Wapres RI terpilih Gibran sebut akan coba berbagai skema untuk cari yang terbaik guna merealisasikan program makan bergizi gratis bagi anak Indonesia Halaman all [566] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden (Wapres) RI terpilih periode 2024-2029 Gibran Rakabuming Raka menyebut bahwa pihaknya terus mencoba berbagai skema pelaksanaan program makan bergizi gratis.
Hal itu dikatakan Gibran saat meninjau uji coba makan bergizi gratis di SDN Tugu di Kecamatan Jebres, Solo, Jawa Tengah, Jumat (26/7/2024),
"Ini kan masih uji coba, akan kami coba skema lain,” ujar Gibran dikutip dari Antaranews, Jumat.
Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu lantas menyebut bahwa salah satu yang masih terus dilakukan uji coba adalah teknis penyediaan makanan untuk siswa.
Gibran mengatakan, saat ini penyediaan makanan untuk siswa bekerja sama dengan Gojek memanfaatkan Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM).
"Besok bisa saja coba central kitchen. Bisa juga orang tua gotong-royong masak, anggaran kami serahkan ke sekolah," katanya.
Mantan Wali Kota Solo itu juga bahkan berbicara mengenai penggunaan kemasan plastik untuk makanan para siswa yang bertujuan agar mudah dibawa pulang ketika makanan tidak habis.
Namun, dia menyebut bahwa penggunaan kemasan plastik bisa ditinjau ulang apabila dinilai berdampak negatif pada kesehatan anak.
"Nanti kami tindak lanjuti lagi, yang jelas kemarin pertimbangan kalau tidak habis dibawa pulang, tetapi kalau sekiranya menimbulkan dampak negatif karena kemasan plastik akan kami uji coba dengan piring atau stray stainless,” ujar Gibran.
Selama uji coba tersebut, Gibran mengatakan bahwa pihaknya terbuka dengan masukan dari berbagai pihak.
"Kami akan banyak menerima masukan dan evaluasi dari guru, orang tua, komite, ahli gizi. Ini masih proses uji coba pasti banyak masukan dan evaluasi,” katanya.
Dia juga mengaku terbuka jika ada pihak-pihak yang ingin berkontribusi dalam program makan bergizi gratis.
"Kesempatan siapa pun untuk men-support program makan siang gratis pasti akan terbuka. Entah itu menyumbang menu tambahan, susu tambahan kami terbuka. Kami juga senang jika ada pihak swasta yang berpartisipasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Gibran kembali menekankan bahwa biaya yang dianggarkan untuk setiap porsi makanan Rp 14.900 atau sekitar Rp 15.000.
"Biaya antara Rp 15.000 itu, enggak ada namanya anggaran Rp 7.500. Sekali lagi untuk generasi muda, kita tidak boleh pelit,” ujar Gibran menegaskan.
Sebelumnya, anggota Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi mengatakan, pilot project atau studi pendahuluan program makan bergizi gratis.
Menurut dia, pelaksanaan pilot project akan direplikasi setiap tiga bulan dan tidak hanya dilakukan di satu daerah saja.
Namun, Hasan Nasbi belum bisa menjawab secara pasti kapan program makan bergizi gratis dijalankan pemerintahan Prabowo-Gibran.
Sebagaimana diketahui, uji coba program makan bergizi gratis terus dilakukan tim Prabowo-Gibran.
Salah satunya dilakukan di tiga Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Jebres, Solo, Jawa Tengah sejak Kamis, 25 Juli 2024.
Sejumlah pemilik warung tegal (warteg) mengungkapkan anggaran ideal untuk makan bergizi gratis setidaknya sebesar Rp 10.000. Halaman all [381] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah pemilik warung tegal (warteg) mengungkapkan anggaran ideal untuk makan bergizi gratis setidaknya sebesar Rp 10.000.
"Buat anak-anak menu gizi lengkap itu Rp 10.000," kata Ria (57), seorang pemilik warteg di Manggarai, Jakarta Selatan, saat diwawancarai Kompas.com, Minggu (21/7/2024).
Ria mengatakan, dengan uang Rp 10.000, anak-anak bisa dapat lauk, sayur, nasi, hingga buah.
