#30 tag 24jam
Rusun Calon Peneliti Geologi di Kebumen Dilengkapi Furnitur
Rusun yang diperuntukkan bagi mahasiswa dan peneliti di Yayasan Pendidikan Geologi Karangsambung. [613] url asal
#rusun #kementerian-pupr #rusun-peneliti-geologi #penyediaan-rumah #rusun-mahasiswa
(MedCom - Properti) 14/10/24 14:13
v/16450048/
Kabupaten Kebumen: Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meresmikan rumah susun (Rusun) yang diperuntukkan bagi mahasiswa dan peneliti di Yayasan Pendidikan Geologi Karangsambung. Rusun ini dibangun di atas lahan seluas 8.165 meter persegi dengan luas bangunan 38,25 m x 17,85 m."Semoga Rusun ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan dijaga dengan baik," ujar Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis, Senin, 14 Oktober 2024.
Direktur Jenderal Perumahan Iwan Suprijanto menjelaskan pembangunan Rusun Yayasan Pendidikan Geologi Karangsambung ini dilaksanakan oleh Satuan Kerja Penyediaan Perumahan BP2P Jawa III.
Lokasi rusun ini terletak di Kompleks Kampus Lapangan Geologi Karangsambung, Desa Karangsambung, Kecamatan Karangsambung, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.
"Rusun ini berada satu lokasi dengan lingkungan Yayasan Pendidikan Geologi Karangsambung sehingga dapat menjadi tempat tinggal mahasiswa yang berasal dari luar daerah. Rusun ini juga dilengkapi dengan fasilitas furnitur berupa tempat tidur single, tempat tidur susun, lemari, meja belajar dan kursi," jelas dia.
| Baca juga: 168 Mahasiswa Muhammadiyah Riau Bisa Tinggal di Rusun secara Gratis |
Berdasarkan data Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Jawa Tengah, Rusun Yayasan Pendidikan Geologi Karangsambung dibangun dengan mekanisme Kontrak Tahun Jamak (Multi Years Contract) Tahun 2022 – 2023.
Rusun tipe 24 ini memiliki 3 lantai dengan jumlah unit 43 unit yang dapat menampung sekitar 168 orang mahasiswa dengan rincian pada lantai 1 jumlah penghuni 48 orang dengan ruang hunian 13 unit, lobi 1 unit, ruang serbaguna 1 unit, ruang pengelola 1 unit dan ruang dapur 2 unit.
Pada lantai 2 dan 3 jumlah penghuni 120 orang dengan ruang hunian 30 unit, ruang bersama 2 unit dan ruang dapur 4 unit.
Untuk kegiatan belajar, mengajar, studio, mess hall dan diskusi dapat menggunakan plaza dari asrama bagian dalam yang cukup luas yang dapat menampung sekitar 150 orang.
Selain itu, Rusun mahasiswa ini juga mempunyai spesifikasi ruang pompa, ground water tank (GWT), ruang terbuka hijau, paving block dan septic tank. Simbolis peresmian Rusun Yayasan Pendidikan Geologi Karangsambung ditandai dengan adanya prosesi penandatanganan prasasti dan pemotongan pita yang di laksanakan Menteri PUPR.
Selain rusun, Menteri PUPR juga meresmikan beberapa Rumah Khusus dan Rumah susun yang telah dibangun di wilayah Jawa Tengah secara simbolis virtual dengan penandatanganan prasasti diantaranya Rumah Khusus Kota Magelang, Rumah Susun TNI AL Semarang, Rumah Susun Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Rumah Susun Polres Blora, Rusun Susun Pemerintah Kota Surakarta dan Rumah Susun Pemerintah Kota Semarang.
Kegiatan ini merupakan salah satu upaya percepatan penyerahan infrastruktur yang telah dibangun oleh Kementerian PUPR dan “didanai oleh APBN” untuk selanjutnya dapat dimanfaatkan seluas-luasnya untuk pelayanan bagi masyarakat, dimana hal tersebut merupakan bagian dari amanah tata kelola APBN dan Pengelolaan Barang Milik Negara, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.
