#30 tag 24jam
15 Kantong Potongan Tubuh Syuhada Jamaah Subuh Terkumpul Usai Pembantaian Israel
Ada 1050 kilogram potongan tubuh dari pembantaian di Masjid Al-Tabiin. [471] url asal
#israel-bom-masjid-di-gaza #israel-bom-jamaah-sholat-subuh #israel-hancurkan-masjid #israel-lecehkan-masjid #israel-serang-masjid #israel-serang-sekolah-al-tabiin #genosida-israel #iran-serang-israel
(Republika - Khazanah) 11/08/24 06:23
v/14139678/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengumpulkan potongan-potongan tubuh para syuhada usai pembantaian zionis Israel di Masjid Al-Tabiin yang berada di dalam kompleks sekolah dengan nama yang sama di Gaza City. Untuk sementara, pihak kementerian mendapatkan sekitar 1050 kilogram potongan tubuh yang dipisahkan dalam 15 kantong dari syuhada yang terpisah.
“Ada 1050 kilogram potongan tubuh dari pembantaian di Masjid Al-Tabiin. Kami menaruhnya dalam 15 kantong,”ujar pejabat di Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza lewat keterangan tertulis kepada Republika di Jakarta, Ahad (11/8/2024).
Serangan udara zionis menargetkan Masjid Al-Tabiin terletak di tengah Kota Gaza, di lingkungan Al-Daraj, di Jalan Al-Sahaba, Gaza, berdasarkan keterangan tertulis dari Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza kepada Republika, Sabtu (10/8/2024).
Menurut sumberRepublikadi Kementerian Kesehatan Palestina, masjid tersebut berada di dalam lingkungan sekolah Al-Tabi'een. Selain berfungsi sebagai masjid, warga Gaza juga kerap melakukan kegiatan belajar mengajar di dalam bangunan tersebut. "Lokasi masjid itu dekat rumah saya. Kami beberapa kali sholat disana. Masjid itu tidak terafiliasi dengan kegiatan politik apapun. Agaknya mereka ingin menghancurkan kami semua,"ujar sumber tersebut yang merupakan pejabat di Kementerian Kesehatan Palestina. "Hasbunallah wani'mal wakil,"ucap dia.
Penjajah teroris Israel menargetkan lokasi yang dijadikan masjid tersebut saat sholat Subuh. Mereka menewaskan lebih dari 100 jamaah dan melukai sejumlah besar lainnya. Kementerian Kesehatan Palestina mengutuk kejahatan keji terhadap warga sipil ini dan menyerukan kepada seluruh masyarakat internasional untuk menghentikan pembantaian terhadap warga sipil.
Kementerian Kesehatan juga mendesak agar Israel segera mengizinkan masuknya rumah sakit lapangan dengan obat-obatan dan peralatan medis ke Jalur Gaza utara yang terkena dampak secepat mungkin.
Mereka menuntut Komite Palang Merah Internasional untuk melakukan tugasnya, memecah kebisuannya, dan mengutuk pembantaian ini secara langsung di udara. "Kebisuan telah menjadi awal dari pembunuhan terhadap lebih banyak lagi warga sipil tak berdosa,"ujar Kementerian Kesehatan.
Bukan pertama kali serang masjid..
Ini bukan pertamakalinya Israel menyerang tempat ibadah dan sekolah. Pada 13 Juli lalu, pasukan penjajahan Israel menyasar puluhan jamaah shalat dzuhur di sebuah mushalla di Jalur Gaza. Belasan syahid dan puluhan lainnya terluka dalam serangan pada Sabtu siang tersebut.
Kantor berita WAFA melansir, pada tengah hari pesawat-pesawat tempur penjajah menargetkan mushalla di dekat Masjid Putih di kamp pengungsi al-Shati di sebelah barat Kota Gaza. Serangan itu mengakibatkan terbunuhnya sedikitnya 17 warga sipil dan melukai banyak orang lainnya, termasuk anak-anak dan wanita.
