi katarak gratis ini adalah salah satu upaya untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia melalui penguatan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang kurang mampu.
Pada Juni 2024 lalu, Arutmin menggelar operasi katarak gratis di dua tempat, yaitu Klinik Arutmin North Pulau Laut Coal Terminal (NPLCT), Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KH Mansyur, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut.
Total di tahun 2024, sejumlah 140 warga yang berasal dari tiga kabupaten, yaitu Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kotabaru telah mendapat manfaat dari operasi katarak gratis.
Arutmin bekerja sama dengan dr. Reinhard Arie Umboh Sp.M. dan dr. Roy Stave Winslow Umboh Sp.M. beserta tim. Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan tim medis dari RSUD KH Mansyur, dan RSUD Pangeran Sumitra Kotabaru serta Dinas Kesehatan Kabupaten Tanahlaut, Tanah Bumbu dan Kotabaru juga turut mendukung program ini.
Masyarakat di lingkar tambang merasa sangat terbantu dengan kegiatan ini. Penglihatan mereka berangsur membaik setelah dioperasi dan menjadi modal untuk dapat bekerja lagi mencari nafkah bagi keluarga. Keterbatasan akses dan fasilitas kesehatan dapat teratasi dengan inisiatif Arutmin yang bekerja sama dengan klinik mata pimpinan dr. Reinhard Arie Umboh Sp.M.
Selain melakukan operasi katarak gratis, Arutmin juga memberikan layanan pemeriksaan dan sosialisasi pelayanan kesehatan pasca operasi, dibantu oleh Puskesmas dan RSUD setempat.
Camat Kintap, Sutarno, dalam wawancara yang dikutip dari laman resmi Arutmin menyatakan, dirinya menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan operasi katarak gratis bagi warga yang membutuhkan.
Arutmin diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat yang menderita katarak dan mengalami kesulitan dalam mencari nafkah akibat penyakit ini.
“Kesehatan dan kesejahteraan masyarakat adalah tanggung jawab kami selaku perusahaan yang beroperasi di lokasi tambang. Arutmin berkomitmen untuk terus mendukung upaya-upaya dalam meningkatkan kualitas hidup dan menciptakan lingkungan yang sehat bagi masayarakat,” kata Presiden Direktur BUMI, Adika Nuraga Bakrie, Selasa (16/7/2024).
“Praktik baik yang dilakukan Arutmin selaras dengan tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals-SDgs), yaitu good health and well-being (kehidupan sehat dan sejahtera), menggalakkan hidup sehat dan mendukung kesejahteraan untuk semua usia,” tambahnya.