Selain Rusun Yayasan Pendidikan Karangsambung, ada beberapa rusun yang telah diselesaikan oleh Direktorat Jenderal Perumahan di wilayah Jawa Tengah. Ada juga komplek rumah khusus yang menjadi hadiah dari Hapernas tahun 2022 yang menjadi percontohan dengan memanfaatkan Bangunan Gedung Hijau (BGH).
"Sebelum ada Rusun, mahasiswa dan para peneliti yang melakukan penelitian di Karangsambung harus menginap di rumah warga atau di penginapan yang jauh dari lokasi penelitian," katanya.
Yayasan Pendidikan Geologi Karangsambung didirikan oleh para alumni Geologi dari Institut Teknologi Bandung dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan geologi di Indonesia. Yayasan ini berfokus pada penyediaan fasilitas pendidikan geologi di Laboratorium Alam Karangsambung, Jawa Tengah.
Karangsambung dikenal sebagai kawasan cagar alam geologi yang memiliki
nilai ilmiah tinggi dan sering digunakan sebagai lokasi praktikum lapangan oleh berbagai universitas di Indonesia. Oleh karena itu, keberadaan Rusun ini sangat penting untuk mendukung kegiatan akademik dan penelitian di bidang geologi.
Nantinya Rusun ini diperuntukan untuk hunian peserta program kuliah lapangan dari Prodi Geologi berbagai universitas dan khalayak umum yang berminat khusus pada ilmu kebumian.
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(KIE)
168 Mahasiswa Muhammadiyah Riau Bisa Tinggal di Rusun secara Gratis
Rusun mahasiswa tiga lantai tersebut memiliki jumlah hunian sebanyak 43 unit yang dapat menampung sekitar 168 orang mahasiswa. [493] url asal
#rusun-mahasiswa #rusun #penyediaan-rumah #kementerian-pupr
(MedCom - Properti) 09/10/24 18:54
v/16240041/
Pekanbaru: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan meresmikan Rusun Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau. Rusun tiga lantai tersebut memiliki jumlah hunian sebanyak 43 unit yang dapat menampung sekitar 168 orang mahasiswa."Rusun yang kami bangun sudah dilengkapi dengan meubelair dan diharapkan mendorong semangat mahasiswa agar dapat belajar menuntut ilmu dengan baik," ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto dalam keterangan tertulis, Rabu, 9 Oktober 2024.
Peresmian ditandai dengan prosesi penandatanganan prasasti dan pemotongan pita yang di laksanakan oleh Dirjen Perumahan Iwan Suprijanto dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy.
"Jadikan Rusun yang telah dibangun ini sebagai rumah sendiri bagi para mahasiswa sehingga mempunyai rasa memiliki dan merawat aset yang ada dengan baik. Pembangunan Rusun juga dilaksanakan pemerintah agar generasi muda Indonesia belajar giat dan menjadi pemimpin masa depan," kata Iwan.
Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (Balai P2P) Sumatera III Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Aldino Herupriawan menjelaskan pembangunan Rusun Universitas Muhammadiyah Riau ini dilaksanakan oleh Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Riau Balai P2P Sumatera III.
Lokasi pembangunan Rusun berada di Jalan Simpang Komersil Arengka, Tuanku Tambusai, Kelurahan Delima, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau dan berada satu lokasi dengan lingkungan kampus.
Berdasarkan data Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Riau, Rusun Universitas Muhammadiyah Riau dibangun dengan mekanisme Kontrak Tahun Jamak (Multi Years Contract) Tahun 2022 – 2023 dengan jangka waktu pelaksanaan 375 hari.
| Baca juga: Tampung 168 Mahasiswa, Rusun di Semarang Ini Dilengkapi Banyak Fasilitas |
Bangunan vertikal ini dibangun diatas lahan seluas 2.400 meter persegi dengan luas bangunan 17,4 m x 38,2 setinggi 3 lantai dengan jumlah hunian sebanyak 43 unit yang dapat menampung sekitar 168 orang mahasiswa.
