Deretan artikel otomotif terpopuler pada Kamis (26/7/2024), mulai pabrik Jepang banyak yang tutup di Thailand hingga diskon hatchback di GIIAS 2024 Halaman all [525] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak pembaca yang penasaran mengapa banyak merek Jepang yang menutup pabriknya di Thailand. Selain itu, banyak juga yang ingin tahu berapa harga mobil hybrid yang pas buat orang Indonesia.
Kemudian, diskon hatchback di GIIAS 2024 juga menggoda banyak pembaca. Untuk lebih lengkapnya, berikut ini deretan artikel otomotif terpopuler pada Kamis (25/7/2024):
1. Merek Jepang Ramai-ramai Tutup Pabrik Mobil di Thailand
Suzuki Indonesia Pabrik Suzuki Indonesia
Pada semester pertama tahun 2024, industri otomotif dikejutkan dengan tutupnya sejumlah pabrik mobil merek Jepang di Thailand. Salah satunya Suzuki Motor Corporation yang telah memutuskan untuk menutup pabrik mobilnya di Thailand pada akhir 2025 mendatang.
Keputusan ini diambil Suzuki usai mengevaluasi struktur produksi global dan memilih untuk fokus ke pasar negara lain.
2. Mobil Termahal di GIIAS 2024, Tembus Belasan Miliar Rupiah
Kompas.com/Donny Porsche 911 GT3 RS dipamerkan di GIIAS 2024
Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) menghadirkan deretan mobil dengan rentang harga yang sangat bervariasi. Termasuk mobil termahal yang harganya tembus hingga belasan miliar rupiah.
Mobil yang dimaksud adalah Porsche 911 GT3 RS. Mobil yang termasuk ke dalam kategori supercar ini dibanderol Rp 12,25 miliar (off the road). Sehingga, jika ditambah pajak, pasti akan lebih mahal lagi harganya.
3. Harga Mobil Hybrid yang Pas buat Orang Indonesia, di Bawah Rp 400 Juta
KOMPAS.com/FATHAN Innova Zenix Hybrid di GIIAS 2024
Mobil hybrid bisa jadi solusi buat orang yang butuh kendaraan dengan konsumsi BBM yang lebih hemat. Toyota menjadi salah satu merek dengan lini produk hybrid paling banyak, mulai dari Yaris Cross, Innova Zenix, Camry, sampai yang paling baru, Prius.
Buat harganya, hybrid paling murah dari Toyota bisa didapatkan dengan banderol Rp 400 jutaan.
4. Daihatsu Terios Graphite, Tampil Mewah di Lantai GIIAS 2024
Selain menampilkan konsep modifikasi Rocky Crossfield, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) juga membawa ubahan menarik dari Terios yang kental dengan nuansa petualang di ajang GIIAS 2024.
Modifikasi Terios Graphite yang menggunakan basis varian R Custom AT ini, bikin tampilan dari low sport utility vehicle (LSUV) tujuh penumpang Daihatsu tampak berbeda.
Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024 menjadi momen yang ditunggu banyak orang untuk membeli mobil baru. Banyak juga pabrikan yang memberikan promo dan potongan harga alias diskon.
Pada GIIAS 2024 ini, segmen hatchback juga kebagian diskon yang cukup besar. Diskonnya mulai dari belasan juta rupiah hingga puluhan juta rupiah.
Setelah mobil China masuk Thailand, merek asal Negeri Tirai Bambu perlahan menjadi lebih besar dan menggerogoti pangsa pasar produsen Jepang. Halaman all?page=all [557] url asal
Salah satunya Suzuki Motor Corporation yang telah memutuskan untuk menutup pabrik mobilnya di Thailand pada akhir 2025 mendatang.
Keputusan ini diambil Suzuki usai mengevaluasi struktur produksi global dan memilih untuk fokus ke pasar negara lain.
KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Ilustrasi booth Suzuki di GIIAS 2024
Sebagai informasi, Suzuki Motor Thailand (SMT) didirikan pada 2011, menyusul pengumuman pemerintah Thailand pada 2007 tentang proyek mobil ramah lingkungan.
Pabrik SMT mulai memproduksi mobil ringkas yang hemat bahan bakar pada 2012 dan memproduksi sebanyak 60.000 unit per tahun, termasuk yang di ekspor.
Saat ini Suzuki Motor Corporation tengah berupaya mempromosikan netralitas karbon dan elektrifikasi secara global. Maka dari itu, Suzuki telah mempertimbangkan untuk mengoptimalkan lokasi produksi global di dalam grup.
