#30 tag 24jam
Katarak Harus Dioperasi, 80% Sebabkan Kebutaan
Angka kebutaan di Indonesia masih tinggi. Sekitar 80% disebabkan oleh katarak. Karena itu, operasi katarak dapat menurunkan risiko kebutaan. - Halaman all [317] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #katarak #kebutaan #operasi #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 27/10/24 22:16
v/17075921/
JAKARTA, investor.id – Angka kebutaan di Indonesia masih tinggi. Sekitar 80% disebabkan oleh katarak. Karena itu, operasi katarak dapat menurunkan risiko kebutaan.
“Primaya Hospital Pasar Kemis saat ini memiliki layanan mata yang cukup lengkap mulai dari pemeriksaan mata, tatalaksana penyakit degeneratif mata seperti katarak (phaco), tatalaksana pada kasus trauma mata dan rekontruksi,” kata Direktur Primaya Hospital Pasar Kemis, dr Novita Widyawaty, MSc, MARS.
“Untuk menurunkan kebutaan, Primaya Hospital Pasar Kemis dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Banten menyelenggarakan Bakti Sosial Operasi Katarak yang diikuti oleh 196 peserta. Peserta berusia 18 tahun hingga 89 tahun, berasal dari berbagai wilayah seperti Tangerang, Bogor, Jakarta, Depok, hingga Bekasi,” papar dr Novita.
Untuk diketahui, katarak masih menjadi masalah terbesar gangguan penglihatan di dunia. Pada 2020, secara global, lebih dari 100 juta orang menderita katarak dan 17 juta di antaranya mengalami kebutaan. Di Indonesia, Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) menyebut penyandang kebutaan berjumlah 1,6 juta orang, dengan sekitar 80% disebabkan oleh katarak. Meski bisa menyebabkan buta, katarak sebenarnya sangat bisa direhabilitasi, yakni dengan operasi.
Untuk memastikan operasi dapat berjalan dengan baik, dilaksanakan rangkaian pemeriksaan kesehatan yang meliputi pemeriksaan tekanan darah dan gula darah, pemeriksaan mata oleh dokter untuk menilai ketajaman penglihatan dan tekanan bola mata.
“Pemeriksaan mata paska operasi juga dilakukan dengan membuka dop penutup mata untuk mengetahui apakah ada komplikasi, kemudian diperiksa apakah terjadi pergeseran atas lensa mata paska operasi,” lanjut dr Novi.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Banten, Cucu Supriatna SH, MH mengatakan kegiatan ini tidak hanya membantu meningkatkan kesehatan masyarakat, tetapi juga memberikan harapan baru bagi banyak individu yang menderita masalah penglihatan.
CEO Primaya Hospital Group Leona A. Karnali, mengatakan, “Bakti Sosial Operasi Katarak kami lakukan secara berkala di jaringan-jaringan rumah sakit kami sebagai wujud perhatian kami terhadap masyarakat Indonesia,” ujar Leona.
Editor: Mardiana Makmun (mardiana.makmun@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
Bakti BCA Gratiskan Kacamata & Operasi Katarak di Labuan Bajo, Warga Rela Antre - kumparan.com
Bakti BCA membagikan kacamata gratis untuk warga NTT di RSUD Komodo, NTT. Mereka juga sediakan layanan operasi katarak. [377] url asal
#bca #katarak #kacamata #finansial
(Kumparan.com - Bisnis) 17/10/24 10:54
v/16596531/
Warga di sekitar Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, beramai-ramai mengunjungi RSUD Komodo yang berlokasi di Labuan Bajo, NTT pada Rabu (16/10). Mereka memanfaatkan program Bakti BCA berupa pemeriksaan kesehatan mata, pemberian kacamata baca, dan operasi katarak.
Hambur dan Fifi jadi warga NTT yang menikmati kebermanfaatan bakti sosial BCA. Hambur bercerita ia harus menempuh 3 jam perjalanan ke RSUD Labuan Bajo demi bisa mendapatkan kacamata gratis dan operasi katarak untuk ibunya.
“Saya kesini dari kecamatan Orong, tadi berangkat jam 7 sampai jam 10 naik oto (bus). Ini kali pertama saya ikut acara bakti dari BCA ini. Saya dapat informasi dari puskesmas di Orong,” jelas Hambur kepada kumparan, Rabu (16/10).