"Telur atau ayam walaupun (ukurannya) kecil, sayur, nasi, sama buah misalnya semangka dipotong kecil-kecil masih bisa," ucap Ria.
Senada dengan Ria, Yani (45), pemilik warteg di belakang Polres Metro Jakarta Utara mengatakan hal yang sama.
"Sebenarnya, untuk anak-anak idealnya minimal sebesar Rp 10.000 bisa diatur," ucap Yani saat diwawancarai, Jumat (19/7/2024).
Jika di warung makan milik Yani harga Rp 10.000 tidak dilengkapi dengan buah. Namun, menu makanan yang disajikan lengkap, mulai dari lauk ayam, sayur, dan nasi.
Yani mengatakan, jika anak-anak bosan makan nasi putih, warungnya bisa menyajikan nasi goreng beserta telur dengan harga Rp 10.000.
Sebagai informasi, belum lama ini Presiden terpilih Prabowo Subianto mengajak diskusi Ekonom Verdhana Sekuritas, Heriyanto Irawan, terkait program makan bergizi gratis.
Salah satu pembahasannya mengenai pagu anggaran sebesar Rp 71 triliun agar dapat digunakan secara maksimal dan menjangkau sebanyak mungkin anak-anak.
Menurut Heriyanto, opsi yang kemudian dimunculkan oleh tim sinkronisasi dalam diskusi adalah menurunkan alokasi biaya makan per anak, dari rencana Rp 15.000 menjadi Rp 7.500.
Dengan biaya Rp 7.500 dinilai bisa membuat lebih banyak anak Indonesia mendapatkan makan bergizi gratis.
Namun, pemangkasan anggaran makan bergizi gratis masih rencana dan belum secara resmi diputuskan.
JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang pemilik warung tegal (warteg) mengungkapkan, dengan uang Rp 7.500 bisa saja mendapatkan menu bergizi, tetapi tidak lengkap karena tak ada lauk atau protein hewani.
"Kalau cuma menu bergizi, ya, dari sayur mayur dapat karena kan dari kacang-kacangan, tempe, atau tahu. Tapi, ya, enggak ada lauknya (protein hewani)," ucap Yani (45), pemilik warteg di belakang Polres Metro Jakarta Utara saat diwawancarai Kompas.com, Jumat (19/7/2024).
Yani mengatakan, dengan uang Rp 7.500, pembeli hanya mendapatkan nasi, sayur, serta gorengan saja sehingga gizinya tidak lengkap.
Sementara untuk membeli menu lengkap bergizi di warteg Yani, para pembeli setidaknya harus menyediakan uang sekitar Rp 15.000-Rp 20.000.
Dengan uang Rp 15.000, pembeli bisa mendapatkan menu nasi, sayur, telur, dan gorengan.
Sedangkan dengan Rp 20.000, pembeli bisa mendapatkan nasi, sayur, ikan atau ayam, dan gorengan.
Untuk anak-anak, kata Yani, supaya bisa mendapatkan menu bergizi lengkap minimal Rp 10.000.
"Sebenarnya, idealnya untuk anak-anak itu sebesar Rp 10.000 bisa diatur," terang Yani.
Dengan paket Rp 10.000, anak-anak bisa mendapatkan ayam, sayur, dan nasi meski porsinya dibuat lebih sedikit dari biasanya.
Sementara di warteg milik Ria (57) yang berada di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, dengan uang Rp 7.500, anak-anak masih bisa mendapatkan lauk telur.
"Kalau Rp 7.500 buat anak dapat telur, ama sayur sop atau bayam, ama nasi. Tapi, nasinya disesuaikan ama porsi anak-anak," ucap Ria, Minggu (21/7/2024).
Dengan harga Rp 7.500 pakai lauk telur, kata Ria, untung yang ia peroleh sangat minim atau pas-pasan.
Sebagai informasi, belum lama ini Presiden terpilih Prabowo Subianto mengajak diskusi Ekonom Verdhana Sekuritas, Heriyanto Irawan, terkait program makan bergizi gratis.
