PT Gunbuster Nickel Industry (PT GNI) bersama PT Stardust Estate Investment (PT SEI) membagikan ratusan paket sepatu kepada anak-anak Sekolah Dasar (SD). [668] url asal
PT Gunbuster Nickel Industry (PT GNI) bersama PT Stardust Estate Investment (PT SEI) membagikan ratusan paket sepatu kepada anak-anak Sekolah Dasar (SD) dan sembako untuk masyarakat di tiga desa, di Kabupaten Morowali Utara, yakni Desa Bungintimbe, Desa Tanauge, dan Desa Bunta. Kegiatan ini dilakukan secara bertahap dari tanggal 21, 24, dan 28 Oktober 2024.
Program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Program ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin empat, yakni mendukung pendidikan berkualitas dan poin sepuluh dalam mengurangi ketimpangan.
Head of Corporate Communication PT GNI, Mellysa Tanoyo menjelaskan program ini adalah salah satu upaya perusahaan untuk berkontribusi lebih dalam mendorong kemajuan pendidikan di daerah lingkar industri.
"Pemberian paket sepatu kepada anak-anak SD di Desa Bungintimbe, Tanauge, dan Bunta adalah bagian dari komitmen kami untuk mendukung akses pendidikan yang lebih baik. Kami memahami bahwa sepatu adalah kebutuhan mendasar bagi anak-anak untuk bersekolah, terutama di daerah yang kondisi geografisnya cukup menantang. Selain itu, sembako yang kami berikan juga merupakan bentuk kepedulian PT GNI terhadap kesejahteraan keluarga mereka," ujar Mellysa dalam keterangan tertulis, Selasa (22/10/2024).
Menurutnya, akses pendidikan yang baik harus didukung dengan fasilitas yang memadai, termasuk perlengkapan sekolah yang layak. Dengan adanya bantuan ini, PT GNI berharap anak-anak akan lebih nyaman dan semangat dalam menjalani kegiatan belajar di sekolah.
Menanamkan Rasa Peduli Sejak Dini
Mellysa menambahkan, program pemberian sepatu ini juga memiliki tujuan jangka panjang, yakni menanamkan rasa percaya diri dan kebanggaan pada anak-anak. Menurutnya, sepatu bukan hanya soal kebutuhan fisik, tetapi juga simbol penting yang dapat memotivasi anak-anak untuk terus bersekolah dan bermimpi tinggi.
"Kami ingin anak-anak di sini memiliki rasa percaya diri dan kebanggaan dalam bersekolah. Sepatu baru bagi mereka bukan hanya perlengkapan sehari-hari, tetapi bisa menjadi motivasi untuk rajin belajar dan mengejar cita-cita. Kami juga berharap program seperti ini dapat menginspirasi perusahaan lain untuk turut serta berkontribusi pada pendidikan di daerah," tambahnya.
PT GNI dan PT SEI bagikan ratusan sepatu dan paket sembako ke siswa SD dan masyarakat di Desa Bungintimbe. Foto: PT GNI
Hadirnya program ini pun mendapatkan respons positif dari Kepala Desa Bungintimbe, Musniati. Ia berterima kasih kepada PT GNI dan PT SEI atas perhatian yang diberikan kepada anak-anak dan masyarakat di Bungintimbe.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak, Ibu sekalian yang betul-betul memperhatikan masyarakat, dalam hal ini PT GNI dan PT SEI. Harapannya kegiatan ini dapat berjalan secara berkelanjutan. Ini merupakan niat baik yang kiranya dapat membantu, dan inshaAllah kedepannya ada lagi program-program seperti ini," ungkap Musniati.
Senada, Kepala Sekolah Dasar Negeri 1 Bungintimbe, Nening juga berterima kasih atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, bantuan sepatu sangat membantu memotivasi anak-anak untuk semangat dalam belajar.
"Terima kasih kepada PT GNI dan PT SEI. Dengan adanya program ini, anak-anak merasa antusias dalam hal yang baik dan positif, anak-anak juga termotivasi untuk lebih giat belajar dengan adanya program-program seperti ini," ungkap Nening.
Dengan adanya program-program seperti ini, PT GNI berharap bisa menjadi mitra yang baik bagi masyarakat di sekitar lingkar industri, tidak hanya dalam bidang ekonomi tetapi juga dalam peningkatan kualitas hidup dan pendidikan.
Tukang cukur membacok pelanggan gegara tak terima dikomplain di Desa Bahomakmur, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulteng. Videonya viral di medsos. - Bagian all [200] url asal
JAKARTA, iNews.id - Video tukang cukur membacok pelanggan di pinggir jalan viral di media sosial. Lokasi kejadiannya di Desa Bahomakmur, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Kamis (8/8/2024).
Rekaman video mengerikan ini diunggah akun @folkshittmedia dengan menyematkan keterangan tukang cukur bacok pelanggan diduga tidak terima kena komplain cukuran tidak sesuai.
