#30 tag 24jam
Anggaran 2025 Disetujui, Israel Kerek Pajak untuk Biayai Perang
Konflik di Gaza dan Lebanon, serta meningkatnya ketegangan dengan Iran, telah melemahkan perekonomian dan keuangan Israel. [729] url asal
#israel #perang-israel #konflik-gaza #konflik-israel-palestina #konflik-israel-lebanon #hamas #konflik-israel-iran #anggaran-perang-israel
(Bisnis.Com) 02/11/24 13:05
v/17358015/
Bisnis.com, JAKARTA - Kabinet Israel menyetujui anggaran 2025 untuk membuka jalan bagi peningkatan belanja pertahanan dan pajak yang lebih tinggi. Kebijakan tersebut mencerminkan perubahan besar dalam prioritas sejak dimulainya perang dengan Hamas lebih dari setahun yang lalu.
Konflik di Gaza dan konflik melawan Hizbullah di Lebanon, serta meningkatnya ketegangan dengan Iran, telah melemahkan perekonomian dan keuangan Israel dan memaksa pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk fokus mengendalikan defisit anggaran.
“Tidak ada perekonomian tanpa batas. Jika Anda memberi ke satu tempat, sayangnya Anda harus mengambil dari tempat lain," kata Netanyahu menjelang debat kabinet mengenai anggaran dikutip dari Bloomberg pada Sabtu (2/11/2024).
Rencana pengeluaran sebesar 607 miliar shekel atau US$163 miliar selanjutnya akan diajukan ke parlemen Israel, atau Knesset, untuk disetujui. Koalisi yang berkuasa harus meloloskannya pada akhir Maret atau berdasarkan hukum, mandatnya akan dihentikan.
Target defisit fiskal tahun depan telah ditetapkan sebesar 4,3% dari produk domestik bruto. Belanja pertahanan akan menjadi belanja terbesar, dengan total 117 miliar shekel.
Angka tersebut serupa dengan angka tahun lalu, tetapi 80% lebih tinggi dibandingkan dengan rencana sebelum perang pada tahun 2024. Perkiraan pendapatan pemerintah tahun depan adalah 497 miliar shekel.
Beberapa pemimpin oposisi mengkritik anggaran tersebut dengan mengatakan bahwa anggaran tersebut dirancang untuk menenangkan anggota koalisi sayap kanan Netanyahu dengan mempertahankan pengeluaran untuk tujuan keagamaan dan nasionalis yang tidak banyak mendorong pertumbuhan.
Dalam pertemuan semalam yang berakhir dengan pemungutan suara, beberapa menteri kabinet juga menyuarakan penolakan. Suara penolakan paling signifikan di antara mereka adalah Menteri Keamanan Nasional garis keras, Itamar Ben Gvir, yang melihat tuntutannya untuk memberikan tunjangan yang tinggi kepada polisi ditolak.
Partainya yang beranggotakan enam orang akan memberikan suara menentang anggaran di parlemen, katanya, meskipun usulan tersebut dapat disahkan tanpa mereka.
Setelah pemungutan suara, Netanyahu mengatakan pengeluaran pertahanan kemungkinan akan menjadi lebih besar. Perdana menteri mengutip komite yang ditunjuk untuk menentukan kebutuhan militer Israel di masa depan, yang akan mengambil kesimpulan pada bulan Desember.
“Kami mungkin dapat menambahkan hal-hal tersebut ke dalam anggaran – sebelum persetujuan akhir – atau jika perlu kami akan merevisinya,” katanya.
Menteri Keuangan Bezalel Smotrich mengatakan bahwa jika anggaran pertahanan perlu diperbesar, hal itu akan dilakukan sambil mempertahankan tanggung jawab fiskal, menjamin kredibilitas Israel di seluruh pasar.
Israel telah diturunkan peringkatnya beberapa kali sejak konflik dimulai, meskipun peringkatnya tetap bertahan di kisaran layak investasi.
Paket penyesuaian fiskal berjumlah 37 miliar shekel, 2% dari PDB, juga disetujui dan sebagian besar mencakup perpajakan baru serta beberapa pemotongan belanja.
Salah satu pilar utamanya adalah adanya pungutan baru terhadap perusahaan swasta yang memilih tidak membagikan dividen untuk menghindari pajak.
Pajak sebesar 2% akan dikenakan atas keuntungan tersebut, meskipunnantinya disimpan di perusahaan induk dan diinvestasikan dalam keuangan dan real estat, bukan dalam aktivitas perusahaan nyata.
Batasan pajak penghasilan tidak akan disesuaikan lebih tinggi seiring dengan inflasi – yang berarti banyak pekerja mungkin akan mengalami penurunan pendapatan riil setelah pajak. Manfaat pajak atas pensiun dan penarikan akan dipersempit atau dibekukan. Pajak sebesar 2% akan dikenakan pada individu dengan pendapatan tahunan lebih dari 700.000 shekel.
Untuk menghindari pembekuan tunjangan kesejahteraan, masyarakat akan dikenakan iuran yang lebih besar kepada Lembaga Perasuransian Nasional.
Banyak dari langkah-langkah ini akan semakin membebani kelas menengah, yang dianggap menanggung beban konflik terberat dari sudut pandang keuangan.
Namun, Smotrich berpendapat bahwa proposal anggaran yang rumit dan menantang telah disetujui, yang akan mendukung upaya militer di garis depan dan dalam negeri.
Awal pekan ini, dia mengatakan anggaran tersebut kurang melakukan reformasi dan berkonsentrasi pada serangkaian tindakan yang bertujuan menurunkan target defisit dan rasio utang jangka panjang terhadap PDB.
Smotrich mengatakan dia berharap pertempuran di Lebanon berakhir tahun ini dan menggambarkan operasi militer di Gaza tidak lagi mempunyai dampak ekonomi yang signifikan terhadap Israel. “Tahun depan akan menjadi tahun keluar dari perang,” katanya.