Bahkan, ia harus merogoh kocek Rp 100 ribu untuk naik bus umum yang dikenal warga NTT dengan sebutan oto. Hambur tak seorang diri ke RSUD, ia sekaligus memboyong ibunya.
“Tadi diperiksa matanya saya enggak bisa liat huruf kecil yang jauh. Jadi tadi dikasih kacamata rabun jauh. Ini saya sudah selesai mau samper ibu operasi katarak,” tuturnya.
Begitu juga dengan Fifi, ia harus menempuh setidaknya 2 jam untuk mencapai RSUD Labuan Bajo. Fifi beserta suami dan dua orang anaknya, salah satu berusia 4 bulan, menyusuri wilayah Manggarai Barat menggunakan travel.
“Kebetulan saya bekerja di Puskesmas Wenake. Huruf jauh itu saya udah enggak bisa baca sudah. Saya di-skrining di mata juga sebenarnya ada Pterygium, bilang dianjurkan untuk operasi, tapi ternyata belum darurat. Jadi saya kacamata dulu,” jelas Fifi
Sejak 2023, Bakti BCA setidaknya telah memberikan akses operasi gratis lebih dari 8.100 pasien di berbagai daerah.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn melihat gangguan penglihatan seperti katarak menjadi masalah utama yang dihadapi Indonesia saat ini.
“Gangguan penglihatan masih jadi masalah utama di Indonesia, dengan sebagian besar penyebabnya adalah katarak. Sejalan dengan upaya pemerintah menurunkan prevalensi gangguan penglihatan akibat katarak. Bakti BCA coba konsisten melaksanakan operasi katarak gratis di beberapa wilayah termasuk NTT,” tutur Hera, Rabu (16/10).
Selain NTT, Bakti BCA juga telah merealisasikan operasi katarak gratis di wilayah lain selama 2024, seperti Namrole & Banda Neira, Maluku, Sulawesi Barat, Bengkulu hingga Jawa Barat.
Tak hanya itu, BCA juga menyumbangkan alat operasi berupa satu unit phacoemulsification machine dan dua unit mikroskop kepada Seksi Buta Katarak Persatuan Dokter Mata Indonesia (SPBK PERDAMI) senilai Rp 1,5 miliar.
Sido Muncul Gelar Operasi Katarak Gratis untuk 150 Masyarakat di Banjarnegara
Operasi katarak gratis merupakan wujud komitmen Sido Muncul untuk membantu mengurangi jumlah angka penderita katarak di Indonesia. Halaman all [786] url asal
#sido-muncul #pt-sido-muncul #irwan-hidayat #operasi-katarak #pt-industri-jamu-dan-farmasi-sido-muncul
(Kompas.com) 13/10/24 17:45
v/16407260/
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk atau Sido Muncul konsisten melawan kebutaan akibat katarak di Indonesia.
Berdasarkan hasil Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB 2014-2016) oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) di 15 provinsi, 1,6 juta orang dari 262 juta jiwa penduduk di Tanah Air mengalami kebutaan.
Merespons permasalahan tersebut, Sido Muncul giat menyelenggarakan operasi katarak gratis bagi masyarakat kurang mampu sejak 2011.
Teranyar, Sido Muncul menggelar bakti sosial (baksos) operasi katarak gratis bagi 150 penderita katarak di wilayah Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (12/10/2024).
Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama Sido Muncul dengan Seksi Penanggulangan Buta Katarak (SPBK) Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Pusat dan Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara.
Bantuan diserahkan secara virtual oleh Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat kepada Direktur RSI Banjarnegara dr Arif Fadlullah Chonar.
Irwan mengatakan, pelaksanaan operasi katarak gratis merupakan wujud komitmen Sido Muncul untuk membantu mengurangi jumlah angka penderita katarak di Indonesia yang terus bertambah setiap tahun
“Kami ingin menggunakan dana yang kami miliki dari iklan dan promosi untuk melakukan hal yang bermanfaat bagi masyarakat. Pertama kali kami mengadakan operasi katarak gratis pada 2011 bekerja sama dengan Yayasan Mata Hati,” ujar Irwan kepada Kompas.com, Sabtu.