Serangan Israel tersebut menyasar orang-orang yang sedang berkumpul untuk shalat dzuhur di mushalla tersebut. Rekaman video kamp pengungsi Shati setelah serangan Israel menunjukkan mayat di dalam gedung dan bekas darah.
“Warga di lingkungan tersebut memutuskan untuk melaksanakan shalat berjamaah di mushalla, kami menghindari shalat berjamaah pada Magrib dan Isya di masjid agar tidak menjadi sasaran. Kami terkejut hari ini bahwa sebuah rudal Israel menargetkan tempat itu. Semuanya keluar berkeping-keping, tidak kurang dari 20 korban.”
15 Kantong Potongan Tubuh Jamaah Sholat Subuh Terkumpul Usai Pembantaian Israel
Ada 1050 kilogram potongan tubuh dari pembantaian di Masjid Al-Tabiin. [471] url asal
#israel-bom-masjid-di-gaza #israel-bom-jamaah-sholat-subuh #israel-hancurkan-masjid #israel-lecehkan-masjid #israel-serang-masjid #israel-serang-sekolah-al-tabiin #genosida-israel #iran-serang-israel
(Republika - Khazanah) 11/08/24 06:23
v/14134636/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengumpulkan potongan-potongan tubuh para syuhada usai pembantaian zionis Israel di Masjid Al-Tabiin yang berada di dalam kompleks sekolah dengan nama yang sama di Gaza City. Untuk sementara, pihak kementerian mendapatkan sekitar 1050 kilogram potongan tubuh yang dipisahkan dalam 15 kantong dari syuhada yang terpisah.
“Ada 1050 kilogram potongan tubuh dari pembantaian di Masjid Al-Tabiin. Kami menaruhnya dalam 15 kantong,”ujar pejabat di Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza lewat keterangan tertulis kepada Republika di Jakarta, Ahad (11/8/2024).
Serangan udara zionis menargetkan Masjid Al-Tabiin terletak di tengah Kota Gaza, di lingkungan Al-Daraj, di Jalan Al-Sahaba, Gaza, berdasarkan keterangan tertulis dari Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza kepada Republika, Sabtu (10/8/2024).
Menurut sumberRepublikadi Kementerian Kesehatan Palestina, masjid tersebut berada di dalam lingkungan sekolah Al-Tabi'een. Selain berfungsi sebagai masjid, warga Gaza juga kerap melakukan kegiatan belajar mengajar di dalam bangunan tersebut. "Lokasi masjid itu dekat rumah saya. Kami beberapa kali sholat disana. Masjid itu tidak terafiliasi dengan kegiatan politik apapun. Agaknya mereka ingin menghancurkan kami semua,"ujar sumber tersebut yang merupakan pejabat di Kementerian Kesehatan Palestina. "Hasbunallah wani'mal wakil,"ucap dia.
Penjajah teroris Israel menargetkan lokasi yang dijadikan masjid tersebut saat sholat Subuh. Mereka menewaskan lebih dari 100 jamaah dan melukai sejumlah besar lainnya. Kementerian Kesehatan Palestina mengutuk kejahatan keji terhadap warga sipil ini dan menyerukan kepada seluruh masyarakat internasional untuk menghentikan pembantaian terhadap warga sipil.
Kementerian Kesehatan juga mendesak agar Israel segera mengizinkan masuknya rumah sakit lapangan dengan obat-obatan dan peralatan medis ke Jalur Gaza utara yang terkena dampak secepat mungkin.
Mereka menuntut Komite Palang Merah Internasional untuk melakukan tugasnya, memecah kebisuannya, dan mengutuk pembantaian ini secara langsung di udara. "Kebisuan telah menjadi awal dari pembunuhan terhadap lebih banyak lagi warga sipil tak berdosa,"ujar Kementerian Kesehatan.
