JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 1.000 personel gabungan dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, dan Satpol Pamong Praja (PP) siap mengawal lalu lintas dan parkir dalam rangka hari ulang tahun (HUT) ke-79 TNI.
Kegiatan tersebut akan berlangsung pada 21-22 September 2024 dengan acara "Matra Fair" yang bertempat di Monas, Jakarta. Sedangkan, acara puncaknya akan digelar pada 5 Oktober 2024 di tempat yang sama.
"Jadi untuk jumlah personel yang hampir 1.000, kita tidak hanya melibatkan Pom (polisi militer) TNI, tetapi juga gabungan dari Polda Metro, Dishub DKI, Satpol PP, dan Pamdal di lapangan Monas. Kita bersinergi," kata Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI, Mayjen TNI Yusri Nuryanto, saat ditemui di Lapangan B3, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Kamis (19/9/2024) usai apel Pengawalan Pengendalian Lalu Lintas dan Parkir (Waldallakir).
Yusri menjelaskan bahwa salah satu tugas personel gabungan adalah mengawal jalannya kegiatan "Panglima Run" yang akan dilaksanakan pada Minggu, 22 September 2024. Hingga saat ini, jumlah peserta yang telah mendaftar hampir mencapai 10.000 orang dengan kategori jarak 5 dan 10 kilometer.
"Karena pelaksanaannya hari Minggu, kegiatan ini bertepatan dengan car free day. Sehingga, car free day yang berlangsung sepanjang Thamrin sampai Sudirman akan ditutup untuk kendaraan bermotor," ujar Danpuspom.
KOMPAS.com/NICHOLAS RYAN ADITYA Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI, Mayjen TNI Yusri Nuryanto saat mengecek kesiapan mobil listrik milik Polantas untuk mengawal kegiatan HUT ke-79 TNI, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (19/9/2024) pagi."Tapi tetep kita akan nanti waktunya tidak melebihi dari batas car free day. Car free day kan sampai jam 10 (pagi) ya tapi saya yakin kegiatan ini enggak sampai jam 10. Sehingga tidak akan banyak mengganggu atau kita menutup jalan yang digunakan masyarakat," tambahnya.
Untuk mengatasi masalah parkir, Danpuspom menyatakan, kantong parkir telah disediakan dengan meminjam beberapa lahan milik Kementerian dan Lembaga di sekitar Monas.
Yusri juga mengakui bahwa rangkaian kegiatan HUT ke-79 TNI kemungkinan akan mengganggu aktivitas lalu lintas masyarakat. Oleh karena itu, dia meminta maaf jika kegiatan tersebut menyebabkan kepadatan lalu lintas.
"Kaitannya dengan rangkaian kegiatan ini, saya selaku koordinator khususnya Waldallakir, mohon maaf kepada masyarakat yang nantinya mungkin terjadi ketidaknyamanan dalam berlalulintas, terutama di area-area yang nanti akan kita gunakan untuk kegiatan tersebut," pungkasnya.