#30 tag 24jam
Besar Kerusakan Israel Akibat Serangan Iran Bulan Oktober
Iran meluncurkan 200 rudal balistik ke Israel pada Oktober 2024, menghantam pangkalan udara dan infrastruktur militer. Meski sebagian besar rudal dicegat. [576] url asal
#israel #iran #timur-tengah #misil #rudal-balistik-iran
(MedCom - Internasional) 03/11/24 12:55
v/17408600/
Jakarta:Iran telah bersumpah akan membalas serangan Israel yang menargetkan kemampuan militer mereka pada 26 Oktober 2024.Sebelumnya, pada 1 Oktober 2024, Iran meluncurkan sekitar 200 rudal balistik ke berbagai target di Israel dalam serangan terbesar selama konflik yang sedang berlangsung.
Serangan tersebut merupakan bagian dari operasi yang dinamai "Janji Setia 2" dan merupakan balasan atas pembunuhan tokoh-tokoh penting oleh Israel, termasuk Hassan Nasrallah dan Abbas Nilforoushan.
Target dan Dampak Kerusakan

Serangan Iran menargetkan beberapa fasilitas militer Israel, termasuk pangkalan udara Nevatim di Negev, pangkalan Tel Nof, serta markas besar Mossad di Tel Aviv.
Pangkalan udara Nevatim terkena dampak paling parah, dengan sekitar 20 hingga 32 rudal menghantam hanggar dan landasan pacu, menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur militer, termasuk area parkir pesawat F-35.

Gambar: Kerusakan di Pangkalan Udara Nevatim. (Planet Labs PBC)
Beberapa hanggar mengalami kerusakan berat, dan salah satu landasan pacu memerlukan perbaikan besar sebelum dapat digunakan kembali.
Selain itu, serangan rudal Iran juga mengenai pangkalan Tel Nof, yang merupakan salah satu pangkalan udara utama Israel, serta beberapa lokasi di utara Tel Aviv.
Fragmen dari rudal menghantam sebuah sekolah di kota Gedera dan sebuah restoran di Tel Aviv, menyebabkan kerusakan bangunan dan beberapa orang terluka ringan.
Serangan ini juga mengakibatkan kerusakan pada fasilitas militer yang digunakan untuk pelatihan dan penyimpanan peralatan strategis, yang berdampak pada operasi militer Israel dalam jangka pendek.
Kerugian dan Kerusakan Sipil
Dalam serangan ini, satu warga Palestina tewas akibat pecahan rudal, sementara seorang warga Israel meninggal karena serangan jantung yang dipicu oleh serangan tersebut. Dua warga Israel dan dua warga Yordania mengalami cedera ringan.
Serangan ini juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah di wilayah utara Tel Aviv dan gedung komunitas di Gedera. Kerusakan ini memaksa banyak warga untuk dievakuasi sementara dari rumah mereka, dan beberapa fasilitas umum terpaksa ditutup untuk perbaikan.
Pemerintah Israel mengklaim berhasil menembak jatuh sebagian besar rudal yang diluncurkan oleh Iran, namun beberapa rudal berhasil mencapai target.
Sistem pertahanan udara Israel, termasuk Iron Dome, serta intersepsi rudal dari Angkatan Laut AS dan Yordania berperan penting dalam mengurangi dampak serangan ini.
Meski demikian, serangan ini menunjukkan kelemahan dalam pertahanan udara Israel ketika menghadapi serangan rudal balistik dalam jumlah besar.
Reaksi dan Implikasi Strategis
Tanggapan internasional beragam, di mana AS mendukung tindakan pertahanan Israel, sementara negara-negara seperti Rusia dan Tiongkok mengecam serangan Iran dan menyerukan penurunan ketegangan di kawasan tersebut.
Analis militer, seperti Jonathan Cornicus dari The Wall Street Journal, mencatat bahwa meskipun serangan ini tidak berhasil menghancurkan infrastruktur militer utama Israel, serangan tersebut tetap memberikan pesan simbolis dan menunjukkan kemampuan Iran untuk melakukan serangan jarak jauh dengan presisi tinggi.
Arash Azizi, seorang analis dari The Atlantic, menekankan bahwa serangan ini adalah upaya Iran untuk menunjukkan kekuatan setelah mengalami kerugian besar dalam beberapa bulan terakhir.
Esfandyar Batmanghelidj dari Wall Street Journal menyebut serangan ini sebagai "peringatan nyata" bagi Israel bahwa Iran masih memiliki kapasitas untuk melakukan serangan balasan yang signifikan.
Di sisi lain, serangan ini menyoroti kelemahan logistik Iran dalam melancarkan serangan jarak jauh yang efektif.
Meskipun Iran berhasil meluncurkan rudal dalam jumlah besar, efektivitas serangan tersebut tetap dipertanyakan karena sebagian besar rudal berhasil diintersepsi.
Baca Juga:
Besar Kerusakan Iran akibat Serangan Israel, Kilang Minyak Diduga Menjadi Target
Iran Siap untuk Hajar Israel dengan Kekuatan Besar
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(SUR)
7 Senjata Korsel yang Buat Korut Ketakutan
Korea Selatan memiliki tujuh senjata canggih, seperti Hyunmoo-3, KF-21, dan K9 Thunder, yang membuat Korea Utara ketar-ketir dan meningkatkan pertahanan Korsel. [555] url asal
#korea-selatan #korea-utara #korea #misil #militer-korsel
(MedCom - Internasional) 17/10/24 18:19
v/16616540/
Jakarta: Korea Utara dan Korea Selatan baru-baru ini mengalami eskalasi baru-baru ini dan Korea Utara (Korut) mengklaim 1.4 juta warganya bergabung untuk menghadapi Korea Selatan (Korsel).Konflik antara kedua negara ini tidak kunjung usai semenjak kedua negara ini dibentuk pada abad ke-20.
Kedua negara tersebut selalu berlomba-lomba untuk meningkatkan kemampuan militer mereka dengan Korsel lebih unggul dan duduk di peringkat ke-5 militer terkuat di dunia berdasarkan Globalfirepower.
Yuk intip, 7 senjata Korsel yang bikin Korut gemetar.
Hyunmoo 5 Cruise Missile

