Perum Peruri menginformasikan pelamar CPNS bahwa pengembalian dana e-meterai yang tidak terpakai bisa dilakukan dalam 45 hari. Simak syaratnya! [179] url asal
Perum Peruri meminta masyarakat atau pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) tak khawatir karena pembelian e-meterai mengalami kendala. Sebab, masyarakat bisa melakukan pengembalian dana atau refund.
"Kami memahami bahwa terkadang terjadi kendala dalam proses pembelian e-Meterai anda. Jangan khawatir untuk sobat CASN yang telah berhasil melakukan pembelian e-Meterai pada website *Meterai-elektronik.com* dan kuotanya tidak digunakan, bisa melakukan pengembalian dana," tulis Peruri di Instagram seperti dikutip Minggu (8/9/2024).
Lebih lanjut dijelaskan, permintaan pengembalian dana akan diproses maksimal 45 hari kalender. Kemudian, dana yang dikembalikan sebesar 100% dikurangi biaya transfer.
"Dana yang dikembalikan sejumlah 100% dikurangi biaya transfer," bunyi keterangan yang diunggah Peruri.
Beberapa data perlu dilampirkan untuk refund yakni nomor handphone, nama, bukti pembayaran, sisa kuota saat ini, dan nomor invoice yang dibatalkan. Kemudian pembeli mengirimkan email ke cs.digital@peruri.co.id dengan subject CASN-Pengajuan Pembatalan Pembelian meterai-elektronik.com.
Ketentuan ini khusus untuk transaksi mulai tanggal 3 September 2024 pukul 00.00.
Simak Video: Ramai-ramai Pelamar CPNS Berburu e-Materai di Kantor Pos
pembatalan tiket dapat dilakukan maksimal dua jam sebelum keberangkatan secara online di aplikasi Whoosh atau web kcic.co.id, dan offline di loket stasiun. [310] url asal
IDXChannel - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengonfirmasi adanya perubahan sistem pembatalan tiket yang diterapkan untuk kereta cepat Whoosh.
Jika pada sistem sebelumnya, proses pengembalian dana pembatalan tiket membutuhkan waktu setidaknya 30 hari kerja, maka saat ini uang pengembalian pembatalan tiket sudah bisa langsung diterima penumpang pada hari yang sama dengan waktu pembatalan.
"Inovasi ini ditujukan untuk memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi penumpang dengan mobilitas tinggi dalam menyesuaikan perjalanan mereka dengan situasi yang mungkin berubah, mengingat saat ini sudah cukup banyak penumpang yang secara rutin menggunakan Whoosh," ujar General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, dalam keterangan resminya, Minggu (11/8/2024).
Menurut Eva, proses pembatalan tiket dapat dilakukan maksimal dua jam sebelum keberangkatan secara online di aplikasi Whoosh atau web kcic.co.id, dan offline di loket stasiun.
Khusus pembatalan secara online, hanya dapat dilakukan untuk pembelian melalui aplikasi Whoosh atau web kcic.co.id. Nantinya, dana yang akan dikembalikan kepada penumpang adalah sebesar 75 persen dari harga tiket.
Eva menjelaskan, inovasi ini sengaja digagas untuk semakin memberikan kemudahan dan kenyamanan yang lebih besar bagi penumpang Whoosh dalam mengatur jadwal perjalanan mereka.
"Kami memahami bahwa fleksibilitas dalam perjalanan sangat penting bagi penumpang dengan mobilitas tinggi. Layanan Whoosh yang sudah seperti layanan komuter membutuhkan kemudahan dan kecepatan pelayanan yang akan terus kami hadirkan," ujar Eva.
Melalui inovasi pembatalan online dan pengembalian dana pada hari yang sama, dikatakan Eva, diharapkan penumpang akan lebih dimudahkan karena lebih fleksibel dalam mengatur perjalanan sesuai kebutuhan.
Selain itu, fitur ini juga diharapkan bakal membuat penumpang merasa lebih tenang dalam merencanakan perjalanan dengan adanya opsi pengembalian tiket yang mudah diakses.
Tidak hanya pembatalan tiket, KCIC turut menghadirkan layanan perubahan jadwal secara online maksimal dua jam sebelum keberangkatan. "Sama halnya dengan pembatalan online, fitur perubahan jadwal secara online ini hanya dapat dilakukan untuk pembelian melalui aplikasi Whoosh atau web kcic.co.id," ujar Eva.
SOLO, KOMPAS.com - Dalam upaya memberikan pelayanan optimal kepada penumpang, Bus Cititrans Busline memprioritaskan efisiensi dan ketepatan waktu disetiap perjalanan.
Terkadang, untuk memastikan perjalanan tetap lancar dan tepat waktu, jadwal keberangkatan bus dapat dimajukan jika diperlukan.
Seperti yang dialami oleh tim Kompas.com saat akan melakukan perjalanan ke Jakarta ke Yogyakarta, Jawa Tengah menggunakan Cititrans. Jadwal keberangkatan dimajukan karena saat diinformasikan dari titik awal berangkat hanya ada satu penumpang.
Namun, bagaimana jika penumpang terlambat atau lebih memilih membatalkan perjalanan?
Instagram @voxy.1tr Bocoran bus baru PO Cititrans
Yuma, Trip Attendant Cititrans rute Yogyakarta-Jakarta mengatakan, jam keberangkatan dimajukan ini bisa saja terjadi, dan perusahaan akan melakukan konfirmasi kepada penumpang.
“Kita kan pasti konfirmasi ulang sebelum kita lepas dari Bluebird Jogja itu kita pasti konfirmasi ulang lewat trip attendant akan whatsapp,” kata Yuma kepada Kompas.com, belum lama ini.
“Misalnya masih prepare atau macet pasti kita akan tunggu 15 menit, semisal ada konfirmasi dari penumpang ya nanti ditinggal tidak apa-apa atau misalkan penumpang minta refund atau tidak,” lanjut Yuma.
Yuma juga mengatakan, jika penumpang batal melakukan perjalanan karena jam keberangkatan diajukan ini bisa mendapat refund tiket.
“Refund bisa, bisa 100 persen atau diganti voucher oleh pihak management,” ucap Yuma.
Berdasarkan laman resmi Cititrans juga dijelaskan, refund atau pengembalian dana bisa dilakukan tapi dengan syarat, Proses pengajuan refund atau pengembalian dana dapat dilakukan maksimal 24 jam sebelum jam keberangkatan.
Dijelaskan juga, jumlah uang yang akan diterima akan dipotong Rp 20.000 sebagai biaya administrasi, dan refund hanya dapat dilakukan melalui Website dan Mobile Aplikasi.
Yuma mengatakan, perubahan jadwal keberangkatan seperti ini memang beberapa kali terjadi, karena unitnya yang buat pulang pergi.
“Karena unit kita yang untuk Jogja-Jakarta itukan tektok (pulang pergi), dulu itu sempat sampai terminal Giwangan, terminal Jombor gitu kan banyak memakan banyak waktu jadinya waktu di Ciputat nanti akan bentar, jadi sekarang diubah biar gak delay (menunda),” kata Yuma.
“Kalau sampai di Ciputat terlambat nanti jam keberangkatan berikutnya juga akan mundur, apalagi saat ini unitnya untuk Jogja baru dua, satu keberangkatan pagi dan satu lagi sore, kalau unit jalan semua itu aman ” lanjut Yuma.
Dengan kata lain, kebijakan fleksibel dan sistem konfirmasi yang baik ini, Cititrans berusaha untuk memastikan kenyamanan dan kepuasan penumpang dalam setiap perjalanan.