Namun, pengeluaran pertahanan sekitar 6% dari PDB akan mencerminkan prioritas baru Israel dalam memerangi militan yang didukung Iran di beberapa negara dan di wilayah Palestina. Angka tersebut jauh di atas angka 4,2% pada tahun 2022 dan rata-rata OECD sebesar 1,7%.
Sebanyak 4,1 miliar shekel akan dialokasikan untuk dana koalisi yang kontroversial, bantuan politik kepada partai-partai koalisi yang berkuasa yang sering dialihkan untuk tujuan keagamaan dan pemukiman Yahudi di Tepi Barat.
Benny Gantz, seorang pemimpin oposisi yang bergabung dengan pemerintahan Netanyahu setelah perang dimulai dan mengundurkan diri pada bulan Juni, mengatakan dana ini semata-mata dimaksudkan untuk kelangsungan politik Netanyahu dan koalisi. “Siapa pun yang mendukung anggaran ini, sungguh memalukan,” katanya di X.
Netanyahu Minta PBB Tarik Pasukan Perdamaian UNIFIL dari Lebanon Selatan
PM Israel, Benjamin Netanyahu meminta PBB untuk menarik pasukan penjaga perdamaian PBB atau UNIFIL dari Hizbullah di Lebanon Selatan. [194] url asal
#netanyahu-minta-pbb-tarik-pasukan-unifil #israel-minta-pbb-tarik-pasukan-perdamaian #netanyahu #israel-vs-iran #israel-lebanon #pbb-lebanon
(Bisnis.Com) 14/10/24 11:13
v/16442819/
Bisnis.com, JAKARTA - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengajukan permohonan langsung kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Gutteres untuk menarik pasukan penjaga perdamaian PBB atau UNIFIL dari Hizbullah di Lebanon Selatan.
Hal tersebut disampaikan Netanyahu dalam video keterangan resminya berdurasi hampir tiga menit pada Minggu (13/10/2024).
“Sudah waktunya bagi Anda untuk menarik UNIFIL dari benteng pertahanan Hizbullah dan dari zona pertempuran,” tuturnya.
Menurut dia, IDF atau Israel Defense Forces telah meminta berulang kali hal tersebut dan selalu ditolak. Penolakan ini, lanjutnya, membahakayan di Hizbullah dan prajurit Israel.
Netanyahu mengatakan turut menyesalkan terjadinya cedera atau kesakitan bagi prajurit UNIFIL, tetapi cara paling sederhana saat ini adalah dengan menarik mereka dari zona bahaya.
“Tuan Sekretaris Jenderal, keluarkan pasukan UNIFIL dari bahaya. Ini harus dilakukan sekarang juga, segera,” katanya.
Lebih lanjut, Netanyahu memandang bahwa beberapa pemimpin Eropa memberikan kritikan di tempat yang salah.
Alih-alih mengkritik Israel, mereka harusnya mengarahkan kritik pada Hizbullah karena menggunakan UNIFIL sebagai “tameng manusia”, sama halnya Hamas di Gaza yang menggunakan UNRWA.
Dia juga menyatakan Israel akan lebih bertekad dari sebelumnya untuk memastikan masa depan bangsanya untuk mengalahkan musuh-musuhnya.
“Kami lebih bertekad dari sebelumnya untuk mengalahkan musuh-musuh kami,” katanya.
Netanyahu Kecam Macron Atas Seruan Embargo Senjata ke Israel
Netanyahu mengecam Presiden Prancis Emmanuel Macron yang ingin menghentikan pengiriman senjata ke Israel. [207] url asal
#netanyahu #benjamin-netanyahu #macron #embargo-senjata-israel #israel #israel-lebanon #lebanon
(Bisnis.Com) 06/10/24 09:11
v/16050096/
Bisnis.com, JAKARTA - Perdana Menteri IsraelBenjamin Netanyahu mengecam Presiden Prancis Emmanuel Macron yang ingin menghentikan pengiriman senjata ke Israel sebagai upaya yang lebih luas untuk menemukan solusi politik.
MengutipReuters,Minggu (6/10/2024) Netanyahu mengungkapkan “malu kepada mereka,” termasuk Macron dan pemimpin Barat lainnya, yang menyerukan embargo senjata terhadap Israel. Netanyahu bahkan sesumbar akan mampu memenangkan konflik meski tanpa dukungan dari pemimpin Barat.
"Israel akan menang dengan atau tanpa dukungan mereka," terang Netanyahu dalam rekaman video yang dirilis oleh kantornya, Sabtu (5/10/2024).
Netanyahu juga menambahkan bahwa menyerukan embargo senjata adalah sebuah aib. Sebelumnya, Macron dalam wawancara dengan radio France Inter menyatakan bahwa prioritasnya adalah “untuk kembali ke solusi politik” dan agar senjata yang digunakan untuk berperang di Gaza dihentikan. Prancis kemudian tidak akan mengirimkan senjata apapun.
“Prioritas kami sekarang adalah menghindari eskalasi. Rakyat Lebanon tidak boleh dikorbankan, Lebanon, tidak bisa menjadi Gaza lainnya," tutur Macron.
Adapun, Prancis bukan sebagai penyedia senjata utama bagi Israel. Menurut laporan ekspor senjata tahunan kementerian pertahanan tahun lalu, Prancis mengirimkan peralatan militer senilai 30 juta euro atau sekitar Rp516 miliar.
Komentar Macron tersebut juga muncul bersamaan dengan kunjungan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot selama empat hari ke Timur Tengah, yang dijadwalkan berakhir pada Senin (7/10) di Israel.