Sumber: Dok. Kementerian Pertahanan Korsel
Hyunmoo 5 adalah rudal jelajah terbaru dengan jangkauan yang lebih jauh hingga 3.000 km, yang mampu menargetkan fasilitas militer Korea Utara dengan presisi tinggi.
Dengan jangkauan ini, seluruh wilayah Korea Utara berada dalam ancamannya, menjadikannya senjata strategis bagi Korsel. Dengan kemampuan untuk menyerang target penting, rudal ini menjadi ancaman serius bagi infrastruktur militer Pyongyang.
KF-21 Boramae Fighter Jet

Sumber: Dok. Kementerian Pertahanan Korsel
Pesawat tempur KF-21 Boramae adalah kebanggaan Korea Selatan. Jet tempur generasi 4.5 ini dikembangkan bersama Indonesia dan dilengkapi dengan teknologi canggih untuk menghindari radar serta kemampuan serangan udara-ke-udara dan udara-ke-darat.
Keberadaan jet tempur ini meningkatkan kemampuan pertahanan udara Korsel, yang tentunya membuat Korut was-was.
K9 Thunder Self-Propelled Howitzer
.jpg)
Sumber: Dok. Angkatan Bersenjata Korsel
Artileri K9 Thunder adalah salah satu sistem howitzer self-propelled terbaik di dunia. Dikenal karena kecepatan tembakan dan mobilitasnya, K9 Thunder mampu memberikan dukungan tembakan dengan akurasi tinggi di berbagai medan.
Keunggulan ini memungkinkan Korea Selatan untuk merespons dengan cepat jika terjadi serangan dari Korea Utara.
Kapal Selam Kelas Dosan Ahn Chang-ho