Rusun mahasiswa ini juga dilengkapi dengan fasilitas meubelair berupa meja kerja standar rusun yang berjumlah 168 unit, kursi standar rusun 168 unit, lemari 1 pintu standar rusun 4 unit, lemari 2 pintu atas bawah standar rusun 82 unit, tempat tidur susun 82 unit dan tempat tidur tunggal yang berjumlah 4 unit.
Selain itu, Rusun ini juga dilengkapi dengan spesifikasi MEP berupa ketersediaan saluran air bersih dan kotor, sistem pengudaraan berupa kipas angin stand fan dan exhaust fan toilet, sistem proteksi kebakaran berupa smoke detector dan heat detector serta daya listrik PLN 33 KVA atau 33000 VA. Fasilitas pendukung lainnya yang ada di sekitar Rusun yakni adanya lampu taman, paving blok dan tanaman pepohonan agar menambah kesan teduh dan asri.
"Saat ini masih banyak mahasiswa yang belum memiliki atau menempati rumah atau
kamar sewa yang layak. Kami telah melengkapi bangunan dengan berbagai meubelair sehingga dapat menjadi tempat tinggal mahasiswa yang berasal dari luar daerah yang menempuh pendidikan di kampus ini," jelas dia.
Rektor Universitas Muhammadiyah Riau Saidul Amin mengungkapkan, Rusun ini nantinya akan diperuntukan untuk mahasiswa kedokteran, internasional dan mahasiswa kurang mampu dengan ketentuan free charge atau tanpa biaya apapun.
"Kami mengucapkan terimakasih kepada Kementerian PUPR atas bantuan Rusun inj. Kami akan membentuk tim untuk pengelola Rusun," ujar dia.
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(KIE)
84 Santri Ponpes di Tarakan Bisa Tinggal di Rusun Tipe Barak
Pemerintah serahterima pemanfaatan rumah susun (Rusun) Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mukminun di Kota Tarakan, Kalimantan Utara. [458] url asal
#rusun-santri #rusun #penyediaan-rumah #kementerian-pupr
(MedCom - Properti) 23/09/24 19:12
v/15450815/
Tarakan: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan melaksanakan serahterima pemanfaatan rumah susun (Rusun) Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mukminun di Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Rusun santri yang dibangun dengan dana APBN tersebut segera di kelola dan dimanfaatkan oleh pihak Ponpes.“Kami serah terimakan Rusun ini kepada pihak Ponpes Al Mukminun agar bisa segera dimanfaatkan untuk tempat tinggal para santri. Kami berharap dengan bantuan Rusun yang sudah dilengkapi meubelair ini, para santri bisa lebih semangat belajar,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto dalam keterangan tertulis, Senin, 23 September 2024.
Menurut Iwan, kegiatan serah terima pemanfaatan ini merupakan salah satu upaya percepatan penyerahan infrastruktur yang telah dibangun oleh Kementerian PUPR dan didanai oleh APBN untuk selanjutnya dapat dimanfaatkan seluas-luasnya untuk pelayanan bagi masyarakat. Hal tersebut merupakan bagian dari amanah tata kelola APBN dan Pengelolaan Barang Milik Negara, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.
Kementerian PUPR diberikan amanah untuk membangun infrastruktur yang kemudian terealisasi menjadi aset Barang Milik Negara (BMN) berupa infrastruktur bidang Sumber Daya Air, Bidang Bina Marga, Bidang Cipta Karya, dan Bidang Perumahan di seluruh Indonesia.
Direktorat Jenderal Perumahan mempunyai tugas dalam mewujudkan tempat tinggal yang layak huni serta andal melalui pembangunan perumahan yang didukung dengan infrastruktur yang baik, merupakan bentuk kolaborasi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
| Baca juga: Santri di Bengkulu Kini Bisa Tinggal di Rusun 3 Lantai |
“Tingginya kebutuhan perumahan yang terus bertambah, terbatasnya lahan yang murah dan terjangkau, persyaratan perizinan perumahan dan keterbatasan anggaran pemerintah, serta faktor SDM merupakan masalah yang harus kita jawab bersama dalam rangka memenuhi kewajiban Pemerintah untuk menyediakan rumah bagi seluruh lapisan masyarakat,” jelas dia.