Salah satu pembahasannya mengenai pagu anggaran sebesar Rp 71 triliun agar dapat digunakan secara maksimal dan menjangkau sebanyak mungkin anak-anak.
Menurut Heriyanto, opsi yang kemudian dimunculkan oleh tim sinkronisasi dalam diskusi adalah menurunkan alokasi biaya makan per anak, dari rencana Rp 15.000 menjadi Rp 7.500.
Dengan biaya Rp 7.500 dinilai bisa membuat lebih banyak anak Indonesia mendapatkan makan bergizi gratis.
Namun, pemangkasan anggaran makan bergizi gratis masih rencana dan belum secara resmi diputuskan.
Yani mengatakan, dengan uang Rp 15.000 pembeli bisa mendapatkan nasi, sayur, serta lauk. Itu pun lauknya bisa dipilih sesuai selera. Halaman all [435] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemilik warung tegal (warteg) mengatakan, untuk makan menu lengkap bergizi, seorang pembeli harus mengeluarkan uang minimal sebesar Rp 15.000.
"Kalau menu lengkap bergizi kisaran Rp 15.000 - Rp 20.000," kata Yani (45), pemilik warteg di belakang Polres Metro Jakarta Utara, kepada Kompas.com, Jumat (19/7/2024).
Yani mengatakan, dengan uang Rp 15.000 pembeli bisa mendapatkan nasi, sayur, serta lauk. Itu pun lauknya bisa dipilih sesuai selera, antara lain ikan, telur, atau ayam.
Sementara dengan harga Rp 7.500, seperti wacana anggaran makan bergizi gratis yang disodorkan presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibrang Rakabuming Raka, pembeli tidak bisa mendapatkan menu lengkap bergizi di warteg milik Yani.
"Ya, paling nasi, sayur, dan gorengan. Itu masih dapat di sini," ujar dia.
Yani mengungkapkan, dengan adanya sayur di paket menu Rp 7.500 sudah terbilang bergizi, namun memang tidak lengkap.
Sementara di warteg milik Ria (57) yang berada di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, untuk mendapat menu lengkap bergizi pembeli harus mengeluarkan uang Rp 20.000.
"Kalau paket lengkap bergizi, ya, Rp 20.000. Itu dapat nasi, lauk bisa milih ada ayam, daging, ikan, dan sayur," ucapnya, Minggu.
Sedangkan dengan uang Rp 7.500, Ria hanya bisa memberikan lauk telur kepada para pembeli.
Karena hanya telur yang harganya masih terjangkau untuk disajikan di menu Rp 7.500.
Sebagai informasi, belum lama ini Presiden terpilih Prabowo Subianto mengajak diskusi Ekonom Verdhana Sekuritas, Heriyanto Irawan, terkait program makan bergizi gratis.
Salah satu pembahasannya mengenai pagu anggaran sebesar Rp 71 triliun agar dapat digunakan secara maksimal dan menjangkau sebanyak mungkin anak-anak.
Menurut Heriyanto, opsi yang kemudian dimunculkan oleh tim sinkronisasi dalam diskusi adalah menurunkan alokasi biaya makan per anak, dari rencana Rp 15.000 menjadi Rp 7.500.
Dengan biaya Rp 7.500 dinilai bisa membuat lebih banyak anak Indonesia mendapatkan makan bergizi gratis.
Namun, pemangkasan anggaran makan bergizi gratis masih rencana dan belum secara resmi diputuskan.
JAKARTA, KOMPAS.com – Kubu Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka membantah bahwa program makan bergizi gratis dipangkas menjadi Rp 7.500 per anak.
Isu tersebut awalnya dimunculkan oleh seorang ekonom Verdhana Sekuritas, Heriyanto Irawan. Ia mengaku pernah dirinya diajak mendiskusikan program makan bergizi gratis untuk anak-anak oleh tim sinkronisasi Prabowo.
Salah satu pembahasannya adalah mengenai keinginan Prabowo mengefisienkan pagu anggaran Rp 71 triliun agar dapat digunakan secara maksimal dan menjangkau sebanyak mungkin anak-anak.