Sumber: Dok. Kementerian Pertahanan Korsel
Korea Selatan memiliki kapal selam kelas Dosan Ahn Chang-ho, yang merupakan kapal selam pertama buatan domestik dengan kemampuan meluncurkan rudal balistik (SLBM).
Kapal selam ini dilengkapi dengan teknologi modern dan mampu menyerang target di seluruh wilayah Korea Utara secara tersembunyi, memberikan elemen kejutan yang sulit dideteksi oleh Pyongyang.
Kapal Perusak Kelas Sejong the Great
_broadside_view%20(1).jpg)
Sumber: Dok. Angkatan Laut Amerika Serikat (AS)
Dinamai dari salah satu raja Korsel teragung dalam sejarah, kapal perusak kelas Sejong the Great adalah salah satu kapal perusak terbesar dan paling canggih di dunia.
Dilengkapi dengan sistem Aegis untuk pertahanan udara, kapal ini mampu mendeteksi dan menghancurkan berbagai jenis ancaman, termasuk rudal balistik dari Korea Utara. Keberadaan kapal ini memberikan perlindungan ekstra bagi wilayah perairan Korea Selatan.
Cheongung II (M-SAM) Missile Defense System
.jpg)
Sumber: Agency for Defense Development (ADD)
Sistem pertahanan rudal Cheongung II, atau dikenal juga sebagai M-SAM, adalah senjata pertahanan anti-rudal yang dirancang untuk menghadapi ancaman rudal balistik jarak menengah.
Sistem ini bekerja dengan mendeteksi, melacak, dan menghancurkan rudal yang masuk sebelum mencapai target.
Kemampuan ini menjadikan Cheongung II sebagai lapisan pertahanan penting bagi Korea Selatan dari ancaman serangan rudal Korea Utara.
Drone Tempur UAV KUS-FT

