#30 tag 24jam
1 Dekade Jokowi, Kemenkominfo: Akses Internet Merata Dongkrak Ekonomi Digital
Pembangunan infrastruktur internet yang melesat dalam 10 tahun terakhir membuat ekonomi digital di Tanah Air bergeliat. [754] url asal
#internet #akses-internet #akses-internet-merata #pembangunan-internet-era-jokowi #1-dekade-jokowi #kemenkominfo-akses-internet-merata-dongkrak-ekonomi-digital
(Bisnis.Com - Teknologi) 27/09/24 15:14
v/15626892/
Bisnis.com, JAKARTA - Pembangunan infrastruktur internet yang terjadi selama era Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut berdampak signifikan terhadap pergerakan ekonomi digital.
Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria mengatakan bahwa infrastruktur konektivitas digital telah menjangkau wilayah yang lebih luas dan merata. Begitu pula dengan penetrasi pengguna internet yang meningkat.
Nezar menuturkan bahwa pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan informatika telah berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.
“Pertumbuhan angka pengguna internet itu juga telah menjadi daya ungkit bertumbuhnya ekonomi digital di Indonesia. Pada 2030, diproyeksikan ekonomi digital kita bertumbuh sampai US$366 miliar,” kata Nezar dikutip Jumat (27/9/2024).
Nezar menyebut bahwa pada 2030 mendatang, Indonesia bisa berkontribusi hampir 40% terhadap total pertumbuhan ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara. Angka kontribusi ini menandakan bahwa Indonesia merupakan pasar yang menarik.
“Artinya kita [Indonesia] pasar yang sedang bertumbuh dengan cukup bergairah, kita adalah emerging market dalam soal ekonomi digital,” terangnya.
Namun, Nezar mengingatkan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi digital, tetap diperlukan talenta digital yang cakap. Adapun, Indonesia membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital untuk mendongkrak ekonomi digital agar tembus US$366 miliar.
“Sesuai dengan prediksi yang sudah dibuat,” imbuhnya.
Untuk itu, Wamen Nezar Patria meminta agar seluruh ekosistem industri telekomunikasi, pos, dan informatika saling berkolaborasi mendongkrak pertumbuhan ekonomi digital.
Pasalnya, jelas dia, industri telekomunikasi, pos, dan informatika memberikan kontribusi pemasukan yang besar untuk negara sehingga berperan penting dalam mendorong kemajuan Indonesia.
“Jadi betapa pentingnya komunitas telekomunikasi, informatika, dan industri yang menopangnya, ekosistem yang menghidupinya, untuk kemajuan bangsa kita,” tandasnya.
Pendidikan, Kesehatan dan e-Commerce
Dalam riset yang berjudul Survey Penetrasi Pengguna Internet di Daerah Tertinggal Tahun 2024, APJII juga mengungkapkan pada sektor pendidikan, internet telah digunakan untuk membantu siswa mengakses sumber pembelajaran tambahan seperti video pembelajaran, ebook, dan materi pembelajaran interaktif.
Namun jumlah siswa yang menggunakan internet untuk mengakses materi pendidikan tambahan belum terlalu banyak hanya 31%. Artinya, baru 3 dari 10 siswa yang benar-benar menggunakan internet untuk mendapat informasi tambahan.
Sementara 22% lainnya disebutkan hanya menggunakan internet untuk mencari informasi dan melakukan riset untuk proyek atau tugas mereka. Jumlah tersebut berpeluang untuk ditingkatkan.
Dari sisi guru, Internet membantu 48,4% guru untuk mengakses informasi dan sumber belajar, sebanyak 19,2% menjadi lebih inovatif dalam pengajaran.
Kendati demikian, masih terdapat 6% di antaranya yang belum memanfaatkan internet secara optimal, serta 1% mengalami kesulitan dalam menggunakan teknologi.
Kemudian, Sebanyak 70,8% fasilitas kesehatan di desa-desa terluar telah memanfaatkan internet untuk melayani masyarakat. Petugas kesehatan menggunakan internet untuk berkomunikasi dengan rumah sakit rujukan melalui email atau aplikasi pesan instan, hingga menyebarkan informasi kesehatan melalui media sosial, website desa, atau aplikasi pesan singkat (24,7%).
Tidak hanya itu, faskes juga memanfaatkan internet untuk menyebarkan informasi kesehatan melalui media sosial, website desa, atau aplikasi pesan singkat (16,3%); menyediakan layanan pendaftaran online untuk masyarakat (10,8)%; mengumpulkan dan menganalisis data kesehatan secara online untuk evaluasi dan perencanaan program kesehatan (8,4%).
Dari sisi pengguna, kehadiran internet membuat 40% masyarakat lebih paham tentang kesehatan dan lebih sering mencari informasi kesehatan online. Lalu, 30% masyarakat mulai mencari informasi kesehatan online, tetapi pengetahuan mereka hanya sedikit bertambah.