Dari situ, Heriyanto melihat ada keinginan dari pihak Prabowo untuk bisa menjalankan program makan bergizi gratis secara maksimal, tanpa perlu menambahkan atau mengurangi pagu anggaran Rp 71 Triliun.
Menurut Heriyanto, opsi yang kemudian dimunculkan oleh tim sinkronisasi dalam diskusi adalah menurunkan alokasi biaya makanan per anak, dari rencana Rp 15.000 menjadi Rp 7.500.
"Yang menarik buat saya, Bapak Ibu sekalian adalah, setelah dikomunikasikan angka itu Rp 71 triliun, kemudian tugasnya Pak Presiden terpilih ke tim ekonomi ini adalah untuk memikirkan, apakah biaya makanan per hari itu bisa enggak diturunin, lebih hemat dari Rp 15.000," ujar Heriyanto dalam acara Market Outlook 2024, yang disiarkan lewat kanal YouTube, Selasa (16/7/2024).
"Mungkin ke Rp 9.000, ke Rp 7.500 kira-kira begitu. Dan kita bisa pahami kalau sebagai politisi, tentunya beliau mau programnya itu menyentuh sebanyak mungkin rakyat," sambung dia.
Tak pernah diskusi dengan Heriyanto
Anggota Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi membantah pernah membahas soal program makan bergizi gratis dengan Heriyanto Irawan.
Hasan mengatakan, Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran belum pernah membahas pemangkasan program makan bergizi gratis menjadi Rp 7.500 per anak seperti diungkapkan Heriyanto.
"Saya ingin menyampaikan bahwa tidak ada pembahasan itu sama sekali di tim dan tim sinkronisasi," ujar Hasan dalam konferensi pers di Jakarta, kemarin.
Menurut Hasan, fokus utama dari Prabowo dan Gibran adalah memberikan menu makanan yang sesuai standar kecukupan gizi.
Dia lantas memastikan bahwa pemangkasan anggaran makanan bergizi gratis menjadi Rp 7.500 per anak, hanyalah isu belaka.
"Itu hanya pernyataan atau mungkin saja ide dari ekonom tersebut. Bukan statement resmi dari tim," kata Hasan.
Pilot project makan gratis dirancang
Lebih lanjut, ia menyampaikan saat ini sedang dilakukan pilot project atau studi pendahuluan program makan bergizi gratis.
Pelaksanaan pilot project juga tak hanya dilakukan di satu daerah saja. Selain itu, pilot project tersebut akan direplikasi lagi setiap tiga bulan.
"Jadi untuk mendapatkan kesimpulan yang lebih objektif terhadap keadaan beberapa daerah di Indonesia," ucap Hasan lagi.
Namun, Hasan belum bisa menjawab secara pasti kapan program makan bergizi gratis dijalankan pemerintahan Prabowo-Gibran.
Hasan Nasbi mengatakan, pemerintahan sekarang masih dijalankan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sementara Prabowo masih dalam transisi.
"Lebih baik nanti kita tanyakan setelah Pak Prabowo dilantik ya," ungkap dia
Rp 15.000 per anak sudah ideal
Gibran Rakabuming Raka sendiri pernah membantah soal isu tersebut. Ia menyebut belum ada kepastian terkait anggaran makan bergizi gratis.
Anak sulung Presiden RI Joko Widodo ini juga mengatakan anggaran Rp 15.000 per anak untuk makan bergizi gratis sudah ideal.
"(Dari awal anggarannya Rp 15.000) betul. Sudah ideal segitu, dan sudah diujicobakan di beberapa tempat. Termasuk Solo hari Senin ada uji coba makan siang gratis," kata Gibran di Solo, Jawa Tengah, Kamis (18/7/2024) lalu.
Selain itu, Gibran menyampaikan, uji coba makan bergizi gratis dengan anggaran Rp 15.000 per anak yang dijalankan selama ini berjalan lancar.
Dengan begitu, menurut dia, belum ada kepastian terkait pengurangan anggaran makan bergizi gratis menjadi Rp 7.500.
"Belum ada kepastian untuk pengurangan itu. Selama ini uji cobanya Rp 15.000. Tunggu aja kepastiannya ya," jelas Gibran.
