WASHINGTON, investor.id – Calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat sekaligus Wakil Presiden Kamala Harris dituduh melakukan beberapa kali plagiarisme. Salah satunya atas buku tentang kepolisian yang ditulisnya bersama saat menjabat sebagai jaksa wilayah San Francisco pada 2009.
Penyelidikan ini dilakukan oleh seorang yang menyebut dirinya sebagai pemburu plagiarisme, yaitu warga Austria bernama Stefan Weber.
Ia mengungkap Harris mengambil sedikitnya 24 fragmen dari penulis lain dalam buku berjudul Smart on Crime, yang ditulisnya bersama Joan O'C Hamilton. “(Tiga fragmen lainnya) plagiarisme diri sendiri dari sebuah karya yang ditulis bersama seorang penulis bersama," menurut ahli tersebut, seperti dikutip Economic Times, Rabu (16/10/2024).
"Apa yang dikatakan temuan ini tentang Kamala Harris? Apakah sebagian dari dirinya palsu? Apakah penulis bayangannya melakukan plagiarisme? Apakah hanya tim di belakangnya? Saya tidak tahu. Saya membiarkan orang lain dari AS menarik simpulan yang benar," tulis Weber di situs webnya, yang merinci semua contoh dugaan plagiarisme dalam buku Harris.
Tuduhan terhadap Kamala Harris juga dilaporkan oleh aktivis konservatif Chris Rufo. Dalam sebuah unggahan di situs webnya pada Senin (14/10/2024), ia menunjuk beberapa bagian dari buku wakil presiden AS itu yang tampaknya diambil kata demi kata dari sumber lain.
Dalam beberapa contoh, Harris tampaknya telah mengambil seluruh bagian dari Wikipedia. Sementara bagian lain menampilkan reproduksi hampir kata demi kata dari laporan NBC News, siaran pers John Jay College of Criminal Justice, dan laporan dari Bureau of Justice Assistance, dan beberapa bukti lainnya.
"Jelas ada pelanggaran standar di sini. Harris dan rekan penulisnya menduplikasi bagian-bagian yang panjang hampir kata demi kata tanpa kutipan yang tepat dan tanpa tanda kutip, yang merupakan definisi buku teks tentang plagiarisme," ungkap Rufo.
Aktivis tersebut menekankan, meskipun Kamala Harris mungkin mengandalkan ghostwriter untuk menyusun bukunya, ia pada akhirnya bertanggung jawab atas plagiarisme yang terkandung di dalamnya karena nama di sampulnya. Rufo meminta Harris, serta penerbit buku, untuk mencabut bagian-bagian yang dicuri dan mengeluarkan koreksi.
"Harus ada satu standar. Dan Kamala Harris gagal (mengikuti standar)," simpulnya.
Meskipun belum mengomentari tuduhan tersebut secara pribadi, tim kampanye Kamala Harris telah menepis klaim tersebut. Pihaknya menegaskan kandidat mereka dengan jelas mengutip sumber dan statistik dalam catatan kaki dan catatan akhir di seluruh buku tersebut.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News