JAKARTA, investor.id – Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow hari ini, Senin (8/7/2024). Pertemuan ini menandai kunjungan pertamanya ke Kremlin sejak serangan Rusia ke Ukraina.
Kunjungan Modi ke Rusia kali ini penting karena merupakan perjalanan bilateral perdananya ke luar negeri sejak, terpilih kembali untuk masa jabatan ketiga pada Juni 2024.
Kedua pemimpin tersebut akan memperkuat pengembangan hubungan persahabatan tradisional antara Rusia dan India, serta membahas masalah-masalah topikal dalam agenda internasional dan regional, kata Kremlin, seperti dikutip Senin (8/7/2024).
Pertemuan tersebut akan memberikan kesempatan bagi kedua belah pihak untuk meninjau berbagai masalah bilateral. Menteri Luar Negeri (Menlu) India Vinay Kwatra menyampaikan kedua pihak akan membahas isu pertahanan dan perdagangan, hubungan investasi, hingga kerja sama energi.
Di agenda tersebut, pemeirntah Rusia dan India juga akan menilai status keterlibatan bilateral dalam kelompok-kelompok seperti Organisasi Kerja Sama Shanghai, Kelompok G20, blok negara-negara berkembang BRICS, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Timur, kata Kwatra
“Masalah pemulangan awal warga negara India yang telah disesatkan untuk bergabung dengan tentara Rusia juga diperkirakan akan dibahas dalam diskusi ini,” tambahnya.
Sejak Maret 2024, pemerintah India telah berupaya membebaskan warga negaranya yang dikatakan telah “ditipu” untuk bertugas bagi tentara Rusia. Ini menyusul terungkapnya apa yang disebut oleh negara Asia Selatan tersebut sebagai “jaringan besar perdagangan manusia”.
Serangan besar-besaran Rusia ke Ukraina pada Februari 2022 memicu serangkaian sanksi dari negara-negara G7, serta negara-negara lain. Para pemimpin dunia berupaya memutus atau membatasi kemampuan Rusia untuk mendanai perang, sementara Kremlin bersikeras menyebut invasi tersebut sebagai “operasi militer khusus”.
Pemerintah India menahan diri untuk tidak mengkritik Putin secara langsung, namun tetap bersikap netral terhadap serangan Rusia ke Ukraina. India juga mendesak kedua belah pihak untuk mengakhiri perang. Pihaknya mengutuk eksekusi warga sipil pada awal konflik Ukrain, tetapi tidak menyalahkan Rusia.
Kunjungan Modi ke Rusia terjadi setelah pertemuannya dengan para pemimpin G7 di Italia bulan lalu. Saat itu blok negara-negara industri yang terdiri dari Amerika Serikat (AS), Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Inggris sepakat mendanai perang Ukraina melawan Rusia dengan keuntungan dari aset Kremlin yang dibekukan.
“Perjalanan ini akan membuat marah banyak pengamat Barat,” ujar analis di Lowy Institute dalam sebuah komentar yang diterbitkan.
Pabrik penyulingan India telah membeli minyak Rusia dengan harga diskon sejak dimulainya perang Ukraina. Pembelian minyak murah Rusia oleh India dipandang mendapatkan keuntungan dari permasalahan yang terjadi di jantung Eropa, ungkap laporan Lowy.
Ikatan Sejarah India dan Rusia
India dan Rusia telah menjalin kemitraan kerja sama keamanan jangka panjang sejak periode Perang Dingin. Angkatan bersenjata India di kala itu sangat bergantung pada Rusia untuk peralatan militer.
Kunjungan terakhir Modi ke Rusia terjadi pada 2019 ketika ia mengunjungi pelabuhan timur jauh Vladivostok untuk menghadiri forum ekonomi.
Kedua pemimpin terakhir kali bertemu secara langsung pada 2022 di Organisasi Kerja Sama Shanghai yang diadakan di Uzbekistan. Saat itu Modi mengatakan kepada presiden Rusia bahwa ini bukan era perang, tetapi tidak mengecam tindakannya di Ukraina.
Sementara itu Rusia, seperti AS, mempunyai kedudukan tersendiri dalam kebijakan luar negeri India. Ini disampaikan mantan Menlu India Kanwal Sibal dalam ungghannya baru-baru ini di platform media sosial X.
“Baik India maupun negara-negara selatan tidak menganggap Putin sebagai paria internasional,” tambah mantan duta besar (dubes) India untuk Rusia itu.
Perdagangan bilateral India dengan Rusia melonjak 33% pada tahun keuangan yang berakhir Maret 2024, mencapai angka tertinggi sepanjang masa sebesar US$ 65,7 miliar. Namun, perdagangan masih tidak seimbang, kata Kwatra.
Ekspor India ke Rusia berjumlah US$ 4,26 miliar, sementara impor dari Kremlin berjumlah hampir US$ 61,44 miliar, menurut data resmi.
Setelah kunjungan dua harinya ke Rusia, Modi akan menuju ke Austria pada Selasa (9/7/2024) dalam kunjungan pertama perdana menteri India dalam 41 tahun.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News