Kemlu: 25 WNI dari Lebanon Sudah Tiba di Indonesia
Kemenlu memastikan bahwa 25 WNI yang meminta evakuasi dari Lebanon telah tiba di Indonesia dengan selamat. [306] url asal
#lebanon #wni #wni-lebanon #konflik-israel-lebanon #hizbullah
(Bisnis.Com) 04/10/24 17:02
v/15968726/
Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan bahwa 25 WNI yang meminta evakuasi dari Lebanon telah tiba di Indonesia dengan selamat.
Direktur Perlindungan WNI, Judha Nugraha mengemukakan bahwa pihaknya telah melakukan pendekatan kepada WNI di Lebanon sebagai buntut dari peperangan yang semakin memanas di Timur Tengah.
"Selama tanggal 10, 18, dan 28, ada 25 warga negara kita yang bersedia untuk dievakuasi. Dan kemudian sudah kita lakukan evakuasi melalui jalur udara dan Alhamdulillah ke 25 orang tersebut sudah tiba di Indonesia dengan selamat," ujar Judha di Kemenlu Jakarta, Jumat (4/10/2024).
Dia menambahkan, meskipun pihaknya telah menetapkan status siaga 1 di seluruh wilayah Lebanon. Namun, masih ada sejumlah WNI yang ingin menetap di sana dengan sejumlah alasan pribadi.
Meskipun begitu, kata Judha, sesuai dengan UU 37/1999 terkait evakuasi dari wilayah berbahaya ke wilayah aman, dalam pelaksanaannya keputusan evakuasi tetap berada pada pilihan masing-masing warga.
"Pendekatan sudah kita lakukan dengan warga negara kita, namun memang banyak warga negara kita yang memilih tetap untuk tinggal dengan berbagai macam alasan pribadi," pungkasnya.
Sebagai informasi, kondisi timur tengah semakin memanas usai Israel membunuh pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah pada Jumat (27/9/2024). Setelah kematian Nasrallah, Hizbullah meluncurkan serangan roket baru ke Israel.
Tak tinggal diam, Israel juga gencar melakukan serangan di Lebanon timur, selatan, dan Beirut pada Senin (30/9/2024). Iran juga kemudian menembakkan salvo rudal balistik ke Israel pada hari Selasa, (1/10/2024).
Aksi serang tersebut terus berlangsung hingga serangan teranyar Israel ke gudang-gudang Pangkalan Udara Khmeimim Rusia pada Kamis (3/10/2024).
Pertempuran antara Hizbullah dengan Israel ini, merupakan babak terbaru dari peperangan sejak dilancarkannya serangan terhadap Palestina, khususnya Hamas pada 7 Oktober 2023.
Meningkatnya frekuensi serangan Israel terhadap milisi Hizbullah di Lebanon dan milisi Houthi di Yaman telah memicu kekhawatiran bahwa ketegangan di Timur Tengah meluas hingga melibatkan Amerika Serikat.
Lebanon Membara Pascasyahidnya Hassan Nasrallah, Baca Doa Qunut Nazilah Berikut Ini
Qunut Nazilah dianjurkan dibaca untuk Lebanon dan Gaza [728] url asal
#perang-israel-lebanon #perang-besar-israel-lebanon #israel-serang-lebanon #serangan-israel-ke-lebanon #genosida-di-lebanon #pembantaian-di-lebanon #israel-invasi-lebanon #hizbullah #hasan-nasrallah
(Republika - Iqra) 29/09/24 14:00
v/15868892/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Perang di Jalur Gaza, meluas ke ke Labanon. Korban akibat serangan militer Israel ke Lebanon terus menumpuk. Selain lebih dari seribu korban jiwa, ratusan ribu warga Lebanon juga kini sudah mengungsi dari wilayah yang dibombardir Zionis.
Menteri Kesehatan Masyarakat Lebanon, Firas Al-Abyad, hari ini mengumumkan bahwa agresi Israel yang sedang berlangsung di Lebanon pada Oktober 2023 telah mengakibatkan hilangnya 1.640 nyawa secara tragis, termasuk 104 anak-anak dan 194 perempuan.
Menurut Kantor Berita Nasional, Menteri Al-Abyad memberikan laporan rinci tentang korban dan cedera akibat serangan Israel, menyoroti situasi kemanusiaan yang mendesak bagi para pengungsi karena jumlah pengungsi terus meningkat akibat serangan udara yang intensif di pinggiran selatan Beirut.
Menteri melaporkan total 8.408 orang terluka, dan banyak korban masih terkubur di bawah reruntuhan. Ia juga mencatat adanya orang hilang dan jenazah yang belum teridentifikasi.
Al-Abyad juga mengkonfirmasi bahwa 41 personel medis dan darurat telah kehilangan nyawa sejak awal serangan, sementara 111 lainnya menderita berbagai luka.
Sejauh ini, Israel terus melakukan pemboman terhadap wilayah Dahiyeh selatan di Beirut, yang merupakan salah satu lingkungan terpadat di Lebanon. Ini adalah rumah bagi sekitar 700 ribu orang.
Sejak serangan udara dimulai pada hari Jumat, Israel belum berhenti membombardir wilayah itu. Aljazirah melaporkan, kebanyakan orang yang tinggal di sana telah mengungsi, sangat ketakutan dan kehilangan arah, sementara eksodus massal terus berlanjut.
Dalam kondisi seperti ini, hendaknya kita membacakan doa qunut nazilah untuk saudara kita di Lebanon dan Gaza. Qunut Nazilah adalah doa karena ada suatu peristiwa yang menimpa kaum Muslimin, untuk menghilangkan gangguan musuh, menghilangkan bala, dan sebagainya.
