Chery meluncurkan amunisi baru Tiggo 8 di Indonesia. Model baru ini digadang-gadang bisa mendongkrak daya gedor penjualan Chery yang belum menyentuh angka 1.000 unit.
Belum dua tahun Chery melakukan penjualan di Indonesia. Berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) 2023, Chery tahun lalu berhasil mendistribusikan 4.099 unit. Ini menempatkan Chery di posisi 13 merek terlaris di Indonesia.
Kemudian sepanjang Januari-September 2024 Chery berada di posisi 12. Mereka sudah mendistribusikan 6.190 unit, penjualannya belum 1.000 unit per bulan. Paling tinggi mencapai 968 unit pada Mei 2024.
"Volume Indonesia (pasar) domestik dalam negeri tahun ini bisa lewat seribu sebulan," kata Assistant President Director Chery Sales Indonesia, Zeng Shuo.
Chery Tiggo 8 hadir untuk menjadi alternatif baru di pasar SUV Indonesia.
Chery Tiggo 8 hadir dalam dua varian. Tapi kedua varian itu harganya tak sampai Rp 400 juta.
Budi Darmawan, Direktur Penjualan PT Chery Sales Indonesia (CSI) mengungkapkan kehadiran Tiggo 8 menjadi alternatif baru di pasar SUV Indonesia.
"Kami tidak ada istilah merusak pasar, alternatif, lebih reasonable buat konsumen," kata Budi
Tiggo 8 bisa menjadi opsi yang menarik bagi konsumen Indonesia yang ingin memiliki mobil SUV 7-Seater, namun dengan mesin yang kompak.
Di atas kertas Chery Tiggo 8 menggunakan jantung pacu 1.600 cc, turbo, yang bisa menghasilkan tenaga 185 PS dan torsi 290 Nm. Mesin tersebut dipadukan dengan transmisi 7 percepatan DCT. Chery mengklaim kecepatan mobil ini bisa mencapai kecepatan tertinggi 200 km per jam.
Diketahui Tiggo 8 Pro dan Tiggo 8 Pro Max memakai mesin jumbo 2.000 cc, turbo, sedang Chery Tiggo 8 memakai mesin yang kapasitasnya lebih kompak, yakni 1.600 cc, turbo. Mesin Tiggo 8 ini sama seperti mesin yang digunakan di model Chery Omoda 5 GT.
Chery Tiggo 8 hadir dengan berbagai fitur untuk menunjang kenyamanan. Mulai dari panoramic sunroof, Camera 360 HD, layar 12,3 + 10,25, 8 LCD AC juga platform T1X.
Kendati menjadi mobil paling murah dari Tiggo 8 series, mobil ini dijejali banyak fitur-fitur kekinian, seperti kamera 360 derajat, panoramic sunroof, termasuk Advanced Driving Assistant System (ADAS) dengan 9 fungsi antara lain ACC (Adaptive Cruise Control), FCW (Forward Collision Warning), AEB (Automatic Braking System), LDW (Lane Departure Warning), BSD (Blind Spot Detection), RCTA (Rear Cross Traffic Alert), DOW (Door Open Warning), TSR (Traffic Sign Recognition), dan IHC (Intelligent High Beam Control). Fitur ini tersemat untuk varian Tiggo 8 Premium.
Selain itu, 6 airbag (dua front airbag, dua front side airbag, dan dua side curtain airbag) serta Isofix untuk memberikan keamanan dalam perjalanan bersama anak.
PT Chery Sales Indonesia (CSI) sudah memperkenalkan model paling basic dari SUV andalannya, Tiggo 8 Series.
Chery Tiggo 8 hadir dalam dua varian yakni Tiggo 8 Comfor dan Tiggo 8 Premium. Namun keduanya mengusung mesin yang sama yakni 1.6 TGDI Engine yang juga digunakan oleh Omoda 5 GT.