Sumber: Korean Air Aerospace
Salah satu drone tempur andalan Korea Selatan adalah KUS-FT. Drone ini dirancang untuk misi pengintaian dan serangan dengan teknologi canggih untuk menghindari deteksi radar.
KUS-FT mampu terbang dalam waktu lama dan menyerang target vital dengan presisi tinggi menggunakan berbagai jenis amunisi.
Dengan kemampuan pengawasan yang ekstensif dan daya serang yang efektif, KUS-FT memberikan tekanan besar pada Korea Utara, terutama dalam hal pengawasan pergerakan militer dan infrastruktur strategis.
Demikian informasinya, semoga bermanfaat.
Baca Juga:
8 Senjata Korea Utara yang Membuat Dunia Ketakutan
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(WAN)
Mengapa 3 Anti-Misil Israel seharga Triliunan Rupiah Bisa Dibobol Iran?
Israel telah menghabiskan triliunan rupiah untuk membangun 3 anti-misil untuk melindungi wilayahnya. [713] url asal
#viral #israel #iran #anti-misil #rudal-iran
(Bisnis.Com) 03/10/24 16:22
v/15914125/
Bisnis.com, JAKARTA - Israel telah menghabiskan triliunan rupiah untuk membangun 3 anti-misil untuk melindungi wilayahnya. Akan tetapi pada Selasa 1 Oktober 2024 lalu, ani-misil kebanggaan mereka berhasil ditembus Iran.
Iran menembakkan serangkaian rudal ke Israel pada Selasa malam waktu setempat sebagai balasan atas pembunuhan pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah.
Ratusan rudal terlihat terbang di atas kota-kota Israel sementara penduduk berlarian ke tempat perlindungan bom. Menurut media lokal, Iran telah menembakkan lebih dari 200 rudal balistik ke Israel.
Israel sendiri sebenarnya bukan tanpa pertahanan, mereka memiliki beberapa anti-misil yang bisa melindungi wailayah mereka dari rudal musuh.
Sebelum serangen mengejutkan ini, Israel tampak yakin bahwa sistem pertahanan udara mereka.
Anti-misil Israel yang dikembangkan dengan cermat sejak Perang Teluk 1991 diklaim dapat mencegat serangan musuh dan mencegah kerusakan besar.
Sistem pertahanan rudal Arrow, yang terdiri dari Arrow-2 dan Arrow-3, dirancang untuk mencegat rudal balistik di luar atmosfer bumi.
Sistem jarak jauh ini dikembangkan dengan mempertimbangkan ancaman rudal Iran.
Sistem ini menggunakan hulu ledak yang dapat dilepas yang bertabrakan dengan targetnya, menetralkan potensi ancaman sebelum mencapai daerah berpenduduk.
Pada tanggal 28 September, Jerman menandatangani surat komitmen untuk membeli sistem Arrow-3 dengan harga hampir $4,2 miliar.
Rudal dua tahap ini tidak memiliki hulu ledak karena rudal ini bertugas menghancurkan rudal balistik yang datang hanya dengan kekuatan tumbukan yang sangat besar.
Ini membuatnya mampu menghantam peluru dengan peluru mengingat kecepatan tinggi yang terlibat.
Selain Arrow, dua anti-misil milik Israel lainnya adalah Iron Dome dan David's Sling.
Iron Dome merupakan sistem anti-rudal yang dibuat bersama oleh Israel dan AS dan dikembangkan oleh Rafael Advanced Defense System.
Sementara David's Sling merupakan sistem anti-rudal buatan dalam negeri yang sudah cukup lama digunakan pertahanan udara Israel.
Di antara ketiganya, yang paling dibanggakan Israel jelas anti-misil Arrow.
Sistem Arrow 2 dan 3 mampu menangani rudal jarak jauh seperti Rudal Balistik Antarbenua (ICBM) yang kemungkinan akan terbang pada ketinggian di luar atmosfer Bumi.
