#30 tag 24jam
Pentingnya Membangun Kesehatan Masyarakat
Pemerintah fokus membangun ketahanan kesehatan Indonesia melalui produk obat dan alat kesehatan dalam negeri - Halaman all [688] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #dexa #omai #menteri-kesehatan-budi-gunadi-sadikin #menko-pmk-pratikno #sdm #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 10/11/24 14:42
v/17984767/
JAKARTA, Investor.id -Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menekankan pentingnya membangun kesehatan masyarakat dan mencegah penyakit sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia (SDM).
Dia menerangkan, pemerintah fokus membangun ketahanan kesehatan Indonesia melalui produk obat dan alat kesehatan dalam negeri. “Inovasi harus terus dikembangkan dan tidak terbatas pada peneliti di ilmu kesehatan. Pemerintah juga meminta Menteri Kesehatan untuk fokuskan anggaran kesehatan untuk belanja produk dalam negeri,” ujar Menko Pratikno saat membuka HAI Festival di JCC Senayan, dikutip dari keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (10/11/2024).
Senada, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pembangunan industri farmasi, alkes, dan pelayanan kesehatan akan didorong untuk industri dalam negeri. Hal ini sejalan dengan pilar ketiga transformasi kesehatan, yakni transformasi sistem ketahanan kesehatan.
Dia menerangkan, pandemi telah mengajarkan tentang terbatasnya suplai alat kesehatan dan obat-obatan. Dengan jumlah penduduk lebih dari 280 juta jiwa, Indonesia harus siap menghadapi kebutuhan mendesak seperti obat-obatan, vaksin, ventilator, dan APD. “Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk memperkuat industri farmasi dan alat kesehatan dalam negeri guna menciptakan sistem kesehatan yang resilient dan aman ketika ada pandemi berikutnya,” kata Menkes Budi.
Sediakan Obat
Sebagai perusahaan farmasi Nasional, Dexa Group memiliki peran dalam mendukung kemandirian dan ketahanan kesehatan Indonesia dengan menyediakan obat-obatan untuk 277,14 juta pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Tema tersebut diusung Dexa Group dalam booth Pameran Inovasi dan Teknologi Transformasi Kesehatan untuk memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-60 yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI, di Jakarta Convention Center, Jumat (8/11/2024)
Dalam pameran tersebut, Dexa Group menampilkan produk-produk seperti OMAI dengan TKDN tinggi, OGB Dexa, Omeprazole dan Esomeprazole, alat kesehatan Stardec, dan beragam produk digital platform Dexa Group untuk mendukung ketahanan kesehatan masyarakat.
Presiden Direktur PT Dexa Medica V Hery Sutanto menegaskan komitmen Dexa Group dalam mendukung kemandirian kesehatan Indonesia, terutama melalui produksi Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) berbahan alam yang telah dikembangkan menjadi fitofarmaka dengan riset dan teknologi lokal.
"Dexa Group konsisten mendukung program kemandirian dan ketahanan kesehatan Indonesia melalui obat-obat kimia dengan bahan baku lokal dan OMAI yang berbahan alam. Obat ini kami riset hingga menjadi fitofarmaka, dipasarkan di mancanegara dengan TKDN tinggi," ungkap Hery.
Lebih lanjut, dia menyatakan bahwa tanaman seperti meniran, bungur, dan kayu manis yang digunakan dalam pengembangan fitofarmaka Dexa, berasal langsung dari petani Indonesia. Pemerintah ingin dari hulu ke hilir menggunakan resource dari Indonesia. Ini memberikan efek domino besar, dari kesejahteraan petani, supplier bahan baku, industri bahan baku alam, industri obat jadi, semua dibantu. “Sehingga kita bisa meningkatkan ketahanan kesehatan bangsa ini menjadi lebih kuat lagi. Tidak mengandalkan impor," kata Hery.
Untuk memenuhi kebutuhan pasien JKN, Dexa Group juga menyediakan produk Obat Generik Berlogo (OGB) dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tinggi. “Produk OGB Dexa merupakan upaya Dexa Medica untuk menghadirkan akses obat-obatan dengan kualitas, khasiat, dan mutu yang terjamin serta terjangkau bagi masyarakat Indonesia,” ujar dia.
Sementara itu, Dekan Sekolah Farmasi ITB, Prof. apt. I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D., menekankan potensi besar bahan alam Indonesia sebagai kunci kemandirian di sektor kesehatan. "Potensi Indonesia untuk mandiri di bidang kesehatan dan farmasi adalah melalui bahan alam karena sumber daya kita nomor satu di dunia," ujar Prof. Ketut.
Prof. Ketut juga menambahkan bahwa pemanfaatan obat berbahan alam mampu mendukung kesehatan masyarakat secara preventif dan promotif, terutama untuk penyakit kronis seperti stroke dan diabetes. "Obat bahan alam bekerja di hulu, yaitu pada aspek preventif dan promotif, yang meningkatkan kesehatan dan kebugaran masyarakat. Kami berharap masyarakat lebih terbiasa menggunakan bahan alam dalam kehidupan sehari-hari sebagai langkah preventif agar tidak mudah sakit," jelas dia.
