#30 tag 24jam
Pasar NFT Bangkit, Volume Transaksi Kembali Meroket
Volume transaksi NFT melonjak pasca kemenangan Donald Trump pada Pemilu AS. Apakah ini jadi tanda awal kebangkitan? [351] url asal
#aset-nft #nft #opensea #pasar-nft #pemilu-as
(BlockChain-Media) 10/11/24 13:30
v/17978755/
Pasar NFT yang sempat lesu kini menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Kemenangan Donald Trump dalam Pilpres AS membawa dampak signifikan pada aset digital.
Namun, kejutan terbesar datang dari sektor NFT, yang sebelumnya mengalami penurunan volume transaksi, kini mulai bangkit kembali dengan peningkatan yang mengesankan.
Pengumuman OpenSea yang akan merilis platform barunya juga turut memperkuat optimisme pasar, jika tren ini berlanjut, mungkin kita bisa menyaksikan kebangkitan besar koleksi digital.
Efek Kemenangan TrumpKemenangan Donald Trump pada Pemilu AS memberikan dampak besar, terutama pada Bitcoin yang sebelumnya mengalami ketidakpastian. Kini, harga Bitcoin naik 12 persen dalam sepekan terakhir, mencapai rekor baru di level US$79.200.

Transaksi NFT Berdasarkan Jaringan – Cryptoslam Dmarket, yang sebelumnya berada di posisi teratas, turun ke peringkat lebih rendah dengan volume transaksi sebesar US$5,5 juta, turun 4,5 persen. Dominasi pasar koleksi digital kini diambil alih oleh BRC-20, yang mencatat lonjakan penjualan hingga 440 persen, mencapai US$11 juta.
OpenSea LuncurkanPlatformBaruOpenSea, sebagai salah satu bursa NFT terbesar, mengumumkan akan meluncurkan versi terbaru platform pada Desember 2024. Pengumuman ini disampaikan melalui akun resmi mereka, di mana tim OpenSea mengungkapkan bahwa pembaruan besar-besaran akan segera hadir.
“OpenSea Baru Akan Diluncurkan, Desember 2024,” demikian pernyataan mereka pada Senin (04/11/2024).
Pengguna saat ini sudah bisa mendaftar dalam daftar tunggu untuk menjadi yang pertama mencoba fitur-fitur baru yang ditawarkan oleh platform NFT ini.
Spekulasi yang berkembang adalah potensi integrasi Bitcoin Ordinals dalam pembaruan terbaru ini, meskipun belum ada pernyataan resmi. Hal ini diperkirakan dapat mendorong kenaikan volume transaksi mingguan BRC-20 di masa mendatang.
Berkat Ordinals, Kita Bisa Bernostalgia Main Game Nintendo 64 di Jaringan Bitcoin
Tanda Kebangkitan NFT?Kebangkitan pasar koleksi digital setelah kemenangan Donald Trump dalam Pemilu AS membawa angin segar bagi industri yang sebelumnya terlihat lesu. Kenaikan volume transaksi yang signifikan, terutama di jaringan Ethereum dan BRC-20, menunjukkan antusiasme yang kembali dari para investor dan kolektor.
Dengan rencana peluncuran platform baru OpenSea yang mungkin mengintegrasikan Bitcoin Ordinals, sentimen positif ini diperkirakan akan terus berlanjut. Jika tren ini bertahan, kita bisa melihat kebangkitan baru di pasar NFT, menandai awal dari fase pertumbuhan berikutnya di sektor ini. [dp]
Platform NFT OpenSea Bakal Hadirkan Versi Baru
Platform NFT OpenSea bakal luncurkan versi terbaru bulan Desember. Apa saja pembaruannya? Simak selengkapnya di sini! [573] url asal
#bitcoin-ordinals #nft #opensea #opensea-nft #platform-nft
(BlockChain-Media) 05/11/24 14:00
v/17507184/
Tim pengembang Platform NFT OpenSea baru saja mengumumkan melalui akun resminya bahwa mereka akan merilis versi terbarunya pada Desember 2024 dengan sejumlah pembaruan penting .