Pada kegiatan tersebut, Iwan juga menyampaikan bahwa pada Tahun Anggaran 2023-2024 ini setidaknya terdapat dua lokasi bantuan pembangunan Rusun Pondok Pesantren di Kalimantan Utara, yaitu di Pondok Pesantren As’adiyah Sebatik di Kabupaten Nunukan dan Pondok Pesantren Al Mukminun di Kota Tarakan.
Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Kalimantan II Anggoro Putro didampingi Kepala Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Kalimantan Utara, Faizal Rozi dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rusun dan Rusus, Ridho menjelaskan, Rusun Ponpes Al Mukminun di bangun di Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara mulai Desember 2023 hingga Agustus 2024.
Rusun tersebut memiliki ukuran 33 x 8,2 meter dengan luas bangunan 541,2 meter persegi dan dibangun di atas lahan 45 x 25 meter atau 1.125 meter persegi. Rusun dibangun satu tower setinggi dua lantai dengan hunian tipe barak sebanyak empat barak yang mampu menampung sekitar 84 orang.
“Kami juga telah melengkapi Rusun dengan fasilitas meubelair antara lain 42 unit tempat tidur susun dan 42 unit lemari dua pintu. Kami harap asset ini dapat dirawat dan dijaga dengan baik agar bisa dimanfaatkan para santri dalam jangka waktu yang lama,” jelas dia.
(KIE)
Baru Diresmikan, Begini Penampakan Rusun Mahasiswa di Bogor
Rusun mahasiswa ini terdiri dari satu tower setinggi delapan lantai yang bisa menampung 420 orang. [771] url asal
#rusun #rusun-mahasiswa #institut-tazkia #penyediaan-rumah #kementerian-pupr
(MedCom - Properti) 22/09/24 18:22
v/15407823/
Kakarta: Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meresmikan rumah susun (Rusun) yang diperuntukkan bagi mahasiswa di Institut Tazkia di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Rusun ini terdiri dari satu tower setinggi delapan lantai yang bisa menampung 420 orang.Rusun yang dibangun oleh Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR itu berada satu lokasi dengan lingkungan kampus dan telah dilengkapi dengan berbagai meubelair sehingga dapat menjadi tempat tinggal mahasiswa yang berasal dari luar daerah.
“Hari ini saya resmikan Rusun untuk para mahasiswa di Institut Tazkia Bogor. Semoga Rusun ini bisa memberikan banyak manfaat bagi mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di kampus ini,” ujar Menteri PUPR dalam keterangan tertulis, Minggu, 22 September 2024.
Menteri PUPR menerangkan, dari data Direktorat Jenderal Perumahan di Provinsi Jawa Barat ini ada sebanyak 357 tower Rusun yang dibangun Kementerian PUPR. Rusun tersebut dibangun untuk ASN, POLRI, TNI, Peserta Didik Perguruan Tinggi dan Lembaga Pendidikan Keagamaan Berasrama (LPKB).
Namun demikian baru kali ini dan satu kali ini dirinya melaksanakan peresmian Rusun untuk mahasiswa. Oleh karena itu dirinya berharap kepada pihak Yayasan Tazkia Cendekia dan mahasiswa mohon dikelola dan dirawat dengan sebaik-baiknya sehingga asrama ini bisa dipakai oleh mahasiswa kita dalam jangka yang panjang sesuai dengan rencana saat di desain.
"Dari 357 tower Rusun di Jawa Barat baru ini Rusun yang saya resmikan karena biasanya yang meresmikan Presiden Joko Widodo. Aset Rusun ini juga akan diserahterimakan pengelolaannya dari Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR kepada pihak Yayasan Tazkia," kata dia.