Untuk diketahui, operasi katarak gratis tersebut dihadiri sejumlah stakeholder, antara lain Bupati Banjarnegara Muhamad Masrofi, Ketua DPRD Banjarnegara Anas Hidayat, Kapolres Banjarnegara AKBP Erick Budi Santoso, serta Komandan Kodim 0704/Banjarnegara Letkol Czi Teguh Prasetyanto.
Selain itu, ada pula Kepala Kejaksaan Negeri Banjarnegara Fadhila Maya Sari, Ketua Pengadilan Negeri Banjarnegara Anteng Supriyo, Sekretariat Daerah (Sekda) Banjarnegara Indarto, Ketua Yayasan RSI Banjarnegara Supriyo, serta Pembina Yayasan RSI Banjarnegara Moh Chamzah Hasan.
Irwan melanjutkan, terhitung sejak 2011 hingga saat ini, Sido Muncul telah mengoperasi lebih dari 57.000 mata di seluruh Indonesia.
Ia berharap, lewat aksi sosial yang digagas Sido Muncul, jumlah penderita katarak di Tanah Air semakin kecil sehingga dapat memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
“Orang itu kalau kehilangan penglihatan, 50 persen kualitas hidupnya hilang. Apalagi, masalah katarak terus bertambah setiap tahun. Untuk itu, kehadiran kami bukan hanya membantu, tetapi juga memberitahu kepada masyarakat luas bahwa katarak dapat disembuhkan hanya dengan operasi,” terang Irwan.
Dok. KOMPAS.com/ Yakob Arfin TS Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat.Program TCSR Sido Muncul
Selain operasi katarak gratis, Sido Muncul juga mengadakan operasi bibir sumbing gratis di berbagai wilayah di Indonesia.
Tidak hanya itu, Sido Muncul turut memberikan bantuan kepada anak-anak penderita stunting sebagai bentuk komitmen untuk meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat.
Irwan melanjutkan, aksi sosial serta pemberdayaan masyarakat yang digagas selama ini merupakan bagian dari program Total Corporate Social Responsibility (TCSR) Sido Muncul.
“Aksi TCSR Sido Muncul bersumber dari penggabungan dana iklan serta dana CSR yang dialokasikan perusahaan. Dengan cara ini (penggabungan dana), kami dapat membantu masyarakat sekaligus beriklan sehingga lebih efektif. Kalau hanya menggunakan alokasi CSR berdasarkan keuntungan sebesar 2 persen tidak akan memadai,” jelas Irwan.
Irwan menambahkan, dana CSR yang dialokasikan Sido Muncul saat ini sebesar 3-4 persen. Jumlah ini lebih besar dari ketentuan Undang-Undang Perseroan Terbatas dan Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2012. Dalam beleid itu, besaran dana CSR yang harus dianggarkan perusahaan minimal 2 persen.
Dok. Sido Muncul Direktur RSI Banjarnegara dr Arif Fadlullah Chonar mengapresiasi inisiatif Sido Muncul menggelar operasi katarak gratis bagi masyarakat di wilayah Banjarnegara.Berkat penggabungan dana tersebut, imbuh Irwan, berbagai aksi sosial serta pemberdayaan dapat menjangkau masyarakat lebih luas. Tidak hanya di ranah kesehatan masyarakat, tetapi juga kesadaran terhadap potensi wisata di Indonesia.
“Pada 2011, kami membuat iklan tentang Labuan Bajo. Di sisi lain, kunjungan wisatawan asing ke Labuan Bajo pada 2010 hanya 18.000 wisatawan mancanegara dan 1.000 orang wisatawan lokal. Kini, kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo mencapai 900.000 kunjungan wisatawan. Sebanyak 60 persen di antaranya merupakan wisatawan lokal,” kata Irwan.
Berkat upaya tersebut, Sido Muncul diganjar penghargaan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat di Labuan Bajo Waterfront Marina Area, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (10/8/2024).
Sido Muncul dinilai turut andil dalam memperkenalkan pariwisata Labuan Bajo melalui publikasi elektronik berupa iklan "Ayo ke Labuan Bajo" yang dipublikasikan di stasiun TV nasional pada rentang waktu tahun 2010, 2011, dan 2024.