Kendati kondisinya relatif baik, bukan berarti pemanfaatan internet di desa sudah terlepas dari masalah. APJII menemukan sebanyak 71,7% surveyor mengatakan koneksi internet sering tidak stabil atau lambat menjadi kendala saat mengakses informasi kesehatan di daerah tertinggal.
Sementara itu, Public Relations Lead Compas Bayu Wardhana mengatakan seller e-commerce pada sektor FMCG tersebar hingga wilayah Timur Indonesia pada semester I/2024. Namun demikian, pada periode tersebut secara total jumlah produk terjual (sales quantity) mengalami penurunan 19,4% dibandingkan semester II/2023.
Penurunan jumlah produk terjual paling tinggi terjadi di provinsi Maluku Utara, dengan jumlah produk terjualnya turun 42,9% atau menurun dari 3.554 ke 2.031 produk. Sementara itu peningkatan tertinggi terjadi di Maluku, termasuk di dalamnya Kota Ambon.
“Peningkatan tertinggi terjadi di provinsi Maluku yang tumbuh 34% atau sejumlah 5.592 ke 7.491 produk,” kata Bayu.
Di Papua, hampir seluruh provinsinya mencatatkan pertumbuhan jumlah produk terjual. Papua dan Papua Tengah menjadi provinsi dengan pertumbuhan tertinggi, masing-masing 81,8% untuk produk vitamin dan 195,7% untuk produk kopi. Pertumbuhan yang signifikan ini menunjukkan potensi pasar yang besar untuk produk-produk FMCG di wilayah Papua.
Satu-satunya provinsi Papua yang mencatatkan penurunan produk terjual hanya Papua Barat Daya, dimana jenis produk vitamin menurun sejumlah 0.4%
Bayu memperkirakan pertumbuhan transaksi di wilayah Indonesia Timur, salah satunya didorong oleh kehadiran infrastruktur digital.
“Kami berharap dengan dibangun dan mulai meratanya infrastruktur digital di Indonesia dapat mendorong pertumbuhan penjualan e-commerce di wilayah timur Indonesia,” kata Bayu.
Satu Dekade Konektivitas, Akses Internet Merata Membuka Peluang Ekonomi Digital
Penetrasi internet Indonesia yang melesat dalam 10 tahun terakhir menjadi roda penggerak dalam mengoptimalkan nilai ekonomi digital hingga di daerah tertinggal. [864] url asal
#internet #internet-di-3t #pembangunan-internet-era-jokowi #10-tahun-joko-widodo #internet-bakti #digital #internet
(Bisnis.Com - Teknologi) 06/09/24 16:15
v/14918942/
Bisnis.com, JAKARTA - Penetrasi internet Indonesia melesat hingga 440 basis points (bps) selama 10 tahun terakhir. Agresivitas pembangunan infrastruktur data guna mengoptimalkan kue ekonomi digital di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di daerah tertinggal
Dari total populasi sebanyak 275,5 juta orang, penetrasi internet di Tanah Air naik dari 34,9% pada 2014 menjadi 79,5% pada 2024.
Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Fadhilah Mathar, mengatakan meningkatnya angka masyarakat pengguna ke internet akan membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi digital.
Hal tersebut dapat terjadi karena kehadiran infrastruktur kerap dijalankan bersama dengan pelatihan-pelatihan guna meningkatkan kualitas masyarakat.
"Program digitalisasi yang kami lakukan tidak hanya berhenti pada pembangunan infrastruktur internet, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas dan aksesibilitas layanan digital di seluruh pelosok negeri," kata Fadhilah, dikutip Jumat (3/9/2024).
Sebagaimana diketahui, pengembangan infrastruktur telekomunikasi di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) menjadi salah satu program andalan BAKTI Kemenkominfo.
Fadhilah menjelaskan, melalui jaringan satelit, fiber optik dan Base Transceiver Station (BTS) 4G, pemerintah berupaya memastikan semua masyarakat di Indonesia merasakan manfaat kemajuan teknologi.
Bakti saat ini mengoperasikan Satelit Multifungsi Satria-1 dengan kapasitas bandwidth 150 Gbps yang menyasar ke 37.000 titik di seluruh Indonesia. Kemudian, pada Juni 2024, sebanyak 4.990 BTS 4G dari target 5.618 BTS telah beroperasi.
Kemudian Jaringan Tulang Punggung Sistem Komunikasi Kabel Bawah Laut (SKKL) Palapa Ring yang membentang sepanjang 12.148 kilometer menghubungkan 90 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, dengan 57 kabupaten/kota layanan dan 33 kabupaten/kota interkoneksi.

Dalam perjalanannya, sambung Fadhilah, pemerataan infrastruktur di Indonesia menghadapi sejumlah tantangan. Salah satu yang terbesar adalah menciptakan permintaan (demand) di wilayah yang sebelumnya tidak terjangkau oleh teknologi digital.