BACA JUGA: Sengaja Cari Link Video Mesum Oknum Guru dan Siswi Gorontalo, Ingat Pesan Rasulullah SAW
Doa qunut nazilah untuk kasus Palestina, bisa dengan lafaz ini:
اللّهُمَّ نَجِّ إِخْوَانَنَا الْمُؤْمِنِيْنَ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ فِي فَلَسْطِيْنَ وَفِي كُلِّ مَكَانٍ اللّهُمَّ انْصُرْ إخْوَانَنَا الْمُجَاهِدِيْنَ فِي سَبِيْلِكَ عَلَى أَعْدَائِهِمْ اللّهُمَّ اشْدُدْ وَطْأَتَكَ عَلَى الْيَهُوْدِ الْغَاصِبِيْنَ الظَّاالِمِيْنَ وَمَنْ شَايَعَهُمْ وَأَعَانَهُمْ، يَا عَزِيْزُ يَا جَبَّارُ اللّهُمَّ اجْعَلْهَا عَلَيْهِمْ سِنِيْنَ كَسِنِيِّ يُوْسُفَ
Allahumma najji ikhwananal mu’mininal mustadh’afina fi Falistthin, wa fi kulli makan, Allahummanshur ikhwananal mujahidina fi sabilika ala a’daihim, Allahummasydud wathaka alal Yahudi al-ghasibinadhalimina wa man syaya’ahum wa a‘anahum ya Aziz ya Jabbar. Allahummajalha alahimim sinina kasiniyyi Yusufa
“Ya Allah, selamatkanlah saudara-saudara kami kaum mukminin yang tertindas di Palestina dan di setiap tempat. Ya Allah, menangkanlah saudara-saudara kami para mujahidin fi sabilillah atas para musuh mereka. Ya Allah, timpakanlah azab keras-Mu terhadap kaum Yahudi penjajah yang zalim, serta siapapun yang mendukung dan membantu mereka, wahai Yang Mahaperkasa dan Mahamengalahkan. Ya Allah, jadikanlah azab-Mu atas mereka berupa paceklik berkepanjangan sebagaimana yang terjadi di masa Nabi Yusuf.”
5. Imam mengeraskan suaranya ketika doa qunut nazilah. Berdasarkan hadits Abu Hurairah رضي الله عنه, dia berkata:
أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَدْعُوَ عَلَى أَحَدٍ أَوْ يَدْعُوَ لِأَحَدٍ، قَنَتَ بَعْدَ الرُّكُوعِ، فَرُبَّمَا قَالَ: إِذَا قَالَ: سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ، اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الحَمْدُ اللَّهُمَّ أَنْجِ الوَلِيدَ بْنَ الوَلِيدِ، وَسَلَمَةَ بْنَ هِشَامٍ، وَعَيَّاشَ بْنَ أَبِي رَبِيعَةَ، اللَّهُمَّ اشْدُدْ وَطْأَتَكَ عَلَى مُضَرَ، وَاجْعَلْهَا سِنِينَ كَسِنِي يُوسُفَ ” يَجْهَرُ بِذَلِكَ
“Rasulullah صلى الله عليه وسلم bila hendak mendoakan kejelekan atau kebaikan pada seseorang, beliau qunut setelah rukuk. Beliau berkata setelah mengucapkan ‘Sami‘allāhu liman hamidah Rabbanā lakal-hamdu’: ‘Ya Allah, selamatkanlah al-Walid bin al-Walid, Salamah bin Hisyam, Ayyasy bin Abi Rabi‘ah. Ya Allah, kuatkanlah siksa-Mu kepada Mudhar, jadikanlah mereka mendapat musibah seperti keadaan pada tahun-tahun Nabi Yusuf.’ Beliau mengeraskan doanya.” (HR Bukhari)
Al-Imam an-Nawawi berkata, “Hadits qunutnya Nabi صلى الله عليه وسلم ketika terbunuhnya para qurrā’ menunjukkan bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم mengeraskan bacaan qunutnya, dan yang shahih atau yang benar adalah dianjurkannya membaca doa qunut dengan jahar (mengeraskan bacaan).” (al-Majmu 3/482)
Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata, “Sungguh menjadi jelas bagiku hikmah mengapa doa qunut tempatnya setelah i‘tidal padahal saat sujud adalah kondisi mustajab doa, karena yang diinginkan dari qunut nazilah adalah makmum dan imam bersama dalam doa dan dalam mengaminkan. Dari sinilah para ulama sepakat bahwa doa qunut itu dibaca jahar.” (Fathul-Bārī 2/570)
Baca juga: Daftar Produk-Produk Israel yang Diserukan untuk Diboikot, Cek Listnya Berikut Ini
6. Makmum mengaminkan doanya imam. Berdasarkan hadits Ibnu Abbas رضي الله عنهما yang telah disebutkan di atas:
“Rasulullah صلى الله عليه وسلم qunut nazilah selama satu bulan. Beliau melakukannya berturut-turut pada sholat Zuhur, Asar, Magrib, Isya, dan Subuh di setiap akhir sholat jika telah membaca ‘sami‘allāhu liman hamidah’ dari rakaat yang terakhir mendoakan kejelekan untuk sekelompok kaum dari Bani Sulaim, Ri‘l, Dzakwan, dan Ushaiyah, para sahabat yang sholat di belakang beliau mengaminkan doanya.” (HR Abu Dawud, Ahmad, al-Hakim. An-Nawawi berkata dalam al-Majmū‘ (3/482), “Diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad yang hasan atau sahih.”).
7. Dianjurkan mengangkat kedua tangan ketika doa qunut nazilah. Berdasarkan hadits Anas رضي الله عنه:
فَلَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي صَلَاةِ الْغَدَاةِ رَفَعَ يَدَيْهِ فَدَعَا عَلَيْهِمْ “Sungguh aku telah melihat Rasulullah صلى الله عليه وسلم pada sholat Subuh beliau mengangkat kedua tangannya mendoakan kejelekan bagi mereka.” (HR Ahmad Al-Imam an-Nawawi berkata dalam al-Majmū‘ (3/479), “Diriwayatkan oleh al-Baihaqi dengan sanadnya yang sahih atau hasan.”)