Bukan pertama kali serang masjid..
Ini bukan pertamakalinya Israel menyerang tempat ibadah dan sekolah. Pada 13 Juli lalu, pasukan penjajahan Israel menyasar puluhan jamaah shalat dzuhur di sebuah mushalla di Jalur Gaza. Belasan syahid dan puluhan lainnya terluka dalam serangan pada Sabtu siang tersebut.
Kantor berita WAFA melansir, pada tengah hari pesawat-pesawat tempur penjajah menargetkan mushalla di dekat Masjid Putih di kamp pengungsi al-Shati di sebelah barat Kota Gaza. Serangan itu mengakibatkan terbunuhnya sedikitnya 17 warga sipil dan melukai banyak orang lainnya, termasuk anak-anak dan wanita.
Serangan Israel tersebut menyasar orang-orang yang sedang berkumpul untuk shalat dzuhur di mushalla tersebut. Rekaman video kamp pengungsi Shati setelah serangan Israel menunjukkan mayat di dalam gedung dan bekas darah.
“Warga di lingkungan tersebut memutuskan untuk melaksanakan shalat berjamaah di mushalla, kami menghindari shalat berjamaah pada Magrib dan Isya di masjid agar tidak menjadi sasaran. Kami terkejut hari ini bahwa sebuah rudal Israel menargetkan tempat itu. Semuanya keluar berkeping-keping, tidak kurang dari 20 korban.”
Ini Daftar Kejahatan Tentara Israel Terhadap Masjid
Israel berulang kali terekam melakukan pelecehan terhadap masjid. [713] url asal
#israel-bom-masjid-di-gaza #masjid-di-gaza #israel-hancurkan-masjid #israel-lecehkan-masjid #kejahatan-israel
(Republika - News) 10/08/24 18:41
v/14071115/
REPUBLIKA.CO.ID, GAZA – Pemboman di masjid di kompleks madrasah Al-Tabi’in yang menewaskan 100 jamaah shalat subuh adalah yang terkini dari rangkaian kejahatan yang dilakukan tentara Israel di masjid. Sebelumnya, sudah marak laporan soal pelecehan tentara penjajah terhadap rumah ibadah umat Islam tersebut.
Pada Juni 2024, tentara pasukan penjajahan Israel (IDF) terekam melakukan pelecehan terhadap masjid di Jalur Gaza. Sebuah foto dan video yang dibagikan di media sosial menunjukkan tentara Israel melanggar kesucian masjid di Gaza, sehingga memicu kecaman.
Seorang tentara Israel bernama Yael Sendler, dilaporkan warga negara Amerika, memposting foto di Instagram-nya sebelum menghapusnya. Foto itu menunjukkan coretan-coretan di dinding dalam sebuah masjid di Rafah, dengan kalimat-kalimat yang menghina Islam dan Nabi Muhammad.
Bakar Alquran
Pada Maret 2024, beredar video yang menunjukkan seorang tentara Israel merobek-robek Alquran di sebuah masjid yang hancur di Gaza. Video itu, yang direkam dan diunggah secara daring oleh pasukan penjajah Israel, menunjukkan seorang tentara merobek-robek Al-Quran, kitab suci Islam, dan melemparkannya ke lantai masjid yang hancur.
Video lainnya menunjukkan sekelompok tentara penjajah mengubah sebuah masjid di perbatasan Rafah menjadi tempat masak dan makan. Sementara sejumlah pasukan Israel berpose di salah satu masjid yang mereka bakar, dua hari lalu.
Times of Israel melansir pada Akhir Mei 2024 lalu, IDF mengumumkan polisi militer sedang menyelidiki insiden di mana tentara IDF memfilmkan diri mereka sendiri membakar buku, termasuk Alquran. Rekaman pembakaran buku diambil oleh tentara, diunggah ke media sosial, dan kemudian disebarkan kembali ke akun-akun warga Palestina. Salah satu video, yang dilaporkan diambil di kawasan Rafah, memperlihatkan seorang tentara memegang Alquran sebelum melemparkannya ke dalam api.