Mantan Presiden Direktur Suzuki Motor Thailand Minoru Amano, yang saat ini menjabat Presiden Direktur PT Suzuki Indomobil motor mengatakan, pembangunan pabrik di Thailand dan juga di Indonesia pada awalnya didasarkan pada pertumbuhan penjualan mobil tahun 2010.
“Tapi setelah pertumbuhan tersebut, penjualan mobil kini semakin melambat. Jadi tidak hanya Suzuki saja, merek-merek lain pun demikian. Jumlah unitnya tidak bertambah,” ujar Amano di Tangerang, Kamis (18/7/2024).
“Akhirnya kami berpikir ulang harus bagaimana. Jadi kondisinya ada dua pabrik baru di Indonesia dan Thailand dengan kapasitas produksi cukup besar. Dengan kondisi pasar otomotif ASEAN, akhirnya kami putuskan untuk memusatkan produksi,” kata dia.
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO All New Subaru BRZ dipamerkan di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022 di ICE BSD, Tangerang, Jumat (12/8/2022). The All New Subaru BRZ dibanderol Rp 852 juta untuk transmisi manual, dan Rp 850 juta untuk transmisi matik.
Sebelum Suzuki, Subaru juga telah mengumumkan penutupan pusat produksi di Negeri Gajah Putih. Pabrik yang fokus untuk memenuhi pasar Asia Tenggara ini rencananya akan ditutup pada Desember 2024.
Pabrik Tanchong Subaru Automotive Thailand Co Ltd (TCSAT) di Lad Krabang Industrial Estate kabarnya ditutup karena penjualan yang terus menurun.
Dengan ditutupnya pabrik Subaru yang ada di Thailand, maka Subaru hanya memiliki satu pabrik di luar Jepang, yakni di Amerika Serikat. Karena sebelumnya, pabrik Subaru di Malaysia yang sudah beroperasi sejak 2012 juga telah ditutup.
Dok. Subaru Indonesia Booth Subaru di GIIAS 2024
Dengan dihentikannya operasional CKD di Thailand dan Malaysia, maka mobil-mobil Subaru yang dipasarkan di Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Kamboja akan diimpor penuh (CBU) dari Jepang.
Sementara Indonesia tidak terlalu terdampak dengan kebijakan tersebut, sebab Subaru Indonesia sudah sejak awal mengimpor mobil Subaru dari Jepang.
“(Penutupan pabrik di Thailand) enggak ada hubungannya dengan kita sama sekali, karena produk kami kan 100 persen dari Jepang,” ujar Arie Christopher, Chief Executive Officer Subaru Indonesia kepada Kompas.com di Tangerang (22/7/2024).
Setelah mobil China masuk Thailand, merek asal Negeri Tirai Bambu perlahan menjadi lebih besar dan menggerogoti pangsa pasar produsen Jepang. Halaman all [826] url asal
Salah satunya Suzuki Motor Corporation yang telah memutuskan untuk menutup pabrik mobilnya di Thailand pada akhir 2025 mendatang.
Keputusan ini diambil Suzuki usai mengevaluasi struktur produksi global dan memilih untuk fokus ke pasar negara lain.
KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Ilustrasi booth Suzuki di GIIAS 2024
Sebagai informasi, Suzuki Motor Thailand (SMT) didirikan pada 2011, menyusul pengumuman pemerintah Thailand pada 2007 tentang proyek mobil ramah lingkungan.
Pabrik SMT mulai memproduksi mobil ringkas yang hemat bahan bakar pada 2012 dan memproduksi sebanyak 60.000 unit per tahun, termasuk yang di ekspor.
Saat ini Suzuki Motor Corporation tengah berupaya mempromosikan netralitas karbon dan elektrifikasi secara global. Maka dari itu, Suzuki telah mempertimbangkan untuk mengoptimalkan lokasi produksi global di dalam grup.
Mantan Presiden Direktur Suzuki Motor Thailand Minoru Amano, yang saat ini menjabat Presiden Direktur PT Suzuki Indomobil motor mengatakan, pembangunan pabrik di Thailand dan juga di Indonesia pada awalnya didasarkan pada pertumbuhan penjualan mobil tahun 2010.
“Tapi setelah pertumbuhan tersebut, penjualan mobil kini semakin melambat. Jadi tidak hanya Suzuki saja, merek-merek lain pun demikian. Jumlah unitnya tidak bertambah,” ujar Amano di Tangerang, Kamis (18/7/2024).