JAKARTA, KOMPAS.com - Uang Rp 7.500 tampaknya tidak cukup untuk membeli nasi dengan lauk yang memadai di warung tegal (warteg) Jakarta. Kebanyakan warteg mematok harga Rp 10.000 untuk paket nasi termurah mereka.
Pemilik salah satu warteg di Kemayoran, Fasiha (61), mengaku tidak bisa menjual paket nasi dengan sayur dengan harga Rp 7.500. Paket yang paling murah di wartegnya diberi harga Rp 10.000, tetapi isinya sudah terbilang lengkap.
"Saya kadang-kadang juga enggak tega ya kalau (dikit). Pokoknya, saya paketin ada orek tempe, ada tahu, ada mi (sama nasi) itu Rp 10.000," ujar Fasiha saat ditemui di wartegnya di Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (18/7/2024).
Warteg milik Resa (30) di Gambir masih menyediakan paket nasi seharga Rp 7.000. Namun, pilihan yang ditawarkan sangat terbatas.
"Paling misal nasi sama sayur doang Rp 7.000. Nasi telur sudah Rp 10.000," ujar Resa.
Kalau bujetnya Rp 15.000, paket nasi yang disediakan Resa masih terbilang variatif. Pasalnya, nasi dengan telur dan satu macam sayur masih dihargai Rp 12.000.
Sementara, yang lebih lengkap lagi, untuk harga Rp 13.000, sudah dapat nasi, telur, satu macam sayur, dan orek tempe.
Boro-boro dapat lauk, satu bungkus nasi polos di kedua warteg ini dijual dengan harga Rp 5.000. Bahkan, Fasiha kadang-kadang menjualnya lebih mahal sedikit tergantung siapa pembelinya.
"Kalau tamu hotel kasih Rp 6.000. Kalau orang proyek Rp 5.000," jelas Fasiha.
Meski harganya beda tipis, porsi nasi yang diberikan tetap sama. Namun, pelanggan yang cuma memesan setengah porsi nasi tetap ditarik Rp 5.000.
Lonjakan harga
Siasat kecil ini dilakukan Fasiha agar wartegnya bisa bertahan. Terlebih dengan harga bahan pokok yang terus naik, termasuk beras. Ibu enam orang anak ini mengaku pusing setiap kali harus membeli beras.
"Yang 50 kg, biasanya Rp 500.000-Rp 550.000. Sekarang Rp 650.000," jelas Fasiha.
Keluhan yang sama juga disampaikan oleh Resa. Untuk beras per 50 kg, Resa perlu merogoh kocek sebesar Rp 700.000. Padahal, dulunya hanya Rp 550.000.
"Tadinya sempat Rp 850.000, pas El Nino itu. Ternyata El Nino sudah selesai, harga masih tetap tinggi," ungkap Resa.
Tak hanya itu, harga elpiji pun melonjak tinggi dan 'mencekik' warteg-warteg kecil seperti dirinya. Resa mengatakan, untuk sehari-hari, wartegnya menggunakan gas ukuran 12 kg.
"Sekarang Rp 200.000. Loncat harganya, tadinya Rp 150.000," lanjut Resa.
Sementara, Fasiha mengaku masih memakai elpiji 3 kg karena tidak sanggup membayar gas berukuran besar. Namun, setiap harinya warteg Fasiha bisa menghabiskan 2-3 tabung gas melon.
"Kalau yang gede, enggak kuat belinya, mahal. Gasnya Rp 100.000 lebih. Kalau yang melon paling Rp 20.000. Sehari paling Rp 60.000, kali sebulan berapa, emang enggak pusing," tutur Fasiha.
Selain itu, harga telur per kilogram juga naik menjadi Rp30.000. Begitu pun dengan gula yang sekarang bisa mencapai Rp 20.000 per kilogram. Padahal, dulu 1 kg gula harganya masih Rp12.000.
Bahkan, harga kopi instan saset pun naik. Misalnya, kopi merek Kapal Api yang biasanya satu renceng Rp 12.000, sekarang jadi Rp 14.000.