Dilansir dari ABC News, kemampuan ini serupa dengan sistem pertahanan udara THAAD (Terminal High Altitude Area Defense) militer AS.
Sementara sistem Arrow 3 diyakini memiliki jangkauan 1.500 mil dan dapat mencapai ketinggian 100 mil.
Secara garis besar, Arrow 2 dirancang untuk meledak di dekat rudal guna menjatuhkan rudal yang datang, sedangkan Arrow 3 merupakan rudal yang mampu menyerang dan membunuh.
Sistem Arrow 2 baru-baru ini digunakan untuk menembak jatuh rudal jarak jauh yang ditembakkan ke Israel oleh kelompok militan Houthi di Yaman, yang diduga untuk mendukung Hamas dan Hizbullah dalam perang mereka dengan Israel.
Lalu mengapa 3 anti-misil Israel bisa ditembus Iran?
Mengapa 3 Anti-Misil Israel bisa dengan mudah ditembus Iran?
Alasannya jelas yakni lantaran Iran menggunakan rudal yang bisa mengecoh tiga anti-misil milik Israel tersebut.
Sebagaimana diketahui, Iran meluncurkan rudal balistik mereka secara mendadak dan langsung dalam jumlah besar.
Para pengamat menduga rudal balistik jarak menengah yang diluncurkan Iran yakni Shahab-3. Rudal ini disebut mampu membawa 760 hingga 1200 kg hulu ledak.
Selain Shahab 3, Iran disebut juga menggunakan rudal hipersonik andalan mereka bernama Fattah 1. Rudal jenis ini diklaim bisa melaju dengan kecepatan setara 6.100 km per jam.
Mengacu pada kecepatannya ini, rudal jenis hipersonik sulit dicegah atau ditembak jatuh bahkan oleh tiga anti-misil kebanggaan Israel sekalipun.
Iron Dome tak mampu membendung serangan
Jika melihat dari penelitian Organisasi Pertahanan Rudal Israel (IMDO), Iron Dome milik Israel bukanlah sistem yang bisa menangkal serangan rudal balistik yang digunakan Iran.
Oleh sebab itu, mudah saja bagi Iran untuk menembus pertahanan yang satu ini.
Kemudian anti-misil David's Sling juga tak bisa diandalkan karena anti-misil ini hanya bisa melindungi dari serangan rudal jarak pendek.
Sementara lapisan anti-misil Israel berjenis Arrow 2 dan Arrow 3, bisa dengan mudah ditembus rudal Iran lanraran Arrow 2 hanya menggunakan hulu ledak fragmentasi untuk menghancurkan rudal balistik yang masuk di fase terminal atau menukik ke arah target.
Di sisi lain, dengan banyaknya rudal yang diluncurkan Iran maka arah geraknya juga beraneka ragam sehingga Arrow 2 kesulitan menangkalnya.
Sementara Arrow 3 dikenal sebagai anti-misil yang menggunakan teknologi hit to kill untuk mencegat rudal balistik yang datang di luar angkasa, sebelum rudal itu masuk ke atmosfer saat menuju sasaran.
Tapi yang terjadi, rudal Israel ditembakan dari jarak menengah sehingga Arrow 3 sedikit kesulitan dalam membaca pergerakannya.
Iran Tembak 181 Misil ke Israel, 1 Warga Palestina Tewas
Iran meluncurkan 181 misil ke Israel, melukai 2 warga Israel dan menewaskan 1 warga Palestina di Jericho. Serangan ini disebut sebagai pembalasan zionisme [386] url asal
#israel #palestina #iran #misil #tewas #irgc
(MedCom - Internasional) 02/10/24 10:15
v/15853206/
Tel Aviv: Republik Islam Iran pada 1 Oktober 2024 waktu Israel, meluncurkan 181 misil balistik ke Israel berdasarkan keterangan Pasukan Keamanan Israel (IDF). 2 warga negara Israel luka-luka dan 1 warga Palestina tewas di Kota Jericho, Palestina.Melansir Times of Israel, Sameh al-Asali merupakan seorang buruh yang berasal dari Jabalia, Perbatasan Gaza, dia tewas dikarenakan pecahan misil Iran pada hari Selasa, dia merupakan satu-satunya korban dalam serangan ini.

