JAKARTA, investor.id – PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) membuat langkah besar dalam memperkuat posisinya di sektor hulu minyak dan gas (migas) dengan mengakuisisi 8% participating interest (PI) Blok Jabung. Selanjutnya, emiten Happy Hapsoro – suami Puan Maharani – itu akan masuk ke bisnis petrokimia dan energi terbarukan.
Rukun Raharja mengakuisisi 8% PI di Blok Jabung pada akhir Desember 2023, yang menambah bisnis hulunya, termasuk 2,2% PI di Blok Cepu. Produksi Blok Jabung diperkirakan sebanyak 50-60 ribu boepd, yang akan menambah 4.000-4.800 boepd menjadi pendapatan.
Pada kuartal I-2024, pendapatan hulu Rukun Raharja melonjak 76% yoy menjadi US$ 3,6 juta, yang didorong oleh tambahan pendapatan sebesar US$ 13,5 juta dari Blok Jabung. Margin bersih hulu emiten berkode saham RAJA tersebut mencapai 27%, lebih tinggi dari PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) yang sebesar 17%. Sedangkan kontrak gas memberikan tambahan pendapatan US$ 49,5 juta per tahun.
Selain capaian di sektor hulu, RAJA juga memulai proyek penting lainnya pada awal 2024. Inisiatif itu termasuk pembangunan pipa gas untuk PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) dan pengembangan stasiun induk compressed natural gas (CNG) di Grobogan.
Kontrak dari INKP sebesar US$ 7,1 per mmbtu dan akan berakhir pada 2034. “Hal itu diperkirakan dapat menambah pendapatan RAJA sebesar US$ 45 juta setiap tahun, sedangkan stasiun CNG berpotensi menyumbang tambahan US$ 4,5 juta per tahun,” tulis RHB Sekuritas dalam risetnya.
Bersamaan dengan ekspansi lainnya di industri gas, konsensus memproyeksikan pertumbuhan laba bersih RAJA tahun ini mencapai 13% yoy menjadi US$ 29 juta. Perhitungan tersebut mempertimbangkan valuasi industri midstream (60%) dan hulu (40%).
Nilai Wajar RAJA
Sementara itu, pangsa pasar RAJA di sektor pipa gas sekitar 3% dari permintaan gas nasional. Pada kuartal I-2024, perseroan mendistribusikan gas sebanyak 50 mmscfpd atau 13% dari produksi gasnya untuk pengguna gas khusus – dibandingkan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) yang mencapai 55% – serta mengirimkan 65 mmscfpd.
“Itu memberikan RAJA fleksibilitas yang lebih besar dalam menyesuaikan harga jual di tengah penurunan pasokan gas,” jelas RHB.
Selanjutnya, selain hulu migas, RAJA akan masuk ke sektor petrokimia pada 2027 dan energi terbarukan pada 2031. Ekspansi tersebut didorong oleh komitmen perseroan untuk mempercepat pengembangan bisnis, memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan, dan memperkuat kehadiran serta ekosistemnya.
Selain itu, perseroan menerapkan strategi manajemen risiko dan mitigasi yang optimal untuk meningkatkan hasil investasi dan nilai tambah kepada pemegang saham.
Dengan berbagai pertimbangan, RHB mematok nilai wajar (fair value) RAJA sebesar Rp 1.400. Nilai wajar adalah harga yang adil dan seimbang yang dapat diterima secara wajar dalam sebuah transaksi. Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, saham RAJA bertengger di level Rp 1.450.
Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News