Menteri PUPR juga berharap Rusun yang juga merupakan "apartemen mahasiswa" itu dapat menambah semangat mahasiswa untuk belajar giat. Apalagi pemerintah telah membangunkan Rusun sebagai tempat tinggal mahasiswa lengkap dengan furnitur sehingga mereka lebih fokus dalam menuntut ilmu.
"Ini menggunakan uang negara APBN bukan uang Basuki dan harus dipertanggungjawabkan betul dengan sebaik-baiknya. Caranya dengan memelihara barang milik negara ini dengan baik. Hanya dengan ini kita bisa menunjukkan kepada masyarakat bahwa kita bertanggungjawab secara akuntabilitas dan kredibilitas dengan memanfaatkan dan menggunakan barang milik negara," ungkap Basuki.
| Baca juga: Selesai Dibangun, Rusun UMS di Sorong Bisa Tampung Ratusan Mahasiswa |
Direktur Jenderal Perumahan Iwan Suprijanto menjelaskan pembangunan Rusun merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang ada sebagai tempat tinggal atau hunian. Saat ini pembangunan di lingkungan pendidikan juga diperlukan untuk mendorong agar generasi muda Indonesia terbiasa hidup di hunian vertikal dan diharapkan dapat belajar menuntut ilmu dengan baik.
“Kami ingin menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan akademik dan sosial mahasiswa. Rusun tersebut dibangun lengkap dengan meubelair dan fasilitas pendukung lainnya seperti tempat tidur susun dan lemari pakaian. Jadi para mahasiswa tinggal masuk membawa pakaian dan belajar dengan fokus,” terangnya.
Pembangunan Rusun Institut Tazkia merupakan salah satu wujud dukungan bagi para peserta didik untuk mendapatkan fasilitas hunian yang layak serta mendukung pelaksanaan proses belajar mengajar.
Selain dimanfaatkan sebagai unit hunian pada lantai 2 sampai dengan 8, khusus untuk lantai 1 dimanfaatkan sebagai ruang serbaguna seperti ATM gallery, food court, klinik, mini market. Selain itu juga dilengkapi lift penumpang sebanyak dua unit dengan kapasitas angkut masing-masing 10 orang atau 800 kg dan lift barang sebanyak satu unit dengan kapasitas 1.125 kg.
Lantai roof top dilengkapi dengan reservoir berkapasitas 24 meter kubik untuk mencukupi kebutuhan air harian penghuni rumah susun, serta terdapat ruang olahraga seluas 270 meter persegi.
Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Jawa II Noviza Dwiarti Arsyad Temenggung didampingi Kepala Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Jawa Barat Rizaldi menjelaskan, pembangunan Rusun Institut Tazkia ini dilaksanakan oleh Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Jawa Barat BP2P Jawa II.
Berdasarkan data Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Jawa Barat, Rusun Institut Tazkia Cendekia Bogor dibangun dengan mekanisme Kontrak Tahun Jamak (Multi Years Contract) Tahun 2021 – 2022 dengan item pekerjaan struktur, arsitektur, dan MEP serta terdiri dari satu tower setinggi delapan lantai yang terdiri atas 28 unit barak dengan kapasitas total 420 orang
"Kementerian PUPR juga telah melengkapi Rusun ini dengan fasilitas dasar seperti listrik, air bersih serta ruang pengelola, klinik serta mini market dan ATM Center. Guna mendukung pemanfaatan energi matahari menjadi energi listrik juga dipasang solar panel di bagian atap gedung," terangnya.
Ketua Dewan Pembina Yayasan Tazkia Cendekia, Prof. Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec mengungkapkan, pihaknya sangat bersyukur mendapatkan bantuan Rusun dari Kementerian PUPR. Menurutnya, adanya Rusun ini bisa menjadi tempat tinggal atau Apartemen Mahasiswa Institut Tazkia sehingga mereka yang berasal dari luar kota bisa tinggal di sini.
Saat ini, mahasiswa yang berminat tinggal di Rusun ini sangat banyak. Untuk itu, pihaknya siap membentuk tim untuk mengelola Rusun ini.