Lakukan ritual Yahudi
Pada Desember tahun lalu, bahkan sekutu Israel, Amerika Serikat, mengatakan pihaknya prihatin dengan rekaman media sosial yang “tidak pantas” yang menunjukkan tentara Israel melakukan ritual Yahudi di dalam sebuah masjid di kota Jenin, Tepi Barat. Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Israel Itamar Ben-Gvir membagikan video tentara yang melakukan ritual Yahudi di dalam sebuah masjid di Jenin. Video tersebut menunjukkan seorang tentara Israel membacakan doa Shema Yisrael melalui pengeras suara masjid. Tentara lain terdengar mengatakan tentara berada di dalam masjid di Jenin.
Hal ini terulang pada Februari,saat sebuah video yang diunggah ke media sosial menunjukkan seorang komandan IDF di Jalur Gaza mengucapkan doa Shema umat Yahudi sebelum meledakkan sebuah masjid.
Lemparkan granat
Pada November, IDF mengatakan bahwa mereka telah menskors seorang tentara yang terekam melemparkan granat kejut ke sebuah masjid di desa Budrus, Palestina, dekat Ramallah. Hal itu ia lakukan saat seorang muazzin di dalamnya mulai mengumandangkan azan subuh. Harian Haaretz mengatakan insiden tersebut adalah contoh terbaru dari tentara yang merekam diri mereka sendiri mempermalukan warga Palestina dan mengunggah klip tersebut ke media sosial – sebuah tren yang semakin meningkat sejak serangan Israel ke Jalur Gaza.
Penghancuran masjid
Hingga awal tahun ini, hampir 400 masjid telah dihancurkan seluruhnya atau sebagian oleh militer Israel di Jalur Gaza, kata departemen hubungan media di wilayah tersebut. "Militer Israel menghancurkan secara total 140 masjid dan sebagian dari 240 lainnya. Militer Israel juga merusak tiga gereja Kristen." Badan tersebut menambahkan bahwa beberapa bangunan berusia lebih dari seribu tahun. Masjid dan gereja di daerah kantong tersebut berulang kali mengalami serangan rudal dan pemboman, dengan beberapa amunisi berbobot lebih dari 4,4 ton.
Sementara pada Desember 2023, pesawat tempur Israel menghancurkan masjid tertua dan terbesar di Kota Gaza, kata sumber keamanan Palestina. “Masjid Agung Al-Omari, masjid terbesar dan di Jalur Gaza, hancur parah akibat serangan Israel,” kata sumber tersebut kepada Xinhua.Masjid Omari didirikan lebih dari 1.400 tahun yang lalu dengan luas sekitar 4.100 meter persegi. Menaranya hancur akibat serangan artileri Israel tiga minggu lalu.
Membantai jamaah shalat
Sebelum serangan terkini di Masjid Al-Tabi’in, pasukan penjajahan Israel melakukan kejahatan dengan menyasar puluhan jamaah shalat dzuhur di sebuah mushalla di Jalur Gaza. Belasan syahid dan puluhan lainnya terluka dalam serangan pada Sabtu siang tersebut.
Kantor berita WAFA melansir, pada tengah hari pesawat-pesawat tempur penjajah menargetkan mushalla di dekat Masjid Putih di kamp pengungsi al-Shati di sebelah barat Kota Gaza. Serangan itu mengakibatkan terbunuhnya sedikitnya 17 warga sipil dan melukai banyak orang lainnya, termasuk anak-anak dan wanita.
Serangan Israel tersebut menyasar orang-orang yang sedang berkumpul untuk shalat dzuhur di mushalla tersebut. Rekaman video kamp pengungsi Shati setelah serangan Israel menunjukkan jenazah di dalam gedung dan bekas darah.
