#30 tag 24jam
Pertamina Tanam 200 Pohon di Kaki Gunung Agung
Melalui penanaman pohon ini, Pertamina berupaya menjaga kelestarian alam sambil memberdayakan masyarakat lokal. [300] url asal
#pertamina #tjsl #csr #menanam-pohon #gunung-agung #update-me
(Katadata) 09/09/24 21:40
v/14949394/
PT Pertamina (Persero) melaksanakan penanaman 200 pohon di Desa Besakih, yang terletak di kaki Gunung Agung, Bali. Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Pertamina dalam pelestarian lingkungan, sekaligus pemberdayaan masyarakat melalui program perhutanan sosial.
Desa Besakih, yang dikenal dengan keindahan alamnya, berada di kaki Gunung Agung. Desa ini tidak hanya kaya akan keanekaragaman hayati, juga memiliki nilai-nilai budaya dan spiritual yang kuat. Melalui program penanaman ini, Pertamina berupaya menjaga kelestarian alam sambil memberdayakan masyarakat lokal.
"Kegiatan ini mendorong masyarakat untuk secara aktif menanam pohon, yang manfaatnya akan dirasakan oleh diri mereka sendiri,” ujar Mahfudz selaku Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan KLHK melalui keterangan resmi, Senin (9/9).
Wakil Bupati Karangasem I Wayan Arth mengimbuhkan, Pertamina menunjukkan kepedulian luar biasa terhadap kelestarian alam. Program ini tak hanya berhenti di sini, tetapi harus dilanjutkan dan dikontrol. Pohon sangat penting bagi kehidupan, sebagai paru-paru dunia.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Corporate Secretary PT Pertamina (Persero) Brahmantya S. Poerwadi. Ia menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi ini.
“Kami berharap upaya ini akan memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat lokal, khususnya kelompok usaha perhutanan sosial,” katanya.
Senada, I Nyoman Artana selaku Ketua LPHD Mahawana Basuki menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan hutan desa.
“Kami menanam pohon Pinang yang digunakan dalam upacara adat serta ijuk untuk memperbaiki atap Pura Besakih. Ini tidak hanya melestarikan hutan, tetapi juga mempertahankan nilai-nilai budaya lokal,” ujarnya.
Program penanaman pohon ini merupakan salah satu kegiatan tanggung jawab sosial lingkungan Pertamina. Melalui sinergi antara Pertamina, KLHK, dan masyarakat, diharapkan Desa Besakih dapat terjaga kelestarian alam dan kesejahteraan masyarakatnya melalui perhutanan sosial.
Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso mengimbuhkan, Desa Besakih menjadi contoh kesuksesan integrasi antara pelestarian lingkungan dan pengembangan ekonomi berbasis komunitas.
"Kami berharap peran Pertamina dalam keberlanjutan di lingkungan dan masyarakat ini, dapat menjadi energi bagi pertumbuhan perekonomian," ucap Fadjar.
Geliat SKK Migas Dukung Energi Bersih
SKK Migas berkontribusi dalam menjaga lingkungan, diantaranya menanam hingga lebih dari satu juta pohon. [597] url asal
#skk-migas #energi-bersih #energi #menanam-pohon #karbon #lingkungan
(Bisnis Tempo) 14/08/24 21:27
v/14427649/
TEMPO.CO, Jakarta - Konsumsi energi bersih di Indonesia memperlihatkan tren kenaikan. Data yang dipaparkan SKK Migas pada 3 Agustus 2024, menunjukkan pemanfaatan gas dan renewable energy secara perlahan melesat pada 2020 yang tercatat sebesar 14 persen, sedangkan konsumsi gas naik 298 persen dibanding konsumsi minyak yang naik sebanyak 139 persen pada 2020.
Analis Senior Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Jabanusa, Dimas A. Rudy Pear, menjelaskan pemanfaatan gas dan renewable energy diharapkan terus naik sampai 2030 sebesar 26 persen dan 31 persen pada tahun 2050.