Dalam tayangan tampak perekam perempuan mengabadikan momen saat sejumlah orang memasuki kios tempat cukur rambut. Entah bagaimana, dari dalam berlari seseorang namun terjatuh di pinggir jalan depan kios.
Korban diikuti pria berbaju hijau yang membawa parang panjang dan tampak santai membacok korban secara brutal. Sejumlah warga di lokasi tak bisa berbuat banyak untuk menolong karena takut dengan pelaku yang membawa senjata tajam.
Pelaku yang diketahui berinisial AW (44) pun dengan leluasa membacok korban. Bahkan perempuan yang merekam video sampai histeris ketakutan menyaksikan penganiayaan tersebut. Dia tampak menjauh sambil berteriak-teriak minta tolong.
Informasi diperoleh, pelaku kabur usai menganiaya korban. Sementara korban disebutkan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat penanganan medis.
"Komplain soal cukuran rambut berakhir tragis, seorang customer dihujani parang," tulis akun @viralyes dikutip Jumat (9/8/2024).
Belum ada keterangan resmi dari polisi setempat terkait kejadian ini. Polisi masih menyelidiki dengan mengejar pelaku pembacokan.
PT IMIP mengedukasi warga soal sampah yang mendorong lahirnya BankSampah Sidaya. Warga menabung sampah plastik menjadi sumber penghasilan. - Bagian all [454] url asal
MOROWALI, iNews.id - Masyarakat Desa Labota, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah punya cara inovatif untuk mengelola sampah plastik dan menjadikannya sumber penghasilan. Para ibu-ibu desa ini mengumpulkan limbah plastik bernilai ekonomis untuk ditabung di Bank Sampah Sidaya.
Dari menabung sampah plastik, warga mendapatkan uang yang dipergunakan untuk membayar biaya pendidikan anak-anak serta memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.
Satu di antaranya Sumiati (50) yang sudah sejak Januarai 2024 telah mengumpulkan 1 ton sampah plastik. Sampah ini ditabungnya di Bank Sampah Sidaya dengan nilai tabungan saat ini mencapai Rp1.567.000, cukup untuk menutupi biaya SPP sekolah anaknya selama beberapa bulan ke depan.
Dia mengungkapkan hasil dari tabung sampah di Bank Sampah Sidaya yang dikelola oleh KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) Ara Sinergi Berdaya binaan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dapat terkumpul untuk membayar biaya SPP (Sumbangan Pembinaan Pendidikan) sekolah anaknya dan kebutuhan sehari–hari.
“Sejak 5 bulan terakhir saat menjadi nasabah di Bank Sampah Sidaya. Saya berhasil mengumpulkan 1 ton sampah plastik dengan nilai tabungan saat ini sudah mencapai Rp1.567.000. Jumlah ini sudah menutupi biaya SPP anak saya untuk beberapa bulan ke depan serta memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Sumiati warga Desa Labota, Selasa (9/7/2024) pagi.
Menurutnya, hasil dari memungut sampah plastik sangatlah kecil. Kalau sampah botol plastik bening bersih cuma Rp2.000 per kilogram. Kemudian botol plastik bening kotor Rp1.200 per kilogram.
Daftar tukar sampah yang diterima Bank Sampah Sidaya antara lain botol kaca (warna hijau dan bening), tutup galon, botol oli, botol plastik bening bersih tanpa tutup dan label), botol plastik bening kotor (dengan tutup dan label), 3 botol plastik warna bersih tanpa tutup dan label) dan botol plastik warna kotor (dengan tutup dan label) serta masih banyak lagi hingga tercatat 22 item.
Perlu diketahui juga, selama 6 bulan terakhir sampah plastik yang ditabung atas kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sudah mencapai 5 ton. Perputaran uang pada manajemen Bank Sampah Sidaya sebesar Rp8 juta.
Sementara itu, mewakili manajemen PT IMIP Head of CSR Department Raden Tommy Adi Prayogo mengatakan, program edukasi soal sampah serta munculnya kepedulian sekelompok ibu-ibu di Desa Labota menjadi acuan lahirnya Bank Sampah Sidaya. PT IMIP mengambil peran untuk penguatan kelembagaan seperti mendukung operasional, tenaga ahli serta mengajarkan manajemen pengelolaan bank sampah.
“Untuk di Bank Sampah Sidaya kami masih tahap pemilahan. Namun untuk di Bank Sampah Bahomakmur kita sudah memiliki insinerator dengan menggunakan teknologi plasma dapat membakar sampah tanpa menghasilkan gas beracun dan aman,” katanya.
Selain itu juga untuk mengurangi banyaknya sampah yang berserakan di pemukiman warga sehingga akan direncanakan pembuatan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di 12 desa wilayah Kecamatan Bahodopi. PT IMIP akan berkolaborasi dengan 12 pemerintah desa, Pemerintah Kecamatan Bahodopi dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Morowali.