“OpenSea Baru Segera Hadir, Desember 2024,” ungkapnya, Senin (04/11/2024).
Semua orang dapat bergabung dalam daftar tunggu untuk menjadi yang pertama mencoba fitur pada salah satu platform NFT terbesar saat ini yang akan dirilis nantinya.
Salah satu spekulasi yang paling menarik perhatian adalah kemungkinan implementasi Bitcoin Ordinals dalam pembaruan ini, meskipun belum ada konfirmasi resmi.

Pertanyaannya sekarang, apakah langkah ini dapat menjadi harapan baru bagi kebangkitan industri NFT yang tengah menghadapi tantangan berat di pasar yang semakin kompleks?
Bitcoin Ordinals di Platform NFT OpenSea?Seiring perkembangan pasar, muncul pertanyaan mengenai kemungkinan implementasi teknologi baru tersebut pada platform NFT terbesar, seperti OpenSea.
Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah Bitcoin Ordinals, bentuk NFT unik yang dibangun di atas jaringan Bitcoin. Berbeda dengan mekanisme yang banyak digunakan pada blockchain Ethereum, Ordinals memiliki sifat non-fungible yang melekat pada Bitcoin sebagai aset dasarnya.
Berkat Ordinals, Kita Bisa Bernostalgia Main Game Nintendo 64 di Jaringan Bitcoin
Namun, hingga kini belum ada kepastian mengenai rencana platform NFT OpenSea untuk mendukung Ordinals secara penuh. Devin Finzer, selaku CEO OpenSea hanya memberikan indikasi bahwa mereka sedang menciptakan sistem baru yang lebih “inovatif”.
“Kami telah diam-diam mengerjakan sesuatu di OpenSea. Untuk benar-benar berinovasi, terkadang Anda harus mundur selangkah dan membayangkan semuanya kembali,” tulisnya di X.
Implementasi ini masih sebatas asumsi yang berkembang di komunitas. Spekulasi tentang kemungkinan integrasi ini muncul karena meningkatnya minat terhadap Ordinals, yang membawa konsep “artefak digital”..
Salah satu pengguna bahkan menyayangkan bahwa platform NFT OpenSea masih belum menambah Bitcoin Ordinals pada sistemnya.
“Berharap OpenSea mendukung Ordinals! Sangat tidak masuk akal kalau belum ditambahkan,” ungkap salah satu pengguna di X.
Meskipun begitu, OpenSea tetap menjadi pemain utama di pasar NFT. Dengan adanya versi baru yang akan diluncurkan pada Desember mendatang, banyak anggota komunitas yang memperkirakan bahwa pengembangan ini mungkin akan membawa kejutan.
Bisakah Pembaruan Ini Jadi Harapan Baru Kebangkitan NFT?Pasar koleksi digital telah mengalami tantangan berat dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari penurunan drastis volume transaksi hingga tekanan peraturan yang semakin ketat.
Berdasarkan data terbaru dari Cryptoslam, volume perdagangan NFT mengalami penurunan signifikan, dari angka stabil di atas US$100 juta pada tahun 2022, kini hanya menyentuh sekitar US$10 juta dalam beberapa bulan terakhir.
Volume Perdagangan NFT Menurun – Cryptoslam Sebagai salah satu platform NFT terbesar, OpenSea terus menjadi sorotan atas upayanya menjaga momentum industri ini. Dengan rencana peluncuran versi terbaru pada Desember mendatang, harapan muncul akan adanya fitur-fitur baru yang dapat meningkatkan efisiensi serta mendorong keterlibatan pengguna.
Salah satu aspek yang menjadi perbincangan adalah program Creator Legal Defense Fund yang dirancang bersama a16z dan diharapkan dapat memberikan perlindungan hukum kepada kreator dan memperkuat pasar NFT.
Tantangan regulasi menjadi perhatian utama, terutama dengan pengawasan yang semakin ketat dari Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) terhadap aset digital. Platform NFT OpenSea perlu memastikan bahwa mereka tetap mematuhi semua peraturan yang berlaku demi keamanan dan transparansi bagi kreator dan investor.
