Sopir angkot jurusan Cicurug-Sukasari ditusuk pengamen di kawasan Pasar Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Dia luka di kepala dan dada. - Bagian all [257] url asal
SUKABUMI. iNews.id - Sopir angkot jurusan Cicurug-Sukasari berinisial AG (52), mengalami luka tusuk di bagian dada dan kepala. Dia ditusuk pengamen usai terlibat cekcok gegara klakson di kawasan Pasar Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (19/9/2024).
Informasi diperoleh iNews, kronologi kejadian bermula saat AG mengemudikan angkotnya dari Cicurug menuju Sukasari, Bogor. Saat tiba di Jalan Pasar Cicurug, AG terpaksa menghentikan mobilnya karena jalur terhalang pengamen yang berdiri di tengah jalan sekitar pukul 15.00 WIB.
"Saya klakson sampai tiga kali, tapi pengamen itu tidak bergerak, masih tetap di tengah jalan. Setelah klakson keempat, baru dia menepi sambil mengumpat dengan kata-kata kasar," ujar korban AG, Kamis (19/9/2024).
AG yang tidak bisa menahan emosi lalu menghentikan angkot di pinggir jalan dan terlibat adu mulut dengan pengamen tersebut. Cekcok mulut keduanya berujung perkelahian yang membuat pengamen tersungkur di pinggir jalan.
Setelah itu korban AG melanjutkan perjalanan. Namun, tak berselang lama saat berada di depan klinik di Gang Cimelati, dia dipepet pengendara motor. Ketika AG turun untuk menutup pintu mobil, dia diserang dari belakang oleh pelaku dengan pukulan tepat di kepala.
"Saya merasa ada yang memukul dari belakang dan ternyata menggunakan benda tajam. Kepala saya langsung berdarah, saya coba membela diri, tapi dada saya juga kena tusuk," kata AG.
Setelah serangan brutal tersebut, AG segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan atas luka-luka di bagian kepala dan dada.
Anggota Polsek Cicurug langsung turun tangan dan menangkap dua pelaku penyerangan. Polisi masih menyelidiki untuk mengungkap motif di balik insiden berdarah ini.
MALANG, iNews.id - Perempuan asal Surabaya tega membunuh ibu rumah tangga (IRT) di Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pelaku bernama Evi Wijayanti (52) warga Kelurahan Morokembangan, Kecamatan Krembangan membunuh korban dengan cara dipukul menggunakan palu.
Kasatreskrim Polres Malang AKP Gandha Syah Hidayat mengatakan, pelaku baru mengenal korbannya Suni (48) selama enam bulan. Pelaku dan korban kenal melalui media sosial TikTok.
Saat itu, kata dia korban sering berbalas pesan dengan pelaku bernama Evi Wijayanti yang merupakan seorang pengamen di Surabaya. Selama ini, keduanya hanya berkomunikasi melalui handphone (HP).
Selain itu, lanjut dia pelaku baru dua kali datang ke rumah korban di Jalan Raya Saptorenggo Gang 9 RT 3 RW 1 Dusun Bugis Krajan, Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.
"Ini merupakan kedatangan yang kedua kali. Jadi sudah datang satu kali, kemudian ini kejadian ini di hari Selasa tanggal 16, itu kedatangan yang kedua," ujar AKP Gandha Syah Hidayat di Mapolres Malang, Kepanjen, Senin sore (22/7/2024).
Dia menuturkan, kedatangan keduanya ini ternyata untuk membunuh korban karena sebelumnya pelaku hendak meminjam uang Rp1 juta untuk membayar utang pembelian HP ke tetangganya di Surabaya.
"Utang konvensional (pelaku) terkait dia beli handphone, total hutangnya mencapai Rp6 juta. Jadi memang sakit hati tidak dipinjami akhirnya terjadilah perbuatan tersebut," ucapnya.
