Meski ada yang meremehkan kemampuan EV buatan China, CEO Ford Jim Farley sangat menyukai Xiaomi SU7 miliknya. Meski ada yang meremehkan kemampuan EV buatan China,... | Halaman Lengkap [298] url asal
BEIJING - Meski ada yang meremehkan kemampuan EV buatan China , CEO Ford Jim Farley sangat menyukai Xiaomi SU7 miliknya.
Dia telah mengendarainya selama tujuh bulan dan masih bersemangat mengendarainya. Mungkinkah karena belum ada pabrikan asal AS yang memproduksi EV sebanding dengannya?
Farley dalam wawancara dengan Everything Electric Show menjelaskan tentang dua kunjungannya ke China dalam dua tahun. Ia antusias dengan produk besutan Xiaomi karena di Barat, produsen ponsel tersebut tidak memiliki divisi produksi mobil.
Namun di China, Xiaomi dan Huawei, dua produsen ponsel pintar terbesar, memiliki produk di hampir semua mobil yang diproduksi di sana.
Xiaomi adalah salah satu produsen ponsel dan skuter listrik terbesar. Mereka telah memperkenalkan mobil penumpang pertamanya, SU7 pada akhir tahun 2023. Seluruh unit yang diproduksi pada tahun 2024 terjual habis dalam waktu 24 jam. Kalau mau beli sekarang harus menunggu hingga enam bulan.
Xiaomi adalah raksasa industri dalam produksi produk konsumen yang lebih berpengaruh dibandingkan kebanyakan produsen mobil, tambah Farley.
Ia tidak tertarik membicarakan persaingan meski ia sendiri yang mengendarai Xiaomi. Pesawat itu diterbangkan khusus dari Shanghai dan Farley mengendarainya setiap hari.
Hal ini jelas menunjukkan seberapa jauh tertinggalnya pabrikan dari Barat dibandingkan dengan perkembangan teknis kendaraan listrik China.
InsideEV sebelumnya telah melaporkan bagaimana merek China telah mengungguli pabrikan AS selama beberapa tahun dalam hal harga, teknologi baterai, integrasi perangkat lunak, pengisian daya, dan jangkauan pengoperasian.
Tentu saja, warga AS tidak memiliki kesempatan untuk merasakan kemajuan kendaraan listrik China karena tingginya tarif yang dikenakan pada kendaraan listrik dari China.
Mereka benar-benar khawatir bahwa dumping kendaraan listrik Tiongkok akan mendominasi pasar dengan harga lebih rendah dan teknologi maju.
Farley sendiri pernah menggambarkan produsen mobil asal China sebagai ancaman dan buktinya jelas ketika ia sendiri sudah jatuh hati pada SU7 milik Xiaomi. Anda tahu saja bahwa China saat ini tidak sama dengan China sebelumnya.
Bos perusahaan mobil biasanya tak mau memuji produk buatan merek lain. Sebab, pernyataan tersebut ditakutkan bisa membuat nilai kendaraan sendiri turun. Namun, sikap berbeda justru ditunjukkan Jim Farley selaku Chief Executive Officer (CEO) Ford global.
Pada program siniar bertajuk Fully Charged yang dipandu Robert Llewellyn, Jim Farley mengaku membeli mobil listrik buatan China, Xiaomi SU7 dan dipakai untuk mobilitas harian. Bahkan, dia sudah mengendarainya selama enam bulan!
"Saya tidak suka berbicara tentang kompetisi secara berlebihan. Tapi jujur saja, saya mengendarai mobil listrik Xiaomi," ujar Jim Farley yang terdengar cukup mengejutkan, dikutip Kamis (24/10).
"Kami menerbangkannya langsung dari Shanghai ke Chicago. Saya sudah mengendarai mobil itu selama enam bulan hingga sekarang dan saya tak mau berhenti mengendarainya," tambahnya.
Mobil listrik Xiaomi SU7. Foto: REUTERS/Tingshu Wang
Mendengar pernyataan tersebut, Robert Llewellyn yang memandu acara langsung terkejut. Dia tak percaya, bagaimana mungkin ada seorang CEO perusahaan mobil justru mengendarai produk kompetitor dan memujinya?
"Wow! Itu pernyataan luar biasa yang bisa Anda katakan, kan? Tapi saya mengerti alasannya. Anda merasakan sendiri (mobilnya)," demikian respons Llewellyn yang setengah tak percaya.
Farley terpukau dengan mobil listrik Xiaomi SU7, terutama soal penjualannya yang sangat fantastis. Menurutnya, brand teknologi asal China seperti Xiaomi dan Huawei selangkah lebih maju ketimbang brand asal Amerika Serikat seperti Apple.
"(Mobil) itu sangat fantastis, mereka menjual 10-20 ribu unit per bulan dan sudah sold out dalam waktu enam bulan. Itu merupakan industri raksasa dan lebih besar dari sekadar perusahaan mobil," kata dia.
Sebagai catatan, Xiaomi SU7 merupakan mobil listrik yang meluncur di China tahun lalu. Namun, kendaraan tersebut sudah dikembangkan sejak 2020 dan melibatkan desainer ternama seperti Li Tianyuan yang pernah kerja di BMW dan James Qiu yang lama di Mercedes-Benz.
Di China, Xiaomi SU7 tersedia dalam tiga varian berbeda, yakni Standard, Pro dan Max. Sementara harganya mulai dari 215.900 yuan atau Rp 470 jutaan.
Belum lama ini, Farley dan timnya di Ford juga melakukan perjalanan bisnis ke China selama dua bulan. Ketika itu dia melihat-lihat sejumlah mobil listrik, termasuk buatan Changan. Dia terpukau setelah tahu kendaraan tersebut punya teknologi mutakhir yang tak dimiliki mobil buatan negara lain.