Sering melewati jalan tidak rata bisa menjadi pemuci kerusakan pada rack steer mobil, sehingga pemiliknya perlu lebih hati-hati. Halaman all [319] url asal
SOLO, KOMPAS.com - Sering melewati medan jalan yang tidak rata bisa berdampak pada berbagai komponen mobil, salah satunya rack steer yang merupakan bagian sistem kemudi.
Jalan yang penuh dengan lubang, batu-batu, dan permukaan tidak rata memberikan beban tambahan pada sistem kemudi, memaksa rack steer bekerja lebih keras dari biasanya untuk menjaga kendali dan stabilitas kendaraan.
Iwan, pemilik Iwan Motor Honda Auto Clinic mengatakan, sering melewati jalan tidak rata memang bisa memperpendek usia rack steer.
Istimewa/Agus Suparto Presiden Joko Widodo melintasi jalanan rusak dalam kunjungannya ke Provinsi Lampung, Jumat (5/5/2023). Dalam kunjungan ini Jokowi menyatakan jika pemerintah daerah tak mampu memperbaiki jalan yang rusak maka akan ditarik ke pusat.
“Sering melewati jalan yang rusak akan mempercepat rack steering oblak,” kata Iwan kepada Kompas.com, Rabu (31/7/2024).
Menurutnya, gejala awal kerusakan biasanya ditandai dengan suara berisik “kletak-kletak” di bagian kolong mobil depan saat kemudi digunakan.
Lebih jauh lagi, saat rack steer mengalami kerusakan parah, akan terasa “glek-glek” saat setir dibelokkan.
Maka dari itu, jika kerusakan pada rack steer tidak terdeteksi lebih awal nantinya biaya perbaikan bisa lebih mahal.
Penting bagi pemilik mobil untuk melakukan perawatan rutin dan memperhatikan tanda-tanda awal kerusakan pada rack steer agar dapat menghindari masalah lebih besar di kemudian hari.
SOLO, KOMPAS.com - Rack steer pada mobil memiliki peran penting sebagai penghubung antara kaki-kaki dan stir termasuk roda, sehingga saat berkendara lebih nyaman dan aman.
Kinerja optimal dari rack steer sangat berpengaruh pada handling kendaraan, terutama dalam situasi-situasi yang memerlukan manuver cepat atau saat melintasi kondisi jalan tidak rata.
Maka dari itu, pemiliknya kendaraan perlu mengetahui masa pakai idealnya sehingga bisa melakukan perawatan dengan baik.
Iwan, pemilik Iwan Motor Honda Auto Clinic mengatakan, mobil yang sudah di atas 40.0000 kilometer perlu ganti bushing rack steer.
Kompas.com/Erwin Setiawan Perbaikan rack steer
“Semua mobil electronic power steering (EPS) kalau sudah km diatas 40rb rata-rata rack sudah oblak. Pada umumnya yang masuk bengkel begitu, untuk mobil Honda bisa hanya dengan mengganti bushingnya saja sudah beres. Tapi ada beberapa mobil yang harus ganti assy steering rack karena tidak bisa diperbaiki,” kata Iwan kepada Kompas.com, Rabu (31/7/2024).
Iwan mengatakan, di bengkelnya masalah ada mobil terutama pada EPS yang oblak cukup banyak setiap bulannya.
“Jumlah mobil EPS yang oblak cukup banyak, bengkel kita bisa 60 unit lebih setiap bula memperbaiki EPS,” katanya.
Dia juga menyarankan, jika ingin membeli mobil bekas dan ditemukan jika EPS-nya tidak bisa diperbaiki sebaiknya dipertimbangkan lagi.
Namun, mobil mudah dan kilometer masih rendah juga tidak menjadi jika rack steernya tidak mengalami kerusakan.
“Tergantung pemakaian juga, umur tidak jamin, yang dua tahun rusak banyak, yang 10 tahun masih bagus banyak juga,” kata Iwan.
Sementara, Elin Estanto, Pemilik GK Auto Service Gunung Kidul mengatakan masa pakai rack steer biasanya lama, tergantung cara mengoperasikannya juga.
Kerusakan rack steer ada dua bagian secara umum yakni area rack dan pinion, serta bushing atau pengikatnya.
“Untuk bushing biasanya masa pakai sekitar 3 tahunan, ada beberapa merek mobil juga lebih rawan rusak karena kualitas bushingnya lebih empuk, jadi mudah aus,” ucap Elin.
Sedangkan, Elin mengatakan, pada area rack dan pinion bisa sampai di atas 5 tahunan. Sehingga kerusakannya cenderung terjadi setelah masa warranty mobil berakhir untuk beberapa mobil tertentu.
SOLO, KOMPAS.com - Sistem kemudi electronic power steering (EPS) sudah banyak digunakan pada mobil-mobil modern, sehingga memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam mengemudi.
Meskipun EPS memberikan banyak keuntungan, namun ada masalah yang sering terjadi pada mobil yang sudah dilengkapi dengan sistem ini.
Iwan, pemilik Iwan Motor Honda Auto Clinic mengatakan, semua mobil yang sudah menggunakan sistem EPS maka rack steer mudah oblak.
“Semua mobil yang sudah memakai EPS, masalah sering terjadi pada rack steer yang oblak, tak terkecuali mobil Honda,” katanya kepada Kompas.com, Rabu (31/7/2024).
Iwan menjelaskan, secara umum ada bagian pada rack steer yang mudah rusak karena bahannya dari plastik.
“Secara general steering model EPS sering bermasalah pada bushing rack steeringnya yang aur karean terbuat dari plastik jadi mudah sekali rusak,” ucap Iwan.
Meski begitu, Iwan juga mengatakan, bushing rack steer yang mudah rusak ini mudah diperbaiki dengan menggantinya dengan baru.
“Semua mobil EPS kalau sudah kilometer di atas 40.000 rata-rata rack steer sudah oblak. Jadi saya menganggap itu bukan kelemahan salah satu mobil saja, tapi mobil yang sudah EPS pada umumnya,” katanya.
Namun, Iwan juga mengatakan, masalah pemakaian mobil juga bisa menjadi pemicu rusaknya rack steer meski kilometer masih rendah dan umur mobil muda.
Sebagai informasi, rack steer bermasalah biasanya akan menimbulkan suara berisik saat melewati jalan jelek, dan bunyi tersebut ada di bagian kolong mobil bagian depan.