Menurutnya, pelaku sudah merencanakan aksinya karena palu yang digunakan untuk membunuh korban telah dibawa dari rumahnya di Surabaya. Pelaku memang terdeteksi orang terakhir bersama korban, sebelum ditemukan tewas oleh suaminya pada Selasa (16/7/2024) pukul 16.45 WIB.
Menurutnya, petugas juga menemukan beberapa rekaman kamera CCTV di sepanjang jalan yang dilintasi pelaku ke rumah korban, kemudian rekaman kamera CCTV di sekitar rumah korban, di area Terminal Arjosari dan Terminal Purabaya Bungurasih, Sidoarjo.
"Jadi Betul bahwa tersangka ini membawa palu dari rumahnya dari Surabaya, artinya sudah memiliki niat dan rencana kedatangan tersangka ke TKP atau ke rumah korban," katanya.
MALANG, iNews.id - Polisi menangkap pembunuh ibu rumah tangga (IRT) di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pelaku seorang merupakan merupakan pengamen yang tinggal di Kelurahan Morokembangan, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya.
Wakapolres Malang Kompol Imam Mustolih mengatakan, pelaku berinisial EW (52) yang ditangkap di Terminal Bratang, Surabaya, Sabtu (20/7/2024) pukul 16.00 WIB. Dia terdeteksi polisi usai pemeriksaan 13 saksi dan barang bukti hingga diamankan.
"Kami bergerak cepat melaksanakan penangkapan terhadap saudari EW Sabtu lalu tepatnya di sekitar Terminal Bratang Kota Surabaya," ujar Imam Mustolih saat konferensi pers di Mapolres Malang, Senin (22/7/2024) siang.
Menurutnya, ada sejumlah barang bukti yang menguatkan EW pelaku pembunuhan. Salah satunya dengan adanya barang bukti berupa rekaman CCTV di sekitar kejadian, pemeriksaan 13 saksi mata hingga beberapa temuan di lokasi kejadian rumah di Jalan Raya Saptorenggo Gang 9 RT 3 RW 1 Dusun Bugis Krajan, Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan yang sudah dikumpulkan ada 13 orang saksi, berikut barang bukti yang ditemukan baik di lokasi tempat kejadian perkara dan fungsi petunjuk dari CCTV," ucapnya.
Kamera CCTV merekam bagaimana detik-detik pelaku EW masuk ke sekitar rumah korban bernama Sunik (48). Hal itu seusai dengan penuturan tetangga yang terakhir kali melihat pelaku datang menunggu kepulangan Sunik di rumahnya.
"Dari jalur yang dilewati korban kemudian mengarah didapat kesimpulan dan kesesuaian dia yang melakukan perbuatan tersebut kepada korban saudara Sunik, temannya sendiri yang terlihat bersama dengan saudara korban pada tanggal 16 Juli 2024," ujarnya.
Di sisi lain, Kasatreskrim Polres Malang AKP Gandha Syah Hidayat mengatakan, pelaku merupakan pengamen yang ketika diamankan juga ada barang bukti berupa sound system hingga alat digunakan mengamen.
"Betul kemarin kami mengamankan yang bersangkutan di sekitar Terminal Bratang Kota Surabaya, lengkap dengan alat pengamennya, menggunakan sound dan seterusnya," ujar Gandha Syah Hidayat.
Sebelumnya, sesosok mayat perempuan bernama Suni (48) tahun ditemukan tewas oleh suaminya bernama Juwanto. Korban ditemukan tewas pada Selasa sore (16/7/2024) pukul 16.00 WIB.
k histeris ketika korban dibawa dengan ambulan, sekitar pukul 20.00 WIB. Dari hasil identifikasi dan olah TKP ditemukan fakta bahwa ada beberapa barang berharga milik korban memang tak ada di lokasi atau hilang.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Andika Kangen Band menjadi perbincangan hangat di media sosial. Kali ini, dia dihujani pujian dari warganet dari keramahan dan kerendahan hatinya.