“Akhirnya kami berpikir ulang harus bagaimana. Jadi kondisinya ada dua pabrik baru di Indonesia dan Thailand dengan kapasitas produksi cukup besar. Dengan kondisi pasar otomotif ASEAN, akhirnya kami putuskan untuk memusatkan produksi,” kata dia.
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO All New Subaru BRZ dipamerkan di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022 di ICE BSD, Tangerang, Jumat (12/8/2022). The All New Subaru BRZ dibanderol Rp 852 juta untuk transmisi manual, dan Rp 850 juta untuk transmisi matik.
Sebelum Suzuki, Subaru juga telah mengumumkan penutupan pusat produksi di Negeri Gajah Putih. Pabrik yang fokus untuk memenuhi pasar Asia Tenggara ini rencananya akan ditutup pada Desember 2024.
Pabrik Tanchong Subaru Automotive Thailand Co Ltd (TCSAT) di Lad Krabang Industrial Estate kabarnya ditutup karena penjualan yang terus menurun.
Dengan ditutupnya pabrik Subaru yang ada di Thailand, maka Subaru hanya memiliki satu pabrik di luar Jepang, yakni di Amerika Serikat. Karena sebelumnya, pabrik Subaru di Malaysia yang sudah beroperasi sejak 2012 juga telah ditutup.
Dok. Subaru Indonesia Booth Subaru di GIIAS 2024
Dengan dihentikannya operasional CKD di Thailand dan Malaysia, maka mobil-mobil Subaru yang dipasarkan di Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Kamboja akan diimpor penuh (CBU) dari Jepang.
Sementara Indonesia tidak terlalu terdampak dengan kebijakan tersebut, sebab Subaru Indonesia sudah sejak awal mengimpor mobil Subaru dari Jepang.
“(Penutupan pabrik di Thailand) enggak ada hubungannya dengan kita sama sekali, karena produk kami kan 100 persen dari Jepang,” ujar Arie Christopher, Chief Executive Officer Subaru Indonesia kepada Kompas.com di Tangerang (22/7/2024).
NUMCHAI Pabrik mobil Honda di Thailand
“Kalau ditanya kemungkinan (produksi CKD Indonesia), pasti ada. Kita harus tunggu sampai pertumbuhan penjualan mencapai titik normal untuk sebuah tipe bisa dilokalisasi. Enggak mungkin jualan masih sedikit, atau volume belum terlalu signifikan langsung lokalisasi,” kata dia.
Selain Subaru, merek Jepang selanjutnya yang menutup pabrik di Thailand adalah Honda. Di samping, karena penjualan yang menurun, keputusan tersebut diambil salah satunya diduga karena ketatnya persaingan dengan pabrikan China.
Untuk diketahui, Honda memiliki dua pabrik perakitan di Thailand, yakni di Ayutthaya dan Prachinburi. Pabrik yang ada di Prachinburi yang disebutkan akan tetap melanjutkan aktivitas produksi.
HPM Honda HR-V
Sedangkan pabrik yang ada di Ayutthaya, akan berhenti berproduksi pada akhir 2025. Namun, bukannya ditutup sepenuhnya, karena pabrik ini akan tetap memproduksi komponen mobil.
"Saat ini Honda Thailand juga masih tetap melakukan produksi mobil di Pabrik Prachinburi,” ujar Yusak Billy, Direktur Penjualan dan Pemasaran dan Purnajual PT Honda Prospect Motor (HPM), kepada Kompas.com (12/7/2024).
“Restrukturisasi produksi di Thailand tersebut tidak berdampak terhadap aktivitas pabrik Honda di Indonesia yang masih beroperasi seperti biasa," kata dia.
KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Ilustrasi lalu lintas kota Bangkok, Thailand
Langkah tersebut kabarnya akan mengurangi jumlah produksi mobil Honda di Thailand dari 270.000 unit per tahun menjadi hanya 120.000 unit per tahun.
Padahal produksi tahunan pabrik ini pernah mencapai puncaknya pada 2013 dengan jumlah lebih dari 270.000 kendaraan. Pada tahun lalu, angka tersebut turun menjadi sekitar 140.000 unit.
Sebagai informasi, mobil-mobil merek Jepang pernah menyumbang hampir 80 persen dari total penjualan di Thailand.
Tapi setelah mobil China masuk, merek asal Negeri Tirai Bambu perlahan menjadi lebih besar dan menggerogoti pangsa pasar produsen Jepang.