Bos perusahaan mobil biasanya tak mau memuji produk buatan merek lain. Sebab, pernyataan tersebut ditakutkan bisa membuat nilai kendaraan sendiri turun. Namun, sikap berbeda justru ditunjukkan Jim Farley selaku Chief Executive Officer (CEO) Ford global.
Pada program siniar bertajuk Fully Charged yang dipandu Robert Llewellyn, Jim Farley mengaku membeli mobil listrik buatan China, Xiaomi SU7 dan dipakai untuk mobilitas harian. Bahkan, dia sudah mengendarainya selama enam bulan!
"Saya tidak suka berbicara tentang kompetisi secara berlebihan. Tapi jujur saja, saya mengendarai mobil listrik Xiaomi," ujar Jim Farley yang terdengar cukup mengejutkan, dikutip Kamis (24/10).
"Kami menerbangkannya langsung dari Shanghai ke Chicago. Saya sudah mengendarai mobil itu selama enam bulan hingga sekarang dan saya tak mau berhenti mengendarainya," tambahnya.
Mobil listrik Xiaomi SU7. Foto: REUTERS/Tingshu Wang
Mendengar pernyataan tersebut, Robert Llewellyn yang memandu acara langsung terkejut. Dia tak percaya, bagaimana mungkin ada seorang CEO perusahaan mobil justru mengendarai produk kompetitor dan memujinya?
"Wow! Itu pernyataan luar biasa yang bisa Anda katakan, kan? Tapi saya mengerti alasannya. Anda merasakan sendiri (mobilnya)," demikian respons Llewellyn yang setengah tak percaya.
Farley terpukau dengan mobil listrik Xiaomi SU7, terutama soal penjualannya yang sangat fantastis. Menurutnya, brand teknologi asal China seperti Xiaomi dan Huawei selangkah lebih maju ketimbang brand asal Amerika Serikat seperti Apple.
"(Mobil) itu sangat fantastis, mereka menjual 10-20 ribu unit per bulan dan sudah sold out dalam waktu enam bulan. Itu merupakan industri raksasa dan lebih besar dari sekadar perusahaan mobil," kata dia.
Sebagai catatan, Xiaomi SU7 merupakan mobil listrik yang meluncur di China tahun lalu. Namun, kendaraan tersebut sudah dikembangkan sejak 2020 dan melibatkan desainer ternama seperti Li Tianyuan yang pernah kerja di BMW dan James Qiu yang lama di Mercedes-Benz.
Di China, Xiaomi SU7 tersedia dalam tiga varian berbeda, yakni Standard, Pro dan Max. Sementara harganya mulai dari 215.900 yuan atau Rp 470 jutaan.
Belum lama ini, Farley dan timnya di Ford juga melakukan perjalanan bisnis ke China selama dua bulan. Ketika itu dia melihat-lihat sejumlah mobil listrik, termasuk buatan Changan. Dia terpukau setelah tahu kendaraan tersebut punya teknologi mutakhir yang tak dimiliki mobil buatan negara lain.
Mobil listrik perdana Xiaomi mejeng di Malaysia. Sudah dijual?
Mobil listrik Xiaomi SU7 merapat ke Malaysia. Penantang BYD Seal hingga Tesla Model S itu mejeng di Suria KLCC Centre Court pada akhir pekan kemarin. Dikutip Paultan, penampilan perdana Xiaomi SU7 di Malaysia itu bukanlah peluncuran, melainkan hanya kebutuhan pameran. Xiaomi SU7 saat ini memang hanya dijual di China.
Meski baru dijual di satu negara, nyatanya mobil listrik ini amat diminati. Xiaomi bahkan menargetkan bisa mengirim 100 ribu unit lebih hingga November 2024. Xiaomi SU7 resmi diluncurkan pada Maret 2024 namun langsung mendapat pemesanan yang membludak.
Sekadar informasi tambahan, Xiaomi SU7 hadir dalam tiga varian yakni Standard, Pro, dan Max. Harga jual varian Standard dimulai dari 215.900 yuan atau setara Rp 468 juta, varian Pro dijual mulai dari 245.900 yuan atau setara Rp 533 juta, dan varian Max dengan harga mulai dari 299.900 yuan atau setara Rp 650 juta. Pengiriman untuk varian Standard dan Max dimulai sejak bulan April, sedangkan varian Pro baru mulai didistribusikan pada bulan Mei lalu.
Dengan optimisme tinggi, Xiaomi menargetkan pengiriman sebanyak 120.000 unit untuk tahun ini. Hal ini menunjukkan tekad Xiaomi untuk bersaing di pasar mobil listrik yang semakin berkembang dan kompetitif.
SU7 didesain langsung Li Tianyuan yang pernah merancang tampilan mobil-mobil BMW seperti BMW i Vision Circular concept, BMW iX dan the new 7 series. Li dibantu James Qiu yang sebelumnya bekerja untuk Mercedes-Benz.
Secara dimensi, Xiaomi SU7 punya panjang 4.997 mm, lebar 1.963 mm dan tinggi 1.455 mm. Sementara sumbu rodanya 3.000 mm dengan bagasi besar yang kapasitasnya mencapai 517 liter.
SU7 didesain langsung Li Tianyuan yang pernah merancang tampilan mobil-mobil BMW seperti BMW i Vision Circular concept, BMW iX dan the new 7 series. Li dibantu James Qiu yang sebelumnya bekerja untuk Mercedes-Benz.
Secara dimensi, Xiaomi SU7 punya panjang 4.997 mm, lebar 1.963 mm dan tinggi 1.455 mm. Sementara sumbu rodanya 3.000 mm dengan bagasi besar yang kapasitasnya mencapai 517 liter.
Xiaomi SU7 varian standard menggunakan baterai 73.6 kWh dengan jarak tempuh maksimum 668 km. Sementara untuk varian Max baterainya 101 kwh dengan jangkauan 800 km. Jarak kedua baterai tersebut sama-sama dites menggunakan standar CLTC (China Light-Duty Vehicle Test Cycle).