REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR -- Suhu udara di kawasan Gunung Gede Pangrango di Jawa Barat (Jabar) dilaporkan sempat menyentuh 0 derajat Celsius. Suhu dingin ini juga dirasakan hampir terjadi di semua daerah di Pulai Jawa saat ini.
Beberapa gunung di Pulau Jawa rata-rata mencapai suhu ekstrem di bawah 10 derajat. Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango bahkan mencatat suhu mencapai 0 derajat Celcius. Kawasan alun-alun Suryakancana membeku akibat suhu udara yang menurun tajam terutama pagi hari. Pendaki diimbau berhati-hati dan mengenakan perlengkapan sesuai standar agar tidak mengalami hipotermia.
Humas Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) Deni mengatakan, suhu udara mengalami penurunan sejak beberapa terakhir. Bahkan hal yang sama dapat dirasakan di kawasan pintu masuk pendakian Cibodas dan Gunung Putri.
"Suhu di kawasan Alun-Alun Suryakancana sempat dilaporkan sampai 0 derajat saat pagi hari, penurunan suhu terjadi lebih dingin dibandingkan biasanya, untuk pastinya kami masih menunggu laporan petugas," katanya, di Cianjur, belum lama ini.
Membekunya kawasan Alun-alun Surakancana Gunung Gede, sempat dibagikan sejumlah pendaki di akun media sosialnya seperti yang disiarkan pendaki asal Bogor Muhammad Fikri. Dia menyebut saat pagi dan malam hari tenda yang ditempatinya diselimuti es.
Bahkan saat pagi hari, ungkap dia, rerumputan di kawasan tersebut dipenuhi embun yang membeku akibat suhu udara yang turun drastis sedangkan pada malam hari suhu lebih dingin sehingga dia dan sejumlah rekannya terpaksa menggunakan jaket rangkap dua.
"Biasanya tidak sedingin ini, saat malam hari lebih dingin, ketika pagi di atas tenda tertutup es termasuk di rerumputan, es tersebut baru mencair menjelang siang," katanya.
Suhu udara di kawasan perkebunan Teh Kertasari, Kabupaten Bandung sempat mencapai 7 derajat celcius sepekan terakhir. Termasuk suhu di kawasan perumahan pegawai perkebunan.
Kepala Desa Tarumajaya Ahmad Ikhsan mengatakan, Desa Tarumajaya memiliki luas 3.717 hektar dengan ketinggian 1.600 meter di atas permukaan laut (mdpl). Wilayah di Tarumajaya terdapat kawasan tanaman teh, pegunungan, hutan, dan lembah.
"Di wilayah kami ada perkebunan teh milik PT London Sumatra Kertasari, dari dulu dulu dingin dari wilayah lain. Saya sampaikan 7 derajat celcius di perkebunan beberapa hari ke belakang," ucap dia saat dihubungi, Selasa (23/7/2024).
Ia mengatakan, sempat berkunjung ke pabrik perkebunan tersebut dan mendapatkan informasi jika pada dini hari suhu udara bisa mencapai 7 derajat celcius. Sedangkan kawasan di sekitarnya tidak terlalu dingin yaitu 10 hingga 11 derajat celcius dibandingkan di perkebunan.
"Saya berkunjung ke perusahaan ngobrol dengan manager, jam 3 subuh sampai 7 derajat, di pabrik teh ada alat pengukur suhu," kata dia.
Untuk embun beku, Ahmad melanjutkan, belum muncul dan diprediksi muncul pada saat puncak kemarau di bulan September mendatang. Pada tahun 2020, Ahmad mengatakan tanaman sayur penuh dengan embun beku sehingga menyebabkan rusak dan kering.
"Sekarang belum terjadi ke arah sana (embun beku), hari ini masyarakat merasakan dingin sangat dingin apalagi di perumahan pabrik teh," kata dia.
Ahmad mengatakan, masyarakat sudah terbiasa dengan fenomena cuaca dingin. Sedangkan siklus embun beku terjadi tidak tiap tahun akan tetapi terjadi 3-4 tahun sekali.