Untung tipis
Jika semua dagangannya habis, Fasiha mengaku bisa mengantongi Rp 1 jutaan setiap harinya. Akan tetapi, ini belum dipotong modal dan gaji satu orang yang membantunya.
Setelah dihitung betul-betul, laba bersih yang didapatkan Fasiha hanya berupa satu atau dua lembar kertas berwarna merah muda.
"(Bersihnya) paling Rp 200.000. Atau, kadang Rp 100.000 juga mungkin. Tapi, itu juga dicelengin (tabung) lagi untuk beli gas dan beras," tutur Fasiha.
Dia mengaku sulit mencari pembantu untuk wartegnya. Terlebih, gaji mereka yang terbilang tinggi. Untungnya, adik Fasiha mau membantu meski hanya digaji Rp 100.000 per hari.
Sementara itu, Resa yang menjalankan bisnis warteg bersama keluarganya tidak menyebutkan jelas berapa orang pembantu yang mereka pekerjakan.
Namun, Resa mengaku pendapatan wartegnya tidak tentu. Namun, sehari-harinya dia bisa mendapatkan keuntungan bersih minimal Rp 100.000.
Sebelumnya, ekonom Verdhana Sekuritas, Heriyanto Irawan, mengungkapkan bahwa dirinya diajak mendiskusikan program makan bergizi gratis untuk anak-anak oleh tim sinkronisasi Presiden terpilih Prabowo Subianto.
Salah satu pembahasannya adalah mengenai keinginan Prabowo mengefisienkan pagu anggaran Rp 71 triliun agar dapat digunakan secara maksimal dan menjangkau sebanyak mungkin anak-anak.
"Yang saya mau sharing itu adalah angka itu memang dibahas dengan Pak Prabowo gitu, yang dikomunikasikan ke saya. Angka Rp 71 triliun dan defisit 2,5 persen, bukan ke 3 persen ataupun ke 3,5 persen gitu, enggak begitu. Mereka sudah agree on that," ujar Heriyanto dalam acara Market Outlook 2024, yang disiarkan lewat kanal YouTube, Selasa (16/7/2024).
Dari situ, Heriyanto melihat ada keinginan dari pihak Prabowo untuk bisa menjalankan program makan bergizi gratis secara maksimal, tanpa perlu menambahkan atau mengurangi pagu anggaran Rp 71 Triliun.
Menurut Heriyanto, opsi yang kemudian dimunculkan oleh tim sinkronisasi dalam diskusi adalah menurunkan alokasi biaya makanan per anak, dari rencana Rp 15.000 menjadi Rp 7.500.
"Yang menarik buat saya Bapak Ibu sekalian adalah, setelah dikomunikasikan angka itu Rp 71 triliun, kemudian tugasnya Pak Presiden terpilih ke tim ekonomi ini adalah untuk memikirkan, apakah biaya makanan per hari itu bisa enggak diturunin, lebih hemat dari Rp 15.000," ungkap Heriyanto.
"Mungkin ke Rp 9.000, ke Rp 7.500 kira-kira begitu. Dan kita bisa pahami kalau sebagai politisi, tentunya beliau mau programnya itu menyentuh sebanyak mungkin rakyat," sambung dia.
Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka membantah pernah membahas soal program makan bergizi gratis dengan ekonom Verdhana Sekuritas, Heriyanto Irawan,
"Enggak ada, dari tim sinkronisasi enggak ada (bahasan dengan Heriyanto)," kata Anggota Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi usai konferensi pers di Media Center Prabowo-Gibran, Jakarta Selatan, Jumat (19/7/2024) petang.
Hasan mengatakan, Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran belum pernah membahas pemangkasan program makan bergizi gratis menjadi Rp 7.500 per anak seperti diungkapkan Heriyanto.
"Saya ingin menyampaikan bahwa tidak ada pembahasan itu sama sekali di tim dan tim sinkronisasi," ujar Hasan.
JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah pedagang warung tegal (warteg) di Jakarta Pusat mengatakan, paket makanan termurah berisi nasi, sayur, dan lauk yang mereka jual harganya Rp 10.000.
Kurang dari Rp 10.000, penjual hanya akan memberikan nasi dan sayur tanpa lauk.