Sameh Tewas di Samping Serpihan Misil. (X)
Berdasarkan media berita Palestina Wafa News, Sameh menutup umur diusia 38 tahun. Melansir Times of Israel, al-Asali merupakan seorang ayah dari 3 anak dan merupakan salah satu buruh Gaza yang mendapatkan izin kerja dari Israel.
Gambar dan video yang beredar di media sosial menunjukkan serpihan rudal sepanjang beberapa meter di samping tubuh Al-Asli yang tergeletak di tanah.
Di sisi Israel, hanya 2 orang yang dilaporkan luka-luka berdasarkan organisasi paramedic Israel, beberapa orang lainnya mengalami luka ringan dan diobati di dalam tempat perlindungan bom.
Berdasarkan keterangan IDF, militer Israel berhasil mencegat kebanyakan misil yang diluncurkan Israel dengan bantuan Amerika Serikat (AS) yang sebelumnya memperingati Israel tentang adanya indikasi rencana Iran untuk meluncurkan serangan misil balistik ke Israel.
Pentagon mengatakan angkatan laut AS membantu Israel mencegat misil-misil dari Iran ketika waktu kejadian.

Besar Serangan di Israel. (IDF)
Sedangkan dari sisi Iran, Pasukan Korps Garda Revolusi (IRGC) mengatakan di siaran stasiun tv Iran bahwa mereka telah menghantam 90% dari target mereka di Israel.
Serangan ini disebut Iran sebagai pembalasan atas "mati syahid" Pemimpin Biro Politik Hamas sebelumnya, Ismail Haniyeh, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Hizbullah, Hassan Nasrallah, kematian syahid Jenderal Besar Abbas Nil Foroushan, dan pembantaian rakyat Lebanon dan Gaza".
IDF mengatakan serangan ini akan memiliki "konsekuensi terhadap Iran" di waktu dan tempat yang "dipilih".
Belum ada reaksi dari pihak Otoritas Palestina (PLO) terkait serangan ini ketika berita ini disusun. Namun, Hamas telah memberikan reaksi mereka.
Hamas di Telegram menyatakan memberkati serangan ini atas "kematian syahid Ismail Haniyeh, Hassan Nasrallah, dan Jenderal Besar Abbas Nil Foroushan".
"Kami menegaskan bahwa tanggapan Iran yang tegas ini adalah pesan kuat kepada musuh Zionis dan pemerintah tirannya, bahwa kejahatan dan arogansi mereka yang telah melampaui semua batas," tulis Hamas di Telegram, 2 Oktober 2024.
Baca Juga:
Ratusan Rudal Dilepaskan Iran ke Israel, Sirene Darurat Menyala di Tel Aviv
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(SUR)
Iran Tembakan 150 Misil Balistik ke Israel, Berjanji akan Lakukan Serangan Lanjutan
Iran Tembakan 150 Misil Balistik ke Israel, Berjanji akan Lakukan Serangan Lanjutan [273] url asal
#iran #israel #misil #timur-tengah #irgc
(MedCom - Internasional) 02/10/24 00:45
v/15837105/
Tel Aviv: Seperti indikasi AS sebelumnya, Iran menembakkan 150 misil balistik ke Israel pada hari 1 Oktober 2024 waktu Israel, ketika berita ini disusun, 2 orang luka-luka dan belum ada laporan korban jiwa berdasarkan paramedic Israel Magen David Adom.Sebelumnya, Pejabat Amerika Serikat (AS) di Gedung Putih memperingatkan adanya indikasi persiapan serangan misil balistik dari Iran ke Israel, IDF membalas laporan itu dengan mengatakan bahwa mereka "siap" menghadang serangan Iran.
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) telah memberikan pernyataan mereka terkait serangan tersebut melalui channel telegram mereka bahwa puluhan rudal balistik telah menargetkan sasaran militer penting di jantung wilayah "okupasi zionis".
Mereka melakukan hal tersebut untuk membalas "pelanggaran kedaulatan Republik Islam Iran melalui pembunuhan Pemimpin Biro Politik Iran, Ismail Haniyeh, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Hizbullah, Hassan Nasrallah, kematian syahid Jenderal Besar Abbas Nil Foroushan, dan pembantaian rakyat Lebanon dan gaza.
Serangan ini disebut mereka telah disetuju Menteri Pertahanan, dan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran. Mereka berjanji akan melakukan serangan lanjutan jika "rezim zionis menanggapi operasi ini dengan aksi militer" yang mereka sebut "sesuai dengan hak hukum negara dan Internasional"/
"Dan kemenangan itu hanyalah dari Allah, Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana," tulis IRGC.
Gedung Putih telah menjanjikan bantuan untuk Israel menghadapi serangan Iran. Pasukan Keamanan Israel (IDF) telah menginstruksikan warga setempat untuk mengungsi ke tempat perlindungan bom setempat melalui pengumuman telepon genggam mereka.
IDF mengatakan serangan ini akan memiliki konsekuensi.
"Serangan rudal ini akan memiliki konsekuensi. Kami memiliki rencana, dan kami akan bertindak di waktu dan tempat yang kami pilih," ujar Juru Bicara IDF, Daniel Hagari.
Baca Juga:
AS Sebut Iran Menyiapkan Serangan Misil Balistik Ke Israel Dalam Waktu Mendekat
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(WAN)
Mengintip 8 Senjata Mematikan Buatan Iran yang Ditakuti Dunia
Iran memiliki delapan senjata mematikan, termasuk rudal Shahab-3 dan pesawat nirawak Shahed 149 Gaza, yang menjadikannya kekuatan militer besar di Timur Tengah. [681] url asal
#iran #misil #senjata-api #pesawat-nirawak #pesawat
(MedCom - Internasional) 20/09/24 18:52
v/15299447/
Jakarta: Iran merupakan salah satu negara paling berpengaruh, tidak hanya di Timur Tengah, tetapi juga di seluruh dunia. Negara yang vokal menentang Zionisme ini tercatat sebagai penjual senjata ke-16 terbesar di dunia pada tahun 2022.Sebagai salah satu penjual senjata terbesar, Iran memiliki beragam senjata militer mematikan yang mampu mengancam Israel dan negara-negara Timur Tengah lainnya. Yuk simak, 8 senjata mematikan buatan Republik Iran yang telah disusun untuk Sobat Medcom:
1. Shahab-3

Sumber: Mehr News Agency
Shahab, yang berarti "meteor" dalam bahasa Farsi, merupakan rudal balistik jarak menengah buatan Iran dengan jangkauan operasional antara 1.000 hingga 2.100 km. Senjata ini dapat dengan mudah menghantam target di mana pun di Timur Tengah, termasuk Israel dan pangkalan militer AS. Shahab-3 terinspirasi dari rudal Nodong-1 buatan Korea Utara, dan dirancang untuk mencapai target jauh di dalam wilayah musuh.
Kemampuan Shahab-3 untuk membawa hulu ledak konvensional maupun nuklir menjadikannya salah satu senjata paling mematikan di dunia.
2. Bavar-373 (S-300)
.jpg)
Sumber: AFP
Bavar-373 adalah versi Iran dari sistem pertahanan udara S-300 buatan Rusia. Bavar dalam bahasa Persia berarti "iman," dan 373 merujuk pada numerologi yang berarti "Ya Rasulullah." Sistem pertahanan ini dirancang untuk melindungi Iran dari segala ancaman serangan udara, termasuk rudal balistik dan kapal tempur.
Dengan jangkauan operasional 300 km, senjata ini dilaporkan telah digunakan oleh Rusia dalam perang Ukraina pada tahun 2022.
3. Khalij Fars