Selanjutnya, Dexa Group Molecular Pharmacologist Prof Raymond R. Tjandrawinata, menekankan pentingnya pemanfaatan Nutri-genomics dan senyawa bioaktif dari tanaman herbal dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat. Ia memaparkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan hayati dengan ribuan spesies tanaman, tetapi hanya sebagian kecil yang telah dimanfaatkan.
“Diperlukan lebih banyak uji klinis yang diakui secara global agar produk herbal Indonesia bisa diintegrasikan dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), memungkinkan pemanfaatannya secara luas dalam pengobatan di Indonesia,” ungkap Prof Raymond.
Editor: Leonard (severianocruel@yahoo.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
DPR Dukung Obat Berbahan Alam Masuk Program JKN
Komisi IX DPR RI mendukung obat berbahan alam yang telah tersertifkasi fitofarma masuk program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). - Halaman all [549] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #komisi-xi-dpr #obat-berbahan-alam #masuk-jkn #omai #kunjungan-kerja #pt-ferron-par-pharmaceuticals #cikarang #bekasi #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 08/11/24 16:51
v/17786564/
JAKARTA, Investor.id – Komisi IX DPR RI mendukung obat berbahan alam yang telah tersertifkasi fitofarma masuk program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Komisi IX akan memastikan penggunaan fitofarmaka sampai ke hilir.
“Dengan begini, kemandirian produk obat, suplemen, dan obat tradisional bisa optimal mulai dari hulu sampai ke hilir,” ungkap Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Putih Sari dalam kunjungan kunjungan kerja ke PT Ferron Par Pharmaceuticals, bagian dari Dexa Group, di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (7/11/2024).
Menurut Putih, hasil kunjungan ini akan menjadi bahan rapat kerja di DPR untuk merumuskan kebijakan yang lebih mendukung ketahanan dan perkembangan industri farmasi di Indonesia.
Sementara itu, kunjungan kerja Komisi IX ke Ferron bertujuan untuk melihat langsung fasilitas produksi fitofarmaka serta proses manufaktur farmasi dan obat tradisional yang aman dan berkualitas.
Putih Sari mengapresiasi fasilitas produksi Ferron yang memenuhi standar cara pembuatan obat dan obat tradisional yang Baik (CPOB dan CPOTB) untuk memastikan keamanan, khasiat, mutu, keterjangkauan, dan kepatuhan terhadap ketentuan halal.
“Kami juga mendorong agar percepatan terhadap ketahanan industri obat, sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang ingin mengedepankan dan mengembangkan bahan baku obat dalam negeri, untuk bisa kita utamakan,” ujar dia.
Putih Sari menekankan pentingnya kolaborasi antara seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung industri farmasi, terutama dalam pengembangan riset yang memanfaatkan kekayaan bahan baku alam Indonesia.
Lebih lanjut Putih Sari mendorong industri obat seperti Ferron untuk bisa terus mengembangkan research and development dalam pemanfaatan bahan baku dari alam untuk produk obat tradisional dan suplemen kesehatan
"Komisi IX DPR RI mendorong percepatan ketahanan industri obat, termasuk obat tradisional dan suplemen kesehatan bisa dilaksanakan secara baik. Hal ini sesuai dengan amanat UU Kesehatan dan instruksi Presiden Prabowo Subianto,,” kata dia.
Dalam kesempatan yang sama, anggota komisi IX DPR RI Cellica Nurrachadiana menyampaikan, Indonesia memiliki kekayaan alam yang bisa dikembangkan menjadi obat melalui riset.
“Pastinya ada dampaknya bagi petani-petani lokal yang ada di seluruh Indonesia. Tadi juga dikatakan ada banyak tanaman-tanaman sekitar 2.000 - 3.000 tanaman yang ada di Indonesia, yang bisa dikembangkan untuk riset dan juga pengembangan untuk obat tradisional,” kata dia.
Dengan begini, dia mengatakan, di samping bisa berswasembada obat tradisional asli, juga Indonesia bisa melakukan bantuan pertumbuhan ekonomi bagi petani lokal.
Komisaris Ferron Par Pharmaceuticals Raymond Tjandrawinata menyampaikan paparan mengenai riset dan pengembangan obat modern asli Indonesia (OMAI), yang merupakan salah satu fokus Dexa Group.
"OMAI adalah bukti dari kekayaan alam Indonesia yang bertransformasi menjadi solusi kesehatan yang ilmiah dan terpercaya. Kami percaya bahwa dengan penelitian yang berkelanjutan dan kolaborasi dengan berbagai pihak, OMAI dapat menjadi produk yang membawa manfaat luas, tidak hanya bagi masyarakat Indonesia tetapi juga bagi dunia," kata Raymond.