Israel Vs Hizbullah Makin Panas, PBB Khawatir Konflik Meluas
Aksi saling serang antara pasukan Israel dengan Hizbullah dikhawatirkan memicu ketegangan kawasan Timur Tengah. [546] url asal
#israel #hizbullah #israel-hizbullah #serangan-israel-lebanon #lebanon #hizbullah-israel
(Bisnis.Com) 24/09/24 20:35
v/15527570/
Bisnis.com, JAKARTA -- Aksi saling serang antara pasukan Israel dengan Hizbullah dikhawatirkan memicu ketegangan kawasan Timur Tengah. Israel, seperti diketahui, telah melancarkan serangan udara besar-besaran di Lebanon Selatan, sebuah kawasan tempat beroperasinya pasukan Hizbullah.
Sementara itu, Hizbullah tidak tinggal diam, mereka mengirimkan pesawat nir awak alias drone intai maupun drone bunuh diri ke wilayah Israel. Mereka juga semakin intens menyerang wilayah pendudukan Israel, dengan roket-roket maupun rudal berbagai macam ukuran.
Konflik antara Israel dan Hizbullah merupakan episode ketegangan kawasan yang sudah dimulai sejak Israel secara membabi-buta menyerang Gaza Palestina. Serangan Israel menewaskan puluhan ribu warga Gaza, sebagian dari mereka anak-anak. Di Lebanon, korban serangan udara Israel mencapai ratusan orang.
Hanya saja, intensitas konflik antara Israel dengan Hizbullah telah memicu kekhawatiran banyak pihak, tidak terkecuali bangsa-bangsa Barat, yang selama ini merupakan standar ganda dalam melihat konflik di Timur Tengah. Apalagi Hizbullah adalah salah satu proxy Iran, negara di kawasan Teluk yang memiliki reputasi persenjataan mutakhir.
Industri militer Iran telah meningkat secara signifikan kendati dibanjiri sanksi dari negara-negara Barat. Iran mampu memproduksi senjata-senjata konvensional termasuk di dalamnya, roket, rudal balistik, hingga rudal jelajah. Negeri pada Mullah itu juga menjadi produsen pesawat nir awak alias drone bunuh diri paling penting dan beberapa jenisnya sudah teruji di medan tempur alias battle proven di berbagai medan mulai dari konflik di kawasan Timur Tengah hingga Rusia vs Ukraina di Eropa Timur.
Namun yang membuat Barat ketar-ketir adalah adanya dugaan Iran memiliki kemampuan untuk mengembangkan bahkan membuat senjata non konvensional, salah satunya rudal-rudal yang mampu membawa hulu ledak nuklir.
Selain kemampuan militer, Iran juga memiliki jaringan yang kuat dengan beberapa negara atau kelompok di kawasan Timur Tengah. Di Iraq, mereka memiliki relasi kuat dengan beberapa organisasi, terutama yang berhaluan Syiah. Iran juga memiliki relasi yang kuat dengan Houthi di Yaman, Hamas di Gaza Palestina, Hizbullah di Lebanon, dan rezim Bashar Al Assad serta organisasi-organisasi milisi di Suriah.
Sebaliknya Israel memiliki dukungan yang nyaris tidak terbatas. Israel didukung negara-negara Barat, khususnya Amerika Serikat. Mereka memiliki persenjataan mutakhir dan sistem intelejen yang cukup mumpuni. Serangan 'ledakan' pagar Hizbullah ditengarai sebagai bagian dari operasi intelijen Israel.
Seruan PBB
Dilansir dari laman resmi PBB, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres sangat khawatir dengan situasi yang meningkat di sepanjang Garis Biru dan banyaknya korban sipil, termasuk anak-anak dan perempuan, yang dilaporkan oleh otoritas Lebanon.
Juru bicara PBB Stéphane Dujarric menyebutkan bahwa ribuan orang lainnya yang mengungsi di tengah kampanye pengeboman Israel yang paling gencar sejak Oktober.
"Sekretaris Jenderal juga sangat khawatir dengan serangan terus-menerus oleh Hizbullah ke Israel. Ia menyatakan keprihatinan yang mendalam atas keselamatan warga sipil di kedua sisi Garis Biru, termasuk personel PBB, dan mengutuk keras hilangnya nyawa."
Di Lebanon, dilaporkan bahwa orang-orang di selatan menerima pesan telepon dan media sosial pada hari Senin dari militer Israel yang memberi tahu mereka untuk menjauh dari bangunan atau desa mana pun yang terkait dengan kelompok militan Hizbullah.
Kelompok bersenjata itu dilaporkan meluncurkan sekitar 150 proyektil ke Israel utara selama akhir pekan, yang merupakan serangan terbaru dari serangkaian serangan Hizbullah yang dimulai tak lama setelah perang meletus di Gaza, dan yang telah menyebabkan sekitar 60.000 warga Israel mengungsi hingga saat ini.
Di Lebanon selatan, sekitar 30.000 orang telah mengungsi dari rumah mereka.
Israel Vs Hizbullah Makin Panas, PBB Khawatir Konflik Meluas
Aksi saling serang antara pasukan Israel dengan Hizbullah dikhawatirkan memicu ketegangan kawasan Timur Tengah. [546] url asal
#israel #hizbullah #israel-hizbullah #serangan-israel-lebanon #lebanon #hizbullah-israel
(Bisnis.Com) 24/09/24 20:35
v/15500385/
Bisnis.com, JAKARTA -- Aksi saling serang antara pasukan Israel dengan Hizbullah dikhawatirkan memicu ketegangan kawasan Timur Tengah. Israel, seperti diketahui, telah melancarkan serangan udara besar-besaran di Lebanon Selatan, sebuah kawasan tempat beroperasinya pasukan Hizbullah.