“Jadi, (aksi sosial dan pemberdayaan harus dilakukan) secara total lewat TCSR. Apa saja dapat digunakan untuk kebermanfaatan bagi masyarakat,” ujar Irwan.
Pada kesempatan sama, Direktur RSI Banjarnegara dr Arif Fadlullah Chonar mengapresiasi inisiatif Sido Muncul menggelar operasi katarak gratis bagi masyarakat di wilayah Banjarnegara.
Ia menilai, katarak perlu ditangani secara tepat karena dapat menyebabkan kebutaan sehingga memengaruhi kualitas hidup masyarakat.
“Saya mengapresiasi kerja sama antara Sido Muncul bersama Perdami dan Yayasan Mata Hati menggelar operasi katarak gratis. Ini merupakan tanggung jawab kepedulian sosial seluruh pihak serta rasa kemanusiaan untuk mewujudkan Banjarnegara yang sejahtera,” kata Arif.
Sering Terpapar Matahari, Petani di Sukabumi Lakukan Operasi Katarak Gratis
Sering terpapar sinar matahari menjadi faktor risiko petani di Sukabumi, Jawa Barat, terkena katarak mata. Kondisi ini mendorong Primaya Hospital menggelar bakti sosial operasi katarak gratis bagi pet [511] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #katarak #operasi #rumah-sakit #diabetes #mata #kesehatan #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 08/10/24 08:20
v/16142950/
JAKARTA, investor.id – Sering terpapar sinar matahari menjadi faktor risiko petani di Sukabumi, Jawa Barat, terkena katarak mata. Kondisi ini mendorong Primaya Hospital menggelar bakti sosial operasi katarak gratis bagi petani sebagai salah satu perayaan ulang tahun ke-18.
“Dalam perayaan anniversary Primaya Hospital Group ke-18 ini, kami ingin masyarakat secara luas turut merasakan dampak positif dari kegiatan yang kami laksanakan. Untuk itu kami menutup rangkaian perayaan anniversary ini dengan Bakti Sosial Katarak,” kata CEO Primaya Hospital Group Leona A Karnali, dalam keterangan tertulis.
Mengapa operasi katarak? Direktur Primaya Hospital Sukabumi dr. Hans Widjaja Putra, MARS, menyampaikan, berdasarkan Buku Peta Jalan Penganggulangan Gangguan Penglihatan di Indonesia (2017 – 2030) yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, hasil Rapid Assessment of Avoidable Blindess di Provinsi Jawa Barat pada 2014 menunjukan terdapat 180.663 kasus kebutaan dengan 71,7% kasus katarak.
“Untuk itu, kegiatan operasi katarak ini diharapkan dapat menekan angka prevalensi katarak dan kasus kebutaan di Indonesia,” ujar dr Hans Widjaja.
Sebagai informasi, katarak merupakan gangguan mata yang menyebabkan lensa mata menjadi keruh. Ini membuat cahaya tidak dapat melewatinya dengan benar sehingga menyebabkan penglihatan buram, berbayang, dan silau.
Lensa mata menjadi keruh ini dipengaruhi oleh faktor risiko katarak. Umumnya disebabkan paparan sinar matahari, genetik, dan kondisi penyakit tertentu, seperti penyakit degenerative macam diabetes.
Libatkan Masyarakat
Bakti Sosial Katarak ini juga melibatkan partisipasi masyarakat melalui Primaya Heart Race 2024. Ini adalah kegiatan olahraga virtual dengan aktifitas berjalan, berlari dan bersepeda. Kemudian, pencapaian kilometer masing-masing tim dikonversi ke dalam nilai rupiah dan hasilnya disumbangkan untuk biaya bakti sosial ini.
Kegiatan opersi katarak ini diikuti oleh 50 orang petani yang berdomisili di Kota Sukabumi dan sekitarnya. Kegiatan ini diawali dengan tahap skrining yang telah dilaksanakan sejak 7 September 2024. Kemudian dilanjutkan dengan tindakan operasi pada 21 September 2024 dan layanan kontrol paska operasi pada 22 September 2024.
Sebelum operasi, dilakukan pemeriksaan kesehatan yang komprehensif untuk memastikan pasien dalam keadaan fisik yang baik. Pada tahap skiring dilakukan pemeriksaan tensi, gula darah, pemeriksaan EKG, pemeriksaan katarak, visus, dan biometri oleh dokter spesialis.