“Enggak bisa (di bawah Rp 10.000). Kalau Rp 10.000 saja sudah pakai mi orek sama tahu sama sayur satu macam,” ujar Fasiha (61), pemilik warteg di Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (18/7/2024).
Fasiha mengatakan tidak bisa menjual paket makanan dengan harga yang lebih murah lagi. Dia merasa tidak tega jika memberikan makanan tanpa lauk, atau tanpa sayur.
“Saya kadang-kadang juga enggak tega ya kalau (dikit). Pokoknya, saya paketin ada orek tempe, ada tahu, ada mi (sama nasi) itu Rp 10.000,” ujar dia.
Fasiha mengaku tidak banyak mengambil untung dari makanan yang ia jual. Pendapatan bersihnya hanya di kisaran Rp 100.000-200.000 setiap hari.
Uang ini pun masih harus Fasiha tabung untuk membayar gaji orang yang membantunya berjualan di warteg dan untuk membeli beras atau gas.
Sementara, pemilik warteg lainnya bernama Resa (30) mengatakan, uang di bawah Rp 10.000 bisa digunakan untuk membeli makanan di warungnya. Namun, pembeli hanya mendapat nasi dan satu macam sayur.
Untuk mendapatkan nasi lengkap dengan sayur dan lauk, pembeli setidaknya harus merogoh kocek Rp 12.000.
“Nasi sama (satu macam) sayur doang Rp 7.000. Nasi dan telur Rp 10.000. Nasi telur dan satu macam sayur Rp 12.000. Kalau tambah orek, Rp 13.000,” jelas Resa saat ditemui di wartegnya di Gambir, Jakarta Pusat.
Resa mengatakan, nasi saja di wartegnya dihargai Rp 5.000. Sementara, harga sayur mayur semakin naik. Padahal, harga yang dia jual tidak bisa banyak berubah.
Sebagaimana diketahui, belakangan gaduh soal wacana program makan siang gratis yang dijanjikan Presiden terpilih Prabowo Subianto, yang anggarannya dipertimbangkan untuk diturunkan menjadi Rp 7.500 per anak.
Ekonom dari Verdhana Sekuritas, Heriyanto Irawan, mengungkapkan bahwa dirinya diajak mendiskusikan program makan bergizi gratis untuk anak-anak oleh tim sinkronisasi Prabowo.
Salah satu pembahasannya adalah mengenai keinginan Prabowo mengefisienkan pagu anggaran Rp 71 triliun, agar dapat digunakan secara maksimal dan menjangkau sebanyak mungkin anak-anak.
“Yang saya mau sharing itu adalah angka itu memang dibahas dengan Pak Prabowo gitu, yang dikomunikasikan ke saya. Angka Rp 71 triliun dan defisit 2,5 persen, bukan ke 3 persen ataupun ke 3,5 persen gitu, enggak begitu. Mereka sudah agree on that,” ujar Heriyanto dalam acara Market Outlook 2024, yang disiarkan lewat kanal YouTube, Selasa (16/7/2024).
Dari situ, Heriyanto melihat ada keinginan dari pihak Prabowo untuk bisa menjalankan program makan bergizi gratis secara maksimal, tanpa perlu menambahkan atau mengurangi pagu anggaran Rp 71 Triliun.
Menurut Heriyanto, opsi yang kemudian dimunculkan oleh tim sinkronisasi dalam diskusi adalah menurunkan alokasi biaya makanan per anak, dari rencana Rp 15.000 menjadi Rp 7.500.
“Yang menarik buat saya Bapak Ibu sekalian adalah, setelah dikomunikasikan angka itu 71 triliun, kemudian tugasnya Pak Presiden terpilih ke tim ekonomi ini adalah untuk memikirkan, apakah biaya makanan per hari itu bisa enggak diturunin, lebih hemat dari Rp 15.000,” ungkap Heriyanto.
“Mungkin ke Rp 9.000, ke Rp 7.500 kira-kira begitu. Dan kita bisa pahami kalau sebagai politisi, tentunya beliau mau programnya itu menyentuh sebanyak mungkin rakyat,” sambungnya.