"Rusun ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa kami sehingga mereka bisa belajar dengan baik. Kami hanya bisa berterima kasih san mendoakan yang terbaik atas dukungan pembangunan Rusun dari Kementerian PUPR," jelas dia.
(KIE)
Kementerian PUPR Mulai Pembangunan Rusun dan Rusus di DOB Papua
Kementerian PUPR siap membangun Rusun dan Rusus ASN Pemerintah Provinsi Papua Selatan dan Pemprov Papua Tengah. [793] url asal
#rusun #penyediaan-rumah #kementerian-pupr #rusun-asn
(MedCom - Properti) 31/08/24 17:24
v/14844002/
Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan siap mendukung pengembangan Daerah Otonomi Baru (dob) Papua. Hal tersebut dilaksanakan melalui berbagai pembangunan infrastruktur termasuk hunian vertikal dan rumah khusus untuk pemerintah provinsi Papua Selatan dan Papua Tengah.“Kami siap melaksanakan pembangunan infastruktur Rumah Susun (Rusun) dan Rumah Khusus (Rusus) ASN Pemerintah Provinsi Papua Selatan dan pembangunan Rumah Susun ASN Pemprov Papua Tengah,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Mohammad Zainal Fatah di wakili Kepala Biro Perencanaan Anggaran dan Kerja Sama Luar Negeri (PAKLN) Sekretariat Jenderal Kementerian PUPR, Edy Juharsyah
Menurut Zainal Fatah, keputusan untuk mendorong pembangunan infrastruktur dasar dan perumahan ini didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan strategis dan kebutuhan untuk meningkatkan pelayanan publik, otonomi daerah, dan kesejahteraan masyarakat di wilayah papua.
Bentuk komitmen Pemerintah Pusat untuk mendorong pembangunan dan pemerataan di seluruh wilayah Indonesia, khususnya empat Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua, diputuskan untuk membentuk provinsi baru yaitu Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2022 tentang Pembentukan Provinsi Papua Barat Daya, Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2022 tentang Pembentukan Provinsi Papua Tengah, Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2022 tentang Pembentukan Provinsi Papua Pegunungan dan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2022 tentang Pembentukan Provinsi Papua Selatan.
| Baca juga: Dilengkapi Furnitur, Rusun UMJ Bakal Tampung 140 Mahasiswa |
Berdasarkan data yang ada, Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran kebutuhan DOB Papua sebesar Rp5.910,89 miliar, dengan rincian untuk Bidang Sumber Daya Air sebesar Rp580,83 miliar untuk peningkatan kapasitas intake pipa transimis SPAM Regional, pembangunan air baku, serta pengendalian banjir dan pengaman Pantai, Bidang Jalan dan Jembatan Rp 621,77 miliar untuk pembangunan prasarana jaringan jalan.
Selanjutnya, Bidang Cipta Karya Rp4.253,82 miliar untuk pembangunan kantor Gubernur, DPRD, MRP, pembangunan TPST, Optimalisasi TPA, pembangunan drainase, dan SPAM Regional dan Bidang Perumahan Rp454,47 miliar, untuk pembangunan rumah susun dan sarana prasarana, utilitas umum di Provinsi Papua Selatan, Papua Tengah dan Papua Barat Daya, serta pembangunan rumah khusus di Provinsi Papua Selatan.
“Pembangunan hunian ini secara tidak langsung mendukung majunya Papua, karena rumah susun dan rumah khusus ini adalah bangunan gedung fungsi hunian yang nantinya akan dimanfaatkan oleh ASN yang bertugas di DOB Papua. Diharapkan pembangunan hunian ini secara bertahap dapat selesai dan di operasikan pada bulan Juli 2025,” jelas dia.
Zainal menjelaskan, pada hari ini Jum’at tanggal 30 Agustus 2024, Kementerian PUPR melaksanakan agenda penting yakni Penandatanganan Kontrak Paket Pekerjaan Pembangunan Rumah Susun dan Rumah Khusus di Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua, dimana ini merupakan momentum yang bermakna sebagai garis start rekan-rekan semua dalam melaksanakan tanggung jawab menyediakan hunian yang layak bagi para ASN yang akan bekerja memajukan Papua.
