REPUBLIKA.CO.ID, Dalam Alquran, Allah SWT telah menjelaskan balasan yang diberikan kepada orang yang beristighfar (memohon ampun) dengan berbagai cara. Selain akan mendapatkan pahala, orang yang sering istighfar akan diberikan karunia berlebih dari Allah.
Berikut beberapa balasan Allah bagi orang yang beristighfar sebagaimana disebutkan dalam Alquran:
1. Ampunan dosa dan kasih sayang Allah
Allah SWT berjanji akan mengampuni dosa-dosa orang yang senantiasa beristighfar. Dalam Surat Al-Baqarah ayat 199, Allah berfirman:
Artinya: "Kemudian, bertolaklah kamu dari tempat orang-orang bertolak (Arafah) dan mohonlah ampunan kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS Al-Baqarah [2]:199).
Dalam ayat ini dijelaskan bahwa siapa yang meminta ampun kepada Allah, tentu Allah akan mengampuni dosanya, karena Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada hamba-Nya. Hal ini seperti diriwayatkan dari Ibnu Jarir dari Ibnu ‘Abbas.
2. Kemuliaan di dunia dan akhirat
Istighfar dapat mendatangkan kemuliaan baik di dunia maupun di akhirat. Dalam Surat Hud ayat 3, Allah SWT berfirman:
Artinya: "Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu kemudian bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia akan memberi kesenangan yang baik kepadamu (di dunia) sampai waktu yang telah ditentukan (kematian) dan memberikan pahala-Nya (di akhirat) kepada setiap orang yang beramal saleh. Jika kamu berpaling, sesungguhnya aku takut kamu (akan) ditimpa azab pada hari yang besar (kiamat). (QS Hud [11]:3)
Dalam tafsir tahlili Kemenag dijelaskan, dalam ayat ini Nabi Muhammad SAW menyeru kaum musyrikin untuk minta ampun kepada Allah dan bertobat dengan teguh dan terus menerus. Allah niscaya akan mengampuni mereka dan memberi rezeki yang melimpah, kemakmuran, kesehatan, dan kesejahteraan sampai akhir hayat mereka.
Mendapatkan karunia..
3. Mendapat karunia kebaikan dalam kehidupan
Allah menjanjikan kehidupan yang baik dan berkah bagi orang yang rajin beristighfar. Dalam Surat Nuh ayat 10-12, Allah menyatakan:
Artinya: "Lalu, aku berkata (kepada mereka), “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun. (Jika kamu memohon ampun,) niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, memperbanyak harta dan anak-anakmu, serta mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu.” (QS Nuh [71]:10-12)
4. Pelepasan dari Azab
Istighfar juga menjadi sebab Allah mengangkat azab dari suatu kaum. Dalam Surat Al-Anfal ayat 33, Allah berfirman:
Artinya: "Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka selama engkau (Nabi Muhammad) berada di antara mereka dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka selama mereka memohon ampunan". (QS Al-Anfal [8]:33)
5. Kelapangan dalam rezeki dan keturunan
Dalam Surat Hud ayat 52, istighfar juga disebutkan sebagai jalan untuk memperluas rezeki dan memperbanyak keturunan:
Artinya: "Wahai kaumku, mohonlah ampunan kepada Tuhanmu kemudian bertobatlah kepada-Nya! Niscaya Dia akan menurunkan untukmu hujan yang sangat deras, menambahkan kekuatan melebihi kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling menjadi orang-orang yang berdosa.” (QS Hud [11]:52)
Dengan demikian, beristighfar tidak hanya mendatangkan ampunan Allah, tetapi juga berbagai bentuk keberkahan, kemudahan, dan kebaikan dalam hidup di dunia serta di akhirat.
REPUBLIKA.CO.ID,JAMBI -- Berumah tangga berarti menginginkan kehidupan yang lebih baik sebagaimana yang diamanatkan dalam Islam. Bahkan, Umar bin Khattab pernah menyinggung soal pernikahan ini.
Disebutkan Al Qurtubi dalam kitab Tafsirnya, bahwa Umar bin Khattab RA berkata:
عجبي ممن لا يطلب الغنى في النكاح، وقد قال الله تعالى: (إن يكونوا فقراء يغنهم الله من فضله).
"Aku heran pada mereka yang tidak mencari kekayaan dalam pernikahan. Allah SWT berfirman, 'Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya' (QS. An Nur ayat 32)."