Direktur Pascasarjana Universitas Mulawarman, Ndan Imang, merespons positif atas naiknya konsumsi energi bersih atau energi terbarukan di Indonesia. Menurutnya, kenaikan ini diantaranya didorong faktor produsen dan suplier yang semakin banyak, misalnya solar cell (fotovoltaik) yang semakin mudah dibeli dan harganya terjangkau.
Bukan hanya itu, energi bersih juga sudah menjadi bagian dari program pemerintah pusat, termasuk pemerintah kabupaten. Diantaranya membuat pembangkit listrik komunal dari solar cell untuk masyarakat desa yang belum terjangkau oleh PLN.
Dekan Fakultas Bisnis LSPR Institute Communication and Business Yuliana Riana Prasetyawati senada dengan pandangan Ndan. Selain itu, dia juga menilaifaktor pemicu naiknya konsumsi energi baru terbarukan atau renewable energy adalah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan. "Masyarakat juga secara perlahan dan pasti mulai berpindah dari penggunaan energi fosil ke energi bersih."
Low carbon initiative
Bicara soal energi bersih, Dimas menyebut SKK Migas tengah berupaya mengubah pandangan publik yang biasa mengidentikan SKK Migas dengan energi kotor dan kerusakan lingkungan, pada kontribusi SKK Migas dalam menjaga lingkungan dengan menerbitkan kebijakan low carbon initiative. Inisiatif ini diantaranya dengan melakukan flairing reduction initiative yakni bagaimana SKK Migas mengurangi atau menuju pada zero flaring supaya gas yang dikeluarkan bukan lagi di-flare tetapi dipindahkan menjadi on-use atau proses optimalisasi.
“Kami juga menghitung carbon emission yang diantaranya dengan menetapkan target carbon capture. Untuk saat ini, kami masih fokus pada hasil perkiraan jika kami melakukan penanaman pohon. Ini menjadi salah satu inisiatif kami pada 2024,” kata Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Hudi D. Suryodipuro dalam wawancara dengan Tempo, 7 Agustus 2024.
Disebutkan Hudi, pihaknya juga melakukan inisiatif managemen energi terkait konservasi energi atau fuel conservation. Salah satunya solar panel, yang diantaranya ada di Rokan, Provinsi Riau, yang diresmikan pada Mei 2024. Di sana, ada fotovoltaik yakni teknologi yang mengubah energi matahari menjadi listrik secara langsung.
Adapun untuk low carbon initiative long term, kontribusi hulu migas diantaranya menutup carbon melalui penanaman pohon. Untuk penanaman pohon ini ada banyak macamnya yakni ada bagian dari program pengembangan masyarakat (PPM) dan bagian dari rehabilitasi DAS (daerah aliran sungai). “Tetapi intinya, itu semua bagian dari program penghijauan yang dilakukan oleh industri hulu migas,” ujar Hudi.
Dalam tiga tahun terakhir, SKK Migas mencatat sudah menanam di atas satu juta pohon pertahun. Yakni pada 2021 ditanam 1.2 juta pohon, pada 2022 sebanyak 1.7 juta pohon yang ditanam, dan pada 2023 ada 2.2 juta pohon. Sedangkan pada 2024, ditargetkan di atas 2 juta pohon.
Sampai 30 Juni 2024, SKK Migas sudah menanam 455 ribu pohon atau sekitar 28,5 persen dari target awal 1.6 juta pohon. Penanaman pohon ini, diharapkan berpotensi terhadap penyerapan emisi sekitar 885,4 ribu ton.
Infog Aksi Tanam Pohon SKKMigas di Bawah Program Low Carbon Initiative
Setiap perusahaan memiliki tata cara sendiri untuk menghitung berapa carbon reduction yang sudah mereka lakukan. Begitu pula SKK Migas, di mana KKKS mengumpulkan datanya dan SKK Migas memvalidasi tata cara penghitungannya. Jika bicara hitungan secara kasar, pada 2024 diharapkan ada 300 ribu ton carbon reduction untuk Co2.
Bentuk konsistensi dari SKK Migas dan KKKS dalam melaksanakan Renstra IOG 4.0, salah satu targetnya adalah lingkungan berkelanjutan.