250 Orang Sedang Shalat Subuh di Masjid Al-Tabi'in Ketika Dibom Israel
Israel menjatuhkan tiga bom, masing-masing seberat 900 kilogram di Masjid al-Tabiin. [833] url asal
#israel-bom-masjid-di-gaza #israel-mengebom-masjid #israel-hancurkan-masjid #masjid-al-tabiin #sekolah-al-tabiin #israel-bom-sekolah
(Republika - News) 10/08/24 16:56
v/14060484/
REPUBLIKA.CO.ID, GAZA – Detail kebiadaban pengeboman Israel terhadap masjid di kompleks sekolah Al-Tabi’in di Kota Gaza terungkap. Sedikitnya 250 orang sedang berada di ruang shalat untuk menunaikan shalat subuh saat tiga bom Israel menghujani bangunan tersebut.
Kantor berita WAFA melansir, dalam serangan pagi hari yang brutal itu, lebih dari 100 warga sipil tewas dan puluhan lainnya terluka menyusul serangan udara Israel di Sekolah Al-Tabi'in di lingkungan Daraj di Kota Gaza. Sekolah yang menampung keluarga pengungsi itu dihantam bom dari pesawat tempur Israel.
Sumber lokal melaporkan bahwa serangan udara terjadi pada dini hari, menargetkan sekolah ketika penghuninya sedang berkumpul untuk shalat subuh. Ada sekitar 250 orang di dalam ruang shalat yang dibombardir Israel tersebut.
Juru bicara pertahanan sipil Gaza memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai dampak berdarah setelah serangan Israel terhadap sekolah al-Tabi’in. “Area sekolah dipenuhi jenazah dan bagian-bagian tubuh,” kata juru bicara Mahmoud Basal kepada Aljazirah.
“Sangat sulit bagi paramedis untuk mengidentifikasi seluruh jenazah. Ada lengan di sini, ada kaki di sana. Tubuh terkoyak-koyak. “Tim medis tidak berdaya menghadapi kejadian mengerikan ini,” tambahnya.
Ismail al-Thawabta, kepala Kantor Media Pemerintah Gaza, mengatakan bahwa tentara Israel menggunakan tiga bom berbobot masing-masing 907 kilogram dalam serangannya terhadap sekolah al-Tabi'in tersebut. Sementara jumlah korban diperkirakan akan meningkat karena Rumah Sakit al-Ahli masih berjuang untuk mengatasi cedera parah akibat serangan tersebut.
Al-Thawabta menambahkan, Israel mengetahui kehadiran pengungsi di dalam sekolah. Aljazirah melansir, laporan para saksi mata menunjukkan bahwa banyak syuhada dan terluka adalah warga sipil, termasuk perempuan, anak-anak, dan orang lanjut usia.
“Kami juga meminta IDF bersama dengan pemerintah AS bertanggung jawab penuh atas pembantaian ini. Pemerintahan AS tidak hanya terus menyoroti genosida Israel dan perang pembersihan etnis terhadap rakyat Palestina, namun juga memberikan persenjataan kepada Israel,” ujar Al-Thawabta.
“Lebih dari 100.000 bom dan rudal diberikan AS kepada Israel sejak awal perang ini. Kami menyerukan kepada masyarakat dunia, yaitu Dewan Keamanan PBB untuk menekan Israel agar mengakhiri pertumpahan darah yang terus menerus terjadi di antara rakyat kami, yaitu perempuan dan anak-anak yang tidak bersalah. “Bahkan masjid, rumah sakit, jurnalis pun tidak luput. IDF terus melakukan pembantaian setiap hari sementara seluruh dunia menyaksikannya dengan diam.”
Selain orang-orang yang syahid di dalam masjid sekolah selama serangan itu, yang lainnya, termasuk perempuan dan anak-anak, juga terbunuh di dalam ruang kelas terdekat, terkena pecahan peluru yang beterbangan dari bom.