Lantas apa faktor atau penyebab rezeki rumah tangga tersendat? Faktor pertama ialah mengerjakan perbuatan maksiat dan perbuatan yang diharamkan. Ini adalah salah satu faktor penghalang rezeki, bahkan ini juga menjadi penyebab utama mengapa rezeki seorang hamba seret.
Kedua adalah tidak bersyukur. Kufur nikmat atau tidak bersyukur dan mencerca nikmat yang telah diberikan oleh Allah SAW kepada dirinya. Allah SWT berfirman, "Dan terhadap nikmat Tuhanmu hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur)." (QS. Ad Duha ayat 11).
Ketiga, rezeki rumah tangga juga bisa terhambat karena faktor bakhil atau pelit. Tidak suka mengeluarkan hartanya di jalan Allah SWT.
Allah SWT berfirman, "Dan jangan sekali-kali orang-orang yang kikir dengan apa yang diberikan Allah kepada mereka dari karunia-Nya mengira bahwa (kikir) itu baik bagi mereka, padahal (kikir) itu buruk bagi mereka. Apa (harta) yang mereka kikirkan itu akan dikalungkan (di lehernya) pada hari Kiamat. Milik Allah-lah warisan (apa yang ada) di langit dan di bumi. Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan." (QS. Ali Imran ayat 180).
Keempat, tidak membayar zakat dan tidak bersedekah juga menjadi faktor penghalang rezeki rumah tangga, dan berkurangnya serta hilangnya keberkahan hidup.
Allah SWT berfirman, "Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)". Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya." (QS Saba ayat 39).
Kelima yaitu memakan uang haram. Mungkin ada kalanya rezeki rumah tangga menjadi susah karena sumber pendapatannya haram. Uang haram tidak berkah meski secara fisik memiliki harta yang berlimpah. Seorang Muslim harus menjemput rezeki dengan cara halal dan thayyib, serta berdasarkan ketentuan Alquran dan sunnah.
Ulama Imam Al Zarnuji dalam Ta'lim Al Muta'allim, menukil sebuah hadits yang diriwayatkan Salman RA, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Tidak ada yang bisa mencegah takdir kecuali doa dan tidak ada yang bisa menambah umur kecuali amal kebajikan." (HR. Tirmidzi)
Hadits itu menunjukkan bahwa seorang laki-laki bisa terhalang rezekinya karena dosa yang dikerjakan. Perbuatan dosa dapat menyebabkan terhambatnya rezeki. Terutama dosa karena dusta, sebab dusta itu dapat menyebabkan kefakiran. "Begitu pun tidur di pagi hari, yang juga dapat menghambat rezeki. Dan banyak tidur menyebabkan seseorang miskin harta dan juga miskin ilmu," terang Imam Al Zarnuji.
REPUBLIKA.CO.ID, Tafsir dari Surat Saba' Ayat 39 menjelaskan bahwa mendapatkan banyak rezeki bukan tanda disayang oleh Allah SWT. Sebaliknya, jika ada orang yang mendapatkan rezeki yang terbatas, bukan berarti ia dibenci oleh Allah SWT.
Qul inna rabbī yabsuṭur-rizqa limay yasyā'u min ‘ibādihī wa yaqdiru lah(ū), wa mā anfaqtum min syai'in fahuwa yukhlifuh(ū), wa huwa khairur-rāziqīn(a).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya.” Suatu apa pun yang kamu infakkan pasti Dia akan menggantinya. Dialah sebaik-baik pemberi rezeki. (QS Saba' Ayat 39)
Dalam ayat ini, menurut Tafsir Kementerian Agama ditegaskan bahwa Allah yang melapangkan rezeki dan membatasinya. Berbeda dengan ayat 36, dalam ayat 39 ini ditegaskan bahwa yang dilapangkan rezekinya atau dibatasi-Nya adalah rezeki hamba-hamba-Nya. Berarti seorang hamba Allah akan menerima ketentuan rezekinya, apakah dilapangkan atau dibatasi oleh Allah.
Dengan demikian, ayat ini membantah bahwa kelapangan rezeki itu adalah tanda Allah sayang, dan keterbatasan atas rezeki bukan menandakan Allah benci.
Seorang hamba Allah akan sabar bila rezekinya terbatas. Apabila rezekinya berlebih akan memperhatikan orang lain yang kekurangan. Ia tidak akan termasuk pendusta agama atau hari kemudian, sebagaimana dinyatakan ayat berikut.
"Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Maka itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak mendorong memberi makan orang miskin." (QS al-Ma‘un: 1-3)
Membantu orang lain, berdasarkan ayat ini, justru akan mengekalkan kekayaan itu, bukan menghabiskannya. Membantu orang lain tidak akan membuat kita miskin, bahkan sebaliknya karena bantuan itu berarti memberdayakan orang banyak. Keberdayaan orang banyak akan membuahkan kemakmuran, sebaliknya eksploitasi masyarakat akan membuat masyarakat itu melarat.
Rasulullah SAW menginformasikan bahwa orang yang membantu orang lain didoakan oleh malaikat agar bertambah rezekinya, dan orang yang kikir didoakan oleh malaikat kehilangan harta bendanya.
Pada setiap pagi ada dua malaikat yang turun kepada hamba Allah, yang satu berdoa, “Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang berinfak.” Dan yang satu lagi berdoa juga, “Ya Allah, musnahkanlah harta orang yang tidak mau berinfak.” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)
REPUBLIKA.CO.ID, Seorang ulama Makkah yang viral di media sosial, Syekh Abdurrahman menceritakan pengalamannya saat bertemu dengan seorang lelaki yang mengamalkan membaca istighfar setiap hari. Menurut Syekh Abdurrahman, pengalaman itu pun membuatnya sampai menangis.
"Saya mengalami situasi indah yang sangat mempengaruhi hati saya," ujar Syekh Abdurrahman dikutip dari video yang diunggah akun X @7signxx, Jumat (23/8/2024).
Syekh Abdurrahman bertemu dengan lelaki itu saat memberikan kuliah di Universitas Emir Sultan di Makkah. Dalam ceramahnya, ia pun membahas tentang istighfar.
Setelah selesai memberikan kuliah, Syekh Abdurrahman lalu keluar dari pintu masjid kampus tersebut. Tiba-tiba, dia pun mendengarkan seorang lelaki memanggil. "Saya tidak mengenal pria itu, tapi Subhanallah begitu saya melihat lelaki itu, aku sangat mencitainya karena Allah," ucap Syekh Abdurrahman.
Lelaki itu lalu berkata, "Wahai Syekh Abdurrahman, aku ingin memberitahumu sesuatu. Katakan pada orang-orang, Demi Allah saya mengatakannya bukan untuk pamer atau demi ketenaran! Tapi saya menemukan dampak dari Istighfar."
Kepada Syekh Abdurrahman, lelaki itu kemudian berkata, "Saya membaca Istighfar setiap hari sebanyak yang kamu lakukan."
"Demi Allah aku bercerita seperti orang itu bilang padaku, dia berkata hampir 30 ribu kali melakukan zikir kepada Allah, Subhanallah," ucap Syekh Abdurrahman.
"Saat dia memberitahuku hal ini, aku menanyakan sebuah pertanyaan padanya, dan ketika dia menjawab, demi Allah dia membuat air mataku jatuh," kata Syekh Abdurrahman.
Apa yang didapat dari istighfar..
Lalu, Syekh Abdurrahman mengakui bahwa lelaki itu termasuk seseorang yang selalu mengingat Allah dan lidahnya selalu dibasahi dengan dzikir kepada Allah. Setelah itu, Syekh Abdurrahman pun mengajukan pertanyaan kepada lelaki itu.
"Saya berkata, apa yang kamu peroleh dari istighfar? Dan apa dampak istighfar pada hidupmu? Kau tahu apa yang dia katakan padaku?," ujar Syekh Abdurrahman.
Menurut Syekh Abdurrahman, lelaki itu mengaku bahwa dirinya tidak pernah meminta sesuatu kepada Allah. Namun, karena istighfar, Allah selalu mencukupi kebutuhannya.
"Dia mengatakan kepada saya, 'Demi Allah, saya tidak mengangkat tangan saya meminta sesuatu kepada Allah, kecuali bahwa Allah memenuhi kebutuhan saya! Kecuali Allah telah memberiku apa yang aku minta'," kata Syekh Abdurrahman menurukan perkataan lelaki itu.
Syekh Abdurrahman menambahkan, pengalaman yang dialaminya ini merupakan sebuah pesan kepada umat Islam untuk memperbanyak istighfar jika hajatnya ingin terkabul.
"Ini adalah pesan untuk semua orang yang mendengarkan saya, orang yang berhutang, orang yang ingin menikah, orang yang sedang mencari pekerjaan, orang yang depresi, orang yang bahagia, orang yang ingin pikirannya damai, lakukan itu sekarang, saat berada di rumah," jelas Syekh Abdurrahman.