Selanjutnya baca: Tantangan penanaman pohon
Pelestarian Lingkungan Jadi Salah Satu Gaya Hidup Generasi Milenial
Dalam menjaga lingkungan, harus ada langkah lainnya yang lebih konkret untuk menghasilkan manfaat yang besar, menanam pohon, misalnya. Halaman all [1,025] url asal
#semarang #candi-gedongsongo #menanam-pohon #victor-hartono #djarum-foundation
(Kompas.com - Edukasi) 10/03/20 14:00
v/11049227/
KOMPAS.com – Milenial diakui sebagai generasi ramah lingkungan. Bahkan, beberapa dari mereka sudah menjadikan gerakan ramah lingkungan sebagai gaya hidup sehari-hari.
Ambil contoh dalam persoalan sampah sedotan plastik. Melansir Kompas.com, Minggu (13/10/2019), dalam seharinya Indonesia bisa menghasilkan produksi sampah sedotan plastik sebanyak 93 juta buah.
Jika dirangkai menjadi garis lurus, jumlah tersebut setara dengan jarak Jakarta dan Meksiko. Sebuah fakta yang mungkin bisa membuat Anda tercengang.
Dalam menanggapi isu tersebut, generasi milenial pun berbondong-bondong mengubah gaya hidup mereka yang tadinya terbiasa menggunakan sedotan plastik ke sedotan berbahan lainnya yang ramah lingkungan.
Pilihannya pun beragam, ada sedotan berbahan logam, kayu, dan bambu.
Meskipun demikian, upaya pelestarian lingkungan tak hanya sampai di situ. Harus ada langkah lainnya yang lebih konkret untuk menghasilkan manfaat yang besar, menanam pohon, misalnya.
Pelestarian lingkungan dengan menanam pohon dinilai menjadi langkah yang cukup ideal mengingat fungsinya sebagai penghasil oksigen bagi makhluk hidup lainnya.
DOK. DJARUM FOUNDATION Tak hanya mengajak para mahasiswa saja, program Siap Darling kali ini juga mengikutsertakan Ahmad Abdul atau yang akrab disapa Abdul Idol untuk turut melakukan penanaman pohon.Langkah nyata
Hal itulah yang menjadi perhatian khusus bagi Bakti Lingkungan Djarum Foundation. Melalui program Siap Sadar Lingkungan (Siap Darling), mereka mendorong generasi milenial untuk senantiasa mencintai dan menjaga lingkungan dengan aksi nyata.
Pada program kali ini, Siap Darling mengajak 50 Darling Squad –sebutan untuk relawan program ini– yang berasal dari 28 universitas di Indonesia untuk menemukan berbagai gagasan kreatif yang bisa diimplementasikan dalam aksi lingkungan.
Communication Director Djarum Foundation, Mutiara Asmara mengatakan, Siap Darling diharapkan menjadi wadah para generasi milenial untuk mencintai lingkungan dengan caranya masing-masing.
“Bakti Lingkungan Djarum Foundation ingin mendukung kobaran semangat para milenial, karena mereka adalah generasi penerus bangsa. Cinta lingkungan harus ditanamkan sejak muda,” kata Mutiara dalam rilis tertulis, Rabu (4/3/2020).
Dalam kegiatan itu pula, terdapat 200 Darling Squad lainnya yang menanam 868 pohon dan semak untuk ditanam di berbagai titik di Kompleks Percandian Gedongsongo, Semarang.
Asal tahu saja, kegiatan ini juga didukung Kementerian Pendidikan dan Budaya Indonesia melalui Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah dan Pusat Pembibitan Tanaman (PPT) Bakti Lingkungan Djarum Foundation.
DOK. DJARUM FOUNDATION Vice President Director Djarum Foundation, FX Supanji mengatakan Siap Darling dapat menjadi medium bagi para generasi milenial yang memiliki semangat besar untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan lingkungan lewat tindakan konkret yang menyenangkan.Pada kesempatan yang sama, President Director Djarum Foundation Victor Hartono mengatakan cagar budaya Indonesia pantas mendapat lebih banyak warna dan pepohonan yang ada di sekitarnya mampu menyerap karbondioksida (CO2).