Pria yang dijuluki Babang Tamvan ini terekam dalam sebuah video live TikTok sedang bernyanyi bersama seorang pengamen jalanan. Video tersebut viral dan menuai banyak pujian dari warganet. Hingga berita ini dibuat, video tersebut ditonton lebih dari 16 juta kali.
Semua bermula ketika seorang musisi jalanan pemilik akun Tiktok @musicyoga sedang bernyanyi di salah satu trotoar Bandar Lampung sambil melakukan siaran live. Saat itu, dia sedang melantunkan lagu dari band Wali berjudul "Tobat Maksiat". Tak lama, dia terkejut dengan kemunculan Andika Kangen Band. "Babang Tampan, masya Allah Bang," kata pengamen tersebut.
"Masya allah Alhamdulillah karena sering membawakan lagu Kangen Band saat live, akhirnya kedatangan vokalis aslinya," kata dia.
Sang pengamen yang diduga bernama Yoga itu langsung menyerahkan mikrofon kepada Andika. Andika pun menyambutnya sambil mengatakan, "Satu lagu ya. Lagu apa ni?".
Dia kemudian bertanya kepada Yoga, ada berapa mikrofon yang dimilikinya. "Ada dua apa satu (mikrofon-Redaksi) gantian kita nyanyi? Saya dulu apa kamu dulu?," tanya Andika.
Andika lantas mendendangkan tembang "Terbang Bersamaku". Karena mikrofon hanya satu, Andika dan pengamen itu nyanyi bergantian.
Andika terlihat sangat luwes dengan suara khasnya, membuat penonton live antusias. Hal ini terlihat dari banyaknya gift Tiktok yang diberikan penonton.
Mereka tampak bersukacita dan menikmati momen kebersamaan tersebut. Aksi Andika ini pun mendapat banyak pujian dari warganet. Banyak yang memujinya karena rendah hati dan peduli terhadap sesama musisi.
"Salah satu artis yang tidak sombong," tulis akun @ikhwansapt***.
"Ini yang namanya artis. Rendah hati menghargai karya seni orang lain. Adab yang baik dicontohkan oleh Babang Tamvan kepada kakak ini, respek," kata akun @mangbeyoppic***.
'"Real ucapan adalah doa, Babang Tamvan beneran jadi tampan," tulis akun @nun***.
Ada 18 ribu lebih komentar positif di unggahan video tersebut dan sekitar 700 ribu likes. Andika Kangen Band merupakan salah seorang penyanyi dan vokalis ternama di Indonesia. Lahir di Bandar Lampung pada 21 Mei 1983, pria bernama lengkap Andika Mahesa ini memulai kariernya pada 2005 dengan bergabung bersama Kangen Band.
Suaranya yang khas dan penuh penghayatan, serta gayanya yang energik, mengantarkan Kangen Band menjadi salah satu band paling populer di Indonesia pada era 2000-an. Hits seperti "Tentang Aku, Kau dan Dia", "Cinta yang Sempurna", "DOY", "Yolanda", menjadi segelintir lagu-lagu ikonik Kangen Band yang digemari banyak orang.
Karier Andika sempat diwarnai berbagai kontroversi. Ia pernah terlibat kasus penyalahgunaan narkoba. Meskipun begitu, talenta dan pesonanya sebagai penyanyi tak pernah pudar. Andika tetap aktif di dunia musik, baik bersama Kangen Band maupun sebagai penyanyi solo. Ia juga kerap diundang untuk tampil di berbagai acara televisi dan off-air.
Kini, pada usianya yang sudah menginjak 41 tahun, Andika Kangen Band masih menunjukkan semangatnya untuk berkarya. Ia tetap menjadi sosok yang digemari dan dirindukan oleh para penggemarnya.
Berikut ini video pengamen di Bandar Lampung dihampiri oleh Andika Kangen Band: