KEDIRI, investor.id – Ratusan koperasi di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, terancam dibubarkan karena tidak melaksanakan aktivitas dalam beberapa tahun dan kepengurusan yang tidak jelas. Mereka juga tidak menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) hingga tiga tahun terakhir.
Wakil Bupati Kediri Dewi Maria Ulfa, mengatakan jumlah tersebut ada sekitar 200 dari total 865 koperasi binaan Dinas Koperasi Dan Usaha Mikro (Diskopusmik). Koperasi-koperasi tersebut sebagian besar bergerak dengan model bisnis simpan pinjam.
“Dari total 865 koperasi, sebagian 72% bergerak di simpan pinjam. Dan yang belum RAT 200-an,” kata Dewi, seusai memperingati Hari Koperasi Nasional ke-77 di Convention Hall SLG Kediri, Rabu (14/7/2024).
Dewi menerangkan, sejauh ini masih mempelajari alasan sejumlah koperasi tersebut tidak melaksanakan aktivitas dan RAT dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyebut, mayoritas koperasi yang belum melakukan RAT tersebut lemah dalam kepengurusan dan administrasi.
Maka dari itu, pihaknya melalui Diskopusmik bakal melakukan evaluasi terhadap keberadaan para koperasi itu. “Makanya kita evaluasi. Kadang mereka ini kelemahan ada di administrasinya seperti menyepelekan dan yang penting anggota melakukan pembayaran. Padahal kita perlu laporan untuk akuntabilitas,” jelas Dewi.
Diskopusmik berencana mencabut badan hukum dan membubarkan sejumlah koperasi dimaksud apabila tidak segera melakukan perubahan. “Biar dievaluasi, kalau benar-benar tidak berubah biar badan hukumnya dicabut agar tidak disalahgunakan,” imbuh Dewi.
Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Kediri Buat Santoso, membenarkan bahwa dari 865 koperasi itu, ada sebanyak 200 koperasi yang tidak melaksanakan aktivitas dalam beberapa tahun dan kepengurusan yang tidak jelas.
Koperasi-koperasi tersebut dinilai sebagai koperasi yang tidak tertib. “Kalau tiga tahun berturut-turut tidak melaksanakan RAT otomatis akan dilakukan pembubaran koperasi,” pungkas dia.
Editor: Prisma Ardianto (redaksi@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News