Setelah operasi dilaksanakan, pasien dibekali dengan edukasi perawatan luka dan diberikan obat pulang. Pada kontrol paska operasi, dokter akan melihat perkembangan hasil operasi serta memeriksa kondisi luka operasi.
Tak asal operasi, Primaya Hospital juga didukung oleh Pusat Layanan Mata yang merupakan salah satu dari Center of Excellence Primaya Hospital Sukabumi. “Di Pusat Layanan Mata, kami dapat melakukan tindakan operasi Pacho, SICS (Small Incision Catarac Surgery), Biometri, Visus, Autoref, Keratometri, Tonometri, dan Slit Lamp,” kata dr Hans Widjaja.
Selain Pusat Layanan Mata, Primaya Hospital juga memiliki beberapa layanan unggulan lainnya, yaitu Pusat Layanan Ibu dan Anak, Layanan Trauma Centre, dan Haemodialisa. Layanan kesehatan Primaya Hospital Sukabumi juga didukung dengan teknologi yang mumpuni seperti CT Scan (Computerized Tomography) 128 Slices, USG 2D & USG 4D, Rontgen Panoramic, TUR-P, URS, Litotripsi, Orthopedic Instrument, Arthoplasti, Arthroskopi, Laparoskopi, Phaco Emulsification, Coblator, Craniotomy instrument, VP-Shunt, EVD (External Ventricular Drainage), C-Arm, Treadmill Test, Ekokardiografi, Audiometri, dan Spirometri.
Editor: Mardiana Makmun (mardiana.makmun@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
Kemensos Serahkan Bansos Rp 5,8 M dan Operasi Katarak Gratis di Selayar, Sulsel - kumparan.com
Kemensos Serahkan Bansos Rp 5,8 M dan Operasi Katarak Gratis di Selayar, Sulsel [763] url asal
#kemensos #bansos #katarak #news
(Kumparan.com - News) 09/09/24 12:46
v/14937801/
Kementerian Sosial (Kemensos) menyerahkan bantuan sosial dalam bentuk beragam kepada masyarakat di Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan, Senin (9/9). Mulai dari makanan, ayam hidup, hingga alat pertanian.
Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos, Supomo, menyebut Bansos ini bertujuan untuk membantu perekonomian masyarakat di Selayar. Tim Kemensos sudah lama melakukan asesmen di Selayar untuk pemberian bansos hari ini.
“Ini dimaksudkan agar bantuan yang akan kami berikan kepada warga kepulauan Selayar ini tepat sasaran. Kemudian setelah dapat mampu meningkatkan derajat kehidupannya,” kata Supomo di lokasi pemberian Bansos, Senin (9/9).
Supomo mengatakan, asesmen yang dilakukan agar masyarakat bisa mendapatkan bantuan yang tepat. Ia berpesan kepada pemerintah daerah agar bisa memonitor bantuan tersebut agar dimanfaatkan dengan baik oleh warga.
“Mudah-mudahan warga bapak yang dibantu merasakan manfaatnya berdaya, ada peningkatan dari apa yang diperbantukan,” kata Supomo kepada Wakil Bupati Selayar Syaiful Arif yang turut hadir di lokasi.
“Saya berhadap tim Pak Wabup, Kepala Dinas, dan staf bersinergi dengan kami. Tidak mungkin kami berlama-lama di sini karena Indonesia sangat luas,” ucapnya.
“Di sini ada bantuan mesin untuk bengkel, jangan sampai nanti tidak ada pendampingan pengawasan, dapat dua bulan sudah nggak ada. Dipindahtangankan ini yang tidak sesuai dengan harapan kami,” lanjutnya.
Adapun bansos yang diberikan ini melalui program pemberdayaan masyarakat Kemensos untuk peningkatan ekonomi lokal di Kabupaten Kepulauan Selayar.
Di Desa Appatanah, Kecamatan Bontosikuyu, Kemensos menyalurkan perlengkapan olahraga serta kebutuhan nelayan, yakni satu unit alat pres kemasan ikan kering, lima karung garam, dua buah cool box berkapasitas 75 liter, empat buah mesin katinting berdaya 7 PK, satu set alat selam, dan dua buah freezer.