Selain aspek regulasi, spekulasi mengenai kemungkinan integrasi teknologi baru seperti Bitcoin Ordinals menarik perhatian. Teknologi ini berpotensi menjadi game-changer bagi industri NFT dan pasar kripto secara keseluruhan, tetapi di sisi lain, dapat menambah kompleksitas, terutama jika melibatkan solusi seperti blockchain Layer-2 atau metode bridge.
Walaupun hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi terkait implementasi Bitcoin Ordinals pada platform NFT terbesar itu, namun spekulasi menambah daya tarik tersendiri pada rencana pengembangannya. [dp]
96 Persen NFT Mati, Nilai NFT Justin Bieber Ambrol 95 Persen
Riset terbaru yang dilakukan oleh NFTEvening menunjukkan bahwa sekitar 96 persen NFT yang ada sudah mati dan tidak lagi diperdagangkan. [472] url asal
#nft #non-fungible-token #opensea
(BlockChain-Media) 22/09/24 13:30
v/15389231/
Non-Fungible Token atau NFT menjadi salah satu inovasi yang cukup popular beberapa tahun sebelumnya, namun sejak akhir tahun 2022, pasar koleksi digital ini mulai mengalami penurunan. Nilai NFT yang dibeli Justin Bieber saja kini sudah ambrol 95 persen dari US$2 juta!

Penurunan drastis ini menandai tantangan serius bagi masa depan NFT. Sebelumnya, inovasi dipuji sebagai revolusi dalam kepemilikan digital dan investasi, namun kenyataannya saat ini menunjukkan bahwa pasar ini penuh ketidakpastian.
Tidak Memiliki Manfaat dalam Kehidupan NyataBerdasarkan riset lainnya yang dilakukan oleh dappGambl, sebagian besar Non-Fungible Token tidak memiliki manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari, sehingga sulit untuk bertahan lama di pasar.
Pada puncak popularitasnya, NFT dianggap sebagai aset digital yang menjanjikan dengan potensi nilai yang tinggi. Namun, kenyataan saat ini menunjukkan bahwa banyak yang tidak memiliki kegunaan praktis, menjadikannya tidak lebih dari sekadar spekulasi belaka.
Hal ini menggambarkan betapa banyak pemegang NFT yang saat ini berinvestasi dalam aset yang tidak berharga. Ketidakmampuan koleksi digital untuk menawarkan kegunaan atau nilai nyata di luar koleksi digital menjadi salah satu alasan utama mengapa pasar ini mengalami penurunan yang drastis.
Sebagian besar proyek yang ada gagal memberikan narasi yang menarik atau manfaat yang jelas bagi penggunanya. Ketika permintaan dengan kegunaan praktis tidak sebanding dengan jumlah yang diproduksi, banyak koleksi yang tidak terjual.
Peraturan yang Semakin KetatSeiring dengan meningkatnya popularitas Non-Fungible Token, perhatian regulator terhadap industri ini juga semakin tajam. Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) kini semakin aktif mengawasi pasar cryptocurrency, termasuk NFT, yang sebelumnya dianggap tidak terjangkau oleh pengawasan ketat.
Peringatan yang dikeluarkan kepada OpenSea, salah satu pasar NFT terbesar, menunjukkan bahwa regulator mencurigai adanya pelanggaran terhadap undang-undang sekuritas.
Kekhawatiran ini tidak hanya dirasakan oleh entitas besar seperti OpenSea, tetapi juga oleh para kreator independen yang mungkin tidak memiliki pemahaman mendalam mengenai peraturan yang berlaku.
Salah satu kasus yang menimpa kreator NFT, Ilja Borisovs, menjadi salah satunya dan membuat banyak seniman takut untuk memasuki pasar digital ini.
Oleh karena itu, beberapa pihak, seperti OpenSea dan a16z, mulai bekerja sama untuk meningkatkan kembali minat terhadap NFT melalui program Creator Legal Defense Fund.
Masih Adakah Harapan bagi Masa Depan NFT?Melihat kondisi pasar NFT saat ini, memang sangat sulit untuk mengatakan bahwa masih ada harapan untuk kedepannya. Namun, sebenarnya teknologi yang ditawarkan sangatlah revolusioner.