Beberapa bentuk dukungan Kementerian PUPR Pembangunan Infrastruktur Perumahan pada Provinsi Papua Selatan antara lain Rusun untuk ASN sebanyak dua tower setinggi tiga lantai dengan unit hunian total sebanyak 88 unit tipe 36 dan 50 unit rumah khusus tipe 70. Sedangkan di Provinsi Papua Tengah nantinya akan dibangun dua tower Rusun setinggi tiga lantai dengan 88 unit hunian tipe 36.
Pada kesempatan itu, Penandatanganan Kontrak Pekerjaan Konstruksi Dalam Rangka Mendukung Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua dilaksanakan secara langsung oleh Pejabat pembuat Komitmen (PPK) Rumah Susun dan Rumah Khusus Provinsi Papua, Second Michal Sopranita Maria Elisabeth Worabai, S.T. dengan perwakilan PT. Nindya Karya (Persero) dan PT. Djasa Uber Sakti Tbk disaksikan Pejabat Tinggi Pratama dan Pejabat Tinggi Madya di Kementerian PUPR serta PJ Gubernur.
Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto menerangkan, sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, pihaknya siap membangun infrastruktur perumahan bagi masyarakat dan ASN di DOB Papua.
“Pembangunan dari Papua akan tetap dilakukan agar pemerintahan DOB segera berlangsung. Kami juga berharap pemerintah provinsi menunjuk tim teknis untuk melakukan pendampingan terhadap proses Pembangunan di lapangan sehingga proses serah terima asset nantinya juga bisa dilaksanakan serta Ketika selesai bisa di Kelola dan dimanfaatkan dengan baik,” ujar dia.
Dalam pembangunan di Papua, rekan-rekan penyedia akan dihadapkan pada kondisi yang jauh berbeda dari yang ada di Jakarta, ataupun di Pulau Jawa. Kondisi cuaca, jalan yang ekstrim, keamanan, sumber daya air, listrik dan material yang terbatas.
Sehingga penyedia jasa perlu merencanakan dan berstrategi yang baik agar terhindar dari risiko-risiko yang dapat mengganggu pencapaian target penyelesaian pekerjaan. Kegiatan Pembangunan infrastruktur perumahan ini dapat bermanfaat dan menjadi sarana untuk mewujudkan Papua yang lebih maju.
“Satu hal yang penting bahwa DOB Papua bukan hanya sekedar ibu kota provinsi baru, tetapi juga menjadi wujud percepatan pembangunan di Papua untuk menyejahterakan rakyat Papua. Kementerian PUPR adalah tim yang menjadi ujung tombak pembangunan sejarah memajukan Papua.
Saya ingin mengucapkan selamat kepada para penyedia jasa yang telah terpilih menjadi pemenang paket fisik pembangunan rumah susun dan rumah khusus di Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua yang secara langsung akan terlibat dalam membangun negeri, mewujudkan kemajuan pembangunan ibu kota provinsi baru di Papua,” ungkap dia.
(KIE)
Dilengkapi Furnitur, Rusun UMJ Bakal Tampung 140 Mahasiswa
Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR menyelesaikan pembangunan Rumah Susun (Rusun) mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). [572] url asal
#rusun-mahasiswa #rusun #penyediaan-rumah #kementerian-pupr
(MedCom - Properti) 31/08/24 15:36
v/14844003/
Jakarta: Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR menyelesaikan pembangunan Rumah Susun (Rusun) mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Rusun ini memiliki 36 unit meliputi dua unit hunian khusus bagi difabel dan mampu menampung sekitar 140 orang mahasiswa.Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan Rusunawa UMJ yang dibangun diharapkan dapat bermanfaat terutama untuk kelancaran proses pendidikan. Rusun tersebut sudah dilengkapi dengan meubelair dan fasilitas pendukung sehingga mahasiswa bisa fokus belajar menuntut ilmu di bangku perkuliahan.