Selain itu, kelompok peternak ayam petelur menerima 200 ekor ayam petelur pullet usia 18 minggu, 10 unit kandang ayam, dan 10 karung pakan untuk mendukung usaha peternakan mereka.
Di Desa Binanga Sombaiya, Kecamatan Bontosikuyu, disalurkan perlengkapan olahraga dan berbagai kebutuhan untuk sektor pertanian dan nelayan. Bantuan yang diberikan yakni: 10 gulung kawat duri, 10 unit traktor, 10 gulung waring pagar, dan 10 karung pupuk.
Selain itu, kelompok nelayan setempat menerima 10 unit sampan fiber, 1 set alat selam, dan 10 unit mesin katinting berdaya 15 PK. Kemudian, pertukangan di desa tersebut menerima 5 buah gergaji, 5 buah amplas listrik, 5 set bor listrik, 5 buah mesin pahat, dan 5 buah ketam listrik.
Di Desa Patilereng, Kecamatan Bontosikuyu, kelompok pembuat kue mendapatkan satu buah mesin giling mie berkapasitas 20 kg, 2 unit oven, 1 buah mesin pengaduk adonan berkapasitas 5 kg, 3 buah kompor, dan 1 buah mesin parut kelapa.
Sementara itu, di Desa Bontotangnga, Kecamatan Bontoharu, kelompok pembuat gula aren menerima 6 buah wajan besar, 6 buah kompor seribu mata, 24 buah cetakan gula aren, 6 buah talenan, dan 6 buah tabung gas.
Ada juga kelompok pembuat minyak VCO yang mendapat dukungan berupa 1 unit mesin pemeras santan, 1 unit mesin sentrifugal, dan 1 unit mesin penyaring minyak VCO.
Bantuan-bantuan tersebut senilai total Rp 5.821.000.000.
Gelar Operasi Katarak
Selain menyalurkan Bansos, Kemensos juga menggelar operasi katarak gratis di RS K.H Hayyung, Selayar. Menurut Supomo, operasi katarak ini sudah sering dilakukan Kemensos.
Menurutnya, sejauh ini, di sejumlah tempat yang disambangi tim Kemensos, sudah lebih dari 10.500 masyarakat yang dioperasi katarak.
Selayar menjadi lokasi untuk operasi katarak karena berdasarkan asesmen membutuhkan itu. Di Selayar ditargetkan 300 orang mendapatkan layanan gratis ini.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Wabup kemudian Pak Dandim, kemudian teman kepolisian dan kejaksaan sudah bersinergi dengan kami. Karena tidak mudah khususnya untuk di sini karena terdiri dari beberapa pulau ya, tanpa kerja keras dari kawan di daerah kami tidak bisa optimal membantu masyarakat,” kata dia.
“Selayar seperti kemarin di daerah-daerah lain, daerah terpencil terluar terdepan intinya sangat membutuhkan kita untuk memberikan perhatian prioritas sehingga Selayar salah datu yang menjadi pilihan,” sambungnya.
Supomo membeberkan tantangan operasi katarak di Selayar. Menurutnya, banyak penderita katarak yang tinggal di luar pulau utama Selayar, jika ombak sedang tinggi, sulit merapat dalam program-program macam ini.
“Kita targetkan ada 300 lebih ya saat ini kami masih membutuhkan waktu karena pulau ke pulau, cuacanya masih belum bersahabat sehingga kita sabar untuk menanti mereka bisa kita bantu,” kata dia.
“Kita buat strategi, nanti kita kerja sama dengan RS di sini Alhamdulillah RS-nya representatif untuk itu, ada dokter mata nanti kita komunikasi intens,” pungkasnya.
Operasi Katarak ini merupakan program Bakti Sosial Kementerian Sosial RI bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Selayar, dan beberapa pihak lain.
Dalam acara tersebut, Supomo didampingi oleh Direktur Rehabilitasi Sosial Korban Bencana dan Kedaruratan, Rachmad Koesnadi; Direktur Rehabilitasi Sosial Anak, Nova Dwiyanto Suli; Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas, Mokhamad O Riyani; Kepala BBPPKS Makassar Anna Puspasari; hingga para Kepala Sentra di lingkungan Kementerian Sosial.