Sementara itu, Direktur Ferron Par Pharmaceuticals Benny Sutisna Suwarno menyampaikan fasilitas produksi Ferron memiliki sertifikasi nasional seperti dari BPOM dan sertifikasi internasional.
“Sejak 2008, kami mendapat sertifikasi dari Inggris, yakni dari UK-MHRA. Sejak saat itu kami aktif mengekspor produk ke Inggris dan dipertahankan hingga saat ini, bahkan meluas hingga ke Polandia dan Belanda. Selain itu kami mendapat audit dari Portugal dan kami memburu sertifikasinya. Kita juga mendapat sertifikasi dari Australia, Jerman,” jelasnya.
Benny melanjutkan, untuk mendukung kemandirian farmasi, Ferron juga memproduksi obat kanker yang saat ini untuk memenuhi kebutuhan JKN.
Editor: Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
1.000 Produk Dexa Sudah Tersertifikasi Halal
Lebih dari 1.000 produk Dexa Medica sudah tersertifikasi halal - Halaman all [474] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #industri-halal #halal-value-chain #dexa-medica #omai #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 01/10/24 16:13
v/15814341/
JAKARTA, Investor.id -PT Dexa Medica berkomitmen dalam mendukung ekosistem industri halal di Indonesia. Hal ini diwujudkan dengan lebih dari 1.000 produk mereka yang sudah tersertifikasi halal dan telah didistribusikan tidak hanya secara nasional, tetapi juga diekspor ke mancanegara.
Quality Management Director Dexa Group Antonia Retno Tyas Utami menerangkan, produk yang sudah tersertifikasi halal itu di antaranya adalah produk-produk Obat Modern Asli Indonesia atau OMAI yang 100%. “Kami menjalankan Halal Management System yang terintegrasi sesuai dengan standar Good Manufacturing Practice (GMP) atau Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). Halal Management System juga dijalankan dari hulu ke hilir secara konsisten,” ucap dia dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (1/10/2024)
Konsistensi dalam menjalankan kepatuhan dan halal management system dari Hulu ke Hilir, membuat Dexa Medica diganjar penghargaan Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2024 dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Perusahaan tersebut menang untuk kategori Best Halal Supply Chain. Penghargaan ini diberikan atas komitmen Dexa Medica dalam mendukung ekosistem industri halal di Indonesia.
Penyerahan penghargaan tersebut diserahkan oleh Sekjen Kemenperin Eko SA Cahyanto kepada Presiden Direktur PT Dexa Medica, V Hery Sutanto disaksikan oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. "Penghargaan ini menjadi bukti bahwa Dexa selalu memberikan produk farmasi berkualitas, aman, serta halal untuk konsumen mulai dari pengadaan bahan baku hingga ke produk jadi," ucap Hery.
Menperin dalam sambutannya memaparkan potensi pasar halal di Indonesia. Menurut Menperin, pertumbuhan ekonomi nasional harus didominasi oleh ekonomi syariah di masa mendatang. "Industri halal juga semakin hari semakin menunjukkan kinerja yang baik dan positif. Pada triwulan pertama 2024, sektor keunggulan halal value chain atau HVC tumbuh 1,94% year-on-year dengan sektor makanan dan minuman serta modest fashion mencatat pertumbuhan masing-masing sebesar 5,87% sampai 3,81%," papar Agus.
Ekonomi syariah dan industri halal telah dipandang sebagai sumber mesin pertumbuhan ekonomi baru. Posisi ekonomi syariah Indonesia di tataran global terus meningkat di berbagai sektor. Tahun lalu, secara keseluruhan Indonesia berhasil naik satu peringkat menjadi posisi ketiga pada Global Islamic Economy Indicator dalam SGIER 2023/2024, yang dirilis oleh Dinar Standard. Posisi ke-3 Indonesia tersebut, setelah Malaysia dan Arab Saudi, dengan melampaui posisi Uni Arab Emirat dan Bahrain.
“Dari lima indikator penilaian, terdapat tiga indikator yang menopang kenaikan tersebut dan berkorelasi dengan upaya Kementerian Perindustrian di sektor industri halal,” ucap dia.
Pertama, Indonesia berhasil naik tiga peringkat menjadi posisi kelima pada sektor industri farmasi dan kosmetik halal. Selanjutnya, pada sektor industri makanan halal, Indonesia menempati peringkat ketiga, mengungguli Turki, Singapura, dan Thailand. Kemudian, pada sektor modest fashion, Indonesia menempati level ketiga, melewati Singapura dan Italia.
“Oleh karena itu, sebagai upaya untuk mempromosikan dan meningkatkan awareness masyarakat terhadap produk industri halal, kami menyelenggarakan kegiatan IHYA ini, yang telah kami lakukan setiap tahunnya sejak tahun 2021,” tutur dia.
Editor: Leonard (severianocruel@yahoo.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News