Sementara itu, Hizbullah tidak tinggal diam, mereka mengirimkan pesawat nir awak alias drone intai maupun drone bunuh diri ke wilayah Israel. Mereka juga semakin intens menyerang wilayah pendudukan Israel, dengan roket-roket maupun rudal berbagai macam ukuran.
Konflik antara Israel dan Hizbullah merupakan episode ketegangan kawasan yang sudah dimulai sejak Israel secara membabi-buta menyerang Gaza Palestina. Serangan Israel menewaskan puluhan ribu warga Gaza, sebagian dari mereka anak-anak. Di Lebanon, korban serangan udara Israel mencapai ratusan orang.
Hanya saja, intensitas konflik antara Israel dengan Hizbullah telah memicu kekhawatiran banyak pihak, tidak terkecuali bangsa-bangsa Barat, yang selama ini merupakan standar ganda dalam melihat konflik di Timur Tengah. Apalagi Hizbullah adalah salah satu proxy Iran, negara di kawasan Teluk yang memiliki reputasi persenjataan mutakhir.
Industri militer Iran telah meningkat secara signifikan kendati dibanjiri sanksi dari negara-negara Barat. Iran mampu memproduksi senjata-senjata konvensional termasuk di dalamnya, roket, rudal balistik, hingga rudal jelajah. Negeri pada Mullah itu juga menjadi produsen pesawat nir awak alias drone bunuh diri paling penting dan beberapa jenisnya sudah teruji di medan tempur alias battle proven di berbagai medan mulai dari konflik di kawasan Timur Tengah hingga Rusia vs Ukraina di Eropa Timur.
Namun yang membuat Barat ketar-ketir adalah adanya dugaan Iran memiliki kemampuan untuk mengembangkan bahkan membuat senjata non konvensional, salah satunya rudal-rudal yang mampu membawa hulu ledak nuklir.
Selain kemampuan militer, Iran juga memiliki jaringan yang kuat dengan beberapa negara atau kelompok di kawasan Timur Tengah. Di Iraq, mereka memiliki relasi kuat dengan beberapa organisasi, terutama yang berhaluan Syiah. Iran juga memiliki relasi yang kuat dengan Houthi di Yaman, Hamas di Gaza Palestina, Hizbullah di Lebanon, dan rezim Bashar Al Assad serta organisasi-organisasi milisi di Suriah.
Sebaliknya Israel memiliki dukungan yang nyaris tidak terbatas. Israel didukung negara-negara Barat, khususnya Amerika Serikat. Mereka memiliki persenjataan mutakhir dan sistem intelejen yang cukup mumpuni. Serangan 'ledakan' pagar Hizbullah ditengarai sebagai bagian dari operasi intelijen Israel.
Seruan PBB
Dilansir dari laman resmi PBB, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres sangat khawatir dengan situasi yang meningkat di sepanjang Garis Biru dan banyaknya korban sipil, termasuk anak-anak dan perempuan, yang dilaporkan oleh otoritas Lebanon.
Juru bicara PBB Stéphane Dujarric menyebutkan bahwa ribuan orang lainnya yang mengungsi di tengah kampanye pengeboman Israel yang paling gencar sejak Oktober.
"Sekretaris Jenderal juga sangat khawatir dengan serangan terus-menerus oleh Hizbullah ke Israel. Ia menyatakan keprihatinan yang mendalam atas keselamatan warga sipil di kedua sisi Garis Biru, termasuk personel PBB, dan mengutuk keras hilangnya nyawa."
Di Lebanon, dilaporkan bahwa orang-orang di selatan menerima pesan telepon dan media sosial pada hari Senin dari militer Israel yang memberi tahu mereka untuk menjauh dari bangunan atau desa mana pun yang terkait dengan kelompok militan Hizbullah.
Kelompok bersenjata itu dilaporkan meluncurkan sekitar 150 proyektil ke Israel utara selama akhir pekan, yang merupakan serangan terbaru dari serangkaian serangan Hizbullah yang dimulai tak lama setelah perang meletus di Gaza, dan yang telah menyebabkan sekitar 60.000 warga Israel mengungsi hingga saat ini.
Di Lebanon selatan, sekitar 30.000 orang telah mengungsi dari rumah mereka.
Rentetan Ledakan Pager di Lebanon Tewaskan 9 Orang, Hizbullah Tuding Israel jadi Dalang
Kelompok militan Hizbullah menuduh Israel sebagai aktor utama peristiwa ledakan pager atau penyeranta dan berjanji akan melakukan aksi balasan. [698] url asal
#ledakan-pager-lebanon #ledakan-penyeranta-lebanon #hizbullah #israel #serangan-israel-lebanon #lebanon #israel-vs-lebanon
(Bisnis.Com) 18/09/24 09:20
v/15171013/
Bisnis.com, JAKARTA – Sebanyak 9 orang dan hampir 3.000 lainnya terluka akibat rangkaian peristiwa ledakan alat komunikasi pager atau penyeranta di Lebanon pada Selasa (17/9/2024) waktu setempat. Kelompok militan Hizbullah menuduh Israel sebagai aktor utama peristiwa ini dan berjanji akan melakukan aksi balasan.
Mengutip Reuters pada Rabu (18/9/2024), Menteri Penerangan Lebanon Ziad Makary mengutuk peledakan pager atau penyeranta, alat genggam yang digunakan Hizbullah dan pihak lain di Lebanon untuk mengirim pesan, sebagai agresi Israel. Hizbullah mengatakan Israel akan menerima 'hukuman yang adil' atas ledakan tersebut.
Militer Israel, yang terlibat dalam pertempuran lintas batas dengan Hizbullah yang didukung Iran sejak dimulainya perang Gaza pada bulan Oktober, menolak menanggapi pertanyaan tentang ledakan tersebut.
