JAKARTA, investor.id– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 84,47 poin (1,1%) ke level 7.610,1 pada penutupan sesi I, Senin (28/10/2024). Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, IHSG hari ini terkena tekanan berat karena derasnya dana investor asing keluar atau outflow.
Pilarmas menjelaskan, Bank Indonesia (BI) menyampaikan periode 21-24 Oktober 2024 terjadi aliran modal asing keluar dari pasar keuangan Indonesia sebesar Rp 6,63 triliun. Aliran modal asing yang keluar dari pasar saham dan Surat Berharga Negara (SBN) jauh lebih besar ketimbang yang masuk di Sekuritas Rupiah BI (SRBI). Secara rinci, dana asing yang keluar dari pasar saham sebanyak Rp 3,01 triliun serta pasar SBN Rp 4,53 triliun. Sedangkan yang masuk ke SRBI hanya sebesar Rp 0,91 triliun.
“Sehingga ini akan memberikan premi risiko investasi akan meningkat. Pasar berharap BI dan Pemerintah terus menjaga sinergi dalam mendukung ketahanan ekonomi dalam negeri,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Senin (28/10/2024).
Pilarmas mengatakan, penyebab terjadinya outflow asing tersebut adalah efek kenaikan imbal hasil Treasury AS 10 tahun naik ke sekitar 4,27% mencapai level tertinggi dalam tiga bulan di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa The Fed akan mengambil pendekatan yang lebih hati-hati terhadap pemangkasan suku bunga lebih lanjut, kemungkinan memilih pemangkasan 25 basis poin yang lebih moderat dalam pertemuan mendatang.
Tidak hanya itu, lanjut Pilarmas, IHSG juga terseret pelemahan indeks saham Asia yang juga tertekan. Pasar tampaknya menilai prospek stimulus dari Bank Rakyat China (PBoC) yang melakukan langkah terbaru oleh otoritas moneter China untuk mendiversifikasi perangkat kebijakan moneternya, yang bertujuan untuk mempertahankan tingkat likuiditas yang wajar dalam sistem perbankan.
Hal ini mengingat PBoC meluncurkan instrumen moneter pasar terbuka baru untuk memastikan likuiditas dalam sistem perbankan. Di sisi lain pasar juga menantikan prospek stimulus fiskal China sehubungan laba yang diperoleh perusahaan industri, Biro Statistik Nasional China mengungkapkan bahwa industrial profits China turun 3,5% yoy menjadi 5.228,16 miliar Yuan.
Manufaktur China
Selanjutnya, Pilarmas menambahkan pasar pada pekan ini menantikan rilis data PMI Manufaktur China. Di sisi lain, pasar khawatir ketidakstabilan politik di Jepang, disaat koalisi yang berkuasa kehilangan mayoritas parlemen. Partai Demokrat Liberal dan mitra koalisinya Komeito kehilangan mayoritas mereka di majelis rendah, meningkatkan ketidakpastian politik dan ekonomi dan semakin mempersulit rencana normalisasi Bank Jepang.
“Sementara itu, Bank of Japan (BOJ) akan memutuskan kebijakan moneter pada hari Kamis, meskipun diperkirakan akan mempertahankan kebijakan tidak berubah. Tentunya ini akan berdampak pada kebijakan ekonomi Jepang kedepannya,” papar Pilarmas.
Pada sesi pertama hari ini, saham-saham yang mengalami kenaikan SOSS, CITY, MTFN, BEBS, SONA. Sedangkan saham-saham yang mengalami penurunan terbesar MFIN, SUNI, CNKO, AMOR, TOSK.
Pilarmas merekomendasikan saham PSAB untuk perdagangan di sesi II. “Kami merekomendasikan PSAB dengan support dan resistance di level 302-330,” tutup Pilarmas.
Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News