Aljazirah melansir, banyak korban yang dibawa ke rumah sakit mengalami pendarahan parah akibat pecahan peluru atau luka bakar parah akibat kebakaran yang terjadi akibat pemboman tersebut. Staf di rumah sakit hanya mempunyai sedikit sumber daya sehingga mereka terpaksa menggunakan bahan daur ulang untuk merawat korban luka – bahan yang dalam konteks lain akan dibuang begitu saja. Banyak jenazah yang dibawa masuk sulit dikenali, sehingga kerabat di rumah sakit yang mencari orang yang mereka cintai kesulitan menemukan cara untuk mengidentifikasi mereka, tambahnya.
Jihad Islam Palestina mengutuk pembunuhan massal yang dilakukan Israel di sekolah Kota Gaza “Penargetan musuh kriminal terhadap jamaah di ruang shalat Sekolah al-Tabi'in di lingkungan al-Daraj di Gaza adalah kejahatan perang total,” tulis Jihad Islam Palestina dalam sebuah pernyataan.
“Alasan tentara musuh untuk menghancurkan sekolah sama dengan alasan yang digunakan tentara musuh untuk menghancurkan rumah sakit sebelumnya, dan alasan tersebut terbukti salah,” lanjutnya. “Kegagalan lembaga dan pengadilan internasional untuk menyatakan para pemimpin entitas tersebut sebagai penjahat perang telah berkontribusi pada kegigihan mereka.”
Kelompok Hamas juga mengecam pembantaian itu. “Pembantaian yang dilakukan di Jalur Gaza oleh tangan Neo-Nazi di pusat Kota Gaza merupakan kejahatan yang mengerikan dan mewakili peningkatan besar dalam serangkaian kejahatan dan pembantaian yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah perang”, bunyi pernyataan itu.
Menanggapi klaim Israel bahwa sekolah tersebut digunakan sebagai pusat komando Hamas, kelompok tersebut mengatakan bahwa pembenaran tersebut keliru dan “dalih untuk menargetkan warga sipil, sekolah, rumah sakit, dan tenda pengungsi, yang semuanya merupakan dalih palsu dan mengungkap kebohongan Israel.”
“Kami menyerukan kepada negara-negara Arab dan Islam serta komunitas internasional untuk memenuhi tanggung jawab mereka dan mengambil tindakan segera untuk menghentikan pembantaian ini dan menghentikan meningkatnya agresi Zionis terhadap rakyat kami dan warga negara yang tidak berdaya,” bunyi pernyataan itu.
Gerakan Pembebasan Nasional Palestina, Fatah juga mengutuk serangan 'keji' terhadap sekolah di Kota Gaza. Organisasi itu menyebutnya sebagai “pembantaian berdarah yang keji” dan menyatakan bahwa hal tersebut merupakan “puncak terorisme dan kriminalitas Israel”.
“Melakukan pembantaian ini menegaskan tanpa diragukan lagi upaya mereka untuk memusnahkan rakyat kami melalui kebijakan pembunuhan kumulatif dan pembantaian massal yang membuat hati nurani mereka gemetar,” katanya dalam sebuah pernyataan. Fatah meminta komunitas internasional dan organisasi hak asasi manusia untuk “segera melakukan intervensi dan menghentikan perang pemusnahan sistematis terhadap rakyat kami”.
Sementara, militer Israel telah mengeluarkan pernyataan lain yang membela serangannya terhadap sekolah al-Tabi’in di Kota Gaza. Mereka mengklaim tanpa bukti bahwa sekolah tersebut berfungsi sebagai “kompleks aktif” Hamas dan Jihad Islam Palestina. Pasukan penjajah Israel mengatakan mereka memiliki informasi intelijen yang menunjukkan ada 20 pejuang Hamas dan Jihad Islam, termasuk komandan senior, yang beroperasi dari sekolah tersebut.