Selaraskan Misi, Arutmin Gelar Operasi Katarak Gratis Bagi Warga di Lingkar Tambang
Sejak 2006 hingga 2024 tercatat 2.694 mata masyarakat penderita telah dioperasi. [470] url asal
#katarak #operasi-katarak #operasi-gratis
(Republika - News) 16/07/24 23:02
v/11003618/
REPUBLIKA.CO.ID, TANAH LAUT -- Aspek kesehatan menjadi perhatian utama Arutmin Indonesia (Arutmin), tidak hanya kesehatan karyawan namun juga masyarakat di sekitar lokasi operasi tambang.
Melalui Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM), Arutmin berkomitmen meningkatkan kualitas hidup masyarakat di lingkar tambang pada delapan bidang, yaitu pendidikan, kesehatan, tingkat pendapatan rill, kemandirian ekonomi, sosial dan budaya, pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, pembentukan kelembagaan komunitas dan pembangunan infrastruktur.
Berbagai kegiatan mendukung kesehatan masyarakat dilakukan oleh Arutmin, unit usaha PT Bumi Resources TbK. (BUMI), emiten batubara terbesar di Indonesia, salah satunya adalah kepedulian terhadap kesehatan mata.
Sejak 2006 hingga 2024 tercatat 2.694 mata masyarakat penderita katarak maupun pterygium telah dioperasi Arutmin secara gratis.
Katarak umumnya terjadi pada lansia, di mana mata akan mengalami keburaman seiring bertambahnya usia. Jika tidak ditangani dengan tepat dan rutin, dapat mengakibatkan kebutaan.
Program operasi katarak gratis ini adalah salah satu upaya untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia melalui penguatan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang kurang mampu.
Pada Juni 2024 lalu, Arutmin menggelar operasi katarak gratis di dua tempat, yaitu Klinik Arutmin North Pulau Laut Coal Terminal (NPLCT), Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KH Mansyur, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut.
Total di tahun 2024, sejumlah 140 warga yang berasal dari tiga kabupaten, yaitu Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kotabaru telah mendapat manfaat dari operasi katarak gratis.
Arutmin bekerja sama dengan dr. Reinhard Arie Umboh Sp.M. dan dr. Roy Stave Winslow Umboh Sp.M. beserta tim. Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan tim medis dari RSUD KH Mansyur, dan RSUD Pangeran Sumitra Kotabaru serta Dinas Kesehatan Kabupaten Tanahlaut, Tanah Bumbu dan Kotabaru juga turut mendukung program ini.
Masyarakat di lingkar tambang merasa sangat terbantu dengan kegiatan ini. Penglihatan mereka berangsur membaik setelah dioperasi dan menjadi modal untuk dapat bekerja lagi mencari nafkah bagi keluarga. Keterbatasan akses dan fasilitas kesehatan dapat teratasi dengan inisiatif Arutmin yang bekerja sama dengan klinik mata pimpinan dr. Reinhard Arie Umboh Sp.M.
Selain melakukan operasi katarak gratis, Arutmin juga memberikan layanan pemeriksaan dan sosialisasi pelayanan kesehatan pasca operasi, dibantu oleh Puskesmas dan RSUD setempat.
Camat Kintap, Sutarno, dalam wawancara yang dikutip dari laman resmi Arutmin menyatakan, dirinya menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan operasi katarak gratis bagi warga yang membutuhkan.
Arutmin diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat yang menderita katarak dan mengalami kesulitan dalam mencari nafkah akibat penyakit ini.
“Kesehatan dan kesejahteraan masyarakat adalah tanggung jawab kami selaku perusahaan yang beroperasi di lokasi tambang. Arutmin berkomitmen untuk terus mendukung upaya-upaya dalam meningkatkan kualitas hidup dan menciptakan lingkungan yang sehat bagi masayarakat,” kata Presiden Direktur BUMI, Adika Nuraga Bakrie, Selasa (16/7/2024).
“Praktik baik yang dilakukan Arutmin selaras dengan tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals-SDgs), yaitu good health and well-being (kehidupan sehat dan sejahtera), menggalakkan hidup sehat dan mendukung kesejahteraan untuk semua usia,” tambahnya.