NFT masih memiliki masa depan apabila penggunaannya memiliki fungsi yang jelas. Contohnya, dalam menyimpan dokumen penting, gaming, identitas digital, properti, serta sektor lainnya yang memang memerlukan teknologi tersebut.
Jika koleksi digital ini dapat diintegrasikan dengan berbagai aplikasi praktis yang memberikan nilai tambah, seperti memfasilitasi kepemilikan digital yang lebih aman atau mempermudah transaksi dalam dunia virtual, maka potensi pertumbuhannya akan jauh lebih besar.
Namun, untuk mencapai hal tersebut, kolaborasi antara para pemangku kepentingan, seperti kreator, platform, dan regulator, sangatlah penting. Dengan fokus pada inovasi dan penggunaan yang bermanfaat, NFT bisa jadi tetap relevan dan beradaptasi dengan kebutuhan zaman. [dp]
Seniman NFT Lebih Percaya Diri karena Perlindungan Hukum
Kasus Ilja Borisovs menunjukkan betapa pentingnya Creator Legal Defense Fund untuk memberikan dukungan hukum bagi para seniman NFT. [779] url asal
#a16z #creator-legal-defense-fund #hukum #nft #opensea #sec
(BlockChain-Media) 17/09/24 14:59
v/15134865/
Kenaikan popularitas Non-Fungible Token atau NFT telah mengubah cara seniman berkreasi dan memonetisasi karya mereka.
NFT memberikan para seniman kesempatan untuk mendapatkan uang dari karya seni mereka dan menjaga hak atas kekayaan intelektual.
Namun, dunia baru ini juga menghadirkan tantangan, seperti yang dialami oleh Ilja Borisovs, yang dikenal sebagai Shvembldr, seorang seniman NFT sukses dari Latvia.
Kasusnya menunjukkan betapa rumit dan berisikonya situasi yang dihadapi seniman saat mereka berhadapan dengan hukum dan teknologi.
Memahami Nilai NFT
Kasus Ilja BorisovsPada 10 Februari 2022, hidup Borisovs berubah drastis ketika pihak berwenang Latvia menyita semua asetnya tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Ia kemudian mengetahui bahwa ia sedang diselidiki karena dugaan pencucian uang, tuduhan yang dengan tegas ia bantah.
“Saya selalu berkreasi secara transparan dan membayar pajak. Sekarang, saya tidak bisa membayar pajak atau tagihan, dan denda terus bertambah. Semua properti saya telah disita selama 949 hari,” tutur Borisovs di situs resminya.
Ilja Borisovs.Kisah Borisovs mencerminkan kekhawatiran yang semakin besar di kalangan seniman NFT: ketakutan akan tindakan hukum dan campur tangan pemerintah.
Dengan regulasi yang semakin ketat terhadap cryptocurrency dan teknologi blockchain, seniman yang menjadi pelopor dalam bidang ini mungkin menghadapi pengawasan dan tantangan hukum yang lebih besar.
Ketika Akun Resmi NFT Oscar Darmawan Bernama “Offical”
Dampak SEC terhadap Para Seniman NFTKomisi Sekuritas dan Bursa (SEC) semakin gencar mengawasi pasar cryptocurrency, termasuk NFT.
Sebelumnya, seniman dan pencipta umumnya terhindar dari pengawasan ketat SEC. Namun, tindakan terbaru, seperti peringatan kepada OpenSea—salah satu pasar NFT terbesar—menunjukkan perubahan dalam pendekatan ini.
Peringatan ini mengindikasikan bahwa SEC mencurigai OpenSea telah melanggar undang-undang sekuritas, yang bisa berdampak negatif bagi seluruh ekosistem NFT.
Situasi ini membuat beberapa seniman merasa perlu untuk bertindak. Penyanyi-penulis lagu Jonathan Mann di proyek “Song a Day Man” dan pakar hukum Brian Frye telah menggugat SEC, berargumen bahwa sikap SEC yang semakin keras terhadap cryptocurrency mengancam kebebasan berekspresi dan mata pencaharian mereka.