250 Orang Shalat Subuh di Masjid Al-Tabi'in Ketika Dibom Israel
Israel menjatuhkan tiga bom, masing-masing seberat 900 kilogram di Masjid al-Tabiin. [833] url asal
#israel-bom-masjid-di-gaza #israel-mengebom-masjid #israel-hancurkan-masjid #masjid-al-tabiin #sekolah-al-tabiin #israel-bom-sekolah
(Republika - News) 10/08/24 16:56
v/14060483/
REPUBLIKA.CO.ID, GAZA – Detail kebiadaban pengeboman Israel terhadap masjid di kompleks sekolah Al-Tabi’in di Kota Gaza terungkap. Sedikitnya 250 orang sedang berada di ruang shalat untuk menunaikan shalat subuh saat tiga bom Israel menghujani bangunan tersebut.
Kantor berita WAFA melansir, dalam serangan pagi hari yang brutal itu, lebih dari 100 warga sipil tewas dan puluhan lainnya terluka menyusul serangan udara Israel di Sekolah Al-Tabi'in di lingkungan Daraj di Kota Gaza. Sekolah yang menampung keluarga pengungsi itu dihantam bom dari pesawat tempur Israel.
Sumber lokal melaporkan bahwa serangan udara terjadi pada dini hari, menargetkan sekolah ketika penghuninya sedang berkumpul untuk shalat subuh. Ada sekitar 250 orang di dalam ruang shalat yang dibombardir Israel tersebut.
Juru bicara pertahanan sipil Gaza memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai dampak berdarah setelah serangan Israel terhadap sekolah al-Tabi’in. “Area sekolah dipenuhi jenazah dan bagian-bagian tubuh,” kata juru bicara Mahmoud Basal kepada Aljazirah.
“Sangat sulit bagi paramedis untuk mengidentifikasi seluruh jenazah. Ada lengan di sini, ada kaki di sana. Tubuh terkoyak-koyak. “Tim medis tidak berdaya menghadapi kejadian mengerikan ini,” tambahnya.
Ismail al-Thawabta, kepala Kantor Media Pemerintah Gaza, mengatakan bahwa tentara Israel menggunakan tiga bom berbobot masing-masing 907 kilogram dalam serangannya terhadap sekolah al-Tabi'in tersebut. Sementara jumlah korban diperkirakan akan meningkat karena Rumah Sakit al-Ahli masih berjuang untuk mengatasi cedera parah akibat serangan tersebut.
Al-Thawabta menambahkan, Israel mengetahui kehadiran pengungsi di dalam sekolah. Aljazirah melansir, laporan para saksi mata menunjukkan bahwa banyak syuhada dan terluka adalah warga sipil, termasuk perempuan, anak-anak, dan orang lanjut usia.
“Kami juga meminta IDF bersama dengan pemerintah AS bertanggung jawab penuh atas pembantaian ini. Pemerintahan AS tidak hanya terus menyoroti genosida Israel dan perang pembersihan etnis terhadap rakyat Palestina, namun juga memberikan persenjataan kepada Israel,” ujar Al-Thawabta.
“Lebih dari 100.000 bom dan rudal diberikan AS kepada Israel sejak awal perang ini. Kami menyerukan kepada masyarakat dunia, yaitu Dewan Keamanan PBB untuk menekan Israel agar mengakhiri pertumpahan darah yang terus menerus terjadi di antara rakyat kami, yaitu perempuan dan anak-anak yang tidak bersalah. “Bahkan masjid, rumah sakit, jurnalis pun tidak luput. IDF terus melakukan pembantaian setiap hari sementara seluruh dunia menyaksikannya dengan diam.”
Selain orang-orang yang syahid di dalam masjid sekolah selama serangan itu, yang lainnya, termasuk perempuan dan anak-anak, juga terbunuh di dalam ruang kelas terdekat, terkena pecahan peluru yang beterbangan dari bom.