"Di sebelah barat perkebunan teh ada pertanian sayur mayur masyarakat, itu dulu yang sempat kena (embun beku) itu harus diwaspadai," kata pria yang dikenal dengan nama Deden.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan keberadaan Angin Monsun Australia dan posisi matahari yang berada di sisi utara bumi menjadi pemicu suhu dingin melanda sebagian besar wilayah di Pulau Jawa. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan Angin Monsun Australia (Timur) yang kering dan membawa sedikit uap air tersebut saat ini berembus menuju benua Asia dengan melewati perairan Samudera Hindia.
Analisa tim meteorologi BMKG mendapati pada saat yang bersamaan suhu permukaan laut di perairan Samudera Hindia juga dalam kondisi yang relatif lebih rendah, sehingga berpengaruh membawa suhu dingin pada wilayah Indonesia. Fenomena suhu dingin tersebut dinilai BMKG adalah situasi biasa terjadi pada medio Juli-Agustus (puncak musim kering) dan diprakirakan bisa sampai dengan bulan September.
Menurutnya, fenomena seperti itu akan menyasar wilayah bagian selatan ekuator atau khatulistiwa dalam hal ini, Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, yang terasa akan lebih dingin dari biasanya. Namun biasanya Pulau Jawa akan lebih dingin karena bertopografi pegunungan atau dataran tinggi, seperti Banjarnegara Jawa Tengah (Dieng), Lumajang hingga Pasuruan di Jawa Timur (Semeru, Bromo), kemudian Wonosobo dan Temanggung (Gunung Sindoro-Sumbing) dan Lembang Bandung di Jawa Barat.
BMKG memprakirakan sejumlah wilayah tersebut dalam beberapa waktu ke depan masih bersuhu lebih dingin pada pagi, dengan titik minimumnya berlangsung pada malam hari. Hal demikian juga dipengaruhi oleh posisi matahari yang sedang berada di belahan utara bumi, sehingga wilayah Indonesia khususnya bagian selatan khatulistiwa menerima sedikit sinar matahari secara langsung dan menjadikan suhu udara lebih rendah.
Dalam kondisi tersebut BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap mengonsumsi air minum secara cukup. Masyarakat diminta melengkapi makanan atau minuman mengandung vitamin C, dan vitamin D, sehingga imun tubuh tetap terjaga menghadapi fenomena penurunan suhu.
Akhir-akhir ini, suhu dingin terasa sejak pagi hingga malam hari. Bahkan sejumlah daerah mencatatkan suhu hingga 16 derajat.
BMKG menjelaskan bahwa fenomena suhu udara dingin merupakan fenomena alamiah yang umum terjadi di bulan-bulan puncak musim kemarau, yakni pada Juli - hingga September.
"Periode ini ditandai pergerakan angin dari arah timur-tenggara yang berasal dari Benua Australia. Pada bulan Juli, wilayah Australia berada dalam periode musim dingin," tulis BMKG di situs resminya, dikutip pada Senin (15/7).
Pola tekanan udara yang relatif tinggi di Australia menyebabkan pergerakan massa udara dari Australia menuju Indonesia.
Hal ini disebut juga dengan Monsoon Dingin Australia, yang bertiup menuju wilayah Indonesia melewati perairan Samudra Indonesia yang memiliki suhu permukaan laut juga relatif lebih dingin.
"Sehingga mengakibatkan suhu di beberapa wilayah di Indonesia terutama bagian selatan khatulistiwa (Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara) terasa juga lebih dingin," lanjut BMKG.
Suhu dingin di Indonesia juga dipengaruhi berkurangnya awan dan hujan di Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara.
Tidak adanya uap air dan air menyebabkan energi radiasi yang dilepaskan oleh bumi pada malam hari tidak tersimpan di atmosfer. Sehingga suhu terasa lebih dingin.
Penyebab lainnya yakni karena langit cenderung bersih awannya (clear sky), sehingga panas radiasi balik gelombang panjang ini langsung dilepas ke atmosfer luar.
Akhirnya, udara dekat permukaan terasa lebih dingin terutama pada malam hingga pagi hari.
Suhu Dingin Terjadi hingga September
Di sisi lain, BMKG juga memprediksi bahwa cuaca dingin di Indonesia akan berlangsung lama yakni hingga September 2024.
Sejumlah daerah di Pulau Jawa akan mengalami suhu yang lebih dingin dari daerah lainnya. Hal ini turut dipengaruhi oleh Angin Monsoon Austalia.