Jumlah korban tewas meningkat dari delapan menjadi sembilan pada Selasa malam sementara jumlah korban luka tetap pada angka 2.750, kata kementerian kesehatan Lebanon.
Hizbullah mengkonfirmasi dalam pernyataan sebelumnya bahwa korban tewas termasuk setidaknya dua pejuangnya dan seorang gadis muda.
Sebagai informasi, ledakan pager terjadi di Lebanon selatan, pinggiran selatan Beirut Dahiyeh dan Lembah Bekaa timur. Seluruh lokasi tersebut merupakan wilayah basis Hizbullah.
Dalam satu insiden, video CCTV yang disiarkan oleh lembaga penyiaran regional menunjukkan seseorang yang sedang membayar di sebuah toko kelontong ketika sebuah perangkat genggam kecil yang diletakkan di sebelah kasir meledak.
Seorang pejabat Hizbullah, yang berbicara tanpa menyebut nama, mengatakan insiden itu adalah pelanggaran keamanan terbesar bagi kelompok tersebut dalam hampir satu tahun konflik dengan Israel.
The New York Times melaporkan bahwa Israel menyembunyikan bahan peledak di dalam pager Gold Apollo buatan Taiwan sebelum diimpor ke Lebanon, mengutip pejabat Amerika dan lainnya yang diberi pengarahan tentang operasi tersebut. Bahan tersebut ditanamkan di sebelah baterai dengan saklar yang dapat dipicu dari jarak jauh untuk meledak.
Kelompok militan Palestina Hamas, yang melancarkan perang dengan Israel di Gaza, mengatakan ledakan pager adalah eskalasi yang hanya akan membawa Israel pada kegagalan dan kekalahan.
Koordinator khusus PBB untuk Lebanon, Jeanine Hennis-Plasschaert, menyesalkan serangan itu dalam sebuah pernyataan dan mengatakan hal itu menandai peningkatan yang sangat mengkhawatirkan dalam konflik tersebut.
Sementara itu, AS mengatakan pihaknya tidak terlibat dalam ledakan tersebut dan tidak mengetahui siapa yang bertanggung jawab. AS kembali menyerukan solusi diplomatik terhadap ketegangan antara Israel dan Lebanon.
Mereka mendesak Iran, yang bersama sekutunya Hizbullah, Houthi di Yaman, dan kelompok bersenjata di Irak telah membentuk Poros Perlawanan melawan pengaruh Israel dan AS – agar tidak mengambil keuntungan dari insiden apa pun untuk meningkatkan ketidakstabilan.
Tanpa berkomentar langsung mengenai ledakan di Lebanon, juru bicara militer Israel mengatakan kepala staf, Mayor Jenderal Herzi Halevi, bertemu dengan perwira senior pada Selasa malam untuk menilai situasi. Tidak ada perubahan kebijakan yang diumumkan namun kewaspadaan harus terus dijaga.
Pejuang Hizbullah telah menggunakan pager sebagai sarana komunikasi berteknologi rendah dalam upaya menghindari pelacakan lokasi Israel, dua sumber yang mengetahui operasi kelompok tersebut mengatakan kepada Reuters tahun ini. Pager adalah perangkat telekomunikasi nirkabel yang menerima dan menampilkan pesan.
Sementara itu, Duta Besar Iran untuk Lebanon, Mojtaba Amani, mengalami cedera ringan dalam insiden ledakan pager tersebut dan berada dalam pengawasan di rumah sakit, kata kantor berita semi-resmi Iran, Fars.
Korban termasuk pejuang Hizbullah yang merupakan putra pejabat tinggi kelompok bersenjata tersebut, kata dua sumber keamanan kepada Reuters. Salah satu dari mereka yang tewas adalah putra seorang anggota Hizbullah di parlemen Lebanon, Ali Ammar, kata mereka.
"Ini bukan serangan keamanan yang menargetkan satu, dua atau tiga orang. Ini adalah serangan terhadap seluruh bangsa," kata pejabat senior Hizbullah Hussein Khalil sambil menyampaikan belasungkawa atas kematian putra Ammar.
Air France mengumumkan pada Selasa malam bahwa mereka menangguhkan penerbangan yang menghubungkan Paris dengan Beirut dan Tel Aviv hingga Kamis karena masalah keamanan.
Sebelumnya pada Selasa, badan keamanan dalam negeri Israel mengatakan mereka telah menggagalkan rencana Hizbullah untuk membunuh seorang mantan pejabat senior pertahanan dalam beberapa hari mendatang.
Hizbullah mengatakan mereka ingin menghindari konflik besar-besaran dengan Israel namun hanya dengan berakhirnya perang Gaza yang akan menghentikan bentrokan lintas batas. Upaya gencatan senjata di Gaza masih menemui jalan buntu setelah berbulan-bulan perundingan yang dimediasi oleh Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat.
Meskipun mereka melihat ancaman eskalasi, para ahli lebih skeptis, untuk saat ini, mengenai potensi perang Israel-Hizbullah skala penuh yang akan segera terjadi, yang ingin dicegah oleh AS dan diyakini tidak diinginkan oleh kedua pihak.
Bombardir Beirut, Israel Klaim Sasar Komandan Hizbullah
Komandan Hizbullah yang menjadi target Israel adalah Fuad Shukr. [745] url asal
#israel-bom-beirut #bom-beirut #beirut-dibom-israel #israel #perang-israel-lebanon #hizbullah
(Republika - News) 31/07/24 09:18
v/12719246/
REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT -- Ledakan besar dilaporkan terdengar pada Selasa (30/7/2024) malam di wilayah pinggiran selatan ibu kota Lebanon, Beirut, setelah serangan Israel di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dengan Hizbullah, lapor media setempat. Serangan itu dilaporkan terjadi di sekitar markas Dewan Syura Hizbullah di Haret Hreik, lapor kantor berita pemerintah National News.
Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan serangan yang dilakukan drone Israel itu menyebabkan seorang wanita dan dua anak tewas, 69 lainnya terluka, termasuk tiga warga dalam kondisi kritis. Militer Israel mengakui serangan tersebut dengan mengeklaim pihaknya menyasar komandan Hizbullah yang bertanggung jawab atas serangan pada Sabtu (27/7/2024) yang menewaskan 12 orang di kota Druze, Majdal Shams, Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.
Target yang diincar Israel adalah Fuad Shukr, yang bertanggung jawab atas militer Hizbullah, sebut situs berita Axios, mengutip seorang pejabat Israel tanpa nama. Sebuah pernyataan militer mengatakan bahwa Shukr, juga dikenal sebagai Sayyid Muhsan, menjabat sebagai “tangan kanan Sekretaris Jenderal Hizbullah Hassan Nasrallah dan penasihat Nasrallah untuk merencanakan dan mengarahkan operasi masa perang.”
Tentara mengklaim bahwa komandan tersebut “telah mengarahkan serangan Hizbullah terhadap Negara Israel sejak 8 Oktober, dan dia adalah komandan yang bertanggung jawab atas pembunuhan 12 anak di Majdal Shams di Israel utara pada Sabtu malam.”
Otoritas Penyiaran Israel, KAN, dan Channel 13 Israel mengatakan masih belum ada konfirmasi bahwa eliminasi orang nomor dua Hizbullah itu berhasil dilaksanakan, dengan mengutip sumber resmi Israel yang tidak disebutkan namanya. Sekretaris Kabinet Israel Yossi Fuchs menginstruksikan para menteri untuk tidak mengomentari operasi di ibu kota Lebanon itu sampai pernyataan resmi dikeluarkan oleh militer.
Arahan tersebut datang dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, menurut laporan media KAN. Setelah serangan di Beirut, Netanyahu tiba di Kementerian Pertahanan di Tel Aviv dan dijadwalkan melakukan penilaian keamanan pada Selasa malam dengan para pejabat tinggi keamanan setelah serangan itu, menurut surat kabar Yedioth Ahronoth.
“Apakah perang akan terjadi dengan Lebanon tergantung pada Hizbullah. Kami tidak berniat memulai perang regional,” kata seorang pejabat senior yang tidak disebutkan namanya.
Channel 13 juga melaporkan bahwa seorang pejabat tinggi Israel yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa “jika Hizbullah tidak menanggapi serangan di Beirut selatan, kami tidak akan melancarkan perang.”
Radio Militer Israel juga melaporkan bahwa militer menginstruksikan penduduk di kota-kota dekat perbatasan Lebanon untuk tetap berada di tempat perlindungan untuk mengantisipasi potensi balasan dari Hizbullah. Menyusul pernyataan tentara mengenai serangan di Beirut selatan, Menteri Pertahanan Yoav Gallant mengunggah di X bahwa “Hizbullah melewati garis merah.”
Tentara Israel kemudian mengeklaim bahwa mereka membunuh Shukr dalam serangan tersebut. Meski Israel menuduh Hizbullah bertanggung jawab atas serangan Sabtu itu, kelompok Lebanon tersebut menyangkal tuduhan tersebut. Belum ada tanggapan dari Hizbullah mengenai serangan ke Israel tersebut.
Warga negara Indonesia (WNI) di Lebanon telah diimbau untuk meninggalkan negara itu guna mengantisipasi dampak konflik terbaru konflik Israel dan kelompok Hizbullah. Imbauan tersebut disampaikan oleh KBRI Beirut dan Kementerian Luar Negeri RI setelah memonitor dari dekat situasi keamanan di Lebanon, termasuk kemungkinan terjadinya eskalasi konflik bersenjata. KBRI Beirut mengimbau seluruh WNI di Lebanon untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian, serta bersiap dan mengantisipasi apabila terjadi eskalasi konflik.
“Untuk itu, kami mengimbau seluruh WNI di Lebanon untuk memastikan sudah memproses Lapor Diri kepada KBRI Beirut dan mempertimbangkan untuk dapat keluar dari Lebanon untuk sementara waktu secara mandiri, selama layanan penerbangan komersial masih tersedia,” kata KBRI Beirut dalam imbauan resmi yang dirilis Senin (29/7/2024).
KBRI juga mengimbau WNI yang berencana mengunjungi Lebanon untuk menunda perjalanan mereka hingga situasi keamanan membaik. Dengan pertimbangan buruknya kondisi keamanan di Lebanon Selatan yang mencakup wilayah Saida, Hasbaya, Nabatiyeh, Marjeyoun, Tyre dan Aitaroun, telah ditetapkan Status Siaga Idi wilayah tersebut sejak Oktober 2023.
“Dalam kaitan ini, kami mengimbau seluruh WNI di Lebanon Selatan untuk berlindung di safe house KBRI Beirut,” kata KBRI.
KBRI juga mengingatkan seluruh WNI di Lebanon agar menghindari kawasan yang rawan, menyimpan barang dan dokumen berharga di tempat yang aman, serta terus mencermati dan bersikap waspada atas perkembangan situasi keamanan setempat, antara lain dengan memantau media massa dan sumber informasi resmi otoritas setempat. Jika sedang bepergian, WNI diharap menjaga barang berharga seperti paspor, dompet, dan ponsel dengan baik.
Bagi WNI yang membutuhkan bantuan, agar dapat segera menghubungi hotline KBRI Beirut melalui telepon maupun Whatsapp pada nomor +961 70817310. Berdasarkan data lapor diri KBRI Beirut, terdapat 203 WNI yang menetap di Lebanon serta sekitar 1.232 personil TNI yang bertugas di UNIFIL. Terdapat 14 WNI yang menetap di wilayah Lebanon Selatan dan mereka memutuskan untuk tetap tinggal di rumah masing masing karena merasa situasi masih relatif aman.