Aljazirah melansir, banyak korban yang dibawa ke rumah sakit mengalami pendarahan parah akibat pecahan peluru atau luka bakar parah akibat kebakaran yang terjadi akibat pemboman tersebut. Staf di rumah sakit hanya mempunyai sedikit sumber daya sehingga mereka terpaksa menggunakan bahan daur ulang untuk merawat korban luka – bahan yang dalam konteks lain akan dibuang begitu saja. Banyak jenazah yang dibawa masuk sulit dikenali, sehingga kerabat di rumah sakit yang mencari orang yang mereka cintai kesulitan menemukan cara untuk mengidentifikasi mereka, tambahnya.
Jihad Islam Palestina mengutuk pembunuhan massal yang dilakukan Israel di sekolah Kota Gaza “Penargetan musuh kriminal terhadap jamaah di ruang shalat Sekolah al-Tabi'in di lingkungan al-Daraj di Gaza adalah kejahatan perang total,” tulis Jihad Islam Palestina dalam sebuah pernyataan.
“Alasan tentara musuh untuk menghancurkan sekolah sama dengan alasan yang digunakan tentara musuh untuk menghancurkan rumah sakit sebelumnya, dan alasan tersebut terbukti salah,” lanjutnya. “Kegagalan lembaga dan pengadilan internasional untuk menyatakan para pemimpin entitas tersebut sebagai penjahat perang telah berkontribusi pada kegigihan mereka.”
Kelompok Hamas juga mengecam pembantaian itu. “Pembantaian yang dilakukan di Jalur Gaza oleh tangan Neo-Nazi di pusat Kota Gaza merupakan kejahatan yang mengerikan dan mewakili peningkatan besar dalam serangkaian kejahatan dan pembantaian yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah perang”, bunyi pernyataan itu.
Menanggapi klaim Israel bahwa sekolah tersebut digunakan sebagai pusat komando Hamas, kelompok tersebut mengatakan bahwa pembenaran tersebut keliru dan “dalih untuk menargetkan warga sipil, sekolah, rumah sakit, dan tenda pengungsi, yang semuanya merupakan dalih palsu dan mengungkap kebohongan Israel.”
“Kami menyerukan kepada negara-negara Arab dan Islam serta komunitas internasional untuk memenuhi tanggung jawab mereka dan mengambil tindakan segera untuk menghentikan pembantaian ini dan menghentikan meningkatnya agresi Zionis terhadap rakyat kami dan warga negara yang tidak berdaya,” bunyi pernyataan itu.
Gerakan Pembebasan Nasional Palestina, Fatah juga mengutuk serangan 'keji' terhadap sekolah di Kota Gaza. Organisasi itu menyebutnya sebagai “pembantaian berdarah yang keji” dan menyatakan bahwa hal tersebut merupakan “puncak terorisme dan kriminalitas Israel”.
“Melakukan pembantaian ini menegaskan tanpa diragukan lagi upaya mereka untuk memusnahkan rakyat kami melalui kebijakan pembunuhan kumulatif dan pembantaian massal yang membuat hati nurani mereka gemetar,” katanya dalam sebuah pernyataan. Fatah meminta komunitas internasional dan organisasi hak asasi manusia untuk “segera melakukan intervensi dan menghentikan perang pemusnahan sistematis terhadap rakyat kami”.
Sementara, militer Israel telah mengeluarkan pernyataan lain yang membela serangannya terhadap sekolah al-Tabi’in di Kota Gaza. Mereka mengklaim tanpa bukti bahwa sekolah tersebut berfungsi sebagai “kompleks aktif” Hamas dan Jihad Islam Palestina. Pasukan penjajah Israel mengatakan mereka memiliki informasi intelijen yang menunjukkan ada 20 pejuang Hamas dan Jihad Islam, termasuk komandan senior, yang beroperasi dari sekolah tersebut.