Sumber: Mashregh News
Khalij Fars adalah rudal balistik anti-kapal yang sangat ditakuti oleh angkatan laut musuh di Teluk Persia. Dengan jangkauan sekitar 300 km, rudal ini dirancang untuk menenggelamkan kapal perang besar, termasuk kapal induk, yang beroperasi di wilayah tersebut. Khalij Fars menjadi ancaman serius bagi kapal-kapal musuh yang mencoba masuk ke perairan Iran.
4. Kheibar Shekan

Sumber: Mehr News Agency
Rudal balistik jarak menengah ini dapat menghantam target pada jarak 1.450 km dengan kecepatan Mach 5 dan ketinggian hingga 135 km.
Nama Kheibar Shekan merujuk pada pertempuran Khaibar, di mana Rasulullah SAW dan para sahabatnya berhasil merebut benteng Khaibar yang dihuni oleh bangsa Yahudi pada tahun 628 Masehi. Nama senjata ini menunjukkan dedikasi Iran dalam melawan Zionisme dan Israel.
5. Fattah-2

Sumber: Iran Observer
Fattah, yang berarti "penguasa" atau "pembawa kemenangan," adalah rudal balistik jarak menengah dengan jangkauan operasional sejauh 1.400 km.
Senjata ini baru saja diproduksi pada tahun 2023 dan memiliki kecepatan supersonik mencapai Mach 13-15. Fattah-2 memperkuat kemampuan pertahanan Iran dengan kecepatannya yang sulit ditandingi oleh sistem pertahanan udara musuh.'
6. Shahed 149 Gaza

Sumber: Student News Agency
Pesawat nirawak ini pertama kali diluncurkan pada tahun 2021 dan dinamai untuk menghormati perjuangan Gaza melawan Israel. Shahed 149 Gaza dapat terbang selama 24 jam dengan radius hingga 2.500 km dan kecepatan 340 km/jam.
Pesawat ini mampu membawa 13 bom dan menjadi ancaman udara yang serius bagi musuh-musuh Iran. Musuh-musuh Iran harus selalu waspada terhadap serangan dari langit, karena pesawat ini bisa mendekat tanpa terdeteksi.
7. Soumar Cruise Missile

Sumber: Tasnim News
Soumar adalah rudal jelajah jarak jauh dengan jangkauan lebih dari 3.000 km, dirancang untuk menghindari deteksi radar militer. Rudal ini bisa digunakan sebagai senjata nuklir jarak jauh, yang membuatnya sangat ditakuti oleh Israel dan pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Kemampuannya untuk membawa hulu ledak nuklir dan menembus pertahanan udara menjadikan Soumar salah satu senjata paling strategis di arsenal militer Iran.
8. 9-Dey Air Defense Missile

Sumber: IMAMEDIA.ORG
9-Dey adalah sistem misil yang dioptimalkan untuk menghantam target dengan ketinggian rendah dan efektif pada jarak 30 km. Senjata ini dilengkapi dengan radar S-band yang mampu mendeteksi musuh dari jarak hingga 150 km dan kecepatan misil Mach 3-4.
Dengan 8 misil yang dapat diluncurkan secara bersamaan, 9-Dey adalah sistem pertahanan udara yang sangat tangguh, dirancang untuk melindungi wilayah Iran dari serangan musuh.
Senjata-senjata ini adalah bukti kekuatan dan kecanggihan militer Iran. Sebagai salah satu negara dengan kekuatan militer terbesar di Timur Tengah dan dunia.
Iran memiliki potensi besar untuk menimbulkan kehancuran jika terjadi konflik besar, terutama dalam kemungkinan perang dengan Israel
Baca Juga:
Superpower! 7 Senjata AS yang Mengguncang Dunia
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(WAN)