Mesin Chery Tiggo 8 Foto: Muhammad Hafizh Gemilang
Kendati menggunakan basis mesin yang sama, figur tenaga Chery Tiggo 8 tak identik dengan Omoda 5 GT. Tiggo 8 diklaim punya tenaga maksimal 183,4 HP dan Omoda 5 GT 197 HP. Keduanya punya torsi puncak yang sama yakni 290 Nm.
Lantas apakah penggunaan mesin yang lebih kompak di bodi Tiggo 8 akan membuatnya menjadi lebih boros? Menjawab pertanyaan ini, Product Manager CSI, Eko Fahrurozi mengatakan mereka tengah menguji Tiggo 8 di kondisi jalanan Indonesia.
"Kalau untuk konsumsi BBM, sebenarnya sekarang itu kita sedang melaksanakan acutal road test di kondisi jalanan di Indonesia, tapi kalau untuk di atas kertas, informasi yang ada secara teknis itu 8,6 liter per 100 km," ujar Eko di acara Media Test Drive Chery Tiggo 8 beberapa waktu lalu.
"Jadi kira-kira kalau di km per liternya itu 1:11-an. Cuma sekarang tim road test engineer kita lagi lakukan pengetesan di kondisi jalan Indonesia," lanjutnya.
Di sisi lain, pihak Chery Sales Indonesia juga mengakui bahwa mobil yang mereka rancang punya bodi yang kokoh serta berat secara bobot. Hal tersebut jelas menguntungkan dari segi keselamatan dan rasa berkendara, namun bisa berpengaruh kepada efisiensi bahan bakarnya.
"Jadi sebenarnya untuk konsumsi kan 8,6 liter per 100 km. Tapi untuk akurasinya itu kembali lagi ke pengemudinya, karena tergantung dari pengemudi. Kemudian bobot kita pun memang cukup kokoh ya dari segi bodi, platnya cukup tebal, dan itu akan berpengaruh juga kepada konsumsi bahan bakar," jelas Mohammad Ilham Pratama, Head of Marketing CSI.
TANGERANG, KOMPAS.com - Pada ajang Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2024, BAIC resmi mengmumkan harga kedua mobilnya, yaitu X 55-II dan BJ40 Plus.
Untuk X 55-II dijual dengan harga Rp 487 juta, di mana dengan harga segitu bisa menyaingi CheryOmoda 5 GT AWD yang dibanderol Rp 493,8 juta.
BAIC X 55-II dibekali dengan pilihan mesin bensin 4 silinder, 16 valve, 1.500 cc DOHC Turbocharger bertenaga 175 Tk dan torsi 300 Nm.
Kompas.com Chery Omoda 5 GT AWD
Sementara Omoda 5 GT AWD dengan mesin 1.600 cc Turbo Gasoline Direct Injection (TGDI), olahan tenaganya mencapai 197 Tk dan torsi 290 Nm, ini lebih unggul dari BAIC X 55-II.
Jika melihat harga kedua mobil ini terdapat selisih Rp 6,8 juta, yang mana Omoda 5 GT lebih unggul 100 cc dari BAIC X 55-II.
Kemudian, untuk BAIC X 55-II dilengkapi dengan transmisi 7 speed DCT dan diklaim sanggup berakselerasi dari 0-100 Kp dalam 7 detik.
KOMPAS.com/ Selma Aulia BAIC X 55-II di GIIAS 2024
Sedangkan, Omoda 5 GT menggunakan ganti dual-clutch transmission atau DCT 7 percepatan, di mana sebelumnya menggunakan CVT.
Secara keseluruhan, Omoda 5 GT memiliki keunggulan dalam hal tenaga mesin dibandingkan BAIC X 55-II.
Sebab, meski BAIC X 55-II bertenaga 175 Tk dan torsi 300 Nm, Omoda 5 GT dengan mesin 1.600 cc TGDI mencapai 197 Tk dan torsi 290 Nm, sehingga lebih bertenaga meskipun dengan kapasitas mesin yang hampir sama.