JAKARTA, investor.id - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC), entitas anak Grup Pelindo, bakal tersenyum lebar menghadapi kinerja semester II-2024. Ini menyusul proyeksi arus ekspor dan impor mobil Completely Built Up (CBU) yang diprediksi tumbuh signifikan.
Menurut Direktur Utama IPCC Sugeng Mulyadi, keyakinan IPCC terhadap pertumbuhan ekspor dan impor CBU tersebut paralel dengan potensi kenaikan permintaan mobil pada paruh kedua tahun ini.
Secara siklus, lanjut dia, permintaan kendaraan pada semester II-2024 biasanya lebih tinggi dibandingkan permintaan pada semester I-2024.
"Kami optimistis arus kargo mobil akan tumbuh di sisa tahun ini. Dari diskusi bersama para automaker, mereka bilang pengiriman akan meningkat pada semester II-2024," jelasnya di acara Media Visit di Jakarta Utara dikutip, Rabu (31/7/2024).
Sugeng berpandangan, pertumbuhan arus kargo mobil pada enam bulan kedua tahun ini juga akan didorong oleh meningkatnya produksi dari pabrikan mobil.
Sebagai contoh, produsen mobil asal Jepang akan mulai meningkatkan produksi pada paruh pertama 2024 setelah menyusun rencana produksi tahunan. Mengingat, tahun pajak di Jepang dimulai pada April.
Katalis lainnya, dia juga melihat, permintaan mobil dari negara-negara Meksiko, Arab Saudi atau negara kawasan Asia Tenggara pada semester II-2024 akan melonjak ditopang oleh hari perayaan keagamaan.
"Biasanya akan ada perayaan hari besar keagamaan atau perayaan lainnya yang banyak terjadi pada semester II-2024. Karena itu, kami optimistis arus kargo mobil bisa tumbuh," imbuh dia.
Namun secara konsolidasi, Sugeng bilang, arus kargo mobil CBU pada semester I-2024 telah mengalami penurunan sebesar 1,25% year-on-year (yoy).
Rinciannya, arus kargo mobil di terminal IPCC di Pelabuhan Tanjung Priok tercatat turun 14,96% yoy menjadi 260.033 unit. Sedangkan, arus kargo mobil di terminal satelit IPCC mencapai 133.006 unit, naik 44,2% daripada semester I-2023.
"Kami berharap, pabrikan mobil dapat mengirimkan seluruh kargo yang diproduksi di dalam negeri untuk diekspor melalui terminal IPCC, serta meningkatkan volume impor kendaraan. Sebab, kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) diproyeksikan mampu menyumbang sekitar 30.000 unit, khususnya mobil dari China," kata dia.
Strategi Berkelanjutan
Ke depan, dalam menghadapi tantangan serta prospek peningkatan bisnis otomotif, IPCC fokus pada pengembangan strategi bisnis berkelanjutan dengan berupaya memperluas pengelolaan terminal kendaraan di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.
Harapannya, dapat menciptakan konektivitas antar terminal dan menurunkan biaya logistik dengan proses yang efisien dan terintegrasi.
Pada Semester II 2024, IPCC berharap semua produsen mobil dapat mengirimkan seluruh kargo yang diproduksi di dalam negeri untuk diekspor melalui terminal IPCC, serta meningkatkan volume impor kendaraan.
Hingga akhir 2024 dan seterusnya, kendaraan listrik diestimasikan mampu menyumbangkan sekitar 30.000 unit, khususnya mobil dari China. Produsen mobil lainnya diperkirakan akan mengalami peningkatan produksi pada Semester II 2024 untuk mengejar target yang tertinggal pada Semester I 2024.
Sementara itu, pada semester pertama 2024, IPCC berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 2,24% year-on-year (YoY) pada Semester I-2024 menjadi Rp 80,69 miliar dari sebelumnya Rp 78,91 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Kinerja positif ini didukung oleh peningkatan arus kargo alat berat sebesar 44,23% (YoY) dan kargo truk dan bus sebesar 21,82% (YoY) di Terminal Satelit, meskipun terjadi penurunan arus kargo mobil CBU sebesar 1,25% (YoY) secara konsolidasi. Proporsi terbesar arus kargo mobil CBU berasal dari Terminal Satelit sebesar 40,94%, Terminal Internasional 40,74%, dan Terminal Domestik sebesar 18,32%.
Editor: Muawwan Daelami (muawwandaelami@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News