Kondisi ini, jelasnya, diantisipasi dengan ditingkatkannya fokus dalam peningkatan kapasitas sumberdaya manusia melalui program-program pelatihan digital oleh Kemenkominfo.
"Kami menyadari digitalisasi hanya akan berhasil jika masyarakat memiliki keterampilan yang memadai untuk memanfaatkannya. Oleh karena itu, kami bekerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan untuk menciptakan talenta digital yang siap bersaing di era ekonomi digital," ujarnya.
Dia menambahkan, pemerintah juga berkolaborasi dengan swasta dan masyarakat untuk menjadikan sumber daya manusia siap mencapai tujuan besar Indonesia menjadi negara maju dan berdaya saing tinggi pada 2045.
Berdasarkan dokumen yang diterima Bisnis, Bakti melibatkan 80 badan usaha untuk mendorong kematangan atau maturitas desa melalui digitalisasi.
Pulau Jawa menjadi pulau dengan jumlah badan usaha terbanyak yang terlibat dalam program. Total ada 19 badan usaha.
Pulau Kalimantan menempati urutan kedua dengan 18 badan usaha, diikuti oleh Sulawesi (10 badan usaha), Sumatra (7 badan usaha) dan Maluku & NTT dengan 2 badan usaha.
Dalam mendorong maturitas desa, badan usaha akan bekerja sama dengan perusahaan penyedia jasa internet (ISP) yang merupakan pengguna jaringan tulang punggung (backbone) Palapa Ring Bakti.
Dampak internet dan peluang
Sementara itu, di depan hadapan perwakilan negara-negara di Asia dan Afrika, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan bahwa pada 2023 capaian ekonomi digital Indonesia tembus US$82 miliar atau setara dengan Rp1.274 triliun (asumsi kurs Rp15.532 per dolar AS), tumbuh sekitar 8-10%.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh hadirnya infrastruktur digital yang tidak hanya cepat, juga makin merata, yang dihadirkan oleh pemerintah dan swasta.
“Kami menargetkan nilai ekonomi digital mencapai US$109 miliar [Rp1.693 triliun] pada tahun depan [2025]” ujarnya dalam Panel Discussion IAF 2024 yang bertema Economic Transformation.

Menurutnya, ekonomi digital Indonesia terus berkembang pesat, dengan penetrasi digital yang kini mencapai hampir 80%. Penetrasi internet yang terus meroket juga telah melahirkan ribuan komunitas startup dan UMKM, sebagai penggerak roda perekonomian Indonesia.
Kemenparekraf mencatat saat ini ada sekitar 2.600 startup aktif di Indonesia.
Berlanjut
Meski penetrasi internet terus tumbuh, faktanya masih ada 20% penduduk Indonesia yang belum tersentuh Internet. Akses internet baru di puluhan ribu titik yang dihadirkan selama 10 tahun terakhir juga membutuhkan perawatan dan peningkatan kapasitas seiring dengan meningkatnya adopsi digital di titik-titik tersebut.
Kebutuhan internet pada satu titik yang awalnya mungkin hanya 20 Mbps, sudah tumbuh beberapa kali lipat karena pengguna internet di wilayah tersebut meningkat.
Pemerintahan Prabowo Subianto menyatakan akan menjadikan pemerataan akses internet menjadi salah satu fokus guna memangkas kesenjangan digital. Sama seperti Presiden Joko Widodo (Jokowi), Prabowo juga menaruh perhatian dalam memperluas cakupan layanan data.
Rencana Prabowo - Gibran
Diketahui, pada periode kedua pemerintahannya, Jokowi mengebut pembangunan base transceiver station (BTS) di 12.548 desa. Dari jumlah tersebut sebanyak 9.113 desa menjadi tanggung jawab pemerintah, sementara itu sisanya sekitar 3.435 desa dibangun oleh operator seluler.
Editor Buku Strategi Transformasi Bangsa Prabowo Subianto sekaligus politikus partai Gerindra Dirgayuza Setiawan mengatakan pemerintahan Prabowo Subianto juga akan fokus dalam melakukan penyebaran infrastruktur digital, sebagaimana yang disampaikan oleh Hashim Sujono Djojohadikusumo, adik Prabowo.
“Bahwa pemerataan internet terutama untuk peningkatan kecepatan internet yang digunakan oleh masyarakat Indonesia, itu perlu ditingkatkan secara signifikan,” kata Dirgayuza disela-sela acara Unlocking Digital Economy for Growth 8%, Selasa (3/9/2024).
Dia juga menekankan bahwa kunci internet itu ada tiga. Pertama, daerah yang belum mendapat internet harus terjangkau layanan data. Kedua, peningkatan kecepatan.
“Ketiga, yang tidak kalah penting harganya juga harus terjangkau. Itu kemarin Pak Prabowo melalui Pak Hashim sudah menjelaskan bahwa itu akan menjadi salah satu fokus pemerintah ke depan,” kata Dirgayuza.