"Saya selalu ingatkan dalam pembangunan terutama untuk pendidikan harus dilakukan dengan niat ikhlas, karena pembangunan infrastruktur untuk masyarakat itu amal jariyah," kata Menteri PUPR dalam keterangan tertulis, Sabtu, 31 Agustus 2024.
Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto menjelaskan Direktorat Jenderal Perumahan telah membangun sebanyak 12 tower rumah susun (Rusun) untuk para mahasiswa yang kuliah di Universitas Muhammdiyah yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia.
“Kementerian PUPR hingga saat ini telah membangun Rusun sebanyak 2.300 tower yang tersebar di seluruh Indonesia, meliputi pembangunan 12 tower Rusun untuk Universitas Muhamadiyah pada tahun 2022 – 2024,” ujar dia.
Iwan mengungkapkan, lokasi pembangunan Rusun untuk Universitas Muhammdiyah tersebut tersebar di sejumlah provinsi di Indonesia antara lain Aceh, Riau, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.
Kementerian PUPR berharap melalui pembangunan infrastruktur untuk masyarakat dan generasi muda di bangku perguruan tinggi di seluruh pelosok tanah air termasuk di bidang perumahan dapat meningkatkan kualitas SDM generasi muda Indonesia guna memenangkan persaingan global di masa depan.
| Baca juga: Dilengkapi Furnitur, Rusun Mahasiswa Poltekkes di Yogyakarta Diresmikan |
Iwan menambahkan, Kementerian PUPR juga menyadari bahwa pendidikan yang berkualitas tidak hanya membutuhkan ruang kelas yang memadai, tetapi juga lingkungan yang mendukung bagi pengembangan diri secara menyeluruh. Salah satu pemenuhan lingkungan yang mendukung bagi pengembang diri mahasiswa di bidang perumahan adalah dengan menyediakan Rusun sebagai tempat tinggal yang layak dan nyaman.
Pembangunan Rusun ini juga mencerminkan sinergi yang baik antara pemerintah dan Lembaga Pendidikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang optimal. Rusun ini bukan hanya mewujudkan sebuah fasilitas hunian, tetapi juga sebuah komunitas sehingga para mahasiswa dapat lebih fokus dalam menjalani kehidupan akademik mereka, serta semakin termotivasi untuk terus mengukir prestasi yang membanggakan.
“Kami berharap bahwa mahasiswa yang tinggal di sini dapat membangun kebersamaan, memperkuat solidaritas, dan terus mengembangkan potensi diri mereka dalam lingkungan yang mendukung. Semoga rumah susun ini menjadi tempat lahirnya ide-ide besar dan inovasi-inovasi yang akan membawa kemajuan bagi bangsa dan negara. Rusun yang telah dibangun ini harus dapat dimanfaatkan, dipelihara, dan dikelola dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Jawa I Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Tedy Siagian menerangkan,pembangunan Rusun Universitas Muhammadiyah Jakarta dilaksanakan oleh Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi DKI Jakarta Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Jawa I Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR pada 2022 – 2023.
Rusun ini yang berlokasi di Jalan K.H Ahmad Dahlan, Cirendeu, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten ini merupakan hunian vertikal yang diperuntukkan bagi mahasiswa perguruan tinggi khususnya bagi mahasiswa berprestasi di Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Berdasarkan data Satker Penyediaan Perumahan DKI Jakarta, Rusun ini dibangun di lingkungan Kampus UMJ sebanyak satu tower setinggi tiga lantai. Unit hunian dibangun dengan tipe 24 lengkap dengan meubelair seperti tempat tidur, meja dan kursi belajar serta lemari pakaian.
“Kami juga telah menyediakan fasilitas bersama seperti ruang aula dan ruang makan, serta telah dilengkapi dengan penyambungan listrik, sarana air bersih, serta Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) pada bangunan rumah susun dan kawasannya. Jadi mahasiswa tinggal masuk dan belajar dengan fokus,” ungkap dia.
(KIE)