“Sayang kalau tidak digunakan untuk menyerap CO2. Program candi darling ini akan selesai jika semua candi di Indonesia sudah ditanami berbagai pohon. Djarum Foundation pun mengajak mahasiswa untuk melakukan langkah nyata agar lebih peduli terhadap lingkungan, karena kita harus memastikan bahwa generasi berikutnya juga turut sadar lingkungan," ujar Victor.
Pasalnya, generasi penerus lah yang sebenarnya akan merasakan perubahan iklim.
“Jadi mereka yang harus berinvestasi untuk masa depan mereka," ujarnya lagi.
Selain itu, Vice President Director Djarum Foundation, FX Supanji mengatakan Siap Darling dapat menjadi medium bagi para generasi milenial yang memiliki semangat besar untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan lingkungan lewat tindakan konkret yang menyenangkan.
“Program ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki dan bangga karena mereka turut berperan menghijaukan situs-situs warisan bersejarah Indonesia,” ujar FX Supanji.
Adapun jenis pohon yang ditanam pada kegiatan ini adalah bambu jepang, hujan mas, pucuk merah, tabebuia rosea, pinus, puspa, serta akar wangi pada Kawasan Candi 1.
Sedangkan, jenis pohon yang ditanam pada Kawasan Candi 4 adalah Pinus, Puspa, dan Akar Wangi.
DOK. DJARUM FOUNDATION Sebelumnya program Siap Darling telah melakukan penghijauan di Kompleks Candi Prambanan, Ratu Boko, Candi Ijo Penghjauan Benteng Van Den Bosch di Ngawi dan juga Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen pada tahun 2019.Destinasi favorit
FX Supanji melanjutkan, dengan terlaksananya Siap Darling secara berkelanjutan, maka diharapkan situs warisan sejarah di Indonesia, seperti Kompleks Percandian Gedongsono, bisa menjadi destinasi favorit masyarakat karena terjaga kelestariannya.
“Harapan jangka panjang langkah ini akan menciptakan ekosistem lingkungan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah, Sukronedi pun menyambut positif upaya Djarum Foundation melestarikan situs sejarah melalui program Siap Darlling.
Gerakan ini diakuinya mampu menumbuhkan rasa cinta para generasi muda terhadap lingkungan dan warisan para leluhur.
“Saya meyakini Siap Darling mampu mengubah paradigma kaum milenial bahwa berkunjung ke tempat bersejarah tidaklah membosankan, tapi justru membanggakan. Pasalnya, bangsa yang besar adalah yang menghargai sejarah dan juga merawat apa yang ditinggalkan leluhur,” ucap Sukronedi.
DOK. DJARUM FOUNDATION Communication Director Djarum Foundation, Mutiara Asmara mengatakan, Siap Darling diharapkan menjadi wadah para generasi milenial untuk mencintai lingkungan dengan caranya masing-masing.Mengajak influencer
Tak hanya mengajak para mahasiswa saja, program Siap Darling kali ini juga mengikutsertakan Ahmad Abdul atau yang akrab disapa Abdul Idol untuk turut melakukan penanaman pohon.
Penyanyi jebolan Indonesian Idol ini mengaku bangga dapat terlibat secara nyata dalam upaya memperbaiki lingkungan.
“Alam dengan seluruh kekayaan dan keindahannya merupakan warisan dari leluhur yang harus selalu kita jaga. Untuk itu, saya merasa sangat antusias dalam kegiatan yang sangat positif ini,” ucap pria berusia 29 tahun tersebut.
Perlu diketahui, sebelumnya program Siap Darling telah melakukan penghijauan di Kompleks Candi Prambanan, Ratu Boko, Candi Ijo Penghjauan Benteng Van Den Bosch di Ngawi dan juga Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen pada tahun 2019.
Harapannya, program ini dapat berjalan hingga 2025 dengan menyasar ratusan candi di Indonesia, termasuk candi-candi di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali.
Siap Darling pun membuka kesempatan bagi para mahasiswa untuk turut terlibat dalam program Candi Darling selanjutnya. Caranya mudah, silakan mengakses www.siapdarling.id dan Anda dapat secara langsung menebarkan aksi untuk bumi.