“Hari ini, saya menggugat SEC. Saya menjual lagu saya sebagai NFT dan sekarang saya dianggap melanggar hukum sekuritas. Selama hampir 3 tahun, saya hidup dari menjual lagu-lagu saya sebagai NFT, tetapi sekarang SEC menganggap ini ilegal,” ujarnya.
Tindakan berani ini menunjukkan betapa sulitnya menjaga keseimbangan antara inovasi dan perlindungan hukum bagi para seniman.
Kebutuhan Akan Bantuan HukumKetika seniman NFT seperti Borisovs menghadapi tantangan hukum, kebutuhan akan dukungan hukum menjadi sangat jelas. Untuk membantu mereka, sejumlah pemimpin industri bersatu mendirikan Creator Legal Defense Fund, yang dipimpin oleh Stand with Crypto.
Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan akses kepada seniman dan pencipta untuk mendapatkan konsultasi hukum dan dukungan ketika menghadapi kompleksitas regulasi.
Dana ini dirancang untuk membantu mereka yang mungkin menghadapi tindakan pemerintah atau yang ingin memastikan proyek NFT mereka sesuai dengan hukum.
Dengan dukungan dari organisasi seperti Andreessen Horowitz dan OpenSea, dana ini menyediakan sumber daya penting bagi para seniman yang berinovasi di ruang blockchain.
“Para seniman seniman NFT dan kreatornya, yang awalnya diuntungkan oleh teknologi blockchain dan NFT, kini menghadapi ancaman hukum dari SEC. Andreessen Horowitz menyumbang US$1 juta ke dana pembelaan hukum. Kami bekerja sama dengan firma hukum besar untuk menyediakan layanan hukum bagi seniman yang terpengaruh oleh tindakan pemerintah,” ujar a16z di situs resminya.
Inisiatif ini sangat penting mengingat tingginya biaya untuk membela diri dalam kasus hukum. Creator Legal Defense Fund bisa membantu menyeimbangkan situasi, memberikan seniman keahlian hukum yang dibutuhkan untuk menghadapi perubahan regulasi.
Mattel Luncurkan NFT Marketplace Sendiri
Potensi Teknologi Blockchain dan NFTMeskipun ada tantangan dari sisi regulasi, potensi teknologi blockchain untuk mengubah dunia seni sangatlah besar.
NFT memungkinkan seniman untuk memonetisasi karya mereka secara langsung, memastikan keaslian, dan menciptakan sistem royalti otomatis melalui smart contract.
Teknologi ini memberi seniman kesempatan untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan penggemar dan menciptakan sumber pendapatan baru.
Namun, kekhawatiran akan masalah hukum dapat menghalangi beberapa seniman untuk sepenuhnya memanfaatkan teknologi ini.
Kasus hukum terbaru terhadap platform dan seniman NFT seharusnya menjadi pelajaran berharga, mengingatkan para seniman untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan hukum.
Sangat penting bagi seniman untuk tetap terinformasi dan mencari panduan untuk melindungi hak dan kepentingan mereka.
Creator Legal Defense Fund: Kunci Perlindungan Hukum bagi Seniman NFTKasus seniman NFT Ilja Borisovs menjadi pengingat akan kompleksitas dan risiko yang dihadapi seniman di dunia NFT dan teknologi blockchain yang saat ini terus berkembang.
Seiring dengan semakin ketatnya pengawasan dari SEC serta badan regulator lainnya terhadap pasar cryptocurrency, para seniman harus secara proaktif dalam melindungi hak mereka dan mengeksplorasi peluang yang ditawarkan oleh teknologi inovatif ini.
Pendirian inisiatif seperti Creator Legal Defense Fund yang didukung oleh Opensea dan a16z merupakan langkah penting untuk mendukung seniman di tengah situasi yang tidak pasti ini.
Dengan menyediakan sumber daya hukum dan mendorong kolaborasi dalam industri, para pemangku kepentingan, khususnya seniman NFT dapat membantu memastikan bahwa seniman dapat terus berkarya, berinovasi, dan berkembang. [dp]